• Tidak ada hasil yang ditemukan

PASAR MODAL DI INDONESIA. Oleh : Handayani Universitas Gunadarma Abstrak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PASAR MODAL DI INDONESIA. Oleh : Handayani Universitas Gunadarma Abstrak"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PASAR MODAL DI INDONESIA

Oleh : Handayani Universitas Gunadarma

Email : [email protected]

Abstrak

Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang ataupun modal. Pasar modal

berbeda pengertiannya dengan pasar uang. Perbedaan mendasarnya adalah pasar modal merupakan pasar untuk surat berharga jangka panjang sedangkan pasar uang,

di sisi yang lain merupakan pasar surat berharga jangka pendek. Baik pasar modal maupun pasar uang merupakan bagian dari pasar keuangan.

Kata kunci: Pasar Modal

(2)

Pendahuluan

Pasar modal sangat diperlukan dalam mendorong perekonomian negara karena menjalankan dua fungsi sekaligus yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan.

Pasar modal memiliki fungsi ekonomi karena menyediakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer). Keberadaan pasar modal membuat investor mempunyai pilihan untuk menginvestasikan dananya melalui pasar modal tersebut dengan harapan memperoleh imbalan (return). Sedangkan pihak issuer (dalam hal ini perusahaan) dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan investasi tanpa harus menunggu tersedianya dana dari operasi perusahaan itu sendiri. Pasar modal juga memiliki fungsi keuangan, karena memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih. Dengan adanya pasar modal diharapkan aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan skala yang lebih besar. Pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan perusahaan dan kemakmuran masyarakat luas.

Sejarah Pasar Modal Indonesia

Pasar modal Indonesia bermula pada tahun 1912 dengan Bursa Efek yang didirikan oleh Belanda di Batavia dengan nama Vereniging Voor De Effecten.

Kemudian dilanjutkan dengan didirikannya bursa di Surabaya dan Semarang pada tahun 1925. Namun akibat Perang Dunia II, semua bursa ditutup. Pada tahun 1950 diaktifkan kembali dan kembali diberhentikan pada tahun 1958. Pada tanggal 10 Agustus 1977 pasar modal kembali diaktifakan. Saham pertama yang diperdagangkan adalah saham PT Semen Cibinong.

(3)

Pada 1995, mulai diberlakukan sistem JATS (Jakarta Automatic Trading System). Suatu system perdagangan di lantai bursa yang secara otomatis me-match kan antara harga jual dan beli saham. Sebelum diberlakukannya JATS, transaksi dilakukan secara manual. Misalnya dengan menggunakan “papan tulis” sebagai papan untuk memasukkan harga jual dan beli saham. Perdagangan saham berubah menjadi scripless trading, yaitu perdagangan saham tanpa warkat (bukti fisik kepemilikkan saham)Lalu dengan seiring kemajuan teknologi, bursa kini menggunakan sistem Remote Trading, yaitu sistem perdagangan jarak jauh.

Bursa Efek Jakarta melakukan merger dengan Bursa Efek Surabaya pada akhir 2007 dan pada awal 2008 berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia.

Pengertian Pasar Modal

Pasar Modal adalah kegiatan yang berhubungan dengan perdagangan modal, seperti obligasi dan efek. Pasar modal berfungsi menghubungkan investor, perusahaan dan institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen keuangan jangka panjang.

Aktivitas pasar modal yang merupakan salah satu potensi perekonomian nasional, memiliki peranan yang penting dalam menumbuhkembangkan perekonomian nasional. Dukungan sektor swasta menjadi kekuatan nasional sebagai dinamisator aktivitas perekonomian nasional. Pun demikian, di Indonesia, ternyata pasar modal masih didominasi oleh pemodal asing. Idealnya, dalam pasar modal perlu ada keseimbangan ntara pemodal asing dengan pemodal lokal.

Pasar modal Indonesia masih dianalogikan dengan arena judi, bukan sebagai sarana

(4)

investasi. Akibatnya, hal ini menyebabkan peningkatan fluktuasi dan merugikan

investor minoritas.

Indonesia memiliki 2 bursa efek, yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES), yang masing-masing dijalankan oleh perseroan terbatas. Pada September 2007, Bursa Efek Jakarta dan Surabaya digabungkan (merger) menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui merger ini diharapkan dapat makin memberikan peluang bagi perusahaan ke pasar modal.

Efek yang diperdagangkan dalam bursa hanya boleh ditransaksikan melaui perantara, yaitu makelar (broker) dan komisioner. Makelar adalah pihak yang melakukan pembelian dan penjualan efek untuk kepentingan orang lain dengan memperoleh imbalan. Komisioner adalah pihak yang melakukan pembelian dan penjualan efek untuk kepentingan sendiri atau orang lain dengan memperoleh imbalan. Di dalam pasar modal proses perdagangan efek (saham dan obligasi) melalui tahapan pasar perdana kemudian pasarsekunder.

Pasar perdana adalah penjualan perdana saham dan obligasi oleh emitenkepada para investor. Kedua pihak yang saling memerlukan ini tidak bertemu secara langsung dalam bursa, tetapi melalui pihak perantara. Dari penjualan saham dan efek di pasar perdana ini, pihak emiten memperoleh dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya.

Sedangkan pasar sekunder adalah pasar yang terjadi sesaat atau setelah pasar perdana.

Maksudnya setelah saham dan obligasi yang dibeli investor dari emiten, maka investor tersebut menjual kembali saham dan obligasi kepada investor lainnya, baik dengan tujuan mengambil untung dari kenaikan harga (capital gain) maupun untuk menghindari kerugian

(5)

(capital loss). Perdagangan di pasar sekunder inilah yang secara reguler terjadi di bursa efek setiap harinya.

Persyaratan Go-publik

Sesuai dengan ketentuan SK Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor: KEP-03/PM/1995, yang dapat melakukan penawaran umum adalah emiten yang talah menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada Bapepam untuk menjual atau menawarka efek kepada masyarakat. Selain itu, pernyataan pendaftaran tersebut telah efektif. Perusahaan yang bermaksud menawarkan efeknya kepada masyarakat melalui pasar modal, terlebih dahulu harus mempersiapkan hal- hal yang diperlukan.

Dalam mengajukan pernyataan pendaftaran emisi efek hal-hal yang harus dipersiapkan emiten dalam rangka go-publik adalah sebagai berikut:

1. Manajemen perusahaan menetapkan rencana penggunaan dana yang diperoleh dari penjualan saham melalui go-publik.

2. Rencana go public tersebtu dimintakan persetujuan kepada para pemegang saham dan perubahan anggaran dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

3. Emiten mencari profesi penunjang dan lembaga penunjang untuk membantu menyiapkan kelengkapan dokumen.

4. Mempersiapkan kelengkapan dokumen emisi.

5. Membuat kontrak pendahuluan dengan bursa efek.

6. Mengadakan public expose, kepada masyarakat luas.

(6)

7. Membuat penandatanganan berbagai perjanjian-perjanjian emisi.

8. Khusus penawaran obligasi atau efek lain yang bersifat hutang, terlebih dahulu harus memperoleh peringkat yang dikeluarkan oleh lebmbaga peringkat efek.

9.Menyampaikan pernyataan pendaftaran beserta dokumen-dokumennya kepada Bapepam.

Manfaat pasar modal:

- Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal.

- Memberikan wahana investasi bagi investor sekaligus memungkinkan upaya diversifikasi.

- Berperan sebagai salah satu indikator penting dalam melihat trend ekonomi negara.

- Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakat menengah.

- Penyebaran kepemilikan, keterbukaan dan profesionalisme, menciptakan iklim berusaha yang sehat.

- Menciptakan lapangan kerja/profesi yang menarik.

- Memberikan kesempatan memiliki perusahaan yang sehat dan mempunyai prospek.

- Alternatif investasi yang memberikan potensi keuntungan dengan risiko yang bisa diperhitungkan melalui keterbukaan, likuiditas, dan diversifikasi investasi.

- Membina iklim keterbukaan bagi dunia usaha, memberikan akses kontrol sosial.

(7)

- Pengelolaan perusahaan dengan iklim keterbukaan, mendorong pemanfaatan manajemen profesional.

- Sumber pembiayaan dana jangka panjang bagi emiten.

Profesi Penunjang Pasar Modal

Lembaga-lembaga yang terkait dalam pengelolaan pasar modal Indonesia terdiri dari:

Badan Pembina Pasal Modal

Tugas pokok Badan Pembina Pasar Modal adalah sebagai berikut:

1. Memberikan pertimbangan kebijaksanaan kepada Menteri Keuangan dalam melaksanakan wewenangnya di bidang pasar modal

Memberikan pertimbangan kebijaksanaan kepada Menteri Keuangan dalam melaksanakan wewenangnya terhadap BUMN,PT (Persero).

Badan Pengawas Pasar Modal

Badan pengawas pasar modal adalah sebuah otorita yang dibentuk oleh Pemerintah untuk mengawasi kegiatan pasar modal di Indonesia.

Tujuan dari Badan Pengawas Pasar Modal adalah mewujudkan pasar modal yang teratur,wajar dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat di Indonesia

Bursa Efek

(8)

Bursa efek adalah suatu system yang terorganisasi yang mempertemukan penjual dan pembeli efek yang dilakukan baik secara langsung maupun dengan melalui wakil – wakilnya. Fungsi bursa efek antara lain adala menjaga kontinuitas pasar dan menciptakan harga efek yang wajar melalui mekanisme permintaan dan penawaran.

Penjamin Emisi dan Lembaga Kliring

Penjamin emisi memiliki peranan dan fungsi sebagai salah satu lembaga penunjang Pasar Modal.

Penting fungsi penjamin emisi ditunjang oleh beberapa alasan, yakni :

1. membantu emiten mempersiapkan pernyataan pendaftaran berikut dokumen pendukungnya.

2. melakukan penjaminan terhadap efek yang diemisikan 3. melakukan evaluasi terhadap kondisi perusahaan

4. menentukan harga saham bersama – sama dengan emiten

5. sebagai pembentuk pasar di bursa paralel

Tugas Badan Pengawas Pasar Modal

Membina, mengatur, dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar modal sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.

Fungsi Badan Pengawas

(9)

Penyusunan peraturan di bidang pasar modal;

Penegakan peraturan di bidang pasar modal;

Pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh ijin usaha, persetujuan, pendaftaran dari Bapepam dan pihak lain yang bergerak di pasar modal;

Penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik;

Penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek, Kliring dan Penjaminan dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian;

Penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal;

Pelaksanaan administrasi Badan.

Reksa Dana

Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Lembaga penunjang pasar mosal dilihat dari fungsinya dapat dibedakan sebagai lembaga Penunjang yang terlibat dalam pasar perdana (primary market) dan pasar sekunder (secondary market).

Penjamin Emisi Efek

Tugas penjamin efek antara lain adalah sebagai berikut:

(10)

a. Memberikan nasihat mengenai jenis efek yang sebaiknya dikeluarkan, harga yang wajar dan jangka waktu efek (obligasi dan sekuritas kredit).

b. Dalam mengajukan pernyataan pendaftaran emisi efek, membantu menyelesaikan tugas administrasi yang berhubungan dengan pengisian dokumen pernyataan pendaftaran emisi efek, penyusunan prospektus, merancang spesimen efek, dan mendampingi emiten selama proses evaluasi.

c. Mengatur penyelenggaraan emisi (pendistribusian efek dan menyiapkan sarana- sarana penunjang).

Akuntan Publik

Tugas akuntan publik antara lain adalah:

a. Melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan perusahaan dan memberikan pendapatnya

b. Memeriksa pembukuan apakah sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan ketentuan-ketentuan Bapepam.

c. Memberikan petunjuk pelaksanaan cara-cara pembukuan yang baik apabila diperlukan

Konsultan Hukum

(11)

Tugas konsultan hukum adalah meneliti aspek-aspek hukum emiten dan memberikan pendapat dari sisi hukum tentang keadaan dan keabsahan usaha emiten, yang meliputi anggaran dasar, izin usaha, bukti kepemilikan atas kekayaan emiten, perikatan yang dilakukan oleh emiten dengan pihak ketiga, Serta gugatan dalam perkara perdata dan pidana.

Notaris

Notaris bertugas membuat berita acara RUPS, membuat konsep akta perubahan anggaran dasar, dan menyiapkan naskah perjanjian dalam rangka emisi efek.

Agen Penjual

Agen penjual ini umumnya terdiri dari perusahaan pialang (broker/dealer) yang bertugas melayani investor yang akan memesan efek, melaksanakan pengembalian uang pesanan, dan menyerahkan sertifikat efek kepada pemesan.

Perusahaan Penilai

Perusahaan penilai diperlukan apabila perusahaan emiten akan melakukan penilaian kembali aktivanya. Penilaian tersebut dimaksudkan untuk mengetahui berapa besarnya nilai wajar aktiva perusahaan sebagai dasar dalam melakukan emisi melalui

pasar modal.

Lembaga Penunjang dalam Emisi Obligasi

(12)

Dalam emisi obligasi, di samping lembaga penunjang untuk emisi saham juga dikenal lembaga sebagai berikut:

Wali Amanat (Trustee)

Tugas wali Amanat antara lain:

a. Manganalisis kemampuan dan kredibilitas emiten.

b. Melakukan penilaian terhadap sebagian atau seluruh harta kekayaan emiten yang diterima olehnya sebagai jaminan.

c. Memberikan nasihat yang diperhitungkan oleh emiten.

d. Melakukan pengawasan terhadap pelunasan pinjaman pokok beserta bunganya yang harus dilakukan oleh emiten tepat pada waktunya.

e. Melaksanakan tugas selaku agen utama pembayaran.

f. Mengikuti secara terus-mencrus perkembangan pengelolaan perusahaan emiten.

g. Membuat perjanjian perwaliamanatan dengan pihak emiten

h. Memanggil Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO), apabila diperlukan.

Penanggung (Guarantor)

Penanggung bertanggung jawab atas dipenuhinya pembayaran pinjaman pokok obligasi beserta bunganya dari emiten kepada para pemegang obligasi tepat pada waktunya, apabila emiten tidak memenuhi kewajibannya.

Agen Pembayar (Paying Agent)

(13)

Agen pembayar bertugas membayar bunga obligasi yang biasanya dilakukan setiap dua kali setahun dan pelunasan pada saat obligasi telah jatuh tempo

Lembaga Penunjang Pasar Sekunder

Pedagang Efek

Di samping melakukan jual beli efek untuk diri sendiri, pedagang efek juga berfungsi untuk menciptakan pasar bagi efek tertentu dan menjaga keseimbangan harga Berta memelihara likuiditas efek dengan cara membeh dan menjual efek tertentu di pasar sekunder.

Perantara Perdagangan Efek (Broker)

Broker bertugas menerima order jual dan order beli investor untuk kemudian ditawarkan di bursa efek. Atas jasa keperantaraan ini, broker mengenakan fee kepada investor.

Perusahaan Efek

Perusahaan efek atau perusahaan sekuritas (securities company) dapat menjalankan satu atau beberapa kegiatan, baik sebagai penjamin emisi efek (underwriter), perantara pedagang efek, manajer investasi, atau penasihat investasi

Biro Administrasi Efek

Yaitu pihak yang berdasarkan kontrak dengan emiten secara teratur menyediakan jasa-jasa melaksanakan pembukuan, transfer dan pencatatan, pernbayaran dividen, pembagian hak opsi, emisi sertifikat, atau laporan tahunan untuk emiten.

(14)

Reksa Dana

Reksa dana (mutual fund atau investment fund) merupakan perusahaan yang kegiatannya mengelola dana-dana dari investor yang pada umumnya diinvestasikan dalam bentuk instrument pasar modal dan atau pasar uang oleh manajer investasi.

Atas dana yang, dikelola tersebut diterbitkan unit saham atau sertifikat sebagai bukti keikutsertaan investor pada perusahaan reksa dana tersebut.

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.

Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”

Dari kedua definisi di atas, terdapat tiga unsur penting dalam pengertian Reksadana yaitu:

1. Adanya kumpulan dana masyarakat, baik individu maupun institusi

2. Investasi bersama dalam bentuk suatu portofolio efek yang telah terdiversifikasi; dan

3. Manajer Investasi dipercaya sebagai pengelola dana milik masyarakat investor.

Pada reksadana, manajemen investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya pada surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima

(15)

dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam "Nilai Aktiva Bersih" (NAB) reksadana tersebut.

Kekayaan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi tersebut wajib untuk disimpan pada bank kustodian yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi, dimana bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administratur.

Bentuk Hukum Reksadana Di Indonesia

Di Indonesia Ada 2 (dua) bentuk Hukum yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia berdasarkan Undang undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18 ayat (1) yaitu Reksadana berbentuk Perseroan Terbatas (PT. Reksa Dana) dan Reksadana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK).

Reksa Dana berbentuk Perseroan Terbatas (PT. Reksa Dana)Sebuah Perusahaan (perseroan terbatas) yang dari sisi hukumnya tidak berbeda dengan hokum perusahaan lainnya, hanya yang membedakan dengan perusahaan terbatas lainnya adalah terletak pada jenis usahanya, adapun jenis usahanya adalah Jenis Usaha Pengelolaan Portfolio Investasi.

Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. Sebuah kontrak yang dibuat antara Manajer Investasi itu sendiri dengan pihak Bank Kustodian yang juga mengikat pemegang unit penyertaan sebagai Investor. Dengan melalui Kontrak ini Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola Portfolio efek dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan dan Administrasi Investasi

(16)

Instrumen Pasar Modal

Pasar modal memiliki beberapa macam instrumen yang sering digunakan oleh investor untuk menanamkan modal yang dimiliki, diantaranya:

a.SAHAM (Stock)

Merupakan instrumen yang akan menambah ekuitas pemiliki modal, memiliki instrumen jenis ini berarti investor menjadi pemilik perusahaan tersebut sebesar modal yang ditanamkan.

Ada dua jenis saham yaitu:

1.Saham Biasa (Common Stock)

Pemegang saham jenis ini mewakili perusahaan sebesar kepemilikan di perusahaan sebesar modal yang ditanamkan. Keuntungannya adalah dividen (berasal dari keuntungan perusahaan yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham_RUPS sehingga besarnya dividen tidak pasti karena tergantung oleh besarnya keuntungan perusahaan) dan capital gain (keuntungan dari selisih nilai beli dengan nilai jual saham yang lebih besar dari nilai belinya.

2.Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham jenis ini memiliki karakteristik yang sama dengan obligasi.

Keuntungannya adalah dividen secara teratur sebesar harga pari (nominal) saham

(17)

dikalikan dengan bunga setiap tahun. Jika saham preferenyang kita miliki bersifat cumulative, maka jika Anda belum menerima pembayaran dividen tahun lalu akan diakumulasikan dengan dividen tahun berjalan. Keuntungan lain adalah dapat ditukarkan (convertible) dengan saham biasa dan jika perusahaan dilikuidasi pemilik saham ini akan menerima pembayaran sebesar harga pari saham sebelum dividen atas pemegang saham biasa dibayarkan.

b. OBLIGASI (Bond)

Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi dana (pemodal) dengan yang diberi dana (perusahaan/emiten). Jadi, surat obligasi adalah selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut telah membeli hutang perusahaan yang menerbitkan obligasi. Penerbit membayar bunga atas obligasi tersebut pada tanggal-tanggal yang telah ditentukan secara periodik, dan pada akhirnya menebus nilai utang tersebut pada saat jatuh tempo dengan mengembalikan jumlah pokok pinjaman ditambah bunga yang terutang.

Obligasi secara ringkasnya adalah merupakan utang tetapi dalam bentuk sekuriti. "Penerbit" obligasi adalah merupakan sipeminjam atau debitur, sedangkan

"pemegang" obligasi adalah merupakan pemberi pinjaman atau kreditur dan "kupon"

obligasi adalah bunga pinjaman yang harus dibayar oleh debitur kepada kreditur.

Dengan penerbitan obligasi ini maka dimungkinkan bagi penerbit obligasi guna memperoleh pembiayaan investasi jangka panjangnya dengan sumber dana dari luar perusahaan.

Pada beberapa negara, istilah "obligasi" dan "surat utang" dipergunakan tergantung pada jangka waktu jatuh temponya. Pelaku pasar biasanya menggunakan

(18)

istilah obligasi untuk penerbitan surat utang dalam jumlah besar yang ditawarkan secara luas kepada publik dan istilah "surat utang" digunakan bagi penerbitan surat utang dalam skala kecil yang biasanya ditawarkan kepada sejmlah kecil investor.

Tidak ada pembatasan yang jelas atas penggunaan istilah ini. Ada juga dikenal istilah

"surat perbendaharaan" yang digunakan bagi sekuriti berpenghasilan tetap dengan masa jatuh tempo 3 tahun atau kurang. Obligasi memiliki resiko yang tertinggi dibandingkan dengan "surat utang" yang memiliki resiko menengah dan "surat perbendaharaan" yang memiliko resiko terendah yang mana dilihat dari sisi "durasi"

surat utang dimana makin pendek durasinya memiliki resiko makin rendah.

Obligasi dan saham keduanya adalah merupakan instrumen keuangan yang disebut sekuriti namun bedanya adalah bahwa pemilik saham adalah merupakan bagian dari pemilik perusahan penerbit saham, sedangkan pemegang obligasi adalah semata merupakan pemberi pinjaman atau kreditur kepada penerbit obligasi. Obligasi juga biasanya memiliki suatu jangja waktu yang ditetapkan dimana setelah jangka waktu tersebut tiba maka obligasi dapat diuangkan sedangkan saham dapat dimiliki selamanya ( terkecuali pada obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris yang disebut gilts yang tidak memiliki jangka waktu jatuh tempo.

c. Right

Merupakan produk derivative (turunan) dari saham yang berupa surat berharga yang memberikan hak bagi pemodal untuk membeli saham baru yang dikeluarkan emiten pada harga tertentu dan pada waktu yang telah ditetapkan.

Right diberikan pada pemegang saham lama yang berhak untuk mendapatkan tambahan saham baru yang dikeluarkan perusahaan pada second offering. Masa perdagangan right berkisar antara 1-2 minggu saja.

(19)

d. Warrant

Sama seperti right, warrant merupakan produk derivative dari saham yang memberikan hak untuk membeli sebuah saham pada harga yang telah ditetapkan pula.

d. Opsi

Merupakan produk derivative dari saham yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk menjual atau membeli sejumlah aset finansial tertentu pada harga dan jangka waktu tertentu.

Jenis Opsi:

1. Hak Menjual (Put Option)

2. Hak Membeli (Call Option)

Kesimpulan

Pasar modal sangat diperlukan dalam mendorong perekonomian negara karena menjalankan dua fungsi sekaligus yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan.

Pasar modal memiliki fungsi ekonomi karena menyediakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak yang memerlukan dana.

Keberadaan pasar modal membuat investor mempunyai pilihan untuk menginvestasikan dananya melalui pasar modal tersebut dengan harapan memperoleh

(20)

imbalan. Sedangkan pihak (dalam hal ini perusahaan) dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan investasi tanpa harus menunggu tersedianya dana dari operasi perusahaan itu sendiri. Pasar modal juga memiliki fungsi keuangan, karena memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih.

Dengan adanya pasar modal diharapkan aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan- perusahaan sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan skala yang lebih besar.

Pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan perusahaan dan kemakmuran masyarakat luas

Daftar Pustaka

Anoraga, Pandji, et. al., 1992, Pasar Modal, Keberadaan dan Manfaatnya Bagi Pembangunan, Jakarta

Dahlam Siamat, 2001, Manajemen Lembaga Keuangan, edisi keempat, fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Kasmir, SE, MM., 2001, Bank & Lembag Keuangan Lainnya, Edisi Keenam, PT.

RajaGrafindo Persada, Jakarta

Peraturan Pasar Modal, 1991, Bgian I. : Mitramedia, Jakarta

Usman, Marzuki, dkk.1990, ABC Pasar Modal Indonesia, LPPI, Jakarta

Referensi

Dokumen terkait

Mutual Fund Name : REKSA DANA INSIGHT NUSANTARA EQUITY FUND (I-NUSANTARA) Custodian Bank : BANK MEGA Tbk, PT. Mutual Fund Type

Mutual Fund Name : REKSA DANA ASHMORE SAHAM SEJAHTERA NUSANTARA Custodian Bank : PT Bank HSBC Indonesia. Mutual Fund Type

Mutual Fund Name : REKSA DANA CIMB PRINCIPAL PRIME INCOME FUND 4 Custodian Bank : BUT. STANDARD CHARTERED BANK Mutual Fund Type :

Mutual Fund Name : REKSA DANA TERPROTEKSI BATAVIA PROTEKSI CEMERLANG 80 Custodian Bank : PT Bank HSBC Indonesia. Mutual Fund Type

Mutual Fund Name : REKSA DANA TERPROTEKSI RHB CAPITAL PROTECTED FUND 38 Custodian Bank : PT BANK DBS INDONESIA. Mutual Fund Type

Mutual Fund Name : REKSA DANA SYARIAH PINNACLE INDONESIA SHARIA EQUITY FUND Custodian Bank : PT BANK DBS INDONESIA. Mutual Fund Type

Mutual Fund Name : REKSA DANA TERPROTEKSI SUCORINVEST PROTEKSI 21 Custodian Bank : BANK MEGA Tbk, PT. Mutual Fund Type

Mutual Fund Name : REKSA DANA INSIGHT GENERATE BALANCED FUND (I-GENERATE) Custodian Bank : BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO),. TBK Mutual Fund Type