• Tidak ada hasil yang ditemukan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Ortodonsia adalah bagian dari Ilmu Kedokteran Gigi yang bertujuan memperbaiki keadaan gigi-gigi maupun rahang yang menyimpang dari kondisi normal (Graber dan Vanarsdall, 2000). Perawatan ortodontik bertujuan memper- baiki estetis dan fungsi regio orofasial (Bhalajhi, 2004). Beberapa aspek dalam tujuan perawatan ortodontik meliputi perbaikan estetis wajah, susunan gigi, hubungan oklusi dan fungsi yang baik, aspek psikologis, dan pemeliharaan kesehatan jaringan pendukung gigi sehingga menghasilkan kedudukan gigi yang stabil setelah perawatan. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui rencana perawatan yang baik (Graber dan Vanarsdall, 2000).

Secara umum alat ortodontik dapat dikelompokkan menjadi alat mekanik dan alat miofungsional. Alat mekanik dan alat miofungsional dibedakan menjadi alat lepasan dan alat cekat. Alat cekat adalah alat yang dilekatkan atau dipasangkan pada gigi oleh operator dan tidak dapat dilepas oleh pasien. Berbagai macam komponen yang digunakan dalam perawatan alat cekat, seperti braket dan molar tube, dapat dilekatkan secara langsung pada gigi dengan bahan adesif

(teknik bonding) atau dilekatkan pada band logam yang disemenkan pada gigi (teknik banding) (Bhalajhi, 2004).

Teknik bonding langsung yang digunakan untuk melekatkan braket ortodontik pada email gigi dapat terjadi karena adanya interaksi mekanik antara bahan adesif dan permukaan email gigi. Pengetsaan menggunakan asam fosfat

(2)

pada email gigi menghasilkan permukaan email gigi yang kasar dan berpori.

Kondisi tersebut digunakan untuk mendapatkan retensi mikromekanik dari resin sebagai bahan pelekat untuk pemasangan braket pada gigi (Bhalajhi, 2004).

Metode etsa menjadi faktor yang harus diperhatikan dalam bidang ortodontik. Metode etsa dengan asam fosfat digunakan dalam pelekatan braket ke email gigi menggunakan resin komposit. Menurut Bishara dkk. (2004) dalam metode etsa setelah aplikasi bahan etsa pada permukaan gigi perlu dibilas dengan air dan dikeringkan dengan semprotan udara. Metode ini lebih dikenal dengan sebutan etch and rinse. Al-Twaijri dkk. (2011) menyatakan bahwa ada tiga tahapan yang dilakukan dalam metode bonding etch and rinse yaitu: (1) pelarutan hidroksiapatit email gigi, (2) aplikasi bahan resin primer, (3) aplikasi resin komposit. Permukaan email gigi yang telah dietsa akan terbentuk mikroporus.

Mikroporus pada email gigi akibat aplikasi dari bahan etsa memungkinkan resin untuk membentuk ikatan mekanik dengan email gigi yang dikenal dengan resin tag (Anusavice, 2004).

Penyederhanaan tahapan kerja pada prosedur etch and rinse dapat mempersingkat waktu kerja tetapi tetap mempertahankan kekuatan ikat yang diperlukan secara klinis dan menurunkan resiko rusaknya email (Bishara dkk., 2004). Penyederhanaan dilakukan karena sering terjadi masalah saat aplikasi klinis terkait dengan kontaminasi saliva pada permukaan email yang telah dietsa, sehingga menyebabkan kegagalan ikatan pelekatan (Paschos dkk., 2008).

Perkembangan sistem bonding adalah dengan menyatukan bahan etsa dan

(3)

Kombinasi bahan etsa dan primer dalam satu larutan disebut self etching primer (Singh, 2007). Penyatuan bahan etsa dan primer menghasilkan satu tahapan kerja sehingga waktu kerja menjadi lebih singkat, karena tidak memerlukan pembilasan dengan air setelah diaplikasikan pada permukaan gigi. Self etching primer bermanfaat secara langsung bagi klinisi karena dapat menghasilkan tahapan kerja yang singkat, hemat biaya, serta menurunkan resiko kontaminasi dengan saliva pada proses bonding (Rajagopal dkk., 2004).

Kekuatan pelekatan antara braket, bahan bonding dan email bervariasi dan tergantung jenis bahan bonding, desain mesh, morfologi email, teknik dan alat ortodontik yang digunakan. Teknik perawatan ortodontik cekat yang digunakan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Prof. Soedomo Yogyakarta ada tiga macam, yaitu teknik Begg, Straightwire, dan Edgewise. Gerakan gigi dalam teknik Edgewise berupa gerakan arah mesiodistal maupun bukolingual yang menimbulkan gaya geser dan gaya tarik pada braket.

Menurut Reynolds (1975) dan Cacciafesta dkk. (2003) pelekatan bahan adesif pada permukaan email gigi secara klinis dikatakan baik jika mampu menahan kekuatan geser sebesar 60-80 kg/cm2 atau 6-8 MPa dan kekuatan tarik sebesar 50 kg/cm2 atau 5 MPa. Pelekatan braket akan lepas apabila gaya yang diberikan berlebihan. Gaya yang dimaksud berupa tekanan, tarikan, atau gaya torque pada pelekatan tersebut. Kekuatan tarik adalah besarnya gaya per satuan luas braket yang dapat melepaskan braket dari permukaan gigi arah palatobukal dan tegak lurus permukaan gigi.

(4)

Keadaan atau morfologi email gigi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya dental prophylaxis (Petusco dkk., 2009). Penggunaan fluor sebagai dental prophylaxis telah dilakukan sejak lama dan terbukti menghambat

pembentukan asam serta pertumbuhan mikroorganisme sehingga menghasilkan peningkatan dalam mempertahankan permukaan gigi terhadap karies. Pasta gigi yang mengandung bahan aktif untuk profilaksis gigi seperti fluoride dan amorphous calcium phosphate (ACP) dapat mengurangi kekuatan pelekatan

braket (Al-Twaijri dkk., 2011). Permukaan email gigi yang telah dilakukan pengetsaan memiliki tegangan permukaan lebih rendah, sehingga monomer resin mampu mengalir pada mikroporositas email gigi tersebut. Proses polimerisasi menciptakan resin tag yang mencapai kedalaman 20 µm dan bersifat retentif (Summit dkk., 2006). Komposisi email gigi dengan kadar fluor tinggi akan lebih tahan terhadap asam, sehingga komposisi email gigi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan etsa asam (Robbins dkk., 2006).

Menurut Osorio dkk. (1999) email gigi yang dietsa menggunakan metode etch and rinse akan membentuk permukaan kasar dan mikroporus sehingga dapat

terisi dengan bahan adesif. Email gigi lebih retentif karena adanya pencucian dengan air dan pengeringan dengan penyemprotan udara sehingga menghasilkan kekuatan ikat yang lebih besar. Cal-Neto dan Miguel (2006) menyatakan permukaan email gigi yang dietsa menggunakan self etching primer menunjukkan pola etsa yang lebih dangkal dibandingkan menggunakan etch and rinse, kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh rendahnya penetrasi ke dalam email gigi atau

(5)

Novamin dikenal dengan sodium kalsium fosfosilikat merupakan suatu bahan bioactive glass yang dikembangkan dengan tujuan sebagai bahan desensitizing dan meningkatkan remineralisasi email gigi (Ramoji dan Swathi,

2010). Golyapegani dkk. (2012) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa Novamin mempunyai kemampuan untuk remineralisasi pada permukaan email, kemampuan ini sama halnya dengan fluor. Permukaan email gigi yang telah dioles Novamin pada pengamatan scanning electron microscopy (SEM) memperlihatkan lapisan hidroksikarbonat apatit yang melekat erat pada permukaan email gigi (Gjorgievska dan Nicholson, 2010). Menurut pernyataan Hungund dkk. (2012) lapisan hidroksikarbonat apatit yang terbentuk pada permukaan email gigi bersifat lebih tahan terhadap asam, namun pernyataan yang bertentangan dari Wafel (2009) mengatakan bahwa mineral hidroksikarbonat apatit bersifat sangat mudah larut dalam lingkungan yang asam.

Hasil penelitian Ramoji dan Swathi (2010) dan Ananthakrishna dkk.

(2012), pasta gigi yang mengandung Novamin sangat efektif untuk menghilang- kan rasa ngilu pada kasus hipersensitif dentin dengan cara menutup tubulus dentin dan fungsi tersebut telah mendapatkan persetujuan dari FDA (Food and Drug Administration). Menurut Gjorgievska dan Nicholson (2010); Madan dkk. (2011),

selain menghilangkan rasa ngilu akibat hipersensitif dentin, pasta gigi dengan kandungan Novamin berpotensi meningkatkan remineralisasi email. Stone dkk.

(2008) mengatakan bahwa penambahan Novamin dalam pasta gigi yang mengandung fluor atau aplikasi Novamin memiliki kemampuan fluoridasi lebih besar dibandingkan pasta gigi yang hanya mengandung fluor. Kondisi ini

(6)

dikarenakan Novamin menyediakan ion kalsium dan ion fosfat yang dibutuhkan dalam pembentukan hidroksifluoro apatit.

Cara terbaik untuk mengevaluasi kekuatan pelekatan bonding ortodontik adalah secara in vitro karena semua faktor yang menyebabkan kegagalan pelekatan dapat dikendalikan (Markovici dkk., 2008). Gigi premolar paling sering digunakan untuk mengetahui efektivitas kekuatan pelekatan braket, karena gigi premolar dapat diinterpretasikan sama dengan semua gigi pada rahang atas maupun rahang bawah (Ozturk dkk., 2008).

Uji Adhesive Remnant Index (ARI) dilakukan untuk mengetahui letak kegagalan pelekatan braket setelah pengujian kekuatan pelekatan (kekuatan geser dan kekuatan tarik). Kekuatan pelekatan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kesulitan dalam membersihkan sisa semen pelekat braket pada permukaan email gigi (Brantley dan Eliades, 2001).

B. Permasalahan

Berdasarkan latar belakang permasalahan, maka dapat diajukan permasa- lahan yaitu :

1. Bagaimanakah pengaruh Novamin dalam pasta gigi terhadap kekuatan tarik pelekatan braket Edgewise pada permukaan email gigi ?

2. Bagaimanakah pengaruh metode etsa terhadap kekuatan tarik pelekatan braket Edgewise pada permukaan email gigi ?

3. Apakah ada interaksi antara aplikasi Novamin dalam pasta gigi dan metode etsa terhadap kekuatan tarik pelekatan braket Edgewise pada permukaan

(7)

4. Bagaimanakah pengaruh aplikasi Novamin dalam pasta gigi dan metode etsa terhadap letak kegagalan ikatan pelekatan braket Edgewise pada permukaan email gigi ?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari dan mengetahui :

1. Pengaruh aplikasi Novamin dalam pasta gigi terhadap kekuatan tarik pelekatan braket Edgewise pada permukaan email gigi.

2. Pengaruh metode etsa terhadap kekuatan tarik pelekatan braket Edgewise pada permukaan email gigi.

3. Interaksi antara aplikasi Novamin dalam pasta gigi dan metode etsa terhadap kekuatan tarik pelekatan braket Edgewise pada permukaan email gigi.

4. Pengaruh aplikasi Novamin dalam pasta gigi dan metode etsa terhadap letak kegagalan ikatan pelekatan braket Edgewise pada permukaan email gigi.

D. Manfaat penelitian

Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat :

1. Memberikan informasi kepada ortodontis mengenai pengaruh aplikasi Novamin dalam pasta gigi terhadap pelekatan braket Edgewise.

2. Memberikan informasi kepada ortodontis dalam memilih metode etsa pada gigi yang akan dilakukan bonding untuk mempertahankan kekuatan tarik pelekatan braket.

(8)

3. Memberikan sumbangan teori ilmu kedokteran gigi mengenai kekuatan tarik pelekatan braket Edgewise setelah aplikasi Novamin dalam pasta gigi antara metode etsa etch and rinse dan self etching primer sebelum bonding braket.

E. Keaslian Penelitian

Turkkahraman dan Adanir (2007) melakukan penelitian pengaruh bahan desensitizer berupa potasium nitrat dan oksalat terhadap kekuatan geser dan

kekuatan tarik braket. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kekuatan geser maupun kekuatan tarik braket pada permukaan email yang diaplikasikan bahan desensitizing potasium nitrat dan oksalat dibandingkan permukaan email yang

tidak diaplikasikan bahan tersebut. Attar dkk. (2010) meneliti tentang kekuatan geser dan kekuatan tarik braket ortodontik dengan menggunakan etch and rinse dan self etching primer setelah aplikasi bahan bleaching, desensitizer, dan kombinasi dari kedua aplikasi pada 48 gigi premolar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bahan tersebut sebelum perawatan ortodontik dapat menurunkan kekuatan geser dan kekuatan tarik braket ortodontik.

Al-Twaijri dkk. (2011) melakukan penelitian mengenai pengaruh bahan profilaksis pada permukaan email gigi terhadap kekuatan tarik braket antara etch and rinse dan self etching primer. Secara statistik didapatkan hasil berupa

penurunan kekuatan tarik pada self etching primer setelah permukaan email dibersihkan dengan pasta profilaksis yang mengandung fluoride. Yagci dkk.

(2011) meneliti mengenai pengaruh pasta desensitizing terhadap kekuatan geser braket ortodontik dengan hasil bahwa aplikasi bahan desensitizer dapat

(9)

dental prophylaxis fluoride terhadap kekuatan geser pada bonding braket

Edgewise pernah dilakukan oleh Tatiana dkk. (2012). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan kekuatan geser antara pemberian topikal aplikasi fluoride dan tanpa fluoride. Sepengetahuan penulis penelitian mengenai pengaruh aplikasi Novamin dan metode etsa terhadap kekuatan tarik pelekatan braket Edgewise pada permukaan email gigi belum pernah dilakukan.

 

Referensi

Dokumen terkait

E-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi

Karena siswa tidak memperhatikan hubungan antar kuantitas yang terlibat dalam suatu permasalahan yang berkaitan dengan materi perbandingan, maka ia mengalami

Ciptoprawiro (1986: 11) berdasarkan definisi bahwa “filsafat diartikan suatu pencarian dengan kekuatan sendiri tentang hakikat segala wujud (fenomena), yang bersifat

Bahkan dalam memperluas wilayah sebagai aspek penting dari gerakan arabisasi itu, oleh para ahli sejarah ia ditempatkan sejajar dengan khalifah Umar ibn Khattab sebagai

Hasil penelitian dari uji lapangan dan validasi model perkuliahan berbasis logika dalam menumbuhkan karakter akademik yang meliputi gabungan dari karakter

Tingkat kerawanan bencana tsunami kawasan Sungai Donan sampai Sungai Ijo pantai selatan Kabupaten Cilacap diklasifikasikan dalam tiga kelas, yaitu kelas sangat

Penulis berasumsi, dukungan keluarga dan kerabat sangat dibutuhkan pasien yang mengalami kanker payudara yang menjalani kemoterapi, hal ini dikarenakan dukungan keluarga dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa penggunaan metode CooperativeScript dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Arab pada siswa kelas IV MI Al