KONTRIBUSI LATIHAN DECLINE PUSH-UP DAN FULL SQUAT TERHADAP KEMAMPUAN HASIL JATUHAN SEMPURNA
PADA ATLET PENCAK SILAT TAPAK SUCI SANTRI PONDOK PESANTREN MODERN TA’DIB
AS’SYAKIRIN MEDAN JOHOR TAHUN 2013
SKRIPSI
Oleh :
AGUS KHOIRUL UMRI SERIGAR NIM 071266210061
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
i ABSTRAK
AGUS KHOIRUL UMRI SIREGAR. Kontribusi Latihan Decline Push-Up dan Full Squat Terhadap Hasil Jatuhan Sempurna Atlet Pencak Silat Tapak Suci Santri Pondok Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin Medan Johor 2013. Pembimbing Skripsi IBRAHIM WIYAKA
Skripsi Medan : Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan (UNIMED) 2013.
Dalam melakukan teknik jatuhan pencak silat otot yang dominan digunakan adalah otot lengan dan otot tungkai. karena kekuatan pada otot lengan dan otot tungkai faktor pendukung utama bagi seorang atlet untuk menunjang kemampuan melakukan sebuah jatuhan sempurna.
Penelitian ini bertujuan mengetahui kontribusi latihan Dicline push up dan full squat terhadap hasil jatuhan sempurna pencak silat tapak suci pesantren Ta’dib Al
syakirin. Medan Johor 2013.
Metode yang digunakan dalam Penelitian Ini adalah Metode Eksperimen dengan teknik pengumpulan data dan pengukuran. Berupa tes power otot lengan dengan menggunakan (Medicine Ball), tes power otot tungkai dengan menggunakan (Vertical Jump) dan tes kemampuan jatuhan dengan menggunakan (Penilain juri) yang dilakukan terhadap 10 orang sample dari populasi yang berjumlah 35 Orang.
Penelitian ini dilaksanakan selama 6 (enam) minggu dengan freakuensi 3 (tiga) kali seminggu, terdiri dari dua bentuk latihan yaitu Dicline Push-up dan Full squat, dimana pada kedua betuk latihan tersebut diberikan dalam setiap kali pertemuan. analisis data dengan menggunakan analisis linieritas dan regresi
ii
squat diperoleh nilai Fhitung = 6,25 dan Ftabel = 5,32 dengan hasil Ho ditolak dan Ha diterima, maka terdapat kontribusi yang signifikan. Dari hasil latihan decline push-up dan latihan full squat diperoleh nilai Fhitung = 0,67 dan Ftabel = 0,258 dengan kontribusi 40% (Empat puluh Persen).
viii
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Tes Bola Medicine Atlet Pencak Silat Pesantren Ta’dib As’syakirin
Medan Johor 2012A. Latar Belakang Masalah ... 3
2. Norma Daya Ledak Otot Lengan... 4
3. Data Vertical Jump Atlit Pencak Silat Tapak Suci Pesantren Ta’dib As’syakirin. Medan Johor ... 4
4. Norma Penilaian Hasil Jatuhan ... 5
5. Test Kemampuan Jatuhan Atlit Pencak Silat Pesantren Ta’dib As’sakirin Medan Johor ... 5
6. Otot Yang Digunakan Pada Saat Latihan... 24
7. Norma Vertical Jump Test ... 32
8. Daftar Penilaian Wasit ... 33
9. ANOVA ... 36
10. Data Pre-test Power Otot Lengan, Power Otot Tungkai dan Hasil Jatuhan Atlet Pencak Silat Tapak Suci Santri Pondok Pesantren Modern TA’DIB AS’SYAKIRIN Medan Johor Tahun 2012 ... 38
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Teknik Jatuhan ... 10
2. Otot Lengan ... 15
3. Otot Paha Sampai Otot Tungkai ... 17
4. Penambahan Beban Secara Bertahap ... 21
5. Latihan Dicline Push-up ... 23
6. Latihan Full Squat... 24
7. Desain Penelitian ... 29
8. Sikap Awal Pada Tes Loncat Tegak ... 31
9. Sikap Saat Memulai Loncatan Tes Loncat Tegak... 32
x
DAFTAR LAMPIRAN
Tabel Halaman
1. Intensitas latihan 50% dari kemampuan maksimal ... 46
2. Intensitas latihan 60% dari kemampuan maksimal ... 47
3. Intensitas latihan 70% dari kemampuan maksimal ... 47
4. Intensitas latihan 60% dari kemampuan maksimal ... 48
5. Intensitas latihan 70% dari kemampuan maksimal ... 48
6. Intensitas latihan 80% dari kemampuan maksimal ... 49
7. Intensitas latihan 50% dari kemampuan maksimal ... 50
8. Intensitas latihan 60% dari kemampuan maksimal ... 51
9. Intensitas latihan 70% dari kemampuan maksimal ... 51
10. Intensitas latihan 60% dari kemampuan maksimal ... 52
11. Intensitas latihan 70% dari kemampuan maksimal ... 52
12. Intensitas latihan 80% dari kemampuan maksimal ... 53
32. Regresi Sederhana X dan Y skor Power Otot Lengan ... 58
34. Analisis untuk Uji Kelinieritas dan Keberartian Regresi ... 62
35. Regresi Sederhana X dan Y skor Power Otot Tungkai ... 63
38. Regresi Sederhana Y atas X1 dan X2skor ……….. 68
39. Daftar Nilai Kritis Untuk Uji Lilliefors ... 88
40. Nilai-nilai Distribusi t ... 89
41. Nilai Kritis Distribusi f ... 90
Gambar 11. Foto Peneliti Bersama Sample ... 93
12. Sampel Sedang Melakukan Latihan Dicline Push-up………. 93
13. Peneliti Sedang Menberikan Arahan Kepada Sample ………... 94
14. Sampel Sedang Melakukan Latihan Full Squat………... 94
15. Peneliti Sedang Memperagakan Proses Jatuhan Dengan Sample ...….. 95
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan olahraga dewasa ini terus berpacu dengan perkembangan dunia ilmu pengetahuan. Sehingga pada saat ini semakin dirasakan oleh manusia mengenai pentingnya berolahraga. Olahraga menjadi salah satu penunjang bagi suatu negara untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan dalam pembinaan bangsa dan menjaga kebugaran jasmani masyarakat. Selain itu, salah satu cara atau usaha untuk mengharumkan nama bangsa dan Negara adalah lewat olahraga.
Setiap cabang olahraga sifatnya kompetitif sudah tentu mengharapkan tercapainya suatu prestasi puncak bagi mereka yang menekuninya baik dari segi individu maupun kelompok. Penguasaan berbagai teknik dan taktik yang dilakukan seorang atlet harus didukung dengan kemampuan dan kualitas fisiknya.Untuk meningkatkan prestasi latihan haruslah berpedoman pada teori-teori serta prinsip-prinsip latihan. Tanpa adanya prinsip latihan yang benar maka prestasi atlet akan sukar diperoleh.Ada beberapa aspek yang perlu dilatih kepada atlet agar dapat memungkinkan atlet mencapai prestasi maksimal yaitu latihan fisik, latihan teknik,taktik, latihan strategi dan mental.
Pada awalnya pencak silat dikenal hanya sebagai olahraga bela diri dan seni saja. Tetapi dengan adanya perkembangan dibidang olahraga lain, maka pencak silat itu sendiri dijadikan olahraga yang dipertandingkan baik secara fisik (wiralaga) maupun seni. Menurut Harsono (1988:153) dalam Haloho, S (2011)
2
kondisi fisik atlet memegang peran yang sangat penting dalam program latihannya. Program latihan kondisi fisik haruslah direncanakan dengan baik dan sistematis dan ditujukan untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan kemampuan fungsional dari sistem tubuh sehingga demikian memungkinkan atlet untuk mencapai prestasi yang lebih baik.
Untuk mencapai prestasi yang maksimal seorang pesilat disamping menguasai bentuk kekayaan teknik pencak silat dan kemahiran dalam menggunakanya, harus pula didukung oleh kesegaran jasmani yang prima, tanpa didukung fisik yang baik mustahil seorang pesilat mampu bertanding dan mengeluarkan teknik-teknik pencak silat selama dalam pertandingan.Sejalan dengan perkembanganya, pencak silat mengalami kemajuan teknik, baik teknik pukulan, tangkapan, tendangan, elakan dan Jatuhan yang terwujud dalam kemampuan pencak silat dilihat dari penguasaan gelanggang.
Pada pertandingan pencak silat Jatuhan merupakan salah satu teknik yang paling banyak meraih nilai (tiga poin) bila dibandingkan dengan teknik yang lain, seperti teknik pukulan (satu poin) dan tendangan (dua poin).Akan tetapi teknik Jatuhan yang baik belum tentu dapat menghasilkan yang sempurna bagi atlet tersebut pada saat bertanding, tanpa didukung daya ledak (Power) otot lengan, yang menyebabkan Jatuhan yang dilakukan dapat di lepaskan bahkan dapat dilakukan serangan susulan dari lawan yang dapat menyebabkan poin beralih kelawan yang akan dibanting sehingga merugikan pada atlet tersebut.
3
Pesantren Modern TA’DIB AL-SYAKIRINMedan Johor. Perguruan ini terletak ditempat yang masih asri jauh dari keramaian kota sehingga sisi ketenangan jiwa dan raga saat latihan dapat terwujud dengan baik. Adapun perguruan ini memiliki santri dan santriwati pada jenjang usia 13 -20 tahun dimana terdiri dari 35 orang laki-laki dan 15 orang perempuan dan 1 orang pelatih serta 3 orang asisten pelatih. Adapun jenis kegiatan diperguruan tersebut selain belajar dan berlatih teknik , ada juga pelatihan dan penataran calon wasit, penyediaan tenaga pelatih serta pelaksanaan ujian naik tingkat. Peningkatan prestasi yang baik pada perguruan ini dapat terlihat pada prestasi yang diraih pada kejuaraan tingkat antar kota Medan, tingkat Provinsi Sumatera Utara dan lain- lain.
Prestasi yang dicapai pada awalnya cukup baik, ditingkat perguruan, sekolah dan daerah.Namun akhir-akhir ini prestasi atlet tidak menampilkan hasil yang maksimal, yang dikarenakan teknik Jatuhan yang dilakukan pada saat bertanding tidak akurat dalam mengenai sasaran. Hal ini terlihat jelas bahwa masih kurangnya power otot lengan dan tungkai yang dimiliki atlet tersebut.
Hal ini dapat dibuktikan dari data hasil Test pendahuluan yang dilakukan penulis sebagai berikut :
a. Test Power otot lengan ( Medicine Ball)
Table 1. Bola Medicine Atlet Pencak Silat Pesantren Ta’dib As’syakirin. Medan Johor 2013
Test power otot lengan (Medicine Ball)
NO NAMA HASIL KETERANGAN
1. Rizki Purnawan 350 K
2. Khairul Nizam 320 KS
4
4. Deva Alfandi 330 KS
5. Isnasyah 334 KS
6. Wahyudi 320 KS
7. Saifudin Fahri 305 KS
8. Husnul Yakin 334 KS
9. Isma’il 346 KS
10. Nanda Hardian 320 KS
Tabel 2. Norma Daya Ledak Otot Lengan Menurut Harsuki (2003 : 336)
NO PUTRA KLASIFIKASI
1. 350 Kebawah Kurang Sekali (KS)
2. 351-460 Kurang (K)
3. 461-524 Sedang (S)
4. 525-599 Baik (B)
5. 600 Ke atas Baik Sekali (BS)
Tabel 3. Data Vertical Jump Atlit Pencak Silat Tapak Suci Pesantren Ta’dib As’syakirin. Medan Johor
No. Nama
B. Badan (kg) Tinggi Raihan (m) Tes I Tes II Tes
III Hasil
N. Lewis 1 Rizki Purnawan 59 2,05 2,38 2,36 2,37 0,33 92,83 2 Khairul Nizam 60 1,89 2,23 2,24 2,25 0,36 79,69 3 Budi Hidayat 57 1,76 2,12 2,15 2,13 0,39 85,71 4 Deva Alfandi 55 2,12 2,46 2,45 2,44 0,34 94,22 5 Isnansyah 58 2,01 2,37 2,36 2,38 0,37 87,52 6 Wahyudi 57 2,08 2,28 2,26 2,27 0,2 81,18 7 Saifudin Fahri 54 1,85 2,19 2,20 2,21 0,36 86,33 8 Husnul Yakin 60 2,03 2,36 2,39 2,37 0,36 79,69
9 Isma’il 55 2,05 2,33 2,35 2,36 0,31 86,27
5
Untuk menghitung daya ledak otot tungkai menggunakan rumus monogram lewis
P =
Keterangan :
a. Y = Tinggi Raihan b. X = Tinggi Lompatan
c. D = Hasil dari (X-Y) di ubah satuannya menjadi meter. d. Weight = Berat badan
e. P = Hasil daya ledak otot tungkai
Tabel 4. Norma Penilaian Hasil Jatuhan
No PENILAIAN HASIL
JATUHAN
Ket. SAH TIDAK SAH Nilai : 3 Nilai : 0
1. Bagian tubuh (dari lutut keatas) menyentuh matras 2. Posisi jatuhan di dalam garis
lingkaran (medan laga) 3. Proses jatuhan tidak lebih dari
5 detik
Sumber : Peraturan Pertandingan IPSI 2012 ( Dalam
:http://dinarbintangmonica.blogspot.com/2012/05/perwasitan-pencak-silat.html) Tabel 5. Test Kemampuan Jatuhan Atlit Pencak Silat
Pesantren Ta’dib As’sakirin Medan Johor.
No. Nama Score Bantingan Jumlah 1 2 3 4 5
1 Rizki Purnawan 3 0 3 3 0 9 2 Khairul Nizam 0 3 3 0 0 6 3 Budi Hidayat 3 0 0 3 0 6 4 Deva Alfandi 3 0 3 0 3 9
5 Isnasyah 3 0 0 3 0 6
6 Wahyudi 0 3 0 0 3 6
6
8 Husnul Yakin 3 3 3 0 0 9
9 Isma’il 3 0 0 0 3 6
10 Nanda Hardian 0 0 3 3 0 6
Guna memperbaiki teknik Jatuhan pada atlet silat, ada beberapa latihan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam hasil yang diharapkan. Selain dengan latihan yang umum dilaksanakan oleh atlet, penambahan latihan decline push-up dan full squat diharapkan dapat membantu mencapai hasil yang
maksimal. Kedua latihan ini secara langsung menuju sasaran pada kekuatan otot lengan dan tungkai yang menjadi faktor terbentuknya (kontribusi) Jatuhan yang sempurna. Sehingga penelitian ini diberi judul “ Kontribusi Latihan Decline Push-up dan Full Squat Terhadap Kemampuan Hasil Jatuhan Sempurna pada Atlet
Pencak Silat Tapak Suci Santri Pondok Pesantren Modern TA’DIB
AS’SYAKIRIN Medan Johor Tahun 2012”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : Apa faktor yang mempengaruhi teknik dan taktik dalam melakukan jatuhan? Bagaimana cara meningkatkan kemampuan bantingan yang sempurna? Apakah penguasaan teknik dan taktik jatuhan didukung dengan kemampuan dan kualitas fisik? Apakah jatuhan yang sempurna dihasilkan dari adanya power otot lengan dan tungkai? Apakah latihan Dicline Push-Up dapat meningkatkan kemampuan hasil jatuhan sempurna? Apakah
7
C. Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah Kontribusi latihan decline push-up dan full squat terhadap kemampuan hasil Jatuhan sempurna pada atlet
pencak silat Tapak Suci santri Pondok Pesantren Modern Ta’dib As’syakirin Medan Johor tahun 2013.
D. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Apakah latihan Decline push-up memberikan kontribusi terhadap
kemampuan hasil Jatuhan sempurna pada atlet pencak silat Tapak Suci santri Pondok Pesantren Modern Ta’dibAs’syakirin Medan Johor tahun 2013?
2. Apakah latihan Full squat memberikan kontribusi terhadap kemampuan hasil Jatuhan sempurna pada atlet pencak silat Tapak Suci santri Pondok
Pesantren Modern Ta’dibAs’syakirin Medan Johor tahun 2013?
3. Apakah latihan Decline push-up dan Full squat memberikan kontribusi terhadap kemampuan hasil Jatuhan sempurna pada atlet pencak silat Tapak Suci santri Pondok Pesantren Modern Ta’dibAs’syakirin Medan Johor tahun 2013?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Untuk mengetahui apakah ada kontribusi latihan Decline push-up terhadap
8
2. Untuk mengetahui apakah ada kontribusi latihan Full squat terhadap kemampuan hasil Jatuhan sempurna pada atlet pencak silat TapakSucisantri Pondok Pesantren Modern Ta’dibAs’syakirin Medan Johor tahun 2013.
3. Untuk mengetahui apakah ada kontribusi secara bersama - sama latihan Decline push-up dan Full squat terhadap kemampuan hasil Jatuhan sempurna
pada atlet pencak silat TapakSucisantri Pondok Pesantren Modern Ta’dib As’syakirin Medan Johor tahun 2013.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Memberikan informasi ada tidaknya kontribusi latihan decline push-up terhadap kemampuan hasil Jatuhan sempurna pada atlet pencak silat Tapak Suci santri Pondok Pesantren Modern Ta’dib As-syakirin Medan Johor tahun 2013.
2. Memberikan informasi ada tidaknya kontribusi latihan full squat terhadap kemampuan hasil Jatuhan sempurna pada atlet pencak silat Tapak Suci santri Pondok Pesantren Modern Ta’dibAs’syakirin Medan Johor tahun 2013.
3. Memberikan informasi ada tidaknya kontribusi bersamaan latihan decline push-up dan full squat terhadap kemampuan hasil Jatuhan sempurna pada
atlet pencak silat Tapak Suci santri Pondok Pesantren Modern
Ta’dibAs’syakirin Medan Johor tahun 2013.
9