UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS
ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) KELAS XI IS 2
DI SMA NEGERI 1 KISARAN T.A. 2011/2012
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan
Oleh: MARSAGINA P.
708 114 188
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
iv ABSTRAK
Marsagina P, NIM. 708114188. Upaya Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) Kelas XI IS 2 DI SMA Negeri 1 Kisaran T.A. 2011/2012. Skripsi. Fakultas Ekonomi. Jurusan Pendidikan Ekonomi. Program Studi Pendidikan Akuntansi. UNIMED. 2012.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Rendahnya minat dan hasil belajar pada mata pelajaran akuntansi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan minat dan hasil belajar akuntansi dengan menerapkan metode pembelajaran STAD di kelas XI SMA Negeri 1 Kisaran.
Penelitian ini dilaksanakan di SMA NEGERI 1 Kisaran yang terletak di Jl. Madong Lubis tahun pembelajaran 2011/2012. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IS yang berjumlah 40 orang dan yang menjadi objek peneletitian ini adalah penerapan model pembelajaran STAD. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dan observasi. Tes yang digunakan adalah essay test yang diambil dari buku paket siswa. Observasi minat belajar siswa dilakukan secara langsung pada saat proses belajar mengajar dengan menerapkan Metode Pembelajaran STAD dan menyebarkan angket. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari pengumpulan data yang kemudian dianalisis dengan menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif
Berdasarkan hasil analisis data, terjadi peningkatan minat belajar siswa pada siklus I hanya rata-rata 60% menjadi 95% pada siklus II. Dari hasil analisis tersebut, peningkatan minat belajar sebesar 35%. Sedangkan hasil tes yang dilaksanakan, terdapat peningkatan hasil belajar siswa yaitu dari 40 siswa hanya 22 (55%) siswa yang tuntas belajar pada siklus I menjadi 34 siswa (85%) pada siklus II. Sebagai indikator ketuntasan belajar klasikal ditetapkan 70% siswa memperoleh nilai 75.
Dalam hubungan minat dan hasil belajar diperoleh
r
xy sebesar 0.77 yang berarti menunjukkan hubungan yang positif (tinggi) antara minat dan hasil belajar. Dengan demikian diperoleh kontribusi minat sebesar 59,13% dalam meningkatkan hasil belajar.Dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Pembelajaran STSD pada standar kompetensi menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang di kelas XI IS 2 SMA Negeri 1 Kisaran Tahun Ajaran 2011/2012 dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Hal ini berarti bahwa Model Pembelajaran STAD dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran akuntansi.
v ABSTRACT
Marsagina P, NIM. 708114188. Application of Contextual Learning Model Based on Student Teams Achievement To Increase Interest to Learn and Learning Accounting Result in Class XI SMA Negeri 1 Kisaran T.A 2011/2012. A Thesis of The Departement of Education Economis Course of Study Accounting State University of Medan.
The problem in this research is “The low interest to learn and student learning result in accounting subjects”. The purpose of this research was to known increase of interest and student accounting result by application of Contextual Learning Model Based on STAD in SMA Negeri 1 Kisaran.
The research was conducted in SMA Negeri 1, located at Jl. Madong Lubis academic year 2011/2012. Subjects in this research were student in grade XI IS 2 in SMA Negeri 1 Kisaran amounting to 40 peoples. Techniques used to collect the data in this research use of test and observation. The test was used was an essay test is taken from student’s textbook. Observation of student interest to learn carried out directly on teaching and learning process by applying of Learning Model Based on STAD. Data analysis technique used consists of three stages : The reduction of data, presentation of data and Conclusion data.
Based on the analysis of that the improvement was conducted on the student’s studying interest to learn at the 1st cycle was only the average 0f 60% became 95% at the 2nd cycle. From this analysis, the improvement was conducted on the student’s studying act 35%. Meanwhile, from the result of the test show there was increasing of the student’s result studying from 40 students 22 student (55%) were completed on studying at Ist cycle became 34 students (85%) at 2nd
x
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Pelaksanaan Tindakan ... 32
Tabel 3.2 Lay Out Angket Minat Belajar Siswa ... 35
Tabel 3.3 Kriteria Tingkat Keberhasilan Belajar Siswa dalam % ... 38
Table 4.1 Hasil Angket Minat Belajar ... 43
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas...31
4.1 Diagram Minat Belajar Siswa ...43
xi
DAFTAR LAMPIRAN 1. Daftar Nilai Siswa
2. Silabus
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I
4. Materi Pelajaran
5. Pre Test Siklus I
6. Nilai Post Test
7. Soal Diskusi
8. Soal Post Test
9. Angket Minat
10. Analisis Hasil Angket
11. Tabel Product Moment
12. Peningkatan Minat Belajar
13. Tabel Korelasi Minat Dan Hasil
14. Daftar Nilai Persentil Untuk Uji t
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Dalam Pembukaan UUD 1945 dituliskan bahwa tujuan pendidikan
nasional adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui dunia pendidikan
diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang cerdas dan berkualitas, demi
kemajuan Negara Indonesia. Karena, kemajuan suatu Negara dapat dilihat dari
kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang dihasilkan.
Kegiatan belajar mengajar didalam sekolah merupakan salah satu
penunjang dalam menghasilkan generasi muda yang berkualitas, namun sering
sekali kegiatan belajar mengajar didalam sekolah tidak berjalan baik sehingga
mengakibatkan hasil belajar peserta didik tidak memuaskan yang akhirnya
berpengaruh terhadap kualitas peserta didik.
Banyak faktor penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik didalam
proses belajar mengajar. Salah satu faktornya adalah faktor internal dan faktor
eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari diri peserta didik,
seperti kemampuan, kesiapan, sikap, dan minat. Sedangkan faktor eksternal
adalah faktor yang berasal dari luar diri peserta didik, seperti lingkungan keluarga,
sekolah, masyarakat dan strategi guru dalam mengajar.
Minat merupakan faktor yang cukup memiliki pengaruh terhadap nilai
belajar siswa. Minat adalah kecenderungan seseorang berupa keinginan atau
kesenangan terhadap sesuatu, yang mendorong seseorang untuk tertarik
adanya keinginan yang kuat untuk belajar. Sedangkan hasil belajar adalah hasil
yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar dilaksanakan, baik dalam
bentuk perubahan tingkah laku, sikap, dan prestasi. Kecenderungan menunjukan
bahwa, peserta didik yang memiliki minat belajar akan memperoleh hasil belajar
yang memuaskan. Menarik minat untuk belajar merupakan salah satu upaya yang
harus dilakukan oleh seorang guru.
Kurang menariknya guru dalam menyampaikan materi pelajaran yang
cenderung membosankan akan menimbulkan problema bagi peserta didik dalam
menyerap materi pelajaran, karena salah satu problem belajar yang dialami peserta
didik adalah faktor eksternal yaitu strategi pembelajaran yang keliru, pengelolaan
kegiatan belajar yang tidak membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Model
pembelajaran secara konvensional adalah cara mengajar yang sangat tradisional
dan telah lama dijalankan bahkan sampai sekarang. Model pembelajaran ini
merupakan penyampaian materi pelajaran yang hanya berfokus kepada guru.
Dimana peserta didik hanya dituntut untuk tenang, diam, dan mendengarkan
materi yang disampaikan guru. Keadaan yang demikian mengakibatkan peserta
didik akan merasa bosan dalam belajar, sehingga minat belajar peserta didik
dalam belajar pun akan menurun dan hal tersebut akan berdampak buruk pula
terhadap hasil belajar peserta didik.
Proses belajar mengajar yang menyenangkan akan sangat berpengaruh
baik terhadap minat dan hasil belajar peserta didik. Salah satu cara untuk
menciptakan proses belajar yang menyenangkan adalah dengan menggunakan
menggunakan strategi serta permainan-permainan yang menarik, sehingga peserta
didik termotivasi untuk belajar karena suasana belajar yang tidak membosankan.
Menurut pengamatan dan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap
guru serta beberapa siswa di SMA Negeri 1 Kisaran, diketahui bahwa minat yang
ditunjukan setiap siswa pada mata pelajaran akuntansi kurang memuaskan, yang
berakibat terhadap hasil belajar mereka. Hal tersebut dapat dilihat dari
kecenderungan siswa yang selalu pasif dalam menerima pelajaran serta tidak
fokus pada mata pelajaran yang disampaikan diakibatkan karena tidak adanya
variasi guru dalam menyampaikan materi. Siswa cenderung kurang peduli
terhadap materi yang disampaikan. Data lain yang mendukung adalah hasil
ulangan yang diadakan guru, kebanyakan setiap siswa tidak dapat menjawab soal
yang diberikan guru. Dari 35 siswa yang mengikuti ujian hanya 15 orang yang
lulus atau hanya 40 % siswa yang dinyatakan lulus dengan Kriteria Ketuntasa
Minimal ( KKM ) Akuntansi adalah 70.
Beberapa siswa diwawancari mengenai materi yang diujikan, kebanyakan
mengatakan mereka tidak mengerti mengenai materi yang diujikan karena ketika
guru mengajar didalam kelas, guru hanya menggunakan metode konvensional
yang hanya berpusat kepada guru dan siswa kurang dilibatkan, akibatnya siswa
merasa jenuh, bosan, dan menganggap bahwa pelajaran akuntansi itu sulit dan
pelajarannya membosankan. Kondisi seperti ini tidak akan meningkatkan
kemampuan siswa dalam memahami mata pelajaran akuntansi dan jika terus
terjadi, di khawatirkan banyak siswa tidak akan memenuhi standart kelulusan
Guru sebagai pihak pengajar, pembimbing, dan pendidik harus dapat
mencari jalan keluar atas permasalah seperti ini. Salah satunya adalah pemilihan
model pembelajaran yang tepat untuk menyiasati kesulitan belajar akuntansi.
Sudah selayaknya pengajaran akuntansi menggunakan suatu inovasi. Guru harus
mampu mengubah metode pengajaran konvensional dan menerapkan model
pembelajaran kooperatif. Jika dalam pembelajaran yang terjadi sebagian besar
hanya dilakukan oleh guru, maka dalam model pembelajaran kooperatif ini akan
diupayakan peningkatan pemahaman siswa melalui model pembelajaran
kooperatif Student Teams Achievement Divison (STAD), yang merupakan suatu
pendekatan yang melibatkan kelompok kecil selama proses pembelajaran
berlangsung yang bekerja sama sebagai suatu tim dalam menyelesaikan tugas atau
memecahkan masalah yang diberikan oleh guru untuk mencapai tujuan bersama.
Langkah-langkah model pembelajaran Student Teams Achievement Divison
(STAD) adalah : 1. Pembagian kelompok, 2. Penyampaikan indicator-indikator
dari materi pelajaran, 3. Pemberian tugas untuk didiskusikan dan dikerjakan
bersama-sama, 4. Evaluasi, dan 5. Kesimpulan
Model pembelajaran Tipe Student Teams Achievement Divison (STAD)
ini juga dapat mendorong siswa untuk menguasai bahan ajar atau materi yang
diberikan guru.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka peneliti tertarik untuk
Achievement Division ( STAD ) Kelas XI IS 2 di SMA Negeri 1 Kisaran T.A.
2011/2012”
1.2Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka peneliti mengidentifikasi
masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana cara meningkatkan minat dan hasil belajar akuntansi di kelas XI IS
2 SMA Negeri 1 Kisaran ?
2. Apakah model pembelajaran yang digunakan guru di kelas XI IS 2 SMA
Negeri 1 Kisaran saat ini meningkatkan minat dan hasil belajar siswa ?
3. Apakah dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatit Tipe Student
Teams Achievement Divison (STAD) dapat meningkatkan minat belajar
akuntansi siswa kelas XI IS 2 SMA Negeri 1 Kisaran ?
4. Apakah dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatit Tipe Student
Teams Achievement Divison (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar
akuntansi siswa kelas XI IS 2 SMA Negeri 1 Kisaran ?
5. Bagaimanakah hubungan minat dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI IS 2
SMA Negeri 1 Kisaran?
1.3Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas maka rumusan
1. Apakah Melalui Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division
(STAD) Dapat Meningkatkan Minat Belajar Akuntansi Kelas XI IS 2 di SMA
Negeri 1 Kisaran?
2. Apakah Melalui Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division
(STAD) Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Akuntansi Kelas XI IS 2 di SMA
Negeri 1 Kisaran?
3. Apakah ada hubungan antara minat dan hasil belajar akuntansi dengan
menerapkan model pembelajaran Student Teams Achievement Division
(STAD)?
1.4Pemecahan Masalah
Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka alternatif cara pemecahan
masalah adalah peneliti bekerjasama dengan guru mata pelajaran akuntansi dalam
menerapkan model pembelajaran tipe STAD dengan merancang situasi belajar
melalui pembentukan kelompok-kelompok belajar.
Pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah salah satu model pembelajaran
yang melibatkan kelompok-kelompok kecil selama pembelajaran berlangsung
yang menuntut siswa untuk saling bekerja sama sebagai suatu tim belajar dalam
memecahkan masalah, menyelesaikan tugas atau untuk mencapai tujuan bersama.
Dalam model ini, setelah selesai materi yang diajarkan maka siswa akan
dikelompokkan dan diberi soal untuk dikerjakan bersama-sama didalam satu
kelompok. Pembelajaran kooperatif ini menekankan aktivitas siswa, dimana siswa
tugas-tugas. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab terhadap kelompoknya.
Didalam proses pembelajaran ini guru memanfaatkan bantuan siswa yang lebih
pintar dan sudah memahami materi yang telah diberikan karena siswa cenderung
akan lebih mudah mengerti jika temannya sendiri yang menjelaskan.
Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams
Achievement Division ( STAD ) diharapkan dapat meningkatkan minat dan hasil
belajar akuntansi siswa kelas XI IS 2 SMA Negeri 1 Kisaran.
1.5Tujuan Penelitian
Yang menjadi tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui minat belajar akuntansi siswa kelas XI IS 2 SMA Negeri 1
Kisaran mengalami peningkatan melalui penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD)
2. Untuk mengetahui hasil belajar akuntansi siswa kelas XI IS 2 SMA Negeri 1
Kisaran mengalami peningkatan melalui penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD)
3. Untuk mengetahui adanya hubungan yang positif antara minat dan hasil
belajar akuntansi dengan menerapkan model pembelajaran Student Teams
Achievement Division (STAD)
1.6Manfaat Penelitian
1. Bahan masukan bagi peneliti tentang model pembelajaran kooperatif tipe
Student Teams Achievement Division ( STAD )
2. Sarana informasi dan sumbangan pemikiran dalam rangka perbaikan
pembelajaran pada sekolah dan sebagai bahan masukan yang sangat
bermanfaat bagi para calon guru.
3. Bahan referensi bagi peneliti selanjutnya, yaitu mahasiswa yang mengadakan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1Kesimpulan
1. Terjadinya peningkatan minat belajar setelah diterapkannya model
pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). Minat belajar
pada siklus I dari 40 orang siswa terdapat 24 orang (60%) siswa yang
memiliki minat sedang, dan 11 orang (40%) siswa yang memiliki minat
rendah. Pada tahap ini belum criteria minat sedang dan minat tinggi belum
mencapai ≥70 %. Sehingga guru melanjut kesiklus II. Sementara untuk
siklus II dari 40 siswa terdapat 2 orang (5%) siswa memiliki minat rendah,
6 orang (15%) siswa memiliki minat sedang dan 32 orang (80%) siswa
memiliki minat tinggi. Pada tahap ini terdapat 38 orang (95%) untuk
criteria minat sedang dan tinggi, dan ini telah memenuhi criteria
keberhasilan ≥70%. Berdasarkan siklus II, jika minat belajar meningkat
maka hasil belajar yang diperoleh pun meningkat.
2. Dari keseluruhan data yang telah dianalisis dengan menggunakan rumus,
ditemukan peningkatan nilai belajar akuntansi, rata-rata nilai pretest
sebesar 33,33 dengan persentase 0%, post test siklus I rata-rata nilai 69,86
dengan persentase 55% dan post test siklus II rata-rata nilai sebesar 76,87
dengan persentase 85% siswa yang mencapai standart ketuntasan.
3. Adanya hubungan positif antara minat belajar dan hasil belajar, dimana rxy
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka peneliti dapat menyarankan beberapa hal sebagai berikut :
1. Disarankan kepada guru mata pelajaran akuntansi, dalam kegiatan belajar
mengajar hendaknya menggunakan alternatif model pembelajaran lain yang
lebih bervariatif seperti model pembelajaran Student Teams Achievement
Division (STAD) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa
2. Untuk peneliti lebih lanjut, peneliti dapat menggunakan judul yang sama
namun dengan waktu yang lebih lama dengan sumber yang luas untuk dapat
mengatasi kendala yang masih ditemui dalam penelitian ini sehingga dapat
dijadikan studi perbandingan bagi guru dalam meningkatkan kualitas
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, dkk. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara
Aritonang, T., Keke. Juni 2008. Minat dan Motivasi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Penabur. 7:10:11-21 (dalam
http://www.bpkpenabur.or.id/id/jurnal?page=1) diakses tanggal 23 Maret 2012
Aqib, Zaenal. 2010. Penelitian Tindakan Kelas: untuk Guru. Bandung : Yrama
Brahim, Theresia. 2007. Peningkatan Hasil Belajar Sains Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar, Melalui Pendekatan Pemanfaatan Sumber Daya Alam Hayati di Lingkungan Sekitar. Jurnal Pendidikan. No.09 / Tahun ke-6 / Desember 2007. Diakses tanggal 26 Maret 2012
Dalyono. 2006. Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta
Djamarah, dkk. 2006. Model Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara
Hamalik, Oemar. 2009. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara
Harapan, S., Sofyan. Teori Akuntansi. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Harjono. 2010. Meningkatkan Kompetensi Siswa dalam Pembelajaran Kimia Melalui Pembelajaran Kooperatif STAD. Jurnal Penelitian Pendidikan. Volume 27 Nomor 1 Tahun 2010. Diakses tanggal 23 Maret 2012
Inamullah. 2011. Effect of Student’s Team Achievement Division (STAD) on Academic Achievement of Students. Jurnal Pendidikan. Vol. 7 No. 12 Desember 2011. Diakses tanggal 20 Maret 2012
Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif : Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta : Pustaka Belajar
Ismiati. 2008. Jurnal Guru: Study Matematic use Cooperative Learning tipe STAD (Student Teams Achievement Division) and tipe Jigsaw in class. Jakarta. No.2 Vol 5. Diakses tanggal 26 Maret 2012
Karmawati, 2007. http : // learning withme. blogspot. com/2006/09/pembelajaran. html. Diakses tanggal 20 Maret 2012
Lumban Toruan, C.M. 2009. Hubungan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Akuntansi Siswa SMK Swasta Raksana Medan T.P 2008/2009. Medan : UNIMED
(dalam http:/www.bpkpenabur.or.id/jurnal? Page=5). Diakses tanggal 20 Maret 2012
Munawar, Indra. 2009. http : // Indramunawar. Blogspot. com / Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar. html. Diakses tanggal 20 Maret 2012
Peni, Sri. 2008. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Materi Bank Syariah Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 1 No 2 Oktober 2008. Diakses tanggal 26 Maret 2012
Sardirman A.M. 2010. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Sibarani. 2009. Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Students Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IS-1 SMA Negeri 1 Laguboti Tahun Pembelajaran 2009/2010. Skripsi. Medan : UNIMED
Siburian. 2008. Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Materi Pokok Listrik Dinamis Di SMA GKPI Padang Bulan Medan Tahun Ajaran 2007/2008. Skripsi. Medan. UNIMED
Sihombing. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Sub Materi Pokok Besaran di Kelas VII Semester 1 SMP Negeri 1 Tanjung Pura Tahun Pengajaran 2008/2009. Skripsi. Medan. UNIMED
Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya
Suherman, Erman, H. Februari 2007.Hakikat Pembelajaran. Jurnal Pendidikan. 4:2:1-11 (dalam http://educare.e-fkipunla.net/index.php?option=com content&task=view&id=60&Itemid=7) Diakses tanggal 28 Maret 2012
Winkel, W. 2001. Dalam Mahpuddin. 2010. Minat Belajar Siswa.
http://www.mahpuddin.wordpress.com/2010/minat belajar. Diakses tanggal 28