102 BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kota Mojokerto. Penggunaan variabel dependen pada penelitian ini adalah penyusunan laporan keuangan.
Variabel independen yang digunakan adalah pendidikan, skala usaha, pelatihan akuntansi, dan pemahaman akuntansi. Dengan begitu, penelitian ini menguji signifikansi pengaruh pendidikan, skala usaha, pelatihan akuntansi, dan pemahaman akuntansi terhadap penyusunan laporan keuangan.
Teknik pengambilan sampel melalui metode convenience sampling pada pemilik UMKM yang ada di Kota Mojokerto yang telah berdiri lebih dari satu bulan. Jumlah responden yang diterima sebanyak 105 responden, tetapi yang dapat diolah hanya 100 responden. Tanggapan atas responden tersebut diolah, diuji, dan dianalisis, setelah itu dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pendidikan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penyusunan laporan keuangan. Hal ini dikarenakan pemilik UMKM yang berpendidikan terakhir rendah juga dapat memiliki pemahaman akuntansi yang baik dengan cara salah satunya mengikuti pendidikan nonformal ataupun mengikuti pelatihan akuntansi. Sehingga pemilik UMKM yang berpendidikan terakhir rendah ataupun tinggi tidak menentukan pemahaman mengenai penyusunan laporan keuangan.
2. Skala usaha mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penyusunan terhadap penyusunan laporan keuangan. Skala usaha memiliki hubungan tidak searah dengan penyusunan laporan keuangan. Jika usaha semakin besar maka prioritas mereka adalah untuk mempertahankan pendapatan usaha bukan untuk menyusun laporan keuangan dikarenakan mereka tidak memiliki banyak waktu. Sedangkan, untuk usaha yang masih kategori mikro, memiliki banyak waktu untuk terus belajar dan diikuti dengan terus mengembangkan usahanya.
3. Pelatihan akuntansi mempunyai pengaruh yang disignifikan terhadap penyusunan laporan keuangan. Jika semakin banyak pelatihan akuntansi yang telah diikuti oleh pemilik UMKM maka mereka akan cenderung untuk menyusun laporan keuangan dengan baik. Selain itu, mereka menjadi mengerti pentingnya menyusun laporan keuangan. Sehingga pemilik UMKM yang sering mengikuti pelatihan keuangan maka akan memiliki pemahaman mengenai penyusunan laporan keuangan yang lebih tinggi.
4. Pemahaman akuntansi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penyusunan laporan keuangan. Jika pemilik UMKM yang memiliki pemahaman akuntansi baik akan sangat mendukung dalam menerapkan penyusunan laporan keuangan pada usahanya. Sehingga semakin tinggi atau semakin baik pemahaman akuntansi pemilik UMKM maka akan semakin tinggi pemahaman mengenai penyusunan laporan keuangan.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, implikasi yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut:
1. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah bahan referensi dan tambahan pengetahuan untuk peneliti selanjutnya dalam membuat karya ilmiah dengan topik yang berkaitan dengan penelitian ini.
2. Hasil penelitian ini memperluas pengetahuan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penyusunan laporan keuangan. Dengan begitu, adanya penelitian ini dapat menjadi sarana belajar untuk menganalisis data aktual yang ada di UMKM.
3. Hasil penelitian ini dapat memberi kontribusi untuk menambah karya tulis ilmiah untuk Universitas Hayam Wuruk Perbanas serta diharapakan dapat menjadi pedoman untuk melakukan inovasi dan kontribusi pada UMKM.
4. Hasil penelitian ini dapat digunakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (diskopukmperindag) Kota Mojokerto untuk meningkatkan kinerja UMKM setempat dengan cara sering mengadakan pelatihan akuntansi untuk meningkatkan pemahaman akuntansi pemilik UMKM. Dengan begitu, akan lebih banyak yang dapat menyusun laporan keuangan dengan baik dan benar.
5.2 Keterbatasan Penelitian
Berdasarkan pada penelitian yang sudah dilakukan pada penelitian ini ada beberapa hal mengenai keterbatasan pada penelitian ini, keterbatasan yang terdapat pada penelitian ini sebagai berikut:
1. Penelitian ini pada proses pengumpulan data menggunakan kuesioner, maka memungkinkan data yang diperoleh bias yang diakibatkan adanya persepsi yang berbeda antara peneliti dengan responden terhadap pernyataan yang disediakan sehingga variabel tidak terukur dengan sempurna. Upaya yang telah dilakukan peneliti untuk menghindari data bias adalah membentuk kelompok kecil saat pengambilan data agar jika responden tidak mengerti mengenai kuesioner lansung dapat ditanyakan kepada peneliti.
2. Pada saat peneliti melakukan uji validitas, beberapa item pernyataan penelitian terbukti tidak valid. Hal tersebut dapat dikarenakan item pernyataan tidak dapat dipahami oleh responden, item pertanyaan tidak sesuai dengan kondisi obyektif dan responden menjawab dengan aman yaitu disamakan dengan jawaban pertanyaan lainnya.
3. Sampel penelitian ini tidak merata dikarenakan jumlah UMKM yang mewakili daerah berbeda-beda. Karena pada saat pengumpulan data tidak melihat domisili dari pemilik UMKM.
4. Variabel pendidikan pada penelitian ini hanya memiliki satu indikator saja.
5. Variabel skala usaha pada penelitian ini memiliki banyak kategori yaitu berdasarkan jumlah pegawai, omzet tahunan dan aset. Namun, penelitian ini hanya mengambil satu indikator saja yaitu jumlah pegawai.
5.3 Saran
Berdasarkan keterbatasan yang ada pada penelitian ini, maka peneliti memberikan saran yang dapat digunakan oleh penelitian selanjutnya dengan topik yang sama yaitu sebagai berikut:
1. Penelitian selanjutnya dapat memperluas populasi dan memperbesar jumlah sampel yang digunakan agar data yang diperoleh akan lebih akurat dan tidak bias.
2. Penelitian selanjutnya dapat melakukan uji pilot test agar menghindari adanya item pernyataan yang tidak valid. Untuk uji pilot test dapat dilakukan lebih dari sekali dengan tujuan agar mendapatkan hasil yang terbaik dan mengidentifikasi item pernyataan mana saja yang sulit dipahami.
3. Penelitian selanjutnya diharapkan menyebarkan kuesioner dengan memperhatikan juga domisili UMKM agar dapat dianalisis juga berdasarkan demografinya. Dan juga dapat mengontrol pengisian kuesioner agar jumlah sampel dapat merata.
4. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan beberapa item pernyataan atau pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan variabel pendidikan agar indikator yang diuji tidak hanya satu item.
5. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel skala usaha dengan berbagai indikator, dapat menggunakan ketiga indikator yang ada. Dengan begitu banyak hal yang dapat dianalisis dari variabel tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Astutik. (2022). Kendala UMKM.
Auliah, M. R., & Kaukab, M. E. (2019). Pengaruh tingkat pendidikan,
pemahaman akuntansi, dan pelatihan penyusunan laporan keuangan terhadap pelaporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP (Studi kasus pada UMKM di kabupaten Wonosobo). Journal of Economic, Business and Engineering, 1(1), 131–139.
Creswell, J. W. (2014). RESEARCH DESIGN: Qualitative, Quantitative, and Mixes Methods Approaches.
Dahlan, M. S. (2014). Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Epidemiologi Indonesia.
Dewi, E. kusuma, & Purwatiningsih, P. (2021). Pengaruh Jenjang Pendidikan Dan Skala Usaha Terhadap Penggunaan Informasi Akuntansi Pada Umkm
Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Jurnal Akuntansi Barelang, 5(2), 30–48. https://doi.org/10.33884/jab.v5i2.4466
Ghozali, I., & Latan, H. (2014). Partial Least Squares Konsep, Teknik, dan Aplikasi menggunakan Program SmartPLS 3.0.
Ghufron. (2020). TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN. FENOMENA, 19(1), 73–79.
Hair, J., Black, W. C., Babin, B. J., Anderson, R. E., & Tatham, R. L. (2006).
Multivariate Data Analysis.
Harahap, S. S. D. (2007). Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. PT Raja Grafindo Persada.
Hastuti, R. P., Wijayanti, A., & Chomsatu, Y. (2017). Pengaruh Jenjang Pendidikan dan Pemahaman Teknologi Informasi Terhadap Penyajian Laporan Keuangan Berdasarkan SAK ETAP (Studi Kasus Di Kampung Batik Laweyan). Accounthink : Journal of Accounting and Finance, 2(02), 362–376. https://doi.org/10.35706/acc.v2i02.914
Horngren, C., Harrison, W., Oliver, S., Best, P., Fraser, D., Tan, R., & Willett, R.
(2012). Accounting. Pearson Higher Education AU.
Hudha, C. (2017). PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN AKUNTANSI DAN PELATIHAN AKUNTANSI TERHADAP
PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI DIMODERASI
KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN USAHA KECIL MENENGAH.
Jurnal Ekonomi Pendidikan Dan Kewirausahaan, 5(1), 68–90.
Jabat, D. P. (2022). Tingkat Pendidikan , Skala Usaha dan Umur Usaha yang Mempengaruhi Pemahaman Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis SAK EMKM. Akuntansi Dan Manajemen, 2(3), 1–9.
Kock, N. (2014). Advanced mediating effects tests, multi-group analyses, and measurement model assessments in PLS-based SEM. International Journal of E-Collaboration, 10, 1–13.
Kurniawan, I., Hadi, S., & Sakitri, W. (2019). Pengaruh Kompetensi Wirausaha, Skala Usaha dan Saluran Pemasaran terhadap Keberhasilan Usaha. Economic Education Analysis Journal, 8(1), 18–23.
Lawrence, P. R., & Lorsch, J. W. (1967). Differentiation and Integration in Complex Organizations. Administrative Science Quarterly, 12, 1–47.
Libby, R., Whitecotton, S., & Libby, P. A. (2009). Principles of accounting II. In Family Systems Medicine (Vol. 3, Issue 1). McGraw-Hill Higher Education.
Mustafida, N. (2020). Determinants of Employee Whistleblowing Intentions in Indonesia: Applying Theory of Planned Behavior. The Indonesian Journal of Accounting Research, 23(02), 241–262. https://doi.org/10.33312/ijar.476 Mutiari, K. N., & Yudantara, I. G. A. P. (2021). Pengaruh Tingkat Pendidikan,
Pemahaman Akuntansi, Sosialisasi, Dan Penerapan Akuntansi Terhadap Penyusunan Laporan Keuangan Umkm Berdasarkan Sak Emkm. JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Universitas Pendidikan Ganesha, 12, 1–12.
Narsa, N. P. D. R. H., Prananjaya, K. P., & Narsa, I. M. (2021). Studi Deskriptif Awareness dan Persepsi pada Pelaku UMKM dan Koperasi Mengenai SAK EMKM: Sebuah Update. Wahana Riset Akuntansi, 9(2), 163.
https://doi.org/10.24036/wra.v9i2.113537
Nasution, E. (2019). Problematika pendidikan di Indonesia. Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah IAIN Ambon |2, 1–10.
Novianti, D., Mustika, I. W., & Eka, L. H. (2018). Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pelatihan Akuntansi, Umur Usaha Dan Skala Usaha Pelaku UMKM
Terhadap Penggunaan Informasi Akuntansi Di Kecamatan Purwokerto Utara.
Jurnal Ekonomi, Bisnis, Dan Akuntnasi (JEBA), 20(3), 1–14.
Nurwanto, N., Dewi, R. R., & Masitoh, E. (2022). Pengaruh Pendidikan, Pemahaman Akuntansi, dan Pengalaman Kerja terhadap Penyusunan Laporan Keuangan. Owner, 6(1), 1093–1100.
https://doi.org/10.33395/owner.v6i1.693
Oktavia, P., Fatiah, N., & Rasidah. (2015). Pengaruh Pendidikan, Pelatihan, dan Pemahaman SAP Berbasis Akrual Terhadap Penyusunan Laporan Keuangan Pada Pemerintah Kota Banjarmasin. Journal Sains Akuntansi Indonesia, 2(9), 13–24.
Risal, Wulandari, R., & Widyastuti, R. D. (2019). Faktor Penerapan Penyusunan Laporan Keuangan Pada Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (Umkm).
Jurnal Ilmu Manajemen, 8(1), 125–134.
http://113.212.163.133/index.php/jim/article/view/1588/1009
Rivai, V., & Mulyadi, D. (2012). Kepemimpinan Dan Perilaku Organisasi / Veithzal Rivai, Deddy Mulyadi.
Rudiantoro, R., & Siregar, sylvia veronica. (2012). Jurnal akuntansi dan keuangan Indonesia. … Ekonomi Universitas Indonesia, 9(1), 1–21.
http://scholar.google.com/scholar?hl=en&btnG=Search&q=intitle:Jurnal+Ak untansi+dan+Keuangan+Indonesia#2
Satiya, I., Sabrina, N., & Mulyani, E. (2020). PENGARUH PENGETAHUAN AKUNTANSI DAN SKALA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH TERHADAP PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SAK EMKM (Studi Empiris Pada Entitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kecamatan Nanggalo Kota Padang). Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 2(4), 2656–3649.
http://jea.ppj.unp.ac.id/index.php/jea/issue/view/30
Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research methods for business : a skill- building approach.
Sugiyono. (2013). Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). CV Alfabeta.
Sulistyowati, E., Arifah, S. A., Puspaningrum, F. F., & CondroWidodo. (2022).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Informasi Akuntansi Keuangan. Jurnal MEBIS (Manajemen Dan Bisnis), 7(1), 101–113.
www.depkop.go.id
Sunaryo, D., Dadang, & Erdawati, L. (2022). Pengaruh Persepsi Pelaku Usaha Tentang Akuntansi, Pengetahuan Akuntansi, Dan Skala Usaha Terhadap Penggunaan Informasi Akuntansi Pada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah.
Journal of Financial and Tax, 2(1), 13–31.
https://doi.org/10.52421/fintax.v2i1.194
Tambunan, T. (2012). USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI INDONESIA: Isu-Isu Penting.
Tuti, R., & Dwijayanti, P. F. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemahaman UMKM Dalam Menyusun Laporan Keuangan Berdasarkan SAK-ETAP. Jurnal Akuntansi Kontemporer (JAKO), 8(2), 98–107.
Wahyono. (2004). Pengertian Sistem, Analisis dan Desain Sistem Informasi.
Warren, C. S., Reeve, J. M., & Duchac, J. E. (2009). Accounting, 23rd Edition.
Mason : South Western Cengage Learning.
Whetyningtyas, A. (2016). Determinan Penggunaan Informasi Akuntansi pada Usaha Kecil Menengah (UKM). Media Ekonomi Dan Manajemen, 31(2), 88–96.
Wicaksono, A. (2015). Penelitian Kausal Komparatif ( Ex Post Facto. Jurnal Pendidikan, 1–11.
Yenni, E. (2017). Pengaruh Pemahaman Akuntansi dan Pengalaman KerjaAparatur Terhadap Penyusunan Laporan Keuangan Daerah Pada Pemerintah Kota Banda Aceh. Jurnal Ekonomi Dan Mane, 1(2), 91–96.
Yousida, I., Kristanti, L., & Lestari, T. (2020). Analisis Pengaruh Pemahaman Akuntansi Dan Keaktifan Mahasiswa Terhadap Penyusunan Laporan Keuangan Sesuai Sak Kasus Pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi Stie Pancasetia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis, 6(2), 192–201.
https://doi.org/10.35972/jieb.v6i2.369
Zantika, A. (2019). the Influence of Perception of the Purpose Financial Report and Education Levels on Practice of Preparing. 2, 1–11.