• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR AKIDAH ISLAM DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA KELAS VII MTS SALAFIYAH AL AMIN TUBAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR AKIDAH ISLAM DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA KELAS VII MTS SALAFIYAH AL AMIN TUBAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR AKIDAH ISLAM DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA

KELAS VII MTS SALAFIYAH AL AMIN TUBAN A.Shulhan

Pendidikan Profesi Guru, IAIN Palangka Raya Email : [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi Akidah Islam di kelas VII MTs Salafiyah Al Amin Tuban melalui model Problem Based Learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Salafiyah Al Amin Tuban sebanyak 18 (delapan belas) siswa, terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian bersifat diskripsi kualitatif dengan menganalisi data yang dikumpulkan melalui beberapa teknik, yaitu: Observasi (Pengamatan), Wawancara, Dokumentasi, dan Tes. Hasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi Akidah Islam di kelas VII MTs Salafiyah Al Amin Tuban dan berhasil memperoleh nilai sesuai KKM (75) atau lebih tinggi dari KKM. Berdasarkan pada hasil ini maka dikatakan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar materi Akidah Islam sesuai dengan yang direncanakan.

Kata Kunci: Peningkatan; Hasil Belajar; Problem Based Learning

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan kegiatan yang menjembatani setiap individu untuk dapat memperoleh pengetahuan, mengembangkan potensi, dan kecakapan interaksi sehingga pendidikan menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki oleh setiap individunya. Pada dasarnya, pendidikan menjadi sumber upaya manusia untuk meningkatkan kemampuan yang ada pada diri manusia itu sendiri agar memiliki karakter dan dapat hidup mandiri melalui proses pembelajaran di sekolah.

(2)

Proses pendidikan terutama dalam pembelajaran bukan hanya sekedar memberikan asupan materi kepada peserta didik, tetapi juga berusaha membangun mental peserta didik agar dapat menjadi generasi yang berpotensi dan beriman. Sehingga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupansehari- hari. Pendapat ini sejalan dengan landasan formal dan pendidikan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, bangsa, dan Negara. (Sistem Pendidikan Nasional, 2003 : 3)

Sehubungan dengan rumusan pendidikan di atas, Akhmad Sudrajat mengungkapkan tiga pokok unsur pendidikan yang terkandung di dalamnya, yaitu; (1) usaha sadar dan terencana; (2) mewujudkan suasana proses pembelajaran peserta didik aktif dan mengembangkan potensi diri; (3) memiliki kekuatan spiritual agama, pengendalian diri, cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki keterampilan. (Nofrion, 2016 :41)

Pemahaman peserta didik terhadap suatu materi pelajaran umumnya ditekankan pada proses pembelajaran kognitif. Jika peserta didik paham tentang materi yang diajarkan, dapat dikatakan bahwa peserta didik telah mampu mencapai tujuan pembelajaran dalam bidang kognitif. Setelah peserta didik mampu memahami pelajaran barulah peserta didik dapat mengaplikasikan dalam kehidupannya. Seseorang yang berilmu bukanlah sekedar tahu tanpa amal, melainkan mengamalkannya. Sebab pada hakikatnya, orang yang tahu adalah orang yang mengamalkan ilmunya. (Bukhari Umar, 2015: 23)

Sesuai dengan perkembangan kurikulum, dalam pembelajaran tidak lagi menempatkan guru sebagai pemeran utama yang memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada peserta didik, melainkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator dan mengorganisir berbagai sumber belajar untuk dipelajari peserta didik. Hal tersebut secara tidak langsung melatih peserta didik agar mampu berfikir kritis dan aktif dalam mengumpulkan fakta, menelaah dan juga memecahkan masalah.

Proses pembelajaran aktif tidak akan berjalan secara efektif jika berada di kondisi kelas yang pasif karena kegiatan tersebut tentu tidak terlepas dari aktivitas tanya jawab dan mengemukakan pendapat sehingga untuk melakukakannya membutuhkan stimulus dan respon yang kuat antara guru dan peserta didiknya. Abu Ahmadi mengungkapkan bahwa dalam proses

(3)

pembelajaran aktif membutuhkan adanya respon peserta didik untuk mengajukan pendapatnya melalui pertanyaan atau pernyataan, baik yang diajukan kepada guru maupun kepada peserta didik lainnya dalam pemecahan masalah. (Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, 2004 : 213)

Dalam dunia pendidikan terutama dalam pembelajaran hampir tidak pernah terjadi proses belajar tanpa adanya keaktifan peserta didik yang belajar.

Hanya saja permasalahnya terletak pada bobot keaktifannya, yakni keaktifan yang dapat tergolong rendah, sedang, dan tinggi. Keaktifan adalah melihat bagaimana peran dan partisipasi aktif peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar. (Abu Ahmadi dan Widodo, 2004 : 206-207)

Namun, keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran Akidah akhlak masih tergolong cukup, dengan uraian gejala yang penulis ditemukan, di antaranya adalah :Nilai yang diperoleh peserta didik pada materi tentang Akidah Islam masih banyak di bawah KKM (75).

Berdasarkan gejala-gejala di atas, penulis tertarik untuk melakukan sebuah penelitian yang berjudul Peningkatan Hasil Belajar Akidah Islam dengan Model Problem Based Learning pada Kelas VII MTs Salafiyah Al Amin Tuban.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK).

Menurut McNiff yang dikutip Supardi bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian reflektif yang dilakukan oleh pendidik sendiri terhadap kurikulum, pengembangan sekolah, meningkatkan prestasi belajar, pengembangan keahlian belajar dan sebagainya. (Supardi, 2010 : 102)

Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. (Suharsimi Arikunto, 2010 : 3)

Pendekatan ini digunakan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran materi Akidah Islam di kelas VII MTs Salafiyah Al Amin Tuban dengan model Problem Based Learning (PBL) melibatkan peserta didik itu sendiri melalui tindakan yang direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi. Dengan demikian diharapkan memperoleh umpan balik yang sistematis mengenai apa yang selama ini dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.

Pembelajaran berdasarkan masalah memiliki prosedur yang jelas dalam melibatkan siswa untuk mengidentifikasi permasalahan. Menurut Rusmono,

(4)

langkah-langkah atau tahapan pembelajaran model Problem Based Learning adalah sebagai berikut :

a. Tahap 1 : Mengorganisasikan siswa kepada masalah.

b. Tahap 2 : Mengorganisasikan siswa untuk belajar.

c. Tahap 3 : Membantu penyelidikan mandiri dan kelompok

d. Tahap 4 : Mengembangkan dan mempresentasikan hasil karya serta

pameran

e. Tahap 5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan Masalah. (Rusmono, 2014 : 81)

Peserta didik yang dijadikan subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII MTs Salafiyah Al Amin yang berjumlah 18 orang yang terdiri dari 8 Laki-laki dan 10 orang perempuan. Tingkat kemampuan peserta didik sangat bervariasi terutama dalam hal pemahaman materi Akidah Islam. Untuk memperbaiki hasil belajar lebih baik, maka diadakan penelitian tindakan kelas untuk mengetahui sampai sejauhmana kemampuan peserta didik kelas VII MTs Salafiyah Al Amin dan peran serta guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Penelitian bersifat diskripsi kualitatif dengan menganalisi data yang dikumpulkan melalui beberapa teknik, yaitu: Observasi (Pengamatan), Wawancara, Dokumentasi, dan Tes.

HASIL PENELITIAN Analisis Data Pra Siklus

Data hasil ulangan yang dilakukan pada akhir pembelajaran mata pelajaran Akidah Islam pra siklus terdapat siswa yang tidak tuntas dalam belajar dan belum mencapai criteria ketuntasan minimum (KKM) 75 yang telah ditetapkan.

Dari 18 siswa yang tidak tuntas sebanyak 44,4 % atau 8 siswa, dan siswa yang tuntas sebanyak 55,6 % atau 10 siswa. Nilai tertinggi yang diperoleh adalah 90 dan nilai yang terendah adalah 60. Nilai rata-rata kelas yaitu 73,06.

Dari data observasi pra siklus di atas, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran pada pra siklus dinyatakan tidak berhasil karena capaian batas indikator proses keberhasilan yaitu 55,6 %.

Tabel

Tingkat Ketuntasan Belajar Pra Siklus

No. Nama Siswa Kelas Jenis

Kelamin

Nilai

1 AGUS RIFA`I VII L 60

2 AHMAD FAUZI VII L 65

(5)

3 AHMAD NURHUDIN VII L 70

4 AHMAD UMAR

ALFARIS

VII L

65

5 ANIVA MUTROFINA

FEBIYANA

VII P

75

6 BELA NOVIANA VII P 70

7 DIFA JULIA SETIYA SARI

VII P

70

8 DYO FRANS SETYA

JUNAIDI

VII L

75

9 HEPPY NUR LAILA

EKA FITRI

VII P

80

10 LAILA FEBRIANI VII P 70

11 MELINDA FITRIANA VII P 75

12 MOCH NUR ROZIKI ALHASANI

VII L

75

13 PUSPITARINI VII P 75

14 RICKO CANDRA

ALVIANO

VII L

65

15 RIZKYA FAJARINA VII P 90

16 ROFIATUN ASHADAH VII P 75

17 SAHRUL PRASETYO

NUR RIZKY

VII L

70

18 WAFROTUL ATIYA VII P 75

Jumlah Nilai 1.315

Nilai Rata-Rata 73,06

Distribusi frekuensi hasil belajar pra siklus adalah sebagai berikut:

Tabel Hasil Skor Tes Awal

Rentang Kategori Pra Siklus Keterangan

Frekuensi Persentase

92 – 100 Santat Baik 0 0 % Tuntas

83 – 91 Baik 1 5,6 %

75 – 82 Cukup 9 50 %

0 – 74 Kurang 8 44,4 % Tidak

Tuntas

Total 18 100 %

(6)

Nilai Max 90

Nilai Min 60

Rata-Rata 73,06

KKM 75

Dari tabel dapat ditemukan siswa yang mencapai ketuntasan belajar KKM 75 sebanyak10 siswa (55,6 %), dan siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar kurang dari KKM 75 sebanyak 8 siswa (44,4 %). Rendahnya skor rata- rata kelas yang hanya mencapai 73,06. Melihat tingkat ketidak ketuntasan belajar yang mencapai 44,4 % tersebut, maka peneliti akan melakukan sebuah penelitian tindakan kelas (PTK) sesuai dengan rancangan peneitian yang telah

diuraikan pada bab sebelumnya.

Dalam penelitian ini peneliti akan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning yang akan diterapkan melalui dua siklus yaitu pada materi Akidah Islam dan Tujuan Akidah Islam untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII MTs Salafiyah Al Amin Tuban semester I.

Pelaksanaan Siklus I

Penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti dan telah bekerja sama dengan pihak MTs Salafiyah Al Amin Koro-Pongpongan-Merakurak-Tuban-Jawa Timur yang difokuskan pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VII semester ganjil.

Perencanaan

Pada tahap ini, peneliti mempersiapkan beberapa persiapan atau hal yang akan dilakukan dalam penelitian, yaitu:

a) Menetapkan tempat yang akan digunakan dalam penelitian yaitu MTs Salafiyah Al Amin Koro-Pongpongan-Merakurak-Tuban-Jawa Timur.

b) Peneliti mengidentifikasi data dari observasi dan wawancara guru kelas VII dan dari pihak kepala MTs Salafiyah Al Amin.

c) Menentukan titik fokus penelitian (menggunakan model Problem Based Learning) untuk meningkatkan hasil belajar materi Akidah Islam Kelas VII MTs Salafiyah Al Amin .

d) Peneliti menetapkan Standar Kompetensi (SK) yang akan dikaji, yaitu : 3.1.1 Menjelaskan pengertian Akidah Islam 3.1.2 Menunjukkan Dasar Akidah Islam 3.1.3 Menjelaskan tujuan Akidah Islam 3.1.4 Menyajikan fakta dan fenomena kebenaran akidah Islam.

e) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) materi Akidah Islam

(7)

kelas VII semester ganjil dengan menggunakan model Problem Based

Learning dalam dua kali pertemuan.

f) Menyiapkan kisi-kisi soal mengenai materi Akidah Islam . g) Membuat Tabel lembar observasi bagi guru dan siswa selama pembelajaran mata pelajaran Akidah Islam .

Pelaksanaan Pertemuan 1

Pelaksanaan siklus I pertama dilakukan pada hari Sabtu, 10 Desember 2022, jam 07.40 – 08.20 dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut:

Kegiatan Awal

Kegiatan diawali dengan menyiapkan kelas, memberi salam dilanjutkandengan berdoa sebelum pembelajaran dilaksanakan,kemudian melakukan presensi untuk mengecek kehadiran siswa. Selanjutnya meminta siswa menyiap- kan peralatan tulis dan buku yang akan digunakan pada kegiatan pembelajaran. Apersepsi dan motivasi bertujuan membuka pemikiran siswa tentang kegiatan sehari-hari yang bertema sesuai dengan materi yang akan dipelajari. Selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

Kegiatan Inti

Kegiatan inti pada pertemuan pertama dilakukan dengan membahas tentang materi yang akan dipelajari. Sesuai dengan arahan guru siswa berkelompok antara 4-5 siswa dalam satu meja, masing-masing kelompok dibagikan materi untuk di diskusikan dan dibimbing oleh guru.Setelah siswa selesai berdiskusi pada kelompoknya masing-masing, guru menunjukkan salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain diminta untuk menanggapi kelompok yang melakukan presentasi tersebut.

Guru mengarahkan siswa agar kembali ke tempat duduk masing-masing.

Kegiatan Akhir

Pada kegiatan akhir guru bersama siswa melakukan tanya jawab dan

menyimpulkan materi pelajaran, mencatat poin-poin penting dari materi pelajaran.

Penugasan kepada siswa dengan melakukan pengamatan kembali di rumah, dan

mengakhiri pembelajaran.

Pertemuan 2

Pertemuaan ke-2 pada siklus I dilaksanakan pada hari Senin, 12 Desember 2022

jam 07.40 – 08.20 dengan rincian kegiatan sebagai berikut;

(8)

Kegiatan Awal

Mengawali pelajaran dengan menyiapkan kelas, memberi salam dilanjutkan

dengan berdoa sebelum memulai proses belajar mengajar kemudian melakukan

presensi untuk mengecek kehadiran siswa. Selanjutnya meminta siswa menyiapkan peralatan tulis dan buku yang akan digunakan pada kegiatan pembelajaran. Apersepsi dan motivasi bertujuan membuka pemikiran siswa tentang kegiatan sehari-hari yang bertema sesuai dengan materi yang akan dipelajari. Selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai untuk mengingatkan kembali.

Kegiatan Inti

Kegiatan inti pada pertemuan kedua dilakukan dengan membahas tentang

materi sebelumnya. Guru menginformasikan tata tertib pelaksanakan evaluasi kepada siswa. Selanjutnya guru membagikan soal dan lembar jawab kepada siswa dan meminta siswa mengisi data pribadi pada lembar jawab.

Jumlah soal evaluasi

sebanyak 20 item soal dan dikerjakan dalam waktu 40 menit. Setelah soal evaluasi

selesai dikerjakan siswa mengumpulkan hasil kerja mereka berdasarkan urutan kursi belakang ke kursi depan (estapet).

Kegiatan Akhir

Pada kegiatan akhir guru bersama siswa melakukan tanya jawab mengenai

materi pelajaran. Sebelum menutup pembelajaran guru meminta siswa

merapikan alat tulisnya masing-masing,dan guru mengakhiri pelajaran dengan membaca Alhamdulillah dan salam penutup.

Hasil Observasi Siklus I

Dalam penelitian ini, peneliti juga mengamati proses belajar mengajar antara

guru dan siswa. Adapun penelitian pengamatan ini sesuai dengan yang ditulis oleh peneliti sesuai dengan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Namun demikian masih banyak kendala yang dialami peneliti, antara lain masih ada beberapa siswa yang masih pasif, ada beberapa siswa yang belum mau berkerjasama dalam kelompok, masih beberapa siswa yang sibuk sendiri dan kurang memperhatikan dan juga ada beberapa langkah-langkah dalam RPP yang belum dilaksanakan.Analisis data hasil observasi kegiatan mengajar peneliti pada pelaksanaan siklus I sebanyak dua pertemuan yang dilakukan

(9)

oleh guru kelas VII MTs Salafiyah Al Amin, menggunakan model Problem Based Learning.

Tabel Hasil post test (Tes Akhir Tindakan) Siklus I Tingkat Ketuntasan Belajar Siklus I

No. Nama Siswa Kelas Jenis

Kelamin

Nilai

1 AGUS RIFA`I VII L 70

2 AHMAD FAUZI VII L 80

3 AHMAD NURHUDIN VII L 75

4 AHMAD UMAR

ALFARIS

VII L

70

5 ANIVA MUTROFINA

FEBIYANA

VII P

80

6 BELA NOVIANA VII P 85

7 DIFA JULIA SETIYA SARI

VII P

80

8 DYO FRANS SETYA

JUNAIDI

VII L

80

9 HEPPY NUR LAILA

EKA FITRI

VII P

85

10 LAILA FEBRIANI VII P 80

11 MELINDA FITRIANA VII P 80

12 MOCH NUR ROZIKI ALHASANI

VII L

80

13 PUSPITARINI VII P 85

14 RICKO CANDRA

ALVIANO

VII L

75

15 RIZKYA FAJARINA VII P 95

16 ROFIATUN ASHADAH VII P 80

17 SAHRUL PRASETYO

NUR RIZKY

VII L

85

18 WAFROTUL ATIYA VII P 85

Jumlah Nilai 1.450

Nilai Rata-Rata 80,56

Tabel Hasil Skor post test (Tes Akhir Tindakan) Siklus I

Rentang Kategori Siklus I Keterangan

Frekuensi Persentase

92 – 100 Santat Baik 1 5,5 % Tuntas

(10)

83 – 91 Baik 5 27,8 %

75 – 82 Cukup 10 55,6 %

0 – 74 Kurang 2 11,1 % Tidak

Tuntas

Total 18 100 %

Nilai Max 95

Nilai Min 70

Rata-Rata 80,56

KKM 75

Tabel Hasil Skor post test (Tes Akhir Tindakan) Siklus I

Rentang Kategori Siklus I Keterangan

Frekuensi Persentase

92 – 100 Santat Baik 1 5,5 % Tuntas

83 – 91 Baik 5 27,8 %

75 – 82 Cukup 10 55,6 %

0 – 74 Kurang 2 11,1 % Tidak

Tuntas

Total 18 100 %

Nilai Max 95

Nilai Min 70

Rata-Rata 80,56

KKM 75

Dari tabel dapat ditemukan siswa yang mencapai ketuntasan belajar KKM 75 sebanyak 16 siswa (88,9%), dan siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar kurang dari KKM 75 sebanyak 2 siswa (11,1 %).

Berdasarkan tabel di atas, dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan keberhasilan hasil belajar pada siklus ini adalah dari 18 siswa yang mengikuti tes, 16 siswa dinyatakan lulus. Sedangkan yang gagal sebanyak 2 siswa (11,1

%).

Pelaksanaan Siklus II Perencanaan

Siklus II direncanakan dalam satu kali pertemuan yaitu pada hari Sabtu tanggal 17 Desmber 2022 yaitu memberikan penguatan materi Akidah Islam

(11)

dengan cara menjelaskan kembali Dasar dan Tujuan Akidah Islam yang masih dianggap sulit oleh peserta didik. Pada siklus II ini peneliti merancang pembelajaran untuk

menindak lanjuti kekurangan-kekurangan yang ada pada siklus I agar tujuan dari penelitian dapat terlaksana dengan baik.

Pelaksanaan

Pada hari Sabtu tanggal 17 Desember 2022 jam ke 1-2 (07.40- 08.20) tindakan siklus II dilaksanaan oleh peneliti, pada pertemuan ini sesuai dengan rencana sebelumnya peneliti menjelaskan sekaligus memberikan penguatan Dasar dan

Tujuan Akidah Islam yang masih dianggap sulit oleh peserta didik pada siklus I, dan terus berdiskusi dengan peserta didik sampai mereka benar- benar faham dengan Dasar dan Tujuan Akidah Islam yang masih dianggap sulit oleh peserta

didik. Seteleh penjelasan dan penguatan materi selesai, peneliti mengadakan post test 20 soal sebagai evaluasi akhir tindakan siklus II.

Tabel Hasil post test (Tes Akhir Tindakan) Siklus II Tingkat Ketuntasan Belajar Siklus II

No. Nama Siswa Kelas Jenis

Kelamin

Nilai

1 AGUS RIFA`I VII L 75

2 AHMAD FAUZI VII L 80

3 AHMAD NURHUDIN VII L 75

4 AHMAD UMAR

ALFARIS

VII L

70 5 ANIVA MUTROFINA

FEBIYANA

VII P

85

6 BELA NOVIANA VII P 85

7 DIFA JULIA SETIYA SARI

VII P

85 8 DYO FRANS SETYA

JUNAIDI

VII L

80 9 HEPPY NUR LAILA

EKA FITRI

VII P

95

10 LAILA FEBRIANI VII P 85

11 MELINDA FITRIANA VII P 85

12 MOCH NUR ROZIKI ALHASANI

VII L

80

13 PUSPITARINI VII P 95

14 RICKO CANDRA ALVIANO

VII L

75

(12)

15 RIZKYA FAJARINA VII P 100

16 ROFIATUN ASHADAH VII P 85

17 SAHRUL PRASETYO NUR RIZKY

VII L

85

18 WAFROTUL ATIYA VII P 85

Jumlah Nilai 1.505

Nilai Rata-Rata 83,6

Tabel Hasil Skor post test (Tes Akhir Tindakan) Siklus II

Rentang Kategori Siklus I Keterangan

Frekuensi Persentase

92 – 100 Santat Baik 3 16,7 % Tuntas

83 – 91 Baik 8 44,4 %

75 – 82 Cukup 6 33,3 %

0 – 74 Kurang 1 5,6 % Tidak Tuntas

Total 18 100 %

Nilai Max 100

Nilai Min 70

Rata-Rata 83,6

KKM 75

Dari tabel dapat ditemukan siswa yang mencapai ketuntasan belajar KKM 75 sebanyak 17 siswa (94,4%), dan siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar kurang dari KKM 75 sebanyak 1 siswa (5,6 %).

Berdasarkan tabel di atas, dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan

keberhasilan hasil belajar pada siklus ini adalah dari 18 siswa yang mengikuti tes, 17 siswa dinyatakan lulus. Sedangkan yang gagal sebanyak 1 siswa (5,6 %).

Tabel Analisis Komperatif Ketuntasan Hasil Belajar Akidah Islam kelas VII MTs Salafiyah Al Amin Tuban Semester I / 2022-2023

No Ketuntasan Pra Siklus Siklus I Siklus II

F % F % F %

1 Tuntas 10 55,6 16 88,9 17 94,4

2 Tidak Tuntas

8 44,4 2 11,1 1 5,6

Rerata 73,06 80,56 83,6

(13)

Maksimum 90 95 100

Minimum 60 70 70

Dari Tabel di atas peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari persetase ketuntasan dari Pra Siklus ke Siklus I dan ke Siklus II. Berdasarkan hasil penilaian post-test siklus II tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran berdasar masalah

( model Problem Based Learning ) sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar materi Akidah Islam Kelas VII MTs Salafiyah Al Amin, ditunjukkan dengan persetase ketuntasan dari Pra Siklus ke Siklus I dan ke Siklus II yaitu 55,6 % meningkat menjadi 88,9 % dan ke siklus II meningkat menjadi 94,4 % .

KESIMPULAN

Pada penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan di MTs Salafiyah Al Amin Koro Pongpongan Merakurak Tuban Jawa Timur, dalam penelitian ini menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pembelajaran yang dilaksanakan dengan tiga kali pertemuan dalam dua siklus.

Pada penelitian ini peneliti juga berhasil meningkatkan hasil belajar materi Akidah Islam Kelas VII MTs Salafiyah Al Amin. Siswa mampu mendapatkan hasil dengan mencapai diatas KKM 75.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004.

Arends, Learning to Teach. Belajar Untuk Mengajar, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.

Arikunto, Suharsimi, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Edisi Revisi, Jakarta:

Bumi Aksara, 2007.

__________, Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.

__________, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi VI, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Duch, J.B, Problem: A Key Factor in PBL (online). Diakses pada tanggal 6 Nopember 2019 dari http://www.udel.edu/pbl/ cte/spr96-phys.html.

Kamdi. Waras, Bimbingan Model Pembelajaran. Bandung: Angkasa, 2007.

(14)

Made Ni. Penerapan Model Problem Base Learning untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar dan Hasil Belajar Teori Akuntansi Mahasiswa Jurusan Ekonomi Undiksha. Laporan Penelitian, 2008.

Marzuki, Metode Riset. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1995.

Nofrion, Komunikasi Pendidikan (Penerapan Teori dan Konsep Komunikasi dalam Pembelajaran). Jakarta: Kencana, 2016.

Rusmono, Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning itu Perlu. Bogor:

Ghalia Indonesia, 2014.

Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.

Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.

Sudijono, Anas, Metodologi Riset Sosial, Jakarta: Balai Pustaka.

Sudijono, Anas, Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1995).

Sudrajat, Akhmad, Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, dan Model Pembelajaran. diakses dari http://fatkhan.web.id/pengertian-dan- langkah-langkah-model-problem-based-learning/. 25 Oktober 2019.

Supardi, Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.

Suradijono, Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Diakses pada tanggal 6 Nopember 2019 dari http:www.warmada.staff.ugm.

Surjanto, “Teknik Pengumpulan Data” dalam Metodologi Penelitian Agama Pendekatan Multidisipliner, Yogyakarta: Lembaga Penelitian UIN Sunan Kalijaga, 2006.

Syamsuddin dan Vismaia S. Damaianti, Metode Penelitian Pendidikan Bahasa, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006.

Umar, Bukhari, Hadits Tarbawi: Pendidikan dalam Perspektif Hadits, Jakarta:

Hamzah, 2015.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20, Sistem Pendidikan Nasional, Tahun 2003.

Referensi

Dokumen terkait

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi mem banggakan diri.”( QS. Nasihat Lukman kali ini adalah ahlak dan sopan santun dalam

Penulis melakukan analisa produk yang lebih banyak diproduksi dalam perusahaan tersebut dengan menggunakan klasifikasi ABC, kemudian melakukan peramalan terhadap data hisotri

Pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam meningkatkan pembangunan fisik Di Desa Sapobonto, dilakukan dengan tiga proses tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan

Dengan Huruf Dua ratus tujuh puluh sembilan juta lima ratus sepuluh ribu rupiah Keterangan Perincian sebagai berikut :. Qty

2.5.1 Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Good Governance terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Dalam pengelolaan keuangan, pemerintah

Sumber data skunder adalah sumber yang memberikan penjelasan mengenai sumber data primer. Sumber data skunder merupakan sumber yang mendukung bukan sumber

The results showed that there was toxic symptom and statistically significant difference in the parameters of SGOT, SGPT and heart weight between treated and control

Pimpinan Pesantren dibantu oleh 5 (lima) biro yang bertugas merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kinerja organisasi guna mengoptimalkan proses pendidikan dan