• Tidak ada hasil yang ditemukan

NON PERFORMING LOAN SEBAGAI PEMODERASI PENGARUH KREDIT YANG DISALURKAN PADA PROFITABILITAS (Studi pada Industri Perbankan di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "NON PERFORMING LOAN SEBAGAI PEMODERASI PENGARUH KREDIT YANG DISALURKAN PADA PROFITABILITAS (Studi pada Industri Perbankan di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014)."

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

NON PERFORMING LOANSEBAGAI PEMODERASI PENGARUH KREDIT YANG DISALURKAN PADA PROFITABILITAS

(Studi pada Industri Perbankan di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014)

SKRIPSI

Oleh :

IDA AYU TRI ISTRI UTAMI NIM :1215351127

PROGRAM EKSTENSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA

(2)

NON PERFORMING LOANSEBAGAI PEMODERASI PENGARUH KREDIT YANG DISALURKAN PADA PROFITABILITAS

(Studi pada Industri Perbankan di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014)

SKRIPSI

Oleh:

IDA AYU TRI ISTRI UTAMI NIM: 1215351127

Skripsi ini ditulis untuk memenuhi sebagai persyaratan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi

di Program Ekstensi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

(3)

Skripsi ini telah diuji oleh tim penguji dan disetujui oleh pembimbing, serta diuji pada tanggal: ...

Tim penguji: Tanda tangan

1. Ketua : Ni Putu Sri Harta Mimba, SE,. M.Si, Ph.D,Ak,CA ...

2. Sekretaris: Dr. I Nyoman Wijana A.P., S.E., M.Si., Ak ...

3. Anggota : I Gst Ayu Eka Damayanthi SE, M. Si ...

Mengetahui,

Ketua Jurusan Akuntansi, Pembimbing,

(4)

PERNYATAAN ORISINALITAS

Saya menyatakan dengan sebenarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya, di dalam Naskah Skripsi ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi, dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Apabila ternyata di dalam Naskah Skripsi ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur plagiasi, saya bersedia diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Denpasar, Januari 2016

(5)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat-Nya, skripsi yang berjudul Non Performing Loan Sebagai Pemoderasi Pengaruh Kredit Yang Disalurkan Pada Profitabilitas (Studi pada Industri Perbankan Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014). dapat diselesaikan sesuai dengan yang direncanakan. Tersusunnya laporan ini tidak terlepas dari bimbingan, arahan serta bantuan dari berbagai pihak, maka dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:

1. Dr. I Nyoman Mahendra Yasa, SE., M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

2. Prof. Dr. Ni Nyoman Kertiyasa, SE., MSi, Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

3. Dr. A.A.G.P Widanaputra, SE., M.Si., Ak., selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.

4. Bapak Drs. I Ketut Suardika Natha, M.Si selaku Ketua Program Ekstensi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

5. Ibu Ni Gusti Putu Wirawati, SE, MSi selaku Ketua Koordinator Jurusan Akuntansi Program Ekstensi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

6. Bapak Dr. I Nyoman Wijana Asmara Putra, S.E., M.Si., Ak selaku Dosen pembimbing atas waktu, bimbingan, masukan serta motivasinya selama penyelesaian skripsi ini.

7. Ibu I Gst Ayu Eka Damayanthi SE, M. Si selaku Dosen pembahas dalam penelitian ini.

8. Ibu Ni Putu Sri Harta Mimba, SE,. M.Si, Ph.D, Ak, CA sebagai Dosen penguji dalam penelitian ini.

9. Bapak Putu Ery Setiawan SE., M.Com., Ak selaku Dosen Pembimbing Akademik.

10. Keluarga tercinta Drs. I B Basma Manuaba, Gusti Ayu Astini, I A Agung Widiastuti, I B Agung Darmasuta,I B Wedha Raden Manuaba dan I B Alit Manurbawa Kesuma yang selalu memberikan bimbingan, arahan, motivasi, dan dukungan moril maupun materi yang tidak henti-hentinya. 11. Teman-teman semua, Ayunda Ratna Mentari, Anggi Jayastini, Ayu

Puspita, Putri Sari, Enny Kirannayanti, Ria Arista, Ayu Pramitari, Dhita Pebriani, Nia serta semua teman-teman di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang selama ini bersedia berbagi suka duka, memotivasi, membantu dan memberi masukan/saran.

(6)

Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak.

Meskipun demikian, penulis tetap bertanggung jawab terhadap semua isi skripsi dan berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan.

Denpasar, Januari 2016

(7)

Judul : Non Performing Loan Sebagai Pemoderasi Pengaruh Kredit Yang Disalurkan Pada Profitabilitas (Studi pada Industri Perbankan di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014)

Nama : Ida Ayu Tri Istri Utami NIM : 1215351127

Abstrak

Bank merupakan lembaga keuangan yang mempunyai peranan penting bagi aktivitas perekonomian di suatu wilayah. Salah satu tujuan bank adalah menghasilkan keuntungan atau profitabilitas dengan cara menyalurkan dananya dalam bentuk kredit. Adanya ketidak konsistenan dari beberapa hasil penelitian sebelumnya mengenai pengaruh kredit yang disalurkan terhadap profitabilitas, maka penting menambahkan Non Performing Loan (NPL) sebagai variabel pemoderasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kredit yang disalurkan terhadap profitabilitas dan pengaruh NPL pada hubungan antara kredit yang disalurkan dengan profitabilitas.

Penelitian ini dilakukan pada bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2014. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel yang terpilih adalah 30 bank dengan periode amatan 3 tahun sehingga jumlah sampel sebesar 90 pengamatan. Metode analisis data yang digunakan adalahModerated Regression Analysis(MRA).

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penelitian ini membuktikan bahwa kredit yang disalurkan berpengaruh positif terhadap profitabilitas sedangkan NPL berpengaruh negatif terhadap hubungan antara kredit yang disalurkan dengan profitabilitas.

(8)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL... i

HALAMAN PENGESAHAN... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK... vi

DAFTAR ISI... vii

DAFTAR TABEL... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN... xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah... 1

1.2 Rumusan Masalah Penelitian... 6

1.3 Tujuan Penelitian ... 6

1.4 Kegunaan Penelitian... 6

1.5 Sistematika Penulisan ... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori... 9

2.1.1 Teori Pengorbanan ... 9

2.1.2 Bank ... 10

2.1.3 Laporan Keuangan ... 10

2.1.4 Analisis Laporan Keuangan ... 14

2.1.5 Kredit ... 15

2.1.6 Tujuan dan Fungsi Kredit ... 16

2.1.7 Unsur - Unsur Kredit... 18

2.1.8 Jenis - Jenis Kredit ... 19

2.1.9 Analisis Kredit ... 21

2.1.10 Kualitas Kredit ... 24

2.1.11 Kredit yang Disalurkan ... 26

2.1.12 Non Performing Loan ... ... 28

2.1.13 Profitabilitas ... 30

2.2 Hipotesis Penelitian... 32

2.2.1 Pengaruh Kredit yang Disalurkan Terhadap Profitabilitas ... 32

(9)

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian... 36

3.2 Lokasi Penelitian... 36

3.3 Obyek Penelitian ... 37

3.4 Identifikasi Variabel... 37

3.5 Definisi Operasional Variabel... 38

3.6 Jenis dan Sumber Data... 39

3.6.1 Jenis data... 39

3.6.2 Sumber data... 40

3.7 Populasi, Sampel, dan Metode Penentuan Sampel ... 40

3.8 Metode Pengumpulan Data... 41

3.9 Teknik Analisis Data... 41

3.9.1 Statistik deskriptif ... ... 41

3.9.2 Uji asumsi klasik... 41

3.9.3 Analisis regresi moderasi ... 44

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Deskripsi Sampel dan Variabel Penelitian... 46

4.1.1 Analisis Statistik Deskriptif Penelitian ... 47

4.2 Hasil Penelitian ... 50

4.2.1 Uji asumsi klasik... 50

4.2.2 Analisis regresi moderasi ... 53

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian ... 57

4.3.1 Pengaruh Kredit yang Disalurkan Terhadap Profitabilitas... 57

4.3.2 PengaruhNon Performing LoanTerhadap Hubungan Antara Kredit yang Disalurkan dengan Profitabilitas ... 58

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 60

5.2 Saran... 60

DAFTAR RUJUKAN... 62

(10)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Halaman

1.1 Perkembangan NIM, LDR, dan NPL pada Bank Umum Tahun

2012-2014 ... 4

3.1 Ketentuan Uji Durbin-Watson ... 43

4.1 Proses Seleksi Sampel Sesuai dengan Kriteria ... 46

4.2 Hasil Analisis Statistik Deskriptif Penelitian... 47

4.3 Hasil Uji Normalitas ... 51

4.4 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 51

4.5 Hasil Uji Autokorelasi ... 52

(11)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Halaman

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Halaman

1. Daftar Populasi Industri Perbankan yang Terdaftar

di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014... 68

2. Daftar Sampel Industri Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014 ... 70

3. Tabulasi Data ... 71

4. Statistik Deskriptif ... 74

5. Uji Normalitas... 75

6. Uji Heteroskedastisitas... 76

7. Uji Autokorelasi... 77

(13)
(14)

✁ ✂ ✄☎✆✝✁✞ ✟✠ ✟✁✆

✡☛ ✡ ✠☞ ✌☞ ✍ ✎✏☞ ✑☞ ✒✓✔ ☞✕ ☞ ✏☞ ✖

Bank merupakan lembaga keuangan yang mempunyai peranan penting bagi aktivitas perekonomian di suatu wilayah. Peran strategis bank tersebut sebagai wahana yang mampu menghimpun dana (✗✘✙ ✚✛✙ ✜) dan menyalurkan dana (✢✣✙✚✛✙✜) masyarakat secara efektif dan efisien ke arah peningkatan taraf hidup masyarakat. Bank merupakan lembaga perantara keuangan (✗✛✙ ✤✙ ✥✛✤✢

✛✙ ✦ ✣✧ ★✣✚✛✤✧ ✛ ✣✩) sebagai prasarana pendukung yang sangat vital untuk menunjang kelancaran perekonomian (Triandaru dan Budisantoso, 2006:10).

Bank dalam menjalankan kegiatan operasional memiliki salah satu tujuan utama yaitu mencari keuntungan atau mencapai tingkat profitabilitas yang maksimal.Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (keuntungan) pada periode tertentu.Menurut Ankilo (2011) efisiensi baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang diperoleh dengan modal atau kekayaan yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut, atau dengan kata lain ialah menghitung profitabilitas.Profitabilitas juga mempunyai arti penting dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang, karena profitabilitas menunjukkan apakah badan usaha tersebut mempunyai prospek yang baik di masa yang akan datang (Haneef✣t ✤ ✢ ., 2012).

(15)

adalah rasio pendapatan bunga bersih (Raharjo et al., 2014). Menurut Slamet Riyadi (2006:21) NIM merupakan perbandingan presentase hasil bunga bersih terhadap total earning assets, sehingga diperoleh seberapa keuntungan bersih yang diperoleh bank dari aktivitasnya sebagai lembaga intermediasi.Dumicic and Ridzak (2013) mengemukakan bahwa NIM merupakan salah satu indikator yang paling baik dan paling sering digunakan dalam menentukan biaya dan efisiensi dari aktivitas intermediasi keuangan yang dilakukan oleh bank. NIM diatur oleh bank untuk menutupi semua resiko dan biaya intermediasinya (Marinkovic and Radovic, 2014). NIM digunakan sebagai alat ukur profitabilitas dalam penelitian ini karena NIM menunjukkan kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan berupa pendapatan bunga, mengingat pendapatan bunga merupakan pendapatan pokok bagi bank sebagai lembaga intermediasi, sehingga dengan memperhitungkan NIM akan terlihat seberapa pendapatan bunga bersih yang dapat dihasilkan bank dari usahanya mengelola aktiva produktifnya.

(16)

digunakan untuk mengukur berjalan tidaknya suatu kegiatan intermediasi bank yang salah satunya adalah menyalurkan dana berupa kredit.

Penelitian mengenai pengaruh kredit yang disalurkan yang diukur melalui LDR terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan NIM sudah pernah dilakukan oleh Hidayat dkk, (2012) menyatakan bahwa LDR berpengaruh positif signifikan terhadap NIM, hasil tersebut sejalan dengan penelitian Hastuti (2011) yang menyatakan bahwa LDR berpengaruh positif terhadap NIM. Pernyataan tersebut diperkuat dengan penelitian Budiwati dan Jariah (2012) yang menunjukkan LDR berpengaruh positif terhadap NIM. Akan tetapi, bukti empiris lain menunjukkan bahwa tidak selamanya LDR mempunyai pengaruh positif terhadap NIM. Penelitian Syarif (2006) membuktikan bahwa secara parsial LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap NIM.Penelitian Sitorus (2013) menyatakan bahwa LDR berpengaruh signifikan negarif terhadap NIM, dan penelitian Ariyanto (2011) juga menyatakan bahwa LDR menunjukkan dampak yang negatif terhadap NIM, serta Satriawan (2015) dalam penelitiannya juga menyatakan bahwa kredit yang disalurkan memiliki pengaruh yang signifikan negatif terhadap NIM.

(17)

bermasalah yang dalam istilah perbankan dikenal dengan rasio NPL. Risiko kredit yang diterima bank merupakan salah satu risiko usaha bank yang diakibatkan dari tidak dilunasinya kembali kredit yang diberikan oleh pihak bank kepada debitur (Firmansyah, 2014). Bank harus mampu meminimalkan rasio NPL karena rasio NPL berdampak pada kinerja bank tersebut. Tingginya NPL dapat mempengaruhi kebijakan bank dalam menyalurkan kreditnya yaitu bank menjadi lebih berhati-hati, karena bank yang tetap memberikan kredit ketika NPL tinggi berarti bank tersebut termasuk risk taken (Pratiwi, 2012). NPL digunakan sebagai variabel pemoderasi karena diduga NPL yang tinggi akan berdampak pada kredit yang disalurkan sehingga profitabilitas bank akan menurun. Berikut ditampilkan Tabel 1.1 mengenai perkembangan NIM, LDR, dan NPL pada bank-bank umum tahun 2012-2014.

✪ ✫ ✬✭✮✯✰ ✯✱ ✭✲✳ ✭✴ ✬✫ ✵✶✫ ✵✷✸ ✹, LDR, dan NPL pada Bank Umum Tahun 2012-2014

Variabel Tahun

2012 2013 2014

NIM (%) 5,49 4,89 4,23

LDR (%) 83,58 89,70 89,42

NPL (%) 1,87 1,89 2,16

Sumber : Bank Indonesia (Data diolah, 2015)

(18)

kemudian mengalami sedikit penurunan pada tahun 2014, ini berarti pada tahun 2014 bank lebih sedikit menyalurkan kreditnya namun rasio LDR masih dalam kondisi yang bagus karena rasio LDR tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu berkisar antara 78% - 92%. Sedangkan rasio NPL terus mengalami peningkatan dari periode 2012-2014, ini menandakan kredit bermasalah yang dihadapi bank umum pada periode tersebut semakin banyak. NIM yang terus menurun menyebabkan profitabilitas bank semakin menurun dan kenaikan NPL tersebut akan mengakibatkan bank menanggung biaya yang besar, jika tidak ada perbaikan maka akan mengurangi permodalan bank, hal ini disebabkan karena terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi dan likuiditas yang ketat sehingga berdampak pada penyaluran kredit yang dilakukan oleh bank.

(19)

1.2 Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :

1) Apakah kredit yang disalurkan berpengaruh terhadap profitabilitas?

2) Apakah Non Performing Loan (NPL) berpengaruh pada hubungan antara kredit yang disalurkan dengan profitabilitas?

1.3 Tujuan Penelitian

Dari latar belakang dan rumusan masalah tersebut, maka dapat disimpulkan tujuan dari penelitian ini adalah :

1) Untuk menemukan bukti empiris dan menganalisis pengaruh kredit yang disalurkan terhadap profitabilitas.

2) Untuk menemukan bukti empiris dan menganalisis pengaruh Non Performing Loan (NPL) pada hubungan antara kredit yang disalurkan dengan profitabilitas.

1.4 Kegunaan Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian, maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis sebagai berikut :

1) Kegunaan Teoritis

(20)

mengenaiNon Performing Loan(NPL) sebagai pemoderasi pengaruh kredit yang disalurkan terhadap profitabilitas Bank. Penelitian ini juga dapat digunakan sebagai refrensi untuk penelitian selanjutnya.

2) Kegunaan Praktis

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan informasi dan bahan refrensi bagi pihak yang berkepentingan di dalam maupun luar perusahaan, sebagai bahan pertimbangan dalam rangka meningkatkan profitabilitas pada bank-bank yang terdaftar di BEI.

1.5 Sistematika Penulisan

Skripsi ini terdiri dari lima bab. Secara garis besar, isi dari masing-masing bab dijelaskan sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Pada bab pendahuluan menguraikan mengenai latar belakang masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab II Kajian Pustaka dan Hipotesis Penelitian

Pada bab ini diuraikan mengenai landasan teori yang relevan dengan pembahasan skripsi ini, hasil penelitian sebelumnya, dan hipotesis penelitian.

Bab III Metode Penelitian

(21)

data, metode penentuan sampel, metode pengumpulan data, dan teknik analisis data.

Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian

Bab ini menguraikan tentang deskripsi hasil penelitian dan pembahasan penelitian.

Bab V Simpulan dan Saran

(22)

✻✼ ✻✽ ✽

✾✼✿✽ ✼❀❁❂❃❄✼✾✼❅✼❀❆✽❁❇ ❄❈ ❃✽❃❁❈❀ ❈❉✽❄✽✼❀

❊❋● ❉❍ ■❏❍ ❑ ❍ ■❄▲▼ ◆❖

❊❋● ❋● ❄▲▼ ◆❖ ❁▲ ■P▼◆◗❍ ■❍■

Menurut Hasibuan (1997:65) teori pengorbanan didasarkan atas pemikiran bahwa pengorbanan yang diberikan seharusnya mendapatkan pembayaran. Teori ini menyatakan bahwa jika seseorang atau bank meminjamkan uangnya kepada debitur berarti selama uang itu belum dikembalikan oleh debitur, maka kreditur tidak dapat mempergunakannya untuk membeli kebutuhan-kebutuhannya. Pengorbanan kreditur inilah yang harus dibayar oleh debitur, pembayaran ini disebut dengan bunga (Negara, 2013). Bunga merupakan balas jasa atas pinjaman uang atau barang yang dibayar oleh debitur kepada kreditur (Afandy, 2011).

(23)

❬❭❪ ❭ ❬ ❫❴ ❵❛

Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dala bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Menurut Kasmir (2012:24) bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan.

Bank memiliki fungsi dasar sebagai lembaga perantara (❜❝❞❡❢ ❣❡❤❜ ✐❢ ❥) (Zakaria, 2015). Bank memiliki dua aktivitas pokok yaitu aktivitas menghimpun dana (❦❧ ❝❤❜ ❝♠) dan aktivitas menyalurkan dana (♥❡ ❝❤ ❜ ❝♠). Pengertian menghimpun dana adalah mengumpulkan atau mencari dana dengan cara membeli dari masyarakat luas, sedangkan penyaluran dana merupakan aktivitas memutar kembali atau menjual dana yang telah terhimpun dari masyakat dalam bentuk kredit (Kasmir, 2012:24-25).

❬❭❪ ❭♦ ♣❴qrs❴ ❵t✉u❴ ❵✈❴ ❵

(24)

Laporan keuangan melaporkan posisi perusahaan pada satu titik waktu dan kegiatan operasinya selama beberapa periode lalu (Brigham dan Houston, 2010:133).

Laporan keuangan perusahaan baik itu perusahaan jasa yang bergerak dibidang perbankan maupun perusahaan lain, pada prinsipnya memiliki persamaan, karena laporan keuangan suatu perusahaan pada masa tertentu menggambarkan laba rugi perusahaan pada periode tertentu (Faud dan Rustan, 2005:17). Laporan keuangan tersebut dibuat oleh manajemen untuk tujuan mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya oleh para pemilik perusahaan (Baridwan, 2004:17). Tujuan utama dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, dan perubahan dalam posisi keuangan (Murhadi,2013:8). Laporan yang disajikan suatu perusahaan, yang dalam hal ini lembaga perbankan pada periode tertentu bertujuan ( Faud dan Rustan, 2005:13):

1) Memberikan informasi tentang posisi keuangan bank menyangkut harta bank, kewajiban bank.

2) Modal bank pada periode tertentu.

3) Memberikan informasi menyangkut laba rugi suatu bank pada periode tertentu.

4) Memberikan informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan yang disajikan suatu bank.

(25)

Menurut IAI (2002:7-12) terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai yaitu : 1) Dapat Dipahami

Informasi yang berkualitas adalah informasi yang dengan mudah dan segera dapat dipahami oleh pemakainya.

2) Relevan

Informasi mempunyai kualitas relevan bila dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai, yaitu dengan cara dapat berguna untuk mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengkoreksi, hasil evaluasi mereka di masa lalu.

3) Keandalan

Agar bermanfaat, informasi juga harus andal (r❷❸❹❺ ❻❸❷ ).Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (❼❺ ❹t❽❼ ❾❸❿❷ ➀ ❿❷ ➁❷ ➂➃❺➃❹ ➄ ➂) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. Keandalan informasi dipengaruhi oleh :

a. Penyajian Jujur

(26)

b. Substansi Mengungguli Bentuk

Jika informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan jujur transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan, maka peristiwa tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya. Substansi transaksi atau peristiwa lain tidak selalu konsisten dengan apa yang tampak dari bentuk hukum. c. Netralitas

Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu.

d. Pertimbangan Sehat

Ketidakpastian yang dihadapi dalam penyususnan laporan keuangan diakui dengan mengungkapkan hakikat serta tingkatnya dan dengan menggunakan pertimbangan sehat (➆➇ ➈ ➉➊➋ ➌➊) dalam penyusunan laporan keuangan. Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan perkiraan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aktiva atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban atau beban tidak dinyatakan terlalu rendah.

e. Kelengkapan

Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.

4) Dapat Dibandingkan

(27)

keuangan.Pemakai juga harus dapat membandingkan laporan keuangan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif. Oleh karenanya pengukuran dan penyajian transaksi yang sama harus dilakukan secara konsisten.

➍➎➏ ➎➐ ➑➒➓➔→➣→s ↔ ➓↕ ➙➓ ➒p ➛ ➜u➓ ➒➝ ➓ ➒

Agar laporan keuangan menjadi lebih berarti sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh berbagai pihak, perlu dilakukan analisis laporan keuangan (Kasmir, 2012:66). Analisis laporan keuangan berarti menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil, dan melihat hubungan yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain, baik antara data kuantitatif maupun data non-kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat (Harahap, 2010:190). Menurut Wiagustini (2010:37) analisis laporan keuangan mencakup apakah suatu aktiva dan pasiva perusahaan dikelola secara benar, termasuk juga aktivitas pendanaannya untuk meningkatkan nilai perusahaan (v➞ ➟➠➡ ➢ ➤ t➥➡ ➤➦r➧ ). Menurut Kasmir (2012:68) secara umum tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan adalah :

1. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu, baik harta, kewajiban, modal, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode.

(28)

3. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki perusahaan.

4. Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan ke depan yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini.

5. Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen ke depan apakah perlu penyegaran atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal.

6. Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil yang mereka capai.

➩➫➭ ➫➯ ➲r➳➵➸t

(29)

➾➚➪ ➚➶ ➹uu➴➷ ➬➴➷➮u➷➱ ✃ ❐❒r❮➬❐t

Penyaluran kredit yang dilakukan oleh bank mempunyai tujuan tertentu.Tujuan penyaluran kredit tersebut berhubungan dengan misi dari bank tersebut. Menurut Kasmir (2012:88-89) tujuan utama pemberian suatu kredit yaitu :

1) Mencari Keuntungan

Yaitu bertujuan untuk memperoleh hasil dari pemberian kredit tersebut.Hal tersebut terutama dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah.

2) Membantu Usaha Nasabah

Tujuan lainnya adalah untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana, baik dana investasi maupun dana untuk modal kerja. Dengan dana tersebut debitur akan dapat mengembangkan dan memperluas usahanya. 3) Membantu Pemerintah

Bagi pemerintah semakin banyak kredit yang disalurkan oleh pihak perbankan, maka semakin baik ,semakin banyak kredit berarti adanya peningkatan pembangunan di berbagai sektor.

Menurut Kasmir (2012:89-90) suatu fasilitas kredit memiliki fungsi sebagai berikut :

1) Untuk Meningkatkan Daya Guna Uang

(30)

2) Untuk Meningkatkan Peredaran Lalu Lintas Uang

Uang yang disalurkan akan beredar dari satu wilayah ke wilayah lainnya sehingga suatu daerah yang kekurangan uang dengan memperoleh kredit maka daerah tersebut akan memperoleh tambahan uang dari daerah lainnya. 3) Untuk Meningkatkan Daya Guna Barang

Kredit yang diberikan oleh bank dapat digunakan oleh debitur untuk mengolah barang yang tidak berguna menjadi berguna atau bermanfaat. 4) Meningkatkan Peredaran Barang

Kredit dapat menambah atau memperlancar arus barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya sehingga jumlah barang yang beredar dari satu wilayah ke wilayah lainnya bertambah, atau kredit dapat pula meningkatkan jumlah barang yang beredar.

5) Sebagai Alat Stabilitas Ekonomi

Pemberian kredit dapat dikatakan sebagai stabilitas ekonomi karena dengan adanya kredit yang diberikan akan menambah jumlah barang yang diperlukan oleh masyarakat serta kredit dapat membantu dalam kegiatan ekspor guna menambah devisa Negara.

6) Untuk Meningkatkan Kegairahan Berusaha

(31)

7) Untuk Meningkatkan Pemerataan Pendapatan

Semakin banyak kredit yang disalurkan akan meningkatkan pendapatan, karena kredit yang diberikan dapat digunakan untuk membuka lapangan pekerjaan baru sehingga dapat meyerap tenaga kerja.

8) Untuk Meningkatkan Hubungan Internasional

Pemberian kredit oleh Negara lain akan meningkatkan hubungan kerja sama dibidang lainnya.

ÏÐÑ ÐÒ ÓÔsur ÕÓÔsur Ör×ØÙt

Menurut Kasmir (2012:87-88) unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit adalah sebagai berikut :

1) Kepercayaan

Yaitu suatu keyakinan pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan (berupa uang, barang atau jasa) akan benar-benar diterima kembali di masa tertentu di masa datang.

2) Kesepakatan

Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian di mana masing-masing pihak manandatangani hak dan kewajibannya masing-masing.

3) Jangka Waktu

(32)

4) Risiko

Adanya suatu tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan suatu risiko tidak tertagihnya atau macet pemberian kredit. Semakin panjang suatu kredit semakin besar risikonya demikian pula sebaliknya.Risiko ini menjadi tanggungan bank, baik risiko yang disengaja oleh nasabah yang lalai, maupun oleh risiko yang tidak sengaja.

5) Balas Jasa

Merupakan keuntungan atas pemberian suatu kredit atau jasa tersebut yaitu berupa bunga.Balas jasa dalam bentuk bunga dan biaya administrasi kredit ini merupakan keuntungan bank.Sedangkan bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah balas jasa ditentukan dengan bagi hasil.

ÛÜÝ ÜÞ ßàáâsã ßàáâs äràåât

Menurut Taswan (2008:218), jenis kredit yang diberikan oleh bank secara umum dapat dilihat dari bentuk, jangka waktu, dan kegunaan kredit. Jenis-jenis kredit tersebut:

1) Jenis Kredit Menurut Bentuknya a. Kredit Rekening Koran

Dalam hal ini, debitur diberi hak untuk menarik dana dalam rekening korannya sampai dengan sebesar plafon yang ditetapkan bank. Pelunasan pokok kredit dilaksanakan pada saat jatuh tempo, dengan bunga kredit secara umum dihitung secara harian berdasrkan baki debet (æ çèstéê ëìê í

(33)

b. óôõ ö÷ øøùúô öûü÷ ô

óôõ ö÷ øøùúô ö ûü÷ ô adalah kredit yang angsuran pokok dan bunganya dilakukan secara teratur menurut jadwal waktu yang telah disepakati antara bank dengan debitur, dengan nilai konstan selama berlangsunganya masa kredit tersebut. Pada kredit ýô õ ö÷ øøùúô öþ angsuran pokok meningkat dan angsuran bunga menurun, sehingga total angsuran menjadi konstan sepanjang masa kredit.

2) Jenis Kredit Menurut Jangka Waktunya

a) Kredit jangka pendek, yaitu kredit yang berjangka waktu maksimum satu tahun

b) Kredit jangka menengah, yaitu kredit yang berjangka waktu antara 1 tahun sampai 3 tahun

c) Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang berjangka waktu lebih dari tiga tahun.

3) Jenis Kredit Menurut Kegunaannya

a) Kredit modal kerja, yaitu kredit yang diberikan dengan tujuan untuk membiayai modal kerja usaha, misalnya untuk pembelian barang dagangan.

(34)

c) Kredit konsumsi atau ✁✂✄ ☎ ✆✝ ✞✟ ✟ ✆ ✞✝ ✠ yaitu kredit yang diberikan untuk keperluan konsumsi, misalnya kredit pemilikan rumah (KPR), kredit untuk pembelian kendaraan, kredit untuk pendidikan, dan sebagainya.

✡☛☞ ☛✌ ✍✎✏✑✒✓✒s ✔✕✖✒r t

Analisis Kredit dapat dilakukan dengan analisis 5 C dan 7P guna memastikan penyaluran kredit yang benar-benar menguntungkan bagi bank. Menurut Kasmir (2012:95-96) adapun penjelasan untuk analisis dengan 5 C kredit adalah sebagai berikut :

1) ✗ ✘✞✄ ✞✙tr

Suatu keyakinan bahwa, sifat atau watak dari orang-orang yang akan diberikan kredit benar-benar dapat dipercaya, hal ini tercermin dari latar belakang si nasabah baik yang bersifat latar belakang pekerjaan maupun yang bersifat pribadi seperti : cara hidup atau gaya hidup yang dianutnya, keadaan keluarga, hoby dan social studingnya. Ini semua merupakan ukuran kemauan membayar.

2) ✗✞ ✁✞✙✚ty

(35)

3) ✢ ✣✤ ✥t✣✦

Untuk melihat penggunaan modal apakah efektif, dilihat laporan keuangan (neraca dan laporan laba rugi) dengan melakukan pengukuran seperti dari segi likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan ukuran lainnya. Capital juga harus dilihat dari sumber mana saja modal yang ada sekarang ini.

4) ✢✧✦✦★★✩✣✦t

Merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik maupun non fisik.Jaminan hendaknya melebihi jumlah kredit yang diberikan. Jaminan juga harus diteliti keabsahannya sehingga jika terjadi suatu masalah, maka jaminan yang dititipkan akan dapat dipergunakan secepat mungkin. 5) ✢✧✪ ✫ ✥t✥✧✪

Penilaian kredit hendaknya juga mencangkup kondisi ekonomi dan politik sekarang dan di masa yang akan datang sesuai sektor masing-masing , serta prospek usaha dari sektor yang ia jalankan. Penilaian prospek bidang usaha yang dibiayai hendaknya benar-benar memiliki prospek yang baik sehingga kemungkinan kredit tersebut bermasalah relatif kecil.

Menurut Kasmir (2012:96-97) penilaian kredit dengan metode analisis 7P adalah sebagai berikut :

1) ✬★✩ ✭ ✧✪ ✣✦ ✥ty

(36)

2) ✰✱ ✲ ✳y

Mengklasifikasikan nasabah kedalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya. Sehingga nasabah dapat digolongkan ke dalam golongan tertentu dan akan mendapatkan fasilitas kredit yang berbeda dari bank.

3) ✰✴✲✵ ✶✷✴

Untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit, termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah.Tujuan pengambilan kredit dapat bermacam-macam.

4) ✰✲✶✷ ✵✴ ✸t

Untuk menilai usaha nasabah di masa yang akan datang menguntungkan atau tidak, atau dengan kata lain mempunyai prospek atau sebaliknya.

5) ✰✱ ✹✺✴✻ ✳

Merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari sumber mana saja dana untuk npengembalian kredit.

6) ✰✲✶✼✽✱ ✾ ✽✿✽t ty

Untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba. 7) ✰✲✶✳✴ ✸t✽✶✻

(37)

❁❂❃ ❂❃ ❄ ❅u❆ ❇❈❆ ❉tr❊❋ ❈t

Penyaluran kredit yang dilakukan oleh bank juga harus memerhatikan kualitas kredit tersebut. Semakin berkualitas kredit maka akan memperkecil resiko timbulnya kredit bermasalah. Bank dalam menerapan prinsip kehati-hatian saat menyalurkan kredit perlu memerhatikan kualitas kredit. Bank dalam melepas kreditnya agar berkualitas perlu memerhatikan dua unsur yaitu (Kasmir,2012: 104-108) :

1. Tingkat perolehan laba (● ❍t■● ❏ ), artinya jumlah laba yang akan diperoleh atas penyaluran kredit. Jumlah perolehan laba tersebut harus memenuhi ketentuan yang berlaku.

2. Tingkat risiko (●❑▲▼), artinya tingkat risiko yang akan dihadapi terhadap kemungkinan melesetnya perolehan laba bank dari kredit yang disalurkan.

Penentuan suatu kredit berkualitas atau tidak perlu dinilai melalui ukuran-ukuran tertentu. Bank Indonesia menggolongkan kualitas kredit menurut ketentuan sebagai berikut :

1. Lancar (◆❖▲)

Suatu kredit dikatakan lancar apabila :

a. Pembayaran angsuran pokok dan atau bunga tepat waktu, dan b. Memiliki mutasi rekening yang aktif atau

c. Bagian dari kredit yang dijamin dengan agunan tunai (P❖ ▲◗P❘ ❙❙❖ ❚❍●❖❙). 2. Dalam Perhatian Khusus

(38)

a. Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan atau bunga yang belum melampaui 90 hari, atau

b. Kadang-kadang terjadi cerukan, atau

c. Jarang terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan, atau d. Mutasi rekening relatif aktif , atau

e. Didukung dengan pinjaman baru. 3. Kurang Lancar

Kredit yang tergolong kurang lancar apabila :

a. Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan atau bunga yang telah melampaui 90 hari, atau

b. Sering terjadi cerukan, atau

c. Terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan lebih dari 90 hari d. Frekuensi mutasi rekening relatif rendah, atau

e. Terdapat indikasi masalah keuangan yang dihadapi debitur, atau f. Dokumen pinjaman yang lemah

4. Diragukan (❲❳ ❨❩ ❬❭❨ ❪)

Kredit dikatakan diragukan apabila :

a. Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan atau bunga yang telah melampaui 180 hari, atau

(39)

e. Dokumen hukum yang lemah, baik untuk perjanjian kredit maupun pengikatan jaminan.

5. Macet (❴❵❛ ❛)

Kredit dikatakan macet apabila :

a. Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan atau bunga yang telah melampaui 270 hari, atau

b. Kerugian operasional ditutup dengan pinjaman baru

c. Jaminan tidak dapat dicairkan pada nilai yang wajar dari segi hukum dan kondisi pasar.

❜❝❞ ❝❞❞ ❡r❢❣❤t ✐ ❥❦❧♠❤ ♥ ❥♦ur♣ ❥❦

Bank adalah sebuah lembaga keuangan yang fungsi utamanya adalah menghimpun dana dan menyalurkan dana. Penyaluran dana yang dilakukan oleh bank salah satunya dalam bentuk kredit yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui penyaluran kredit berarti bank telah melaksanakan fungsinya sebagai lembaga perantara. Bank harus dapat menjalankan fungsi intermediasinya dengan baik, karena dengan mengimplementasikan aktivitas intermediasi keuangan dengan baik akan memberikan efek pada kinerja perbankan tersebut (Buchory, 2014).

(40)

perbankan. LDR merupakan indikator kemampuan bank dalam mengimbangi kewajiban untuk segera memenuhi permintaan deposan yang ingin menarik kembali uangnya yang telah digunakan oleh bank untuk memberikan kredit (Margaret, dkk. 2014).

LDR merupakan rasio yang menunjukan tingkat efektivitas bank dalam menyalurkan dana dalam bentuk kredit dari dana yang berhasil dihimpunnya dari masyarakat (DPK) (Agustina dan Wijaya, 2013). Menurut Hidayat, dkk. (2012) rasio LDR mengukur kredit yang disalurkan dibandingkan dengan dana pihak ketiga (giro, tabungan dan deposito). Semakin tinggi rasio LDR maka memperlihatkan semakin bagus kemampuan bank dalam menyalurkan dana pihak ketiga yang dimilikinya ke dalam bentuk kredit yang diberikan (Budiwati dan Jariah, 2012) dan kenaikan LDR dapat meningkatkan fungsi intermediasi perbankan (Ariyanto,2011), serta semakin tinggi rasio LDR maka semakin rendah likuiditas bank yang bersangkutan (Hidayat, dkk. 2012). Semakin tinggi likuiditas suatu bank akan mengurangi keuntungan bank tersebut karena semakin banyak uang yang menganggur atau tidak disalurkan.

(41)

(2014) kesuksesan sebagaian besar bisnis berasal dari kekuatan likuiditasnya. Maka bank harus dapat menjaga rasio LDR pada batas normal agar mampu memperoleh keuntungan dengan tetap menjaga likuiditas bank tersebut guna memenuhi penarikan dana oleh masyarakat. LDR merupakan indikator dalam pengukuran fungsi intermediasi perbankan (Buchory, 2014).

⑤⑥⑦ ⑥⑦ ⑤ ⑧⑨⑩❶ ❷❸❹ ⑨ ❸❺ ❻⑩ ❼❽ ⑨❾⑩❿➀➁➂ ➃

Kegiatan penyaluran kredit yang dilakukan oleh perbankan mengandung resiko.Semakin besar kredit yang disalurkan oleh bank maka semakin besar pula resiko kredit yang akan dihadapi oleh bank tersebut. Resiko tersebut berupa tidak lancarnya pembayaran kredit atau kredit bermasalah yang dalam istilah perbankan dikenal dengan rasio ➄ ➅➆ ➇➈➉ ➊➅ ➉➋➌➆ ➍ ➎➅➏➆ (NPL). Menurut Saba Irum ➈t ➏ ➐., (2012) rasio NPL merupakan yang paling penting untuk menentukan kelangsungan hidup suatu bank. NPL mencerminkan risiko kredit, semakin kecil NPL semakin kecil pula resiko kredit yang ditanggung pihak bank (Syarif, 2006).

(42)

kerugian kredit serta tidak menambah besar rasio NPL pada bank tersebut (Joseph→t ➣↔↕, 2012).

Menurut Ismail (2010:218), faktor-faktor penyebab NPL dapat berasal dari intern bank dan ekstern bank. Faktor penyebab NPL yang berasal dari intern bank, antara lain:

a) Analisis yang dilakukan oleh pejabat bank kurang tepat, sehingga tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi dalam kurun waktu selama jangka waktu kredit.

b) Adanya kolusi antara pejabat bank yang menangani kredit dengan nasabah, sehingga bank memutuskan kredit yang tidak seharusnya diberikan.

c) Keterbatasn pengetahuan pejabat bank terhadap jenis usaha debitur, sehingga tidak dapat melakukan analisis kredit dengan tepat dan akurat.

d) Campur tangan terlalu besar dari pihak terkait, misalnya komisaris sehingga petugas tidak independen dalam memutuskan kredit.

e) Kelemahan dalam melakukan pembinaan dan monitoring kredit. Faktor penyebab NPL yang berasal dari ekstern bank, antara lain:

a) Debitur dengan sengaja tidak melakukan pembayaran angsuran kepada bank, karena nasabah tidak memiliki kemauan dalam memenuhi kewajibannya. b) Debitur melakukan ekspansi terlalu besar, sehingga dana yang dibutuhkan

terlalu besar. Hal ini akan memilik dampak terhadap keuangan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan modal kerja.

(43)

d) Adanya unsur ketidaksengajaan, misalnya bencana alam, ketidakstabilan perekonimian negara sehingga inflasi tinggi.

Bank Indonesia telah menetapkan batas maksimal untuk rasio NPL adalah sebesar 5%. Jika bank melebihi batas tersebut maka akan mempengaruhi penilaian tingkat kesehatan bank tersebut serta bank tersebut akan mengalami kesulitan likuiditas. Semakin besar tingkat NPL ini menunjukkan bahwa bank tersebut tidak profesional dalam pengelolaan kreditnya (Margaret dkk, 2014). Menurut Peraturan Bank Indonesia Nomor: 13/3/PBI/2011 tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank, bank dinilai memiliki potensi kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya apabila NPL secara neto lebih dari 5 % dari total kredit atau total pembiayaan.

➢➤➥ ➤➥ ➦ ➧r➨➩ ➫t➭➯ ➫➲➫t➭➳

(44)
(45)

Menurut surat Edaran Bank Indonesia No.6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 rasio NIM diukur dari perbandingan antara pendapatan bunga bersih terhadap aktiva produktif. Pendapatan bunga bersih diperoleh dari pendapatan bunga yang diterima dari pinjaman yang diberikan dikurangi dengan beban bunga dari sumber dana yang diberikan. Aktiva produktif merupakan aset operasional bank yang akan menghasilkan keuntungan atau laba bagi bank (Satriawan, 2015). Standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk rasio NIM adalah > 6%. Semakin tinggi rasio NIM menunjukkan semakin tinggi efektifitas bank dalam pengelolaan aktiva produktifnya, serta semakin besar rasio NIM maka akan meningkatkan pendapatan bunga atas aktiva produktif yang dikelola bank dengan baik sehingga dapat mengindikasikan keadaan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil.

❮❰ ❮ ÏÐpÑ ÒÓÔÐs ÕÓ ÖÓ ×ÐtÐ Ø Ö

❮❰ ❮❰Ù ÕÓ ÖÚØÛuÜÝrÓÞÐt ßØÖÚàÐÔ Ø×áØ Öur âÓrÜØÞØp ÕÑãÐr tØäÐ ×ÐtØÔ

Kredit yang disalurkan oleh bank dapat dilihat melalui åæ çè æt éêëæ ì ít

(46)

dilarurkan bank, sehingga LDR dapat juga digunakan untuk mengukur berjalan atau tidaknya suatu fungsi intermediasi bank tersebut.

Semakin tinggi rasio LDR maka memperlihatkan semakin bagus kemampuan bank dalam menyalurkan dana pihak ketiga yang dimilikinya ke dalam bentuk kredit yang diberikan (Budiwati dan Jariah 2012), namun semakin tinggi rasio LDR juga menunjukkan semakin rendah likuiditas bank yang bersangkutan (Hidayat, dkk. 2012). Semakin tinggi likuiditas suatu bank akan mengurangi keuntungan bank tersebut karena semakin banyak uang yang menganggur atau tidak disalurkan. Semakin banyak kredit yang disalurkan yang tercermin dalam rasio LDR maka akan menghasilkan pendapatan bunga yang semakin banyak. Ini berarti semakin banyaknya pendapatan bunga yang diterima bank dari penyaluran kredit maka akan semakin meningkatkan profitabilitas bank yang salah satunya tercermin dari rasio ò ót ôõ öó ÷óst ø ù ÷ú ûõ (NIM). NIM adalah rasio profitabilitas yang menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih (Budiwati dan Jariah 2012).

(47)

Rojas Suarez (2000) yang menunjukkan bahwa LDR berpengaruh signifikan positif terhadap NIM. Hal ini berarti bahwa jika LDR meningkat maka NIM juga akan meningkat. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut.

H1: Kredit yang Disalurkan berpengaruh positif terhadap Profitabilitas.

ýþ ýþ ý ÿ ✁✂✄ ☎u✆ ✝✞✟ ✠✡☛ ☞ ✞☛ ✌✍✟✎ ✏ ✞✑✟ ✒ r✆✄ ✓✄p ✔✕u✁✂✄ ✁u ✖✁✄☎✄tr✓ ✘t ✙✄ ✁✂✚✘✛✄✜ur✢✄✁✓ ✁✂✄ ✁ ÿr✣✤✘✄✕✘✜✘t t✄✛

Kegiatan penyaluran kredit yang dilakukan oleh perbankan mengandung resiko. Semakin besar kredit yang disalurkan oleh bank maka semakin besar pula resiko kredit yang akan dihadapi oleh bank tersebut. Risiko kredit merupakan risiko yang dihadapi bank karena menyalurkan dananya dalam bentuk pinjaman ke masayarakat.Resiko tersebut berupa tidak lancarnya pembayaran kredit atau kredit bermasalah yang dalam istilah perbankan dikenal dengan rasio ✥ ✦✧

★✩✪ ✫✦✪ ✬✭✧✮ ✯✦✰✧ (NPL). NPL merupakan besarnya jumlah kredit bermasalah pada suatu bank dibanding dengan total keseluruhan kreditnya (Negara, 2013). Timbulnya kredit bermasalah akan berakibat pada kerugian bank tersebut karena dana yang disalurkan oleh bank dalam bentuk kredit tersebut tidak kembali maupun pendapatan bunga yang tidak dapat diterima.

(48)

signifikan negatif terhadap LDR dan pernyataan tersebut diperkuat oleh penelitian Buchory (2014) yang menunjukkan bahwa NPL berpengaruh signifikan negatif terhadap LDR. Hal ini menandakan bahwa semakin besar NPL akan membuat lembaga keuangan perlahan mengurangi jumlah penyaluran kreditnya. Penelitian mengenai pengaruh NPL terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan NIM juga sudah pernah dilakukan oleh Syarif (2006) yang menyatakan bahwa secara parsial NPL berpengaruh signifikan negatif terhadap NIM, hasil tersebut juga didukung oleh Sitorus (2013) NPL berpengaruh signifikan negatif terhadap NIM. Pernyataan tersebut diperkuat dengan penelitian Brock and Rojas Suarez (2000) yang menunjukkan bahwa NPL mempunyai pengaruh signifikan negatif terhadap NIM dan penelitian Purba (2010) juga menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif terhadap NIM. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut.

(49)

Referensi

Dokumen terkait

Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk kemudian dibakar untuk kemudian dijadikan alat-alat yang berguna membantu kehidupan manusia..

1) Unit kerja mengidentifikasi kebutuhan prasarana yang kemudian disusun dalam proposal/usulan pengadaan prasarana yang disampaikan kepada Rektor. 2) Rektor menerima

The results of path analysis show that: (a) the choice of the mechanical engineering expertise program in VHSs by junior high school (JHS)/Islamic junior high school(IJHS)

Keselamatan Kerja Pada Usaha Perjalanan Wisata 108.. Bahasa Asing

Tanpa mengurangi validitas proses dan temuan dalam penelitian tahun pertama ini, Research and Development yang dikembangkan Borg dan Gall (1988:84), diadaptasi dan diadakan

Bidang Keahlian : Seni dan Industri Kreatif 9.1 Program Keahlian : Seni Rupa2. 9.1.1 Kompetensi Keahlian :

Pengembangan sektor unggulan untuk mengantisipasi habisnya sumber daya migas & tambang yang bersifat unrenewable melalui pengembangan sektor pertanian yang lebih