• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PERANCANGAN ALAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PERANCANGAN ALAT"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

17

PERANCANGAN ALAT

3.1 Perancangan Blok Diagram

Dalam perancangan alat sangat diperlukan blok diagram sebagai acuan dan cara kerja penulis untuk memetakan pekerjaan yang akan dibuat, dalam hal ini penulis buat blok diagram perancangan sebagai berikut :

(2)

3.2 Perancangan Alat dengan Simulasi Proteus

Langkah pertama sebelum kita membuat alat yang akan dibuat, akan lebih baik disimulasi ka dahulu dengan bantuan software, Hal ini untuk mengurangi tingkat kesalahan rangkaian dan program yang kan dibuat.

Proteus merupakan software yang tepatuntuk mensimulasikan rangkaian mikrokontroler atmega16 dan software ini juga dapat menjalankan (debug) program yang akan dibuat dalam bahasa C.

Gambar 3.2 Tampilan awal Proteus

Langkah awal untuk menjalankan program ini, setelah meng-Click button OK, membuat rangkaian yang ingin dibuat, ini adalah tampilan untuk memilih komponen yang ingin digunakan.

(3)

Gambar 3.3 Tampilan pemilihan Komponen Rangkaian yang akan dibuat seperti gambar dibawah ini:

Gambar 3.4 Rangkaian Jadi simluasi alat.

3.3 Pengujian Simulasi Rangakaian dengan Program

Untuk Pengujian rangkaian, dapat dengan cara membuat program menghidupkan dua led yang hidup dan padam secara bergantian, seperti flip-flop Contoh Program flip-flop seperti ini:2

(4)

Gambar 3.5 Program LED kedip Flip-flop

Setelah melakukan compile, program tersebut dapat dijalankan denngan program proteus dengan cara:

 Melakukan klik kanan Atmega16 , > click “Edit Properties”

 Setelah muncul form edit komponen, kemudian melakukan setting seperti ini:

(5)

 Kemudian penulis menekan tombol OK

 Penulis menjalankan program dengan menekan tombol play pada pojok kiri bawah proteus.

Setelah melakukan penulis melakukan uji coba , dan mengetahui hasil sesuai dengan program yang dibuat, yaitu dua led, hidup dan padam secara bergantian, Dapat dikatakan rangkaian dibuat dapat diprogram.

3.4 Pembuatan Layout PCB

Untuk membuat rangakaian alat yang dibuat, maka dibutuhkan komponen dan alat-alat pendukung seperti dibawah ini:

Tabel 3.1 Daftar komponen

No Nama Komponen dan alat pendukung QTX

1 Atmega 16 1

2 Soket IC pin 40 1

3 Resistor 220 Ohm – ¼ watt 19

4 Resistor 10k ohm = ¼ watt 6

5 LED 3mm warna Merah 6

6 LED 3mm warna Hijau 6

7 LED 3mm Warna Kuning 6

8 Pin Header 10 pin 10

(6)

10 Conector DC 1

11 L7805 1

12 Elco 100uf – 16 v 1

13 Taktil Switch 1

14 PCB Polos 1

15 Ferit Clorit 1 bungkus

16 Pcb Drill (Bor kecil ) + mata bor 1

17 Plastik transparent 1

3.5 Design PCB

Untuk Menghasilkan Layout pcb yang bagus maka dapat didesign dengan software computer yaitu Cadsoft eagle, rangakain dari alat ini adalah : Rangkaian IC regulator :

(7)

Gambar 3.8 Wiring diagram

Pembuatan Layout :

(8)

Gambar 3.10 Hasil Print lay out

3.6 Proses lay out gambar ke pcb:

1. Hasil design layout eagle yang telah dibuat, diprint dengan kertas plastic transparant dan menggunakan printer laser jet. Berikut gambar nya :

(9)

2. Teknik yang digunakan yaitu teknik sablon ke PCB, 3. Hasil print diatas disablon dengan menggunakan strika.

4. Setelah beberapa lama distrika hasil layout tinta hitamnya akan pindah ke PCB. Dan lakukan koreksi terhadap jalur yang putus dan yang nyambung 5. Proses selanjutnya Etching PCB yaitu melarutkan tembaga yang tidak

tertutup tinta toner dengan ferit cloride (FeCl3).

6. Campur ferit cloride dengan air dan masukan pcb yang sudah disablon, aduk secara menyearah sampai tembaga yang tidak tertutup tinta menghilang (habis).

7. Hasil Setelah Proses etching pcb dapat diihat seperti gambar dibawah ini. 8. Langkah selanjutnya pengeboran PCB dengan mini drill dengan mata bor

0.8mm

9. Setelah proses pengeboran maka komponen dapat dipasang dan disolder sesuai dengan gambar layout yang didesain dengan eagle.

3.7 Pembuatan Program :

(10)

Gambar 3.12 Flow Chart Dari flowchart dapat dilihat alur program yang dibuat:

Pada saat start maka kondisi awal outputnya Led Tiang 1 s/d 6 hidup berurutan, untuk satu tiang ada 3 led yaitu warna hijau, kuning, merah. Lalu led hijau untuk setiap tiang hidup dan led warna kuning dan merah padam, yang merupakan indikator bahwa kereta siap untuk dijalankan.

START

Kondisi Awal

Led Tiang 1 s/d 6 hidup berurutan

LED Hijau untuk semua tiang hidup

if PINB.4 or PINB.5 ==1 Scanning Tombol if PINB.2 or PINB.1==1 if PINB.0 or PINB.3 NO NO NO LOOPING While() YES YES YES tiangG1(0,0,1); tiangG2(1,0,0); tiangG3(1,0,0); tiangG1(0,0,1); tiangG2(1,0,0); tiangG3(1,0,0); tiangG1(0,0,1); tiangG2(1,0,0); tiangG3(1,0,0); Function tiangG1(a,b,c) Function tiangG3(a,b,c) Function tiangG2(a,b,c) s6ledhijau=a; s6ledkuning=b; s6ledmerah=c; s3ledhijau=a; s3ledkuning=b; s3ledmerah=c; s1ledhijau=a; s1ledkuning=b; s1ledmerah=c; s4ledhijau=a; s4ledkuning=b; s4ledmerah=c; s6ledhijau=a; s6ledkuning=b; s6ledmerah=c; s3ledhijau=a; s3ledkuning=b; s3ledmerah=c;

(11)

Scanning Tombol merupakan hasil looping while () jika salah satu tombol ditekan maka akan akan mengeluarkan output seperti apa.

If PINB.4 or Pin.5 ==1 artinya jika tombol satu ditekan (diberi aktif high) maka outpunya seperti ini:

Gambar 3.13 Gambar Program

Maksudnya:

Jika yes maka fungsi tiang1 diberi parameter(0,0,1) tiangG2(1,0,0) dan tiangG3(1,0,0), yang mana isi dari fungsi tiangg1 yaitu:

(12)

Artinya : parameter sesuai parameter yang diberi pada fungsi tiangG1, nilai a = 0, b = 0,c = 1

Maka s6 yaitu side B dan s3 yaitu side A

Side B > led hijau padam, led kuning padam, led merah hidup Side A dan B sama. Jadi status led nya sama seperti side B.

Begitu seterusnya fungsi tiangG2 dan tiangG3 sama seperti diatas alur program nya.

Maka untuk point 1,tiang 1 kereta selanjutnya tidak boleh jalan karena masih dalam kondisi ada kereta yang lewat,setelah tiang 1 led berwarna kuning menyala dan yang lain padam , kereta yang selanjutnya akan bersiap – siap, Untuk alur flowchartnya pada display led seperti ini;

Gambar 3.15 Gambar Program Maksud dari program tersebut adalah :

Tiang 1 (led hijau padam, led kuning hidup, led merah padam) Tiang 2 (led hijau hidup, led kuning padam, led merah hidup) Tiang 3 (led hijau hidup, led kuning padam, led merah padam) Tiang 4 (led hijau hidup, led kuning padam, led merah padam) Tiang 5 (led hijau hidup, led kuning padam, led merah padam) Tiang 6 (led hijau hidup, led kuning padam, led merah padam)

(13)

Berikut adalah kondisi disaat tombol dua (terhubung ke PORTB.1 nya mikro) maka tiang 1 Led kuning hidup, tiang 2 Led merah hidup, tiang 3,4,5,6 led hijaunya nyala.

Langkah selanjutnya adalah :

Pembuatan Program bahasa C dengan Codevision avr :

Langkah awal pembuatan project baru pada Codevision avr yaitu:

1. Jalan kan Program Codevision Avr dan akan muncul gambar seperti ini

Gambar 3.16 Gambar Program

2. Lalu click menu file – NEW – project tekan OK dan Tekan Yes 3. Pilih AVR Chip Type seperti

(14)

: Gambar 3.17 Gambar Program

4. Lalu tekan OK, dan akan mucul setting untuk crystal yang digunakan dan settingan fitur lainya.

5. Menu Chip > pilih Chip : Atmega16 , Clock 8 Mhz

Gambar 3.18 Gambar Program

6. Atur Port yang akan digunakan sesuai flowcahart baik itu sebagai output maupun input:

(15)

Gambar 3.19 Gambar Program

7. Lalu click menu progam – genarate, save & exit

(16)

8. Save Project di tempat yang diinginkan dengan nama yang sama dan click Save. 9. Maka akan mucul tampilan seperti ini:

Gambar 3.21 Gambar Program

Penulisan Program :

Sesuai dengan rancangan sistim minimum dan flowchart yang dibuat, PORT A, PORT C dan PORT D digunakan sebagai Output , dan PORT B digunakan sebagai input,

Penulisan programnya dapat ditulis seperti dibawah ini:

(17)

Penulisan define

Define berfungsi sebagai alias untuk setting port yang digunakan agar mempermudah dalam penulisan program dan lebih tersusun dan teratur.

Gambar 3.23 Gambar Program Program diatas misal untuk :

#define s1ledhijau PORTD.6

artinya : PORTD.6 dapat digantikan dengan nama s1ledhijau. Dapat digunakan untuk:

s1ledhijau=1; == sama artinya PORTD.6 diberi data logika High (1) sehingga Led akan Hidup

(18)

pembuatan fungsi array pada bahasa C dapat mempermudah dalam pemprograman,

Structur array function:

Void nama_function(tipe data nama_variable1, tipe data nama_variable2, dst...){ sintax_progress}

contohnya seperti gambar :

Gambar 3.24 Gambar Program

Pemanggilan fungsi array diatas contoh fungsi tiang 1 yaitu seperti ini :

Gambar 3.25 Gambar Program Artinya:

Fungsi tiang1 dipanggil jump tiang1 dengan data variabel (0,0,1) void tiang1(int a,int b,int c){

s1ledhijau=a; s1ledkuning=b;

(19)

s1ledmerah=c;}

Maka nilai variable a = 0, b=0, dan c =1, dan diteruskan s1ledhijau =1; // led hijau hidup

s1ledkuning=0; // led kuning padam

s1ledmerah=0; // led merah Padam

fungsi “If”

Struktu IF sebagai berikut: If (#statemen) { #argument; }; Contoh:

Gambar 3.26 Gambar Program

Artinya if(PINB.1==1)// jika PORTB.1 diberi data logika 1 (High) maka tiang1(0,1,0);tiang2(0,0,1);tiang3(1,0,0); // Tiang1 (led kuning hidup); tiang2 (led merah hidup // Tiang tiang3 (led hijau hidup) tiang4 (1,0,0);tiang5(1,0,0);tiang6(1,0,0); // Tiang4 (led hijau hidup); tiang5 (led hijau hidup // Tiang tiang6(led hijau hidup)}

(20)

Gambar

Gambar 3.1 Blok diagram
Gambar 3.2 Tampilan awal Proteus
Gambar 3.3 Tampilan pemilihan Komponen  Rangkaian yang akan dibuat seperti gambar dibawah ini:
Gambar 3.5 Program LED kedip Flip-flop
+7

Referensi

Dokumen terkait

* Masa yang terbaik untuk memasuki pasaran adalah sewaktu Parabolic SAR mula keluar titik permulaan dan garisan MACD mengalami perubahan persilangan sepertimana yang

Sensor tekanan ini memanfaatkan membran sebagai alat yang digunakan untuk mengetahui tekanan udara vakum yang ada di manipol. Menempel pada badan mesin dengan sebuah

Sesuai dengan RPJMDes Desa Sokopuluhan Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah dengan pembangunan prioritas diantaranya perbaikan Talud

Anak 5 tahun dibawa ibu dengan mata kanan merah sejak 2 hari yang lalu, berlendir, kental, lender semakin banyak saat bangun tidur, pada pemeriksaan didapatkan suhu

Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Tahap persiapan yang dilakukan guru yakni menyiapkan RKH, memilih cerita, memilih alat peraga dan mengatur posisi duduk

- Meletakkan makanan didaerah mulut yang tidak terganggu. - Memberikan makanan dengan berlahan pada lingkungan yang tenang... - Memulai memberi makan peroral setengah cair, makan

Suplai  darah  ke  otak  dapat  berubah  pada  gangguan  fokal  ( thrombus,  emboli ,  perdarahan dan  spasme vaskuler )  atau  oleh  karena  gangguan  umum  (

Cair terhadap Mutu Kimiawi, Mikrobiologi dan Organoleptik Ikan Nila Merah(Oreochromus) Asap [skripsi] Fakultas Teknologi Pertanian,