• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN HOTEL AVILLA PANGKALAN BUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN HOTEL AVILLA PANGKALAN BUN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

29

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA

KARYAWAN HOTEL AVILLA PANGKALAN BUN

Hendra Jayusman, Siti Khotimah, Supiansyah Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Antakusuma Jl. Iskandar No. 63 Telp/Fax. 0532 – 22287 Kode Pos 74112 Pangkalan Bun

Abstract

Leadership style influenced the success of a leader affecting the behavior of subordinates. The term force used the way leaders influence their followers. Leadership in an organization needs to develop to think about his leadership style. Leadership style is the norm of behavior used by someone when the person is trying to influence the behavior of others as he had seen, which aims at aligning perception among people will affect a very important position. This research conducted was to find out how“ leadership style influence the performance of civil servants at the hotel Avilla in Pangkalan Bun.“ The sample used in this study was 19 people, while collecting research data using questionnaires, interview, and observation. Based on the analysis of research data obtained it stated that leadership style significantly influenced the performance.

Keywords: Leadership Style, and Performance

I. PENDAHULUAN

Di Kota Pangkalan Bun industri perhotelan semakin berkembang dari tahun ke tahun. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh semakin berkembangnya sektor-sektor

pariwisata, sebagai contoh tempat kuliner dan tempat berbelanja, bahkan juga objek wisata yang terkenal yaitu Tanjung Puting yang menarik turis mancanegara.

Seorang pemimpin yang efektif harus tanggap terhadap perubahan, mampu menganalisis kekuatan dan kelemahan sumber daya manusianya sehingga mampu memaksimalkan data yang menunjukan bahwa kinerja karyawan di hotel Avilla hanya sebatas “Baik (Good)” saja menjadi masalah yang harus di teliti dan dicari solusinya agar kinerja karyawan bisa meningkat menjadi “Sangat Baik

(Excellent)” sesuai dengan harapan manajemen.

Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan terhhadap kinerja karyyawan di hotel Avilla Pangkalan Bun.

2. Bagaimana hubungan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan di hotel Avilla Pangkalan Bun.

Batasan Masalah

Pada penelitian ini membatasi masalah tentang gaya kepemimpinan dikaitkan dengan kinerja karyawan terhadap hotel Avilla.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisa: 1 Pengaruh gaya kepemimpinan di

hotel Avilla Pangkalan Bun.

2 Untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan terhadap

(2)

30 kinerja karyawan di hotel Avilla

Pangkalan Bun. Kerangka Pemikiran

Kinerja karyawan dapat di pengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang terdapat di hotel Avilla tersebut :

Gambar Kerangka Pemikiran

II. LANDASAN TEORI Gaya Kepemimpinan

Kepemimpinan merupakan titik sentral dan yang berhak menentukan suatu kebijakan dalam jalannya suatu organisasi dan untuk membuat konsep-konsep untuk mencapai tujuan dari suatu perusahaan. Dalam bahasa indonesia “pemimpin,” sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah memimpin digunakan dalam kontaks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.

Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan atau kelebihan di suatu bidang sehingga ia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kelebihan di satu bidang, sehingga ia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono,1994 : 181).

Sedangkan menurut Young (dalam

Kartono, 2003), pengertian kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.

Gaya kepemimpinan menurut Prasetyo (p.28), adalah cara yang digunakan dalam proses kepemimpinan yang diimplementasikan dalam perilaku kepemimpinan, untuk mempengaruhi orang lain untuk bertindak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Selain itu menurut Flippo (1987), gaya kepemimpinan juga dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan tertentu. Gaya kepemimpinan pada setiap pemimpin tidaklah sama antara satu dengan yang lain.

Pengertian Kinerja Karyawan

Kinerja seorang karyawan merupakan hal yang bersifat individual, karena setiap karyawan mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda dalam mengerjakan tugasnya. Pihak manajemen dapat mengukur karyawan atas unjuk kerjanya berdasarkan kinerja dari masing-masing karyawan. Kinerja adalah sebuah aksi, bukan kejadian. Aksi kinerja itu sendiri terdiri dari banyak komponen dan bukan merupakan hasil yang dapat dilihat pada saat itu juga. Pada dasarnya kinerja merupakan sesuatu hal yang bersifat individual, karena setiap karyawan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam mengerjakan tugasnya. Kinerja tergantung pada kombinasi antara kemampuan, usaha, dan kesempatan yang diperoleh. Hal ini berarti bahwa kinerja merupakan hasil kerja karyawan dalam bekerja untuk periode waktu tertentu dan penekanannya pada hasil kerja yang Gaya

kepemimpinan (X)

Kinerja Karyawan (Y)

(3)

31 diselesaikan karyawan dalam periode

waktu tertentu. (Timple, 1993, P.3) Kinerja karyawan merupakan gabungan dari kemampuan, usaha, dan kesempatan yang dapat diukur dari akibat yang dihasilkan, oleh karena itu kinerja bukan hanya menyangkut karakteristik pribadi yang ditunjukan oleh seseorang. Kinerja didefinisikan sebagai perilaku-perilaku atau tindakan-tindakan yang relevan terhadap tercapainya tujuan organisasi (Vande Walle, dkk, 2005 : 842).

Menurut para ahli kinerja dapat di definisikan sebagai berikut:

a. Menurut Bernardin dan Russel (dalam Ruky, 2002 : 15 ) memberikan pengertian atau kinerja sebagai berikut : “performance is defined as the record of outcomes produced on a specified job function or activity during time period”. kinerja adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan selama kurun waktu tetrentu.

b. Menurut Gibson, dkk (2003 : 355), job performance adalah hasil dari pekerjaan yang terkait dengan tujuan organisasi, efisiensi dan kinerja keefektifan kinerja lainnya. Sementara menurut Ilyas (1999 : 99 ), kinerja adalah penampilan hasil kerja personil maupun dalam suatau organisasi. Penampilan hasil karya tidak terbatas kepada personil yang memangku jabatan fungsional maupun struktural tetapi juga kepada keseluruhan jajaran personil di dalam organisasi.

c. Menurut Payaman Simanjuntak (2005 : 1) yang mengemukan kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu. Kinerja perusahaan adalah tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan. Manajemen kinerja adalah keseluruhan kegiatan yang

dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasi, termasuk kinerja masing-masing individu dan kelompok kerja di perusahaan tersebut.

d. Menurut Irawan (2002 : 11), bahwa kinerja (performance) adalah hasil kerja yang bersifat konkret, dapat diamati, dan dapat diukur. Jika kita mengenal tiga macam tujuan, yaitu tujuan organisasi , tujuan unit, dan tujuan pegawai, maka kita juga mengenal tiga macam kinerja, yaitu kinerja organisasi, kinerja unit, dan kinerja pegawai.

III. METODE Obyek Penelitian

Pada penelitian ini yang menjadi objek adalah karyawan hotel Avilla di jalan Diponegoro No.81 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini kuantitatif dan metode penelitian menggunakan teknik analisis regresi, yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metodologi kualitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya. Tujuan dari metodologi ini bukan suatu generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Penelitian kualitatif berfungsi memberikan kategori substantif dan hipotesis penelitian kualitatif.

Variabel penelitian

Berkaitan dengan penelitian ini, digunakan dua variable penelitian, yaitu variabel Dependen dan Independen diuraikan sebagai berikut :

1. Variabel Dependen, yaitu :

Y : Gaya kepemimpinan dapat mempengaruhi kinerja karyawan. 2. Variabel Independen, yaitu :

X : Kinerja karyawan dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan

(4)

32 Hipotesis

Adapun hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

Ho. = Diduga bahwa gaya kepemimpinan

tidak ada pengaruhnya terhadap kinerja karyawan

Ha = Diduga bahwa gaya kepemimpinan ada pengaruhnya terhadap kinerja karyawan.

Teknik Analisis Data Regresi linier Sederhana

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, maka penulis menggunakan analisis regresi dengan rumus sebagai berikut:

Y = a + bX Dimana:

a = Y pintasan (Nilai Y bila X = 0)

b = kemiringan dari garis regresi (kenaikan atau penurunan Y untuk setiap perubahan satuan X) atau koefisien regresi, yang mengukur besarnya pengaruh X terhadap Y kalau X naik 1 unit.

X = Nilai tertentu dari variabel bebas Y = Nilai yang diukur atau dihitung pada variabel tidak bebas.

Uji Parsial ( t )

Uji t ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing- masing variabel independen secara individual (parsial) terhadap variabel dependen. Hasil uji ini pada output SPSS dapat dilihat pada tabel coefficient. Nilai dari uji t dapat dilihat dari p-value (pada kolom signifikan) pada masing-masing variabel independen, jika p-value lebih kecil dari level of significant yang ditentukan atau t-hitung lebih besar dari t-tabel.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : Y = 10.942 + 1.062X, berdasarkan rumus tersebut diatas maka dapat dijelaskan sebagai berikut:

a = 10.942, artinya angka tersebut menunjukkan kinerja karyawan bila penilaian gaya kepemimpinan diabaikan. b =1,062, artinya jika nilai faktor

penilaian gaya kepemimpinan mengalami peningkatan sebesar 1, maka kinerja karyawan akan bertambah sebesar 1,062.

Berdasarkan tabel distribusi t dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 5% dan derajat kinerja (d.f) sebesar 10 (n-1), didapat ttabelsebesar

2,919..Sehingga dari hasil tersebut berdasarkan kriteria pengujian, didapat nilai thitung >ttabel Ini berarti, variabel penilaian kinerja karyawan berpengaruh terhadap variabel gaya kepemimpinan hotel Avilla.

V. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap penilaian pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan hotel Avilla Pangkalan Bun, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

Bahwa secara umum gambaran penilaian pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan hotel Avilla Pangkalan Bun, berada pada kategori baik. Hal ini ditunjukkan dengan jawaban responden yang mayoritas berada pada kategori baik dan cukup baik. Didukung pula dengan adanya hubungan yang signifikan antara penilaian kinerja dengan kepemimpinan yang ditunjukkan oleh nilai t, dimana semakin efektif gaya kepemimpinan maka semakin meningkat pula kinerja yang ditunjukkan karyawan hotel Avilla Pangkalan Bun.

Saran

Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, maka penyusun mengajukan beberapa saran yang dapat dijadikan solusi dari permasalahan dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak karyawan hotel Avilla Pangkalan Bun

(5)

33 dalam menentukan kebijakan organisasi

dimasa yang akan datang.

1. Agar pimpinan hotel Avilla dapat meningkatkan kepemimpinannya mengenai hal yang berkaitan dengan keadaan karyawan sehingga terjadi hubungan yang positif antara atasan dan bawahan, hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan demi suksesan hotel Avilla kemasa depan. Untuk pengembangan ilmu yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia khususnya tentang penilaian pengaruh gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan lebih dikembangkan lagi untuk variabel penelitiannya.

2. Untuk peneliti selanjutnya, sebaiknya mempelajari dan mencari informasi tentang penilaian kinerja bukan hanya dilingkungan hotel Avilla tapi juga hotel yang berkembang seperti hotel Swiss Belinn dan hotel Kecubung juga bisa menjadi bahan penilaian untuk bisa lebih berkembang.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian : Suatu pendekatan Praktik Jakarta : Rineka Cipta, 1997.

Aunnissa, Dema Latumarae, Pengaruh Prilaku Kepemimpinan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada kantor

Departemen Agama Kabupaten Gunung Kidul Skripsi UIN Yogyakarta, 2003.

Badudu J.S dan Zair Sutan Mohammad, Kamus Umum Bahasa Indonesia,Jakarta, Pustaka Sinar Harapan, 1994.

Hidayati, Citra Nur, Analisa Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Hotel Puri Artha Yogyakarta, Skripsi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2003. IG, Wursanto, Manajemen Kepegawaian

I, Yogyakarta : Kanisius, 1990

Keating, Charles J, dan A.M Mangunhardjana, Kepemimpinan, Teori Dan Pengembangan, alih bahasa, Yogyakarta, Penerbit Kanisius, 1986

Madhi, Menjadi Pemimpin Yang Efektif Dan Berpengaruh, Bandung : Syamil Cipta Media, 2004

Toni, Robi, Kepemimpinan Yang Efektif Dalam Organisasi. Artikel Pusdiklat Bea dan Cukai, 2008

Umar, Husein. Resrarch Methods In Finance And Banking, Jakarta : PT Gramedia Utama, 2000

Wirjana, Bernadine R. Dan Susilo Supardo, Kepemimpinan : Dasar-Dasar Dan Pengembangannya. Andi Offset, Yogyakarta 2006

Zainun, Buchari. Manajemen Dan Motivasi, Jakarta, Balai Pustaka, 1984

(6)

Referensi

Dokumen terkait

Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan mujair diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk

Kawasan hutan mangrove di stasiun riset Yayasan Gajah Sumatera (YAGASU) Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan dipilih sebagai tempat penelitian karena

[r]

Peserta pengadaan yail$ keberatan atas penetapan pemenang lelah$ dapat mengajukan sanggahan secara teftulis kepada Panitia Pengadaan Barangflasa Dinas Pekerjaan Umum

Sedangkan pada pusat listrik tenaga air (PLTA) dengan skala energi listrik yang dihasilkan oleh generator adalah skala menengah seperti pada PLTA Saguling di Jawa Barat, dimana

Bintik Matahari ( sunspot) adalah bagian dari permukaan Matahari (fotosfer) yang dipengaruhi oleh aktivitas magnetik hebat yang mengakibatkan terhambatnya konveksi

oleh Bujang Nadi dan Dara Nandung, anak Tan Unggal sendiri, telah berhasil menyelamatkan rakyat Kerajaan Sambas. Pemuka masyarakat juga merasa bersyukur atas perubahan menu

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kemampuan siswa membaca Al-Qur’an materi ayat-ayat tentang akhlak dengan metode Al-Bayan pada siswa kelas X OI SMK Saraswati Kota