UNIVERSITAS INDONESIA
PENGARUH SENAM HAMIL YOGA SELAMA
KEHAMILAN TERHADAP KESIAPAN FISIK DAN
PSIKOLOGIS DALAM MENGHADAPI PERSALINAN
PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
DI RSIA LIMIJATI BANDUNG
Tesis
ELI RUSMITA (0906594942)
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN MATERNITAS
DEPOK
JULI 2011
UNIVERSITAS INDONESIA
PENGARUH SENAM HAMIL YOGA SELAMA
KEHAMILAN TERHADAP KESIAPAN FISIK DAN
PSIKOLOGIS DALAM MENGHADAPI PERSALINAN
PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
DI RSIA LIMIJATI BANDUNG
Tesis
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Keperawatan
ELI RUSMITA (0906594942)
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN MATERNITAS
DEPOK
JULI 2011
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Sebagai sivitas akademik Universitas Indonesia, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Eli Rusmita NPM : 0906594942
Program Studi : Magister Keperawatan Maternitas Departemen : Pascasarjana
Fakultas : Ilmu Keperawatan Jenis Karya : Tesis
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Indonesia Hak Bebas Royalti Noneksklusif (Non-exclusive
Royalty-Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul:
Pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung.
Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti Nonekslusif ini Universitas Indonesia berhak menyimpan, mengalihmedia/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di : Depok Pada tanggal : 5 Juli 201
Yang menyatakan
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS
Tesis ini adalah hasil karya saya sendiri, dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar.
Nama
: Eli Rusmita
NPM
: 0906594942
Tanda tangan
:
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian pada tesis yang berjudul: Pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung.
Penelitian ini diajukan untuk memenuhi syarat mencapai gelar Magister Keperawatan di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan hasil tesis ini mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, untuk itu dengan segala kerendahan hati perkenankan penulis menyanpaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Dr. Dewi Irawati, S.Kp., M.App.Sc, selaku Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
2. Yetti Yuni Nursasi, MN, Selaku ketua program studi Magister Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
3. Krisna Yetti, S.Kp., M.App.Sc, Selaku Koordinator Mata Ajar Tesis di Program Magister Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
4. Dra. Setyowati, S.Kp., M.App.Sc.,PhD, selaku pembimbing I yang dengan penuh kesabaran dan perhatian memberikan masukan kepada penulis.
5. Ir. Yusron Nasution, MKN, selaku pembimbing II yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan kepada penulis.
6. Dr. Kingki, SpOG, dr. widyo, Manajer keperawatan dan Ka Klinik jalan RSIA Limijati Bandung serta mba catur, dewi, bu wati dan lilis yang telah membantu peneliti memberikan ijin dan membantu dalam penelitian.
7. Yang tercinta orang tua dan keluarga besarku yang selalu memberikan dukungan baik materil dan moril demi kelancaran selama mengikuti studi ini. 7. Drs. H. Budiman Z, M.M., Marsekal Pertama TNI, selaku direktur Politeknik
Kesehatan TNI-AU Ciumbuleuit Bandung dan KBPK yang telah memberikan dukungan demi kelancaran selama mengikuti studi ini.
8. Rekan-rekan Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Keperawatan angkatan 2009 dan yang tersayang rekan-rekan Kekhususan Keperawatan Maternitas Universitas Indonesia angkatan 2009 yang telah memberikan semangat dan masukan kepada penulis selama studi.
Akhirnya, semoga bantuan yang telah diberikan dicatat sebagai amal baik oleh Allah SWT, dan semoga tesis ini bermanfaat untuk perkembangan Ilmu Keperawatan.
Depok, Juli 2011 Penulis
ABSTRAK
Nama :Eli Rusmita
Program Studi :Magister Ilmu Keperawatan Kekhususan Keperawatan Maternitas Judul :Pengaruh Senam Hamil Yoga Selama Kehamilan Terhadap Kesiapan
Fisik Dan Psikologis Dalam Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester III Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Limijati Bandung.
Kehamilan trimester III menimbulkan ketidaknyamanan akibat terjadinya perubahan fisik dan psikologis. Perawat maternitas dapat memberikan asuhan keperawatan dengan melakukan senam hamil yoga selama kehamilan yang membantu untuk mempersiapkan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini mempelajari pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung. Desain penelitian kohort retrospective study dengan purposive sampling dan 96 sampel. Mengunakan chi square yang menunjukkan hasil yang signifikan (p=0,014). Hasil penelitian dapat memperkuat asuhan keperawatan ibu hamil. Rekomendasi penelitian terkait manfaat senam hamil yoga dalam kehamilan.
Kata kunci: Senam hamil yoga, ibu hamil trimester III, kesiapan fisik dan psikologis
ABSTRACT
Name : Eli Rusmita
Study Program : Master in nursing program Maternity nursing
Title : The effect of yoga exercise during pregnancy to physical and psychological readiness in facing labor on third trimester in Mother and Child Limijati Hospital Bandung.
The third trimester causes discomfort to physical and psychological changes. Maternity nurse may provide nursing care by deliver yoga pregnancy exercise in order to help the mother to be well prepared facing the labor. This research studied the effect of yoga exercise during pregnancy to physical and psychological readiness in facing labor on third trimester in mother and child Limijati Hospital Bandung. Retrospective cohort study design with purposive sampling and 96 participants. Chi-square results showed a significant result (p=0,014). The results could strengthen the nursing care of pregnant woman. The research recommend that yoga exercise has a benefits to pregnant woman.
Key words: pregnancy yoga exercise, third trimester pregnant women, physical and
psychological readiness 47 literatures
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……….. LEMBAR PERSETUJUAN……… LEMBAR ORIGINALITAS………... ABSTRAK……….. KATA PENGANTAR……… DAFTAR ISI……….. DAFTAR TABEL……….. DAFTAR BAGAN………. DAFTAR LAMPIRAN………... BAB 1: PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang……… 1.2 Rumusan Masalah………. 1.3 Tujuan………. 1.4 Manfaat Penelitian………..BAB 2: TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kehamilan………... 2.2 Program-program Penkes Untuk Persiapan Persalinan………... 2.3 Latihan Senam Hamil Yoga……….. 2.4 Peran Perawat Maternitas dalam PenKes Untuk
Persiapan Persalinan………..….. 2.5 Kerangka Teori……….
BAB 3: KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS DAN DEFINISI 3.1 Kerangka Konsep………... 3.2 Hipotesis………. 3.3 Definisi Operasional……….. Hal i ii iv v vii ix xi xii xiii 1 6 7 8 9 17 20 25 27 28 29 30
BAB 4 : METODE PENELITIAN
4.1 Desain Penelitian……… 4.2 Populasi Dan Sampel………. 4.3 Tempat Penelitian……….. 4.4 Waktu Penelitian……… 4.5 EtikaPenelitian……… 4.6 Alat Pengumpulan Data……….. 4.7 Prosedur Pengumpulan Data………. 4.8 Validitas dan Reliabilitas……… 4.9 Analisis Data………..
BAB 5 : HASIL PENELITIAN
5.1 Uji Homogenitas……….…… 5.2 Analisis Bivariat……….
BAB 6 : PEMBAHASAN
6.1 Interpretasi dan Diskusi Hasil…………..………… 6.2 Keterbatasan Penelitian………. 6.3 Implikasi Untuk Bidang Keperawatan……….
BAB 7 : KESIMPILAN DAN SARAN
7.1 Kesimpulan………..…………..……... 7.2 Saran……….. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN 33 33 35 35 36 37 38 39 40 43 46 51 58 59 61 61
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Masalah kematian dan kesakitan ibu di Indonesia masih merupakan masalah besar. Namun dengan berbagai upaya yang berkesinambungan dan kerja keras bersama, angka kematian ibu (AKI) mengalami penurunan yang cukup bermakna. Salah satu upaya yang telah dilakukan sesuai dengan target Millenium
Development Goals (MDGs) pada tujuan ke-5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu
dimana target yang akan dicapai sampai tahun 2015 adalah mengurangi sampai 3/4 resiko jumlah kematian ibu. Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) dari waktu ke waktu menunjukkan penurunan. AKI di Indonesia telah menurun dari 307 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2003 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (Depkes, 2009).
Perkembangan tersebut cukup menggembirakan walaupun masih menghadapi beberapa kenyataan yang cukup memprihatinkan dimana AKI di Indonesia masih yang tertinggi di wilayah Asia Tenggara. Penurunan AKI di Indonesia termasuk lambat bila dibandingkan dengan Thailand yang berhasil menurunkan AKI dari 400 per 100.000 kelahiran hidup menjadi 80 per 100.000 kelahiran hidup dalam kurun waktu 24 tahun. Sedangkan target MDGs pada tahun 2015 yaitu AKI turun menjadi 112 per 100.000 kelahiran hidup (Kementrian perencenaan pembangunan nasional, 2010).
Hal tersebut terjadi pula di derah Jawa Barat yang terlihat masih tingginya AKI berdasarkan data yang tercatat oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) propinsi Jawa Barat tahun 2011, yaitu dari 100.000 penduduk Jawa Barat tercatat 288 ibu yang melahirkan meninggal dunia dan AKI di kota Bandung tahun 2009 sebesar 25 kematian yang terjadi pada masa kehamilan sebesar 7 orang, saat persalinan sebesar 8 orang dan masa nifas 10 orang.
Penyebab kematian ibu tersebut karena kehamilan atau persalinan yang disebabkan oleh aspek medis, sosial, budaya dan agama. Salah satu aspek medis
tersebut yaitu persalinan dengan komplikasi. Komplikasi dalam kehamilan seperti kehamilan ektopik, hyperemisis gravidarum, abortus, eklampsia, plasenta previa yang sangat mengancam nyawa ibu hamil. Dalam mengatasi penyebab masalah tersebut diperlukan pendekatan yang berkualitas yang di mulai sejak perencanaan kehamilan dan selama masa kehamilan.
Selama masa kehamilan ibu hamil mengalami perubahan fisik dan psikologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan terutama pada trimester III seperti dispnea, insomnia, gingivitis dan epulsi, sering buang air kecil, tekanan dan tidaknyamanan pada perineum, nyeri punggung, konstipasi, varises, mudah lelah, kontraksi braxton hicks, kram kaki, edema pergelangan kaki (non pitting) dan perubahan mood serta peningkatan kecemasan (Bobak, Lowdermilk & Jensen, 2004; Perry, et al, 2010).
Pada umumnya wanita yang sedang hamil takut menghadapi proses persalinan karena rasa sakit yang menimbulkan rasa takut dan cemas. Hal ini dapat menimbulkan ketegangan jiwa dan fisik yang akan mengakibatkan kakunya otot-otot dan persendian yang tidak wajar. Stres atau kecemasan tersebut terkait dengan berbagai hasil kehamilan, rasa sakit dan keluhan somatik lain yang sering terjadi dengan gangguan mood pada ibu hamil. Menurut hasil penelitian sekitar 70% dari ibu hamil mengalami sakit pinggang Low Back Pain (LBP) yang mungkin dimulai sejak awal trimester, puncak kejadian LBP terjadi pada trimester II dan III kehamilan, dan intensitas nyeri memburuk dengan kehamilan berisiko (Amy, et al. 2009).
Gangguan psikologis pada ibu hamil juga dapat berpengaruh buruk terhadap perkembangan janin. Pada ibu hamil yang mengalami stress yang berkepanjangan dapat menimbulkan hambatan perkembangan pada janin termasuk gangguan emosi setelah kelahiran, bila stress pada ibu tidak tertangani dengan baik meskipun dengan asupan nutrisi yang baik. Gangguan psikologis tersebut dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi dalam persalinan sehingga diperlukan pencegahan dengan beberapa metode untuk meringankan dan mempersiapkan ibu dalam menjaga kehamilan dan proses
persalinannya. Pencegahan komplikasi persalinan bertujuan untuk membuat ibu dan bayi baru lahir dapat memperoleh derajat kesehatan yang tinggi dan terhindar berbagai ancaman atau fungsi reproduksi.
Tujuan tersebut dapat dicapai melalui kemitraan lintas program dan sektor, pemerintah dan masyarakat, serta publik dan swasta untuk memobilisasi potensi dan sumberdaya kesehatan yang ada, upaya pemberdayaan keluarga terutama tentang budaya hidup sehat dan mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan dan persalinan, serta peran dan kepedulian masyarakat dalam pendanaan persalinan, merujuk tepat waktu, penyediaan sarana transportasi, dan utilisasi fasilitas kesehatan yang mampu menangani komplikasi secara adekuat dan tuntas (Depkes, 2010).
Pelayanan kesehatan tersebut dapat diberikan oleh perawat maternitas yang berperan sebagai advokat dan pendidik bagi ibu hamil dan keluarga yang mempunyai tanggung jawab untuk memfasilitasi klien dalam memperoleh informasi terkait perawatan kehamilan dan persalinan. Informasi yang diberikan dalam bentuk pendidikan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan klien dalam mempersiapkan kesiapan ibu baik fisik maupun psikologis dalam menghadapi persalinan. Kegiatan tersebut termasuk dalam standar praktek keperawatan yang merupakan bentuk tanggung jawab perawat terhadap ibu hamil dan klien.
Salah satu intervensi keperawatan yang dilakukan adalah latihan fisik, sebab berpengaruh positif terhadap janin, kehamilan, berat lahir, dan kesehatan maternal serta mengurangi komplikasi persalinan seperti persalinan yang lama dan menurunkan tingkat nyeri. Alternatif terapi yang dibutuhkan dalam kehamilan menurut Perry, et al. (2010) adalah pemijatan dan terapi energi seperti massage, acupressure, therapeutic touch dan healing touch dan
mind-body healing seperti imagery, meditasi/yoga, berdo’a, refleksi, biofeedback.
Latihan fisik yang dapat dilakukan selama masa kehamilan salah satunya adalah senam hamil. Senam hamil memiliki beberapa metode latihan salah
satunya adalah dengan pendekatan metode latihan yoga yang sangat baik untuk ibu hamil sebab dapat meringankan pegal-pegal dan meredam emosi yang tidak stabil (Krisnadi, 2010).
Berlatih senam hamil yoga pada masa ini merupakan salah satu solusi self help yang menunjang proses kehamilan, kelahiran dan bahkan pengasuhan anak yang dapat dilakukan dalam kelas antenatal, yang merupakan sarana untuk belajar kelompok tentang kesehatan ibu hamil, dalam bentuk tatap muka yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir (Depkes, 2010).
Kelas antenatal ini mengarahkan dan memantau latihan secara professional sehingga setiap ibu hamil yang melakukan latihan dapat terpantau dengan baik. Dalam kelas antenatal ini latihan senam hamil yoga dipimpin oleh instruktur yang berpengalaman dengan gerakan-gerakan yang sangat bermanfaat selama kehamilan dan proses kelahiran serta kesehatan anak. Senam hamil yoga bagi kehamilan memfokuskan perhatian pada ritme nafas, mengutamakan kenyamanan serta keamanan dalam berlatih sehingga memberikan banyak manfaat (Krisnandi, 2010).
Yoga adalah sejenis olah tubuh, pikiran dan mental yang sangat membantu ibu hamil melenturkan persendian dan menenangkan pikiran terutama dalam trimester III. Senam hamil yoga memiliki lima cara yaitu latihan fisik yoga, pernafasan (pranayama), positions (mudra), meditasi dan deep relaksasi yang dapat digunakan untuk mendapatkan manfaat selama kehamilan yang dapat membantu kelancaran dalam kehamilan dan kelahiran anak secara alami dan dapat membantu dalam memastikan bayi yang sehat (Indiarti, 2009).
Senam hamil yoga selama kehamilan dapat meningkatkan berat lahir dan mengurangi kejadian prematur dan komplikasi persalinan menurut Narendran (2009) dari Vivekananda Yoga Research Foundation di Bangalore, dan rekannya mempelajari 169 ibu hamil yang dilatih dalam pendekatan terintegrasi untuk yoga dan dalam 166 kelompok kontrol yang menerima
perawatan kehamilan secara rutin dengan memberikan pelatihan yoga termasuk latihan berbagai teknik postur ("asana"), relaksasi, latihan pernapasan dalam ("pranayama"), dan meditasi, yang dilakukan selama 1 jam setiap hari. 14% kelahiran yang prematur pada kelompok yoga dibandingkan dengan 29% kelompok kontrol. Selain itu dalam suatu hasil penelitian menunjukkan bahwa yoga dan meditasi dapat mengurangi stress psikologis dan cedera fisik selama masa kehamilan dan persalinan, termasuk kecemasan dan rasa sakit (Rosenzweig, et al. 2003; Williams, et al. 2001; Michalsen, 2005; Woolery, et al. 2004; Williams, et al. 2005 dalam Amy, et al. 2009; Susan, Justine, and David, 2008).
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang penulis lakukan di daerah Bandung dan sekitarnya kelas prenatal yang di kelola secara professional hanya terdapat di beberapa rumah sakit dalam upaya mempersiapkan persalinan dengan memberikan pengetahuan dan latihan seperti senam hamil dengan pendekatan senam hamil yoga. Senam hamil yoga dapat dilakukan di rumah sakit ibu dan anak atau rumah bersalin, sanggar atau studio senam dan dirumah. Rumah sakit ibu dan anak Limijati Bandung adalah salah satu rumah sakit swasta yang memiliki kelas prenatal dan program senam hamil yoga.
Pada saat studi pendahuluan di rumah sakit ibu dan anak Limijati Bandung terdapat tiga orang ibu hamil trimester III yang mengikuti senam hamil yoga secara teratur menurut program yaitu dua kali dalam satu minggu dan keseluruhan ibu tersebut mengatakan senam hamil yoga bermanfaat dalam mengatasi keluhan yang dirasakan selama hamil seperti pegal-pegal, cemas dan sulit tidur sehingga dirasakan lebih rileks. Namun program ini kurang diminati oleh ibu-ibu hamil dengan terlihat sedikitnya ibu-ibu hamil yang terdaftar dan mengikuti program antenatal ini.
Sedangkan manfaat dari senam hamil yoga secara teratur dari berbagai penelitian yang didapat sangat membantu dalam menjaga kesehatan dan kelancaran proses persalinan dan nifas sebab senam hamil yoga akan membuat tubuh menjadi lentur terutama pada otot-otot jalan lahir. Kelenturan otot ini
sangat diperlukan karena saat menghadapi persalinan ibu biasanya dilanda kecemasan dan panik. Selanjutnya, keadaan ini membuat otot menjadi tegang, menurut Bobak, Jensen & Lowdermilk (2005), beberapa ibu hamil mengalami ketakutan dalam proses persalinan dan merasa ketidaknyamanan menghadapi hari-hari menjelang persalinan dan ibu sudah mulai menyiapkan pakaian, dan tempat untuk bayi serta merencanakan tempat perawatanya.
Berdasarkan fenomena tersebut penulis ingin mengetahui lebih mendalam tentang pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Bandung.
1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan data dari beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa selama masa kehamilan trimester III ibu hamil mengalami ketidaknyamanan seperti Dispnea, insomnia, gingivitis dan epulsi, sering buang air kecil, tekanan dan tidaknyamanan pada perineum, nyeri punggung, konstipasi, varises, mudah lelah, kontraksi braxton hicks, kram kaki (Bobak, Lowdermilk, Jensen, 2004).
Selama trimester III bila seorang ibu hamil mengalami kecemasan dan nyeri yang ekstrim dapat berdampak buruk terhadap ibu dan janin sehingga di perlukan berbagai upaya untuk mencegah hal tersebut seperti senam hamil yoga. Senam hamil yoga bermanfaat meningkatkan aliran darah dan nutrisi janin secara adequat serta berpengaruh juga pada organ reproduksi dan panggul ibu untuk mempersiapkan kelahiran anak secara alami (Chopra & Simon, 2004; Stoppard, 2008; Siska, 2009).
Selain itu senam hamil yoga selama hamil dapat meringankan edema dan kram yang sering terjadi pada bulan-bulan terakhir kehamilan, membantu posisi bayi dan pergerakan, meningkatkan sistem pencernaan dan nafsu makan, meningkatkan energi dan memperlambat metabolisme untuk memulihkan ketenangan dan fokus, mengurangi rasa mual, morning sickness dan suasana hati, meredakan ketegangan di sekitar leher rahim dan jalan lahir, berfokus pada membuka pelvis untuk mempermudah kelahiran, membantu dalam perawatan
pasca kelahiran dengan mempercepat proses involusi uteri, perut dan dasar panggul, membantu mengurangi ketegangan dan ketidaknyamanan payudara (Chopra & Simon, 2004; Stoppard, 2008; Siska, 2009).
Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan karakteristik bahaya psikologis selama kehamilan yang termasuk kecemasan, gangguan konsentrasi, penurunan fungsi kekebalan, mekanisme koping yang rendah, ketegangan otot, dan keluhan somatik. Selama kehamilan, stres telah dikaitkan dengan penggunaan alkohol, merokok, cuti sakit yang lama (Amy, et al. 2009).
Berdasarkan hal tersebut, maka rumusan pertanyaan penelitian pada studi ini adalah “Bagaimana pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung?”
1.3 Tujuan penelitian
1.3.1 Tujuan umum
Tujuan umum dari penelitian ini adalah diidentifikasinya pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung.
1.3.2 Tujuan khusus
1.3.2.1 Diidentifikasinya gambaran umur, paritas, pendidikan dan pekerjaan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung.
1.3.2.2 Diidentifikasinya gambara kesiapan fisik dan psikologis pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung
1.3.2.3 Diidentifikasinya hubungan antara karakteristik umur, paritas, pendidikan dan pekerjaan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung.
1.3.2.4 Diidentifikasinya hubungan antara senam hamil yoga terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung.
1.4 Manfaat penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam pengembangan pelayanan keperawatan maternitas. Manfaat penelitian ini meliputi:
1.4.1.1 Masyarakat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada bu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung.
1.4.1.2 Institusi pelayanan keperawatan
Hasil penelitian ini, diharapkan ini dapat memberikan gambaran tentang pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III sehingga dapat dijadikan acuan dalam merencanakan asuhan keperawatan yang akan diberikan kepada klien selama kehamilan.
1.4.1.3 Perkembangan riset keperawatan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar pengembangan riset keperawatan selanjutnya.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini diuraikan beberapa konsep dan teori, hasil penelitian terkait dengan penelitian tentang senam hamil yoga selama kehamilan
2.1 Kehamilan
2.1.1 Definisi
Seseorang perempuan dikatakan hamil secara normal apabila di dalam rahimnya bertumbuh kembang manusia baru, kehamilan dapat pula terjadi di luar rahim (kehamilan diluar kandungan atau kehamilan ektopik) dan pada kondisi yang sangat jarang terjadi dapat bertahan hingga cukup besar (Progestian, 2010).
Kehamilan adalah proses pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan sejak konsepsi sampai umur 40 minggu (kelahiran) (Winkjosastro, 2005). Kehamilan merupakan peristiwa normal dalam siklus kehidupan perempuan dan seringkali mengganggap bahwa kehamilan sebagai simbol dari feminitas seorang perempuan. Kehamilan merupakan suatu peristiwa yang penting dalam kehidupan seorang perempuan dan keluarganya. Kehamilan melibatkan seluruh anggota keluarga karena konsepsi merupakan awal bukan saja bagi janin yang sedang berkembang tetapi juga bagi keluarga yaitu dengan hadirnya seorang anggota keluarga baru dan terjadinya perubahan-perubahan hubungan dalam keluarga (Bobak, Jensen & Lowdermilk, 2004).
2.1.2 Periode kehamilan
Kehamilan terbagi menjadi 3 periode yang disebut trimester I pada minggu 1-13, dimana pada masa ini merupakan masa perkembangan dan pembentukan organ. Trimester II pada minggu 14-26 yang merupakan tahap perkembangan dan pertumbuhan lanjutan dan trimester III pada minggu 28 sampai dengan persalinan (38-40 minggu) yang merupakan masa tumbuh kembang dan persiapan kelahiran karena pada awal masa ini janin telah dapat hidup di
dunia luar dengan atau tanpa bantuan medis (Ferry, et al. 2010; Perry, et al. 2010).
2.1.3 Perubahan sistem tubuh selama masa kehamilan
Pada masa kehamilan terjadi perubahan pada tubuh yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu hamil. Kebanyakan dari perasaan ketidaknyamanan tersebut berhubungan dengan perubahan anatomi dan fisiologis yang berhubungan dengan aspek emosi dalam masa kehamilan (Walsh, 2008).
Sistem tubuh yang mengalami banyak perubahan adalah sistem reproduksi. Sedangkan perubahan psikologis yang terjadi pada ibu hamil diawali disaat seorang wanita mengetahui bahwa dirinya telah hamil. Pada periode ini ibu hamil merasakan kegembiraan tertentu karena telah menyesuaikan diri dengan rencana pembentukan hidup baru. Akan tetapi tidak semua ibu hamil mengalami perasaan yang sama, ada beberapa ibu yang mengalami ketidaknyamanan sampai syok. Hal ini terjadi terutama pada ibu hamil yang kurang siap dalam menghadapi masa-masa kritis dalam masa kehamilan (Bobak, Jensen & Lowdermilk, 2005).
Kehamilan merupakan masa transisi bagi wanita, karena terdapat banyak perubahan-perubahan yang terjadi baik fisik maupun psikologis (Bobak, 2004).
2.1.3.1 Sistem reproduksi dan payudara
Pembesaran uterus pada awal kehamilan disebabkan oleh pengaruh hormon estrogen dan progesteron. Pada wanita yang tidak hamil uterus merupakan organ padat dan saat kehamilan uterus berubah menjadi suatu rongga berdinding otot yang relatif tipis. Minggu pertama kehamilan bentuk uterus seperti buah pir dan berangsur-angsur menjadi ovoid pada bulan ke-3. Pada trimester I ibu mulai merasakan kontraksi-kontraksi yang tidak teratur dan biasanya tidak terasa sakit. Serviks mengalami perubahan warna menjadi kebiruan dan pelunakan pada serviks merupakan tanda fisik dini kehamilan (goodle sign) yang diakibatkan peningkatan vaskularisasi.
Vagina dan vulva mengalami peningkatan vaskularisasi dan hyperemia pada otot-otot vulva menyebabkan kebiruan pada vagina (chadwick sign). Peningkatan ketebalan mukosa, hipertropi otot-otot polos mengakibatkan bertambah panjangnya dinding vagina. Ph vagina bersifat asam berkisar antara 3-5,6.
Payudara terasa nyeri dan sakit karena bertambah besar akibat hipertropi
alveoli mammae. Putting menjadi jauh lebih besar dan terlihat adanya hyperpigmentasi karena terjadi peningkatan hormon kehamilan yang
menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan untuk mempersiapkan pemberian nutrisi pada jaringan payudara sebagai persiapan menyusui. Putting dan sekitarnya semakin berwarna gelap dan besar. Bintik-bintik kecil timbul disekitar putting sebagai kelenjar kulit akibat perubahan hormon selama kehamilan.
2.1.3.2 Sistem kardiovaskuler
Penurunan darah arterial, tahanan vaskuler dan peningkatan metabolisme darah mempengaruhi cardiac output. Keluhan pusing yang sering terjadi selama kehamilan trimester II, karena rahim membesar dapat menekan pembuluh darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah menurun dan tampak sedikit pembengkakan pada wajah dan terutama terlihat pada kaki bagian bawah dan pergelangan kaki.
Varises akibat peningkatan volume darah dan alirannya selama kehamilan dapat menekan daerah panggul dan vena di kaki yang mengakibatkan vena menonjol dan dapat juga terjadi di daerah vulva vagina. Pada akhir kehamilan, kepala bayi dapat menekan vena daerah panggul yang dapat memperburuk varises. Kram pada kaki timbul karena sirkulasi darah yang menurun, atau karena kekurangan kalsium.
2.1.3.3 Sistem respirasi
Sistem respirasi tidak terganggu oleh kehamilan, meskipun frekuensi pernafasan mengalami peningkatan untuk metabolisme. Tetapi tidak mempengaruhi compliance paru. Perubahan hormonal yang mempengaruhi
aliran darah ke paru-paru pada kehamilan 33-36 minggu beberapa ibu hamil merasa susah bernapas.
Hal ini didukung oleh adanya tekanan rahim yang membesar yang berada di bawah diafragma. Setelah kepala bayi turun kerongga panggul biasanya 2-3 minggu sebelum persalinan pada ibu yang baru pertama kali hamil akan merasakan lega dan bernapas lebih mudah, dan rasa panas diperut biasanya juga ikut hilang, karena berkurangnya tekanan bagian tubuh bayi dibawah diafragma.
2.1.3.4 Sistem perkemihan
Ginjal sedikit lebih besar selama kehamilan dan akan mengalami peningkatan kecepatan filtrasi glomerulus. Penyebabnya belum diketahui, keluhan sering buang air kecil yang terjadi pada awal kehamilan, dikarenakan rahim yang membesar dan menekan kandung kencing yang dapat menghilang pada trimester II dan dapat muncul kembali pada akhir kehamilan.
2.1.3.5 Sistem integumen
Timbulnya kloasma gravidarum merupakan keluhan yang sering terjadi sejak akhir bulan kedua. Perubahan pigmen tersebut akibat melanocyt stimulating
hormone (MSH) yang merupakan perangsangan estrogen dan progesteron.
Perubahan kulit timbul pada trimester II dan III karena melanoscyt yang menyebabkan warna kulit lebih gelap. Strecth mark terjadi karena peregangan kulit yang berlebihan, biasanya pada paha atas dan payudara akibat peregangan kulit ini dapat menimbulkan rasa gatal. Strecth mark tidak dapat dicegah, tetapi dapat diobati setelah persalinan.
2.1.3.6 Sistem gastrointestinal
Tonus dan gerakan traktus gastrointestinal berkurang karena perpanjangan waktu pengosongan lambung akibat pengaruh dari hormon progesteron.
Pyrosis (nyeri epigastrium) sangat lazim terjadi dalam kehamilan karena refluk sekresi asam lambung ke esophagus. Gusi mengalami hyperemia dan
melunak sehingga mudah berdarah bila mengalami trauma ringan bahkan saat menggosok gigi.
Morning sickness, mual dan muntah. Hampir 50% ibu hamil mengalami mual
yang biasanya mual dimulai sejak awal kehamilan dan ada kalanya juga dapat terjadi setiap saat. Mual ini biasanya dapat berakhir pada 14 mingggu kehamilan dan pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan trimester II dan III. Pola makan yang berubah, perasaan tegang dan depresi yang dapat menyebabkan sakit kepala serta dapat juga terjadinya kram perut saat trimester awal kehamilan, hal tersebut masih dapat dikatakan normal karena adanya perubahan hormonal dan pertumbuhan serta pembesaran dari rahim dimana otot dan ligamen yang merenggang untuk menyokong rahim (Wylie, 2005).
Adanya rasa panas di perut karena meningkatnya tekanan akibat rahim yang membesar dan juga pengaruh hormonal yang menyebabkan relaksasi otot saluran cerna sehingga mendorong asam lambung kearah atas. Selain itu sering timbul pula sakit perut bagian bawah pada kehamilan 18-24 minggu seperti ditusuk atau tertarik ke satu atau dua sisi karena perenggangan ligamentum dan otot untuk menahan rahim yang semakin membesar. Nyeri ini hanya terjadi beberapa menit dan bersifat tidak menetap.
Pada trimester III, braxton-hicks atau kontraksi palsu ini berupa rasa sakit di bagian perut yang ringan, tidak teratur, dan hilang bila ibu hamil duduk atau istirahat. Sendawa dan buang angin sering juga timbul pada masa kehamilan akibat adanya perenggangan usus selama kehamilan. Akibat dari hal tersebut menyebabkan perut ibu hamil terasa kembung dan ketidaknyamanan.
Keluhan konstipasi sering juga dialami selama awal kehamilan dan akhir semester III, karena tekanan rahim yang membesar kearah usus dan peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus bekerja kurang efisien.
2.1.3.7 Sistem muskuloskeletal
Sikap tubuh lordosis merupakan keadaan yang khas karena kompensasi posisi uterus yang membesar dan menggeser daya berat ke belakang lebih tampak pada masa trimester III yang menyebabkan rasa sakit bagian tubuh belakang
karena meningkatnya beban berat dari bayi dalam kandungan yang dapat memengaruhi postur tubuh. Bayi yang semakin membesar selama kehamilan meningkatkan tekanan pada daerah kaki dan pergelangan kaki ibu hamil dan dapat mengakibatkan edema pada tangan yang disebabkan oleh perubahan hormonal akibat retensi cairan.
2.1.3.8 Sistem endokrin
Perubahan sistem endoktrin pada kehamilan meliputi Hormon chorionic
gonodotropin (HCG), progesteron, estrogen, prolaktin, oksitoksin, tiroksin,
insulin, kortisol dan aldostron (Wong & Perry, 2002). HCG, progestron dan estrogen merupakan hormon yang paling berpengaruh untuk berlangsungnya kehamilan. Sekresi hormon estrogen menyebabkan pembesaran uterus. Pembesaran payudara dan merelaksasikan ligamentum pelvis sehingga menjadi lentur dan elastis. Perubahan ini dapat mempermudah janin melewati jalan lahir.
2.1.4 Perubahan fisik trimester III kehamilan
Trimester III kehamilan dimulai dari usia hamil 25 minggu sampai dengan kelahiran. Selama periode ini banyak hal-hal yang kurang nyaman sejak dari trimester II kehamilan yang tetap berlanjut. Akibat pertumbuhan janin, maka organ sekitarnya mendapat tekanan sehingga memperburuk keadaan serta menimbulkan keluhan baru. Sementara itu ukuran janin dan posisinya tekadang membuat ibu hamil merasa tidak nyaman dan susah tidur, ditambah lagi dengan lelah akibat bertambahnya berat dan besarnya kehamilan sampai dengan bayi dilahirkan.
Perubahan-perubahan yang sering ditemukan pada trimester III kehamilan yaitu pembesaran perut sesuai dengan tuanya kehamilan, hearburn atau disebut juga nyeri perut kiri atas sering dialami oleh ibu hamil akibat pertumbuhan janin, rahim mendorong lambung. Bengkak atau edema akibat tubuh menghasilkan dan menyimpan cairan tambahan selama hamil, akibatnya banyak bumil yang mengalami bengkak, terutama di akhir kehamilan. Bengkak sering timbul di kaki, tumit, dan wajah akibat dari penekanan pembesaran uterus pada pembuluh vena mengakibatkan darah
balik dari bagian bawah tubuh. Jika pembengakakan terjadi dengan cepat serta berlebihan ini mungkin merupakan tanda pre-eklampsia.
Pembesaran payudara diakhir kehamilan payudara semakin membesar guna mempersiapkan proses menyusui. Nyeri dan sakit akibat lain dari pembesaran rahim adalah nyeri di bagian perut, selangkangan dan paha. Tekanan kepala bayi, penambahan berat badan, dan longgarnya sendi akibat hormon juga dapat menyebabkan sakit pinggang dan tulang-tulang panggul.
Varises pembuluh vena diakibatkan adanya tekanan pembuluh vena besar yang terletak dibelakang uterus, darah balik dari tubuh bagian bawah terhambat dan menyebabkan peningkatan tekanan pembuluh vena, akibatnya muncul varises. Vena membesar dan terasa nyeri. Lokasi tersering munculnya adalah betis, paha dan vagina.
Hemoroid akibat adanya tekanan kepala terhadap vena di rektum. Konstipasi berkontribusi dalam menimbulkan pecahnya hemorid sehingga menimbulkan perdarahan. Susah bernafas yang sering dikeluhkan ibu hamil akibat pembesaran uterus yang menghalangi pengembangan paru-paru secara maksimal. Sehingga ibu hamil dianjurkan untuk manarik nafas dalam dan lama. Keringat meningkat akibat peningkatan produksi keringat yang disebabkan oleh meningkatnya metabolisme tubuh ibu hamil.
Stretch mark dan perubahan warna kulit yaitu adanya garis-garis parut
berwarna merah, pink atau keunguan atau kehitaman bisa muncul diperut, paha, bokong da payudara dan adanya perubahan warna kulit yang menjadi lebih gelap seperti daerah puting yang menghitam, adanya linea nigra.
2.1.5 Perubahan psikologis pada trimester III kehamilan
Perubahan psikologis pada trimester III kehamilan timbul akibat rasa tidaknyamanan fisik, merasa dirinya jelek, aneh, dan tidak menarik, merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu, takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan, khawatir akan keselamatannya, khawatir bayi akan dilahirkan dalam keadaan tidak normal,
bermimpi yang mencerminkan perhatian dan kekhawatirannya, merasa sedih karena akan terpisah dari bayinya, merasa kehilangan perhatian, perasaan mudah terluka (sensitif), libido menurun. Rasa cemas dapat timbul akibat kekhawatiran akan proses kelahiran yang aman untuk dirinya dan anaknya (Bobak, Lowdermilk, Jensen, 2004).
Dari aspek emosional pada kehamilan umumnya seorang ibu mempunyai perasaan ambivalen pada awal kehamilannya, perasaan tidak percaya diri, serta perasaan stres dan cemas berhubungan dengan proses perubahan fisik dan psikologis. Perubahan mood yang paling sering selama kehamilan yaitu cemas dan depresi (Michalsen, et al. 2005). Beberapa perubahan psikologis kehamilan bersifat mendasar bagi ibu hamil tentang dirinya dan persiapan untuk aktivitas barunya sebagai seorang ibu dengan berbagai perubahan pada tubuhnya (Walsh, 2008).
Ibu hamil pertama tidak jarang memiliki pikiran yang mengganggu, sebagai pengembangan reaksi kecemasan terhadap cerita yang diperolehnya. semua orang selalu mengatakan bahwa melahirkan itu sakit sekali. Oleh karena itu, muncul ketakutan-ketakutan pada ibu hamil pertama yang belum memiliki pengalaman bersalin. Adanya pikiran-pikiran seperti melahirkan yang akan selalu diikuti dengan nyeri kemudian akan menyebabkan peningkatan kerja sistem syaraf simpatetik.
Akibatnya, sistem syaraf otonom mengaktifkan kelenjar adrenal yang mempengaruhi sistem pada hormon epinefrin. Hormon yang juga dikenal sebagai hormon adrenalin ini memberi tenaga pada individu serta mempersiapkan secara fisik dan psikis. Adanya peningkatan hormon adrenalin dan noradrenalin atau epinefrin dan norepinefrin menimbulkan disregulasi biokimia tubuh, sehingga muncul ketegangan fisik pada diri ibu hamil. Dampak dari proses fisiologis ini dapat timbul pada perilaku sehari-hari. Ibu hamil menjadi mudah marah atau tersinggung, gelisah, tidak mampu memusatkan perhatian, ragu-ragu, bahkan kemungkinan ingin lari dari kenyataan hidup.
Tingkat keberhasilan mengatasi krisis tersebut selama masa kehamilan tergantung pada kemampuan ibu hamil dalam menerima realita kehamilan, kemampuan menerima perubahan, keberhasilan atau kegagalan yang pernah dialami dalam kehamilan sebelumnya dan kemampuan ibu untuk mengunakan sumber-sumber dukungan yang ada, sebab ibu hamil lebih banyak berfokus pada diri sendiri akibat perasaan ketidaknyamanan, perasaan mual, muntah, letih dan adanya penurunan keinginan seksual (Bobak, Jensen & Lowdermilk, 2005).
2.2 Program-program pendidikan kesehatan untuk persiapan persalinan
Pengetahuan ibu hamil, suami dan keluarga dapat ditingkatkan dengan pemberian pendidikan perawatan ibu hamil selama masa kehamilan dan dalam mempersiapkan persalinan, serta untuk menurunkan kecemasan dan ketakutan ibu hamil dalam menghadapi persalinan (Lodewig, et al. 2002).
Perawat memiliki peran penting untuk mengupayakan metode nonfarmakologi sesuai dengan kewenangan dalam membantu ibu beradaptasi terhadap permasalah yang dirasakan selama masa kehamilan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi persalinan. Metode nonfarmakologi dapat diberikan oleh perawat maternitas pada ibu dan pasanganya dalam kelas-kelas persiapan untuk mengatasi rasa ketidaknyamanan selama masa hamil dan persalinan. Perawat dapat mengajarkan berbagai bentuk metode dalam upaya meringankan keluhan tanpa mempertimbangkan apakah ibu dan pasanganya pernah mengikuti persiapan, pernah membaca buku atau majalah tentang teknik tersebut (Bobak, Lowdermilk & Jensen, 2004).
Intervensi keperawatan yang dilakukan dalam mengatasi ketidaknyamanan selama kehamilan dan persiapan persalinan melalui metode farmakologi dan nonfarmakologi. Metode nonfarmakologi untuk menurunkan ketidaknyamanan yang dapat dilakukan oleh perawat antara lain dengan relaksasi, teknik pernafasan, fokus perhatian, latihan fisik, musik, dukungan dan informasi, stimulasi cuteneus, massage, acupressure, acupunctur dan TENS (transcutaneus electrical nerve stimulation) (Yerbi, 2000).
Beberapa metode lain yang bisa dilakukan antara lain metode dick-read, metode lamase, metode breadley, effleurage dan tekanan sacrum, hidroterapi
jet, kompres hangat atau dingin, hypnosis, yoga, biofeedback, imagery,
visualisasi dan aromateraphi (Bobak, Lowdermilk & Jensen, 2004). Sedangkan alternatif terapi yang dibutuhkan dalam kehamilan adalah pemijatan dan terapi energi seperti massage, acupressure, therapeutic touch dan healing touch dan mind-body healing seperti imagery, meditasi/yoga, berdo’a, refleksi, biofeedback (Perry, et al. 2010).
Pelayanan kesehatan tersebut dapat diberikan oleh perawat maternitas yang berperan sebagai advokat dan pendidik bagi ibu hamil dan keluarga yang mempunyai tanggung jawab untuk memfasilitasi klien dalam memperoleh informasi terkait perawatan kehamilan dan persalinan. Informasi yang diberikan dalam bentuk pendidikan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan klien dalam kesiapan ibu menghadapi persalinan. Kegiatan tersebut termasuk dalam standar praktek keperawatan dan merupakan bentuk tanggung jawab perawat terhadap ibu hamil dan klien.
Beberapa metode yang biasa diajarkan dalam kelas persiapan persalinan yaitu metode dick-read, lamaze dan breadley. Metode dick-read ini mengajarkan teknik menganti rasa sakit tentang hal yang tidak diketahui melalui penekanan dan keyakinan dengan pemberian informasi tentang persalinan, nutrisi, hygine dan mengajarkan tentang latihan fisik persiapan persalinan, relaksasi dan pola nafas. Metode lamaze adalah metode profilaksis mengajarkan ibu yang bersalin untuk berespon terhadap kontraksi rahim buatan dengan mengendalikan reaksi otot dan pernafasan ibu memusatkan perhatian pada titik tertentu agar persepsi syaraf terisi oleh stimulus lain. Metode breadly menekankan perhatian pada faktor lingkungan yang nyaman saat ibu bersalin, juga dianjarkan teknik kontrol pernafasan, pernafasan perut dan relaksasi seluruh tubuh di dalam ruangan yang gelap sendiri dan suasana tenang (Pillitteri, 2003).
Adapun hal-hal yang diberikan pada pendidikan perawatan ibu hamil dalam mempersiapkan persalinan menurut Lodewig, et al. (2002) dan Perry, et al. (2010) adalah yang berkaitan dengan perubahan-perubahan fisik dan emosi yang terjadi pada kehamilan trimester III dan masa postpartum, perubahan kebutuhan seksualitas, ketidaknyamanan kehamilan (seperti peningkatan frekuensi buang air kecil, sesak, kelelahan), tanda-tanda persalinan dan komplikasi kehamilan dan persalinan, nutrisi, aktifitas dan istirahat, pengunaan obat-obatan, perubahan janin, persiapan laktasi, sistem dukungan (keluarga, masyarakat dan tempat kesehatan), persiapan persalinan (ketakutan dan kecemasan, peran suami, pilihan persalinan, anatomi dan fisiologi persalinan, teknik relaksasi mengurangi nyeri persalinan, variasi posisi persalinan, prosedur rutin rumah sakit atau kamar bersalin, dan intervensi obstetrik), persiapan menjadi orang tua, persiapan bayi baru lahir dan kontrasepsi (Scott & Priest, 2002).
Mayoritas ibu hamil mengalami kesakitan dalam persalinan. Penelitian managemen nyeri telah menyoroti sejumlah faktor yang relevan, rasa sakit dan nyeri menyebabkan kecemasan yang menimbulkan ketegangan otot sehingga menyebabkan pelepasan zat perangsang nyeri persalinan. Hasilnya adalah siklus ketegangan-sakit-kecemasan sehingga di perlukan latihan relaksasi dan pernapasan selama masa hamil.
Kecemasan pada ibu hamil berkaitan dengan keadaan perasaan keprihatinan, rasa gelisah, ketidaktentuan, atau takut dari kenyataan atau persepsi ancaman sumber aktual yang tidak diketahui atau dikenal (Sustianty, 2008). Kecemasan merupakan reaksi emosional terhadap persepsi adanya bahaya, baik yang nyata maupun yang belum tentu ada. Penyebab kecemasan menurut Hawari (2006), adalah hubungan interpersonal, lingkungan hidup, keuangan, perkembangan, faktor keluarga, dan trauma.
Latihan relaksasi dan pernafasan telah termasuk dalam paket senam hamil dan yoga hamil. Perbedaan antara senam dan yoga menurut Wiadnyana (2011) adalah pada pernafasan. Dalam yoga ibu hamil di pandu dengan jelas kapan harus menarik nafas dan kapan harus menghembuskan nafas dengan nafas
lambat dan dalam yang berefek menenangkan yang sangat diperlukan oleh ibu hamil.
Senam hamil yoga menjadi cara yang baik untuk mempersiapkan persalinan yang dilakukan di kelas prenatal karena dalam kelas ini latihan disesuaikan dengan kondisi ibu hamil dengan berbagai pendekatan latihan peregangan, konsentrasi dan pengaturan pernafasan yang memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil dan janinnya seperti mengurangi stress dan kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan kekuatan, fleksibelitas dan daya tahan yang diperlukan untuk persalinan, penurunan sakit punggung bagian bawah, mual, carpal tunnel syndrome, sakit kepala dan sesak nafas serta penurunan risiko persalinan prematur, hipertensi pada kehamilan, dan gangguan pertumbuhan janin.
2.3 Senam hamil yoga
2.3.1 Senam hamil yoga selama kehamilan
Senam hamil adalah bagian dari perawatan antenatal. Senam hamil berguna untuk mengoptimalkan keseimbangan fisik, memelihara kesehatan kehamilan, menghilangkan keluhan yang kejadi karena perubahan-perubahan akibat proses kehamilan dan memepermudah proses persalinan.
Yoga diyakini telah muncul sejak 5000 tahun yang lalu sebagai hasil dan eksperimen para pencari kearifan, ahli mistik dan tokoh visional di India. Dunia yoga mempunyai bermacam jenis dan aliran dengan masing-masing karakteristiknya. Kata “yoga” berasal dari akar kata bahasa sansekerta “yup” berarti “to yole” yang sinonim dengan union dalam bahasa inggris. Dalam bahasa Indonesia sama dengan mengangkat, menyentuh.
Filosofi yoga megambarkan pernyataan antara pikiran, tubuh dan ruh, pernyataan individu dan seluruh ciptaanya. Pernyataan individu dan daya luasnya yoga lebih dari sekedar latihan fisik karena yoga adalah jalan hidup, yaitu jalan hidup ketika menjadi manusia di dunia. Yoga adalah suatu filosofi, seni dan ilmu yang berawal dari sejarah India (Basford, 2006).
Filosofi yoga memiliki banyak perbedaan jalan atau jalur sehingga seseorang dapat berlatih untuk mencapai kesimbangan universal, menurut Wiadnyana (2011) teknik yoga dapat dilakukan oleh siapa pun karena yoga bersifat lintas agama, kepercayaan, bangsa, ras, budaya dan waktu serta dapat dilakukan oleh semua usia termasuk ibu hamil, bersalin, nifas dan menyusui. Namun semuanya mengutamakan prinsip idiologi yang mempertahankan perbaikan individu dan manusia itu sendiri.
Yoga merupakan kesatuan antara tubuh, pikiran dan jiwa (kesatuan antara individu dan intelegensi yang mengatur alam semesta) (Chopter & Simon, 2004). Keadaan disaat semua komponen dan kekuatan yang membentuk organisasi biologis berinteraksi secara harmonis dengan komponen-komponen alam semesta yang dapat menimbulkan kesejahteraan emosional, psikologis dan spiritual serta keinginan diri. Sedangkan menurut Marc, John, Suzanne (2008) yoga merupakan sistem kesehatan yang bersifat holistik baik jiwa, pikiran dan tubuh yang dilakukan dengan sistem gerak yang halus tidak menghentak dengan panduan pernafasan yang harmonis.
Yoga adalah gabungan konsep dunia timur yaitu “lebih sedikit lebih baik”. Gerakan yoga selalu dinamis sehingga tidak perlu mengunakan banyak gerakan, namun setelah menemukan posisi yang nyaman secara mental menyatu dengan struktur tubuh dan bayangan tubuh yang meregang, menjadi rileks dan mengencang dengan sedikit gerakan. Gerakan tersebut tidak berisiko yang mengakibatkan cedera akibat tekanan, stress dan pengulangan gerakan (Widdowson, 2004). Sedangkan menurut Stoppard (2008) yoga adalah cara yang baik untuk mempersiapkan persalinan karena teknik latihannya menitikberatkan pada pengendalian otot, teknik pernapasan, relaksasi dan ketenangan pikiran. Teknik relaksasi yang dapat dilakukan dengan cara membayangkan sesuatu yang menyenangkan dapat membuat tubuh menjadi rileks (Heardman,1996).
Menurut Rokhmah (2010) masa kehamilan merupakan peristiwa yang membahagiakan dalam kehidupannya, namun terkadang ibu hamil juga
mengalami kecemasan. Kecemasan tersebut dikarenakan adanya perubahan fisik maupun psikologis yang membuat ibu hamil merasa ketakutan tentang hal-hal yang akan terjadi selama kehamilan. Oleh karena itu agar ibu hamil tidak mengalami kecemasan perlu mempersiapkan segala hal yang dapat membantu selama masa hamil serta saat proses melahirkan.
2.3.2 Waktu latihan yoga selama kehamilan
Menurut tradisi yoga waktu latihan yang baik adalah pukul 4 pagi (Brahmamuhurta) dengan berlatih seorang diri, namun jika memiliki masalah tidur dapat dilakukan lebih siang dan untuk mendapatkan hasil yang optimal dapat dilakukan pagi dan malam hari dan latihan yoga lebih baik dilakukan setelah trimester I atau setelah bulan ke-4 karena kondisi kandungan sudah stabil dan kuat (Widdowson, 2004; Siska, 2009).
2.3.3 Manfaat senam hamil yoga selama kehamilan
Senam hamil yoga bagi kehamilan memfokuskan perhatian pada ritme nafas, mengutamakan kenyamanan serta keamanan dalam berlatih sehingga memberikan banyak manfaat (Krisnandi, 2010).
Manfaat yoga bagi kesehatan dapat menurunkan tekanan darah, detak jantung dan meningkatkan peredaran darah untuk membuang sisa-sisa makanan yang mengandung racun bagi tubuh. Manfaat senam hamil yoga bagi ibu hamil yaitu dapat meningkatkan aliran darah dan nutrisi janin secara adequat serta berpengaruh juga pada organ reproduksi dan panggul (memperkuat otot perineum) ibu untuk mempersiapkan kelahiran anak secara alami.
Selain itu latihan yoga selama hamil dapat meringankan edema dan kram yang sering terjadi pada bulan-bulan terakhir kehamilan, membantu posisi bayi dan pergerakan, meningkatkan sistem pencernaan dan nafsu makan, meningkatkan energi dan memperlambat metabolisme untuk memulihkan ketenangan dan fokus, mengurangi rasa mual, morning sickness dan suasana hati, meredakan ketegangan di sekitar leher rahim dan jalan lahir, yang berfokus pada membuka pelvis untuk mempermudah persalinan, membantu dalam perawatan pasca kelahiran dengan mengembalikan uterus, perut dan
dasar panggul, mengurangi ketegangan, cemas dan depresi selama hamil, persalinan nifas dan ketidaknyamanan payudara (Chopra & Simon, 2004; Stoppard, 2008; Amy and Kathryn, 2008; Siska, 2009; Sindhu, 2009; Wiadnyana, 2011).
Berdasarkan hasil beberapa penelitian mengatakan bahwa tingkat kehamilan yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi juga lebih rendah pada kelompok yoga, laporan peneliti dalam journal of alternatif. Menurut Narendran (2009) dari Cincinnati Children's Hospital dan Medical Center di Ohio, pengaruh dari latihan yoga dapat meningkatkan hasil kehamilan yang meliputi peningkatan aliran darah ke plasenta, penurunan hormon stres yang barasal dari ibu, dan penurunan produksi hormon yang memicu kelahiran prematur. Senam hamil yoga dan meditasi dapat mengarahkan ibu hamil lebih tenang dan aman karena mengurangi stress psikologis dan cedera fisik selama masa kehamilan dan persalinan, termasuk kecemasan dan rasa sakit (Rosenzweig, et al. 2003; Williams, et al. 2001; Michalsen, 2005; Woolery, et al. 2004; Fishman, 2010; Williams, et al. 2005 dalam dalam Amy, et al. 2009).
2.3.4 Teknik yoga selama kehamilan
Yoga terdiri dari teknik-teknik dan latihan yang dilakukan untuk meningkatkan kejernihan pikiran, kesempurnaan pernafasan dan kesehatan tubuh. Yoga adalah sejenis olah tubuh, pikiran dan mental yang sangat membantu ibu hamil melenturkan persendian dan menenangkan pikiran terutama dalam trimester III. Latihan yoga memiliki 5 alat yang dapat digunakan untuk mendapatkan manfaat selama kehamilan yang dapat membantu kelancaran dalam kehamilan dan kelahiran anak secara alami dan dapat membantu dalam memastikan bayi yang sehat (Indiarti, 2009).
Latihan yoga pada trimester III dengan gerakan tertentu dan berfokus pada
pose seperti prasarita padottanasana (intense spread kaki stretch), baddha konasana (bound angle pose), dan upavistha konasana (duduk wide angle pose) dengan membuka paha dalam persiapan untuk persalinan. Berdiri
parsvakonasana (extended side angle pose) yang dapat membantu
meringankan nyeri punggung. Inversi sederhana seperti viparita karani
(kaki-up-the-wall-pose) dapat membantu untuk meringankan bengkak pada
pergelangan kaki.
Pada trimester III ini jenis latihan yoga yang dianjurkan menurut Winddowson (2004) adalah latihan dengan metode lingkaran kehidupan, peregangan elevator, peregangan concertina, memijat sendiri dengan cara memijat sendiri dengan mengunakan pelembab yang biasa digunakan yang bergunakan untuk mengurangi stretch marks, memijat dengan metode angka 8, perengangan dengan sarung I, peregangan dengan sarung II, latihan khusus pada kaki, latihan dengan alat bantu bambu, tarian lotus lili I dan II, latihan pernafasan dan meditasi dengan bantuan lilin dengan istilah trataka yang berarti memandang tanpa bergeming. Trataka dapat meningkatkan kekuatan konsentrasi, meningkatkan daya ingat, mengatasi gangguan mata, menghilangkan insomnia, meringankan pikiran dari permasalahan dan emosi yang terpendam.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal latihan yoga ini dilakukan secara teratur di kelas antenatal. Menurut hasil penelitian Narendran (2009), bahwa kepatuhan terhadap program latihan yoga mengurangi kemungkinan persalinan dengan prematur dan memiliki bayi badan bayi rendah dibandingkan dengan kelompok intervensi di rumah (sendiri), gangguan pertumbuhan janin dan hipertensi selama kehamilan dapat berkurang serta tanpa efek samping yang signifikan.
2.4 Peran perawat maternitas dalam pendidikan kesehatan untuk kesiapan persalinan.
Perawat maternitas berperan sebagai pendidik dengan meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga melalui pendidikan antenatal dengan tujuan ibu dan keluaga mampu mengambil keputusan untuk dirinya dan keluarga. Dengan mengajarkan teknik nonfarmakologi melalui sebuah pendidikan kesehatan yang melatih ibu agar dapat melahirkan dengan alami, sehat, aman dan nyaman.
Perawat maternitas memiliki kewajiban untuk meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama diarea keperawatan maternitas dengan melakukan berbagai penelitian. Penelitian yang dihasilkan diharapkan dapat mengeksplorasi suatu fenomena dan membuktikan manfaatnya secara ilmu sehingga dapat diterapkan dalam mendukung praktek asuhan keperawatan pada ibu hamil secara mandiri.
Tujuan keperawatan maternitas sejalan dengan falsafah keperawatan maternitas yaitu keperawatan maternitas bersifat holistik dan memberikan penghargaan terhadap klien dan keluarga sebagai pemberi dukungan dan bahkan sikap, nilai dan perilaku sehat baik individu maupun keluarga dipengaruhi oleh latarbelakang sosial budaya termasuk didalamnya budaya yang berpengaruh dalam hal persiapan persalinan (Lowdermilk & Perry, 2003).
Perawat maternitas dapat memberikan pengetahuan pada ibu hamil, suami dan keluarga melalui pemberian pendidikan perawatan ibu hamil selama masa kehamilan dalam upaya menurunkan kecemasan dan ketakutan ibu hamil menghadapi persalinan. Selain itu perawat maternitas juga berperan merencanakan, mengkoordinasikan dan mengarahkan serta mengevaluasi pelayanan kesehatan yang didukung oleh kemampuan perawat maternitas dalam mengkoordinasikan tenaga kesehatan yang bekerja dalam suatu tim terutama dalam memberikan asuhan keperawatan pada ibu hamil dan bersalin (Lowdermilk & Perry, 2003).
Kehamilan adalah suatu krisis maturitas yang dapat menimbulkan stress, tetapi berharga karena ibu hamil tersebut menyiapkan diri untuk memberi perawatan dan mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Pada akhir trimester III ibu hamil akan mengalami kesulitan bernafas dan gerakan janin menjadi cukup kuat sehingga dapat mengganggu tidur, nyeri pinggang, sering berkemih, keinginan untuk berkemih, konstipasi dan timbulnya verises yang dapat sangat mengganggu sehingga dapat mengganggu aktifitas dan kebanyakan ibu hamil akan tidak sabar untuk menjalani persalinan baik dengan suka cita, rasa takut atau kedua-duanya. Timbulnya keinginan yang kuat untuk melihat hasil akhir
kehamilannya dan untuk segera menyelesaikannya membuat ibu hamil siap untuk ke tahap persalinan (Bobak, Lowdermilk & Jensen, 2004).
Kesiapan adalah suatu keadaan siap atau disiapkan untuk suatu tindakan atau aksi (World reference dictionary, 2011). Keadaan tersebut terjadi sebagai akibat proses persiapan, dalam hal ini persiapan persalinan dilakukan di dalam kelas antenatal dengan edukasi dan latihan yang dipengaruhi pula oleh umur, paritas, pekerjaan dan pendidikan ibu. Umur berkaitan dengan tingkat kematangan seseorang, paritas berkaitan dengan pengalaman seseorang, pekerjaan berkaitan dengan beban yang diemban seseorang dan pendidikan berkaitan dengan berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menyerap atau menerima dan memakai pengetahuannya (Notoatmojo, 2010).
Seorang ibu hamil yang siap menghadapi persalinan secara fisik dan psikologis dapat membantu tubuh ibu hamil mengikuti ritme saat melahirkan. Ibu hamil dikatakan siap secara fisik bila tidak mudah lelah, lemas, kualitas tidur meningkat, kekuatan fisik meningkat, fleksibelitas dan daya tahan tubuh meningkat, penurunan sakit punggung, penurunan sesak nafas dan siap secara psikologis bila tenang, rileks, bahagia dan percaya diri yang membantu otot-otot tubuh ibu mengatasi tekanan saat proses melahirkan. Rileks membantu Ibu bernapas lebih dalam, membuat bayi tenang karena mendapatkan banyak oksigen. Bahagia dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Ketenangan dan percaya diri seharusnya dimiliki ibu selama kehamilan dan persalinan, dan semua ini dapat dipersiapkan oleh penolong persalinan dalam memberi perawatan selama kehamilan dan memberi perhatian kepada ibu hamil dengan penuh kesabaran dalam upaya mencegah komplikasi sehingga ibu hamil mulai dengan realistis mempersiapkan diri untuk melahirkan dan mengasuh anaknnya (Bobak, Lowdermilk, Jensen, 2004).
2.5 Kerangka teori penelitian
Kerangka tori merupakan landasan penelitian. Kerangka teori ini disusun berdasarkan informasi, konsep dan teori yang telah dikemukakan sebelumnya.
Bagan 2.1 Kerangka teori
Sumber:Progestin, 2010; Yerbi, 2000; Lowdermilk & Perry, 2003; Widdowson, 2004; Chopra & Simon, 2004; Stoppard, 2008; Siska, 2009; Amy, et al. 2009; Bobak, Lowdermilk & Jensen, 2004; Perry, et al. 2010; Sindhu, 2009; Wiadnyana, 2011.
Kehamilan Trimester III
Ketidaknyamanan fisik dan psikologis
Peran perawat maternitas dalam pendidikan kesehatan
Senam hamil yoga selama kehamilan: latihan fisik yoga,
pernafasan (prayanayama), positions (mudra), meditasi,
deep relaksasi Kesiapan menghadapi
BAB 3
KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS
DAN DEFINISI OPERASIONAL
Bab ini menguraikan tentang kerangka konsep, hipotesis penelitian dan definisi operasional yang memberi arah pada pelaksanaan penelitian dan analisis data.
3.1 Kerangka konsep
Kerangka konsep penulisan penelitian ini merupakan landasan berfikir untuk melakukan penelitian yang dikembangkan berdasarkan berbagai teori yang ada. Kerangka konsep merupakan bentuk diagram yang menunjukan jenis serta hubungan antar variabel yang diteliti dan variabel lainnya yang terkait (Sastroasmoro & Ismael, 2010).
Kerangka konsep ini merupakan bagian dari kerangka teori yang akan menjadi panduan dalam melaksanakan ini. Kerangka konsep sejalan dengan tujuan penelitian dimana tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh yoga pada ibu hamil selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III. Kerangka konsep menjelaskan tentang variabel-variabel yang dapat diukur dalam penelitian ini. Variabel-variabel tersebut adalah sebagai berikut: 3.1.1 Variabel independen
Variabel independen pada penelitian ini adalah senam hamil yoga selama kehamilan pada ibu hamil trimester III.
3.1.2 Variabel dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III.
3.1.3 Variabel perancu (Confounding)
Variabel perancu dalam penelitian ini adalah budaya, kesehatan ibu dan bayinya, pengalaman bersalin, ekonomi.
Kerangka konsep yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Bagan 3.1 Kerangka konsep penelitian Keterangan: = Di teliti = Tidak diteliti 3.2 Hipotesis penelitian
Hipotesis penelitian adalah pernyataan sebagai jawaban sementara atas pertanyaan penelitian yang harus di uji validitasnya secara empiris. Hipotesis tidak dinilai apakah benar atau salah, melainkan diuji apakah valid atau tidak (Sastroasmoro & Ismael, 2010).
Adapun hipotesis penelitian ini adalah:
Variabel Independen Ibu hamil trimester III
(melakukan senam hamil yoga dan tidak
melakukan senam hamil yoga)
Variabel dependen Kesiapan fisik dan psikis
dalam menghadapi persalinan
Karakteristik responden: umur, paritas, pendidikan dan
pekerjaan
Variabel konfounding Budaya, kesehatan ibu dan
3.2.1 Hipotesis mayor
Hipotesis pada penelitian ini adalah ada pengaruh senam hamil yoga selama kehamilan terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bandung.
3.2.2 Hipotesis minor
Ada hubungan senam hamil yoga terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung.
3.3 Definisi operasional
Definisi operasional ialah suatu definisi yang berdasarkan pada karakteristik yang dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau mengubah konsep-konsep yang berupa konstruk dengan kata-kata yang mengambarkan perilaku atau gejala yang dapat diamati dan yang dapat diuji dan ditentukan kebenarannya oleh orang lain (Sarwono, 2006).
Setiap variabel yang diteliti perlu didefinisikan secara operasional untuk lebih mudah dalam mengukur dan mencari hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain.
Tabel 3.3
Variabel, definisi operasional, cara ukur, hasil ukur dan skala pengukuran
Variabel Dependen 1 Kesiapan menghadapi persalinan (fisik dan psikologis) Kesiapan ibu trimester III dalam bersalin baik dari aspek fisik (akibat perubahan tubuh) dan aspek psikologis (cemas, stress, takut) Mengunakan kuesioner sebanyak 26 item pernyataan, dengan nilai maksimal 104. Ket: 1. Tdk pernah 2. Kadang-kadang 3. Sering 4. Selalu Cut of point mengunakan mean. 1. Siap jika > mean 2. Kurang siap jika < mean Ordinal Variabel Independen 2 Ibu hamil trimester III Ibu hamil trimester III sesuai dengan kreteria inklusi dalam penelitian
Kuesioner 1. Senam hamil
yoga
Ordinal 2. Tidak senam
hamil yoga
Karakteristik Responden 3 Umur ibu Ulang tahun ibu
yang terakhir saat penelitian berlangsung Kuesioner 1. 20-30 thn 2. < 20 dan > 30 thn Ordinal
4 Paritas Jumlah persalinan baik yang lahir hidup maupun lahir mati yang diakui ibu saat perkawinan sampai saat ini
Kuesioner 1.Nulipara 2. Multipara
Ordinal
5 Pekerjaan Jenis pekerjaan
yang ditekuni responden yang menghasilkan pendapatan Kuesioner 1. Tdk bekerja 2. Bekerja Ordinal 6 Tingkat Pendidikan Pendidikan formal terakhir yang telah ditempuh responden
Kuesioner 1. Tinggi bila
tamat SMU/PT Ordinal 2. Rendah bila tamat SD/SMP Definisi Istilah
7 Senam hamil yoga Senam hamil yoga yang dimaksud disini adalah latihan yoga hamil yang dilakukan selama baik dilakukan di rumah maupun di tempat latihan di rumah sakit dalam kondisi sehat jasmani dan rohani pada ibu hamil trimester III
Catatan kehadiran latihan senam hamil yoga dan anamnesa langsung ke ibu hamil trimester III 1. Teratur 2. Tidak teratur Ordinal
BAB 4
METODE PENELITIAN
4.1 Desain penelitian
Desain penelitian ini adalah kohort dengan pendekatan retrospective study yang merupakan penelitian epidemiologis analitik observasional yang menelaah hubungan antara efek (penyakit atau kondisi kesehatan) tertentu dengan faktor risiko tertentu (Sastroasmoro & Ismael, 2010). Secara retrospektif diteliti faktor risiko yang dapat menerangkan penyebab timbulnya efek dan memerlukan
follow up (Pollit & Hugler, 2001; Polit & Beck, 2004; Wood & Haber, 2006; Setiadi, 2007; Notoatmojo, 2010; Sastroasmoro & Ismael, 2010).
Studi kohort retrospektif dilakukan dengan menggunakan dua kelompok yaitu kelompok study (sekelompok orang yang terpanjan faktor risiko) dan kelompok kontrol (sekelompok orang yang tidak terpajan faktor risiko). Penelitian ini mengukur kesiapan fisik dan psikologis yang dialami subjek saat akan menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III kemudian mengikuti apakah ibu melakukan senam hamil yoga selama kehamilan atau tidak pada masa lampau. Data diambil dengan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data kesiapan fisik dan psikologis yang signifikan dengan senam hamil yoga.
4.2 Populasi dan Sampel
4.2.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III yang memeriksakan diri di RSIA Limijati Bandung selama bulan Mei sampai pertengahan bulan Juni 2011 dengan rata-rata kunjungan antenatal care 90-150 orang per bulan.
4.2.2 Sampel
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III berdasarkan kreteria inklusi yang ditentukan dengan