• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mata Kuliah - Creative Advertising -

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Mata Kuliah - Creative Advertising -"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

Modul ke:

Fakultas Program Studi

Ruang Lingkup Media Kreatif Iklan

Mata Kuliah

Creative Advertising -Ardhariksa Z, M.Med.Kom FIKOM Marketing Communication and Advertising

(2)

PENGERTIAN MEDIA IKLAN

segala sarana komunikasi yang

dipakai untuk mengantarkan dan

menyebar luaskan pesan – pesan

iklan.

(3)

Jenis media iklan dalam bentuk fisik:

• media iklan cetak: media statis dan

mengutamakan pesan-pesan visual yang

dihasilkan dari proses percetakan; bahan baku dasarnya maupun sarana penyampaian pesannya menggunakan kertas). contoh : surat kabar,

majalah, tabloid, brosur, pamflet, poster

(4)

media iklan elektronik: media yang proses bekerjanya berdasar pada prinsip elektronik dan eletromagnetis contoh televisi, radio, internet.

• Diantara dikotomi media tersebut ada satu media yang tidak termasuk dalam kategori

keduanya yaitu media luar ruang (papan iklan

(5)

• Tujuan kampanye periklanan pada dasarnya bersandar pada proses komunikasi sebagai berikut :

Ketidaksadaran (unaware) Kesadaran (awake)

Pemahaman dan citra

(comprehensive and image) Sikap (attitude)

(6)

SIFAT IKLAN

• KOMERSIAL: Untuk mendapatkan keuntungan • NON KOMERSIAL.Contoh: ILM (Iklan Layanan

Masyarakat)

ILM merupakan sebuah bisnis yang tidak mencari keuntungan secara sepihak.

Iklan-iklan ini bermanfaat dalam menggerakkan solidaritas masyarakat dimana sedang

(7)

BENTUK PERIKLANAN

(Rhenald Kasali)

Above The Line (Media Lini Atas), sebagai media utama dalam kegiatan periklanan yang terdiri atas iklan-iklan yang di muat oleh media cetak, media elektronik, serta media luar ruang.

Contoh: televisi, radio, majalah, surat kabar, billboardBelow The Line (Media Lini Bawah), sebagai media

pendukung dalam kegiatan periklanan yang terdiri dari seluruh media selain yang termasuk dalam above the line media

Contoh: pamflet, brosur dan poster, direct mail, pameran, agenda, kalender cindra mata..

(8)

PERBEDAAN ATL dan BTL

Above the line (ATL)

- Target audiens yang luas.

- Lebih untuk menjelaskan sebuah konsep

atau ide. Tidak ada interaksi langsung dengan audiens.

- Media yang digunakan TV, Radio, Majalah, koran, billboard.

(9)

Below the line (BTL)

- Target audiens terbatas

- Media atau kegiatannya memberikan

audiens kesempatan untuk merasakan, menyentuh atau berinteraksi,

bahkan langsung action membeli.

- Media yang digunakan Event, Sponsorship, Sampling, Point-of-Sale (POS) materials,

Consumer promotion, Trade promotion, dll.

(10)

CATATAN

• Saat inilandscape media sudah bergeser secara dramatis dengan munculnya media-media baru, terutama yang berbasis teknologi tinggi (Internet dan mobile phone),

• beda ATL vs BTL semakin kabur. Persoalannya, karakteristik media baru tidak eksklusif lagi. Internet media, karena fiturnya yang

sangat kaya (disebut dengan rich multimedia), yang dapat

mencakup target audiens yang sangat luas, spesifik dan mempunyai fasilitas interaksi secara langsung. Dalam situasi pemasaran modern ini mengharuskan Strategic Brand Planner berpikir tentang

bagaimana meng-integrasi semua hal diatas dalam desain pesan dan alokasi medianya. Karena hal ini maka kegiatan Integrasi

komunikasi ini dikenal dengan sebutan ’Integrated Marketing Communication’ (IMC).

(11)

Jika kita perhatikan di sekitar kita, memang banyak kegiatan yang tidak bisa dikatakan eksklusif lagi. Ada kegiatan ATL yang

mengandung unsur BTL. Atau sebaliknya, BTL yang mengandung unsur ATL. Contoh ATL

dengan BTL adalah iklan sebuah brand di majalah yang sekaligus ditempeli sample

produknya. Sedangkan contoh BTL dengan ATL adalah kegiatan event di outlet tertentu yang disebarluaskan lewat iklan radio dan sms.

(12)

Wilayah abu-abu atau ‘grey area’ itulah yang mendorong timbulnya istilah baru, yaitu

’Through the Line’ atau TTL.

Istilah TTL diperkenalkan untuk menjembatani pihak perusahaan jasa komunikasi periklanan yang ingin membuat gambaran konkrit

terhadap segmen jasa kreatif komunikasi yang ditawarkannya.

(13)

TTL

Adapun istilah baru, TTL, tidak akan menjadi solusi untuk memperjelas perbedaan konsep dan prinsip dalam kegiatan komunikasi

(14)

• Sebagai gantinya, kegiatan komunikasi pemasaran dibagi dari segi tujuan komunikasi itu sendiri. \

• Dalam proses brand building, ada dua tahap penting yang cukup signifikan bedanya yaitu

(1) tahap ”Awareness+ Image building” dan

(2) (2) tahap “Interest, Trial dan Loyalty building” (yang popular dengan istilah Brand Activation).

Perspektif Strategic Brand Planner dalam menyusun Integrated Marketing Communications (IMC), sebaiknya lebih didasari oleh tujuan komunikasi brand. Maka, akan lebih bermakna bila kita

mulai menyiapkan sebuah format baru dalam template budgeting pemasaran. Tidak lagi membagi budget komunikasi dengan

kategori budget ATL dan BTL, tetapi membagi budget dengan

kategori baru yaitu (1) Budget untuk “Awareness+Image building”, dan (2) Budget untuk “Brand Activation”.

(15)

MEDIA PLANNING & MEDIA BUYING

Media iklan ditinjau dari sudut pandang proses kegiatan periklanan:

media planning : proses menentukan bagaimana

menggunakan waktu dan ruang untuk meraih tujuan pemasaran.

media buying: aktivitas dalam memilih institusi

media, memonitoring dan mengevaluasi hasil dari kegiatan media planner.

(16)

MEDIA PLANNING

Impelementasinya memilih media yang tepat untuk digunakan dalam penyampaian pesan-pesan iklan produk tertentu. Secara ringkas dapat digambarkan kedudukan media

planning dalam aktivitas periklanan adalah sebagai berikut :

(17)

Hubungan antara Media planning

dengan marketing dan periklanan:

MARKETING PLAN MEDIA PLAN

(18)

• Situation analysis • Marketing strategy • Promotional strategy

• Advertising objectives : sasaran periklanan • Advertising strategy – Creative strategy – Media Plan – Budget • Media objective • Media strategy

• Media vehicle : sarana media • Media schedule

• Situations analysis • Marketing objectives • Marketing strategy • Action plan

(19)

MEDIA BUYING

Merupakan aktivitas dalam memilih institusi media, memonitoring dan mengevaluasi hasil dari kegiatan media planner.

Fungsi yang dijalankan adalah :

1. penyediaan informasi bagi media planner

misalnya rating acara atau positioning suatu media, 2. negosiasi harga pembelian dan penyewaan waktu dan

(20)

3. memonitor pelaksanaan kegiatan iklan

seperti menghitung jumlah target audience yang tereksposure atau memonitor jadwal pelaksanaan iklan.

4. mengevaluasi akumulasi efetivitas kegiatan periklanan melalui media tertentu

(21)

CATATAN

Kegiatan periklanan bisa dikatakan efektif, apabila target audience atau sasaran iklan mampu dicapai. Untuk mencapai itu maka

diperlukan perencanaan dan pemilihan media yang tepat.

(22)

Melvin de Fleur, teori komunikasi satu

tahap yang mempunyai sifat – sifat :

Mengakui bahwa tidak semua media memiliki kekuatan atau pengaruh yang sama terhadap

audience.

Memperhitungkan peranan selektivitas, sebagai faktor yang menentukan didalam penerimaan pesan oleh audience.

Mengakui kemungkinan timbulnya reaksi yang berbeda – beda dari audience terhadap pesan komunikasi yang sama.

(23)

ABOVE THE LINE (Media Lini Atas)

• Adalah aktifitas marketing/promosi yang biasanya dilakukan oleh manajemen pusat

sebagai upaya membentuk brand image yang diinginkan.

contohnya : iklan di Televisi dengan berbagai versi.

• Sifat ATL merupakan media ‘tak langsung’ yang mengenai audience, karena sifatnya yang

(24)

BELOW THE LINE (Media Lini Bawah)

Below The Line ( BTL) adalah segala aktifitas

marketing atau promosi yang dilakukan di

tingkat retail/konsumen dengan salah satu

tujuannya adalah merangkul konsumen

supaya aware dengan produk kita,

contohnya : program bonus/hadiah, event,

pembinaan konsumen dll.

(25)

Below the line merupakan bentuk iklan yang tidak disampaikan atau disiarkan melalui

media massa, dan biro iklan, tidak memungut komisi atas penyiarannya/pemasangannya. Kegiatan promosi below the line suatu brand paling banyak dilakukan melalui beragam

event. Dengan event ini, konsumen akan

berhubungan langsung dengan brand,

sehingga bisa terjadi komunikasi antara brand dengan konsumen.

(26)

JENIS-JENIS MEDIA LINI BAWAH

1. LITERATUR PENJUALAN:

Tulisan yang membuat aneka informasi

mengenai produk. Cara penawaran literature ini bisa lewat iklan, dikirim lewat pos dengan disertai produknya sendiri (misalnya pada

bungkusannya atau kemasannya. Atau bisa juga disediakan di point of salenya.

(27)

Bentuk-bentuk literature penjualan

Leaflet, berwujud sehelai kertas dari bagan yang agak

kaku (agar tidak mudah robek,ditekuk, atau dilipat) • Folder, seperti tersirat dari namanya, folder adalah

selembar bahan cetakan yang bisa jadi ukurannya

cukup besar yang penampilannya diperingkas dengan cara melipat folder menjadi dua seperti map atau buku agar mudah dibawa-bawa. Atau bisa juga dilipat

dengan gaya corcentina sehingga membentuk

(28)

Brosur atau booklet. Bila literature berjumlah

kelipatan empat halaman, maka literature penjualan tersebut bisa dijilid dengan semacam penjepit yang

sederhana, sementara halaman-halaman tunggal dapat dijilid dengan cara penjilidan seperti biasa, dimana sisi kiri dilem dan kemudian diberi cover agar lebih kuat dan indah.

Broadsheet, bentuk literature ini sebenarnya sekedar merupakan jenis lain dari folder yang tidak dilipat dan berukuran sama dengan sehalaman surat kabar. Peta, atlas dan poster-poster kecil biasa dicetak dengan

ukuran ini. Istilah ini juga dipakai untuk menyebut

halaman surat kabar yang berukuran besar (normal), guna membedakannya dengan ukuran halaman

(29)

Catalog. Adalah sejenis brosur yang menerangkan dan

kadang-kadang ditambah dengan ilustrasi tentang

berbagai produk yang ditawarkan perusahaan dengan harganya. Ukurannya bermacam-macam mulai dari ukuran saku sampai yang sebesar buku telepon, tergantung keperluan bisnisnya.

Jadwal perjalanan. Literature penjualan ini juga tergolong brosur, dan ukurannya bisa menyerupai sebuah buku saku yang cukup tebal sepertiu jadwal penerbangan atau bisa juga berupa folder-folder kecil seperti jadwal untuk bis dan kereta api. Pada umumnya jadwal yang berisi catatan keberangkatan dan

kedatangan kereta api atau penerbangan seukuran buku tulis.

(30)

Kartu pos berwarna. Publisitas yang bermanfaat bisa didapat dengan menghadiahkan kepada para pelanggan kartu pos yang menarik. Hal ini sudah lazim dilakukan oleh menejemen hotel-hotel, maskapai penerbangan dan lain-lain.

Peralatan tulis menulis. Amplop-amplop dan kop surat yang ditempatkan di kamar-kamar hotel

tidak saja berguna sebagai salah satu layanan hotel, namun benda-benda tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai wahana iklan. Disitu dapat dituliskan nama produk-produk atau jasa yang tersedia, atau sekedar daftar alamat dan nomor telepon pihak perusahaan. Cara sederhana ini sering berhasil mengundan datangnya pesanan.

(31)

Sisipan/stuffer. Ini adalah leaflet-leaflet yang

ditempatkan atau disisipkan dalam kotak atau kemasan produk yang bersangkutan. Isinya adalah

petunjuk-petunjuk tentang bagaimana cara menggunakan suatu produk atau kegunaan-kegunaan mengiklankan

produk-produk lain dari suatu perusahaan.

Agenda/ catatan harian kecil, baik buku catatn harian atau diary meja maupun yang berukuran saku memiliki iklan yang lama, karena diary dipakai sepanjang tahun dan diary baru atau diary yang diisi kembali bisa

diberikan setiap tahun seperti untuk hadiah tahun baru. Selain sebagai hadiah keneng-kenangan, ini

merupakan wahanaiklan yang sederhana akan tetapi cukup efektif.

(32)

Catatan nomer telepon, bisa berupa kartu-kartu gantung atau buku pencatat seukuran saku yang tampak serasi jika ditempatkan disamping telepon.

Kartu jaminan. Kartu ini lazim dipasang menyertai berbagai produk, berisikan petunjuk-petunjuk yang bersangkutan termasuk cara penggunaannya atau perawatannya.

(33)

Kartu-kartu garansi. Selain untuk memberi

nomor register penjualan yang dibutuhkan sebagai garansi, kartu-kartu ini juga bisa

digunakan sebagai wahana untuk mengumpulkan detil-detil pembelian atau aneka informasi

lainnya dari konsumen dalam rangka suatu riset.

Daftar harga dan formulir pemesanan. Kedua

jenis literature penjualan ini bisa disatukan atau dibuat terpisah. Formulir-formulir pemesanan harus dirancang sedemikian ruapa sehingga

mudah diisi, dan informasi lainnya seperti jumlah pemesanan/order atau jumlah pembayaran, serta alamat lengkap si pemesan harus tertera jelas.

(34)

2. BENDA-BENDA PAJANGAN DI TEMPAT PENJUALAN (POINT OF SALES DISPLAY MATERIAL):

Yang dimaksud dengan benda pajangan

adalah benda-benda yang sengaja dirancang untuk menarik perhatian pengunjung, serta mempertinggi kemungkinan terjadinya

penjualan. Pajangan tersebut bisa juga

menjadi semacam pertanda bahwa suatu tempat atau pihak perusahaan tertentu merupakan pemasok produk tersebut.

(35)

CONTOH:

• Mobil atau alat peraga bergerak. Mobil ini biasanya

dipasangi dengan potongan-potongan pajangan yang diikat pada semacam kawat yang merentang dari atap took

sehingga bila tertiup angina ia berkibar-kibar. Mobil-mobil semacam ini banyak dipakai oleh supermarket-supermarket yang ruang pajangnya terbatas.

• Poster. Poster berukuran crown atau double crown

biasanya selalu ada di ruang-ruang pajang, di dinding dekorasi, pintu-pintu serta jendela-jendela toko. Selain poster-poster bergambar dan berwarna ada pula poster yang dibuat dari kain sutra yang mengkilap warnanya, yang sering dipakai barbagai took untuk mengumumkan adanya suatu penawaran khusus.

(36)

Stiker. Merupakan salah satu bentuk pajangan tertua, yang masa bertahannya sangat lama. Bentuknya adalah potongan-potonganh kertas yang bisa ditempel di sudut-sudut jendela.

Contoh-contoh kemasan. Kotak, bungkusan

atau botol kosong yang serupa dengan produk aslinya juga berguna untuk pajangan di

jendela, terutama untuk aneka produk yang mudah rusak jika dibiarkan terlalu lama

dipajang, atau produk yang terlalu banyak memakan tempat jika dipajang secara utuh.

(37)

Produk sisa. Banyak supermareket mempunyai

tong-tong yang dihiasi dengan nama-nama produk dan diisi dengan produk sisa yang

bermerek yang ditempatkan di dekat kasir untuk menarik minat pembeli.

Stand kasa. Stand semacam ini, baik yang berdiri

sendiri atau dipasang di atas meja counter, atau digantung di meja kasir, berisi suatu produk

tertentu yang dijual secara swalayan. Stand tersebut harus dipasangi papan nama pabrik

pembuatnya agar para pengecer tidak mengisinya dengan produk lain yang justru merupakan

(38)

Kartu pajangan. Kartu-kartu semacam ini baik

yang diikat maupun yang digantung, terbuat dari kertas atau logam, gampang dibawa jika si

pengecer memiliki ntoko yang berpindah-pindah atau temporer. Krtu tersebut bertahan lama

terutama yang bahannya kuat ada yang dipajang secara permanent, ketakanlah di meja resepsionis hotel, misalnya kertu-kartu kredit pajangan.

Kotak-kotak dispenser. Mirip dengan kartu

pajangan, kotak dispenser sifatnya portable dan bisa dipasang secara permanent kalau leaflet-leaflet yang ada di dalamnya selalu dibutuhkan orang. Kotak dispenser seperti ini sering dipakai untuk memajang prospectus-prospectus asuransi, leaflet atau brosur wisata, dan formulir resmi.

(39)

Jam dinding. Inipun merupakan pajangan yang

popular permanent karena setiap kali orang

melihat jam, maka pada waktu yang bersamaan akan terbaca pula nama si pemasang iklan

Tokoh-tokoh iklan. Johnie walker, Ronald

McDonald, Michelin Maa, Kelinci Enigizer merupakan tokoh-tokoh yang dasawarsa ini

digunakan menjadi pajangan. Ada yang berupa patung atau potongan karton. Tokoh pajangan milik Michelin bahkan muncul dalam berbagai bentuk patung karet. Ada statis ada pula yang bergerak.

(40)

Model. Kerena bentuknya tiga dimensi dan berskala tertentu, maka model sifatnya

realistis dan cocok untuk digunakan sebagai pajangan terutama barang-barang yang

aslinya terlalu besar atau yang mustahil

dipajang di etalase. Misalnya model pesawat terbang.

Model bergerak. Model yang aktif biasanya

menarik perhatian sehingga ada saja orang yang berhenti dan mengamatinya.

(41)

Pajangan berlampu. Seperti halnya lampu hiasan yang

berkedap-kedip atau berganti-ganti warna, symbol atau pajangan berlampu yang dipasang pada sebuah jendela akan menarik perhatian, khususnya bagi orang yang

berlalu-lalang di depan toko atau di jalan raya setelah hari gelap. Perhatian akan tetap tercurah sekalipun tokonya tutup.

Kartu/ kotak dispenser. Ada dispenser yang ditempel

secara utuh di dinding seperti kartu-kartu yang dipakai

untuk mengambil kacang goreng, dan ada yang dipajang, di gantungan, dan berbentuk balon, kantong atau sachet

untuk barang-barang sep[erti mainan, pisau cukur, kaset musik, barang-barang pandai besi, atau bolpen. Gantungan bisa dipasang di dinding atau took atau stand khusus atau fitting yang disediakan oleh pabrik. Dengan demikian

dispenser merupakan salah satu bahan pajangan yang permanent dan bersifat swalayan.

(42)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Materi pelajaran yaitu terkait tulang penyusun tubuh (Rangka Tubuh). Guru mencatat materi di papan tulis. Siswa diminta untuk menyalin catatan ke buku tulis. Guru

Buku saku sebagai referensi tambahan Matakuliah Ekologi Tumbuhan berisikan hasil penelitian secara keseluruhan yang terdiri dari jenis-jenis tumbuhan mangrove, deskripsi

Akhirnya, batang menyentuh meja karena aksi gaya gesekan dan momen gaya baru, yaitu

Misalnya: Sutan Takdir Alisjahbana, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat, 1950)., hlm. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan singkatan

Nilai penting Genetika Tanaman Brainstormin g, Diskusi Diskusi pendalaman materi di luar kelas Kliping informasi Rangkuman materi Catatan Harian Tugas individu 150

Hasil penilaian kelayakan buku saku digital oleh pakar dengan persentase rata-rata yaitu 95, 2 3% dinilai “Sangat layak” untuk digunakan sebagai media pembelajaran

Catatan : operator ini biasanya dipakai untuk “menghemat pemakaian kalimat if-then dan/ atau pemanggilan fungsi, dengan maksud agar dihasilkan kode yang lebih kompak dan

dicentang oleh reviewer Catatan : Surat Keterangan Pembekalan Skripsi yang asli jangan sampai hilang karena dipakai sebagai salah satu syarat pendaftaran ujian