• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS MOMEN INERSIA TIPPE TOP DI BIDANG DATAR SEBAGAI KONTRIBUSI PADA MATA KULIAH MEKANIKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS MOMEN INERSIA TIPPE TOP DI BIDANG DATAR SEBAGAI KONTRIBUSI PADA MATA KULIAH MEKANIKA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

181

ANALISIS MOMEN INERSIA TIPPE TOP DI BIDANG DATAR SEBAGAI KONTRIBUSI PADA MATA KULIAH MEKANIKA

Melly Ariska

Dosen Pendidikan Fisika Universitas Sriwijaya Jalan Palembang-Prabumulih, Indralaya Palembang

Email: [email protected]

Abstrak: The moment of inertia of a reverse gas can be calculated by physically analyzing the parts of the return gas.

The back casing consists of a cut ball and a small tube. The back of the head is a ball (sphere) which has a radius R while the handle forms a finger that has fingers. The moment of inertia back gasing is the sum of the moment of truncated inertia and the moment of inertia of the tube with the rotating axis at the center of the mass in the back gas.

Backfill is an example of a rigid body system that has a holonomic style, which can move in translation and rotation.

Kata-kata kunci : gasing balik, gaya holonomik, momen inersia

PENDAHULUAN

Momeninersiagasingbalik yang

bergerak di

bidangdatardenganmenggunakanpersamaanE ularOlehkarenabentukgasingbalik yang unikdankomplek.Penulistertarikuntukmengan alisismomeninersiapadagasingbalik di bidangdatardenganpersamaanEular.Dinamikar otasisulitdirumuskandenganpersamaanEular- Lagrange

karenadinamikarotasimengandungkecepatans

udut yang

padaumumnyabukanlahturunanwaktusecarala ngsungdarikoordinatumum.Hal inidisebabkan generator rotasitidakkomutatif, sehinggadinamikarotasisulitjikadiselesaikande nganpersamaanEular-

Lagrange.PersamaanPoincarédipiliholehpenul iskarenapersamaaninidapatmerumuskandinam ikagasingbalikdenganjelas.Selainitu,

persamaanPoincarédapatmenggambarkansiste mdinamikberupasistempersamaandiferensial.

Kajianinimerupakanupayauntukmemahamiger ak

gasingbalikdenganmenggunakanteorigrupdala mpenyederhanaanpersamaan

gerakgasingbalikmelaluipersamaanPoincaré.

Asalusulpenelitiantentanggerakangasi ngbalikdijelaskandalamsebuahbukutahun 1890 oleh John Perry (dalam Cohen, 1977) yang bereksperimendenganmemutarbatubulat yang ditemukan di Pantai. Perry menjelaskanbahwabatubulatinimemilikipusat

massa yang

tidakberimpitdenganpusatgeometribatutersebu

t. Ketikabatudiputar,

pusatmassamenjadilebihtinggimenjauhipermu kaantanah.

Penjelasanmengenaigerakangasingbalikmulai dituangkandalambeberapaartikelilmiahsejakta hun 1950-an, di antaranyaolehPliskin (1953) yang

menyatakanbahwainteraksigesekanpadagasin gbalikterhadaplantaiberperanpentingdalamput arangasingbalik. Sementara Synge tahun 1952

(dalamPliskin, 1953)

(2)

182 menjelaskanbahwafenomenagerakangasingbal

ikmerupakanakibatketidakstabilandinamikata npamelibatkangesekan.Selanjutnya, Del Campo padatahun 1955 (dalam Cohen, 1977) menjelaskansecararincidenganperhitunganmat ematismengenaiperanangesekanpadagasingba

lik.Del Campo

menyimpulkanbahwagesekanlah yang memengaruhiperistiwapembalikanpadagasing balik.

METODE PENELITIAN

Penelitianinibersifatkajianteoretismatem atis.Penelitiandilakukandengantinjauanterhad apbeberapapustakamengenaisistemmekanikpa

dakasusgasingbalik yang

telahdikembangkansebelumnyasertaperhitung anmatematis.

Persamaan Poincare

dapatdituliskandengan, 𝑑

𝑑𝑡

𝜕𝑇

𝜕𝑠𝑖 − 𝑐𝑟𝑙𝑖 𝑞 𝑠𝑙 𝜕𝑇

𝜕𝑠𝑟 − 𝜕𝑇

𝜕𝜍𝑖 = 𝑆𝑖 Akan tetapi, persamaaninimenuntut agar ditemukannyakecepatankuasisebagaiturunanla ngsungterhadapwaktudarikoordinatkuasi.Sem entara, padakasusgasingbalikkecepatankuasi yang

dimilikibukanlahturunanwaktusecaralangsung darikoordinatsiklik.Olehsebabitu, Persamaan

Poincare yang

digunakandalampenelitianiniuntukmenganalis

isdinamikagasingbalik di

bidangdatardanpermukaandalamtabungadalah

persamaan Poincare yang

didasaridenganreduksiRouthian, yang dapatdituliskansebagaiberikut

𝑑 𝑑𝑡

𝜕𝑅

𝜕𝑣𝜌 − 𝑐𝜆𝜇𝜌𝑣𝜇 𝜕𝑅

𝜕𝑣𝜆

𝑛

𝜆=2 𝑛

𝜇=2

− 𝑐𝜆𝜇𝜌𝑣𝜇𝛽1− 𝑋𝜌𝑅 = 0

𝑛

𝜇 =2

Gerakanbendategardigambarkanolehd uapersamaanvektor, yaitu𝐅 = 𝑑𝐩 𝑑𝑡 untuk translasi pada pusat massa, dan 𝐌 = 𝑑𝐋 𝑑𝑡

untuk rotasi di sekeliling pusat massa, dengan 𝐅gayaekternal total, 𝐩momentum, 𝐌momen total gaya ekternal, dan 𝐋momentum sudut.

Gasingbalikterdiridari bola danbatangsilinderdenganpusatmassadapatberp indahdaripusat𝑐 pada bola,

maksudnyadapatlurus di

bawahpusatgeometriataulurus di ataspusatgeometri.

Awalnyagasingbalikberputar di sekitarsumbusimetrinyayaitu𝐞 3secara

vertikal, kemudian batang gasing balik secara perlahan bergerak turun dan akhirnya kepala membalik ke atas dan berotasi secara vertikal

dengan batang gasing

balik.Rotasimengubaharahgasingbalik,

sementaravektor𝐋 tetap bertahan pada posisi vertikal aslinya. Selanjutnya, pusat massa bergerak ke atas akibat menurunnya nilai 𝐋.

Hal ini disebabkan oleh aksi gesekan 𝐅 pada titik kontak gasing balik terhadap meja.

Gaya gesek𝐅 menyebabkan timbulnya momen gaya 𝐌, yang dapat dibayangkan memiliki komponen vektor 𝐌𝐧,𝐧dan𝐌𝟑 di sepanjang sumbu simetri 𝐞 3. Demikian pula, momentum sudut 𝐋 memiliki komponen 𝐋𝑛,𝑛dan 𝐋3. Pada awalnya, 𝐋3 = 𝐋dan 𝐋𝑛,𝑛 = 0, akibatadanyaketidakstabilan, gayagesekanmenghasilkan𝐌𝟑yang

menurunkan 𝐋3, sementara 𝐌𝐧,𝐧 mulai meningkatkan 𝐋𝑛,𝑛. Karena 𝐋 bertahan konstan, sudut 𝜃yaitu sudut kemiringan gasing balik akan terus membesar, dan ketika 𝜃 = 𝜋 2 , 𝐋3 = 0 dan 𝐋n,n = 𝐋.Kemudianrotasi di sepanjangsumbu 3 berubaharah, dankarenaaksi𝐌𝐧,𝐧dan𝐌𝟑, 𝐋3mulai meningkat karena menurunnya 𝐋n,n. Akhirnya, batang menyentuh meja karena aksi gaya gesekan dan momen gaya baru, yaitu 𝐅dengan momen torsi 𝐌 yang membuatgasingbalikdapatmengangkatdirinya sendiridenganstabil.

Komponen𝐋n,ndilambatkan oleh 𝐌𝐧,𝐧yang baru dan akhirnya 𝐋3menjadi sama dengan 𝐋.

(3)

183

Selama proses

inversiberlangsungpusatmassapadagasingbali

kditinggikan. Hal

inimenyatakanenergikinetikrotasionalmenuru nselamainversiberlangsungakibatnyaenergipot ensialmengalamipeningkatan,

sehinggakecepatansudut total dan momentum sudut total menurunselama proses inversi.

Proses inidapatdilihatpadaGambar 1 yang menunjukkan proses inversipadagasingbalik.

Gambar1.TitikPusat Massa PadaGasingBalik

HASIL DAN PEMBAHASAN MomenInersiaGasingBalik

Gasingbalikmerupakansebuah bola

dengan radius R yang

memilikidistribusimassasimetrisumbutetapitid

aksimetri bola,

sehinggapusatmassadanpusatgeometritidakber

impit. Garis yang

menghubungkanpusatmassadanpusatgeometri adalahsumbusimetriinersialgarisinimerupakan bidang yang tegaklurusterhadapsumbu tensor momeninersiapada bola yang mempunyaiduamomeninersiautama yang samayaitu𝐼𝑛 = 𝐼𝑛 = 𝐼, sedangkan momen inersia sepanjang sumbu simetri dinotasikan dengan 𝐼3, sehingga besar 𝐼 dan 𝐼3 dapat ditentukan. Hal pertama yang dilakukanadalahmenemukanmomenutamapad agasingbalikpadapusatmassaseperti yang ditunjukkanolehGambar1.Kepalagasingbalika

dalahbagian bola (sphere) terpotong yang

memiliki radius

Rsedangkanpegangannyaberbentuktabung

yang memilikijari-

jaribdanujungnyaberbentukkerucutdenganjari- jari𝑟𝑘 dan tinggi ℎ. Momen inersia dengan

sumbu putar sumbu

3atausumbundann’merupakanjumlahandarim omeninersia bola terpotong,tabung, dankerucutgasingbalik, sehingga

𝐼𝑇𝑇 = 𝐼𝑏𝑜𝑙𝑎 + 𝐼𝑡𝑎𝑏𝑢𝑛𝑔 + 𝐼𝑘𝑒𝑟𝑢𝑐𝑢𝑡 Untukmenghitungmomeninersiamasing- masingsumbuakandiuraikandalamperhitungan sebagaiberikut.

MomenInersiaGasingBalikpadaSumbu3

Gambar2.Sumbuputarpadagasingbalik Gasingbalikterdiridari bola padat yang

terpotongdantabung yang

dianggapsebagaipeganganpadagasingbalikters ebut.Momeninersiapada bola utuhdengansumbuputarpadasumbu 3 adalah 𝐼𝑏𝑜𝑙𝑎 𝑢𝑡𝑢 ℎ =2

5 𝑚𝑅2 = 8 15𝜌𝜋𝑅5 denganmassa bola sebesar m = 𝜌43𝜋𝑅3

sedangkanmomeninersiapadabagian bola gasingbalikyangterpotongdenganmengasumsi kanpotongan bola tersebutsebagaitumpukan disk denganbatas-batastertentu yang dapatdilihatpadagambar

(4)

184

Gambar3.Potongan bola

gasingbalikdengansumbu 3 sebagaisumbuputar

Momeninersiapotongan bola

gasingbalikdengansumbuputaradalahsumbu 3 𝑑𝐼 =1

2𝑑𝑚𝑟2 dengan

𝐼𝐷 =1 2𝑚𝑅𝐷2 dan𝑅𝐷 = 𝑅 sin 𝜃

maka,

dI =12𝑑𝑚(𝑅 sin 𝜃)2 sehingga

𝐼 = 𝜌 (𝑅 sin 𝜃)2 2 𝑑𝑉

𝛼

𝜃=0

= 8 15𝜋𝜌𝑅5 + 1

2𝜋𝜌𝑅5 4

15sin6 𝛼

2 (18 cos 𝛼 + 3 cos 2𝛼 + 19)

karena, 𝑚𝑏 = 𝜌4

3𝜋𝑅3 maka,

𝐼𝑏𝑜𝑙𝑎 𝑇𝑇 = 𝑚𝑏𝑅2 32 15 +2

3 4

15sin6 𝛼

2 (18 cos 𝛼 + 3 cos 2𝛼 + 19)

danuntukmomeninersiatabungpadapegangang asingbalikdengansumbuputarsumbu 3 adalah 𝐼𝑡𝑎𝑏𝑢𝑛𝑔 =1

2𝑚𝑡𝑏2

sedangkan,

momeninersiakerucutterhadapsumbu 3 adalah 𝐼𝑘𝑒𝑟𝑢𝑐𝑢𝑡 = 3

10𝑚𝑘𝑟𝑘2

Jadi, momeninersiagasingbalikpadasumbu 3 adalah

𝐼𝑇𝑇 = 𝐼𝑏𝑜𝑙𝑎 𝑇𝑇 + 𝐼𝑡𝑎𝑏𝑢𝑛𝑔 + 𝐼𝑘𝑒𝑟𝑢𝑐𝑢𝑡 = 𝑚𝑏𝑅2 32

15 +2

3 4

15sin6 𝛼

2 (18 cos 𝛼 + 3 cos 2𝛼 + 19) +1

2𝑚𝑡𝑏2+ 3

10𝑚𝑘𝑟𝑘2. Momeninersiapadasumbu𝒏 dan 𝒏’

Gasing balik terdiri dari bola solid yang terpotong dan tabung yang dianggap sebagai pegangan pada gasing balik tersebut.

Momen inersia pada bola utuh dengan sumbu putar pada nataun’adalah

𝐼𝑏𝑜𝑙𝑎 𝑢𝑡𝑢 ℎ = 𝐼𝐶𝑀+ 𝐼𝑑

= 2

5 𝑚𝑅2+ 𝑚𝑎2 = 𝜋𝑅3 16

30𝜌𝑅2 +40 30𝜌𝑎2 sedangkanmomeninersiapadabagian bola gasingbalikyangterpotongadalah:

Dalammenghitungmomeninersiabagia npotongan bola padagasingbalik, potongan bola gasingbalikdiasumsikansebagaitumpukan disk denganbatas-batastertentu yang dapatdilihatpadaGambar4

Gambar4.Potongan bola

gasingbalikdengan𝒏’ sebagai sumbu putar

(5)

185 sehingga, momeninersiapotongan bola

gasingbalikdapatdihitungsebagaiberikut 𝑑𝐼 = 𝐼𝐷+ 𝑑𝑚𝑙2

dengan

𝐼𝐷 = 14𝑚𝑅𝐷2dan𝑅𝐷 = 𝑅 sin 𝜃 maka,

𝑑𝐼 = 1

4𝑑𝑚(𝑅 sin 𝜃)2+ 𝑑𝑚(𝑅 cos 𝜃 + 𝑎)2 sehingga,

𝐼 = 𝜌 (𝑅 sin 𝜃)2

4 + (𝑅 cos 𝜃 + 𝑎)2 𝑑𝑉

𝛼

𝜃=0

untuk volume yang

meliputiseluruhruangadalah 𝑑𝑉 = 𝜋𝑅𝐷2𝑑𝑧 Dengan

𝑧 = 𝑅 cos 𝜃 maka,

𝑑𝑧 = 𝑑𝑅 cos 𝜃 − 𝑅 sin 𝜃 𝑑𝜃 karenaRkonstan, sukupertamanol, sehingga

𝑑𝑧 = −𝑅 sin 𝜃 𝑑𝜃 jadi,

𝑑𝑉 = 𝜋 𝑅 sin 𝜃 2 −𝑅 sin 𝜃 𝑑𝜃

= −𝜋𝑅3sin3𝜃 𝑑𝜃

dapatdihitungmomeninersia bola gasingbalik yang terpotongadalah

𝐼 = −𝜌 (𝑅 sin 𝜃)2 4

𝛼

𝜃=0

+ (𝑅 cos 𝜃

+ 𝑎)2 𝜋𝑅3sin3𝜃 𝑑𝜃

= 𝜋𝑅3((−9 cos5𝛼 + 10 cos3𝛼 + 15 cos 𝛼)𝑅2

30cos4𝛼 − 60 cos2𝛼 𝑎𝑅 + (20cos3𝛼 − 60 cos 𝛼)𝑎2

60 +8𝑅2+ 15𝑎𝑅 + 20𝑎2

30 )

Momeninersia bola

terpotongpadagasingbalikmerupakanmomenin

ersiaseluruh bola

dikurangidenganmomeninersiapotongan bola gasingbaliktersebutadalah

Ibola TT = Ibola utuh − Ipotongan bola TT = 𝜋𝑅3 16

30𝑅2+40

30𝑎2 − 𝜋𝑅3(−9 cos5𝛼 + 10 cos3+ 15 cos 𝛼)𝑅2

30cos4𝛼 − 60 cos2𝛼 𝑎𝑅 + (20cos3𝛼 − 60 cos 𝛼)𝑎2 60

+8𝑅2+ 15𝑎𝑅 + 20𝑎2

30

= 𝜋𝑅3 16

30𝑅2+40

30𝑎2 + 𝜋𝑅3(9 cos5𝛼

− 10 cos3− 15 cos 𝛼)𝑅2

+𝜋𝑅3 30cos4𝛼 − 60 cos2𝛼 𝑎𝑅 + (20cos3𝛼 − 60 cos 𝛼)𝑎2 60

+8𝑅2+ 15𝑎𝑅 + 20𝑎2

30

= 𝜋𝑅3(24𝑅2+ 15𝑎𝑅 + 60𝑎2

30 + (9 cos5𝛼 − 10cos3𝛼

− 15 cos 𝛼)𝑅2

+ 30 cos4𝛼 − 60 cos2𝛼 𝑎𝑅 + (20 cos3𝛼 − 60 cos 𝛼)𝑎2

60 )

danuntukmomeninersiatabungpadapegangang asingbalikdengansumbuputarndann’adalah 𝐼𝑡𝑎𝑏𝑢𝑛𝑔 = 𝑚𝑡(1

4𝑏2+ 1

12(𝑅 − 𝑅 cos 𝛼)2

= 1

4𝑚𝑡 𝑏2+1

3𝑅2(1 − cos 𝛼)2 sedangkan, momeninersiakerucutpadasumbu𝑛 dan 𝑛’, yaitu

𝐼𝑘𝑒𝑟𝑢𝑐𝑢𝑡 = 3

5𝑚𝑘 𝑟𝑘2 4 + ℎ𝑘2

+ 𝑚𝑘(ℎ𝑘 + 𝑏 − 𝑐 + 𝑅 cos 𝛼 + 𝑎)2− 𝑚𝑘𝑐2

denganℎ𝑘 adalah tinggi kerucut TT.Jadi, momeninersiagasingbalikpadasumbu𝑛 dan 𝑛’

adalah

𝐼𝑇𝑇 = 𝐼𝑏𝑜𝑙𝑎 𝑇𝑇 + 𝐼𝑡𝑎𝑏𝑢𝑛𝑔 + 𝐼𝑘𝑒𝑟𝑢𝑐𝑢𝑡

(6)

186

=3 4𝑚𝑏

24𝑅2+ 15𝑎𝑅 + 20𝑎2

30 + (9 cos5𝛼

− 10cos3𝛼 − 15 cos 𝛼)𝑅2

+ 30 cos4𝛼 − 60 cos2𝛼 𝑎𝑅 + (20 cos3𝛼 − 60 cos 𝛼)𝑎2 60

+1

4𝑚𝑡𝑏2+1

3𝑅2(1 − cos 𝛼)2+3 5𝑚𝑘

𝑟𝑘2 4 + ℎ𝑘2

+ 𝑚𝑘𝑘+ 𝑏 − 𝑐 + 𝑅 cos 𝛼 + 𝑎 2− 𝑚𝑘𝑐2

KESIMPULAN

Berdasarkananalisis mengenai momen

inersiagaing balik

melaluipersamaanEularpadabidangdatardapat diambilsimpulanbahwamomen inersia gasing balikadalah

𝐼𝑇𝑇 = 𝐼𝑏𝑜𝑙𝑎 𝑇𝑇+ 𝐼𝑡𝑎𝑏𝑢𝑛𝑔 + 𝐼𝑘𝑒𝑟𝑢𝑐𝑢𝑡

=3 4𝑚𝑏

24𝑅2+ 15𝑎𝑅 + 20𝑎2

30 + (9 cos5𝛼

− 10cos3𝛼 − 15 cos 𝛼)𝑅2

+ 30 cos4𝛼 − 60 cos2𝛼 𝑎𝑅 + (20 cos3𝛼 − 60 cos 𝛼)𝑎2 60

+1

4𝑚𝑡𝑏2+1

3𝑅2(1 − cos 𝛼)2+3

5𝑚𝑘 𝑟𝑘2

4 + ℎ𝑘2 + 𝑚𝑘𝑘+ 𝑏 − 𝑐 + 𝑅 cos 𝛼 + 𝑎 2− 𝑚𝑘𝑐2

DAFTAR PUSTAKA

Bou-Rabee, N. M. Marsden, J. E. dan Romero, L. A. 2004. Tippe Top Inversion as a Dissipation-Induced Instability, SIAM J. Appl.Dyn. Syst. 3, 352–377.

Bou-Rabee, N. M. Marsden, J. E. dan Romero, L. A. 2008. Dissipation- Induced Heteroclinic Orbits in Tippe top, SIAM J. Appl.Vol 50. No.2. pp.

325-344.

Bloch, A. M., 2003, Holonomic Mechanics and Control, Springer-Verlag, New York.

Ciocci, M.C., Malengier, B., and Langerock, B. 1998.Towards a Prototype of a Spherical Tippe top, Am. J. Phys.45.1- 27.

Glad, Torkel, Paterson, Daniel,

danWojciechhowski, Rauch. 2007.

Phase Space of Rolling Solution of the tippe top. Sigma 3, 1-14.

Gray, C.G. Nickel. B.G. 2000. Constants of the motion for nonslippingtippe tops and other tops with round pegs. Am. J.

Phys. 68 (9), 821–828.

Hall, Brian C. 2003. Lie Groups, Lie algebras, and representations-Verlag.

(7)

116

Referensi

Dokumen terkait

Karena minimnya data yg diperoleh, perbedaan yang dapat ditemukan adalah penggunaan bentuk atap pelana (pada kurun waktu awal) dan bentuk atap limasan (pada kurun waktu

1) Selisih penilaian kembali aktiva tetap yaitu nilai yang dibentuk sebagai akibat selisih penilaian kembali aktiva tetap milik bank yang telah mendapat persetujuan Direktorat

Faktor-faktor yang telah dilaporkan mempunyai kemampuan mempengaruhi oksidasi LDL in vivo antara lain (1) adanya oksigen yang mendorong terbentuknya radikal bebas

Seorang atlet tidak mungkin dapat mencapai puncak prestasi yang tinggi tanpa adanya kesungguhan dan kedisiplinan yang tinggi untuk berlatih. Latihan merupakan salah satu

Rancangan dalam penelitian dan pengembangan model pembelajaran ini menggunakan pendekatan model penelitian dan pengembangan (Research & Development) dari Brog dan

Karakteristik wanita usia subur yang terkait dengan PMS adalah faktor umur, penelitian menemukan bahwa sebagian besar wanita yang mencari pengobatan PMS adalah mereka yang

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 54/PMK.02/2005 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara

Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia Departemen