• Tidak ada hasil yang ditemukan

TESIS. Oleh. LINDA CHONITA OKTAVIA SIHOMBING /M.Kn

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TESIS. Oleh. LINDA CHONITA OKTAVIA SIHOMBING /M.Kn"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS YURIDIS TERHADAP UPAYA HUKUM ADMINISTRASI ATAS PUTUSAN MAJELIS PENGAWAS NOTARIS DALAM UNDANG-UNDANG NO. 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG

NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS

TESIS

Oleh

LINDA CHONITA OKTAVIA SIHOMBING

137011046/M.Kn

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

ANALISIS YURIDIS TERHADAP UPAYA HUKUM ADMINISTRASI ATAS PUTUSAN MAJELIS PENGAWAS NOTARIS DALAM UNDANG-UNDANG

NO. 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS

TESIS

Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Magister Kenotariatan Pada Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum

Universitas Sumatera Utara

Oleh

LINDA CHONITA OKTAVIA SIHOMBING

137011046/M.Kn

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(3)

Judul Tesis : ANALISIS YURIDIS TERHADAP UPAYA HUKUM

ADMINISTRASI ATAS PUTUSAN MAJELIS

PENGAWAS NOTARIS DALAM UNDANG-UNDANG NO. 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS

UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004

TENTANG JABATAN NOTARIS

Nama Mahasiswa : LINDA CHONITA OKTAVIA SIHOMBING Nomor Pokok : 137011046

Program Studi : KENOTARIATAN

Menyetujui Komisi Pembimbing

(Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN)

Pembimbing Pembimbing

(Dr. Faisal Akbar Nasution, SH, MHum) (Notaris Syafnil Gani, SH, MHum)

Ketua Program Studi, Dekan,

(Prof.Dr.Muhammad Yamin,SH,MS,CN) (Prof.Dr.Budiman Ginting,SH,MHum)

(4)

Telah diuji pada

Tanggal : 09 February 2017

PANITIA PENGUJI TESIS

Ketua : Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN Anggota : 1. Dr. Faisal Akbar Nasution, SH, MHum

2. Notaris Syafnil Gani, SH, MHum

3. Dr. T. Keizerina Devi A, SH, CN, MHum 4. Notaris Suprayitno, SH, MKn

(5)

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : LINDA CHONITA OKTAVIA SIHOMBING

Nim : 137011046

Program Studi : Magister Kenotariatan FH USU

Judul Tesis : ANALISIS YURIDIS TERHADAP UPAYA HUKUM

ADMINISTRASI ATAS PUTUSAN MAJELIS

PENGAWAS NOTARIS DALAM UNDANG-UNDANG NO. 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS

UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004

TENTANG JABATAN NOTARIS

Dengan ini menyatakan bahwa Tesis yang saya buat adalah asli karya saya sendiri bukan Plagiat, apabila dikemudian hari diketahui Tesis saya tersebut Plagiat karena kesalahan saya sendiri, maka saya bersedia diberi sanksi apapun oleh Program Studi Magister Kenotariatan FH USU dan saya tidak akan menuntut pihak manapun atas perbuatan saya tersebut.

Demikianlah surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan dalam keadaan sehat.

Medan,

Yang membuat Pernyataan

Nama : LINDA CHONITA OKTAVIA SIHOMBING Nim : 137011046

(6)

i

ABSTRAK

Majelis Pengawas Notaris merupakan lembaga yang dibentuk untuk melakukan pengawasan, pemeriksaan dan memutuskan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Notaris di dalam menjalankan tugas profesinya. Putusan yang dibuat oleh Majelis Pengawas Notaris di dalam memutuskan perkara pelanggaran aturan Undang-undang Jabatan Notaris oleh Notaris dapat tidaknya ditempuh upaya hukum administrasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah Majelis Pengawas Notaris merupakan lembaga administrasi negara, apakah keputusan majelis pengawas notaris dapat dikatakan merupakan bagian dari objek sengketa Tata Usaha Negara, bagaimana upaya hukum administrasi yang dilakukan notaris terhadap sanksi menurut Undang-undang No. 2 Tahun 2014 perubahan atas Undang-undang No. 30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.

Penelitian ini menggunakan teori kewenangan, sedangkan jenis penelitian ini adalah yuridis normatif dan sifat penelitian ini ialah deskriftif analitis, sumber data pada penelitian ini data sekunder yang didapatkan melalui studi kepustakaan (library

research).

Majelis Pengawas Notaris merupakan Jabatan Tata Usaha Negara yang mendapatkan kewenangan yang bersumber dari adanya delegasi kewenangan dari Menteri, Majelis Pengawas Notaris merupakan Jabatan Tata Usaha Negara sehingga putusan Majelis Pengawas Notaris pun merupakan Putusan Pejabat Tata Usaha Negara, Upaya hukum administrasi yang dapat dilakukan notaris adalah upaya hukum banding adminitrasi terlebih dahulu, atau dapat langsung mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Dalam penjatuhan sanksi kepada notaris hendaknya Majelis Pengawas Notaris lebih memperhatikan peraturan yang ada agar setiap keputusan yang dikeluarkan dapat diterima oleh notaris, adanya penyuluhan kepada Majelis Pengawas Notaris bahwa mereka adalah Pejabat Tata Usaha Negara, penyuluhan ini penting dikarenakan oleh adanya anggota Majelis Pengawas Notaris yang tidak mengetahui bahwa jabatan mereka adalah Jabatan Tata Usaha Negara, notaris dapat menggunakan haknya apabila dalam hal upaya hukum banding adminitrasi ke Majelis Pengawas Pusat, apabila putusan yang dikeluarkan oleh Majelis Pengawas Wilayah merugikan notaris, atau Notaris dapat langsung digugat di Pengadilan Tata Usaha Negara untuk dibatalkan apabila putusan Majelis Pengawas Notaris tersebut sangat merugikan notaris.

(7)

ii

ABSTRACT

Notarial Supervisory Council is an institution which is established for conducting supervision, examination, and decision on any violations done by Notaries in doing their profession. Decision of Notarial Supervisory Council in deciding the case of the violation against Notarial Act is whether it can be done by Administrative legal remedy. The research problems were as follows whether Notarial Supervisory Council was a State Administration Institution, whether the decision of Notarial Supervisory Council can be part of disputable object of State Administration, and how abaout administrative legal remedy by a Notary toward the sanction under Law No. 2/2004 on Notarial Position.

The research used the theory of authority with juridical normative and descriptive analytic method. Secondary data were obtained from library research.

Notarial Supervisory Council is a State Administrative Official which has the authority by the delegation of authority from the ministry. As a State Administrative Institution, its decision is the decision of State Administrative Official. Legal remedy which can be done by a Notary is doing by administrative appeal or he can file his complaint directly to the State Administrative Court. It is recommended that before imposing sanction on a Notary, Notarial Supervisory Council consider the prevailing regulation so that every decision can be accepted by notaries and provide counseling about what Notary Supervisory Council is. Counseling is important since some Notarial Supervisory Council members do not know that they are State Administrative Officials. A Notary can use his right in his legal remedy to the Central Supervisory Council when the decision of the Regional Supervisory Council harm him, or he can directly file his complaint to the State Administrative Court to revoke the decision when the decision of the Notarial Supervisory Council severely harms him.

(8)

iii

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena dengan rahmat dan karunia-Nya tesis yang berjudul “ANALISIS YURIDIS

TERHADAP UPAYA HUKUM ADMINISTRASI ATAS PUTUSAN MAJELIS PENGAWAS NOTARIS DALAM UNDANG-UNDANG NO. 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS”, sebagai suatu persyaratan yang harus

dipenuhi untuk memproleh gelar Magister dalam bidang ilmu kenotariatan ( M.kn ) Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara ini dapat selesai. Penulis Menyadari bahwa tesis ini masih terdapat banyak kekurangan, akan tetapi penulis telah berusaha untuk mencoba menyajikannya dalam bentuk penyajian yang singkat dan di format sesederhana mungkin dikarenakan keterbatasan yang ada.

Pada kesempatan ini tak lupa penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada semua pihak yang telah membantu penyusunan ini dengan memberikan berbagai referensi buku dan sumber pustaka lainnya sehingga dapat penulis jadikan sebagai acuan dalam penyusunan tesis ini. Untuk itu ucapan terima kasih yang mendalam penulis sampaikan secara khusus kepada:

1. Prof. Dr. Runtung, SH, M.Hum, selaku Rektor Universitas Sumatera Utara.

2. Prof. Dr. Budiman Ginting, SH, M.Hum, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

3. Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN, selaku Ketua Program Studi S2

(9)

iv

ketua Komisi Pembimbing yang penuh perhatian, kesabaran dan ketelitian dalam memberikan bimbingan, arahan, petunjuk hingga selesai penulisan tesis ini. 4. Bapak Dr. Faisal Akbar Nasution, SH, M.Hum, selaku pembimbing kedua

yang telah meluangkan waktu dan memberi motivasi, bimbingan, dorongan, saran dan perhatian hingga selesai penulisan tesis ini.

5. Bapak Notaris Syafnil Gani, SH, M.Hum, selaku pembimbing ketiga yang telah meluangkan waktu dan memberi motivasi, bimbingan, dorongan, saran dan perhatian hingga selesainya penulisan tesis ini.

6. Para Bapak/ ibu Dosen Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat, selama penulis mengikuti pendidikan.

7. Seluruh Staf Biro Pendidikan Magister Kenotariatan yang telah banyak memberikan bantuan kepada penulis selama ini.

8. Keluarga tercinta, terutama untuk ayahanda Ir. Paruntungan Sihombing dan Ibunda tercinta Aolien Kalase yang tiada hentinya memberikan perhatian, doa dan semangat kepada penulis hingga selesainya penulisan tesis ini, semoga selalu dalam lindungan Tuhan, Adik tercinta, Erwin Kurnia dan Ryan Franklin yang telah memberikan dukungannya.

9. Rekan-rekan mahasiswa dan mahasiswi di Program Megister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, khususnya Arlianti Imaria Simanjuntak, SH, M.Kn, Fitri Yanti Tambun, SH, M.Kn, Melky S. Pardede, SH, M.Kn, Ivan Stevanus, SH, M.Kn, Andre Prima Sembiring, SH, M.Kn, Elisanta Monika Sembiring, SH, yang saya sayangi terima kasih atas segala bantuan, motivasi, dan hiburan yang diberikan selama saya kuliah disini.

(10)

v

Hanya Tuhan yang dapat membalas segala kebaikan dan jasa-jasa yang diberikan mereka semua. Dengan penuh kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak atas segala kekurangan yang penulis sadari sepenuhnya terdapat dalam tesis ini guna perbaikan dikemudian hari.

Medan, Februari 2017 Penulis,

(11)

vi

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. DATA PRIBADI

Nama : LINDA CHONITA OKTAVIA SIHOMBING TempatTanggalLahir : Jayapura, 29 Oktober 1989

JenisKelamin : Perempuan Status : Belum Menikah Agama : Kristen Protestan

Alamat : Royal Setia Budi Residence Blok E6, Jalan Harmonika Baru, Pasar 1 Padang Bulan, Medan

II. DATA KELUARGA

1. Nama Ayah : Paruntungan Sihombing, ST. 2. NamaIbu : Aolien Kalase

3. NamaSaudara : 1. Linda Chonita Oktavia Sihombing 2. Erwin Kurnia

3. Ryan Franklin

III. PENDIDIKAN FORMAL

1. SD. St. Antonius, Medan Lulus Tahun 2001 2. SMP P. Cahaya, Medan Lulus Tahun 2004 3. SMA Cahaya, Medan Lulus Tahun 2007 4. SI Fakultas Hukum USU Lulus Tahun 2011 5. S2 Program Studi MKn FH USU Lulus Tahun 2017

(12)

vii

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR SINGKATAN ... ix

DAFTAR ISTILAH ASING ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Perumusan masalah ... 10 C. Tujuan Penelitian ... 10 D. Manfaat Penelitan ... 11 E. Keaslian Penelitian ... 12

F. Kerangka Teori dan Konsepsi... 14

1. Kerangka Teori ... 14

2. Konsepsi ... 24

G. Metode Penelitian ... 26

1. Jenis dan Sifat Penelitian ... 27

2. Sumber Data ... 28

3. Metode Pengumpulan Data ... 29

4. Alat Pengumpul Data ... 30

5. Analisis Data ... 30

BAB II MAJELIS PENGAWAS NOTARIS MERUPAKAN LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA... 32

(13)

viii

B. Perbedaan antara Majelis Pengawas Notaris (MPN) dan

Majelis Kehormatan Notaris (MKN) ... 35

C. Kedudukan Majelis Pengawas Notaris Sebagai Lembaga yang Melakukan Pengawasan, Pemeriksaan dan Penjatuhan Sanksi Terhadap Notaris ... 42

D. Majelis Pengawas Notaris Sebagai Badan atau Jabatan Tata Usaha Negara ... 46

BAB III KEPUTUSAN MAJELIS PENGAWAS NOTARIS DAPAT DIKATAKAN MERUPAKAN BAGIAN DARI OBJEK SENGKETA TATA USAHA NEGARA ... 56

A. Pengertian Keputusan Tata Usaha Negara ... 56

B. Unsur-Unsur Keputusan Dikatakan Sebagai Keputusan Tata Usaha Negara ... 62

C. Keputusan Majelis Pengawas Notaris Merupakan Bagian Objek Sengketa Tata Usaha Negara... 68

D. Bentuk-Bentuk Sanksi Administrasi yang Merupakan Bagian dari Keputusan Majelis Pengawas Notaris... 69

BAB IV UPAYA HUKUM ADMINISTRASI YANG DILAKUKAN NOTARIS TERHADAP SANKSI MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 2 TAHUN 2014 PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NO. 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS... 77

A. Prosedur Pemeriksaan Notaris Pada Majelis Pengawas ... 77

B. Upaya Hukum Administrasi Yang Dilakukan Notaris Terhadap Sanksi Menurut Undang-undang No. 2 Tahun 2014 Perubahan atas Undang-undang No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris ... 82

C. Alasan-Alasan Pembenar Bagi Notaris Yang Dapat Dijadikan Dasar Pembelaan ... 89

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 98

A. Kesimpulan ... 98

B. Saran ... 99

(14)

ix

DAFTAR SINGKATAN

BUMD : Badan Usaha Milik Daerah BUMN : Badan Usaha Milik Negara

DPRD : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah HAM : Hak Asasi Manusia

MPD : Majelis Pengawas Daerah MPN : Majelis Pengawas Notaris MPP : Majelis Pengawas Pusat MPR : Majelis Perwakilan Rakyat MPW : Majelis Pengawas Wilayah PERDA : Peraturan Daerah

PERMEN : Peraturan Menteri

Permenhukham : Peraturan Meneteri Hukum Hak Asasi Manusia PERNORI : Persatuan Notaris Reformasi Indonesia

PTUN : Pengadilan Tata Usaha Negera PUU : Pengujian Undang-undang RI : Republik Indonesia TUN : Tata Usaha Negara UUD : Undang-undang Dasar

(15)

x

DAFTAR ISTILAH ASING

administratief rechtshandeling : Tindakan Tata Usaha Negara

Ambtsdrager : Pemegangjabatan

Atribusi : Pemberian wewenang pemerintahan oleh

Pembuat undang-undang kepada organ pemerintahan

Atributaris : Penerima wewenang

Autoriteit : Penguasa

Axiomatic : Pemberian makna pada serangkaian fakta

Bestuursfunctie : Fungsi memerintah

Besluiten : Keputusan- keputusan

Beschikkingen : Ketetapan-ketetapan

Besturssdwang : Paksaan pemerintah

Deduktif : Bertolak dari suatu yang umum dan abstrak

Menuju suatu yang khusus dan nyata.

Delegasi : Pelimpahan wewenang pemerintahan dari Satu

organ pemerintahan kepada organ Pemerintahan lainnya.

Delegetaris : Penerima delegasi

Dissenting Opinion : Berbeda pendapat

ex officio : Rangkap jabatan

Gezag, Authority : Kekuasaan

Legalitas Principle : Asas legalitas

Mandat : Organ pemerintahan mengizinkan

Kewenangannnya dijalankan oleh organ Lain atas namanya

Mandataris : Penerima mandate

Mandans : Pemberi mandate

(16)

xi

Rechtstaat : Negarahukum

Rechten en plichten : Sekaligus kewajiban

Rechtsgerechtigheid : Keadilan

Rechtsutiliteit : Kemanfaatan

Rechtszekerheid : Kepastian hukum

Tool of Science : Alat dari ilmu

Vege norm : Norma-norma tersamar

Referensi

Dokumen terkait

Karakterisasi komposit HDPE - HAp hasil sintesis, analisis fase dengan XRD , dan identifikasi gugus fungsi yang terbentuk pada sampel dengan Fourier Transform Infrared

Hasil penelitian ekstraksi mikroalga laut Tetraselmis chuii dengan dua faktor yaitu rasio aquades:etanol dan rasio bahan:pelarut didapatkan hasil analisis sidik

11 (3) 146 Tujuan dari KKP-E adalah a) Menyediakan kredit investasi dan atau modal kerja dengan suku bunga terjangkau, b) Mengoptimalkan pemanfaatan dana kredit yang

Ada hubungan antara, kompetensi Bidan PONED dengan Penerapan penggunaan partograf APN, bidan yang mempunyai kompetensi, ternyata lebih banyak menerapkan penggunaan partograf APN dari

FE istraživanje tlačnih elemenata izvedenih kutnicima s jednakim krakovima od austenitnog toplo valjanog nehrđajućeg čelika provedeno je na temelju eksperimentalnog nelinearnog

Notaris yang merasa dirugikan dengan Keputusan dari Majelis Pengawas dan dirasa memberatkan bagi Notaris atau Notaris merasa bahwa proses pemeriksaan oleh MPD, MPW dan MPP

Secara normatif, Protokol Notaris dari Notaris lain yang pada waktu penyerahannya berumur 25 (dua puluh lima) tahun atau lebih diserahkan oleh Notaris penerima

Ketua : Prof.. skorsing dan pemecatan seorang notaris. Sanksi yang diterima oleh notaris yang melanggar kode etik tidak hanya sanksi sanksi skorsing dan