• Tidak ada hasil yang ditemukan

berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Jika Anda mengalami kesulitan untuk memahami informasi sebagaimana tercantum dalam Keterbukaan Informasi ini atau ragu-ragu dalam mengambil keputusan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan perantara pedagang efek, manajer investasi, penasihat hukum, akuntan publik atau penasihat profesional lainnya.

Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama bertanggung jawab sepenuhnya atas kelengkapan dan kebenaran seluruh informasi atau fakta material yang dimuat dalam Keterbukaan Informasi ini dan setelah melakukan penelitian secara seksama, menegaskan bahwa informasi yang dikemukakan adalah benar dan tidak ada fakta material dan relevan yang tidak dikemukakan atau dihilangkan yang dapat menyebabkan informasi ini menjadi tidak benar dan/atau menyesatkan.

berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia Bidang Usaha:

Produksi dan perdagangan barang-barang yang terbuat dari karet, termasuk ban dalam dan ban luar segala jenis kendaraan

Keterbukaan Informasi Ini Harus Dibaca Dengan Mengacu pada Keterbukaan Informasi Kepada Pemegang Saham Perseroan Yang Dimuat di Surat Kabar Harian Terbit yang Terbit pada Tanggal 4 Februari 2021 dan Tambahan Informasi yang Dimuat di Website Perseroan pada Tanggal 10 Maret 2021 (“Keterbukaan Informasi Awal”). Oleh Karenanya Seluruh Istilah Atau Definisi Yang Berlaku Dalam Keterbukaan Informasi Awal Berlaku Pula Bagi Tambahan Keterbukaan Informasi Ini, Kecuali Dinyatakan Lain Dalam Tambahan Keterbukaan Informasi Ini.

Keterbukaan Informasi ini dan informasi yang terdapat dalam Keterbukaan Informasi ini bukan merupakan suatu penawaran atas penjualan efek di Amerika Serikat. Surat Utang Baru tidak boleh ditawarkan atau dijual di wilayah Amerika Serikat atau kepada, atas nama, atau untuk manfaat bagi U.S. person (istilah tersebut sebagaimana didefinisikan dalam Regulation S dari U.S. Securities Act of 1933, sebagaimana diubah (“Securities Act”)) tanpa adanya pendaftaran berdasarkan Securities Act, atau berlakunya suatu pengecualian pendaftaran berdasarkan Securities Act. Penawaran umum efek yang akan dilakukan di wilayah Amerika Serikat akan dilakukan melalui suatu prospectus yang dapat diperoleh dari penerbit, dan yang akan mengandung informasi mengenai penerbit, manajemen penerbit, dan laporan keuangan penerbit. Tidak ada uang, efek, atau pembayaran lainnya yang ditawarkan melalui Keterbukaan Informasi ini maupun informasi yang terdapat dalam Keterbukaan Informasi ini, dan, apabila uang, efek atau pembayaran lainnya diberikan

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT GAJAH TUNGGAL TBK. DALAM RANGKA MEMENUHI PERATURAN OJK NO. 17/POJK.04/2020 TENTANG

TRANSAKSI MATERIAL DAN PERUBAHAN KEGIATAN USAHA,

PERATURAN OJK NO. 42/POJK.04/2020 TENTANG TRANSAKSI AFILIASI DAN TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN DAN

PERATURAN OJK NO. 31/POJK.04/2015 TENTANG KETERBUKAAN ATAS INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL OLEH EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK

(2)

1 sebagai suatu jawaban atas Keterbukaan Informasi ini, uang, efek atau pembayaran tersebut tidak akan diterima.

Kantor Pusat

Wisma Hayam Wuruk Lantai 10

Jl. Hayam Wuruk No. 8 Jakarta 10120 Telp. (021) 50985916-20 Fax. (021) 50985908 Website: www.gt-tires.com Email: [email protected] Pabrik 1

Komplek Industri Gajah Tunggal

Jl Gajah Tunggal – Desa Pasir Jaya – Jati Uwung

Tangerang Telp. (021) 590-1312 Fax. (021) 590-1317 Pabrik 2 Desa Mangunreja, Bojonegara Serang, Banten No. Telp. +62 254 575091 No. Fax. +62 254 5750929

(3)

2 DEFINISI

Agunan adalah aset-aset tertentu milik Perseroan yang akan diberikan sebagai agunan atas Surat Utang Baru setelah selesainya Tanggal Pelunasan Surat Utang Lama, sebagaimana dijelaskan pada bagian ‘Keterangan Mengenai Transaksi’.

Entitas Anak

Penjamin adalah PSM dan FS

FS adalah PT Filamendo Sakti, suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan dan tunduk kepada hukum negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat, yang seluruh sahamnya secara langsung dan tidak langsung dimiliki oleh Perseroan.

Jaminan Perusahaan adalah jaminan perusahaan (corporate guarantee) yang akan diberikan oleh Entitas Anak Penjamin dalam rangka penerbitan Surat Utang Baru.

Laporan Keuangan Laporan Keuangan Konsolidasian (audited) Perseroan No. 00034/2.1265/AU.1/04/0565-2/1/III/2021 tanggal 6 Maret 2021 untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019.

OJK adalah Otoritas Jasa Keuangan, lembaga yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang peraturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Republik No. Nomor 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (UU No. 21 Tahun 2011).

Perseroan adalah PT Gajah Tunggal Tbk.

POJK No. 17/2020 adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

POJK No. 31/2015 adalah Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten.

PSM adalah PT Prima Sentra Megah, suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan dan tunduk kepada hukum negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat, yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Perseroan.

RUPSLB adalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa

Transaksi adalah penerbitan Surat Utang Baru oleh Perseroan yang merupakan transaksi material yang telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan, sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/2020.

(4)

3 Surat Utang Baru adalah surat utang yang diterbitkan oleh Perseroan dengan jumlah

sebesar US$175.000.000 (seratus tujuh puluh lima juta Dolar Amerika Serikat) dengan bunga sebesar 8,950% per tahun dan akan jatuh tempo pada tahun 2026, yang dijamin dengan Jaminan Perusahaan dari Entitas Anak Penjamin dan, setelah Tanggal Pelunasan Surat Utang Lama, akan dijamin dengan Agunan.

Surat Utang Lama adalah surat utang dengan jaminan (senior secured notes) yang telah diterbitkan oleh Perseroan berdasarkan suatu indenture tertanggal 10 Agustus 2017, sebagaimana telah diubah berdasarkan first

supplemental indenture tanggal 8 Januari 2019, dengan jumlah

pokok sebesar US$250.000.000 (dua ratus lima puluh juta Dolar Amerika Serikat), dengan tingkat bunga 8,375% yang akan jatuh tempo pada tanggal 10 Agustus 2022.

Tanggal Pelunasan Surat Utang Lama

adalah tanggal di mana seluruh kewajiban pembayaran Perseroan yang terutang berdasarkan Surat Utang Lama dilunasi seluruhnya oleh Perseroan.

Tender Offer adalah suatu penawaran tender oleh Perseroan kepada para pemegang Surat Utang Lama untuk membeli kembali Surat Utang Lama.

BAB I PENDAHULUAN

Dalam rangka memenuhi ketentuan POJK No. 17/2020, Direksi Perseroan mengumumkan Informasi sebagaimana tercantum dalam Keterbukaan Informasi ini kepada para pemegang saham Perseroan sehubungan dengan Transaksi yang telah dilaksanakan oleh Perseroan, yaitu penerbitan Surat Utang Baru yang ditawarkan di luar wilayah Indonesia dengan tunduk pada 144a Rule/Regulation S berdasarkan United States Securities Act 1993 berdasarkan Indenture, dan dijamin dengan Jaminan Perusahaan dari Entitas Anak Penjamin, yang dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2021. Surat utang yang diterbitkan berjumlah USD175.000.000 (seratus tujuh puluh lima juta Dolar Amerika Serikat) yang akan digunakan oleh Perseroan untuk mendanai

Tender Offer sehubungan dengan pembelian kembali Surat Utang Lama.

Transaksi yang telah dilakukan oleh Perseroan merupakan suatu transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/2020 dengan nilai transaksi lebih besar dari 50% ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan dan oleh karenanya memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Pemegang Saham Perseroan sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/2020. Selain itu, pemberian Jaminan Perusahaan oleh Entitas Anak Penjamin merupakan suatu transaksi afiliasi yang dikecualikan berdasarkan POJK No. 42/2020 dan oleh karenanya cukup memenuhi ketentuan POJK No. 17/2020. Sehubungan dengan pelaksanaan Transaksi, Perseroan telah memperoleh persetujuan dari Pemegang Saham Perseroan dalam RUPSLB Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 25 Maret 2021, yang antara lain telah memutuskan untuk menyetujui penerbitan Surat Utang Baru dan pemberian jaminan perusahaan oleh Entitas Anak Penjamin, dengan mengikuti peraturan dan/atau ketentuan yang berlaku di Republik Indonesia khususnya di bidang pasar modal.

Penerbitan Surat Utang Baru, pemberian Jaminan Perusahaan dari Entitas Anak Penjamin serta pemberian Agunan oleh Perseroan untuk kepentingan pemegang Surat Utang Baru merupakan satu kesatuan transaksi dan bukan merupakan suatu transaksi yang terpisah dan berdiri sendiri.

(5)

4 BAB II KETERANGAN MENGENAI TRANSAKSI

1. Uraian Singkat Mengenai Transaksi

a. Berikut adalah uraian singkat mengenai Transaksi • Obyek Transaksi : Surat Utang Baru • Penerbit : Perseroan

• Nilai : USD175.000.000 (seratus tujuh puluh lima juta Dolar Amerika Serikat)

• Jaminan dan

Agunan : 1. Jaminan Perusahaan yang diberikan oleh Entitas Anak Penjamin; 2. Peralatan dan mesin yang ada dalam pabrik produksi Perseroan untuk ban bias mobil ("Pabrik A"), pabrik produksi Perseroan untuk ban dan ban dalam motor ("Pabrik B"), pabrik produksi Perseroan untuk ban dalam mobil ("Pabrik C"), dan dua fasilitas produksi tali ban (tire cord) Perseroan (“Fasilitas Tali Ban (Tire Cord) 1” dan “Fasilitas Tali Ban (Tire Cord) 2”), yang merupakan bagian dari pabrik produksi Perusahaan untuk tali ban (tire cord) (Pabrik F) (Pabrik A, Pabrik B, Pabrik C, Fasilitas Tali Ban (Tire Cord) 1 dan Fasilitas Tali Ban (Tire Cord) 2, bersama-sama, "Pabrik-Pabrik"), yang akan diikat dengan jaminan fidusia (“Obyek Fidusia Aset”);

3. Hasil Asuransi yang terkait dengan Pabrik-Pabrik yang akan diikat dengan jaminan fidusia (“Obyek Fidusia Asuransi”); dan

4. Sertifikat-sertifikat hak guna bangunan (“HGB”) milik Perseroan sebagai berikut (“Obyek Hak Tanggungan”):

- HGB No. 154/Pasir Jaya; - HGB No. 155/Pasir Jaya; dan - HGB No. 178/Pasir Jaya,

yang akan diikat dengan jaminan hak tanggungan peringkat 1.

Dimana dengan mengingat Obyek Fidusia Aset, Obyek Fidusia Asuransi dan Obyek Hak Tanggungan yang akan dijadikan Agunan sebagaimana dimaksud dalam butir 2, 3 dan 4 tersebut di atas (“Jaminan Fidusia dan Hak Tanggungan”) pada saat ini masih diikat jaminan fidusia dan hak tanggungan untuk menjamin Surat Utang Lama (“Jaminan Surat Utang Lama”), maka atas Obyek Fidusia Aset, Obyek

(6)

5 Fidusia Asuransi dan Obyek Hak Tanggungan baru akan diikat dengan jaminan fidusia dan hak tanggunan segera setelah Tanggal Pelunasan Surat Utang Lama dan Jaminan Surat Utang Lama telah secara efektif mendapatkan pelepasan dan roya. Perseroan memperkirakan penandatanganan dokumen Jaminan Fidusia dan Hak Tanggungan tersebut untuk dapat dilakukan 30 (tiga puluh) hari setelah Tanggal Pelunasan Surat Utang Lama. • Tujuan penggunaan

dana : Untuk mendanai Tender Offer sehubungan dengan pembelian kembali sebagian Surat Utang Lama. • Jatuh Tempo

Pembayaran Hutang Pokok

: 23 Juni 2026.

• Bunga : 8,950% (delapan koma sembilan lima nol persen) per tahun.

• Hukum yang

berlaku : Hukum Negara Bagian New York. • Lembaga

penyelesaian perselisihan

: Pengadilan di Negara Bagian New York atau Pengadilan Federal Amerika Serikat yang berkedudukan di Borough of Manhattan

b. Nilai Transaksi

Sebagaimana telah diuraikan pada butir a di atas, nilai dari Surat Utang Baru yang diterbitkan oleh Penerbit adalah sejumlah USD175.000.000 (seratus tujuh puluh lima juta Dolar Amerika Serikat), dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,950% (delapan koma sembilan lima nol persen) per tahun, sehingga secara keseluruhan adalah sebesar 36.01% (tiga puluh enam koma nol satu persen) dari nilai ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan.

Lebih lanjut, nilai dari Agunan yang diberikan Perseroan sehubungan dengan Surat Utang Baru adalah sejumlah USD262.500.000 (dua ratus enam puluh dua juta lima ratus ribu Dolar Amerika Serikat), sehingga secara keseluruhan adalah sebesar 54.01% (lima puluh empat koma nol satu persen) dari nilai ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan.

Bahwa atas penerbitan Surat Utang Baru serta pemberian Jaminan Perusahaan dan Agunan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Pemegang Saham Perseroan dalam RUPSLB Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 25 Maret 2021.

(7)

6 c. Dokumen Transaksi

Sehubungan dengan Transaksi dan dalam rangka penggunaan dana hasil penerbitan Surat Utang Baru, Perseroan dan Entitas Anak Penjamin telah menandatangani dokumen-dokumen Transaksi yang terdiri dari Purchase Agreement, Indenture dan Akta Penanggungan Perusahaan (“Dokumen Transaksi”).

Berikut uraian singkat mengenai Dokumen Transaksi: (i) Purchase Agreement

Perjanjian : Purchase Agreement, tanggal 16 Juni 2021. Para Pihak : 1. Perseroan;

2. Entitas Anak Penjamin; dan

3. Credit Suisse (Singapore) Limited dan Deutsche Bank AG, Singapore Branch (“Para Pembeli Awal”).

Obyek Kesepakatan Para Pembeli Awal untuk membeli Surat Utang Baru yang diterbitkan oleh Perseroan, dimana penerbitan Surat Utang Baru tersebut akan dilaksanakan dengan bergantung pada pemenuhan syarat dan ketentuan sebagaimana diatur dalam perjanjian ini.

Nilai Surat Utang : USD175.000.000 Bunga : 8,950% per tahun Harga penerbitan : USD175.000.000 Jatuh tempo Surat Utang : 23 Juni 2026 Kewajiban/ Pembatasan

: Kewajiban atau hal-hal yang wajib untuk dipatuhi oleh Perseroan maupun Para Penjamin antara lain sebagai berikut:

1. Untuk menggunakan dana hasil penerbitan Surat Utang Baru sesuai dengan pengungkapan pada Final

Offering Memorandum tanggal 16 Juni

2021;

2. Sampai mana yang terakhir terjadi dari: (i) penyelesaian distribusi Surat Utang Baru oleh Para Pembeli Awal; dan (ii)

(8)

7 tanggal penerbitan Surat Utang Baru: Perseroan tidak akan mengamendemen atau menambahkan Pricing Disclosure Package dan Final Memorandum atau dengan cara lain mendistribusikan atau mengacu pada suatu komunikasi tertulis (sebagaimana didefinisikan berdasarkan Rule 405 dari Act) yang merupakan penawaran untuk menjual atau permintaan penawaran untuk membeli Efek Yang Ditawarkan (kecuali Pricing Disclosure Package, Rekaman Road Show dan Final Memorandum) kecuali Para Pembeli Awal sebelumnya telah diberi tahu dan diserahkan salinan selama jangka waktu wajar sebelum amendemen atau penambahan yang diusulkan dan yang telah disetujui oleh Para Pembeli Awal. Perseroan akan segera, setelah permintaan yang wajar dari Para Pembeli Awal atau penasihat untuk Para Pembeli Awal, melakukan setiap amendemen atau penambahan terhadap Pricing Disclosure Package dan Final Memorandum yang mungkin diperlukan atau disarankan sehubungan dengan penjualan kembali Surat Utang Baru oleh Para Pembeli Awal;

3. mematuhi seluruh pelaporan, pengajuan dan persyaratan-persyaratan lain yang diwajibkan oleh suatu otoritas atau badan pemerintahan, termasuk namun tidak terbatas pada Bank Indonesia, dan Menteri Keuangan Republik Indonesia dan sesuai dengan setiap peraturan perundang-undangan Indonesia yang berlaku dari waktu ke waktu sehubungan dengan Efek Yang Ditawarkan, termasuk, tanpa mengesampingkan keumuman dari ketentuan-ketentuan tersebut di atas, apabila diperlukan untuk pelaporan atas penandatanganan Dokumen Transaksi dan pengajuan laporan berkala sehubungan dengan pelaksanaannya kepada Bank Indonesia, Menteri Keuangan Republik Indonesia, dan setiap otoritas pemerintahan atau pengatur lain yang berlaku sesuai dengan peraturan yang berlaku;

(9)

8 4. mematuhi seluruh kewajiban

keterbukaan informasi dan pelaporan ke OJK berdasarkan peraturan perundang-undangan Indonesia yang berlaku, termasuk berdasarkan POJK No. 17/2020, POJK No. 42/2020, POJK No. 31/2015 dan Peraturan BEI No. I-E. Hukum yang

berlaku

: Hukum Negara Bagian New York

Lembaga Penyelesaian perselisihan

: Singapore International Arbitration Centre

(ii) Indenture

Perjanjian : Indenture tanggal 23 Juni 2021. Para Pihak : 1. Perseroan;

2. Entitas Anak Penjamin; dan

3. DB Trustees (Hongkong) Limited (“Trustee”);

4. PT Bank CIMB Niaga Tbk. sebagai security

agent; dan

5. Deutsche Bank AG, Hong Kong Branch sebagai paying agent, transfer agent dan

registrar.

Nilai Surat Utang : USD175.000.000 Kewajiban

pembayaran : Perseroan wajib untuk membayar kembali seluruh nilai Surat Utang Baru berikut bunga dan kewajiban pembayaran lainnya yang telah jatuh tempo dan wajib dibayarkan oleh Perseroan kepada Trustee untuk dan atas nama pemegang Surat Utang Baru sesuai dengan syarat dan ketentuan sebagaimana diatur dalam Indenture. Kewajiban/

pembatasan : Dalam pemegang Surat Utang Baru, atas penerbitan rangka melindungi kepentingan Surat Utang Baru, Perseroan tidak akan, dan tidak akan mengizinkan entitas anak dari Perseroan mana pun, antara lain untuk:

- mengizinkan entitas anak dari Perseroan mana pun untuk melaksanakan suatu penjualan aset kecuali sebagaimana diperbolehkan berdasarkan ketentuan Indenture;

(10)

9 - membuat, menimbulkan, menganggap

atau mengalami segala hak gadai dalam bentuk apa pun (selain hak gadai yang diizinkan) pada jaminan-jaminan yang diberikan untuk menjamin Surat Utang Baru;

- menandatangani suatu transaksi penjualan dan sewa balik kecuali sebagaimana diperbolehkan berdasarkan ketentuan Indenture;

- Menanggung pembayaran utang apa pun lainnya yang merupakan tanggungan Perseroan atau salah satu dari entitas anak Perseroan kecuali sebagaimana diperbolehkan berdasarkan Indenture; - melakukan peleburan atau penggabungan

dengan atau ke dalam pihak lainnya (baik Perseroan akan menjadi suatu perusahaan yang tetap bertahan atau tidak); atau (2) menjual, mengalihkan, memindahtangankan, menyerahkan hak atau dengan cara lain melepaskan seluruh atau secara substansial seluruh properti atau aset Perseroan dan entitas anak Perseroan secara keseluruhan, dalam satu atau beberapa transaksi terkait, kepada Pihak lain, kecuali sebagaimana diperbolehkan berdasarkan Indenture. Jangka waktu : Berlaku sejak tanggal ditandatanganinya

Indenture dan akan terus berlaku sepanjang masih terdapat kewajiban pembayaran berdasarkan Indenture maupun Surat Utang Baru yang masih tertunggak dan belum dilunasi. Hukum yang

berlaku : Hukum Negara Bagian New York Lembaga

penyelesaian perselisihan

: Pengadilan federal Amerika Serikat atau pengadilan Negara Bagian New York, di mana dalam setiap hal terletak di Wilayah Manhattan di Kota New York.

(iii) Dokumen-dokumen jaminan

(1) Jaminan Perusahaan Entitas Anak Penjamin

Perjanjian : Akta penanggungan perusahaan yang ditandatangani oleh masing-masing Perseroan dan Entitas Anak Penjamin sebagai berikut:

(11)

10 1. Akta Penanggungan Perusahaan PSM No.

07, tertanggal 23 Juni 2021, dibuat di hadapan Engawati Gozali, S.H., Notaris di Jakarta.

2. Akta Penanggungan Perusahaan FS No. 06, tertanggal 23 Juni 2021, dibuat di hadapan Engawati Gozali, S.H., Notaris di Jakarta.

Para Pihak : Ditandatangani dalam bentuk akta notaris oleh masing-masing Entitas Anak Penjamin.

Pihak Yang

Dijamin : Trustee serta para pemegang Surat Utang Baru yang diwakili oleh Trustee, yang bertindak untuk dan atas nama Pemegang Surat Utang Baru. Obyek : Pemberian penanggungan perusahaan oleh Para

Penjamin untuk menjamin seluruh utang maupun kewajiban pembayaran Perseroan dan Entitas Anak Penjamin berdasarkan Indenture maupun Dokumen Transaksi.

Pemberian ganti

rugi : Entitas Anak Penjamin wajib memberikan ganti rugi kepada Para Penerima Manfaat (sebagaimana didefinisikan dalam setiap Akta Penanggungan Perusahaan), antara lain atas segala kerugian, tagihan, biaya, beban dan pengeluaran yang dapat diderita atau ditanggung sebagai akibat dari tidak dipenuhinya suatu kewajiban kepada Perseroan atau setiap Entitas Anak Penjamin berdasarkan Surat Utang Baru dan Indenture.

Kewajiban/ Pembatasan

: Kewajiban, pembatasan dan larangan yang dikenakan terhadap Entitas Anak Penjamin adalah sebagaimana termuat dalam Indenture. Hukum yang

berlaku

: Hukum Negara Republik Indonesia

Lembaga penyelesaian perselisihan

: Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

(2) Jaminan Fidusia

Sebagai bagian dari Agunan, untuk menjamin seluruh kewajiban pembayaran Surat Utang Baru, Perseroan akan mengikat Obyek Fidusia Aset dan Obyek Fidusia Asuransi dengan jaminan fidusia.

(12)

11 Bahwa dengan mengingat Obyek Fidusia Aset dan Obyek Fidusia Asuransi pada saat ini masih terikat sebagai Jaminan Surat Utang Lama, maka atas Obyek Fidusia Aset dan Obyek Fidusia Asuransi tersebut baru akan diikat dengan jaminan fidusia segera setelah Tanggal Pelunasan Surat Utang Lama dan Jaminan Surat Utang Lama telah secara efektif mendapatkan pelepasan.

Perseroan memperkirakan penandatanganan Akta Fidusia atas Obyek Fidusia Aset dan Obyek Fidusia Asuransi untuk dapat dilakukan 30 (tiga puluh) hari setelah Tanggal Pelunasan Surat Utang Lama.

(3) Jaminan Hak Tanggungan

Sebagai bagian dari Agunan, untuk menjamin seluruh kewajiban pembayaran Surat Utang Baru, Perseroan akan mengikat Obyek Hak Tanggungan dengan jaminan hak tanggungan.

Bahwa dengan mengingat Obyek Hak Tanggungan pada saat ini masih terikan sebagai Jaminan Surat Utang Lama, maka atas Obyek Hak Tanggungan tersebut baru akan diikat dengan jaminan hak tanggungan segera setelah seluruh kewajiban Perseroan berdasarkan Surat Utang Lama telah diselesaikan dan Jaminan Surat Utang Lama telah secara efektif mendapatkan pelepasan dan roya.

Perseroan memperkirakan penandatanganan Akta Pemberian Hak Tanggungan atas Obyek Hak Tanggungan untuk dapat dilakukan 30 (tiga puluh) hari setelah Tanggal Pelunasan Surat Utang Lama. d. Pihak-Pihak Yang Terlibat Dalam Transaksi

(i) Perseroan sebagai penerbit Surat Utang baru

Perseroan, berkedudukan di Wisma Hayam Wuruk, Lantai 10, Jl. Hayam Wuruk No. 8, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia. Penjelasan lebih lanjut mengenai Perseroan dapat mengacu pada Keterbukaan Informasi Awal. (ii) PSM, sebagai salah satu Entitas Anak Penjamin

PSM, berkedudukan di Wisma Hayam Wuruk, Lantai 12, Jl. Hayam Wuruk No. 8, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia. Penjelasan lebih lanjut mengenai PSM dapat mengacu pada Keterbukaan Informasi Awal.

(iii) FS, sebagai salah satu Entitas Anak Penjamin

FS, berkedudukan di Graha Ganesha Building, Lantai 4, Jl. Hayam Wuruk No. 28, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia. Penjelasan lebih lanjut mengenai FS dapat mengacu pada Keterbukaan Informasi Awal.

(13)

12 (iv) Pihak yang bertindak sebagai Para Pembeli Awal (Initial Purchaser) dalam

Transaksi adalah sebagai berikut:

(1) Credit Suisse (Singapore) Limited, berkedudukan di One Raffles Link #03-01/04-01 South Lobby, Singapore; dan

(2) Deutsche Bank AG, Singapore Branch, berkedudukan di One Raffles Quay, #17-00 South Tower, Singapore.

(v) Pihak yang bertindak sebagai Security Agent dalam Transaksi adalah sebagai berikut:

PT Bank CIMB Niaga Tbk., berkedudukan di Graha CIMB Niaga, 20th Floor, Jl. Let. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta.

BAB III PENDAPAT PENILAI INDEPENDEN

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kusnanto & Rekan (”KJPP Kusnanto”) sebagai KJPP resmi dengan Izin Usaha berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar (STTD) Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-02/PM.22/2018 (Penilai Bisnis) telah ditunjuk oleh Direksi Perseroan sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat tentang kewajaran atas Transaksi.

Berikut ini adalah ringkasan dari laporan pendapat kewajaran atas Transaksi No. 00082/2.0162-00/BS/04/0382/1/VI/2021 tanggal 23 Juni 2021 yang disusun oleh KJPP Kusnanto (“Laporan Pendapat Kewajaran”):

• Pihak-Pihak yang Terkait dalam Transaksi

Pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi adalah Perseroan, Entitas Anak Penjamin, dan Trustee.

• Objek Transaksi Pendapat Kewajaran

Obyek Pendapat Kewajaran adalah Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan, yaitu penerbitan Surat Utang Baru sebesar USD175.000.000.

• Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran

Maksud dan tujuan pemberian Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari aspek keuangan serta untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK No. 17/2020.

• Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah KJPP Kusnanto telaah. Dalam melaksanakan analisis, KJPP Kusnanto bergantung pada keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada KJPP Kusnanto oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum dan KJPP Kusnanto tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat KJPP Kusnanto secara material. KJPP Kusnanto juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada KJPP Kusnanto menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, KJPP Kusnanto tidak bertanggung

(14)

13 jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran KJPP Kusnanto dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi keuangan Perseroan sebelum dan setelah Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. KJPP Kusnanto telah melakukan penelaahan atas proyeksi keuangan tersebut dan proyeksi keuangan tersebut telah menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang perlu KJPP Kusnanto lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

KJPP Kusnanto tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, KJPP Kusnanto juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang KJPP Kusnanto berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit atau perpajakan. KJPP Kusnanto tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan pendapat kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, KJPP Kusnanto juga telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan berdasarkan anggaran dasar Perseroan.

Pekerjaan KJPP Kusnanto yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, KJPP Kusnanto tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, KJPP Kusnanto menggunakan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.

KJPP Kusnanto juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini. KJPP Kusnanto tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali

(15)

14 atau melengkapi, memutakhirkan pendapat KJPP Kusnanto karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan KJPP Kusnanto bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini dilakukan dalam kondisi yang tidak menentu, antara lain, namun tidak terbatas pada, tingginya tingkat ketidakpastian akibat adanya pandemi wabah Covid-19. Prinsip kehati-hatian diperlukan dalam penggunaan laporan pendapat kewajaran, khususnya berkenaan perubahan yang terjadi dari tanggal penilaian sampai dengan tanggal penggunaan laporan pendapat kewajaran. Perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini akan berpengaruh secara material terhadap kesimpulan Pendapat Kewajaran.

• Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai berikut: − Analisis atas Transaksi;

− Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Transaksi; dan − Analisis atas kewajaran Transaksi.

• Kesimpulan Pendapat Kewajaran

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan pendapat kewajaran ini, penelaahan atas dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.

BAB IV PIHAK INDEPENDEN

Pihak-pihak independen yang telah ditunjuk Perseroan untuk membantu Perseroan sehubungan dengan Rencana Transaksi

1. Makes & Partners Law Firm, Konsultan Hukum yang ditunjuk Perseroan untuk membantu Perseroan dalam melakukan Transaksi, termasuk menyiapkan Keterbukaan Informasi ini.

2. Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan, Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk oleh Perseroan untuk melakukan audit atas laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

3. KJPP Kusnanto & Rekan, Kantor Jasa Penilai Publik yang ditunjuk oleh Perseroan untuk memberikan pendapat kewajaran atas Transaksi.

(16)

15 BAB VI INFORMASI TAMBAHAN

Untuk memperoleh informasi sehubungan dengan Transaksi, pemegang saham Perseroan dapat menyampaikannya kepada Corporate Secretary Perseroan, pada setiap hari dan jam kerja Perseroan pada alamat tersebut di bawah ini:

PT Gajah Tunggal Tbk. Corporate Secretary Wisma Hayam Wuruk Lantai 10 Jl. Hayam Wuruk No. 8 Jakarta 10120

Telp. (021) 50985916-20 Email : [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Dalam rangka memenuhi POJK 42/2020, Direksi Perseroan mengumumkan Keterbukaan Informasi untuk memberikan informasi kepada para Pemegang Saham Perseroan bahwa Perseroan bersama- sama

Manusia yang hidup pada zaman Praaksara sekarang sudah berubah menjadi fosil.Fosil manusia yang ditemukan di Indonesia dalam perkembangan terdiri dari beberapa jenis.Hal ini

Selain itu penelitian ini menggunakan teori perubahan sosial yang menjelaskan tentang biografi KH Muhammad Nizam As-Shofa serta perubahan yang terjadi dalam wilayah

Pada Tabel 4.2 terlihat bahwa variabel price earning ratio terendah yang dimiliki salah satu perusahaan sampel adalah sebesar -23,42%, keadaan tersebut

Dalam rangka memenuhi ketentuan dalam POJK 17/2020, Direksi Perseroan mengumumkan Keterbukaan Informasi untuk memberikan informasi kepada para Pemegang Saham

Rencana Transaksi berarti rencana transaksi penerbitan Surat Utang oleh Perusahaan Terkendali yang dimiliki sepenuhnya oleh Perseroan, yang akan dilakukan dalam satu

Sehubungan dengan Transaksi tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan perundangan- undangan yang berlaku, khususnya ketentuan POJK 17/2020, maka Direksi Perseroan dengan ini

Keterbukaan Informasi Kepada Pemegang Saham ini disampaikan kepada Pemegang Saham Perseroan sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak