PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA 2019
Udayana University Press 2019 ISBN 978-602-294-357-0
PROSIDING
SeNaTS 3
SEMINAR NASIONAL TEKNIK SIPIL
Editor:
Dewa Made Priyantha Wedagama, ST, MT, MSc, Ph.D
Dr. I Made Agus Ariawan, ST, MT
Gede Pringgana, ST, MT, Ph.D
Gusti Ayu Putu Candra Dharmayanti, ST, MSc, Ph.D
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 3 (SeNaTS 3) Tahun 2019 Sanur-Bali, 4 Juli 2019
“MITIGASI BENCANA DAN PEMBANGUNAN
INFRASTRUKTUR TEKNIK SIPIL BERKELANJUTAN”
Sanur-Bali, 4 Juli 2019
PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 3 (SeNaTS 3) Tahun 2019 Sanur-Bali, 4 Juli 2019
Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana
i
KOMITE ILMIAH
Prof. Ir. I Nyoman Arya Thanaya, ME, Ph.D (Unud)
Prof. Putu Alit Suthanaya, ST, MEngSc, Ph.D (Unud)
Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, MT (Warmadewa)
Dr. I Made Agus Ariawan, ST, MT (Unud)
Ir. Made Sukrawa, MSCE, Ph.D (Unud)
Ir. Ida Ayu Made Budiwati, MSc, Ph.D (Unud)
I Ketut Sudarsana, ST, Ph.D (Unud)
Ida Bagus Rai Widiarsa, ST, MASc, Ph.D (Unud)
Gede Pringgana, ST, MT, Ph.D (Unud)
Dr. Ir. I Nyoman Sutarja, MS (Unud)
Dr. Ir. I Dewa Ketut Sudarsana, MT (Unud)
Dr. A. A Gde Agung Yana, ST, MT (Unud)
Gusti Ayu Putu Candra Dharmayanti, ST, MSc, Ph.D (Unud)
Anak Agung Diah Parami Dewi, ST, MT, Ph.D (Unud)
Dr. Eng. Ni Nyoman Pujianiki, ST, MT, M.Eng (Unud)
Kadek Diana Harmayani, ST, MT, Ph.D (Unud)
Dr. Ir. Anissa Maria Hidayati, MT (Unud)
Ida Bagus Wirahaji, ST, S.Ag, M.Si, MT (Unhi)
Ida Bagus Gede Indramanik, ST, MT (UNR)
I Gusti Agung Ayu Istri Lestari, ST, MT (Unmas)
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 3 (SeNaTS 3) Tahun 2019 Sanur-Bali, 4 Juli 2019
Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana
v
DAFTAR ISI
KOMITE ILMIAH ...
i
KATA PENGANTAR ...
iii
DAFTAR ISI ...
v
SAMBUTAN KETUA PANITIA ...
xi
SAMBUTAN KOORDINATOR PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK
SIPIL ...
xiii
KEYNOTE SPEAKERS ...
xv
BIDANG KEAHLIAN ...
xvii
JADWAL ACARA ...
xvii
KEYNOTE SPEAKER
INFRASTRUKTUR HIJAU BERBASIS MITIGASI BENCANA ...
KS-1
PERAN FORENSIC ENGINEERING DALAM MITIGASI BENCANA DAN
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TEKNIK SIPIL BERKELANJUTAN ...
KS-9
BIDANG UPAYA PENCEGAHAN, MITIGASI DAN KESIAPSIAGAAN
BENCANA
DESAIN ARSITEKTUR NAUNGAN BAGI PENGUNGSI GUNUNG AGUNG DI BALI ...
MB-1
BIDANG STRUKTUR DAN MATERIAL
ANALISIS KERUSAKAN BANGUNAN SEKOLAH PASCA GEMPA DI KECAMATAN
TAWAELI KOTA PALU ...
SM-1
DESAIN CAMPURAN DAN KUAT TEKAN BETON RINGAN UNTUK APLIKASI
BALOK BERTULANG KOMPOSIT SANDWICH ...
SM-8
DESAIN COUPLING BEAM BERTIPE SLENDER PADA SHEAR WALL MENURUT
SNI 2847: 2013 ... SM-18
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 3 (SeNaTS 3) Tahun 2019 Sanur-Bali, 4 Juli 2019
vi
Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana
PEMANFAATAN SERBUK BATU BATA SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BATU
BATA TANPA PEMBAKARAN ... SM-37
PERENCANAAN DESAIN PERKUATAN STRUKTUR BANGUNAN EKSISTING
AKIBAT PENAMBAHAN LANTAI (STUDI KASUS: HOTEL SEA SENTOSA
CANGGU) ... SM-44
PERILAKU LENTUR PASANGAN DINDING DENGAN PERKUATAN KAWAT
LOKET ... SM-55
PENGARUH VARIASI MUTU JAKET BETON DAN KEBERADAAN SENGKANG
TERHADAP KAPASITAS AKSIAL KOLOM ... SM-62
BIDANG GEOTEKNIK
ANALISIS KARAKTERISTIK TANAH DAN PENYEBAB LONGSOR DI DESA
BHUANA GIRI, BEBANDEM, KAB. KARANGASEM PROPINSI BALI ...
GT-1
ANALISIS CBR LABORATORIUM PADA TANAH LATERIT YANG DISABILITASI
DENGAN KAPUR DAN SEMEN...
GT-8
KARAKTERISTIK SENYAWA KIMIA STABILITASI TANAH SEMEN DENGAN
BAHAN ADITIF DIFA ... GT-16
KAPASITAS DUKUNG FONDASI DIATAS TANAH TIMBUNAN SAMPAH SEBAGAI
USAHA MITIGASI BENCANA ... GT-25
PERILAKU KARAKTERISTIK TANAH PASIR BERLANAU AKIBAT PENGARUH
AIR LIMBAH RUMAH TANAH YANG DIPERAM SELAMA 2 MINGGU ... GT-35
BIDANG MANAJEMEN PROYEK DAN REKAYASA KONSTRUKSI
ANALISIS BIAYA OVERHEAD PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI PT X ...
MK-1
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN
PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI ... MK-11
ANALISIS INVESTASI PROYEK PEMBANGUNAN AKSARI HIDDEN RESORT
UBUD ... MK-21
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA (SMK3) ... MK-31
ANALISIS STRATEGI PENYERAHAN PRASARANA, SARANA, DAN UTILITAS
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 3 (SeNaTS 3) Tahun 2019 Sanur-Bali, 4 Juli 2019
Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana
vii
ANALISIS WAKTU PELAKSANAAN METODE KONSTRUKSI TOP-DOWN PADA
PEKERJAAN STASIUN BAWAH TANAH MRT JAKARTA CP 106 ... MK-49
EVALUASI PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DANA DESA SECARA
SWAKELOLA DI KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG ... MK-58
EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3 OHSAS 18001:2007 PADA
PROYEK JUMEIRAH PECATU BEACH RESORT BALI ... MK-68
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS KOMUNIKASI ANTARA
KONSULTAN DAN KONTRAKTOR PADA PROYEK KONSTRUKSI HOTEL DI
PROVINSI BALI ... MK-80
HUBUNGAN FAKTOR PENGARUH DALAM STRATEGI HYBRID PRICING PROYEK
KONSTRUKSI DI KOTA DENPASAR ... MK-89
OPTIMASI PENJADWALAN PROYEK SIX SENSE ULUWATU VILLA RESORTS
BALI DENGAN METODE RSM (REPETITIVE SCHEDULING METHOD) ... MK-96
PENERAPAN FAST DIAGRAM UNTUK PENGIMPLEMENTASIAN KONSEP
GREEN CONSTRUCTION PADA GEDUNG PASCA SARJANA UNIVERSITAS
WARMADEWA ... MK-105
PENERAPAN SIMULASI MONTE CARLO PADA PENJADWALAN PROYEK
KONSTRUKSI (STUDI KASUS PEMBANGUNAN GEDUNG PARKIR DAN
LAP. BASKET INDOOR/ AULA SANTO YOSEPH DENPASAR) ... MK-111
RANCANGAN DAN EVALUASI PENERAPAN TOOL MAIL MERGE UNTUK
ADMINISTRASI PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA DENGAN METODE
PENGADAAN LANGSUNG ... MK-119
STRATEGI DALAM PENGENDALIAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG
SEKOLAH DI KABUPATEN BADUNG ... MK-125
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PEMBANGUNAN PABRIK PEMECAH BATU
(STONE CRUSHER) PT. DWI ARTHA YADNYA UTAMA DI DESA MUNTIG,
KECAMATAN KUBU, KAB. KARANGASEM ... MK-135
PERAN SISTEM JAMINAN MUTU ISO 9001:2015 TERHADAP KINERJA RANTAI
PASOK PROYEK KONSTRUKSI HOTEL ... MK-144
ANALISIS PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP
KINERJA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GRAHA MANGU MANDALA,
Seminar Nasional Teknik Sipil 3 Juli 2019, Hal. MK-111 - MK-118
https://ucs.unud.ac.id/conf/senats-3
SeNaTS 3, Juli 2019 MK- 111
PENERAPAN SIMULASI MONTE CARLO PADA PENJADWALAN PROYEK
KONSTRUKSI (STUDI KASUS PEMBANGUNAN GEDUNG PARKIR DAN LAP.
BASKET INDOOR/AULA SANTO YOSEPH DENPASAR)
A.A. Gde Agung Yana
1, I Wayan Yansen
2dan Sukris Handoko
31,2,3 Program Studi Teknik Sipil Universitas Udayana
Email: [email protected] 1
ABSTRAK
Penjadwalan pada proyek konstruksi pada pelaksanaanya banyak mengandung ketidakpastian. Untuk mengantisipasi ketidakpastian yang terjadi, maka perlu dilakukan analisis probabilitas terhadap penjadwalan yang akan dibuat. Analisis probabilitas pada penjadwalan digunakan untuk mengetahui berapa besar peluang (probabilitas) penyelesaian proyek konstruksi dalam hal ini adalah waktu pelaksanaan proyek. Salah satu analisis probabilitas yang dapat digunakan adalah Simulasi Monte Carlo. Prosedur yang dilakukan adalah pengumpulan data estimasi durasi aktivitas, menentukan hubungan antar aktivitas, serta melakukan simulasi. Tahapan simulasi Monte Carlo adalah, pertama menentukan jumlah iterasi, kedua menentukan durasi maksimum dan minimum dari setiap aktivita dan total aktivitas, ketiga adalah membangkitkan bilangan acak, keempat melakukan iterasi dan kelima adalah menghitung PDF dan CDF. Dari hasil analisis yang dilakukan, diperoleh waktu yang diharapkan (te) adalah 410 hari, sedangkan waktu minimum adalah 335 hari yang didapat dengan jalan melalukan kerja lembur selama 3 jam. Dari hasil simulasi Monte Carlo yang dilakukan, diperoleh durasi rata-rata penyelesaian Gedung parkir dan lapangan basket adalah 351 hari, dengan probabiltas sebesar 52,39% dapat diselesaikan dalam waktu 335-351 hari.
Kata kunci: manajemen proyek, penjadwalan probabilistik, simulasi monte carlo
APLICATION OF MONTE CARLO SIMULATION FOR CONSTRUCTION
PROJECT SCHEDULING (CASE STUDY OF DEVELOPMENT PARKING
BUILDING, SANTO YOSEPH BASKETBALL FIELD AND AUDITORIUM
DENPASAR)
ABSTRACT
Scheduling on construction projects in the implementation contains a lot of uncertainty. To anticipate the uncertainty that occurs, probability analysis for scheduling needs to be done. Probability analysis on scheduling is used to find out how much the probability of completion of a construction project in this case is the time of project implementation. One of the probability analysis that can be used is the Monte Carlo Simulation. The procedure performed is the collection data of estimated duration of activity, determining the relationship between activities, and conducting simulations. The Monte Carlo simulation stage is, first determine the number of iterations, second determine the maximum and minimum duration of each activity and total activity, third is generate random numbers, the fourth perform iterations and fifth is calculate PDF and CDF. Based on the results of the analysis which is conducted, the expected time (te) is 410 days, while the minimum time is 335 days, obtained by working overtime for 3 hours. based on the results of the Monte Carlo simulation, the average duration of completion of the parking building and the basketball field is 351 days, with a probability of 52.39% can be completed within 335-351 days.
A.A. Gde Agung Yana, I Wayan Yansen dan Sukris Handoko
MK- 112 SeNaTS 3, Juli 2019
1
PENDAHULUAN
Pelaksanaan proyek konstruksi banyak mengandung ketidakpastian baik itu jadwal pelaksanaan, biaya yang dibutuhkan maupun mutu yang harus dihasilkan. Dalam banyak kasus, ketidakpastian ini menyebabkan penundaan proyek, pembengkakan (overruns) biaya, dan bahkan kegagalan proyek. Proyek konstruksi yang mengalami keterlambatan merupakan salah satu ketidakpastian pada waktu pelaksanaan proyek. Membuat jadwal proyek yang akurat yang mencerminkan potensi risiko dan ketidakpastian tetap menjadi salah satu tantangan utama dalam manajemen proyek (Husen 2009). Untuk mengantisipasi ketidakpastian durasi proyek konstruksi dalam penjadwalan, dikembangkan metode penjadwalan dengan mempertimbangkan ketidakpastian tersebut. Cara formal untuk memasukkan ketidakpastian pada penjadwalan adalah dengan memperhitungkan penjadwalannya secara probabilistik (Kusrianto 2005)
Penjadwalan dengan probabilistik memasukkan unsur ketidakpastian dan resiko dalam analisisnya. Hal ini bisa digunakan untuk mengantisipasi ketidakpastian durasi yang sering terjadi dalam penyusunan jadwal proyek konstruksi. Salah satu metode probabilistik yang digunakan adalah Simulasi Monte Carlo. Simulasi Monte Carlo merupakan salah metoda probabilitas untuk memecahkan berbagai persoalan ketidakpastian di dunia nyata, karena dapat diaplikasikan pada berbagai macam permasalahan serta memecahkan berbagai masalah yang mengandung ketidakpastian. Teknik ini memakai pendekatan dengan pemodelan untuk menganalisis permasalahan yang probabilistik (Kakiay 2004).
Definisi simulasi Monte Carlo menurut Monte Carlo Method dalam Fadjar (2008) adalah semua teknik sampling statistik yang digunakan untuk memperkirakan solusi terhadap masalah-masalah kuantitatif. Project Management Institute (2004) menjelaskan bahwa dalam bidang manajemen proyek, simulasi Monte Carlo digunakan untuk menghitung atau mengiterasi biaya dan waktu sebuah proyek dengan menggunakan nilai-nilai yang dipilih secara random dari distribusi probabilitas biaya dan waktu yang mungkin terjadi dengan tujuan untuk menghitung distribusi kemungkinan biaya dan waktu total dari sebuah proyek.
Pada penelitian ini, penerapan metode simulasi Monte Carlo dilakukan pada proyek pembangunan gedung parkir dan lap.basket indoor/aula Santo Yoseph Denpasar. Simulasi Monte Carlo yang dilakukan untuk mengetahui berapa kemungkinan (probabilitas) durasi proyek yang dibutuhkan apabila dalam pelaksanaan proyek konstruksi dilakukan kerja lembur selama 3 jam. Sehingga akan dapat dihitung berapa probabilitas waktu/durasi penyelesaian proyek tersebut apabila pembangunannnya ingin dipercepat. Percepatan yang dilakukan adalah dengan jalan melakukan kerja lebur selama 3 jam.
2
METODA PENELITIAN
2.1
Simulasi Monte Carlo
Simulasi Monte Carlo adalah semua teknik sampling statistik yang digunakan untuk memperkirakan solusi terhadap masalah-masalah kuantitatif (Institute 2004), dalam bidang manajemen proyek, simulasi Monte
Carlo digunakan untuk menghitung atau mengiterasi biaya dan waktu sebuah proyek dengan menggunakan
nilai-nilai yang dipilih secara random dari distribusi probabilitas biaya dan waktu yang mungkin terjadi dengan tujuan untuk menghitung distribusi kemungkinan biaya dan waktu total dari sebuah proyek (Fadjar 2008). Menurut fadjar (2008) langkah-langkah melakukan perhitungan simulasi monte carlo sebagai berikut:
a. Menentukan banyaknya iterasi. Metode simulasi monte carlo dapat memprediksi kesalahan (error) dari simulasi terhadapat jumlah iterasinya. Apabila n merupakan jumlah iterasi dan adalah deviasi standar total error dapat dihitung menggunakan persamaan berikut:
√ (1) Untuk deviasi standar dihitung berdasarkan seluruh anggota yang terdapat pada simulasi. Apabila merupakan anggota simulasi, k banyak nya simulasi, dan ̅ adalah rata-rata angota simulasi, maka dapat dihitung sebagai berikut:
√∑ ( ̅) (2)
Jika diinginkan nilai absolute error yang kurang dari 2%, maka nilai tersebut didapatkan dengan menggunakan persamaan:
̅
( ) (3) Jadi jumlah iterasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil dengan error kurang dari 2% dapat dirumuskan :
( ) (4) b. Menentukan durasi minimum dan durasi maksimum setiap aktivitas pekerjaan.
Penerapan Simulasi Monte Carlo Pada Penjadwalan Proyek Konstruksi (Studi Kasus Pembangunan Gedung Parkir Dan Lap. Basket Indoor/Aula Santo Yoseph Denpasar)
SeNaTS 3, Juli 2019 MK- 113 d. Melakukan iterasi pada setiap aktivitasnya dengan menggunakan formula =()RAND*(durasi
maksimum-durasi minimum)+maksimum-durasi minimum.
e. Melakukan perhitugan Probability Distribution Function (PDF) dan Comulative Distribution Function
(CDF) dari hasil iterasi simulasi monte carlo. Perhitungan dilakukan untuk melihat probabilitas
keberhasilan dari setiap kemungkinan durasi penyelesaian proyek.
2.2
Waktu Yang Diharapkan (te)
Waktu yang diharapkan merupakan perhitungan secara matematis dari estimasi durasi optimis (a), paling mungkin (m), dan pesimis (b). Angka te adalah angka rata-rata apabila pekerjaan tersebut dilakukan secara berulang-ulang dalam jumlah yang besar (Soeharto 1999). Secara umum waktu yang diharapkan te dirumuskan sebagai berikut:
(5)
2.3
Penjadwalan Dengan Microsoft Project
Microsoft Project merupakan alat pengelolaan proyek untuk menyusun sebuah perencanaan proyek
konstruksi. Microsoft Project berperan dalam beberapa fase perencanaan proyek konstruksi sebagai berikut (Trihendradi 2011) :
a. Fase Perencanaan: pembuatan outline WBS (Work Breakdown Structure) secara mudah dapat dilakukan melalui kolom Task Name pada Table Gantt Chart. Task Name merupakan masukan untuk merinci jenis-jenis pekerjaan.
b. Fase Perkiraan: penentuan durasi setiap aktivitas pekerjaan dapat dilakukan dengan memasukan durasi masing-masing pekerjaan pada kolom Duration.
c. Fase Penjadwalan: penetuan hubungan antar aktivitas pekerjaan dapat dilakukan dengan melalui task
Information – Predecessor.
Microsoft Project mengolah data-data secara otomatis sehingga memperoleh suatu diagram dan lintasan
kritis. Dari lintasan kritis kemudian diperoleh durasi total penyelasain pekerjaan proyek.
2.4
Mempercepat Waktu Penyelesaian Proyek (Crashing)
Mempercepat waktu penyelesaian proyek adalah suatu usaha menyelesaikan proyek lebih awal dari waktu penyelesaian dalam keadaan normal. Dengan diadakannya percepatan proyek ini akan terjadi pengurangan durasi kegiatan pada setiap kegiatan yang akan diadakan. Percepatan maksimum dibatasi oleh luas proyek atau lokasi kerja, namun ada empat faktor yang dapat dioptimumkan untuk melaksanakan percepatan pada suatu aktivitas yaitu meliputi penambahan jumlah tenaga kerja, penjadwalan, kerja lembur, penggunaan peralatan berat dan pengubahan metode konstruksi dilapangan.
Mempercepat waktu pelaksanaan suatu kegiatan dengan penambahan jam kerja atau kerja lembur merupakan salah satu usaha untuk percepatan waktu penyelesaian proyek. Pada penelitian ini dilakukan dengan jalan melaksanakan kerja lebur Produktivitas tenaga kerja untuk melaksanakan kerja lembur akan mengalami penurunan, indikasi penurunan produktivitas dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Produktivitas Karena Kerja Lembur Sumber: Soeharto (1997) Dari uraian diatas dapat ditulis sebagai berikut:
A.A. Gde Agung Yana, I Wayan Yansen dan Sukris Handoko
MK- 114 SeNaTS 3, Juli 2019
b. Produktivitas tiap jam (7) c. Produktivitas harian sesudah crash = (8 jam x prod. tiap jam) + (a x b x pro. tiap jam) (8)
dimana:
a = jumlah kerja lembur
b = koefisien penurunan prod. kerja lembur
d. Crash durasi (9)
3
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskritif kuantitatif yaitu penelitian yeng menggambarkan subjek atau objek yang diteliti dengan menggunakan hasil analisis data berupa angka, dimana tiap tahapan merupakan bagian yang menentukan untuk melanjutkan ketahap berikutnya. Penelitian ini diawalai dengan pengumpulan data awal berupa data primer dan data sekunder. Data primer merupakan estimasi durasi optimis (a), paling mungkin (m), dan pesimis (b) didapatkan dengan cara wawancara terhadap pihak kontraktor, sedangkan data sekunder diperoleh dari pihak kontraktor serta beberapa penelitian yang dapat dikaitkan dengan topik ini.
Setelah data primer didapatkan kemudian data tersebut diolah untuk mendapakan durasi waktu yang diharapkan (te) setiap aktivitas pekerjaan. Tahapan selanjutnya adalah melakukan percepatan atau Crash
Duration terhadap te dengan dilakukan penambahan jam kerja lembur 3 jam pada jalur kritis. Setelah didapatkan
durasi dipercepat setiap aktivitas pekerjaan proyek maka dilakukan simulasi Monte Carlo dengan cara membangkitkan bilangan acak untuk mendapat distrisbusi probabilitasnya. Distribusi probabilitas dibangkitkan dengan menggunakan durasi minimum dan durasi maksimum setiap aktivitas pekerjaan proyek. Pada penelitian ini durasi minimum diperoleh berdasarkan perhitungan Crash Duration, sedangkan durasi maksimum diperoleh berdasarkan perhitungan te. Setelah dilakukan simulasi maka didapat durasi penyelesaian proyek beserta tingkat probabilitasnya, sehingga dapat digunakan untuk menggambil keputusan bila proyek ingin dipercepat.
Durasi masing–masing item pekerjaan diestimasi dengan 3 niali kemungkinan yaitu durasi optimis (a), paling mungkin (m), dan pesimis (b). Berikut adalah estimasi durasi dari masing-masing item pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Estimasi Durasi Setiap Item Pekerjaan.
No Nama Kegiatan Durasi (Hari)
a m b
1 Pekerjaan Persiapan 23 27 33
3 Pek. Galian tanah Sloof dan Pile Cap Pondasi 23 28 38
4 Pek. Urugan kembali tanah Sloof dan Pile Cap Pondasi 21 26 33
5 Pek. Urugan pasir di bawah pondasi 8 10 14
7 Pek. Pasang batu bata 9 12 18
8 Pek. Plesteran dinding 10 12 18
9 Pek. Acian dinding + beton 9 12 18
11 Pek. rabat pada pondasi poor 17 22 28
12 Pek. pondasi poor 21 26 32
13 Pek. Tiang Pancang Beton Bertulang 26 30 38
14 Pek. sloof 20 22 32
15 Pek. kolom 23 28 35
16 Pek. kolom Praktis 15 19 26
17 Pek. Balok Induk 92 97 103
18 Pek. Balok Anak 92 97 103
19 Pek. Balok Ring 22 27 32
20 Pek. tangga 45 52 60
21 Pek. plat lantai 92 97 103
22 Pek. plat dinding lift 18 21 26
23 Pek. plat meja wastafel 3 4 6
25 Pek. Lantai Floor Hardener (lantai 1,2,3) 9 12 17
26 Pek. Pasang lantai keramik (lantai 4) 11 14 19
27 Pek. Pasang lantai kayu / parquet (lapangan basket indoor) 12 16 23
28 Pek. Pasang plin keramik setara keramik (lantai 4) 4 5 8
29 Pek. Pasang lantai keramik anti slip KM/WC 13 15 20
30 Pek. Pasang lantai keramik pada tangga 13 15 19
Penerapan Simulasi Monte Carlo Pada Penjadwalan Proyek Konstruksi (Studi Kasus Pembangunan Gedung Parkir Dan Lap. Basket Indoor/Aula Santo Yoseph Denpasar)
SeNaTS 3, Juli 2019 MK- 115
32 Pek. Pasang keramik dinding toilet + meja wastafel 6 9 10
33 Pek. Pasang granit solid meja wastafel 3 4 7
34 Pek. Pasang step nosing tangga 4 4 7
35 Pek. Pasang Kusen, Pintu Dan Jendela Pada Lantai 1, 2, 3, 4 29 32 38
36 Pekerjaan Pengecatan Pada Lantai Lantai 1, 2, 3, 4 28 32 38
37 Pekerjaan Konstruksi Baja 14 17 25
40 Perkerjaan Mep (Mechanical, Electrical, Plumbing) 23 26 34
41 Pekerjaan Lain -Lain 14 19 25
Setelah dilakukan estimasi durasi pada setiap item pekerjaan, kemudian dirumuskan hubungan ketiga estimasi tersebut menjadi satu angka durasi yang disebut dengan waktu yang diharapkan (te). Perhitungan durasi dilakukan dengan menggunakan Persamaan 1 dan dilanjutkan dengan penyusunan jaringan proyek. Penyusunan jaringan kerja dilakukan dengan program Microsoft Project 2013.
TASK NAME DURATION START FINISH PREDE
CESSORS
PROYEK GEDUNG PARKIR 410 days Sat 12/1/18 Tue 1/14/20
PEK. PERSIAPAN 27.33 days Sat 12/1/18 Fri 12/28/18
PEK. TANAH DAN PONDASI 113.83 days Mon 1/28/19 Tue 5/21/19
Pek. Galian Tanah Sloof dan Pile Cap Pondasi 28.83 days Mon 1/28/19 Mon 2/25/19 14
Pek. Urugan Kembali Tanah Sloof dan Pile Cap Pondasi 26.33 days Thu 4/25/19 Tue 5/21/19 13,15
Pek. Urugan Pasir dibawah Pondasi 10.33 days Mon 2/25/19 Fri 3/8/19 4
PEK. DINDING LANTAI 1,2,3,4 89.5 days Tue 8/27/19 Sun 11/24/19
Pek. Pasang batu bata 12.5 days Tue 8/27/19 Sun 9/8/19 16,18,19,22
Pek. Plesteran dinding 12.67 days Mon
11/11/19 Sun 11/24/19 38,36,39
Pek. Acian dinding + beton 12.5 days Mon 11/11/19
Sun 11/24/19 38 PEK. BETON BERTULANG LANTAI 1,2,3,4 300.67 days Fri 12/28/18 Thu 10/24/19
Pek. Beton rabat 1pc : 3psr : 5krl pada pondasi poor 22.17 days Fri 3/8/19 Sat 3/30/19 6
Pek. Pondasi beton poor 26.17 days Sat 3/30/19 Thu 4/25/19 12
Pek. Tiang Pancang Beton Bertulang 60/60 30.67 days Fri 12/28/18 Sun 1/27/19 2
Pek. Beton Sloof 40/55 23.33 days Sat 3/30/19 Mon 4/22/19 12 Pek. Beton Kolom 65 x 65 28.33 days Tue 5/21/19 Wed 6/19/19 5
Pek. Beton Kolom Praktis ( 11 x 11 ) cm 19.5 days Sun 9/8/19 Fri 9/27/19 8
Pek. Beton Balok Induk 50/75 97.17 days Tue 5/21/19 Mon 8/26/19 5
Pek. Beton Balok Anak 40/55 97.17 days Tue 5/21/19 Mon 8/26/19 5
Pek. Beton Balok Ring 50/75 27 days Sat 9/28/19 Thu 10/24/19 17
Pek. Beton Tangga 52.17 days Tue 5/21/19 Fri 7/12/19 5
Pek. Beton Plat Lantai 97.17 days Tue 5/21/19 Mon 8/26/19 5
Pek. Beton Plat Dinding Lift 21.33 days Sun 9/8/19 Sun 9/29/19 8 Pek. Beton Plat Meja Wastafel 4.17 days Sun 9/8/19 Thu 9/12/19 8 PEK. LANTAI PADA LANTAI 1,2,3,4 85.84 days Sat 7/13/19 Sun 10/6/19 Pek. Lantai Floor Hardener 12.33 days Tue 8/27/19 Sun 9/8/19 22 Pek. Pasang Lantai Keramik 30 x 30 cm 14.33 days Sun 9/8/19 Sun 9/22/19 26 Pek. Pasang Lantai Kayu / parquet ( lapangan basket
indoor)
16.5 days Sun 9/8/19 Tue 9/24/19 26
Pek. Plin Keramik Setara Keramik 30 x 30 cm 5.33 days Sun 9/22/19 Fri 9/27/19 27 Pek. Pasang Lantai Keramik 30 x 30 cm anti slip KM/WC 15.5 days Thu 9/12/19 Sat 9/28/19 24 Pek. Pasang Lantai Keramik 30 x 30 cm pada Tangga 15.33 days Sat 7/13/19 Sun 7/28/19 21 Pek. Pasang Plin Keramik 10 x 30 cm pada Tangga 14.67 days Sun 7/28/19 Sun 8/11/19 31 Pek. Pasang Keramik 30 x 60 cm dinding toilet + meja
wastafel
8.67 days Sat 9/28/19 Sun 10/6/19 30
Pek. Pasang Granit Solid Meja Wastafel 4.33 days Sat 9/28/19 Wed 10/2/19 30 Pek. Pasang Step Nosing Tangga (8/40) 4.5 days Sun 7/28/19 Thu 8/1/19 31 PEK. PASANG KUSEN, PINTU DAN JENDELA 32.5 days Sun 9/8/19 Thu 10/10/19 8
PEK. PENGECATAN 32.33 days Sun 11/24/19 Thu 12/26/19 9,10
PEK. KONSTRUKSI BAJA 17.83 days Fri 10/25/19 Mon 11/11/19 20
PEK. MEP 26.83 days Sun 9/8/19 Sat 10/5/19 8
PEK. LAIN-LAIN 19.17 days Thu 12/26/19 Tue 1/14/20 37
A.A. Gde Agung Yana, I Wayan Yansen dan Sukris Handoko
MK- 116 SeNaTS 3, Juli 2019
Berdasarkan hasil jaringan kerja yang disusun seperti Gambar 2, diperoleh lintasan kritis yang terjadi dengan total durasi proyek selama 410 hari. Setelah mendapatkan lintasan kritis dan total waktu penyelesaian proyek maka dilakukan percepatan dengan penambahan 3 jam kerja lembur, yang sering disebut dengan Crash
Duration. Adapun contoh perhitungan Crash Duration Pek. Persiapan sebagai berikut:
a. Durasi normal = 27,33 hari
b. Volume = 1,00 Ls
c. Produktivitas harian = 1,00/27,33 = 0,037 Ls/hari
d. Produktivitas tiap jam = 0,037/8` = 0,005 Ls/jam
e. Produktivitas harian akibat lembur = 3*0,005*0.7 = 0,010 Ls/hari
f. Crash duration = 1,00/(0,037+0,010) = 21,65 hari
Hasil perhitungan selanjutnya untuk crash duration pada setiap kegiatan kritis akan ditampilkan pada Tabel 2. Tabel 2. Crash Duration Lintasan Kritis.
No ID Nama Kegiatan Crash Duration
1 2 Pek. Persiapan 21.65
2 4 Pek. Galian Tanah Sloof dan Pile Cap Pondasi 22.84
3 5 Pek. Urugan Kembali Tanah Sloof dan Pile Cap Pondasi 20.86
4 6 Pek. Urugan Pasir dibawah Pondasi 8.18
5 8 Pek. Pasang batu bata 9.90
6 9 Pek. Acian dinding + beton 9.90
7 12 Pek. rabat pada pondasi poor 17.56
8 13 Pek. pondasi poor 20.73
9 14 Pek. Tiang Pancang Beton Bertulang 24.29
10 17 Pek. kolom Praktis 15.45
11 18 Pek. Balok Induk 76.96
12 19 Pek. Balok Anak 76.96
13 20 Pek. Balok Ring 21.33
14 22 Pek. Plat Lantai 76.96
15 37 Pek. Pengecatan Pada Lantai 1,2,3,4 25.61
16 38 Pek. Konstruksi Baja 14.13
17 40 Pek. Lain-Lain 15.18
Berdasarkan durasi percepatan setiap item pekerjaan seperti yang diperlihatkan pada Pada Tabel 2, maka dapat dihitung durasi percepatan proyek total. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan durasi percepatan total untuk menyelesaikan proyek gedung dan lap. basket adalah selama 324.62 hari.
Simulasi Monte Carlo merupakan simulasi yang dilakukan dengan membangkitkan bilangan acak terhadap distribusi probabilitasnya. Distribrusi probabilitas menggunakan durasi maksimum dan durasi minimum setiap aktivitas. Durasi maksimum diperoleh berdasarkan perhitungan (te), sedangankan durasi minimum diperoleh berdasarkan durasi waktu dipercepat (Crash Duration). Crash Duration diartikan sebagai nilai sampel X1 = 324.62 hari dan durasi te diartikan sebagai sampel X2 = 410 hari. Selanjutnya dihitung jumlah
iterasi yang dilakukan dalam simulasi, dari hasil perhitungan diperlukan iterasi sebanyak n = 304. Selanjutnya baru dilakukan simulasi Monte Carlo proyek pembangunan gedung parkir dan lap.basket indoor/aula Santo Yoseph Denpasar. Hasil simulasi dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Hasil Simulasi Monte Carlo 304 iterasi.
Aktivitas (ID) 2 4 5 … 40 Durasi Total Minimum 21.650 22.84 20.86 … 15.18 324.620 325 Maksimum 27.33 28.83 26.33 … 19.17 409.83 410 Iterasi 1 26.757 27.261 25.671 … 17.831 350.256 350 Iterasi 2 26.369 23.622 21.465 ... 15.626 351.001 351 Iterasi 3 22.139 27.228 23.598 … 18.460 336.439 336 Iterasi 4 23.111 28.431 22.512 … 16.872 356.191 356 Iterasi 5 24.470 22.892 23.050 … 16.213 359.445 359 … … … … … Iterasi 304 22.546 23.989 23.740 … 16.933 341.020 341 Rata-rata 351.055 351 Min 334.626 335 Max 368.254 368
Penerapan Simulasi Monte Carlo Pada Penjadwalan Proyek Konstruksi (Studi Kasus Pembangunan Gedung Parkir Dan Lap. Basket Indoor/Aula Santo Yoseph Denpasar)
SeNaTS 3, Juli 2019 MK- 117
Median 351.440 351
Modus 348
Stand. Dev 7.392
Dari hasil simulasi sebanyak 304 iterasi yang tertera pada Tabel 3 selanjutnya dilakukan pemeriksaan
Histrogram pada Data Analysis untuk melihat probabilitas keberhasilan dari setiap kemungkinan total durasi
yang muncul pada iterasi.
Gambar 3 Histrogram Probabilitas Hasil Simulasi Monte Carlo
Cumulative Distribution Function pada Gambar 3 digunakan untuk mengetahui tingkat probabilitas total waktu penyelesaian proyek. Dari Gambar 3 dapat ditabelkan seperti Tabel 4:
Tabel 4. Probabilitas Distribution Function dan Cumulative Distribution Function.
Durasi Kemunculan PDF CDF Durasi Kemunculan PDF CDF
335 3 0.99% 0.99% 352 8 2.63% 55.92% 336 2 0.66% 1.64% 353 9 2.96% 58.88% 337 3 0.99% 2.63% 354 14 4.61% 63.49% 338 6 1.97% 4.61% 355 20 6.58% 70.07% 339 4 1.32% 5.92% 356 16 5.26% 75.33% 340 3 0.99% 6.91% 357 5 1.64% 76.97% 341 10 3.29% 10.20% 358 18 5.92% 82.89% 342 10 3.29% 13.49% 359 15 4.93% 87.83% 343 11 3.62% 17.11% 360 9 2.96% 90.79% 344 9 2.96% 20.07% 361 2 0.66% 91.45% 345 15 4.93% 25.00% 362 11 3.62% 95.07% 346 13 4.28% 29.28% 363 2 0.66% 95.72% 347 11 3.62% 32.89% 364 3 0.99% 96.71% 348 23 7.57% 40.46% 365 2 0.66% 97.37% 349 11 3.62% 44.08% 366 2 0.66% 98.03% 350 15 4.93% 49.01% 367 2 0.66% 98.68% 351 13 4.28% 53.29% 368 4 1.32% 100.00%
Berdasarkan Gambar 3 dan Tabel 4 yang merupakan hasil semulasi Monte Carlo, penyelesaian proyek paling cepat dapat dilakukan dengan durasi sebesar 335 hari dengan probabilitas sebesar 0,99% dan paling lama dengan durasi 368 hari dengan probabilitas sebesar 100%, dengan rata-rata penyelesaian proyek yang dapat
M IN R A TA -R A TA MA X 0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% 120,00% 0,00% 1,00% 2,00% 3,00% 4,00% 5,00% 6,00% 7,00% 8,00% 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 TOTAL DURASI PDF CDF
A.A. Gde Agung Yana, I Wayan Yansen dan Sukris Handoko
MK- 118 SeNaTS 3, Juli 2019
dilakukan adalah 351 hari. Dengan bantuan grafik CDF ini pihak manajer proyek juga dapat mengetahui tingkat resiko gagal dari jadwal yang dilaksanakan. Sebagai contoh, apabila diinginkan percepatan durasi penyelesaian proyek antara 335 - 351 hari maka probabilitas terjadinya adalah sebesar 53.29%, dan probabilitas resiko gagalnya adalah sebesar 46.71%.
4
KESIMPULAN
Berdasarkan hasi dari penelitian yang dilakukan, simpulan yang didapat adalah:
a. Durasi rata-rata penyelesaian proyek Pembangungan Gedung parkir dan Lap Basket/Aula Gedung Santo Yoseph Denpasar dengan melakukan percepatan sebanyak 3 jam adalah 351 hari.
b. Peluang penyelesalian proyek Pembangunan Gedung parkir dan Lap Basket tersebut kurang atau sama dengan 351 hari adalah sebesar P(<351) = 55,92%, sedangkan peluang gagal adalah sebesar P(>351) = 44,08%
c. Dengan menggunakan simulasi Monte Carlo akan dapat dihitung estimasi durasi yang dibutuhkan dan probabilitas penyelesaian proyek Gedung Parkir dan Lapangan Basket/Aula Santo Yoseph Denpasar bila dilakukan kerja lembur sebesar 3 jam.
DAFTAR PUSTAKA
Fadjar, A. (2008). "Aplikasi Simulasi Monte Carlo dalam Estimasi Biaya Proyek", Jurnal SMARTek, pp. 222– 227.
Husen, A. (2009). Manajemen Proyek : Perencanaan, penjadwalan, dan Pengendalian Proyek. Penerbit Andi, Yogyakarta.
Institute, P.M. (2004). A Guide to the Project Management Body of Knowledge PMBOK Guid. Project Management Institute, Newton Square, Pennsylvania.
Kakiay, T.J. (2004). Pengantar Sistem Simulasi. Andi, Yogyakarta.
Kusrianto, A. (2005). Panduan Lengkap Memakai Microsoft Project 2010, Jakarta: PT Elekmedia Komputindo. Soeharto, I. (1997). Manajemen Proyek : Dari Konseptual Sampai Oprasional Cet 2. Y. Sumiharti, ed. Erlangga,
Jakarta.
Soeharto, I. (1999). Manajemen Proyek dari Konseptual sampai Operasional Jilid I. PT. Gelora Aksara Pratama, Jakarta.
Trihendradi, C. (2011). Microsoft Project 2010 Pendekatan Siklus Proyek Langkah Cerdas Merencanakan