JAKARTA – Rencana Maje-lis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melakukan amende-men UUD 1945 terus amende- menda-patkan penolakan dari banyak kalangan.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadi-yah, Haedar Nashir, mengingatkan rencana amendemen UUD 1945 tidak untuk kepentingan pragmatis jangka pen-dek. “PP Muham-madiyah me-minta se-mua pihak untuk me-mikirkan k e m -b a l i h i k -m a h d a n kebijaksanaan
yang berjiwa kenegarawanan autentik saat gagasan amen-demen UUD 1945 muncul,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakar-ta, Senin (30/8/2021).
Ia mengatakan sudah empat kali amendemen
UUD 1945 dilakukan di awal reformasi yang mengandung sejum-lah kebaikan. Namun, amendemen tersebut m e n y i s a k a n masalah lain yang mem-buat Indo-nesia ke-hilangan sebagi-an jati d i r i yang asli. 4 ke hal 11 kol. 1
4
HOTLI NE RE DAKSI: 021 278 123 97
4
WE bSITE:
@i nfoi ndonesia.id
4
FAcE bOOK :
@i nfoi ndonesia
4
T WITTE R :
@_i nfoi ndonesia
4
IG :
@i nfo_i ndonesia.id
Selasa, 31 Agustus 2021
harga koran eceran : Rp.5.000.-langganan : Rp.55.000,- (Jabodetabek) luar Jabodetabek : Rp.7.500,-JAKARTA - Tahun ini, ekonomi masih belum be-nar-benar pulih, akibat pan-demi. Meski pelan-pelan mulai bangkit, tapi tak boleh tergesa-gesa meng-harapkan perbaikan seperti dalam keadaan normal.
Pemerintah dan DPR pun mengetok asumsi makro, sebagai dasar penyusu-nan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 pada Rapat Kerja, Senin (30/8/2021).
Pertama, pertumbuhan ekonomi disepakati berada di kisaran 5,2-5,5 persen. Artinya ada perubahan batas bawah pertumbu-han ekonomi yang semula dalam Dokumen Kerang-ka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan
Fiskal (KEM PPKF) 2022 maupun Nota Keuangan 2022, pemerintah
mene-tapkan target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,0-5,5 persen.
“Kalau pertumbuhan eko-nomi 5,2-5,5 persen, waktu Presiden bicara di pidato,
be-liau menyadari ini sesuatu sisi pertumbuhan ekonomi tadinya 5,2-5,8 persen munculnya varian Delta dan dinamikanya hingga harus lakukan PPKM lebih dari satu bulan dan berba-gai macam prediksi varian yang mungkin muncul. Kita modifika-si di 5-5,5, namun bapak Pres-iden dalam pidatonya meny-ampaikan bahwa pemerintah berharap akan mencapai titik paling atas 5,5 persen,” tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Tantangan saat ini ada-lah mengkombinasikan ke-bangkitan dan pemulihan terhadap perekonomian yang tertekan akibat damp-ak COVID-19. “Salah satu tantangan kita tahun ini adalah kita bisa mengkom-binasikan antara rebound dan recovery,” katanya.
Dia meminta semua warganya untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Dia juga menyeru-kan pentingnya mempelajari perkembangan situasi COVID-19 di berbagai negara dan terus mengambil berbagai pelajaran penting darinya.
“Beberapa negara yang penduduknya sudah di-vaksinasi sebanyak lebih dari 60 persen ternyata saat ini juga masih mengalami gelombang lonjakan kasus COVID-19 lagi. Hal ini terjadi karena masyarakatnya tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Presiden Jokowi dalam pernyataan resminya tentang Perkembangan PPKM Terkini, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/8/2021) malam.
Kepala Negara menjelaskan, tingkat positivity rate terus menurun dalam tujuh hari terakhir, tingkat ket-erisian rumah sakit untuk kasus COVID-19 semakin membaik, rata-rata keterisian tempat tidur rumah sak-it (BOR) nasional sudah berada di seksak-itar 27 persen.
Meski begitu, pemerintah masih memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
(PPKM) mulai hari ini hingga 6 September 2021 un-tuk wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali, serta di luar
dua pulau besar tersebut.
4 ke hal 11 kol. 1
JAKARTA -
Pre-siden Joko Widodo
meminta semua
pihak tetap
was-pada meski tren
perbaikan situasi
COVID-19 terjadi
dalam satu minggu
terakhir.
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (BPN) bukan solusi pengembangan sektor pertanian. Pemerintah pun disarankan untuk menjalin kerja sama
dengan berbagai pihak mulai dari LSM, universitas, eksportir, organisasi atau gabungan kelompok tani, dunia usaha dan lainnya untuk mencip-takan lingkungan pertani-an ypertani-ang kondusif.
Direktur Program Institute for Develop-ment of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti menerangkan, yang dibutuhkan sektor pertanian adalah ekosistem yang kondusif dan nyaman bagi petani.
Badan Pangan Nasional
Bukan Solusi
4 ke hal 11 kol. 5
JAKARTA – Bisa berlaga di ajang in-ternasional sekelas Paralimpiade Tokyo 2021, menjadi pengalaman yang sangat berharga yang didapat atlet Indonesia. Terutama untuk mereka yang belum bisa menyumbangkan medali untuk Merah Putih.
Atlet para-menembak, Bolo Triyanto, dipastikan tidak dapat melaju ke babak final setelah gagal lolos kualifikasi R4, 10 meter air rifle standing SH2 campuran. Dalam pertandingan yang berlangsung di Asaka Shooting Range, Bolo berada di peringkat 24 dengan total skor 620,9.
Sebelumnya, Senin pagi kemarin, wakil lainnya dari Indonesia untuk cabang olah-raga para-menembak, Hanik Puji Hastuti juga tidak dapat melaju ke babak final, setelah gagal lolos kualifikasi R2 nomor 10 meter Air Rifle Standing SH1 putri.
Bolo Triyanto mengaku, memetik banyak pengalaman dari kekalahannya tersebut. Meski belum mencatat skor terbaik, namun ia bertekad untuk mem-perbaiki penampilannya pada lomba selanjutnya.
“Saya puas dengan hasil ini dan saya ingin meningkatkan lagi kemampuan saya, karena saya sudah benar-benar mengetahui peta kekuatan lawan dunia. Kekalahan hari ini jadikan banyak pen-galaman buat saya,” kata Bolo dalam keterangan tertulis, Senin (30/8/2021).
Menurut pelatih para-menembak In-donesia, Aris Haryadi, pencapaian Bolo di Negeri Sakura masih belum sesuai dengan yang ditargetkan.
“Alhamdulillah, Bolo sudah melaksana-kan pertandingan hari ini dengan lancar,
meskipun hasil hari ini tidak sesuai den-gan ekspektasi kita. Jika dilihat, skor dari penampilannya hari tidak terlalu bagus dibandingkan dengan skor yang selama ini ia capai dalam latihan. Kita berharap pertandingan hari ini bisa memacu Bolo untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Aris.
Dalam ajang Paralimpiade Tokyo, Bolo berkesempatan untuk bersaing dengan atlet-atlet top lainnya yang berasal dari benua Eropa dan Amerika. Jika melihat hasil pertandingan kemarin, Bolo berada di urutan ketiga penembak terbaik Asia dan urutan pertama di kawasan Asia Tenggara.
Selanjutnya, Bolo akan tampil di kategori R5 mixed 10 meter air rifle prone SH2 pada Rabu (1/9/2021). “Semoga pada pertandin-gan tanggal 1 September nanti, Bolo bisa tampil lebih lepas, lebih fokus pada setiap tembakannya. Kita sangat berharap Bolo bisa memperbaiki skor yang dia capai hari ini,” ungkap Aris.
4 ke hal 11 kol. 1
Paralimpiade Pengalaman Berharga
Atlet para-renang Indonesia, Syuci Indriani
IN
FO
SU
A
RA
RA
K
YA
T
Tumbuh Tinggi Belum Tentu Membaik
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Amendemen Bukan
Untuk Jangka Pendek
Jokowi BerhATi-hATi,
LUhUT kASih LoNggAr
5
3
INFO NasIONal INFO OtONOmI INFO spOrt
DIJATUHI
SANKSI
EcEK-EcEK
EVALUASI
ANTREAN cUcI
TANGAN
JADWAL
LIGA MASIH
DIcIcIL
8
4 ke hal 11 kol. 5Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir
D
isusul rencana Undip, Sema-rang mengkaji kemungkinan memberi profe-sor kehormatan pada Mbak Puan Maharani, putri Ibu Meg-awati Soekarnoputri, sungguh informasi ini membuat saya malu. Malu berprofesi sebagai dosen.Mengapa saya malu? sebab professor itu kan jabatan aka-demik tertinggi. Bagi kalangan akademis yang sehari-harinya berkutat pada pengajaran pe-nelitian, pengabdian dan keg-iatan lainnya yang menunjang profesi sebagai akademisi, be-lum juga menyandang jabatan profesor kehormatan, maupun professor tanpa kehormatan.
Betapa tidak malu, sehari-hari kegiatan saya mengajar, melakukan penelitian, peng-abdian sesekali menulis es-sai di media massa. Sesekali menulis di jurnal ilmiah, baik yang terkreditasi, maupun ju-rnal internasioal, dan seseka-li juga menjadi pembicara di forum–forum ilmiah, dan mengkritisi fenomena hukum, terutama hukum ketatanega-raan di negara ini. Hal ini telah saya lakukan hampir 30 tahun, dan hingga kini belum sampai
ke jenjang tertinggi jabatan akademi Guru Besar.
Saya malu, sebab Wakil Ketua DPR, menteri itu meru-pakan pejabat negara yang begitu syarat dengan peker-jaan yang berat. Mengurusi masalah masalah negara, ekonomi, sosial, politik, hu-kum, dan lain sebagainya, boleh dikata tidak mengenal libur. Tetapi mereka masih sempat mengurusi persyara-tan untuk menjadi guru besar, seperti yang dikatakan oleh Menteri Ristekdikti. “Syaratnya sudah doktor, dia mengajar, publikasi riset pada jurnal bereputasi. Kalau tidak per-nah menulis karya ilmiah dan publikasi tidak mjungkin men-jadi guru besar”. (detik.com 24 Juli 2019)
Betapa hebatnya, mereka yang mendapatkan gelar guru besar itu, kinerjanya mampu melampuai dosen yang seha-ri-harinya berkutat pada per-soalan pendidikan pengajaran penelitian, pengabdian.
Padahal Kementrian Ristek-dikti siap membiayai penelitian yang dilakukan oleh dosen. Sanggup mengajari bagaima-na menulis di jurbagaima-nal terakredi-tasi, maupun jurnal interna-sional bereputasi. Masih diberi
insentif bila mampu menulis di jurnal internasioal terindeks scopus.
Betapa saya tidak malu, saat ditanya kolega kapan guru besarnya? Saya selalu beralasan ada persyaratan yang kurang.
Seolah menjadi guru besar sangat sulit bagi saya. Sedang mereka dengan ringannya mengatakan, “mosok mau jadi guru besar syaratnya men-jadi menteri dulu, kan tidak?” seloroh mereka.
Saya malu, sebab yang saya lakukan tidak segera menulis di jurnal bereputasi dan terindeks scoopus mis-alnya. Saya malah lebih asyik mengatakan bahwa, scopus itu berhala, scopus itu hantu, yang melahirkan makelar-makelar scopus dan lain se-bagainya.
Bahkan, sebagai dosen saya tidak hanya malu, tapi juga minder. Bagaiamana tidak? Saya belum pu-nya penelitian yang dibiayai dikti di atas 100 juta. D e m i k i a n halnya saya s e b a g a i doktor be-lum pernah menguji calon doktor di program S3, sebagai salah satu persyaratan untuk men-dapatkan jabatan akade-mik professor.
Sesungguhnya, saya harus berpikir ratusan kali bila ada hasrat mengajukan persyara-tan jabapersyara-tan akademik guru besar. Ngeri juga menden-gar cerita kolega yang be-rani mengajukan kepangkatan guru besar yang belum
kelar-kelar.
Ada yang menceritakan, bahwa publikasi di jurnalnya tidak diakui sebagai persyara-tan. Dikarenakan degradasi terindexnya sudah turun, bah-kan ditanya tanya proses pengiriman artikel jurnal, di-review berapa kali, hal apa saja yang perlu direvisi hingga diterbitkan.
Bukan hanya itu saja, khusus bidang penelitian harus dapat ditelusuri secara online, punya link website untuk membukanya. Sebagai pembic-ara dalam forum ilmiah, seminar, symposium d a n
konferensi atau forum-forum lainnya. Tidak bisa diajukan sebagai poin penilaian unsur B, bila makalahnya tidak ter-publikasi pada proceeding yang ber-ISBN, plus berserti-fikat sebagai pemakalah.
Padahal zaman sebelum millenial dulu, bukti surat un-dangan dari panitia, makalah
y a n g
dipresentasikan, dan sertifi-kat pembicara difoto kopi lan-jut legalisir sudah mendapat nilai 10.
Oleh sebab itu, jangan her-an bila setiap hari beredar informasi diselenggarakannya seminar internasional maupun nasional dalam format Call Papers yang berbayar cukup mahal, tetapi diminati oleh para dosen. Sebab di acara itu
m e r e k a b i s a m e n d a -p a t k a n selem-b a r ser-
tifi-kat, publikasi proceeding yang ISBN, yang sangat ber-manfaat bagi kepangkatan para dosen.
Bagi perkembangan ilmunya saya tidak tahu, ada manfaatnya atau tidak. Yang jelas kegiatan seperti itu, pasti menguntungkan panitia, dan juga peserta walau tidak secara finansial.
Sungguh, saya malu, bila suatu saat nanti jumlah guru besar justru lebih banyak berada di gedung dewan, dan lebih banyak disandang oleh pimpinan partai politik, serta para menteri. Dibanding jumlah professor yang ada di perguruan tinggi.
Lebih malu lagi sebagai dos-en di perguruan tinggi yang
dinilai tidak mempunyai leadership yang bagus, untuk memajukan kam-pusnya. Sehingga Menteri Ristekdikti merencanakan mendatangkan rektor-rektor dari mancanegara.
Betapa saya tidak malu sebagai dosen, dahulu orang tua saya
dip-impin oleh orang orang kolonial. Kini saya seba-gai dosen dip-impin oleh orang asing.
Malu kepada bangsa ini, tidak mampu
memperta-hankan kemerdekaan, tidak mampu menjaga kemandirian bangsa di bi-dang akademik. Bagaima-na tidak, untuk menjadi guru besar, karya ilmiah saya harus diakui pengelola scopus, dan scopus itu dikelola oleh asing.
Kemudian menjadi dosen dipimpin oleh orang asing juga. Pantaslah saya malu menjadi dosen di Indonesia.l
AkU MALU MeNJAdi
doSeN di iNdoNeSiA
iNFOINDONESIA.ID adalah media massa cetak di bawah payung
PT. DUA SATU PRO
2
Selasa, 31 Agustus 2021
tAjUk
OpINI
lPenDIRI Waherman St. Mangkuto, H. Zainuddin lDIReKTuR Usman Rizal lPemImPIn PeRusAhAAn Kiki Ibrahim lKuAsA huKum: M Kamel Fahresy, S.H. lPemImPIn ReDAKsI
Aldi Gultom lWAKIl PemImPIn ReDAKsI Rio Taufiq Adam ReDAKTuR PelAKsAnA Widya Victoria ReDAKTuR Aprilia Rahapit, Hesti Dimalia, Rusdiyono, Benni Martha Daya, Yuliani
lRePORTeR Rifky Ilmi, Pras Budi Presetya, Ahmad Yani, Yuni Watiana, Mario Ananta, Khoirur Rozi, Rahmad KR, Iwan Fals, Heni Elsa Wulandari, Dedy Sagita, Nina Iskandar, Jifran, Dian
Taresa (Kalimantan Tengah), Zaki (Kalimantan Timur), Basri (Kalimantan Utara), Rizky Ananda (Nusa Tenggara Barat), Abu Bakar Usman (Kepulauan Bangka Belitung) lKePAlA BIRO InfO sulAWesI Wulandari D lKePAlA BIRO InfO BAlI-lOmBOK Anugrah Dani lKePAlA BIRO InfO PAPuA Nurmanto W lKePAlA BIRO InfO BATAm Abu Bakar lKePAlA BIRO InfO KAlImAnTAn Zaki DD lKePAlA BIRO InfO JAWA Adji Sumarno lKePAlA BIRO InfO sumATeRA Raden Mohd Solehin lfOTOgRAfeR M. Iqbal lDesAIn VIDeO gRAfIs Al Amin lKeuAngAn DAn ADmInIsTRAsI Niken lseKReTARIs ReDAKsI Niken lDIVIsI PengemBAngAn IT Oemar lDIsTRIBusI Abdul Muhctar lBAnK ACCOunT A/n PT. DUA SATU PRO BCA : No Rek : 553-068-2121 KCP Otista Jakarta Timur lAlAmAT Jalan MPR III No. 5B, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan (12430)
lTelP 021-27812397 lfAx 021-79196786 lhARgA IKlAn fC : Rp 45.000/mm lBW Rp 40.000/mm lTWITTeR @_infoindonesia lfACeBOOK infoindonesia.id lInsTAgRAm@
info_indonesia.id lemAIl [email protected], [email protected] lPeRCeTAKAn PT Aliansi Temprina Nyata Grafika
Punya Pemikiran menarik yang Bisa
Diterbitkan di Koran info indonesia
Kirim materi Tulisan Kamu
ke redaksi
@infoindonesia.id
Tulisan dibuat dalam bentuk microsoft,
minimal 600 kata berserta profil diri
M
ahkamah Konsti-tusi (MK) hanya urus satu hal saja, yaitu menegakkan Konstitusi yang tertulis di dalam Undang-Undang Dasar (UUD). MK harus menjaga agar tidak ada peraturan dan UU yang melanggar UUD.Untuk menjalankan fungsin-ya, MK terdiri dari sembilan hakim. Jumlah yang sangat besar dibandingkan potensi jumlah pekerjaan (perkara) yang mungkin bisa dihitung dengan jari.
Mahkamah Konstitusi ber-wenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terha-dap Undang-Undang Dasar. Ini adalah salah satu wewenang yang diberikan UUD kepada MK, Pasal 24C, ayat (1).
Berdasarkan wewenang ini, pertama, MK wajib menguji setiap UU apakah melang-gar UUD. Meskipun tidak ada
pengaduan atau gugatan dari
masyarakat. Karena MK adalah penjaga Konstitusi.
Kedua, MK wajib menguji setiap UU apakah melanggar UUD atas permohonan rakyat, meskipun itu seseorang. MK tidak perlu bertanya lagi posisi hukum (legal standing) seorang rakyat untuk bisa minta MK menguji sebuah UU terhadap UUD.
Karena, posisi hukum rakyat sudah jelas di dalam Pembu-kaan UUD, yang menyatakan bahwa Kedaulatan ada di tan-gan rakyat. Artinya, rakyat mempunyai legal standing, dan mempunyai hak dan kewajiban untuk menegakkan konstitusi. Serta mencegah terjadi pelang-garan terhadap Konstitusi.
Karena, pelanggaran ter-hadap konstitusi bukan hanya
melanggar dan merugikan hak seorang rakyat, tetapi melang-gar dan merugikan hak seluruh rakyat Indonesia.
Sehingga, kalau seseorang menggugat apakah presiden-tial threshold melanggar UUD, maka MK tidak perlu bertanya, apakah seseorang tersebut akan mencalonkan diri sebagai presiden? Hal tersebut tidak relevan.
Karena, kalau presidential threshold melanggar UUD, maka wajib batal demi hukum, demi konstitusi dan UUD. Ka-rena, semua peraturan dan UU yang bertentangan dengan UUD, wajib batal.
Kedua, MK wajib menguji setiap UU atas permohonan rakyat. MK wajib menguji, anta-ra lain, Peanta-ratuanta-ran Presiden Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020, tentang Virus Corona, yang ke-mudian diterima dan disahkan oleh DPR menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020, apakah
ber-tentangan dengan UUD, atas permohonan dari beberapa kelompok rakyat.
Karena, Perppu yang sudah diundangkan tersebut di mata rakyat bertentangan dengan UUD, karena menghilangkan hak anggaran DPR selama 3 tahun berturut-turut sejak 2020, dan pemerintah bisa menyusun APBN tanpa persetujuan DPR, yang mana melanggar Pasal 20A ayat (1) UUD.
Selain itu, Perppu juga mel-anggar prinsip kesetaraan hu-kum Pasal 27 ayat (1) UUD. Serta melanggar prinsip perike-manusiaan dan perikeadilan yang tertulis di dalam pem-bukaan UUD. Karena Perppu memberi kekebalan hukum kepada pejabat dan pengguna anggaran selama tiga tahun.
Perlu ditekankan, bahwa isi Pembukaan UUD lebih tinggi dari isi batang-tubuh UUD (yang muat pasal-pasal). Karena, isi pembukaan UUD menjadi dasar dan pedoman untuk
menyusun batang-tubuh UUD. Sehingga pasal-pasal dalam batang-tubuh UUD tidak boleh bertentangan dengan isi Pem-bukaan UUD.
“Bahwa sesungguhnya Ke-merdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanu-siaan dan perikeadilan”.
Kalimat ini bermakna, bahwa penjajahan harus dihapus di atas dunia. Bukan saja di muka bumi Indonesia, karena tidak sesuai dengan perikemanu-siaan dan perikeadilan.
Jadi jelas, alasan utama pejajahan harus dihapus karena tidak sesuai dengan perike-manusiaan dan perikeadilan. Sehingga, sebagai konsekue-nsi, apa pun yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan harus enyah dari muka bumi Indonesia, dan dunia. Karena ini merupakan nilai-nilai kehidupan bangsa
Indonesia.
Oleh karena itu, pasal-pasal dalam batang-tubuh UUD, ter-masuk pelaksanaannya, yang tidak sesuai dengan perikema-nusiaan dan perikeadilan, serta tidak sesuai dengan butir-butir lainnya di dalam Pembukaan UUD, juga harus enyah dari muka bumi Indonesia. Se-hingga cita-cita Indonesia untuk menjadi makmur dan adil bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Termasuk pasal-pasal yang merampas hak kedaulatan rakyat, semua harus diluruskan. Perwakilan rakyat bukan pe-megang kedaulatan rakyat yang sebenarnya, dan selamanya.
Karena perwakilan adalah titi-pan kedaulatan yang bersifat sementara, dan dapat diambil kembali oleh rakyat setiap saat.
Oleh karena itu, sebagai konsekuensi, apabila MK tidak bisa meluruskan semua UU yang bertentangan dengan konstitusi, maka MK wajib bubar demi menyelamatkan konsti-tusi dan UUD. Karena, dengan membiarkan terjadi pelang-garan terhadap konstitusi, MK berarti melanggar konstitusi. Dan menjadi tirani, sebagai penjaga tirani.
Pelanggaran-pelanggaran terhadap UUD, menurut mata dan hati rakyat, akan dimuat di tulisan selanjutnya. l
Mahkamah konstitusi Melanggar konstitusi: wajib Bubar
Beberapa hari yang lalu, beredar di
beberapa grup WhatsApp, Wakil Ketua
DPR RI Agus hermanto, dikukuhkan
sebagai Profesor kehormatan di
uni-versitas negeri semarang. Demikian
halnya menteri hukum dan ham,
Yas-onna h laoly juga dikukuhkan sebagai
guru Besar pada sekolah Tinggi Ilmu
Kepolisian.
“Oleh karena itu, sebagai
kon-sekuensi, apabila MK tidak bisa
meluruskan semua UU yang
bertentangan dengan
konsti-tusi, maka MK wajib bubar demi
menyelamatkan konstitusi dan
UUD”
Managing Director Political Economy and Policy Studies
Anthony Budiawan
Oleh: Anthony Budiawan Managing Director Political
Economy and Policy Studies
Oleh: sulARDI
Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah
Lili terbukti melakukan pel-anggaran etik, yaitu berko-munikasi dengan pihak yang berperkara di KPK, yakni Wali Kota nonaktif Tanjungbalai, M Syahrial terkait dugaan suap lelang jabatan.
“Mengadili, menyatakan terperiksa Lili Pintauli Siregar bersalah melakukan pelang-garan kode etik dan pedoman perilaku, berupa penyalahgu-naan pengaruh pimpinan KPK untuk kepentingan pribadi dan berhubungan langsung den-gan pihak yang perkaranya se-dang ditangani,” ungkap Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatoran-gan Pangabean, saat mem-bacakan amar putusan etik di Gedung ACLC KPK, Kunin-gan, Jakarta Selatan, Senin (30/8/2021).
Lili Pintauli Siregar terbukti melanggar Pasal 4 ayat (2) huruf a, Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penega-kan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.
Usai putusan itu, Lili secara tegas telah menyatakan me-nerima sanksi berat yang di-jatuhkan Majelis Etik Dewas KPK tersebut. Lili tidak akan menempuh upaya hukum lain dalam menyikapi putusan etik.
“Saya menerima tanggapan Dewas. Saya terima dan tidak ada upaya-upaya lain. Saya terima,” ujar Lili.
Meski dinyatakan bersalah melanggar kode etik, Anggota Dewas KPK, Albertina Ho,
me-nyebut Lili tidak menyesali per-buatannya.
“Hal-hal yang memberatkan, terperiksa tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatan-nya,” kata Albertina.
Albertina juga menyebut, Lili sebagai salah satu pimpi-nan KPK tidak memberikan contoh teladan dalam pelak-sanaan nilai Integritas, Sinergi, Keadilan, Profeisonalisme, dan Kepemimpinan.
“Terperiksa selaku pimpinan KPK seharusnya menjadi con-toh dan teladan dalam pelak-sanaan IS (nilai Integritas, Sinergi, Keadilan, Profeison-alisme, dan Kepemimpinan) KPK. Namun terperiksa mel-akukan sebaliknya,” ujar Alber-tina.
Meski bakal dipotong 40 persen selama setahun, Lili di-pastikan akan tetap menerima gaji bulanan puluhan juta rupi-ah per bulan. Aturan mengenai gaji pimpinan KPK tertuang dalam PP 82/2015 tentang Peruba-han Kedua atas PP 29/2006 t e n t a n g H a k
Keuangan, Kedudukan Pro-tokol, dan Perlindungan Kea-manan Pimpinan KPK.
Dalam aturan itu disebut gaji pokok Wakil Ketua KPK sebe-sar Rp4.620.000. Dengan begitu, gaji pokok Lili selama satu bulan hanya dipotong Rp1.848.000. Jika dihitung se-lama 12 bulan, gaji pokok Lili secara total dipotong senilai Rp22.176.000.
Sementara, Wakil Ketua KPK disebut dalam aturan itu turut mendapat tunjangan jabatan sebesar Rp20.475.000 dan tunjangan kehormatan sebesar Rp2.134.000.
Selain itu, ada tunjangan peru-mahan Wakil Ketua KPK sejum-lah Rp34.900.000, tun jangan transportasi Rp27.330.000, tun-jangan asuransi kesehatan dan jiwa Rp16.325.000, dan tunjan-gan hari tua Rp6.807.250. Total keseluruhan tunjangan menca-pai Rp107 juta.
Dari semua tunjangan terse-but, hanya asuransi kesehatan
dan jiwa yang tidak diterima dalam bentuk uang karena dibayarkan ke lembaga pe-nyelenggara asuransi. Selain itu, tunjangan hari tua juga merupakan hak pensiun seba-gai pejabat negara.
Dengan begitu, total tun-jangan yang diterima dalam bentuk uang tunai yang dit-erima sebesar Rp84.839.000. Bila ditambah dengan gaji pokok setelah dipotong, maka Lili bisa membawa pulang Rp87.611.000.
Didesak Mengundurkan Diri Putusan yang dibuat oleh Dewas KPK itu membuat ban-yak kalangan yang selama ini selalu menjadi pembela komisi antirasuah geram.
Koordinator Masyarakat An-tikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menilai sanksi etik yang dijatuhkan De-was KPK terhadap Lili Pintauli Siregar belum memenuhi rasa keadilan. Padahal, Lili dijatuh-kan sanksi etik berat, karena terbukti melanggar kode etik dan pedoman prilaku.
Pegiat antikorupsi ini mendesak agar Lili Pintauli Siregar untuk mengundurkan diri dari kursi Pimpinan KPK. Hal ini dilakukan demi kebai-kan KPK, serta demi kebaikebai-kan pemberantasan korupsi dan kebaikan NKRI.
“Pengunduran diri Lili Pintauli Siregar adalah menjaga kehormatan KPK, ka-rena jika tidak mun-d u r ,
maka cacat noda akibat per-buatannya yang akan selalu menyandera KPK. Sehingga akan kesulitan melakukan pemberantasan Korupsi,” te-gas Boyamin.
Terkait akan membawa kasus Lili ke Bareskrim Mabes Polri, kata Boyamin, hal terse-but masih dalam pengkajian. Tentu dengan pertimbangan dari putusan Majelis Etik De-was KPK.
“Opsi melaporkan perkara ini ke Bareskrim berdasar dugaan perbuatan yang pasal 36 UU KPK masih dikaji ber-dasar putusan Dewas KPK yang baru saja dibacakan,” ce-tus Boyamin.
Mantan Pimpinan KPK, Saut Situmorang, menilai Dewas tidak paham aturan terkait pemberian sanksi berat terha-dap Lili Pintauli.
“Jadi memang mereka sendiri tidak paham sama atu-ran yang mereka buat kalau menurut saya. Ya memang be-gitu lah kalau hati tidak dipakai, padahal di situ kan ada bekas jaksa dan bekas hakim,” kata Saut.
Menurutnya, dalam Pera-turan Dewas sudah jelas menyatakan sanksi berat mencakup dua aspek, yakni pemotongan gaji dan per-mintaan pengunduran diri. Hal ini termuat dalam Pasal 10 Peraturan Dewas KPK No-mor 2 Tahun 2020 Tentang Penegakan Kode Etik Dan Pedoman Perilaku KPK.
“Di Peraturan Dewas itu dalam pelanggaran berat itu peraturannya sanksinya terdiri dari satu dipotong gaji (poin) a, (poin) b diminta
mengundur-kan diri. Jadi bumengundur-kan ‘atau’ itu,” ujar dia.
Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM,
Zaenur Rohman, menyebut, sanksi yang diberikan Dewas merupakan sanksi ringan. Sebab, gaji pokok Wakil Ketua KPK hanya bagian kecil dari penghasilan setiap bulan.
“Gaji pokok hanya sekitar 4,6 juta, sedangkan THP (take home pay) perbulan sekitar 89 juta. Jadi potongan gaji pokok tidak banyak berpengaruh ter-hadap penghasilan bulanan,” kata dia.
Dalam pandangan Zaenur, mestinya Dewas menjatuh-kan sanksi berupa permintaan pengunduran diri. “Lili tidak pantas lagi menjabat sebagai pimpinan KPK, karena telah menyalahgunakan kewenan-gan, yakni berhubungan den-gan pihak berperkara. Bahkan, perbuatan ini tidak hanya mel-anggar kode etik, tetapi meru-pakan perbuatan pidana,” kata dia.
Zaenur mengatakan bahwa tindakan Lili tersebut dapat diancam pidana maksimal 5 tahun penjara sesuai dengan Pasal 36 UU 30/2002 juncto UU 19/2019 tentang KPK.
Menurut dia, berhubungan dengan pihak berperkara dila-rang dilakukan pegawai KPK, karena akan menjadi pintu masuk jual beli perkara atau pemerasan.
“Perkara juga menjadi rawan bocor kepada pihak luar jika ada hubungan anta-ra insan KPK dengan pihak berperkara, sehingga KPK akan sulit menangani perka-ra tersebut, bahkan perkaperka-ra bisa berujung gagal ditanga-ni,” kata dia.
Zaenur menilai, para pega-wai KPK tidak akan lagi ta-kut melakukan pelanggaran setelah mengetahui putusan Dewas terhadap Lili Pintauli Siregar. Apalagi, sanksi yang dijatuhkan dinilai merupakan sanksi yang lembek.
“Putusan lembek oleh
De-was ini menunjukan sikap permisif dan toleran di internal KPK. Ke depan insan KPK tidak akan terlalu takut mel-akukan pelanggaran, karena Dewas tidak keras terhadap pelanggaran,” jelas Zaenur.
Dampak berikutnya adalah turunnya kepercayaan pub-lik terhadap kinerja Lembaga Antirasuah itu. “Ternyata na-ma-nama besar yang duduk di Dewas tidak menjamin akan menerapkan prinsip zero toler-ance terhadap pelanggaran di internal KPK,” terangnya.
Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani, menilai sanksi etik yang dijatuhkan Dewas kepada Lili Pintauli Siregar merupakan sebuah pukulan baru bagi lembaga antiras-uah tersebut.
“Komisi III menilai bahwa terbuktinya kasus yang dilapor-kan ke Dewas KPK merupadilapor-kan pukulan baru untuk kepemimpi-nan KPK periode ini,” kata Arsul. Menurut Arsul, berkaca dari kasus ini, pimpinan KPK lain-nya mesti berhati-hati dalam sikap dan ucapan agar tidak terjerat pelanggaran etik. Ter-lebih sebelum Lili, Ketua KPK Firli Bahuri lebih dahulu dijatuhi sanksi etik setelah mengguna-kan helikopter untuk perjala-nan pribadinya.
“Kami tentu akan meny-ampaikan kepada KPK agar kasus-kasus seperti itu jangan terjadi kembali,” ujar dia.
Politikus PPP itu sendiri eng-gan berkomentar lebih jauh soal hukuman yang dijatuhkan Dewas kepada Lili. “Namun, tentu masyarakat sipil dipersi-lakan menilai hukuman yang dijatuhkan oleh Dewas. Yang jelas agar citra KPK bisa men-jadi baik, maka KPK harus menjawabnya dengan men-untaskan kasus-kasus korupsi besar yang masuk dalam peta jalan pemberantasan korupsi,” kata Arsul. l
3
Selasa, 31 Agustus 2021
INFO
NASIONAL
“Gaji pokok hanya sekitar 4,6
juta, sedangkan THP (take
home pay) perbulan sekitar
89 juta. Jadi potongan gaji
pokok tidak banyak
ber-pengaruh terhadap
penghasi-lan bupenghasi-lanan”
Peneliti Pukat UGM Zaenur Rohman
hUkUMAN ecek-ecek
UNTUk PeLANggAr eTik
4
lili Pintauli siregar Tidak menyesal
JAKARTA - Dewan Pengawas Komisi
Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK)
menjatuhkan sanksi berat terhadap
Wakil Ketua KPK lili Pintauli siregar
terkait pelanggaran kode etik. Dewas
KPK memberikan sanksi kepada lili
berupa pemotongan gaji pokok
sebe-sar 40 persen selama 12 bulan.
JAKARTA – Kabar yang menye-but Pemerintah Turki memesan 5,2 juta vaksin Nusantara, yang dikem-bangkan mantan Menteri Keseha-tan Terawan Agus Putranto, dipas-tikan tidak benar alias hoaks.
Informasi terkait vaksin Nusan-tara dipesan Pemerintah Turki per-tama kali disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga, Prof Chairul Anwar Nidom, yang mengaku mendapat informasi dari Terawan. Hal serupa juga sempat disinggung oleh Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN Saleh Partao-nan Daulay dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (25/8/2021).
Duta Besar Republik Indonesia di Ankara, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan tidak pernah berencana membeli vaksin buatan Indonesia tersebut. Salah satu alasannya adalah ka-rena Turki sudah mengembangkan vaksin sendiri.
“Turki sendiri sudah kembangkan tiga jenis vaksin buatan sendiri dan dua di antaranya sudah memasuki uji klinis tahap tiga,” kata Iqbal mela-lui keterangan tertulis pada Senin (30/8/2021).
Iqbal menuturkan, hasil klarifikasi
dia kepada otoritas berwenang di Turki dapat dipastikan tidak pernah ada pemikiran, rencana, maupun pembicaraan pemerintah Turki un-tuk membeli vaksin Nusantara di Indonesia.
Iqbal juga menuturkan tidak ada pembicaraan dengan pemerintah Turki, terkait rencana uji coba klinis vaksin Nusantara tahap tiga di ne-gara tersebut.
“Angka kasus COVID-19 tera-khir di Turki sudah di bawah 17 ribu kasus per hari. Vaksinasi lengkap (2 dosis) sudah mencapai 45 persen penduduk (93 juta dosis) dan ditar-getkan mencapai 70 persen dalam sebulan ke depan. Jadi, Turki tidak cocok untuk uji klinis vaksin tahap tiga,” ucap Iqbal.
Tak hanya Iqbal, sebelumnya Direktur Pencegahan Pengenda-lian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, juga mengatakan pihaknya tak mendapat informasi soal Vaksin Nusantara yang diklaim dipesan oleh Turki.
Iqbal dan Nadia melontarkan pernyataan ini setelah sempat ber-edar kabar Pemerintah Turki beren-cana membeli Vaksin Nusantara se-banyak 5 juta dosis. Mereka bahkan juga disebut mempersilakan jika
peneliti vaksin Nusantara mau mel-akukan uji klinis tiga di Turki lantaran tak diizinkan di Indonesia.
Nadia juga menegaskan bahwa vaksin Nusantara tidak tersedia se-cara komersial lantaran autologus atau bersifat individual dan hanya dapat digunakan untuk diri sendiri.
“Sel dendritik bersifat autologus, artinya dari materi yang digunakan dari diri kita sendiri dan untuk diri kita sendiri, sehingga tidak bisa digunakan untuk orang lain. Jadi, produknya hanya bisa diperguna-kan untuk diri pasien sendiri,” kata Nadia, Sabtu (29/8/2021).
Untuk itu, setiap orang yang in-gin disuntik vaksin Nusantara bisa mendapatkannya dalam bentuk pe-layanan berbasis penelitian secara terbatas. Penelitian tersebut ber-dasarkan nota kesepahaman atau MoU antara Kementerian Keseha-tan bersama dengan Badan Penga-wasan Obat dan Makanan (BPOM), dan TNI Angkatan Darat pada April lalu, terkait dengan ‘Penelitian Ber-basis Pelayanan Menggunakan Sel Dendritik untuk Meningkatkan Imu-nitas Terhadap Virus SARS-CoV-2’. “Masyarakat yang menginginkan vaksin Nusantara atas keinginan pribadi, nantinya akan diberikan penjelasan terkait manfaat hingga
efek sampingnya oleh pihak penel-iti. Kemudian, jika pasien tersebut setuju, maka vaksin Nusantara baru dapat diberikan atas persetujuan pasien tersebut,” ujarnya.
Meski banyak kalangan meragu-kan vaksin yang dikembangmeragu-kan Terawan ini, Pendiri Beranda Ru-ang Diskusi dan Praktisi Media, Dar Edi Yoga, menuturkan, seharusnya menunggu pernyataan WHO apa-kah vaksin Nusantara sudah sesuai kaidah ilmiah atau penuh kepalsu-an.
Yoga mengatakan, Terawan dan timnya mengaku sanggup mem-produksi jutaan vaksin atau imono-therapy dalam satu bulan dan tidak terkendala biaya.
“Mengapa negara tetang-ga berani bayar Rp3,4 T untuk memindah-kan uji klinis ke ne-gara tersebut kalo ini mahal biaya pembuatan -nya? Sudah t e r b u k t i tidak ada e f e k samping sela-m a dua
kali uji klinis, tambah sehat dan segar, seperti kesimpulan yang di-katakan presiden melihat wali kota B a n j a r m a s i n yang sudah di suntik Vaknus,” ujarnya. D i a menye-but, se-j u m l a h t o k o h y a n g s u d a h di sunt ik vaksin
Nu-santara menunjukan bahwa vaksin tersebut memiliki kelebihan diband-ingkan vaksin konvesional yang banyak menimbulkan efek samp-ing.
“Pemesanan vaksin dari ne-gara lain tentu bukan G to G,
karena vaknus belum men-jadi produk resmi Indonesia. Terawan punya jaringan in-ternasional karena dia man-tan ketua umum organisasi kesehatan militer dunia, dan mantan ketua kehorma-tan organisasi itu. Bisa jadi pesanan itu B to B,” akunya.l
Turki Bantah Pesan 5,2 Juta Vaknus
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar
Duta Besar Republik Indonesia di Ankara, Lalu Muhamad Iqbal
4
Selasa, 31 Agustus 2021
INFO
OTONOMI
SIAP-SIAP PTM DI KAMPUS
PALEMBANG - Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan mengimbau
perguruan tinggi negeri ataupun
swasta untuk mulai mempersiapkan
pelaksanaan Pembelajaran Tatap
Muka (PTM) di kampus.
“UNTUK sekolah tinggi atau perguruan tinggi akan diberikan imbauan. Dalam artian kesiapannya untuk me-nyelenggarakan kuliah tatap muka juga harus benar-benar matang,” kata Gubernur Sum-sel, Herman Deru, saat men-injau pelaksanaan PTM di SMKN 2 Palembang, Senin (30/8/2021).
Hal tersebut apabila penye-baran COVID-19 terus melan-dai, sehingga ketika pemer-intah pusat mengeluarkan regulasi baru yang mengatur kuliah luring maka perguruan tinggi di Sumsel sudah siap. Apalagi, kata Herman Deru, dalam banyak pertemuan dengan mahasiswa, mereka menyampaikan keinginan un-tuk bisa kembali belajar cara langsung di kampus, se-hingga dinamika pendidikan di kampus kembali bergerak.
“Tentu akan timbul kebija-kan baru lagi, baik nasional maupun provinsi.
Menyesuai-kan kondisi COVID-19 ini,” ujarnya.
Wakil Rektor I Universitas Sriwijaya, Zainuddin Nawawi, mengatakan, mekanisme pembelajaran perguruan tinggi khususnya bagi maha-siswa Unsri selama pandemi COVID-19 masih mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Dalam kebijakan tersebut mengatur mekanisme pembelajaran yang memadukan antara vir-tual (daring) dan secara lang-sung (luring).
“Sudah berlangsung demiki-an ddemiki-an diawasi dengdemiki-an baik pelaksanaannya,” katanya.
Zainuddin menjelaskan, pembelajaran secara daring dilaksanakan untuk perkuliahan yang bersifat tidak mengguna-kan perangkat atau peralatan praktikum di laboratorium, se-dangkan luring dilaksanakan untuk kelas atau mata kuliah yang menggunakan peralatan
seperti fakultas kedokteran atau fakultas teknik.
“Bila mahasiswa kedokteran menggunakan manekin dalam praktikum, mahasiswa fakultas teknik menggunakan peralatan lab. Hanya saja jumlah peserta di kelasnya diatur sesuai den-gan protokol kesehatan. Kami pastikan tetap secara terbatas dan mematuhi protokol keseha-tan,” paparnya.
Selain itu, Herman Deru
memastikan semua jen-jang sekolah di Sumsel siap menggelar PTM secara ter-batas setelah penularan COV-ID-19 mulai melandai.
“Sepertinya kalau dari kes-iapan-kesiapan infrastruktur (fasilitas protokol kesehatan) sudah cukup kita yakini sudah siap,” katanya.
Diingatkan Herman Deru, meskipun sudah diperbolehkan PTM, siswa dan guru ataupun
orang tua harus tetap waspada dengan mengintensifkan komu-nikasi dalam pengawasan ak-tivitas siswa-siswi di luar rumah. “Selalu saya ingatkan ke-pada seluruh siswa, kita se-kolah tatap muka ini bukan berarti COVID-19 sudah tidak ada maka harus berhati-hati,” ujarnya berpesan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Fahl-evi, memastikan bahwa PTM
terbatas sudah bisa dimulai untuk jenjang SMA/SMK atau-pun sederajat.
Dalam pelaksanaannya, masing-masing kepala se-kolah sudah mendapatkan pe-tunjuk teknis dari Kemendik-bud Ristek yang diperkuat dengan surat keputusan gu-bernur. Petunjuk itu antara lain PTM harus berdasarkan persetujuan dari orang tua atau wali, siswa wajib
mema-tuhi aturan protokol keseha-tan berupa memakai masker dalam setiap aktivitas selama belajar, sedangkan di luar jam belajar di sekolah merupakan tanggung jawab orang tua.
Kemudian sekolah wajib memastikan dalam satu kelas hanya berisi 50 persen siswa dari total kapasitas ruangan, menggelar tiga kali pertemuan dalam sepekan dan tetap mengoptimalkan pembelaja-ran secara daring.
“Untuk jenjang Sekolah Dasar juga demikian tidak jauh berbeda. Desainnya dirancang oleh pihak dinas pendidikan kota,” kata Riza.
Menurutnya, selain memas-tikan teknis dan ketersediaan fasilitas protokol kesehatan, setiap tenaga pendidik dan guru serta siswa juga sudah menda-patkan vaksinasi COVID-19.
“Kalau guru sudah 85 pers-en, siswa siswi sedang berlang-sung vaksinasinya,” ujar Riza.
Ia menambahkan, meski-pun vaksinasi untuk siswa sis-wi saat ini bukan merupakan syarat wajib, pelaksanaannya tetap berjalan sesuai dengan ketersediaan vaksin.
“Intinya semua stakeholder sudah menyiapkan PTM ini. Semoga dapat berjalan de-ngan baik,” imbuh Riza. l
PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mendorong sumber daya manusia (SDM) di bidang transportasi untuk menguasai teknologi, seiring dengan semak-in banyaknya semak-inovasi berbasis aplikasi yang dikembangkan.
“Saya sudah bicara bahwa kita harus menggunakan back-bone yang ada sekarang, yaitu IT (teknologi informatika/TI), digitalisasi. Ini seperti di Kir su-dah selesai, maka kalau ada keluhan-keluhan soal Kir bilang ke saya karena ini nyaris sudah sempurna. Maka jadi perconto-han,” jelas Bupati Banyumas, Achmad Husein, usai meres-mikan sejumlah inovasi yang dikembangkan Dishub Kabu-paten Banyumas di Terminal Bus Tipe A Bulupitu,
Purwok-erto, Senin (30/8/2021).
Menurutnya, inovasi-inovasi yang dikembangkan Dishub Kabupaten Banyumas tidak hanya di terminal, juga Sungai Serayu, layanan bus Buy The Service (BTS) serta bus pari-wisata. Dalam hal ini, Pemkab Banyumas telah menyiapkan lima bus pariwisata gratis yang akan melayani wisatawan ke sejumlah objek wisata.
“Bus pariwisata nanti kita per-cepat. (Pengoperasian) bus pa-riwisata gratis itu nanti kita per-cepat,” kata Achmad Husein.
Mengenai kesiapan SDM bi-dang transportasi khususnya sopir dan awak angkutan umum, Achmad Husein mengakui jika masih banyak yang belum siap.
“Tetapi kalau tidak dipaksa, dimulai dari sedikit-sedikit.
Kalau kita tidak latih, dimulai sedikit-sedikit tidak akan per-nah jadi. Kalau kita menunggu sampai mereka siap, sampai kapan, paksa saja. Nanti kan merasakan enaknya,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, mengatakan, sejumlah inovasi yang diresmi-kan Bupati Banyumas antara lain peluncuran operasional-isasi manajemen parking gate atau parkir kendaraan secara elektronik di Terminal Bulupitu. Menurutnya, pengoperasian manajemen parkir kendaraan secara elektronik tersebut menggantikan sistem sebel-umnya yang dilakukan manual.
“Dengan adanya manaje-men parkir secara elektronik ini banyak keuntungan yang bisa diperoleh, antara lain pening-katan PAD (Pendapatan Asli Daerah), adanya transparansi dan kenyamanan masyarakat. Yang jelas kenyamanan ka-rena nantinya masyarakat yang parkir di Terminal Bulupitu men-erima asuransi,” paparnya.
Menurut Agus, manajemen parkir tersebut untuk semen-tara masih menggunakan uang tunai, namun ke depan akan beralih ke transaksi non tunai.
Selain manajemen parkir, juga diluncurkan aplikasi Simandala
atau Sistem Informasi dan Mana-jemen Data Alat Penerangan Jalan. Merupakan aplikasi untuk mengetahui data Penerangan Jalan Umum (PJU) yang selama ini tidak ada basis data.
“Nanti dengan aplikasi ini kita bisa melihat kondisi PJU di titik tertentu, rusak apa nggak, tagi-hannya berapa, di sekitarnya ada lampu yang mati apa tidak. Masyarakat juga bisa meli-hatnya dengan menggunakan aplikasi Simandala,” jelas Agus.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan Peratu-ran Bupati Banyumas Nomor 44 Tahun 2021 Tentang Jaringan Trayek Angkutan Kota dan An-gkutan Perdesaan Serta Jum-lah Kendaraan yang Melayani Trayek di Kabupaten Banyumas.
Dengan adanya peraturan bupati tersebut nantinya akan ada perubahan trayek angku-tan kota dan angkuangku-tan perde-saan di Kabupaten Banyumas.
“Perubahan trayek di Banyu-mas terakhir terjadi pada tahun 2007, apalagi sekarang ada sistem satu arah. Selain itu, ada integrasi Trans Jateng dan nanti ke depan atau akhir tahun 2021 ada opera-sional Trans Banyumas, sehingga harus ada penyesuaian rute an-gkutan kota dan anan-gkutan perd-esaan maupun angkutan lainnya agar tidak berbenturan serta bisa terintegrasi,” demikian Agus. l
MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta pembentukan posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh desa lebih digiat-kan, sehingga pasien COV-ID-19 mendapatkan pelay-anan di tempat isolasi terpadu berbasis desa.
“Kalau data dari Dinas Pem-berdayaan Masyarakat Pemer-intahan Desa (DPMPD) Provin-si NTB, jumlah posko PPKM Mikro yang sudah dibentuk ter-dapat 891 posko desa/kelura-han, 116 posko kecamatan dan 10 posko kabupaten dan kota. Namun ada beberapa kabupat-en dan kota yang belum maksi-mal membentuk posko PPKM, sehingga kedepannya semua desa, kecamatan dan kabu-paten sudah mencapai target,” jelas Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, saat memimpin Rakor Percepatan dan Evalu-asi Penanganan COVID-19 di Provinsi NTB melalui virtual di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin (30/8/2021).
Rohmi meminta kabupaten dan kota yang sudah
mem-bentuk posko PPKM untuk segera melaporkan dan me-masukkan data perkemban-gannya ke dalam aplikasi Bersama Lindungi COVID-19 (BLC) agar dapat dipantau oleh pemerintah pusat.
“Sehingga jumlah posko PPKM yang terealisasi di lapa-ngan harus masuk dan dilapor-kan melalui aplikasi BLC agar semua jumlah posko PPKM di NTB sama dengan data di pu-sat. Karena kami melihat bah-wa jumlah posko PPKM yang direalisasikan di lapangan se-cara keseluruhan belum masuk dalam aplikasi BLC BNPB pu-sat. Saya berharap kedepann-ya, semua kabupaten dan kota sudah melaporkan dan menca-pai target,” ujarnya.
Selain itu, Rohmi mengingat-kan kepada masyarakat agar tidak pernah kendor dengan pro-tokol kesehatan. Sebab, penera-pan protokol kesehatan dalam setiap lini kehidupan masih menjadi senjata ampuh untuk mencegah penyebaran COV-ID-19. Meski demikian, penanga-nan pandemi COVID-19 dan laju penyebaran di NTB menunjuk-kan hasil yang sangat baik.
“Meski penanganan COV-ID-19 di NTB cukup baik na-mun jangan pernah kendor dengan protokol kesehatan,” pesannya.
Kepala Polda NTB, Irjen Muhammad Iqbal, mengakui bahwa situasi COVID-19 di provinsi itu cenderung melan-dai. Kasus aktif dan ketersedi-aan tempat tidur bagi pasien juga terkendali dengan baik. Beberapa indikator lain juga mengalami perbaikan cukup signifikan seperti kegiatan pengujian, pelacakan dan perawatan (3T).
“Melandainya kasus hari ini adalah bukan kebetulan tapi kerja keras semua pihak. Jadi, saya tegaskan kita tidak boleh kendor dengan protokol kesehatan dan semangat ker-janya harus lebih ditingkatkan lagi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iqbal mem-inta jajaran polres di seluruh kabupaten dan kota untuk terus meningkatkan sinergi bersama bupati dan wali kota dalam menangani pandemi COVID-19, terutama realisasi pada program vaksinasi ta-hap satu maupun dua dapat mencapai target.
“Saya meminta kepada kapolres untuk menunjukkan kinerja di lapangan. Tunjuk-kan kerja keras, baik sebagai konseptor maupun ekseku-tor,” katanya. l
Giatkan Posko
PPKM di Desa
SDM Transportasi Wajib Kuasai Teknologi
”Meski penanganan
COVID-19 di NTB
cukup baik namun
jangan pernah kendor
dengan protokol
kesehatan”
Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah
Klik: www.infoindonesia.id
Gubernur Sumsel, Herman Deru, meninjau pelaksanaan PTM hari pertama di SMKN 2 Palembang, Senin (30/8/2021). (Antara)
Bupati Banyumas, Achmad Husein, meresmikan sejumlah inovasi teknologi di Terminal Bulupitu, Purwokerto, Senin (30/8/2021). (Antara)
5
Selasa, 31 Agustus 2021
INFO
OTONOMI
EVALUASI ANTREAN
CUCI TANGAN
SEMARANG
-Gubernur Jawa
Tengah, Ganjar
Pranowo,
meng-evaluasi antrean
cuci tangan pada
pelaksanaan
Pembelajaran
Tatap Muka (PTM)
hari pertama
di SMPN 13,
Kota Semarang,
Senin (30/8/2021).
GANJAR dengan seksama melihat penerapan protokol kesehatan saat pelaksanaan PTM di sekolah itu, mulai dari kedatangan siswa, pengece-kan suhu tubuh, cuci tangan hingga masuk ke dalam ke-las. Saat melihat proses itu, ia menemukan masih ada hal yang harus dievaluasi yakni siswa berkerumun untuk mel-akukan cuci tangan.
“Ayo antre, jaga jarak ya. Jangan berkerumun. Pak yang seperti ini harus dievalu-asi, kalau bisa tempat cuci tangannya ditambah, jaraknya diatur ya,” katanya.
Ganjar juga masuk ke dalam sekolah untuk mengecek kondisi kelas yang ruangan-nya sudah ditata sesuai pro-tokol kesehatan, seperti meja antar siswa berjarak dan
di-beri sekat dari plastik.
“Ini bagus, jaraknya jauh dan ada sekatnya,” katanya.
Ganjar meminta pihak se-kolah memastikan pelak-sanaan protokol kesehatan selama PTM yang dilakukan siswa sejak berangkat hingga pulang ke rumah.
“Anak-anak mesti dicek se-jak awal, siapa yang mengan-tar dan pulangnya bagaimana. Saran saya, yang mengantar adalah orang tuanya sehingga
bisa menjamin mereka sehat. Itu yang penting,” jelasnya.
Dari sisi protokol keseha-tan, Ganjar melihat persiapan pihak SMPN 13, Kota Se-marang sudah bagus, hanya memang evaluasi saat para siswa antre mencuci tangan harus dilakukan.
“Anak-anak belum biasa mengantre, jadi kalau mau cuci tangan mereka berebut di wastafel sehingga terjadi po-tensi kontak. Maka saya minta
dievaluasi, dibuatkan garis-garis dan diatur di setiap titik yang dipakai antre misalnya di tempat cuci tangan, masuk ke-las dan lainnya,” jeke-las Ganjar.
Sementara itu, Plt. Kepala SMPN 13, Joko Winarno, mengatakan, PTM di se-kolahnya digelar dengan pro-tokol kesehatan ketat, seperti siswa yang masuk dibatasi 50 persen dan waktu belajar hanya dua jam per hari.
“Setiap kelas itu maksimal
50 persen dari total rombongan belajar. Kalau satu rombongan belajar itu ada 32 siswa maka yang masuk sekolah hanya 16 siswa, sisanya tetap belajar dari rumah,” jelasnya.
Dalam satu hari siswa han-ya akan belajar empat mata pelajaran dengan estimasi waktu maksimal 30 menit per mata pelajaran.
“Dan dalam seminggu akan menggelar PTM selama em-pat hari,” demikian Joko. l
”Jakarta merupakan
provinsi yang punya
kontribusi cukup
besar di perekonomian
Indonesia”
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
TANGERANG - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Ban-ten, mengimbau warganya untuk tetap mematuhi pro-tokol kesehatan meski kasus harian penularan COVID-19 melandai.
“Meski sudah masuk zona kuning penyebaran COV-ID-19, masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kes-ehatan dengan ketat,” kata Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, di Tangerang, Senin (30/8/2021).
Ia menjelaskan, melandai-nya kasus penularan CO-VID-19 di Kabupaten Ta nge rang baru terjadi be-berapa pekan. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu euforia karena dikhawatirkan akan terjadi lonjakan kem-bali yang lebih tinggi.
“Pada bulan Juli kemarin kasus di kita sangat tinggi. Sekarang sudah beberapa pekan ini melandai dan ini masih dinamis,” kata Zaki.
P e m k a b
Tangerang terus berupaya menekan penyebaran virus corona dengan mengaksel-erasi percepatan vaksinasi kepada masyarakat guna mencapai kekebalan kelom-pok.
“Karena kita wajib terus menekan angka penye-baran COVID-19 untuk
kedepannya,” ujar Zaki.
Ia menekankan agar masyarakat tidak terlena dengan situasi penularan kasus yang melandai. Ka-rena, Zaki mengkhawatirkan jika semua lengah maka akan terjadi ledakan kasus yang lebih besar lagi.
Kasus COVID-19 di Ka-bupaten Tangerang pada Senin secara total menca-pai 26.084 dengan tamba-han harian 39 kasus. Pasien yang menjalani perawatan sebanyak 219 orang, pasien dinyatakan sembuh 25.161 orang, pasien meninggal dunia 388 orang dan pasien menjalani isolasi 316 orang.
Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang mulai
mel-aksanakan vaksi-nasi di tingkat rukun warga ( R W ) d a l a m r a n g k a program V a k -s i n a -s i Merde-ka.
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, mengatakan kegiatan vaksinasi tingkat RW dilaksanakan oleh 38 puskes-mas secara serentak di selu-ruh wilayah kecamatan.
“Sesuai arahan Kapolda Metro Jaya kita sudah laksana-kan vaksinasi hari ini di tingkat RW. Kita menyasar warga yang belum mengikuti vaksinasi,” katanya saat meninjau pelak-sanaan vaksinasi di wilayah Kecamatan Cipondoh.
Menurut Arief, Pemkot Tangerang juga akan lebih masif dengan menggelar vaksinasi di tingkat Kam-pung untuk mencari warga yang belum disuntik vaksin. Menurutnya, dengan adanya kedekatan layanan tersebut maka akan lebih optimal.
“Hari ini semuanya bergerak di setiap kecamatan,” katanya.
Arief pun mengimbau ke-pada warga yang belum divaksin segera mendaftar secara daring atau berkoor-dinasi dengan pengurus RT/ RW untuk informasi kegiatan yang dilaksanakan.
Terkait stok vaksin, ia
men-uturkan jika saat ini jumlahn-ya terbatas karena pekan lalu Pemkot Tangerang baru menerima tambahan dosis jenis Pfizer.
“Kita juga akan dapat tam-bahan Sinovac nanti,” beber Arief.
Plt. Kepala Dinas Kes-ehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, mengatakan pihaknya mendapatkan kuo-ta 163.800 dosis vaksin jenis Pfizer untuk 81.900 sasaran dari Kementerian Kesehatan.
Dinkes Kota Tangerang juga akan memantau sasa-ran yang disuntik menggu-nakan vaksin Pfizer, sebab memiliki efek samping sep-erti mual, demam, nyeri pada lengan dan pusing.
“Secara literatur semua vaksinasi yang ada di Indo-nesia itu aman, termasuk jenis Pfizer. Hanya saja se-cara penggunaan ada pros-es pelarutan yang berbeda dibanding Moderna dan Sinovac. Namun, jenis Pfizer ini memiliki efikasi vaksin yang cukup tinggi yaitu 95 persen,” Dini menjelaskan. l
JAKARTA - DKI Jakarta
menjadi unsur penting dalam pemulihan ekonomi Indonesia karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam sambutan penyelenggaraan JaKreatiFest 2021, Senin (30/8/2021).
“Jakarta merupakan provinsi yang punya kontri-busi cukup besar di
pereko-nomian Indonesia. Dan ini menjadi unsur penting jika kita bicara pemulihan Indo-nesia,” katanya.
Anies menjelaskan, ber-dasarkan data Badan Pu-sat Statistik (BPS), Jakarta masih menjadi kontributor terbesar terhadap pereko-nomian nasional. Terbukti pada kuartal II-2020 Jakarta berkontribusi sebesar 17 persen terhadap produk do-mestik bruto (PDB), disusul Jawa Timur dan Jawa Barat.
Ia mengungkapkan, per-tumbuhan ekonomi ibu kota pada triwulan II-2021 yang berada di zona positif sebe-sar 10,9 persen menjadi sinyal menuju pemulihan ekonomi, sehingga ia men-dorong momentum tersebut dapat dimanfaatkan, ter-masuk oleh pelaku usaha.
Anies mengatakan, salah satu strategi yang kini di-gencarkan Pemprov DKI Jakarta adalah vaksinasi karena dinilai menjadi solusi
dalam pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COV-ID-19.
“Vaksinasi menjadi sesuatu yang penting, ini menjadi game changer. Dan kami harap gerakan vaksi-nasi ini bisa segera tuntas,” jelasnya.
Ditambahkan Anies, vak-sinasi di Jakarta untuk dosis pertama sudah mencapai 107,7 persen per 29 Agustus 2021 atau terhadap 9,6 juta dari sasaran 8,9 juta orang.
Sedangkan vaksinasi dosis kedua sudah mencapai 61,6 juta atau 5,5 juta orang.
BPS DKI Jakarta men-catat pertumbuhan ekonomi ibu kota pada triwulan II-2021 mencapai 10,9 persen atau tumbuh positif setelah pada periode yang sama 2020 kontraksi 8,33 pers-en. BPS mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta pada triwulan II-2021 mencapai Rp721,5 triliun. l
Tetap Patuh Prokes Meski COVID-19 Melandai
Jakarta Unsur Penting Pemulihan Ekonomi
BATURAJA - KabupatenOgan Komering Ulu, Su-matera Selatan, saat ini tel-ah keluar dari zona mertel-ah atau risiko tinggi penularan COVID-19 dan kembali ke zona oranye.
“Alhamdulillah, sekarang OKU sudah turun ke zona oranye,” kata Plh. Bupati OKU, Edward Candra, di Baturaja, Senin (30/8/2021).
Ia mengatakan, Kabupat-en OKU selama dua pekan terakhir masuk zona me-rah karena tingginya jumlah warga yang terpapar virus corona. Namun, berkat ker-ja keras Satgas COVID-19 serta didukung kesadaran masyarakat untuk mema-tuhi protokol kesehatan, saat ini Kabupaten OKU kembali ke zona oranye.
Kendati demikian, pihaknya tetap mendorong agar minimal 70 persen masyarakat di OKU bisa divaksin supaya daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekudang itu bisa terbebas dari COVID-19.
“Kita berharap nanti OKU bisa kembali ke zona hijau,” kata Edward.
Pemkab OKU juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 360/379/XLIV/2021
Tentang Pembatasan Keg-iatan Resepsi Pernikahan dan Hajatan (Kemasyaraka-tan) di Masa Pandemi COV-ID-19.
Surat edaran menga-tur warga yang menggelar resepsi pernikahan atau hajatan lainnya maka tamu undangan dibatasi hanya 150 orang, yang dibagi be-berapa sesi serta tetap me-nerapkan prokes. Kegiatan lain juga dibatasi, seperti takziah dan syukuran untuk memakai nasi kotak atau tidak melakukan acara ma-kan secara prasmanan.
“Ini guna mencegah ter-jadinya kerumunan,” ujar Edward.
Data per Senin, total jum-lah kasus positif COVID-19 di Kabupaten OKU menca-pai 790 orang, 619 orang sembuh, 91 orang menin-ggal dunia dan 80 orang masih menjalani perawa-tan di rumah sakit. Jumlah tersebut turun dibandingkan periode 18 Agustus 2021 dengan total kasus positif COVID-19 mencapai 756 orang, 540 orang sembuh, 82 orang meninggal dunia dan 134 warga dirawat den-gan status daerah zona me-rah. l
SURABAYA - Seba nyak 2.536 pelajar tingkat SMA/ SMK hingga SLB di Provinsi Jawa Timur mulai menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.
“Ada 696 ribu sekian siswa SMA/SMK dan SLB yang masuk hari ini secara terbatas bertahap,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat me-mantau PTM terbatas di SMKN 7 Surabaya, Senin (30/8/2021).
Ia menjelaskan, PTM terbatas digelar di 20 ka-bupaten/kota yang telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Ma-syarakat (PPKM) Level 2 dan 3, sedangkan di wilayah PPKM Level 4, PTM secara terbatas belum digelar.
“Hari ini kan hari terakhir PPKM Level Empat di se-luruh Indonesia dan akan dievaluasi sore nanti. Jika-lau ada evaluasi maka akan kami evaluasi kembali,” kata Khofifah.
Gubernur perempuan per tama di Jatim itu me-nambahkan bahwa PTM terbatas digelar sesuai prosedur dan standar ope-rasional. Yakni, para siswa yang hendak masuk ke se-kolah diwajibkan memakai masker, dicek suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir ser-ta setiap kelas hanya berka-pasitas 50 persen.
“PTM digelar hanya dua kali dalam sepekan. Lalu pembelajaran dilakukan maksimal empat kali jam pelajaran selama 30 menit atau hanya dua jam,” kata Khofifah.
Khofifah menambahkan, PTM terbatas di Jatim juga dilakukan secara hybrid learning atau selain ada PTM terbatas di kelas juga ada siswa yang belajar se-cara daring di rumah.
Kepala Dinas Pendidi-kan Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi, menjelaskan sya rat sekolah untuk dapat mengadakan PTM adalah adanya Satgas COVID-19 di lingkup sekolah. Syarat wajib lainnya yakni guru dan tenaga pendidik harus su-dah divaksin.
“Alhamdulillah untuk guru di Jatim sudah 88 persen divaksin. Tinggal 12 persen yang belum karena beberapa kendala seperti darah tinggi. Siswa masih relatif sedikit, yang vaksin baru 12 persen. Karenanya, ibu gubernur memberikan arahan kepada bupati/wali kota se-Jatim agar melaksanakan vaksi-nasi bagi siswa,” paparnya.
Wahid juga menyam-paikan pelaksanaan PTM terbatas dilaksanakan ser-entak, namun berdasarkan laporan yang diterima dari dinas kabupaten/kota, un-tuk jenjang SD dan SMP baru sekitar 90 persen su-dah melakukan PTM.
“Yang sepuluh persen bupati/wali kota masih mel-akukan koordinasi dengan dinkes setempat. PTM akan disesuaikan perkemban-gan wilayah, yang jika dae-rah tertentu berubah medae-rah maka dihentikan, begitupun sebaliknya. Harus ada reko-mendasi dari Satgas COV-ID-19 setempat, dan izin dari orang tua yang utama,” jelasnya. l
Kerja Keras Tinggalkan
Zona Merah
PTM Digelar Bertahap
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memantau penerapan prokes di SMPN 13 Kota Semarang, Senin (30/8/2021). (Humas Pemprov Jateng)
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, berbincang dengan siswa saat memantau PTM di SMKN 7 Surabaya, Senin (30/8/2021). (Antara)
6
Selasa, 31 Agustus 2021
INFO
LEGISLATIF
PEKA PUJIAN TAPI
MURAL KRITIK DIHAPUS
JAKARTA - Pemerintah diminta agar
tidak terlena dengan pujian partai
koalisi bahwa penanganan pandemi
COVID-19 sudah on the track.
ANGGOTA Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher me-mandang pujian tersebut harus dianalisis terlebih dahulu ke semua indikator penanganan pandemi bahwa statistik sudah membaik.
“Bahaya jika pemerintah sampai terlena dengan pujian yang tidak berdasarkan data valid. Ini bisa mengaburkan kondisi sebenarnya,” kata Netty, Senin (30/8/2021).
Meskipun kasus harian corona sudah menunjukkan penurunan, kata Netty, tetapi Indonesia masih berada di masa krisis pandemi.
“Dari sektor kesehatan kasus kita masih tinggi, an-gka positif masih di atas standar WHO. Kita juga pernah jadi juara kematian akibat Covid-19 di dunia. Dis-tribusi vaksin belum merata dan target harian vaksinasi sering meleset. Bahkan ter-jadi kasus sasaran penggu-naan vaksin booster untuk foto oleh pejabat dan
kelom-pok lain yang tidak berhak,” jelasnya.
Selain itu, Netty mrngung-kapkan, pencairan insentif tenaga kerja dan pemba-yaran klaim rumah sakit juga masih bermasalah. Bahkan sejumlah daeràh masih be-rada pada zona merah atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.
“Jadi pujian keberhasilan penanganan pandemi ber-dasarkan indikator apa?” tambahnya.
Ketua DPP PKS ini me-mandang pujian oleh tokoh-tokoh politik kontras dengan fakta di lapangan.
“Rakyat banyak yang gelisah, susah dan tidak tahu harus berbuat apa. Jumlah pengangguran dan PHK meningkat, an-gka kemiskinan bertam-bah, usaha rakyat ban-yak yang tutup atau kembang kempis, sementara bansos
dengan jumlah kecil untuk rakyat pun dikorupsi,” jelas Netty.
Sayangnya, lanjut Netty, saat rakyat m e n g e k s p r e s i k a n keresahannya mela-lui kritik mural atau lukisan di dinding, aparat pemerintah jus tru melakukan peng hapusan.
“ Pe r t a n y a a n n y a , kenapa kritik mural rakyat dihapus, tapi puja-puji yang min-im data itu justru dipublikasikan
luas di media,” tambahnya. Oleh karena itu, menurut Netty, sudah saatnya
pemer-intah fokus penanganan COVID-19 dan jangan
sampai terbuai pujian. “Pastikan semua sektor berkolaborasi
mengen-dalikan pandemi dengan standar yang sama.
Jangan sampai di satu sisi dilakukan
peng-etatan, sementara di sisi lain masih
ada program spsialisasi
ke-menterian dan
Jangan Biarkan Anak-anak Korban
Pandemi Kehilangan Masa Depan
MPR Tetap Simbol Kedaulatan Rakyat
JAKARTA - DPD RI memintapemerintah pusat dan daerah bergerak cepat mengkonsoli-dasi data anak-anak kategori yatim dan bahkan yatim piatu terdampak pandemi COVID-19.
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin menjelaskan, pemerintah juga harus segera memberikan perhatian khusus berupa santunan biaya hidup dan biaya sekolah.
“Pandemi menyisakan ban-yak anak-anak Indonesia ke-hilangan orang tua, baik ayah, bahkan ayah dan ibu sekaligus. Tugas negara ada-lah memastikan mereka tak ke-hilangan harapan dan masa depan,” ujar Sultan, Senin (30/8/2021).
Anak-anak, urut Sultan, men-jadi kelompok usia yang sangat
rent-an menjadi korbrent-an akibat suatu fase krisis, terutama oleh krisis sistematis dan berkepanjangan seperti pandemi CO VID-19. Ia menekankan, jangan sampai mereka kehilangan momentum pertumbuhan dan perkemban-gan fisik maupun mental akibat dibiarkan terlalu lama.
“Tercatat, jumlah anak-anak yang kehilangan orang tua karena pandemi mencapai 9
ribu anak lebih. Mereka ter-diri dari anak yatim 4
ribuan anak, piatu 3 ribuan anak, yatim piatu 400-an 400-anak, dan tanpa ketera n -gan 300-an 300-anak,” p a p a r S u l t a n mengutip data Ke- menteri-an Pemberdayamenteri-an Perempumenteri-an dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan UNICEF.
Oleh karena itu, menurut dia, penting bagi pemerintah un-tuk menertibkan akurasi data terlebih dahulu, sehingga tidak perlu terjadi kesalahan target menetapkan strategi pendeka-tan santunan. Tentunya juga di-arahkan kepada kepastian dan efektivitas penggunaan angga-ran secara sustainable.
“Kami meyakini bahwa sua-sana kebatinan anak-anak hari ini akan menjadi potret masa depan bangsa ini. Kita harus mengalihkan perhatian dan sumber daya khusus kepada anak-anak,” kata mantan wakil gubernur Bengkulu ini.
Ia mengatakan, pemerin-tah pusat dan daerah perlu membangun koordinasi dan melakukan kolaborasi angga-ran dalam agenda pemulihan tekanan mental dan fisik anak-anak yang kehilangan orang
tua akibat pandemi COVID-19. “Ini fenomena kemanusiaan yang dapat mempengaruhi arah sejarah masa depan se-buah bangsa, maka harus ada keseriusan dari semua kita, ter-masuk masyarakat,” terangnya.
Selain pemerintah, masih kata dia, peran serta organisasi masyarakat keagamaan serta yayasan sosial dan kemanu-siaan, termasuk lembaga swa-daya masyarakat (LSM) penting untuk turut gotong royong me-nyelamatkan anak-anak Indo-nesia yang terdampak pandemi COVID-19. “Pemerintah bisa berkolaborasi dengan yayasan sosial dan pendidikan,” ujarnya.
Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Pemer-intah 78/2021 tentang Per-lindungan Khusus Bagi Anak. Dalam aturan tersebut juga ter-cantum mengenai perlindungan bagi anak yang menjadi korban bencana non alam berupa epi-demi seperti virus corona. l
JAKARTA - Menginjak usia nya yang telah menca-pai 76 tahun, MPR RI tetap menjadi simbol kedaulatan rakyat dan menjadi rumah kebangsaan. Meski, banyak kewenangan MPR yang hi-lang.
Wakil Ketua MPR RI Ja-zilul Fawaid mengatakan, kiprah MPR telah terjadi pasang surut. Pada masa Orde Baru, MPR menjadi lembaga tertinggi negara, dengan memiliki kewenan-gan yang begitu kuat, ter-masuk memilih dan mem-berhentikan Presiden.
Kemudian tuntutan refor-masi 1998, MPR berubah menjadi lembaga tinggi ne-gara. Statusnya sama den-gan lembaga tinggi negara
lain seperti DPR dan Pres-iden.
“Tetapi hingga saat ini MPR tetap sebagai cer-minan kedaulatan rakyat karena masih memiliki ke-wenanga untuk mengubah konstitusi dasar yang tidak dimiliki oleh lembaga ne-gara yang lain,” kata Ja-zilul dalam diskusi Empat Pilar MPR RI `Refleksi 76 Tahun MPR Sebagai Ru-mah Kebangsaan Pengawal Ideologi Pancasila dan Ke-daulatan Rakyat` di Jakarta, Senin (30/8/2021).
Ia memaparkan, gubah konstitusi atau men-gubah UUD biasanya selalu terkait dengan dinamika perkembangan masyarakat, makanya setiap
perubahan-perubahan selalu mensya-ratkan ada perubahan kon-stitusi, termasuk perubahan terkait periodeisasi jabatan presiden yang saat ini mun-cul wacana hingga tiga pe-riode.
“Di era pandemi ini ban-yak yang berubah, banban-yak aktivitas yang ditutup. Bila nanti tahun 2024 ternyata aktivitas politik (pemilu pre-siden) juga ditutup, maka akan jadi masalah dalam sisitem ketatanegaraan,” ujarnya.
“Tentu kita tidak meng-harapkan itu. Tetapi kalau itu terjadi, maka tidak ada jalan keluar kecuali mela-lui amandemen konstitusi,” lanjut Jazilul.
Persoalannya, apakah
yang dilakukan oleh MPR nanti itu (amandemen) men-cer minkan kehendak rakyat? “Sebab, jika tidak nyam-bung dengan kehendak rakyat, apa yang dilakukan oleh MPR itu bisa menjadi masalah,” jelasnya.
Begitu juga dengan ren-cana amandemen terbatas hanya untuk memberi ke-wenangan MPR membuat Pokok-Pokok Haluan Nega-ra (PPHN), ia menekankan, tetap harus mencerminkan kehendak rakyat.
Pascaamandemen ke-lima, presiden tidak lagi bertanggung jawab kepada MPR. Presiden bertang-gung jawab langsung kepa-da rakyat. Di situlah salah satu perdebatan dalam
pem bentukan PPHN. “Maka check and bal-ances atau demokrasi di Indonesia itu ada di tangan rakyat, bukan di MPR mau-pun di DPR. Langsung ke-pada rakyat,” katanya.
Oleh sebab itu, jelas dia, MPR berusaha sekuat tenaga untuk menjadi ru-mah kebangsaan. “Men-jadi peneduh, penyalur as-pirasi, sekaligus inspirasi bagi demokrasi kita supaya berkembang kepada arah kesejahteraan, kedaulatan rakyat, kebangsaan, dan konstitusi. Apapun naman-ya jika tidak memperce-pat kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat, tidak ada gunanya,” tutur Jazilul. l
Evaluasi PTM
Hari Pertama
JAKARTA - DPR turut mel-akukan monitoring terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) hari perta-ma yang dimulai di sejumlah daerah.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, monitoring terhadap pelak-sanaan PTM harus dilaku-kan untuk menjadi bahan evaluasi. Menurutnya, jika hasil evaluasi baik, tidak menutup kemungkinan ada peningkatan area PTM.
“Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan lan-car. Sehingga kegiatan tatap
muka yang diujicobakan di beberapa zona ini bisa ditam-bah dalam waktu yang tidak terlalu lama dan tidak menim-bulkan efek dari tatap muka tersebut,” tutur Dasco di Kom-pleks Parlemen, Senayan, Ja-karta, Senin (30/8/2021).
Dasco menjelaskan, se-jauh ini DPR belum menen-tukan posisi mendukung atau tidak mendukung terkait pelaksanaan PTM. DPR dalam posisi menunggu has-il evaluasi terlebih dahulu.
“Soal mendukung tidak men-dukung kita lihat hasil evaluas-inya nanti. Apakah kemudian efektif atau tidak,” kata Dasco. Sebanyak 610 sekolah kembali dibuka di DKI Jakarta. Jumlah itu terdiri dari PAUD, SD, SMP, SMK, SMA, MAN, hingga se-kolah luar biasa (SLB).
Dinas Pendidikan DKI Ja-karta mengambil langkah itu karena ada penurunan level PPKM DKI Jakarta dari level 4 menjadi level 3.
Pembukaan sekolah kemba-li, berdasarkan kebijakan yang dituangkan dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Ja-karta Nomor 1026 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pem-batasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 disebutkan untuk satuan pendidikan jen-jang SD, SMP, dan SMA, yang melaksanakan PTM terbatas dilaksanakan dengan kapasitas
maksimal 50 persen.
Namun untuk jenjang pendidikan sekolah luar biasa seperti SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima pe-serta didik perkelas.
Sementara untuk Pendidi-kan Anak Usia Dini (PAUD), maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima pe-serta didik per kelas.
Dalam aturan itu, juga dis-ebutkan tenaga pendidikan dan peserta didik di atas 12 tahun telah divaksinasi.
Ketua DPR RI Puan Ma-harani menilai evaluasi hari pertama PTM penting untuk melakukan perbaikan-per-baikan ke depannya.
“Evaluasi juga bertujuan agar pihak sekolah bisa meng-etahui berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pemb-elajaran tatap muka sehingga bisa segera melakukan per-baikan-perbaikan yang akan lebih menunjang pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas,” kata Puan di Jakarta.
Puan pun meminta agar pihak sekolah tetap memberi-kan pelayanan terbaik kepada siswa yang tidak mendapatkan izin mengikuti PTM dari orang tuanya. Sekolah harus bisa me-mahami kekhawatiran maupun ketidaksiapan orang tua me-lepas anaknya mengikuti PTM. “Maka saya mendorong daerah untuk cepat menyele-saikan program vaksinasi ke-pada anak-anak yang telah memenuhi syarat mendapat-kan vaksin. Dengan begitu, kekhawatiran orangtua akan berkurang saat mengirimkan anak-anaknya kembali bela-jar ke sekolah,” imbau Puan.
Cucu Proklamator Bung Karno tersebut mendukung pembelajaran tatap muka di-lakukan di daerah-daerah yang memenuhi syarat dan di se-kolah-sekolah yang telah siap menerapkannya. Sebab menu-rut Puan, ada banyak kendala yang muncul dari pelaksanaan sekolah daring selama ini.
“Untuk pihak sekolah, Dis-dik, orangtua dan wali murid, mari awasi secara bersama pelaksanaan sekolah tatap muka ini, demi keamanan belajar
anak-anak kita,” u j a r
Puan.
l
”Untuk pihak sekolah,
Disdik, orangtua dan
wali murid, mari awasi
secara bersama
pelaksanaan sekolah
tatap muka ini”
Ketua DPR RI Puan Maharani
lembaga yang mensyaratkan kehadiran sejumlah peser-ta,” ujar Netty.
Terakhir, Netty meminta pemerintah untuk tidak me-nutup telinga atas kritik dari rakyat atau siapa pun.
“Tujuan kritik itu un-tuk memperbaiki kinerja
pemerintah guna me-nyelamatkan rakyat. Jadi jangan dianggap angin lalu atau bahkan disebut se-bagai upaya memperkeruh keadaan. Kita semua cinta Indonesia dan ingin bangsa ini berhasil melewati krisis,” tandasnya. l
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher