• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Sesuai dengan perumusan masalah pada Bab I dalam penelitian ini maka model yang akan digunakan adalah evaluasi model Countenance Stake. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mendeskripsikan hasil evaluasi dari implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika di SMP Negeri 7 Salatiga.

B. Subyek Penelitian

Subyek dalam penelitian yakni kepala sekolah, guru mata pelajaran matematika dan siswa SMP Negeri 7 Salatiga. Adapun kriteria pemilihan subyek penelitian ini adalah pertama subyek tersebut telah mengimplementasikan dan memiliki keterlibatan dalam implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Kriteria kedua dalam penelitian ini adalah subyek bersedia untuk terlibat dalam penelitian ini.

C. Teknik Pengumpulan Data

1. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

(2)

Pengumpulan data dalam penelitian ini akan dilakukan melalui beberapa kegiatan observasi atau pengamatan langsung terkait pembelajaran matematika di SMP Negeri 7 Salatiga. Pengamatan atau observasi di lapangan ini bertujuan untuk menggali informasi lebih mengenai pelaksanaan pembelajaran matematika kurikulum 2013 di SMP Negeri 7 Salatiga dan untuk memperkaya hasil penelitian agar mendapatkan data yang lebih akurat dan menyeluruh sesuai tujuan dan model yang digunakan dalam penelitian. Observasi yang dilakukan menggunakan pedoman observasi terhadap kelengkapan kurikulum,

perencanaan pembelajaran, kemudian pada saat

pembelajaran matematika berlangsung, dan observasi terkait penilaian dan hasil penilaian autentik.

b. Wawancara dan Angket

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini juga menggunakan wawancara dan teknik angket. Wawancara dalam penelitian ini digunakan pada saat peneliti melakukan studi pendahuluan untuk mengetahui kondisi awal sebelum turun ke lapangan, dan pada saat peneliti sudah dilapangan dan ingin menggali informasi lebih mendalam dari subyek-subyek penelitian. Menurut Esterberg (2002), berdasarkan pernyataan yang dikemukakannya bahwa “interviewing is at

the heart of social research. If you look through almost any sociological journal, you will find that much social research is based on interview, either standardized or more in-depth”. Wawancara merupakan ‘jantung’ dari penelitian

(3)

sosial, sehingga apabila kita memperhatikan jurnal dalam ilmu sosial maka kita akan menemukan bahwa semua penelitian sosial didasarkan pada interview. Sama halnya pada penelitian kualitatif, untuk memperoleh data yang valid kita harus mendapatkan konfirmasi salah satunya dapat ditempuh dengan melakukan wawancara secara mendalam. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan pada saat awal penelitian yaitu untuk studi pendahuluan. Wawancara lainnya dilakukan untuk menggali informasi lebih dalam terhadap beberapa hal yang ditemukan dalam penelitian ini. Teknik angket atau kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Teknik angket dalam penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan data terkait pelaksanaan penilaian autentik yang dilakukan oleh guru mata pelajaran matematika pada tahap transaction.

c. Dokumentasi

Tujuan dari pelaksanaan dokumentasi pada penelitian ini yakni untuk mendukung proses pengumpulan dan analisis data. Menurut Sugiyono (2010) hasil penelitian akan semakin kredibel apabila didukung oleh foto-foto atau karya tulis akademik dan seni yang telah ada. Oleh karena itu data untuk studi dokumen yang terkait dalam penelitian evaluasi kurikulum 2013 matpel matematika di SMP Negeri 7 Salatiga ini mencakup foto-foto kegiatan, rekaman video pada saat peneliti turun lapangan di SMP Negeri 7 Salatiga,

(4)

dokumen seperti hasil penilaian autentik dan gambar-gambar instrumen penelitian yang telah diisi.

2. Triangulasi Data

Peneliti melakukan triangulasi data karena manfaat dari triangulasi data itu sendiri. Menurut Sugiyono (2010), melakukan triangulasi data berarti mengumpulkan data sambil menguji kredibilitas data. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik yaitu sebagai bentuk konfirmasi keabsahan data yang diperoleh dari pelaksanaan pengumpulan data dari beberapa sumber. Triangulasi sumber dilaksanakan oleh peneliti untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan menggunakan teknik yang sama. Triangulasi teknik dilaksanakan dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Triangulasi dilakukan agar mendapatkan data yang benar-benar valid untuk dianalisis.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian terdiri dari 1) pedoman dokumentasi kelengkapan kurikulum; 2) lembar pengamatan RPP; 3) pedoman observasi pelaksanaan pembelajaran; 4) angket terkait penilaian oleh guru; serta 5) lembar hasil penilaian autentik pada mata pelajaran matematika. Wawancara dalam penelitian ini merupakan wawancara tidak terstruktur untuk studi pendahuluan dan untuk menggali informasi lebih mendalam dari subyek, sehingga daftar pertanyaan sesuai dengan kebutuhan informasi yang masih perlu digali lagi. Wawancara tidak terstruktur

(5)

bertujuan sebagai konfirmasi dari hasil penelitian. Instrumen-instrumen penelitian dalam penelitian ini dibuat berdasarkan standar yang dipakai yaitu pedoman pelaksanaan kurikulum dan standar dari kemdikbud yang sistematikanya diperjelas dalam matrix

countenance stake.

Pedoman dokumentasi kelengkapan kurikulum digunakan untuk mengetahui kelengkapan atau kesiapan sekolah terkait sarana-prasarana yang dapat mendukung implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran matematika di sekolah. Lembar pengamatan RPP digunakan untuk melihat kesesuaian RPP pembelajaran matematika yang dibuat oleh guru dibandingkan dengan standar dari kemdikbud. Kedua instrumen ini akan digunakan peneliti pada tahap pendahuluan (antecedents) dalam penelitian.

Selanjutnya ditahap proses (transaction) digunakan dua instrumen penelitian yaitu pedoman observasi pelaksanaan pembelajaran dan angket terkait penilaian pembelajaran. Pedoman observasi pelaksanaan pembelajaran digunakan untuk melihat kesesuaian proses pembelajaran dibandingkan dengan standar yang indikatornya berdasarkan permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah. Angket terkait penilaian pembelajaran digunakan untuk mengumpulkan data terkait tahap proses pelaksanaan penilaian oleh guru.

Instrumen yang digunakan pada tahap hasil (outcomes) adalah lembar hasil penilaian autentik pada mata pelajaran matematika. Instrumen ini digunakan untuk merekap data terkait hasil penilaian autentik peserta didik secara khusus pada mata pelajaran matematika. Instrumen berisi penilaian ketiga aspek yaitu aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang kategori pencapaiannya

(6)

ditentukan berdasarkan skor gabungan ketiga aspek. Berikut disajikan dalam bentuk tabel matrix evaluasi implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika di SMP Negeri 7 Salatiga.

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis sesuai dengan model evaluasi yang telah dipilih yaitu model evaluasi countenance stake. Analisis data sesuai dengan prinsip evaluasi model countenance stake yaitu membandingkan kondisi sebenarnya dengan standar yang ada. Data hasil penelitian dideskripsikan secara kuantitatif untuk kemudian dapat dideskripsikan secara kualitatif oleh peneliti. Data yang telah dikumpulkan dianalisis kemudian dideskripsikan sesuai dengan tahapan pada evaluasi model countenance stake (lihat tabel 3.1).

Tabel 3.1. Matriks Evaluasi Kurikulum 2013 pada Matpel Matematika dengan Model Countenance Stake

Tahap Description Matrix Judgement Matrix Teknik Pengumpulan Data Intent Observatio n Standards Judgemen t W O A D Pendahulu an (Anteceden ts) Kelengkap an Kurikulum 2013 Kondisi Kelengkapan kurikulum 2013 Kurikulum 2013 revisi 2017 Memberik an pertimban gan terhadap hasil observasi √ √ Perencana an Pembelaja ran Rencana pelaksanaan pembelajara n guru mata pelajaran matematika Permendikb ud no. 22 tahun 2016 tentang Standar proses pendidikan dasar dan Memberik an pertimban gan terhadap hasil pengamata n RPP √

(7)

menengah Proses (Transacti on) Pelaksana an Pembelaja ran Pelaksanaan pembelajara n matematika Permendikb ud no. 22 tahun 2016 tentang Standar proses pendidikan dasar dan menengah Memberik an pertimban gan terhadap hasil observasi pelaksanaa n pembelajar an matematik a √ √ √ Penilaian Autentik Pelaksanaan penilaian autentik oleh guru mata pelajaran matematika Permendikb ud no.23 tahun 2016 tentang standar penilaian pendidikan dasar dan menengah Memberik an pertimban gan terhadap hasil angket √ √ Hasil (Outcomes ) Hasil Penilaian Hasil penilaian autentik Permendikb ud no.23 tahun 2016 tentang standar penilaian pendidikan dasar dan menengah dan Peraturan kemdikbud tentang KKM nilai autentik Memberik an pertimban gan terhadap hasil penilaian autentik √ √ √

Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data yang telah dikumpulkan melalui instrumen penelitian dan teknik pengumpulan data. Data yang didapatkan melalui pengisian angket dalam penelitian ini diolah dan dikategorikan dengan menggunakan kriteria pengolahan angket oleh Mardapi (2008) disajikan kedalam bentuk tabel seperti pada tabel 3.2.

(8)

Tabel 3.2. Kriteria Pengolahan Angket No Rentang Skor Kriteria Jawaban 1. x ≥ mean +1.SBx Sangat Baik

2. mean + 1.SBx > x ≥ mean Baik

3. mean > x ≥ mean –1. SBx Kurang

4. x < mean – 1.SBx Sangat Kurang

Selanjutnya hasil studi dokumentasi dan observasi dianalisis dengan berpatokan pada kriteria dari kemdikbud (2013). Hasil olah data studi dokumentasi dan observasi yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu berupa data 1) kelengkapan kurikulum; 2) rencana pelaksanaan pembelajaran; 3) pelaksanaan pembelajaran; dan 4) hasil penilaian autentik. Berikut disajikan pedoman kategorisasi dan analisis data dengan kriteria oleh kemdikbud (2013) pada tabel 3.3.

Tabel 3.3 Kategorisasi dan Analisis Data Oleh Kemendikbud (2013)

No. Skor Hasil Observasi Kategori

1. 90 < Skor ≤ 100 Sangat Baik (A)

2. 75 < B ≤ 90 Baik (B)

3. 60 < C ≤ 75 Kurang (C)

4. ≤ 60 Sangat Kurang (D)

Setelah melakukan pengolahan data dan didapatkan hasil dari olah data tersebut, data dianalisis dengan melihat kategori-kategori yang tersedia. Hasil analisis kemudian dibandingkan dengan standar yang ada, untuk melihat apabila terdapat ketimpangan dalam setiap aspek yang diteliti. Kemudian berdasarkan ketimpangan-ketimpangan yang ditemui pertimbangan atau rekomendasi dalam

(9)

rangka keberlanjutan implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika di SMP Negeri 7 Salatiga dapat ditentukan.

Gambar

Tabel 3.1. Matriks Evaluasi Kurikulum 2013 pada Matpel Matematika dengan   Model Countenance Stake
Tabel 3.2. Kriteria Pengolahan Angket

Referensi

Dokumen terkait

Secara umum, tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna akhir paket program sistem informasi akuntansi

Penelitian tentang hubungan antara keseimbangan dengan usia tua tidak banyak dilakukan dibandingkan dengan penelitian yang berhubungan dengan perubahan fisiologis

Mahasiswa memahami perkuliahan tentang Aplikasi Teknologi secara teoritik.

Salah satu yang harus selalu diperhatikan adalah masalah harga, harga yang murah (dibandingkan dengan toko lain) akan membuat konsumen senang datang ke toko kita apalagi bila

Pengupasan bahan juga dapat dilakukan dengan cara mengkombinasikan cara- cara di atas, misalnya kombinasi antara carborundum dan pisau yaitu pada tahap awal digunakan

Agar soal yang disiapkan oleh setiap guru menghasilkan bahan ulangan/ujian yang sahih dan handal, maka harus dilakukan langkah-langkah berikut, yaitu: (1) menentukan tujuan tes,

Akibat dari perkawinan menurut hukum adat Lampung Pepadun ini istri. mengikuti suami, setelah mereka menikah pasangan tersebut ada

Pada sistem ini, jaringan pipa induk distribusi saling berhubungan satu dengan yang lain membentuk lingkaran-lingkaran, sehingga pada pipa induk tidak ada titik mati