• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 488/Kpts/OT.160/10/2003 TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 488/Kpts/OT.160/10/2003 TENTANG"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 488/Kpts/OT.160/10/2003

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA

BALAI BESAR PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MEKANISME PERTANIAN

MENTERI PERTANIAN,

Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna pelaksanaan diklat keahlian agribisnis mekanisme pertanian, dipandang perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Mekanisme Pertanian;

Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002;

2. Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit organisasi dan Tugas eselon I Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 47 Tahun 2002;

3. Keputusan Presiden Nomor 228/M tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong;

4. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 01/Kpts/OT. 210/1/2001 jis Keputusan Menteri Pertanian Nomor 354.1Kpts/OT.210/6/2001 dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 354/Kpts/OT.210/6/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian;

5. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 99/Kpts/OT.210/1/ 2001 jis Keputusan Menteri Pertanian Nomor 392/Kpts/OT. 210/7/2001 dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 355/Kpts/OT.210/6/2003 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian;

Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam surat Nomor 306/M.PAN/9/2003 tanggal 19 September 2003;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI BESAR PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MEKANISASI PERTANIAN.

BAB 1

(2)

Pasal 1

(1) Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Mekanisasi Pertanian yang selanjutnya disebut BBD Mekanisasi Pertanian adalah unit pelaksana teknis di bidang pendidikan dan pelatihan (diklat) mekanisasi pertanian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Departemen Pertanian.

(2) BBD Mekanisasi Pertanian dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 2

BBD Mekanisasi Pertanian mempunyai tugas melaksanakan diklat keahlian dan pengembangan teknis diklat di bidang mekanisasi pertanian mulia dari agribisnis sub sistem sarana produksi sampai dengan agribisnis sub sistem pengolahan hasil pertanian dalam rangka peningkatan kualitas sumberdaya manusia pertanian.

Pasal 3

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, BBD Mekanisasi Pertanian menyelenggarakan fungsi :

a. penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan bimbingan lanjutan; b. pelaksanaan diklat keahlian mekanisasi pertanian;

c. pelaksanaan diklat teknik kependidikan bagi widyaiswara, instruktur, dosen dan guru pertanian di bidang mekanisasi pertanian:

d. pelaksanaan pengembangan metode diklat, penyusunan rancang bangun diklat, Standar Kompetensi Kerja (SKK), paket pembelajaran, dan media diklat mekanisasi pertanian;

e. pelaksanaan kerjasama dan analisis pendayagunaan hasil diklat keahlian mekanisasi pertanian;

f. pengelolaan informasi dan dokumentasi hasil diklat keahlian dan pengembangan teknik diklat mekanisasi pertanian;

g. pemberian pelayanan teknik kegiatan keahlian mekanisasi pertanian; h. pengelolaan tata usaha dan rumah tangga balai besar.

BAB II

SUSUNAN ORGANISASI

Pasal 4

(1) BBD Mekanisasi Pertanian terdiri dari : a. Bagian Umum;

b. Bidang Program dan Evaluasi Diklat; c. Bidang Penyelenggaraan

d. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Struktur Organisasi BBD Mekanisasi Pertanian sebagaimana terlampir dalam Keputusan ini.

Pasal 5

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian, tata usaha, keuangan, rumah tangga dan perlengkapan.

(3)

Pasal 6

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi :

a. pelaksanaan urusan kepegawaian, surat menyurat, dan kearsipan; b. pelaksanaan urusan keuangan;

c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 7

Bagian Umum terdiri dari :

a. Subbagian Kepegawaian dan Tata Usaha; b. Subbagian Keuangan;

c. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Pasal 8

(1) Subbagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, surat menyurat dan kearsipan.

(2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan.

(3) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas menyusun program, pemantauan, evaluasi, dan bimbingan lanjutan diklat keahlian mekanisasi pertanian, dan pengelolaan pengembangan teknik diklat mekanisasi pertanian.

Pasal 9

Bidang Program dan Evaluasi Diklat mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program, pemantauan, evaluasi, dan bimbingan lanjutan diklat keahlian mekanisasi pertanian, dan pengelolaan pengembangan teknik diklat mekanisasi pertanian.

Pasal 10

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Bidang Program dan Evaluasi Diklat menyelenggarakan fungsi :

a. pengumpulan, pengolahan, dan analisis data dan informasi kediklatan; b. penyusunan program dan anggaran diklat;

c. penyusunan rencana pengembangan teknik diklat;

d. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan diklat dan pengembangan teknik diklat;

e. penyusunan rencana bimbingan lanjutan diklat keahlian mekanisasi pertanian; f. pelaporan penyelenggaraan diklat dan pengembangan teknik diklat.

Pasal 11

Bidang Program dan Evaluasi Diklat terdiri dari : a. Seksi Program;

b. Seksi Pemantauan dan Evaluasi.

(4)

(1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, dan analisis data dan informasi kediklatan, penyiapan bahan penyusunan program dan anggaran diklat, dan penyusunan rencana pengembangan teknik diklat. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan

pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan diklat dan pengembangan teknik diklat, dan penyusunan rencana bimbingan lanjutan diklat keahlian mekanisasi pertanian, serta pelaporan penyelenggaraan diklat dan pengembangan teknik diklat.

Pasal 13

Bidang Penyelenggaraan Diklat mempunyai tugas melaksanakan diklat keahlian dan diklat kependidikan bagi widyaiswara, instruktur, dosen dan guru pertanian di bidang mekanisasi pertanian, dan kerjasama dan analisis pendayagunaan hasil diklat, serta pemberian pelayanan teknik kegiatan diklat keahlian dan pengembangan teknik diklat mekanisasi pertanian.

Pasal 14

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, Bidang Penyelenggaraan Diklat menyelenggarakan fungsi :

a. pelayanan pelaksanaan diklat keahlian dan pengembangan teknik diklat mekanisasi pertanian;

b. pelayanan pelaksanaan diklat kependidikan bagi widyaiswara, instruktur, dosen dan guru pertanian di bidang mekanisasi pertanian;

c. pelayanan administrasi kepesertaan dan alumni diklat;

d. pelaksanaan kerjasama dan analisa pendayagunaan hasil diklat;

e. penyiapan informasi dan dokumentasi hasil diklat keahlian mekanisasi pertanian;

f. pelayanan teknik dan informasi mekanisasi pertanian kepada masyarakat. Pasal 15

Bidang Penyelenggaraan Diklat terdiri dari : a. Seksi Pelayanan Diklat;

b. Seksi Kerjasama.

Pasal 16

(1) Seksi Pelayanan Diklat, mempunyai tugas melakukan pemberian pelayanan teknik pelaksanaan diklat keahlian, diklat kependidikan bagi widyaiswara dan instruktur, dosen dan guru pertanian di bidang mekanisasi pertanian, dan pelayanan administrasi kepesertaan dan alumni diklat.

(2) Seksi Kerjasama mempunyai tugas melakukan pelaksanaan kerjasama dan analisis pendayagunaan hasil diklat, penyiapan informasi dan dokumentasi hasil diklat dan pelayanan teknik dan informasi di bidang mekanisasi pertanian kepada masyarakat.

(5)

Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 18

(1) Kelompok Jabatan Fungsional, terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara Instruktur dan Jabatan Fungsional lain, yang terbagi dalam berbagai Kelompok Jabatan Fungsional berdasarkan bidang keahlian masing-masing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala.

(3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

(4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB III TATA KERJA

Pasal 19

Dalam melaksanakan tugasnya Kepala, Kepala Bagian, Kepala Bidang, Kepala Subbagian, Kepala Seksi, dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan satuan organisasi BBD Mekanisasi Pertanian maupun dengan instansi lain sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.

Pasal 20

Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan BBD Mekanisasi Pertanian wajib mengawasi pelaksanaan tugas bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpanan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 21

Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan BBD Mekanisasi Pertanian bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan, serta petunjuk pelaksanaan tugas bawahannya.

Pasal 22

Setiap pimpinan satuan organisasi dan Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan BBD Mekanisasi Pertanian wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk, dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing.

(6)

Setiap laporan dari bawahan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi wajib diolah dan dipergunakan sebagaimana bahan penyusunan laporan lebih lanjut, dan untuk memberi petunjuk kepada bawahan.

Pasal 24

Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan BBD Mekanisasi Pertanian wajib menyampaikan laporan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala baik berkala atau sewaktu-waktu.

Pasal 25

Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

Pasal 26

Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan, wajib mengadakan rapat berkala.

BAB IV ESELONISASI

Pasal 27

a. Kepala adalah jabatan eselon II.b.

b. Kepala Bagian dan Kepala Bidang adalah jabatan eselon III.b. c. Kepala Subbagian dan Kepala Seksi adalah jabatan eselon IV.a

BAB V LOKASI

Pasal 28

BBD Mekanisasi Pertanian berlokasi di Batangkaluku, Gowa, Sulawesi Selatan.

BAB VI

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 29

Perubahan organisasi dan tata kerja menurut Keputusan ini ditetapkan oleh Menteri Pertanian setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

Pasal 30

Dengan berlakunya Keputusan ini, maka Keputusan Menteri Pertanian Nomor 330/Kpts/OT.210/5/2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Mekanisasi Pertanian dinyatakan tidak berlaku.

(7)

Pasal 31

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 14 Oktober 2003 MENTERI PERTANIAN,

ttd

(8)

Lampiran Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 488/Kpts/OT.160/10/2003 Tanggal : 14 Oktober 2003

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

BBD MEKANISASI PERTANIAN

MENTERI PERTANIAN, ttd

PROF. DR. IR. BUNGARAN SARAGIH, M.Ec

KEPALA

BAGIAN UMUM Subbagian Kepegawaian dan Tata Usaha Subbagian Keuangan Subbagian Rumah Tang &

Perlengkapan

BIDANG PENYELENGGARAAN

DIKLAT

Seksi Pelayanan

Diklat Kerjasama Seksi

BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI DIKLAT Seksi Program Seksi Pemantauan dan Evaluasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

(9)

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

BBD MEKANISASI PERTANIAN

KEPALA

BAGIAN UMUM Subbagian Kepegawaian dan Tata Usaha Subbagian Keuangan Subbagian Rumah Tangga &

Perlengkapan BIDANG PENYELENGGAARAAN DIKLAT Seksi Pelayanan Diklat Seksi Kerjasama BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI DIKLAT Seksi Program Seksi Pemantauan dan Evaluasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menjelaskan keterkaitan antara kegiatan malam nujuh likur dengan kajian- kajian psikologi khususnya tentang tema empati, memang tidak akan langsung tertuju

Area penyimpanan, persiapan, dan aplikasi harus mempunyai ventilasi yang baik , hal ini untuk mencegah pembentukan uap dengan konsentrasi tinggi yang melebihi batas limit

Adat Pesta pernikahan yang sudah lumrah dikalangan masyarakat yaitu, seorang pengantin wanita dirias secantik mungkin dengan beraneka ragam cara, ada yang memakai busana

Damai sejahtera sebagai tujuan hukum tidak akan tercapai apabila hukum itu sendiri ditaati berdasarkan semata-mata paksaan dari luar, akan tetapi untuk mencapai damai

Kemampuan Bank BNI syariah, BSM, BMI dan Bank Mega Syariah berdasarkan rasio MR mengindikasikan ke empat bank syariah tersebut mencerminkan risiko sangat

Penguatan Rupiah pun tidak mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijau dan belum dapat mengimbangi derasnya aksi angkat jemuran tersebut yang lebih banyak dari saham- saham Big

Hal ini dapat disebabkan karena infeksi melalui air kelapa yang tidak steril yang diberikan tersebut yang kemungkinan menyebabkan aspirasi.. Infeksi ini dapat

UUD 1945 2002 telah menjadikan bangsa Indonesia tidak memiliki masa depan dalam penyelenggaraan Negara dalam mewujudkan pembangunan nasional dengan dihapuskannya