Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
viii
DAFTAR ISI
Hal
HALAMAN JUDUL ... i
PROFIL MAJELIS WALI AMANAT ... ii
SAMBUTAN KETUA MAJELIS WALI AMANAT ... iv
PROFIL PIMPINAN REKTORAT ... v
SAMBUTAN REKTOR UNIVERSITAS AIRLANGGA ... v
PROFIL PIMPINAN FAKULTAS ... vi
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xii
BAB 1. PENDAHULUAN ... 1
1.1. Sejarah Universitas Airlangga ... 1
1.2. Visi dan Misi ... 2
1.3. Rencana Strategis ... 3
BAB 2. SUMBER DAYA MANUSIA ... 7
BAB 3. LULUSAN ... 14
3.1. Wisudawan Tahun Akademik 2018/2019 ... 14
3.2. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) ... 14
3.3. Masa Studi ... 17
3.4. Skor ELPT ... 19
3.5. Waktu Tunggu ... 21
3.6. Bidang Pekerjaan ... 22
3.7. Gaji Pertama Lulusan ... 23
3.8. Evaluasi Kinerja Lulusan oleh Pengguna ... 24
3.9. Tracer Study ... 25
BAB 4. PENYELENGGARAAN AKADEMIK... 28
4.1. Perkembangan Program Studi ... 28
4.2. Pengelolaan Program Studi ... 29
4.3. Kelangsungan Proses Pembelajaran ... 32
4.4. Kemampuan Akademik Mahasiswa ... 34
4.5. Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa ... 41
4.6. Evaluasi Kinerja Dosen dalam Pembelajaran ... 42
4.7. Atmosfer Akademik ... 44
BAB 5. KURIKULUM ... 47
BAB 6. KEMAHASISWAAN ... 50
6.1. Mahasiswa Baru ... 50
6.2. Distribusi Geografis Asal Mahasiswa ... 51
6.3. Beasiswa ... 52
6.4. Prestasi Mahasiswa ... 54
BAB 7. PENELITIAN, PUBLIKASI, PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA ... 57
7.1. Penelitian dan Publikasi ... 57
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
ix
7.3. Kerjasama ... 62
BAB 8. MANAJEMEN KEUANGAN ... 66
8.1. Aspek Administrasi ... 66
8.2. Aspek Manajerial ... 69
8.3. Likuiditas ... 74
BAB 9. MANAJEMEN FASILITAS ... 76
9.1. Sarana dan Prasarana ... 76
9.2. Manajemen Perpustakaan ... 79
9.3. Sarana Penunjang ... 82
9.4. Sistem Informasi ... 84
BAB 10. ANALISIS KOMPETITOR ... 87
10.1. Posisi Universitas Airlangga dalam Pemeringkatan ... 88
10.2. Posisi Universitas Airlangga dalam Kinerja Publikasi ... 90
BAB 11. CAPAIAN INDIKATOR KINERJA ... 92
BAB 12. PENJAMINAN MUTU DAN MANAJEMEN RISIKO ... 98
12.1. Penjaminan Mutu ... 98
12.2. Pengelolaan dan Peningkatan Kinerja ... 99
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
x
DAFTAR TABEL
Hal
Tabel 2.1. Proporsi Erosi Dosen Berpendidikan S3 Tahun 2017-2021 ... 9
Tabel 2.2. Proporsi Erosi Guru Besar Tahun 2017-2021 ... 10
Tabel 2.3. Target Proporsi Dosen Berpendidikan S3 Tahun 2017-2021 ... 11
Tabel 2.4. Profil Pendidikan Tenaga Kependidikan di Fakultas ... 12
Tabel 2.5. Sebaran Pendidikan Terakhir Tenaga Kependidikan ... 12
Tabel 2.6. Capaian Rasio Dosen dan Tenaga Kependidikan UNAIR Tahun 2016-2019 ... 13
Tabel 3.1. Rerata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Lulusan Jenjang S1 ... 15
Tabel 3.2. Rerata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Lulusan Jenjang D3 ... 15
Tabel 3.3. Rerata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Lulusan Program Profesi ... 16
Tabel 3.4. Rerata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Lulusan Jenjang S2 ... 16
Tabel 3.5. Rerata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Lulusan Jenjang S3 ... 16
Tabel 3.6. Rerata Masa Studi Lulusan Program S1 Reguler ... 17
Tabel 3.7. Rerata Masa Studi Lulusan Program D3 ... 18
Tabel 3.8. Rerata Masa Studi Lulusan Program S2 ... 18
Tabel 3.9. Rerata Masa Studi Lulusan Program S3 ... 18
Tabel 3.10. Rerata Masa Studi Lulusan Program Profesi ... 18
Tabel 3.11. Rerata Skor ELPT Lulusan Jenjang S1 ... 20
Tabel 3.12. Rerata Skor ELPT Lulusan D3 ... 20
Tabel 3.13. Rerata Skor ELPT Lulusan Program S2 ... 21
Tabel 3.14. Rerata Skor ELPT Lulusan Program S3 ... 21
Tabel 3.15. Rerata Waktu Tunggu Lulusan Program S1 ... 21
Tabel 3.16. Rerata Waktu Tunggu Lulusan Program D3 ... 22
Tabel 3.17. Profil Lulusan Program S1 Sesuai Bidang Pekerjaan Pertama ... 22
Tabel 3.18. Profil Lulusan Program D3 Sesuai Bidang Pekerjaan Pertama ... 23
Tabel 3.19. Persentase Gaji Pertama Lulusan Prodi Jenjang S1 Dan D3 ... 23
Tabel 3.20. Hasil Evaluasi Kinerja Lulusan S1 oleh Pengguna ... 24
Tabel 3.21. Hasil Evaluasi Kinerja Lulusan D3 dan S1 oleh Pengguna Tahun 2019 ... 25
Tabel 4.1. Perkembangan Program Studi di Universitas Airlangga ... 28
Tabel 4.2. Perolehan Akreditasi Program Studi di Universitas Airlangga ... 29
Tabel 4.3. Profil Prodi Tersertifikasi dan Terakreditasi Internasional ... 30
Tabel 4.4. Persentase IPK Mahasiswa Aktif Prodi Jenjang D3, S1, S2, S3 ... 35
Tabel 4.5. Distribusi Persentase Nilai Kuliah dan Praktikum Jenjang S1 ... 37
Tabel 4.6. Distribusi Persentase Nilai Kuliah dan Prakikum Jenjang S2 ... 38
Tabel 4.7. Distribusi Persentase Nilai Kuliah dan Praktikum Jenjang S3 ... 38
Tabel 4.8. Distribusi Persentase Nilai Kuliah dan Praktikum Jenjang D3 ... 39
Tabel 4.9. Distribusi Persentase Nilai Kuliah dan Praktikum Jenjang D4 ... 39
Tabel 4.10. Perbedaan Nilai ELPT Mahasiswa Baru dan Lulusan ... 41
Tabel 4.11. Indeks Kepuasan Kinerja Dosen dalam Perkuliahan ... 42
Tabel 4.12. Indeks Kepuasan Kinerja Dosen dalam Praktikum ... 43
Tabel 4.13. Indeks Kepuasan Kinerja Dosen dalam Perwalian ... 43
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
xi
Tabel 6.1. Tingkat Keketatan Penerimaan Mahasiswa Baru ... 50
Tabel 6.2. Sebaran Prestasi Mahasiswa Berdasarkan Tingkat Prestasi ... 55
Tabel 6.3. Sebaran Prestasi Mahasiswa Berdasarkan Bidang Prestasi ... 55
Tabel 7.1. Kinerja Bidang Penelitian dan Publikasi Tiga Tahun Terakhir ... 57
Tabel 7.2. Sumber Pendanaan Kegiatan Pengmas Unair ... 61
Tabel 8.1. Penerimaan Universitas Airlangga Tahun 2016-2019 ... 70
Tabel 8.2. Rasio Efisiensi Pemanfaatan Aset Tetap Sebagai Income Generating ... 71
Tabel 8.3. Rincian Pengeluaran Unair Tahun 2016-2019 ... 72
Tabel 8.4. Rasio Likuiditas Universitas Airlangga Tahun 2013-2018 ... 74
Tabel 9.1. Profil Daya Dukung Lahan Universitas Airlangga ... 76
Tabel 9.2. Fasilitas, Peralatan, dan Kolekso Bahan Pustaka di Perpustakaan ... 80
Tabel 9.3. Fasilitas Pendukung ... 83
Tabel 10.1. Klasifikasi dan Pemeringkatan PT di Indonesia Tahun 2018 ... 88
Tabel 10.2. Klasifikasi dan Pemeringkatan PT di Indonesia Tahun 2019 ... 89
Tabel 10.3. Peringkat 9 Besar Perguruan Tinggi di Indonesia Berdasar QS WUR ... 89
Tabel 10.4. Peringkat 10 Besar Universitas di Indonesia Berdasar QS WUR ... 90
Tabel 10.5. Kinerja Publikasi PT di Indonesia Berdasarkan Scopus ... 91
Tabel 11.1. Capaian Indikator Kinerja Universitas Airlangga Tahun 2019 ... 92
Tabel 12.1. Analisis Risiko dan Rencana Tindakan (Action Plan) ... 101
Tabel 12.2. Hasil Audit Mutu Internal Fakultas 2019 ... 102
Tabel 12.3. Hasil Audit Mutu Internal Unit Kerja 2019 ... 103
Tabel 12.4. Hasil Audit Mutu Internal 2019 Universitas Airlangga ... 104
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
xii
DAFTAR GAMBAR
Hal
Gambar 1.1. Critical Success Factors bagi UNAIR ... 5
Gambar 1.2. Peta Strategi untuk Rencana Strategis UNAIR 2016-2020 ... 5
Gambar 2.1. Target Doktor dan Guru Besar Hingga 2020 ... 7
Gambar 2.2. Profil Pendidikan Terakhir Dosen ... 7
Gambar 2.3. Target dan Capaian Dosen S3 ... 8
Gambar 2.4. Target dan Capaian Dosen Guru Besar (GB) ... 8
Gambar 2.5. Proporsi Tenaga Kependidikan di Fakultas Berdasarkan Status Kepegawaian ... 11
Gambar 3.1. Wisudawan Universitas Airlangga Tahun 2019 ... 14
Gambar 3.2. Profil IPK Lulusan ... 17
Gambar 3.3. Rerata Masa Studi Lulusan Dalam 4 Tahun Terakhir ... 19
Gambar 3.4. Bidang Pekerjaan Lulusan S1 Dan D3 ... 22
Gambar 3.5. Persentase Gaji Pertama Lulusan S1 dan D3 ... 23
Gambar 3.6. Keterampilan yang Dibutuhkan Dunia Kerja/Usaha ... 26
Gambar 4.1. Sebaran Mahasiswa Aktif per 5 Desember 2019 ... 33
Gambar 4.2. Angka Efisiensi Edukasi (AEE) Jenjang D3, S1, S2, S3, dan Profesi ... 34
Gambar 4.3. Persentase IPK Mahasiswa Aktif Prodi Jenjang S1 dan D3 ... 35
Gambar 4.4. Persentase IPK Mahasiswa Aktif Prodi Jenjang S2 dan S3 ... 36
Gambar 4.5. Distribusi Persentase Nilai Kuliah dan Praktikum Jenjang S1 ... 37
Gambar 4.6. Distribusi Persentase Nilai Kuliah Jenjang S2 ... 39
Gambar 4.7. Distribusi Persentase Nilai Kuliah Jenjang S3 ... 39
Gambar 4.8. Distribusi Persentase Nilai Kuliah Jenjang D3 ... 40
Gambar 4.9. Distribusi Persentase Nilai Kuliah Jenjang D4 ... 40
Gambar 6.1. Profil Sebaran Mahasiswa Baru Angkatan 2019/2020 ... 51
Gambar 6.2. Sebaran Geografis Asal Mahasiswa Baru ... 52
Gambar 6.3. Profil Sebaran Sumber Dana Beasiswa Tahun 2019 ... 53
Gambar 6.4. Profil Sebaran Beasiswa per Fakultas Tahun 2019 ... 53
Gambar 6.5. Perolehan Medali UNAIR di Ajang PIMNAS 2015-2019 ... 55
Gambar 7.1. Profil Jumlah Penelitian 2017-2019 ... 58
Gambar 7.2. Profil Dana Penelitian Tahun 2019 ... 58
Gambar 7.3. Profil Jumlah Kegiatan Pengmas ... 61
Gambar 7.4. Profil Dana Kegiatan Pengmas ... 61
Gambar 7.5. Profil Kerjasama UNAIR 2016-2019 ... 63
Gambar 7.6. Profil Kerjasama UNAIR Bidang Akademik dan Non-Akademik ... 64
Gambar 7.7. Bentuk Kerjasama Selain Akademik dan Non-Akademik ... 65
Gambar 9.1. Ruang Lingkup UACC ... 85
Gambar 10.1. Pertumbuhan Rata-rata Tahunan Kinerja Publikasi PTN 2019 ... 91
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
1
1
PENDAHULUAN
1.1. Sejarah Universitas Airlangga Nama Airlangga diambil dari salah satu nama Raja di Pulau Jawa yang sangat terkenal dan menguasai seluruh kepulauan Indonesia bagian timur tahun 1019 - 1042. Simbol Universitas Airlangga (UNAIR) menggambarkan Raja Airlangga sedang menunggang garuda raksasa yang dipercaya sebagai tunggangan dewa Wishnu, dengan membawa kendi (tempat air) berisi air kehidupan yaitu Tirta Amerta. Air ini merupakan simbol dari semangat kehidupan yang abadi dan menyiratkan bahwa UNAIR merupakan sumber ilmu yang abadi.
Universitas Airlangga diresmikan pendiriannya oleh Ir Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, pada tanggal 10 November 1954 dengan Peraturan Pemerintah No. 57/1954. Dalam sejarah pendidikan tinggi di Indonesia, UNAIR tercatat sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ketiga setelah Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), sehingga UNAIR merupakan PTN pelopor di kawasan timur Indonesia. Perjalanan UNAIR menuju otonomi ditandai dengan terbitnya Statuta UNAIR (Permendiknas No. 16/2006) yang selanjutnya dibatalkan dengan terbitnya Permendiknas No. 33 Tahun 2006, namun pada tanggal 14
September 2006 terbit Peraturan
Pemerintah (PP) No. 30 Tahun 2006 tentang Penetapan Universitas Airlangga sebagai Badan Hukum Milik Negara
(BHMN). Peraturan Pemerintah ini
kemudian diperbaharui dengan PP. Nomor 30 tahun 2014 tentang Statuta Universitas Airlangga.
Universitas Airlangga memiliki 3 (tiga) kampus dengan 14 Fakultas dan satu
Sekolah Pasca Sarjana. Di kampus A terdapat Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang berlokasi tepat di depan Rumah Sakit Dr. Soetomo milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sementara itu, di kampus B terdapat Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Farmasi (FF), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Psikologi (FPsi), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), serta Fakultas Vokasi (FV). Selain itu terdapat fasilitas penunjang yaitu perpustakaan dan Masjid Nurruzaman. Kantor Manajemen UNAIR terletak di Kampus C. Beberapa fakultas dan unit penunjang yang berlokasi di kampus C adalah Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Keperawatan (FKp), Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), Lembaga Penyakit Tropis (LPT), Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP), Badan Penjaminan Mutu (BPM), Badan Pengawas Internal (BPI), Lembaga Penelitian dan Inovasi (LPI), Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM), serta Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK). Di Kampus C juga terdapat fasilitas pembelajaran, yaitu Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI), serta fasilitas penunjang berupa gedung Airlangga Convention Center (ACC), Asrama Mahasiswa, dan Rusunawa.
Selain itu UNAIR telah memperluas akses dan peningkatan mutu pendidikan tinggi dengan mengembangkan Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Banyuwangi. Sejak diresmikan tahun 2014 lalu, PSDKU UNAIR di Banyuwangi
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
2
mengalami banyak perubahan dan
perbaikan, mulai dari persiapan akreditasi, melakukan redesain kurikulum, serta penambahan sarana untuk praktikum. Terdapat empat program studi jenjang S1, yaitu Budidaya Perairan, Pendidikan Dokter
Hewan, Akuntansi, dan Kesehatan
Masyarakat. Selain itu, UNAIR juga
melakukan pengembangan dengan
membuka Program Studi D3 Keperawatan di Gresik dan Lamongan. Sebagai institusi pendidikan, UNAIR selalu berusaha memperbaiki kualitas pendidikan serta melengkapi fasilitas pendukung agar dapat menghasilkan lulusan terbaik.
1.2. Visi dan Misi
Kebijakan UNAIR dalam
pengembangan fakultas dan departemen yang diarahkan pada peningkatan kualitas yang didasari oleh kebutuhan nasional dan regional, bahkan untuk menghadapi pasar global. Pengembangan ini searah dengan visi dan misi UNAIR.
Visi
Menjadi universitas yang mandiri, inovatif, terkemuka di tingkat nasional dan internasional, pelopor pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan humaniora berdasarkan moral agama.
Misi
1. Menyelenggarakan dan mengembang-kan pendidimengembang-kan akademik, profesi, dan/atau vokasi dengan keunggulan kelas dunia berlandaskan nilai kebangsaan dan moral agama;
2. Menyelenggarakan penelitian dasar, terapan, dan penelitian kebijakan yang inovatif dengan keunggulan kelas dunia berlandaskan nilai kebangsaan dan
moral agama untuk menunjang
pengembangan pendidikan dan
pengabdian kepada masyarakat;
3. Mendarmabaktikan keahlian dalam bidang ilmu, teknologi, humaniora kepada masyarakat;
4. Mengelola universitas secara mandiri dengan tata kelola yang baik melalui
pengembangan kelembagaan yang
berorientasi pada mutu dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Pencapaian visi dan pelaksanaan misi tersebut berlandaskan nilai moral dan keagamaan sesuai motto Excellence with
Morality. Nilai excellence with morality ini
dioperasionalkan menjadi empat hal dengan akronim BEST: Based on morality;
Excellence in academic, Research, Community services, and Holding university; Strong academic culture; dan
Target-oriented. Based on morality
menegaskan bahwa segala aktivitas yang dilakukan oleh sivitas akademika UNAIR
harus berlandaskan moral agama.
Excellence in academic, research, community services, and holding university menunjukkan bahwa aktivitas tri dharma perguruan tinggi beserta unit-unit usaha yang dimiliki oleh UNAIR harus memiliki keunggulan. Strong academic culture
merupakan budaya organisasi yang
mencerminkan sikap dan tindakan sivitas
akademika UNAIR sebagai lembaga
akademis. Target-oriented adalah nilai yang mendasari segala aktivitas sivitas akademika yang terukur dan nantinya menjadi dasar
pelaksanaan performance-based
management. Ketika keempat excellences tersebut terlaksana, maka customers perspective akan tercapai dengan rekognisi menjadi perguruan tinggi top 500 terbaik dunia.
Selain BEST, UNAIR memiliki 5 (lima) nilai dasar yang diwariskan kepada sivitas akademika yang disingkat dengan HEBAT (humble-honestly, excellent, brave, agile, dan transcendence). HEBAT
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
3 merupakan akronim dari sejumlah kata yang
diharapkan dapat menunjukkan karakter mahasiswa Universitas Airlangga dan menjadi inspirasi untuk membangun karakter mereka. baik ketika menempuh studi maupun setelah menyelesaikan pendidikan di UNAIR.
1.3. Rencana Strategis
Keputusan Majelis Wali Amanat
nomor 01/UN3.MWA/K/2016 tentang
Rencana Strategis Universitas Airlangga 2016-2020 dan Keputusan Rektor nomor
5857/H3/KR/2012 tentang Program
Operasionalisasi Rencana Strategis Universitas Airlangga 2012-2017 menjadi dasar penyusunan Renstra bagi Rektor pada periode 2015-2020. Dua hal ditambahkan, yakni menjadikan UNAIR sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik 500 dunia pada tahun 2020 dan pengelolaan unit-unit usaha akademik yang tergabung dalam holding university. Untuk menjalankan misi Universitas, maka rancangan tujuan dan nilai organisasi pada Renstra UNAIR 2016 – 2020 dijabarkan pada bagian berikut.
Tujuan
Berdasarkan analisis strategi terdapat empat strategi yang mendorong tercapainya tujuan strategis Universitas Airlangga, yakni:
1. Mendapatkan rekognisi internasional sebagai salah satu perguruan tinggi 500 terbaik dunia versi QS WUR tahun 2020. 2. Mencapai kecukupan dan kemandirian
secara finansial pada tahun 2020.
3. Mencapai kesiapan human capital, information capital, dan organization capital dengan baik; serta
4. Terselenggaranya academic, research, community services, dan university holding excellences.
Keseluruhan program untuk mencapai tujuan di atas, dikelompokkan ke dalam 4 (empat) tema strategis yakni:
1) Academic Excellence: merupakan strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran berkesinambungan. Peta
strategi academic excellence
difokuskan pada upaya untuk
meningkatkan ketepatan waktu studi mahasiswa, meningkatkan daya serap lulusan pada institusi pengguna yang bereputasi, serta untuk meningkatkan reputasi alumni Universitas Airlangga. Untuk mencapai tujuan tersebut, Universitas Airlangga meningkatkan kualitas proses bisnis dengan cara: a. Meningkatkan kualitas input
mahasiswa;
b. Meningkatkan kualitas kurikulum; c. Meningkatkan kualitas proses belajar
mengajar;
d. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana.
2) Research Excellence: merupakan strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian yang dilakukan oleh dosen
Universitas Airlangga secara
kolaboratif dengan kolega dalam dan luar negeri. Berdasarkan peta strategi
Research Excellence, fokus strategi
adalah meningkatkan reputasi
penelitian dosen Universitas Airlangga. Untuk mencapai tujuan tersebut, telah dilakukan berbagai cara dalam upaya: a. Meningkatkan kualitas agenda riset; b. Meningkatkan kualitas dan kuantitas
key scientists;
c. Meningkatkan publikasi riset yang terindeks Scopus;
d. Meningkatkan fasilitas riset.
3) Community Service Excellence:
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
4
tanggung jawab sosial pada lingkungan sekitar. Salah satu unsur dari tri dharma perguruan tinggi selain penelitian dan pendidikan adalah pengabdian kepada masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, Universitas Airlangga meningkatkan kualitas proses bisnis dengan cara:
a. Meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat berdasarkan isu-isu strategis yang akan menjadi ciri UNAIR;
b. Meningkatkan kuantitas dan kualitas
key facilitators;
c. Meningkatkan jumlah pusat kajian
sesuai kebutuhan external
stakeholders.
4) University Holding Excellence:
merupakan perencanaan dan
pengembangan unit bisnis yang sudah ada maupun unit bisnis baru. Untuk meningkatkan kemandirian finansial, Universitas Airlangga meningkatkan kualitas proses bisnis dengan cara: a. Meningkatkan keberadaan SBU; b. Meningkatkan manajemen SBU
yang profesional;
c. Meningkatkan manajemen alumni yang profesional;
d. Meningkatkan dan mengelola dana abadi.
Dengan rancangan Renstra yang lebih sistematis melalui pendekatan balance score card (BSC), UNAIR merumuskan Key Performance Indicator (KPI) untuk merealisasikan target renstra yang capaiannya dianalisis setiap tahun. Dengan perencanaan yang matang serta proses monitoring dan evaluasi berkala dan sistematis diharapkan dapat mengakselerasi pencapaian UNAIR sebagai World Class University secara lebih tersistem dan terukur.
Gambar 1.1 menunjukkan critical success factors dalam mencapai target-target yang telah dicanangkan Rektor Universitas Airlangga. Posisi UNAIR saat ini adalah 651-700 versi QS World University Ranking
(WUR). Pada tahun 2020, UNAIR
ditargetkan dapat mencapai rangking < 500 Top World Class University oleh Kemenristekdikti. Sebagai target utama Rektor UNAIR, tentunya indikator kinerja utama juga mengacu pada indikator QS WUR, yakni academic reputation (40%), employer reputation (10%), faculty-student ratio (20%), citations per faculty (20%), international faculty ratio (5%), dan international student ratio (5%).
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
5 Gambar 1.1. Critical Success Factors bagi UNAIR
a QS 751-800
QS 651-700
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
6
Gambar 1.2 menunjukkan peta strategi yang menjabarkan Rencana Strategis UNAIR tahun 2016-2020. Pada perspektif keuangan diharapkan terjadi perbaikan proporsi pendapatan dengan tujuan tercapainya peningkatan kecukupan dan kemandirian keuangan. Pada perspektif pemangku kepentingan, reputasi alumni dan reputasi pengguna merupakan hasil dari academic excellence; reputasi riset merupakan hasil dari research excellence; reputasi pengabdian kepada masyarakat adalah hasil dari community services
excellence, serta reputasi bisnis yang dikelola oleh UNAIR menjadi hasil dari holding university excellence. Pada perspektif proses bisnis internal, hal tersebut merupakan terjemahan dari critical success factors yang telah dijabarkan sebelumnya. Guna menopang ketiga perspektif tersebut, learning & growth perspective menjadi dasar. Terdapat tiga modal utama yang harus diperhatikan, yakni kesiapan modal manusia, sumber daya informasi, serta sumber daya organisasi.
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
7
SUMBER DAYA MANUSIA
Pengelolaan sumber daya di Universitas Airlangga yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) dilakukan secara otonomi berdasarkan PP. 30 tahun 2014. Berpedoman pada Rencana Strategis
(Renstra) UNAIR 2016-2020,
pengembangan modal sumber daya
manusia (SDM) dibangun dalam
perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dengan target pencapaian strategis hingga tahun 2020. Target hingga tahun 2020 yang berkaitan dengan jumlah doktor dan Guru Besar ditunjukkan oleh Gambar 2.1.
Gambar 2.1. Target Doktor dan Guru Besar Hingga 2020
(Sumber: Direktorat SDM, 2019)
Gambar 2.2. Profil Pendidikan Terakhir Dosen
(Sumber: Direktorat SDM, 30 Desember 2019)
Berdasarkan data Forlap Dikti 2019, capaian pendidikan terakhir dosen aktif PNS pada lima tahun terakhir mengalami kenaikan yang signifikan pada jenjang
pendidikan S3, dimana pada tahun 2019 mencapai jumlah 770 dosen yang berkualifikasi S3 (Gambar 2.2). Hal ini merupakan tercapainya target UNAIR
2
465 599 697 785 881 984 172 194 238 286 337 394 1542 1619 1700 1785 1874 1968 2015 2016 2017 2018 2019 2020 S3 GB TOTAL DOSEN 147 892 519 0 75 25 48 932 604 0 197 138 24 926 678 0 197 146 13 858 733 0 204 152 8 829 770 14 189 157 S1 S2 S3 S1 Profesi SP1 SP2 2015 2016 2017 2018 2019Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
8
yang fokus pada peningkatan jumlah dosen S3. Kondisi ini sejalan dengan kebijakan UNAIR di bidang human
capital yang mendorong percepatan dosen
untuk meningkatkan kompetensi
akademik ke jenjang S3.
Gambar 2.3. Target dan Capaian Dosen S3
(Sumber: Direktorat SDM, 30 Desember 2019)
Gambar 2.4. Target dan Capaian Guru Besar (GB)
(Sumber: Direktorat SDM, 30 Desember 2019)
Berdasarkan Gambar 2.3 diketahui bahwa capaian dosen S3 tahun 2019 mengalami peningkatan sebanyak 770 orang. Demikian juga dengan jumlah Guru Besar mengalami peningkatan dengan total 230 orang. Walaupun demikian capaian ini belum dapat memenuhi target yang ditetapkan UNAIR
(Gambar 2.4). Sejak tahun 2016, Universitas Airlangga telah menerapkan strategi yaitu sebagai berikut: (1) Prioritas peningkatan jenjang pendidikan terakhir
dosen yang mempunyai jabatan
fungsional lektor kepala yang belum S3 untuk mengikuti pendidikan S3; (2) Penyederhanaan proses pengurusan guru
465 599 697 785 881 519 604 678 733 770 2015 2016 2017 2018 2019 Target S3 Capaian S3 172 194 238 286 337 173 223 227 217 230 2015 2016 2017 2018 2019 Target GB Capaian GB
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
9
besar dengan memangkas prosedur yang tidak efisien dan efektif; (3) Memotivasi para dosen yang telah berpendidikan S3 untuk meningkatkan jabatan fungsional ke lektor kepala. Hasil strategi di atas adalah bertambahnya jumlah lektor kepala berpendidikan S3 dari 182 orang (2016), 173 orang (2017), 245 orang (2018), dan meningkat menjadi 378 orang pada tahun 2019. Dengan meningkatnya jumlah lektor kepala, maka probabilitas peningkatan jumlah Guru Besar semakin tinggi. Hal ini terlihat dari Tabel 2.4 dimana jumlah Guru Besar pada tahun 2019 sebanyak 230 orang.
Harapan pencapaian target Guru Besar semakin mendapat tantangan karena adanya erosi dosen, baik dosen yang berpendidikan terakhir S3 maupun Guru Besar yang memasuki purna bakti (pensiun) hingga tahun 2021. Kondisi erosi ini digambarkan pada Tabel 2.1 dan Tabel 2.2 yang menggambarkan proporsi erosi dosen baik dosen yang telah bergelar doktor maupun Guru Besar. Persentase erosi dosen bergelar doktor terjadi secara signifikan pada
Fakultas Kedokteran, sedangkan
persentase erosi Guru Besar signifikan
akan terjadi pada Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas
Kedokteran Hewan. Upaya
menanggulangi kendala tersebut
dilakukan dengan cara, antara lain: (1) Penerapan roadmap SDM secara
menyeluruh;
(2) Akselerasi dosen yang memiliki jabatan akademik Asisten Ahli ke Lektor, jika dosen tersebut telah bergelar S3, maka akselerasi dosen yang memiliki jabatan akademik Asisten Ahli ke Lektor Kepala, dosen yang memiliki jabatan akademik Lektor ke Lektor Kepala, dan Lektor Kepala ke Guru Besar (bagi dosen S3); (3) Akselerasi dosen untuk studi lanjut
S3, khususnya yang telah Lektor dan Lektor Kepala;
(4) Strategic Performance Management System (SPMS) yang selaras dengan
Renstra UNAIR (berdasarkan
Balance Score Card); serta
(5) Menjadikan dosen PNS bergelar doktor yang telah pensiun menjadi dosen khusus, karena dosen khusus masih masuk dalam perhitungan nisbah rasio dosen : mahasiswa.
Tabel 2.1. Proporsi Erosi Dosen Berpendidikan S3 Tahun 2017 - 2021
No Fakultas Jumlah Dosen Erosi Pada Tahun Jumlah Dosen (2019) Sisa (2021) 2017 2018 2019 2020 1 Kedokteran 11 11 2 14 170 132 2 Kedokteran Gigi 1 0 0 3 73 69 3 Hukum 0 0 1 2 50 47
4 Ekonomi dan Bisnis 1 0 1 0 81 79
5 Farmasi 0 0 0 1 60 59
6 Kedokteran Hewan 0 0 0 5 74 69
7 Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 0 0 0 1 52 51
8 Sains dan Teknologi 0 0 0 2 83 81
9 Kesehatan Masyarakat 1 2 1 0 46 42
10 Psikologi 0 0 0 1 19 18
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
10
No. Fakultas Jumlah Dosen Erosi Pada Tahun Jumlah Dosen (2019)
Sisa (2021) 2017 2018 2019 2020
12 Keperawatan 0 0 0 0 17 17
13 Perikanan dan Kelautan 0 0 0 0 14 14
14 Vokasi 0 0 0 0 8 8
TOTAL 14 14 13 5 30 7
7 0
Sumber: Direktorat SDM, 30 Desember 2019. Asumsi : tidak ada tambahan dosen S3.
Tabel 2.2. Proporsi Erosi Guru Besar Tahun 2017 - 2021
Sumber: Direktorat SDM, 30 Desember 2019.
Rasio Dosen dan Mahasiswa Rasio dosen dan mahasiswa yang ideal menunjukkan komposisi optimal dalam proses belajar mengajar. Target komposisi rasio dosen dan mahasiswa ideal pada bidang ilmu eksakta adalah 1:10 sedangkan pada bidang ilmu sosial 1:30. Komposisi rasio dosen dan mahasiswa pada tataran UNAIR tahun 2019 adalah 1:19,4 secara total dimana jumlah mahasiswa aktif 38.289 orang dan jumlah dosen sebanyak 1.967 orang. Rasio tersebut relatif sama jika dibanding tahun sebelumnya.
Beban Kerja
Secara umum beban kerja dosen lima tahun terakhir pada tingkat universitas mengalami kenaikan, namun kenaikan tersebut tidak terjadi pada semua
fakultas. Keadaan ini menunjukkan kondisi yang kurang kondusif untuk mencapai hasil pembelajaran yang maksimal. Beban kerja yang cukup tinggi ini disebabkan antara lain, (1) jumlah dosen yang sedang studi lanjut cukup banyak; (2) pembagian tugas yang kurang merata; dan (3) banyaknya beban kerja administrasi yang mempengaruhi kinerja dosen dan institusi secara keseluruhan.
Kondisi tingginya beban kerja dosen di bidang pengajaran dan manajerial mengurangi posibilitas untuk mencapai target UNAIR mencapai 500 peringkat universitas terbaik dunia pada tahun 2020. Untuk peningkatan research excellence perlu ditetapkan rancangan strategis yang fokus pada potensial capital dosen yang unggul di bidang penelitian dan pengmas
No. Fakultas/Unit Kerja Erosi Pada Tahun Jumlah (2019) Sisa (2021) 2017 2018 2019 2020 1 Kedokteran 1 6 1 8 79 63 2 Kedokteran Gigi 0 0 0 3 26 23 3 Hukum 0 0 1 1 12 10
4 Ekonomi dan Bisnis 1 0 1 0 20 18
5 Farmasi 0 0 0 1 19 18
6 Kedokteran Hewan 0 0 0 1 29 28
7 Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 0 0 0 0 11 11
8 Sains dan Teknologi 0 0 0 0 14 14
9 Kesehatan Masyarakat 1 1 1 0 11 8
10 Psikologi 0 0 0 0 4 4
11 Ilmu Budaya 0 0 0 0 1 1
12 Keperawatan 0 0 0 0 1 1
13 Perikanan dan Kelautan 0 0 0 0 3 3
14 RSUA/FK 0 0 0 0 0 0
15 Vokasi 0 0 0 0 0 0
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
11 tidak dibebani pekerjaan di bidang
manajerial sehingga porsi beban kerja mereka lebih terfokus untuk membangun budaya riset dan publikasi.
Tenaga Kependidikan
Pengembangan human capital
UNAIR untuk tenaga kependidikan dilakukan berbasis kompetensi dan
kinerja. Target strategis komposisi perbandingan jumlah tenaga kependidikan dengan jumlah dosen tertera pada Tabel 2.3. Berdasarkan evaluasi diri fakultas dan unit kerja, jumlah tenaga kependidikan pada tahun 2018 baik yang ada di fakultas dan unit kerja masih belum sesuai target ideal yang telah ditetapkan dalam Renstra UNAIR 2016-2020.
Tabel 2.3. Target Proporsi Dosen dan Tenaga Kependidikan
Jenis SDM Target Proporsi
2017 2018 2019 2020
Dosen 57% 58% 59% 60%
Tenaga Kependidikan 43% 42% 41% 40%
Sumber: Direktorat SDM, 2018.
Jumlah keseluruhan dosen
UNAIR saat ini sebanyak 1.995
(memperhitungkan semua jenis dosen baik yang tetap maupun tidak tetap) sedangkan jumlah tenaga kependidikan
(tendik) sebanyak 2.113 = 51% tendik dan 49% dosen. Jika dilihat data pada Tabel 2.3 maka capaian saat ini belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Gambar 2.5. Proporsi Tenaga Kependidikan di Fakultas Berdasarkan Status Kepegawaian
(Sumber: Direktorat SDM, 2019)
Berdasarkan data kepegawaian pada Gambar 2.5, proporsi jumlah tenaga kependidikan tahun 2016-2019 yang berstatus PNS dan tetap non PNS mengalami penurunan sedangkan untuk tenaga kependidikan yang berstatus honorer dan kontrak/tidak tetap
mengalami peningkatan. Hal ini
disebabkan oleh adanya beberapa tugas tambahan yang membutuhkan tenaga kependidikan tambahan yang direkrut sehingga Universitas merekrut tenaga pendidik berstatus honorer dan tenaga kerja kontrak/tidak tetap.
1133 7 717 733 1062 0 705 801 1026 471 0 659 987 456 6 664
PNS Tetap Non PNS Honorer Kontrak/Tidak Tetap
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
12
Tabel 2.4. Profil Pendidikan Tenaga Kependidikan di Fakultas
Fakultas S3 S2 Sp.1 S1 D4 D3 D2 D1 SMA SMP SD Jml
Fak. Kedokteran 2 4 0 75 0 41 0 2 0 9 5 138
Fak. Kedokteran Gigi 0 0 0 30 0 13 0 0 30 1 2 76
Fak. Hukum 0 0 0 24 1 8 0 1 26 5 1 66
Fak. Ekonomi dan Bisnis 0 2 0 39 0 7 0 0 45 3 3 99
Fak. Farmasi 0 1 0 21 0 9 0 0 31 1 1 64
Fak. Kedokteran Hewan 0 6 0 23 0 12 1 3 20 2 3 70 Fak. Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik 0 1 0 23 0 6 0 0 20 1 2 53
Fak. Sains dan Teknologi 0 4 0 42 0 7 0 1 35 4 0 93 Fak. Kesehatan Masyarakat 0 2 0 37 0 5 0 0 40 1 2 87
Fak. Psikologi 0 0 0 18 0 2 0 0 17 1 1 39
Fak. Ilmu Budaya 0 1 0 28 0 2 0 0 19 1 1 52
Fak. Keperawatan 0 1 0 12 0 1 0 0 9 1 0 24
Fak. Perikanan dan Kelautan 0 3 0 10 0 9 0 0 9 0 0 31
Fak. Vokasi 0 2 0 43 0 32 0 0 23 6 0 106
Sekolah Pasca Sarjana 0 0 0 9 0 1 0 0 7 0 0 17 Jumlah 2 27 0 434 1 155 1 7 331 36 21 1015
Sumber : Direktorat SDM, 20 Desember 2019.
Tabel 2.5. Sebaran Pendidikan Terakhir Tenaga Kependidikan UNAIR
Jenjang Pendidikan Jumlah Pegawai Persentase
Diploma 1 17 0,80 Diploma 2 5 0,24 Diploma 3 302 14,29 Diploma 4 5 0,24 Profesi 69 3,27 S1 809 38,29 S2 63 2,98 S3 4 0,19 SD 31 1,47 SMA 738 34,93 SMP 65 3,08 Spesialis 1 5 0,24 Total 2113
Sumber: Dashboard UNAIR, 19 Desember 2019.
Data kepegawaian di Tabel 2.4 menunjukkan bahwa besarnya persentase
tenaga kependidikan (tendik)
berpendidikan S1 sebesar 38,29% dan SMA sebesar 34,93%. Kualifikasi pendidikan ini telah dilengkapi dengan sertifikasi keahlian yang membuktikan
kompetensi tendik dalam bidang kerjanya. Semakin banyak tendik yang memiliki kompetensi keahlian maka semakin besar tingkat keakuratan pelayanan yang pada gilirannya akan berdampak pada efisiensi biaya.
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
13
Jika dilihat secara global, upaya UNAIR menuju 500 universitas terbaik dunia terbukti membawa dampak positif
dengan membuahkan hasil yang
menggembirakan. Upaya ini tidak terlepas dari penanganan kondisi SDM UNAIR yang tertuang dalam peta jalan (roadmap) SDM antara lain melakukan
restrukturisasi prosedur dan
mengoptimalkan peran tendik serta melakukan workload dan competency analysis bagi tendik. Upaya ini telah menunjukkan proporsi yang semakin baik
antara jumlah dosen dan tendik (Tabel 2.6). Upaya peningkatan kualitas SDM untuk mendukung universitas mencapai peringkat 500 dunia dimonitor oleh Strategic Performance Management System (SPMS) Personal/ Individual. Dengan sistem SPMS Personal/Individual ini diharapkan target universitas akan terdeploy hingga ke level individu kepada seluruh sivitas akademika. Dengan demikian upaya dan kekuatan seluruh modal kapital UNAIR akan dapat berkontribusi pada pencapaian target yang telah ditetapkan.
Tabel 2.6. Capaian Rasio Dosen dan Tenaga Kependidikan UNAIR Tahun 2016-2019
Tahun Jumlah Dosen
Jumlah Tendik
Rasio Target
Dosen Tendik Dosen Tendik
2016 1919 2590 43% 57% 57% 43%
2017 1971 2568 43% 57% 57% 43%
2018 1960 2156 48% 52% 58% 42%
2019 1995 2113 49% 51% 59% 41%
Sumber: Dashboard UNAIR, 30 Desember 2019.
Berdasarkan paparan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa masih banyak
target bidang SDM yang perlu
diperhatikan, antara lain jumlah Guru Besar, jumlah dosen S3, serta proporsi dosen dan tendik. Upaya-upaya yang perlu dilakukan adalah tetap mengakselerasi dosen untuk mencapai jabatan akademik
yang lebih tinggi dari saat ini, akselerasi dosen untuk studi lanjut S3, menerapkan Strategic Performance Management System (SPMS) Personal/Individual, serta menjadikan dosen bergelar doktor dan Guru Besar yang telah pensiun menjadi dosen khusus.
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
14
LULUSAN
3.1 Wisudawan Tahun Akademik 2018/2019
Universitas Airlangga telah melaksanakan upacara wisuda untuk 8.145 lulusan yang terdiri dari program Vokasi D3, program Akademik S1, S2, S3, dan profesi (Gambar 3.1). Berdasarkan jumlah tersebut, lulusan S1 masih mendominasi jumlah wisudawan. Hal ini menunjukkan bahwa core bussines Universitas Airlangga
masih pada jenjang S1. Untuk menuju Top 500 World Class University, UNAIR diharapkan memiliki proporsi jumlah mahasiswa jenjang S2 dan S3 yang meningkat sehingga seimbang dengan jumlah mahasiswa S1. Hal tersebut akan mendukung data Faculty Student Ratio
(FSR) yang dibutuhkan dalam
pemeringkatan QS World University Ranking (WUR).
Gambar 3.1. Wisudawan Universitas Airlangga Tahun 2019
(Sumber: Direktorat Pendidikan, Desember 2019)
Untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai lulusan, analisis dilakukan terhadap beberapa parameter, meliputi IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), masa studi, skor ELPT, waktu tunggu untuk mendapatkan pekerjaan pertama, gaji pertama, bidang pekerjaan yang berhasil diperoleh lulusan pertama kali, level instansi tempat lulusan bekerja, serta hasil tracer study pengguna terkait kinerja lulusan.
3.2. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Rerata indeks prestasi kumulatif (IPK) lulusan pada tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan pada semua
jenjang studi. Sebagaimana ditunjukkan oleh Tabel 3.1 dalam empat tahun terakhir, rerata IPK lulusan S1 Universitas Airlangga mayoritas berada dalam kategori baik (3.0 < IPK < 3.5). Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran yang dilakukan telah menunjukkan efektivitas secara berkelanjutan Sejalan dengan naiknya rerata IPK hampir secara keseluruhan di tingkat universitas, lulusan S1 yang memiliki IPK ≥ 3,5 (lulusan yang berpotensi memperoleh predikat “Dengan
Pujian”) menunjukkan peningkatan
persentase selama empat tahun terakhir, serta IPK lulusan dengan persentase
Kedokteran; 6,81%
Kedokteran Gigi; 2,01% Hukum; 6,83%
Ekonomi dan Bisnis; 18,37% Farmasi; 3,61% Kedokteran Hewan; 4,22% Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; 9,37% Sains dan Teknologi; 8,83% Sekolah Pascasarjana; 2,22% Kesehatan Masyarakat; 7,44% Psikologi; 3,87% Ilmu Budaya; 6,11% Keperawatan; 3,55% Perikanan dan Kelautan; 3,86% Vokasi; 12,90%
3
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
15 tertinggi terjadi pada kisaran 3 - 3,5 pada
setiap tahun. Hal ini terkait dengan upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan pada semua program studi, seperti inovasi metode dan model
pembelajaran, penyediaan bahan
ajar/diktat/modul bagi mahasiswa,
kelengkapan perangkat kurikulum seperti RPS, serta penyediaan sarana prasarana pembelajaran yang semakin meningkat, antara lain peningkatan kenyamanan kelas, peningkatan sarana laboratorium, dan peningkatan kualitas sumber belajar.
Tabel 3.1. Rerata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Lulusan Jenjang S1
Tahun Akademik
2 <IPK<2,5 2,5 <IPK<2,75 2,75<IPK<3,0 3,0 <IPK<3,5 ≥ 3,5 Jumlah Lulusan Rerata IPK Jml % Jml % Jml % Jml % Jml % 2015/2016 40 1 207 4,42 564 12,04 2703 57,69 1170 24,97 4685 3,27 2016/2017 45 1,07 174 4,15 523 12,46 2288 54,53 1164 27,74 4196 3,28 2017/2018 53 0,95 256 4,61 704 12,67 3091 55,64 1451 26,12 5555 3,27 2018/2019 52 0,96 226 4,18 592 10,95 2832 52,39 1704 31,52 5406 3,31 Rerata 0,96 4,34 12,03 55,06 27,59 3,28
Sumber: Direktorat Pendidikan, 19 Desember 2019, 16:30 WIB
Gambaran seperti di atas serupa dengan program vokasi (D3/D4). Rerata IPK lulusan vokasi meningkat dalam empat tahun terakhir. Dapat dikatakan prestasi lulusan sudah tergolong baik, apalagi 33,82% di antara lulusan tersebut memiliki IPK ≥ 3,5. Proses pembelajaran pada program vokasi sudah diarahkan pada peningkatan kompetensi keahlian spesifik
sesuai dengan tujuan program vokasi, mengingat pesaing lulusan vokasi dari luar Universitas Airlangga untuk beberapa
prodi cukup banyak. Universitas
Airlangga, dalam hal ini Direktorat Pendidikan telah melakukan peninjauan terhadap arah pengembangan vokasi mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Tabel 3.2. Rerata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Lulusan Jenjang D3
Tahun Akademik
2 <IPK<2,5 2,5 <IPK<2,75 2,75<IPK<3,0 3,0 <IPK<3,5 ≥ 3,5 Jumlah Lulusan Rerata IPK Jml % Jml % Jml % Jml % Jml % 2015/2016 24 2,35 70 6,84 114 11,14 515 50,34 299 29,23 1023 3,28 2016/2017 13 1,64 45 5,67 83 10,45 404 50,88 248 31,23 794 3,29 2017/2018 23 1,67 47 3,42 149 10,84 725 52,77 430 31,3 1374 3,32 2018/2019 1 0,1 18 1,87 81 8,41 443 46 419 43,51 963 3,41 Rerata 1,44 4,45 10,21 51,33 33,82 3,33
Sumber: Direktorat Pendidikan, 19 Desember 2019, 16:30 WIB
Rerata IPK lulusan program profesi mengalami penurunan di tahun 2018/2019 setelah meningkat dalam tiga tahun sebelumnya dengan persentase tertinggi pada kelompok IPK ≥ 3,5 (Tabel 3.3). Hal ini sangat logis mengingat mahasiswa program profesi berasal dari lulusan
sarjana S1 di prodinya
masing-masing.Meskipun demikian, IPK lulusan antara 3,0-3,5 perlu diperhatikan terkait strategi penyelesaian masalah dan strategi
pembelajaran. Permasalahan yang
dihadapi oleh program studi dalam meningkatkan IPK meliputi permasalahan personal mahasiswa terutama manajemen waktu mahasiswa.
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
16
Tabel 3.3. Rerata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Lulusan Program Profesi
Tahun Akademik
2 <IPK<2,5 2,5 <IPK<2,75 2,75<IPK<3,0 3,0 <IPK<3,5 ≥ 3,5 Jumlah Lulusan Rerata IPK Jml % Jml % Jml % Jml % Jml % 2015/2016 0 0 0 0 0 0 178 15,15 617 52,51 1175 3,64 2016/2017 0 0 0 0 0 0 203 24,37 618 74,19 833 3,64 2017/2018 0 0 0 0 0 0 99 7,38 806 60,1 1341 3,73 2018/2019 2 0,19 1 0,09 0 0 234 22,12 612 57,84 1058 3,64 Rerata 0,06 0,03 0 18,61 64,22 3,66
Sumber: Direktorat Pendidikan, 19 Desember 2019, pukul 16:30 WIB.
Dari Tabel 3.4 dan 3.5 tampak bahwa IPK lulusan jenjang S2 dan S3 telah mencapai rerata > 3,5 dalam empat tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi internal pada prodi jenjang S2 dan
S3 semakin baik. Pada lulusan program S2, IPK terbanyak terdapat pada kelompok antara 3,5 - 3,75 (33,99%), sedangkan pada lulusan program S3, persentase terbanyak ada pada kelompok IPK ≥ 3,75 (59,41%). Tabel 3.4. Rerata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Lulusan Jenjang S2
Tahun
IPK KOSONG 2,75 <IPK<3,0 3,0<IPK<3,5 3,5<IPK<3,75 ≥ 3,75 Jumlah Lulusan Rerata IPK Jml % Jml % Jml % Jml % Jml % 2015/2016 52 4,14 19 1,51 417 33,2 375 29,86 393 31,29 1256 3,57 2016/2017 69 5,98 5 0,43 328 28,42 423 36,66 329 28,51 1154 3,6 2017/2018 93 6,64 9 0,64 414 29,55 500 35,69 385 27,48 1401 3,59 2018/2019 144 10,84 0 0 441 33,18 437 32,88 307 23,1 1329 3,57 Rerata 7,31 0,65 31,57 33,99 26,49 3,58
Sumber: Direktorat Pendidikan, 19 Desember 2019, 16:30 WIB
Tabel 3.5. Rerata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Lulusan Jenjang S3
Tahun
IPK KOSONG 2,75 <IPK<3,0 3,0<IPK<3,5 3,5<IPK<3,75 ≥ 3,75 Jumlah Lulusan Rerata IPK Jml % Jml % Jml % Jml % Jml % 2015/2016 49 25,39 0 0 6 3,11 23 11,92 115 59,59 193 3,85 2016/2017 33 17,93 0 0 4 2,17 25 13,59 122 66,3 184 3,86 2017/2018 39 20,31 0 0 9 4,69 42 21,88 102 53,13 192 3,79 2018/2019 45 21,03 0 0 14 6,54 27 12,62 128 59,81 214 3,81 Rerata 21,91 0 4,03 14,65 59,41 3,83
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
17 Gambar 3.2. Profil IPK Lulusan
(Sumber: Direktorat Pendidikan, 2019)
3.3. Masa Studi
Masa studi lulusan relatif dapat
dipertahankan stabil dari tahun
sebelumnya, meskipun pada prodi jenjang S2 menunjukkan peningkatan efisiensi yang relatif kecil. Walaupun sudah dalam kategori baik, tetapi perlu menjadi perhatian dan kewaspadaan semua pihak, terutama pada peningkatan fasilitas pembelajaran yang harus terus sejalan dengan peningkatan akses pendidikan dan tuntutan kualitas lulusan.
Berdasarkan Tabel 3.6, masa studi lulusan program sarjana didominasi oleh masa studi < 4 tahun atau lulus tepat waktu sebesar 58,95%, hal ini menunjukkan kinerja yang sangat baik. Peningkatan
jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu menunjukkan bahwa capaian indikator kinerja akademik semakin baik. Beberapa upaya telah dilakukan program studi untuk meningkatkan efisiensi internal antara lain dengan inovasi metode dan model pembelajaran. Mahasiswa yang menempuh studi > 5 tahun menunjukkan sedikit peningkatan di tahun 2018/2019 sebesar 16,83%. Penyebab utama adalah lamanya waktu penyelesaian skripsi. Salah satu cara yang telah ditempuh adalah melibatkan mahasiswa dalam penelitian dosen, penyusunan skema pohon riset, serta optimasi penggunaan laboratorium dan alat yang diimplementasikan tahun 2019.
Tabel 3.6. Rerata Masa Studi Lulusan Jenjang S1 Reguler
ahun Lulus
≤ 4 tahun 4< X ≤ 4,5 th 4,5< X ≤ 5,0 th > 5 tahun Jumlah Lulusan Rerata (tahun) Jml % Jml % Jml % Jml % 2015/2016 2748 65,13 760 18,01 262 6,21 449 10,64 4219 4,23 2016/2017 2235 59,17 851 22,53 224 5,93 467 12,36 3777 4,25 2017/2018 2729 53,94 1158 22,89 335 6,62 837 16,54 5059 4,4 2018/2019 2829 57,57 954 19,41 304 6,19 827 16,83 4914 4,34 Rerata 58,95 20,71 6,24 14,09 4,31
Sumber: Direktorat Pendidikan, 2019
3,24 3,25 3,28 3,42 3,24 3,37 3,23 3,29 3,64 3,64 3,73 3,64 3,57 3,62 3,58 3,58 3,81 3,84 3,77 3,81 2,9 3 3,1 3,2 3,3 3,4 3,5 3,6 3,7 3,8 3,9 2015/2016 2016/2017 2017/2018 2018/2019 D3/D4 S1 Profesi S2 S3
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
18
Pada jenjang D3, mayoritas lulusan mempunyai masa studi < 3 tahun dalam empat tahun terakhir (72,93%), hal ini menunjukkan efisiensi internal yang baik. Pada sebaran masa studi program S2 tampak 46,65% lulusan mempunyai masa
studi paling lama 2 tahun. Pada program S3, rerata masa studi terbanyak ada pada kriteria > 4 tahun (69,92%). Hal ini terkait dengan proses penyelesaian disertasi yang membutuhkan waktu relatif lama.
Tabel 3.7. Rerata Masa Studi Lulusan Jenjang D3
Tahun Lulus
< 3 tahun 3 < X < 3,5 tahun 3,5 < X <4 tahun > 4 tahun Jumlah Lulusan Rerata (Tahun) Jml % Jml % Jml % Jml % 2015/2016 770 75,27 151 14,76 55 5,38 47 4,59 1023 3,09 2016/2017 568 71,54 141 17,76 21 2,64 64 8,06 794 3,15 2017/2018 931 67,76 304 22,13 47 3,42 92 6,7 1374 3,15 2018/2019 743 77,15 155 16,1 28 2,91 37 3,84 963 3,04 Rerata 72,93 17,69 3,59 5,8 3,11
Sumber: Direktorat Pendidikan, 2019.
Tabel 3.8. Rerata Masa Studi Lulusan Jenjang S2
Tahun Lulus
X < 2 tahun 2 < X < 2,5 tahun 2,5 < X < 3 tahun X > 3 tahun Jumlah Lulusan Rerata (tahun) Jml % Jml % Jml % Jml % 2015/2016 664 52,87 223 17,75 136 10,83 233 18,55 1256 2,44 2016/2017 590 51,13 253 21,92 136 11,79 175 15,16 1154 2,38 2017/2018 556 39,69 341 24,34 187 13,35 317 22,63 1401 2,56 2018/2019 570 42,89 276 20,77 124 9,33 359 27,01 1329 2,69 Rerata 46,65 21,2 11,33 20,84 2,52
Sumber: Direktorat Pendidikan, 2019.
Tabel 3.9. Rerata Masa Studi Lulusan Jenjang S3
Tahun Lulus X<3 th 3< X<3,5 th 3,5 < X < 4,0 th X > 4 th Jumlah Lulusan Rerata (tahun) Jml % Jml % Jml % Jml % 2015/2016 18 9,33 23 11,92 30 15,54 122 63,21 193 4,85 2016/2017 17 9,24 14 7,61 24 13,04 129 70,11 184 5,03 2017/2018 11 5,73 9 4,69 22 11,46 150 78,13 192 5,36 2018/2019 24 11,21 16 7,48 28 13,08 146 68,22 214 5,08 Rerata 8,88 7,93 13,28 69,92 5,08
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
19 Tabel 3.10. Rerata Masa Studi Lulusan Program Profesi
Tahun Lulus
< 3 tahun 3 < X < 3,5 tahun 3,5 <X< 4 tahun X > 4 tahun Jumlah Lulusan Rerata (tahun) Jml % Jml % Jml % Jml % 2015/2016 1164 99,06 4 0,34 0 0 7 0,6 1175 1,34 2016/2017 809 97,12 14 1,68 6 0,72 4 0,48 833 1,67 2017/2018 1301 97,02 19 1,42 5 0,37 16 1,19 1341 1,47 2018/2019 1007 95,18 16 1,51 9 0,85 26 2,46 1058 1,67 Rerata 97,1 1,24 0,65 1,18 1,54
Sumber: Direktorat Pendidikan, 2019.
Analisis masa studi program profesi dan spesialis tidak dapat dilakukan bersamaan, sebab sangat bervariasi. Demikian juga untuk program spesialis,
masa studi tepat waktu sangat beragam disebabkan proses pendidikan yang sangat spesifik. Profil rerata masa studi lulusan dalam 4 tahun terakhir pada semua jenjang dapat dilihat pada Gambar 3.3 berikut.
Gambar 3.3. Rerata Masa Studi Lulusan Dalam 4 Tahun Terakhir
(Sumber: Direktorat Pendidikan, 2019)
3.4. Skor ELPT
Peningkatan kualitas lulusan sangat berkaitan dengan peningkatan kompetensi lulusan, kemampuan berbahasa Inggris, penguasaan komputer, keterampilan laboratorium, dan soft skills lainnya yang berperan dalam meningkatkan daya saing lulusan. Faktor penting yang tidak dapat
diabaikan adalah partisipasi Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) yang secara aktif melakukan kegiatan promosi lulusan, pelatihan peningkatan kualitas lulusan, dan pengembangan channelling lulusan dengan stakeholder. 3,09 3,15 3,15 3,04 4,23 4,25 4,4 4,34 2,44 2,38 2,56 2,69 4,85 5,03 5,36 5,08 1,34 1,67 1,47 1,67 0 1 2 3 4 5 6 2015/2016 2016/2017 2017/2018 2018/2019 D3 S1 S2 S3 Profesi
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
20
Berdasarkan data pada pada Tabel 3.11 dapat ditunjukkan bahwa dalam empat tahun terakhir skor ELPT lulusan S1 cenderung menurun dengan rerata 484,12 meskipun nilai tersebut masih melampaui skor minimal yang dipersyaratkan bagi lulusan Universitas Airlangga. Hal ini tentu sangat terkait dengan kebijakan UNAIR yang sejak tahun 2010 mewajibkan lulusan jenjang S1 memiliki skor ELPT minimal 450. Berkaitan dengan hal tersebut, berbagai upaya telah dilakukan oleh prodi dan fakultas, seperti pembelajaran
berbahasa Inggris, peningkatan
kemampuan berbahasa Inggris secara mandiri di laboratorium, diskusi dan debat dalam bahasa Inggris oleh mahasiswa dalam suatu ajang kompetisi, serta usaha-usaha lain hasil good practices yang diperoleh beberapa prodi.
Berdasarkan capaian tersebut, kebijakan penetapan standar minimal skor
ELPT lulusan sejak tahun 2010 sebesar 450 sangatlah tepat. Peningkatan standar ini diharapkan dapat memacu mahasiswa
untuk meningkatkan kemampuan
berbahasa Inggris, sehingga memudahkan
mereka dalam bersaing mencari
pekerjaaan, yang sering dijumpai mensyaratkan minimal skor 450, dan bahkan pada beberapa perusahaan besar menetapkan skor ELPT minimal 500. Mengingat bahwa Universitas Airlangga telah menargetkan untuk menjadi top 500 World Class University pada tahun 2020, maka salah satu indikator adalah adanya lulusan yang bekerja pada perusahaan multinasional. Perusahaan multinasional
biasanya mensyaratkan skor ELPT
minimal 500, sehingga kebijakan
menerapkan skor ELPT minimal 450 bagi lulusan jenjang S1 perlu ditinjau kembali.
Tabel 3.11. Rerata Skor ELPT Lulusan S1
Tahun Lulus
Di luar Standar 450 < X < 475 475 < X < 500 500 < X < 550 X > 550 Jumlah Lulusan Rerata skor Jml % Jml % Jml % Jml % Jml % 2015/2016 2 0,04 2302 49,14 1281 27,34 792 16,91 308 6,57 4685 489,76 2016/2017 4 0,1 2088 49,76 1081 25,76 702 16,73 321 7,65 4196 484,32 2017/2018 50 0,9 3138 56,49 1075 19,35 840 15,12 452 8,14 5555 482,9 2018/2019 318 5,88 2755 50,96 1016 18,79 929 17,18 388 7,18 5406 479,49 Rerata 1,73 51,59 22,81 16,49 7,39 484,12
Sumber: Direktorat Pendidikan, 2019.
Tabel 3.12. Rerata Skor ELPT Lulusan D3
Tahun Lulus X < 425 425 < X < 450 450 < X < 500 X > 500 Jumlah
Lulusan Rerata Jml % Jml % Jml % Jml % 2015/2016 326 31,87 200 19,55 435 42,52 61 5,96 1023 446,48 2016/2017 337 42,44 126 15,87 256 32,24 75 9,45 794 444,86 2017/2018 793 57,71 231 16,81 292 21,25 58 4,22 1374 431,46 2018/2019 526 54,62 179 18,59 211 21,91 47 4,88 963 432,99 Rerata 46,66 17,71 29,48 11,71 440,94
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
21 Berbeda dengan lulusan S1, rerata
skor ELPT lulusan D3 dalam 4 tahun terakhir adalah 440,94 (Tabel 3.12), hal ini dapat dimaklumi sebab syarat skor minimal untuk mahasiswa prodi D3 adalah 425. Meskipun hasil tersebut sudah sesuai dengan persyaratan minimal namun kebijakan tentang skor ELPT minimal 450 seharusnya juga diberlakukan bagi lulusan D3, agar kualitas lulusan D3 semakin baik. Tentu saja, jika kebijakan ini diberlakukan perlu dilakukan upaya yang lebih intensif dalam peningkatan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa jenjang D3.
Pada jenjang S2 dan S3 rerata skor ELPT lebih tinggi dibandingkan dengan skor ELPT jenjang S1 (rerata S2 = 507,32; rerata S3 = 518,69) seperti tampak pada Tabel 3.13 dan Tabel 3.14. Hal ini disebabkan mahasiswa S2 dan S3 banyak berinteraksi dengan sumber informasi berbahasa Inggris. Oleh karena itu
pengembangan pembelajaran yang
mengintensifkan penggunaan literatur berbahasa Inggris pada jenjang S1 dan D3
perlu lebih dioptimalkan untuk
membiasakan mahasiswa dapat menggali sumber informasi dengan lebih baik. Tabel 3.13. Rerata Skor ELPT Lulusan Jenjang S2
Tahun
Di luar Standar 450 < X < 500 > 500 Jumlah
Lulusan Rerata Jml % Jumlah % Jumlah % 2015/2016 3 0,24 480 38,22 773 61,54 1256 504,15 2016/2017 1 0,09 462 40,03 691 59,88 1154 508,81 2017/2018 11 0,79 586 41,83 804 57,39 1401 502,03 2018/2019 9 0,68 593 44,62 727 54,7 1329 508,44 Rerata 0,55 47,25 52,75 507,32
Sumber: Direktorat Pendidikan, 2019.
Tabel 3.14. Rerata Skor ELPT Lulusan Program S3
Tahun
Di luar Standar 450 < X < 500 > 500 Jumlah Lulusan Rerata Skor ELPT Jml % Jml % Jml % 2015/2016 0 0 0 0 193 100 193 523,65 2016/2017 0 0 0 0 184 100 184 518,2 2017/2018 3 1,56 1 0,52 188 97,92 192 517,17 2018/2019 6 2,8 2 0,93 206 96,26 214 516,07 Rerata 1,37 0,41 98,22 518,69
Sumber: Direktorat Pendidikan, 2019.
3.5 Waktu Tunggu
Waktu tunggu lulusan untuk
memperoleh pekerjaan pertama (setelah lulus) merupakan salah satu indikator penting untuk mengidentifikasi kualitas lulusan S1 dan D3, karena hampir seluruh mahasiswa belum bekerja pada saat menempuh studi. Hal ini agak berbeda
dengan mahasiswa S2 dan S3 yang mayoritas telah bekerja saat menempuh studi. Lulusan yang berkualitas dengan kompetensi yang baik seharusnya segera mendapatkan pekerjaan setelah lulus, sehingga diharapkan waktu tunggu lulusan semakin pendek. Agar menjadi indikator yang dapat dipertanggungjawabkan, maka
Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2019
22
jumlah sampel dalam pelacakan studi harus merepresentasikan jumlah lulusan yang
ada. Oleh karena itu, UNAIR
mensyaratkan program studi untuk melakukan pelacakan lulusan minimal 30% dari total lulusan setiap tahun. Jumlah sampel yang digunakan untuk pelacakan lulusan S1 dalam tiga tahun terakhir sudah memenuhi target minimal 30%, yaitu
38,4% (Tabel 3.15), sedangkan pada lulusan D3 menunjukkan tren meningkat (Tabel 3.16). Berdasarkan hasil pelacakan lulusan yang dilakukan oleh PPKK tahun 2019 menunjukkan 39,1% lulusan S1 mendapatkan pekerjaan pertama < 3 bulan, sama halnya dengan waktu tunggu lulusan pada program D3, 39,9% mendapatkan pekerjaan pertama < 3 bulan.
`Tabel 3.15. Rerata Waktu Tunggu Lulusan Jenjang S1
Tahun Lulus X < 3 bln 3 ≤ X ≤ 6 bln 6 < X ≤ 12 bln X > 12 bln Sampel Total Lulusan Jml % Jml % Jml % Jml % Jml % 2015/2016 455 42,5 251 23,4 113 10,6 14 1,3 1071 28,5 3763 2016/2017 513 36,7 378 27,1 164 11,7 35 2,5 1397 30,7 4556 2017/2018 875 38,0 529 23,0 264 11,5 46 2,0 2303 56,0 4112 Rerata 39,1 24,5 11,3 1,9 38,4 Sumber: PPKK, 2019.
Tabel 3.16. Rerata Waktu Tunggu Lulusan Jenjang D3
Tahun Lulus X < 3 bln 3 ≤ X ≤ 6 bln 6 < X ≤ 12 bln X > 12 bln Sampel Total Lulusan Jml % Jml % Jml % Jml % Jml % 2015/2016 124 48,4 44 17,2 24 9,4 4 1,6 256 27,0 947 2016/2017 166 33,5 109 22,0 47 9,5 13 2,6 496 49,0 1013 2017/2018 288 37,9 173 22,8 64 8,4 14 1,8 760 95,5 796 Rerata 39,9 20,6 9,1 2,0 57,2 Sumber: PPKK, 2019. 3.6 Bidang Pekerjaan
Secara umum hasil studi pelacakan (tracer study) menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir lulusan S1 (15%) dan D3 (21,2%) memilih bidang jasa sebagai pekerjaan pertama (Tabel 3.17 dan Tabel 3.18). Rerata minat bekerja di bidang industri bagi lulusan S1 (5%) sedikit lebih besar dibanding lulusan D3 (3,8%) selama tiga tahun terakhir. Hal yang menarik
adalah terdapat persentase lulusan S1 (1,7%) memiliki minat yang kurang untuk melanjutkan studi dibanding lulusan D3 (2%) selama tiga tahun terakhir. Jumlah tersebut perlu ditingkatkan dengan mempertimbangkan ketercukupan mata kuliah di program studi agar dapat menjembatani mahasiswa setelah lulus untuk melanjutkan studi.