• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perubahan lingkungan strategis global yang meningkat sangat cepat dan pesat di bidang teknologi tranportasi dan komunikasi membawa pengaruh meningkatnya volume dan frekwensi lalu lintas manusia, barang, jasa, hewan, tumbuhan dan produknya baik antar pulau di dalam suatu Negara maupun antar Negara yang kemudian dapat menyebabkan meningkatnya ancaman terhadap resiko penularan penyakit dan penyebaran hama penyakit hewan karantina (HPHK) serta organism pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).

Melaksanakan perlindungan sumberdaya alam hayati (bio safety), pelestarian keanekaragaman hayati (biodiversity), keamanan pangan (foodsafety), adalah sejalan dengan peran karantina pertanian,karena menjadi ujung tombak di tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran guna mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) yang dapat mengancam sumberdaya alam hayati,pelestarian keanekaragaman hayati dan keamanan pangan

Program pembangunan Badan Karantina Pertanian yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan perkarantinaan pertanian dan keamanan hayati Indonesia, secara sistematik diiringi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang mumpuni, dan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Dalam rangka peningkatan kualitas penyelenggaraan Karantina Pertanian, diperlukan susunan kegiatan dengan pembiayaan yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan. Rencana pembiayaan yang sistematis merupakan rencana anggaran yang dapat menunjukkan pengalokasiannya pada sumber daya manusia, material, dan sumber daya lainnya, guna untuk pengendalian keuangan, rencana manajemen, prioritas dari pertanggungjawabannya.

Terkait dengan hal tersebut dalam pengelolaan keuangan Negara telah dilakukan reformasi dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang mengamanatkan agar keuangan negara harus dikelola secara tertib, taat kepada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

(2)

“Program Peningkatan Kualitas karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati” dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) operasional sebagai garda terdepan yang berada pada tempat-tempat pemasukan/pengeluaran baik di bandara udara, pelabuhan laut, penyeberangan atau pos lintas batas dalam melaksanakan tindakan karantina untuk mencegah masuknya produk pertanian yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan

Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Palu sebagai salah satu institusi yang berada di lingkup Kementerian Pertanian dan sebagai UPT Operasional dari Barantan berfungsi sebagai garda terdepan yang berada pada tempat-tempat pemasukan/pengeluaran baik di bandara udara, pelabuhan laut dalam melaksanakan tindakan karantina guna mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit yang dapat nya produk pertanian yang tidak sehat atau tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

Untuk itu, BKP Kelas II Palu terus berupaya mendukung dan melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh Barantan, dengan tugas melaksanakan perkarantinaan hewan dan tumbuhan serta pengawasan keamanan hayati.

1.2 Landasan Hukum

Landasan hukum penyusunan Rencana Kerja BKP Kelas I Manado Tahun 2021 adalah sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan,

Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga;

(3)

7. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 422/KMK.02/2013 tentang Persetujuan Penggunaan Sebagian Dana Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berasal Dari Penerimaan Negara Bukan Pajak Pada Barantan, Kementerian Pertanian;

8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.05/2013 tentang Bagan Akun Standar;

9. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/OT.010/8/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja kementerian Pertanian;

1.3 Tujuan

Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun Anggaran 2021 Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu adalah:

1. Tersusunnya Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara /Lembaga (RKA-KL) Tahun Anggaran 2021 secara Cermat dan dapat dipertanggungjawabkan

3. Dana yang dialokasikan dalam DIPA Tahun Anggaran .2021 sesuai dengan sekala prioritas sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Karantina Pertanian KelasII Palu berjalan dengan baik dan lancar

4. Sebagai Tolok Ukur dan Acuan untuk menilai kinerja organisasi dan keberhasilan UPT dalam pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan

Sesuai dengan tupoksi BKP Kelas II Palu yaitu melaksanakan perkarantinaan hewan dan tumbuhan, maka hasil yang dapat digambarkan adalah tingkat efektifitas penyelenggaraannya., sedang indikator keberhasilan tupokasi dapat diukur melalui :

1. Tingkat kepatuhan dan kepuasan pengguna jasa karantina terhadap pengawasan dan pelayanan karantina pertanian;

2. Tingkat efektifitas pengendalian ancaman resiko yang berhubungan dengan masuk dan menyebarnya HPHK dan OPTK, serta bahan pangan yang tidak sesuai dengan standar keamanan pangan nasional;

(4)

a. Menyusun kegiatan teknis operasional karantina Pertanian berbasis kelestarian sumberdaya alam hayati dengan mempertimbangkan kepentingan perekonomian dan ketentuan internasional

b. Meningkatkan kemampuan deteksi masuknya ancaman resiko melalui teknik dan metoda yang berbasis ilmu pengetahuan dan harmonis dengan kebijakan perekonomian nasional serta standar Internasional

c. Meningkatkan koordinasi, kerjasama dan bimbingan teknis yang intensif dalam rangka meningkatkan kualitas dan efektifitas operasional pelayanan dan pengawasan;

(5)

d. Meningkatkan sosialisasi, monitoring dan penegakan hukum dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan tanggungjawab pengguna jasa karantina dan masyarakat pada umumnya.

e. Melaksanakan dan meningkatkan kualitas operasional pelayanan dan Pengawasan dengan tetap konsisten terhadap kebijakan dan prosedur.

3. Tingkat efektifitas pelayanan ekspor terhadap komoditas pertanian dan produk tertentu yang dipersyaratkan.

Sasaran strategis :

a. Mengusulkan SDM yang berkualitas, kompeten dalam jumlah memadai b. Mengawal perundang-undangan yang mendukung strategi

c. Memanfaatkan sarana operasional yang optimal serta teknologi

d. Meningkatkan daya guna teknologi dan informasi dalam manajemen administrasi dan operasional pelayanan.

e. Meningkatkan efektifitas pengendalian internal & sistem informasi yang handal dan terintegrasi.

(6)

BAB II

TUGAS DAN FUNGSI

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008 tentang “Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian” Balai Karantina Pertanian KelasII Palu merupakan Unit Pelaksana Teknis yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, dengan wilayah kerja Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Pelabuhan Laut Pantoloan, Luwuk, Pagimana, Tolitoli, Donggala dan Ampana. Tugas pokok Balai Karantina Pertanian kelas II Palu adalah melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan serta pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati dengan penyelenggaraan fungsi:

a. Menyusunan rencana, evaluasi dan pelaporan;

b.Pelaksanaan pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan, dan pembebasan media pembawa HPHK/OPTK;

c. Pelaksanaan pemantauan daerah sebar HPHK dan OPTK; d. Pelaksanaan pembuatan koleksi HPHK/OPTK;

e. Pelaksanaan pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati;

f. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional karantina hewan dan karantina tumbuhan;

g. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati;

h.Pengelolaan sistem informasi, dokumentasi dan sarana teknis karantina hewan dan karantina tumbuhan;

(7)

BAB III

PENYUSUNAN BELANJA OPERASIONAL/MENGIKAT

2.1 Penyusunan Belanja Pegawai

Belanja pegawai adalah kompensasi terhadap pegawai baik dalam bentuk uang atau barang, yang harus dibayarkan kepada pegawai pemerintah dalam maupun luar negeri baik kepada Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan. Belanja pegawai mengikat merupakan belanja pegawai yang dibutuhkan secara terus menerus dalam satu tahun dan harus dialokasikan oleh Kementerian/Lembaga dengan jumlah yang cukup pada tahun yang bersangkutan.

Belanja operasional belanja pegawai pada DIPA Satker BKP Kelas II Palu terdiri dari :

1. Belanja Gaji Pokok PNS (511111) 2. Belanja Pembulatan Gaji PNS (511119) 3. Belanja Tunj. Suami/Istri PNS (511121) 4. Belanja Tunj. Anak PNS (511122) 5. Belanja Tunj. Struktural PNS (511123) 6. Belanja Tunj. Fungsional PNS (511124) 7. Belanja Tunj. PPh PNS (511125)

8. Belanja Tunj. Beras PNS (511126) 9. Belanja Uang Makan PNS (511129) 10. Belanja Tunjangan Umum PNS (511151)

11. Belanja Uang Lembur (512211), merupakan biaya untuk membiayai lembur pegawai dalam rangka pelaksanaan tugas pelayanan operasional kepada masyarakat diluar jam kerja layanan, serta diperuntukkan guna menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang segera untuk diselesaikan.

Dalam proses penyusunan anggaran, belanja pegawai ditetapkan pada awal tahap penyusunan anggaran sebagai pagu dasar belanja mengikat.

Pada pagu anggaran TA 202021, belanja pegawai yang dialokasikan pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu sebesar 2.854139.000,00 (Dua Milyar Delapan

Ratus Lima Puluh Empat Juta Seratus Tiga Puluh Sembilan Ribu Rupiah), dengan

(8)

A Pembayaran gaji dan tunjangan 2.404.139.000

511111 Belanja Gaji Pokok PNS 1.574.000.000

- Belanja Gaji Pokok PNS 1 THN 1.350.000.000

- Belanja Gaji Pokok PNS (gaji ke 13) 1 BLN 112.000.000

- Belanja Gaji Pokok PNS (gaji ke 14) 1 BLN 112.000.000

511119 Belanja Pembulatan Gaji PNS 45.000

- Belanja Pembulatan Gaji PNS 1 THN 35.000

- Belanja Pembulatan Gaji PNS (gaji ke 13) 1 BLN 5.000 - Belanja Pembulatan Gaji PNS (gaji ke 14) 1 BLN 5.000

511121 Belanja Tunj. Suami/Istri PNS 99.000.000

- Belanja Tunj. Suami/Istri PNS 1 THN 85.000.000

- Belanja Tunj. Suami/Istri PNS (gaji ke 13) 1 BLN 7.000.000 - Belanja Tunj. Suami/Istri PNS (gaji ke 14) 1 BLN 7.000.000

511122 Belanja Tunj. Anak PNS 35.611.000

- Belanja Tunj.Anak PNS 1 THN 30.521.000

- Belanja Tunj. Anak PNS (gaji ke 13) 1 BLN 2.545.000

- Belanja Tunj. Anak PNS (gaji ke 14) 1 BLN 2.545.000

511123 Belanja Tunj. Struktural PNS 39.900.000

- Belanja Tunjangan Struktural PNS 1 THN 35.000.000

- Belanja Tunjangan Struktural PNS (gaji ke 13) 1 BLN 2.450.000 - Belanja Tunjangan Struktural PNS (gaji ke 14) 1 BLN 2.450.000

511124 Belanja Tunj. Fungsional PNS 227.000.000

- Belanja Tunjangan Fungsional PNS 1 THN 195.000.000

- Belanja Tunjangan Fungsional PNS (gaji ke 13) 1 BLN 16.000.000 - Belanja Tunjangan Fungsional (gaji ke 14) 1 BLN 16.000.000

511125 Belanja Tunj. PPh PNS 4.000.000

- Belanja Tunjangan PPh PNS 1 THN 2.000.000

- Belanja Tunjangan PPh PNS (gaji ke 13) 1 BLN 1.000.000

- Belanja Tunjangan PPh PNS (gaji ke 14) 1 BLN 1.000.000

511126 Belanja Tunj. Beras PNS 90.000.000

- Belanja Tunj Beras PNS 1 THN 90.000.000

511129 Belanja Uang Makan PNS 303.583.000

- Belanja Uang Makan PNS 1 THN 303.583.000

511151 Belanja Tunjangan Umum PNS 31.000.000

- Belanja Tunjangan Umum PNS 1 THN 25.000.000

- Belanja Tunjangan Umum PNS (gaji ke 13) 1 BLN 3.000.000

- Belanja Tunjangan Umum PNS (gaji ke 14) 1 BLN 3.000.000

B Pembayaran Lembur dan Uang Makan Lembur 450.000.000

512211 Belanja Uang Lembur 450.000.000

- Uang Lembur dan Uang Makan Lembur Golongan IV 1 THN 57.000.000 - Uang Lembur dan Uang Makan Lembur Golongan III 1 THN 244.300.000 - Uang Lembur dan Uang Makan Lembur Golongan II 1 THN 148.700.000

(9)

Beberapa hal yang mempengaruhi besaran belanja pegawai adalah :

1. Jumlah pegawai; 2. Golongan pegawai; 3. Jabatan pegawai;

4. Jumlah keluarga pegawai; 5. Masa kerja pegawai.

Aturan perhitungan kebutuhan uang lembur mengacu pada PMK Nomor

125/PMK.05/2009 Tahun 2009 tentang Kerja Lembur dan Pemberian Uang Lembur Bagi Pegawai Negeri Sipil. Uang makan diperhitungkan sesuai dengan kebutuhan berdasarkan jumlah pegawi, golongan dan jumlah hari kerja.

Sesuai dengan PMK Nomor S-868/MK.02/2015 tanggal 30 Oktober 2015 perihal

penyampaian alokasi pagu anggaran K/L TA 2016, untuk mempertahankan pendapatan riil dan memacu produktifitas dan peningkatan pelayanan publik diberikan THR 1 kali gaji kepada Aparatur Sipil Negara sebagai gaji ke-14.

2.2 Penyusunan Belanja Barang Operasional

Belanja barang operasional merupakan belanja barang yang dibutuhkan selama 1 tahun dan harus dialokasikan oleh Kementerian/Lembaga dengan jumlah yang cukup pada tahun yang bersangkutan, berdasarkan PMK Nomor 91/PMK.05/2007, yang termasuk belanja barang mengikat adalah :

a) Belanja barang operasional, berupa :

A Operasional Perkantoran 2.420.666.000

521111 Belanja Keperluan Perkantoran 1.274.859.000

- keperluan Sehari-hari Perkantoran kurang 40 Pegawai

(Sulawesi Tengah) 1 STKR 60.020.000

- Pakaian Dinas Pegawai/Perawat (Sulawesi Tengah) 80 STEL 61.760.000

- Pakaian Kerja Pengemudi/Petugas

Kebersihan/Pramubakti/Pesuruh (Sulawesi Tengah) 26 STEL 11.076.000

- Pakaian Kerja Satpam 5 STEEL 3.500.000

- Honorarium Satpam dan Pengemudi Sulawesi Tengah 78 OB 217.464.000

- Honorarium Petugas Kebersihan dan Pramubakti Sulawesi

Tengah 325 OB 823.875.000

- Pas Bandara dan Pelabuhan 35 OT 3.500.000

- Snack Rapat Biasa SULAWESI TENGAH 1290 OK 21.930.000

- Jamuan Tamu 1 THN 51.334.000

- Penggandaan/PhotoCopy/Laminating 12 BLN 14.400.000

- Langganan Surat Kabar / Majalah 12 BLN 6.000.000

521113 Belanja Penambah Daya Tahan Tubuh 120.960.000

(10)

521114 Belanja Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat 18.000.000

- Belanja Pengiriman Surat Dinas/Dokumen 12 BLN 18.000.000

521115 Belanja Honor Operasional Satuan Kerja 198.720.000

- Honorarium Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (pagu dana

di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar) 12 OB 36.120.000

- Honorarium Pejabat Pembuat Komitmen (pagu dana di atas

Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar) 12 OB 35.040.000

- Honorarium Pejabat Penguji Tagihan Penandatangan Spm

(pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar) 12 OB 15.000.000

- Honorarium Bendahara Pengeluaran (pagu dana di atas

Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar) 12 OB 13.080.000

- Honorarium Staf Pengelola (pagu dana di atas Rp10 miliar

s.d. Rp25 miliar) 24 OB 19.440.000

- Honorarium Pejabat Pengadaan Barang/Jasa 12 OB 8.160.000

- Honorarium Atasan Langsung Bendahara Pengelola Pnbp

(pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Rp1 miliar) 12 OB 8.400.000

- Honorarium Bendahara Pengelola Pnbp (pagu dana di atas

Rp500 juta s.d. Rp1 miliar) 12 OB 6.840.000

- Honorarium Anggota Pengelola Pnbp (pagu dana di atas

Rp500 juta s.d. Rp1 miliar) 84 OB 36.120.000

- Honorarium Penanggung Jawab (UAKPA/Barang) 24 OB 7.200.000

- Honorarium Pengurus/Penyimpan Bmn Tingkat Kuasa

Pengguna Barang 12 OB 3.600.000

- Honorarium Petugas Pengelola Administrasi Belanja

Pegawai (PPABP) 12 OB 9.720.000

521131 ??? 50.000.000

- Pengadaan Barang dan Bahan Penanganan Pandemi

Covid-19 (Masker, Handsanitiser, Desinfektan dll) 1 THN 50.000.000

521811 Belanja Barang Persediaan Barang Konsumsi 87.500.000

- ATK dan Komputer Supplies 1 THN 75.000.000

- Bahan cetak Kertas KOP dan Amplop KOP 1 THN 7.500.000

- Bahan Packing ARSIP 1 THN 5.000.000

522111 Belanja Langganan Listrik 300.000.000

- Biaya Langganan Listrik 12 BLN 300.000.000

522112 Belanja Langganan Telepon 94.927.000

- Biaya Langganan Telpon 1 THN 94.927.000

522113 Belanja Langganan Air 7.200.000

- Biaya Langganan Air 12 BLN 7.200.000

522119 Belanja Langganan Daya dan Jasa Lainnya 203.500.000

- Biaya Langganan Internet 12 BLN 180.000.000

- Biaya Langganan Web Hosting 1 THN 10.000.000

- Biaya Jasa Pengiriman Inventaris BMN ke Wilker 4 PKT 6.000.000

522141 Belanja Sewa 65.000.000

- Sewa Gedung Kantor di Wilker (Ampana dan Pagimana) 1 THN 40.000.000

- Sewa Rumah Pejabat Struktural 1 THN 20.000.000

- Biaya Iklan 1 THN 5.000.000

B Pemeliharaan Perkantoran 562.075.000

523111 Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan 102.875.000

- Bangunan Rumah Dinas ( Jln. Garuda Palu) NUP. 1 30 M2 3.750.000 - Pemeliharaan Gedung / Bangunan Kantor Bertingkat NUP.9 200 M2 37.000.000 - Bangunan Rumah Dinas (Jl. Garuda Palu) NUP. 1 40 M2 5.000.000

(11)

- Bangunan Pos Jaga (Jln. Garuda Palu) NUP. 7 10 M2 1.250.000

- Gedung Kantor Wilker Pantoloan (Jln. Bahari Pantoloan)

NUP.1 50 M2 6.250.000

- Gedung Pertemuan Wilker Pantoloan (Jln. Bahari Pantoloan)

NUP. 1 20 M2 2.500.000

- Gedung Laboratorium Karantina Tumbuhan (Jl. Bahari

Pantoloan) NUP. 3 30 M2 3.750.000

- Gedung Laboratorium Karantina Hewan NUP. 4 30 M2 3.750.000

- Gedung Kantor wilker Toli-Toli (Jl belibis) NUP. 1 30 M2 3.750.000

- Gedung Kantor Wilker Luwuk NUP.3 40 M2 5.000.000

- Gedung Laboratorium Wilker Toli-Toli ( Jl. Belibis) NUP. 1 30 M2 3.750.000 - Bangunan Parkir Kendaraan Roda 4 (Jl. Garuda) NUP. 2 30 M2 3.750.000 - Bangunan Parkir Kendaraan Roda 2 NUP (Jl. Garuda) NUP 2 35 M2 4.375.000

- Pagar Kantor Balai (Jl. Garuda) NUP 5 75 M2 9.375.000

- Bangunan Rumah Dinas Pantoloan NUP 1 77 M2 9.625.000

523121 Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin 449.200.000

- Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Roda 4

(Sulawesi Tengah) 5 UNIT 172.250.000

- Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Roda 2

(Sulawesi Tengah) 35 UNIT 134.400.000

- Pemeliharaan Printer 30 UNIT 15.000.000

- Pemeliharaan Personal Computer/Notebook 35 UNIT 17.500.000

- Pemeliharaan AC Split 38 UNIT 19.000.000

- Pemeliharaan Standing AC 3 UNIT 1.500.000

- Pemeliharaan Genset 500 KVA 2 UNIT 40.000.000

- Pemeliharaan Genset lebih kecil dari 50 KVA 4 UNIT 25.750.000

- Pemeliharaan Peralatan mesin dan Inventaris lainnya 30 UNIT 4.500.000

- Perpanjangan STNK Roda 4 5 UNIT 10.000.000

- Perpanjangan STNK Roda 2 31 UNIT 9.300.000

523133 Belanja Pemeliharaan Jaringan 10.000.000

- Pemeliharaan Jaringan Listrik NUP 4 1 THN 5.000.000

(12)

BAB III

PENYUSUNAN BELANJA BARANG NON OPERASIONAL

Kegiatan UPT Operasional adalah semua unsur-unsur utama dan pendukung (mulai dari output yang dihasilkan sampai dengan komponen dan detail kegiatan yang perlu dianggarkan) untuk mendukung Aktifitas Kegiatan Peningkatan Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati (1823). Dalam struktur ADIK, Output Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati, untuk mendukung sasaran/ouput program “Meningkatnya efektifitas pengendalian resiko masuk, tersebarnya dan keluarnya HPHK dan OPTK serta meningkatkan kualitas pelayanan ekspor MP HPHK dan OPTK”

Sub output yang dihasilkan untuk mendukung output kegiatan UPT Operasional tersebut adalah :

1) Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati Impor 2) Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati Antar Area 3) Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian Untuk Ekspor

Aktifitas-aktifitas komponen kegiatan dalam proses Sertifikasi Karantina Pertanian dilaksanakan melalui tindakan karantina dengan 8P. Adapun UPT Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu output kegiatan operasional yang mendukung kegiatan operasional :

1) Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian Antar Area a. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik adalah tindakan pemeriksaan terhadap media pembawa HPH/HPHK dan OPT/OPTK yang dilakukan dengan maksud untuk mendeteksi dan mengidentifikasi adanya HPHK/HPH dan OPTK/OPT pada media pembawa, peralatan, pembungkus, alat angkut, dan media pembawa lain yang dilalulintaskan. Adapun kegiatan pemeriksaan fisik :

(13)

A Pemeriksaan Fisik Karantina Pertanian

388.250.000

521811 Belanja Barang Persediaan Barang Konsumsi

160.550.000

- Cetak Segel KT/KH 1 THN 25.000.000

- Pengadaan Sertifikat Pendukung KH 1 THN 20.000.000

- Pengadaan Sertifikat pendukung KT 1 THN 25.000.000

- Pengadaan Sertifikat pendukung KH/KT 1 THN 40.550.000

- Pengadaan Kertas continous form (untuk Kwitansi) KH/KT 1 THN 50.000.000

521811 Belanja Barang Persediaan Barang Konsumsi 30.000.000

- Cetak Segel KH/KT 1 THN 30.000.000

524111 Belanja Perjalanan Dinas Biasa 94.500.000

- Perjalanan Tindakan Karantina Tumbuhan 21 OP 94.500.000

524112 Belanja Perjalanan Dinas Tetap

103.200.000

- Transport Lokal Tindakan Karantina Tumbuhan di luar tempat

Pemasukan dan Pengeluaran 348 OK 52.200.000

- Transport Lokal Tindakan Karantina Hewan di luar tempat

Pemasukan dan Pengeluaran 340 OK 51.000.000

b. Pemeriksaan laboratorium Karantina Pertanian

Pemeriksaan laboratorium Karantina Pertanian dilakukan guna mendeteksi secara terukur jenis dan target OPT/OPTK, HPH/HPHK setelah dilakukan pemeriksaan fisik terhadap media pembawa yang akan dilalulintaskan sehingga dapat diketahui rekomendasi terhadap status Media Pembawa. Adapun kegiatan pemeriksaan fisik :

B Pemeriksaan Laboratorium Karantina Pertanian 96.500.000

521211 Belanja Bahan 85.000.000

- Bahan Laboratorium KH 1 THN 45.000.000

- Bahan Laboratorium KT 1 THN 40.000.000

522191 Belanja Jasa Lainnya 2.500.000

- Jasa Uji Lab 1 THN 2.500.000

524113 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 9.000.000

- Transport Lokal Pengambilan Sampel KH 30 OK 4.500.000

(14)

c. Perlakuan karantina pertanian

F Perlakuan Karantina Pertanian 231.000.000

521811 Belanja Barang Persediaan Barang Konsumsi 90.000.000

- Bahan Perlakuan KT 1 THN 40.000.000

- Bahan Perlakuan KH 1 THN 50.000.000

524111 Belanja Perjalanan Dinas Biasa 67.500.000

- Perjalanan Suvervisi dan Monitoring Tindakan Perlakuan KT 15 OP 67.500.000

524113 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 73.500.000

- Transport Lokal Pengawasan Pelaksanaan Fumigasi Karantina

Tumbuhan 150 OK 22.500.000

- Transport Lokal Monitoring Media Pembawa HPHK diluar

tempat Pemasukan dan Pengeluaran 340 OK 51.000.000

2) Sertifikasi Karantina Pertanian Ekspor. a. Bimbingan Akselerasi Ekspor

BA Bimbingan Akselerasi Ekspor 1000 Desa Gratieks 147.300.000

521211 Belanja Bahan 12.300.000

- Konsumsi Pertemuan Bimbingan Ekspor ( 20 ORG x 3 KAB x 5

KEG ) 300 OK 12.300.000

524111 Belanja Perjalanan Dinas Biasa 135.000.000

- Perjalanan Bimbingan Ekspor ( 2 ORG x 3 KAB x 5 KEG ) 30 OP 135.000.000

3) Pemantauan Daerah Sebar HPHK

504 Pemantauan Daerah Sebar HPHK 225.500.000

A Persiapan Pemantauan Daerah Sebar HPHK 32.800.000

521211 Belanja Bahan 27.300.000

- Konsumsi Rapat 20 ORG x 1 KEG x 1 KALI 20 OH 800.000

- Bahan Pemantauan 1 KEG 25.000.000

- ATK dan Komputer supplies 1 KEG 1.500.000

524111 Belanja Perjalanan Dinas Biasa 5.500.000

- Perjalanan Pengambilan Data dan Konsultasi Pemantauan ke BBVET

Maros 1 OP 5.500.000

B Pelaksanaan Pemantauan Daerah Sebar HPHK 167.470.000

522191 Belanja Jasa Lainnya 17.500.000

- Jasa Uji Sampel 1 KEG 15.000.000

- Jasa Pengiriman Sampel 1 KEG 2.500.000

524111 Belanja Perjalanan Dinas Biasa 149.970.000

(15)

- Perjalanan Tim Pemantauan di kab. Parigi Moutong (3 ORG x I KAB x

1 KEG) 3 OP 10.500.000

- Perjalanan Tim Pemantauan di Kab. Poso (3 ORG x I KAB x 1 KEG) 3 OP 12.000.000

- Perjalanan Tim Pemantauan di kab. Tojo Una-Una (3 ORG x I KAB x 1

KEG) 3 OP 13.500.000

- Perjalanan Tim Pemantauan di Kab. Luwuk (3 ORG x I KAB x 1 KEG) 3 OP 13.500.000 - Perjalanan Tim Pemantauan di kab. Bangkep (3 ORG x I KAB x 1 KEG) 3 OP 15.000.000

- Perjalanan Tim Pemantauan di Kab. Banggai Laut (3 ORG x 1 KAB x 1

KEG) 3 OP 15.000.000

- Perjalanan Tim Pemantauan di kab. Toli-Toli (3 ORG x I KAB x 1 KEG) 3 OP 13.500.000 - Perjalanan Tim Pemantauan di Kab. Buol (3 ORG x I KAB x 1 KEG) 3 OP 15.000.000

- Perjalanan Tim Pemantauan di kab. Morowali (3 ORG x I KAB x 1

KEG) 3 OP 13.500.000

- Perjalanan Tim Pemantauan di Kab. Morowali Utara (3 ORG x 1 KAB

x 1 KEG) 3 OP 13.500.000

- Perjalanan Tim Monitoring di Palu (3 ORG x 1 KAB x 1 KEG) 3 OP 1.110.000 - Perjalanan Tim Monitoring Di Kab. Sigi (3 ORG x 1 KAB x 1 KEG) 3 OP 4.860.000 C Rapat Internal Hasil Pemantauan Daerah Sebar HPHK 2.320.000

521211 Belanja Bahan 2.320.000

- Makan Rapat Biasa SULAWESI TENGAH 20 ORG x 1 KEG x 1 KALI 20 OK 820.000

- ATK dan Komputer supplies 1 KEG 1.500.000

D Seminar Pemantauan Tingkat Regional Daerah Sebar HPHK 7.500.000

524119 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 7.500.000

- Perjalanan Workshop Regional Hasil Pemantauan HPHK 1 OP 7.500.000

E Kegiatan Analisa Resiko 12.410.000

521211 Belanja Bahan 3.410.000

- Belanja Konsumsi Rapat Penyusunan Analisa Resiko HPHK ( 10 ORG

x 1 KEG ) 10 OK 410.000

- Belanja Bahan Penyusunan Analisa Resiko HPHK 1 KEG 3.000.000

524113 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 1.500.000

- Perjalanan Pengumpulan Data Analisa Resiko HPHK 10 OK 1.500.000

524119 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 7.500.000

- Perjalanan Seminar Analisa Resiko HPHK 1 OP 7.500.000

F Pengelolaan Koleksi HPHK 3.000.000

521211 Belanja Bahan 3.000.000

- Bahan Koleksi HPHK/MP HPHK 1 KEG 3.000.000

4) Pemantauan Daerah Sebar HPHK

505 Pemantauan Daerah Sebar OPT/OPTK 182.620.000

A Persiapan Pemantauan Daerah Sebar OPT/OPTK 38.820.000

521211 Belanja Bahan 37.320.000

- Bahan Pemantauan OPTK 1 KEG 35.000.000

(16)

- ATK dan komputer supplies 1 KEG 1.500.000

524113 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 1.500.000

- Perjalanan pengumpulan data OPT/OPTK di Dinas terkait Provinsi 10 OH 1.500.000

B Pelaksanaan Pemantauan Daerah Sebar OPT/OPTK 129.130.000

522191 Belanja Jasa Lainnya 2.500.000

- Jasa Uji Sampel 1 THN 2.500.000

524111 Belanja Perjalanan Dinas Biasa 118.860.000

- Perjalanan Tim Pemantauan di kab. Donggala (3 ORG x I KAB x 1

KEG) 3 OP 9.000.000

- Perjalanan Tim Pemantauan di kab. Parigi Moutong (3 ORG x I KAB x

1 KEG) 3 OP 10.500.000

- Perjalanan Tim Pemantauan di Kab. Poso (3 ORG x I KAB x 1 KEG) 3 OP 12.000.000

- Perjalanan Tim Pemantauan di kab. Tojo Una-Una (3 ORG x I KAB x

1 KEG) 3 OP 13.500.000

- Perjalanan Tim Pemantauan di Kab. Luwuk (3 ORG x I KAB x 1 KEG) 3 OP 13.500.000 - Perjalanan Tim Pemantauan di kab. Toli-Toli (3 ORG x I KAB x 1 KEG) 3 OP 13.500.000 - Perjalanan Tim Pemantauan di Kab. Buol (3 ORG x I KAB x 1 KEG) 3 OP 15.000.000

- Perjalanan Tim Pemantauan di kab. Morowali (3 ORG x I KAB x 1

KEG) 3 OP 13.500.000

- Perjalanan Tim Pemantauan di Kab. Morowali Utara (3 ORG x 1 KAB

x 1 KEG) 3 OP 13.500.000

- Perjalanan Tim Monitoring Di Kab. Sigi (3 ORG x 1 KAB x 1 KEG) 3 OP 4.860.000

524113 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 7.770.000

- Perjalanan Pendampingan Pemantauan OPT/OPTK 21 OH 7.770.000

C Rapat Internal Hasil Pemantauan Daerah Sebar OPT/OPTK 5.170.000

521211 Belanja Bahan 2.320.000

- Konsumsi Rapat 20 ORG x 1 KEG x 1 KALI 20 OH 820.000

- ATK dan Komputer supplies 1 KEG 1.500.000

522151 Belanja Jasa Profesi 2.700.000

- Honor Nara Sumber Instansi/Lembaga Lainnya 1 ORG x 3 JAM x 1

KEG 3 OJ 2.700.000

524113 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 150.000

- Transport Lokal Narasumber 1 OK 150.000

D Seminar Nasional Pra Pemantauan Daerah Sebar OPT/OPTK 6.500.000

524119 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 6.500.000

- Perjalanan Seminar Nasional Pra Pemantauan OPT/OPTK 1 OP 6.500.000

E Pengelolaan Koleksi OPTK 3.000.000

521211 Belanja Bahan 3.000.000

(17)

5) Monitoring PSAT/PSAH

506 Monitoring PSAT/PSAH 5.400.000

A Monitoring PSAT 5.400.000

524113 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 5.400.000

- Perjalanan Monitoring IKT 36 OK 5.400.000

6) Penilaian Kelayakan Tempat Pemeriksaan Pihak Ketiga

A Penilaian Kelayakan Tempat Pemeriksaan Pihak Ketiga 94.600.000

521211 Belanja Bahan 3.000.000

- Laporan Hasil Penialaian IKH /Tempat Lain 1 THN 1.500.000

- Laporan Hasil Penialaian IKT /Tempat Lain 1 THN 1.500.000

524111 Belanja Perjalanan Dinas Biasa 77.500.000

- Perjalanan Penilaian Hasil Audit IKT Ke Pusat 1 OP 7.500.000

- Perjalanan Monitoring Rumah Walet 20 OP 70.000.000

524113 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 14.100.000

- Transport Lokal Penilaian IKH (2 ORG x 10 LOK x 3 KEG) 60 OK 9.000.000

- Transport Lokal Monitoring Bersama OKKPD ( 2 ORG x 5 LOK x 3

KEG ) 30 OK 4.500.000

Referensi

Dokumen terkait

Pelaksanaan Monitoring untuk melihat pelaksanaan intervensi dan hambatan serta faktor pendukung dalam kegiatan penelitian yang meliputi peningkatkan Pengetahuan, Sikap

Tujuan kegiatan aplikatif ini adalah pembuatan model tiga dimensi Model Terain Digital (MTD) daerah pesisir yang dihasilkan dari data LiDAR dan Ortofoto dengan metode

Indikator Kinerja Utama adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis operasional, setiap lembaga atau instansi pemerintah wajib merumuskan

No Misi Tujuan Sasaran Strategis Program Indikasi Kegiatan Indikator Sasaran Strategis, Indikator Program (Outcom e) dan Indikator Kegiatan (Output) Target Kinerja Program

Dengan adanya solusi yang diusulkan sebagai output dari kegiatan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan perbaikan yang optimal di gudang dry food PT XYZ sehingga

Dalam rangka mengoptimalkan perannya sebagai unsur pendukung pelaksanaan tugas di bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan, Direktorat Promosi Kesehatan

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah Terkoordinasikannya tentang lembaga, pengelolaan perbatasan dan sosek malindo. Output Kegiatan adalah Tersedianya laporan kegiatan

Untuk melakukan segmentasi nasabah yang potensial dengan cara mengimplementasikannya dalam klasifikasi pohon Fuzzy CHAID.. Sistem tersebut memiliki empat buah komponen