• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB Visi RPJMD IV - 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB Visi RPJMD IV - 1"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

RPJMD  2013  -­‐  2018   IV  -­‐  1  

5.1. Visi

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Batu Bara Tahun 2013-2018 merupakan bagian dari rencana pembangunan jangka panjang daerah pada tahap kedua Kabupaten Batu Bara Tahun 2007 – 2025. Pada tahap ini perlu perhatian lebih, tidak hanya untuk menghadapi permasalahan yang belum terselesaikan, namun juga untuk mengantisipasi perubahan yang muncul di masa yang akan datang.

Berbagai isu global dan nasional perlu dipertimbangkan dalam menyelesaikan isu yang bersifat lokal, dan berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat. Isu yang dihadapi Kabupaten Batu Bara antara lain:

a. keamanan dan ketertiban masyarakat;

b. pelayanan publik, lingkungan hidup dan bencana;

c. kualitas sumber daya manusia (pendidikan, kesehatan dan sosial-budaya);

d. pembangunan perdesaan dan ketahanan pangan, infrastruktur wilayah dan tata ruang, serta kemiskinan;

e. Alih fungsi lahan;

f. Sedimentasi muara sungai.

Dalam menangani isu tersebut diperlukan penguatan kepemimpinan yang didukung oleh segenap komponen masyarakat dan penyelenggara pemerintahan.

(2)

RPJMD  2013  -­‐  2018   V  -­‐  2   Dengan mempertimbangkan isu yang ada, maka visi Pemerintah Daerah Kabupaten Batu Bara, yang dituangkan dalam RPJMD tahun 2013 – 2018, yang hendak dicapai adalah:

“MEWUJUDKAN KABUPATEN BATU BARA SEJAHTERA BERJAYA” Memperhatikan visi tersebut serta perubahan paradigma dan kondisi yang akan dihadapi pada masa yang akan datang, diharapkan Kabupaten Batu Bara dapat lebih berperan dalam perubahan yang terjadi di lingkup regional, nasional maupun global.

Perumusan dan penjelasan terhadap visi di maksud, menghasilkan pokok-pokok visi yang diterjemahkan pengertiannya, sebagaimana tabel di bawah ini.

TABEL 5.1

PERUMUSAN PENJELASAN VISI RPJMD KABUPATEN BATU BARA TAHUN 2013-2018

VISI POKOK-POKOK VISI PENJELASAN VISI

Mewujudnya Kabupaten Batu bara

Sejahtera Berjaya Mewujudkan Melakukan upaya pembangunan menuju kea rah yang lebih baik Kabupaten Pemerintah daerah otonom tingkat II

Batu Bara Wilayah yang berada di provinsi sumatera utara dengan penduduk yang beraneka ragam agama dan budaya

Sejahtera Kondisi pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Batu Bara memberikan perhatian yang besar dan sungguh-sungguh terhadap keadaan kesehatan, keadaan ekonomi, kedamaian, dan kualitas hidup rakyat masyarakat Kabupaten Batu Bara.

Berjaya Kondisi masyarakat Kabupaten Batu Bara yang memiliki kemampuan untuk berhasil mencapai kemegahan dalam lingkup regional maupun nasional, yang mencakup berbagai aspek yaitu: aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pembangunan Kabupaten Batu Bara.

Dengan visi tersebut diharapkan pada akhir Tahun 2018 dapat tercapai kondisi masyarakat yang :

v Cerdas, adalah semakin meningkatnya taraf pendidikan masyarakat Kabupaten Batu Bara pada akhir tahun 2018 sehingga dapat menuntaskan wajib belajar 12 tahun dengan biaya sekolah yang terjangkau dan didukung

(3)

RPJMD  2013  -­‐  2018   V  -­‐  3   oleh kualitas manajemen pendidikan dan kualitas tenaga pengajarnya, tumbuh dan berkembangnya minat baca di segala lapisan masyarakat. v Sehat adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Batu

Bara sehingga semakin memiliki kemampuan untuk meningkatkan produktifitasnya dan berpartisipasi penuh dalam proses mencari penghasilan dan kehidupan yang layak.

v Sejahtera adalah semakin meningkatnya kualitas kehidupan beragama serta semakin dijunjungnya nilai-nilai religius dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat dan meningkatnya toleransi kehidupan beragama dalam masyarakat yang dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat dan perluasan lapangan kerja serta daya beli masyarakat, sehingga masyarakat Kabupaten Batu Bara mampu memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.

Agar visi tersebut dapat diwujudkan dan mendorong efektivitas dan efisiensi pemanfaatan potensi yang dimiliki, maka ditetapkan misi RPJMD Kabupaten Batu Bara tahun 2013-2018 yang didalamnya mengandung gambaran tujuan serta sasaran yang ingin dicapai.

5.2. Misi

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Batu Bara tahun 2013-2018, berorientasi pada pembangunan dan peningkatan kompetensi segenap sumber daya yang terdapat di Kabupaten Batu Bara dalam segala bidang, guna menyiapkan kemajuan, kemandirian dan kemampuan bersaing.

Dengan memperhatikan isu dan pencapaian visi Kabupaten Batu Bara Sejahtera Berjaya, maka dirumuskan 3 (tiga) Misi Kabupaten Batu Bara sebagai berikut :

v Misi Pertama: “Melanjutkan Peningkatan Mutu Pendidikan”.

Sistem pendidikan diarahkan agar demokratis dan dapat memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memperoleh pendidikan formal maupun non formal.Pembangunan pendidikan harus

(4)

RPJMD  2013  -­‐  2018   V  -­‐  4   mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi, berahklakul karimah dan dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja.

Sumber Daya Manusia berkualitas yang berlandaskan Iman dan takwa merupakan salah satu tolok ukur menuju keberhasilan pembangunan Kabupaten Batu Bara yang ”Sejahtera Berjaya”. Keimanan dan ketaqwaan adalah landasan moral dan etika yang tidak hanya memiliki muatan spiritual, tetapi juga muatan sosial, sehingga pada prakteknya tidak saja ditunjukan dengan ketaatan ritual individu, tetapi juga harus diaplikasikan dalam kehidupan sosial, sehingga tercipta sumber daya yang berkualitas untuk merajut kehidupan bersama.

Kesalehan sosial sebagai perwujudan sifat masyarakat bertaqwa merupakan kesatuan utuh dari pengetahuan, sikap serta nilai-nilai yang mempengaruhi cara berfikir dan bertindak. Dalam perspektif agama, keimanan dan ketakwaan yang terefleksikan dalam kesalehan sosial, yang merupakan syarat mutlak bagi tercapainya kesejahteraan.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, diperlukan upaya secara terus menerus untuk menciptakan SDM yang berkualitas, baik dari aspek pendidikan maupun aspek kesehatan, yang berlandaskan iman dan taqwa.

Budaya Lokal merupakan salah satu sumber nilai yang menunjukan jati diri, identitas dan kepribadian suatu komunitas masyarakat.Hal ini menjadi benteng pertahanan yang sangat efektif untuk menghadapi dampak negatif derasnya arus perubahan. Pada sisi lain, budaya ini juga merupakan modal utama pembangunan untuk mewujudkan keserasian dan keselarasan hidup manusia.

Budaya Lokal sangat kaya akan nilai-nilai, hal ini merupakan falsafah hidup yang sangat menentukan bagi sikap dan karakter masyarakat Lokal dalam mengambil peran sentral dalam pembangunan. Oleh karenanya perlu digali dan dikembangkan nilai-nilai budaya Lokal yang baik untuk memotivasi potensi masyarakat.Masyarakat Lokal harus mempunyai kepercayaan diri dan kemandirian untuk berperan maksimal dalam pembangunan di Kabupaten Batu Bara.

(5)

RPJMD  2013  -­‐  2018   V  -­‐  5   Peningkatan kualitas SDM yang berlandaskan Iman dan takwa serta melestarikan budaya Lokal sebagaimana dimaksud dapat dilakukan melalui :

a. Peningkatan pendidikan non formal (keaksaraan fungsional);

b. Meningkatkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan; Pencanangan dan penerapan wajib belajar 12 tahun;

c. Fasilitasi kemudahan bagi anak-anak usia sekolah jenjang SMA/Sederajat;

d. Peningkatan sarana prasarana pendidikan menengah;

e. Pemerataan pelayanan kelembagaan satuan pendidikan menegah dalam rangka rintisan wajib belajar 12 tahun;

f. Peningkatan penyelenggaraan pendidikan kejuruan;

g. Ekstensifikasi kurikulum pendidikan umum ke pendidikan kejuruan; h. Penguatan dan pendalaman relevansi muatan kurikulum satuan

pendidikan menengah;

i. Menyelenggarakan pendidikan usia dini;

j. Menyelenggarakan Pendidikan dan pelatihan bagi tenaga pendidik dan kependidikan;

k. Menyediakan fasilitas pendidikan bagi tenaga pendidik dan kependidikan;

l. Meningkatkan mutu manajemen pendidikan bermuatan lokal; m. Meningkatkan pembinaan olahraga prestasi dan olahraga rekreasi; n. Meningkatkan sarana dan prasarana olahraga;

o. Meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan;

v Misi Kedua: “Melanjutkan Peningkatan Derajat Kesehatan”

Pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Dalam peningkatan derajat kesehatan kepada masyarakat dilakukan dengan:

a. Meningkatkan upaya-upaya penurunan tingkat kematian ibu dan bayi melalui peningkatan kualitas KIA;

(6)

RPJMD  2013  -­‐  2018   V  -­‐  6   b. Meningkatkan pembangunan puskesmas sesuai standar tata ruang serta pengembangan puskesmas menjadi puskesmas mampu PONED serta meningkatkan polindes menjadi poskesdes;

c. Meningkatkan pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan yang merata dan bermutu;

d. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan, serta kualitas obat dan alat kesehatan;

e. Meningkatkan kemandirian masyarakat dan mengembangkan sistem kewaspadaan dini untuk penyebaran informasi terjadinya wabah dan KLB penyakit menular dan cara menghindari terjadinya kasus lebih banyak;

f. Meningkatkan kegiatan surveilans dan monitoring penyakit menular; g. Meningkatkan kerjasama dengan institusi pendidikan kesehatan dan

organisasi profesi serta sarana pelayanan kesehatan swasta sebagai mitra pelayanan;

h. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi penduduk tidak mampu/miskin;

i. Meningkatkan advokasi dalam rangka meningkatkan pembiayaan APBD untuk kesehatan (pembiayaan dari APBD yang mencukupi untuk pembangunan kesehatan di daerah);

j. Meningkatkan pelaksanaan BPJS Kesehatan melalui prinsip-prinsip Asuransi;

k. Meningkatkan advokasi ke sektor swasta melalui CSR untuk kegiatan pembangunan kesehatan;

l. Meningkatkan pembiayaan kesehatan untuk kegiatan preventif dan promotif, pencapaian Indeks Kesehatan, Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan dan komitmen MDG’s;

m. Meningkatkan upaya promosi kesehatan dalam mencapai PHBS melalui kerjasama lintas sektor dan lintas program diantaranya revitalisasi peran dan fungsi sebagai upaya kesehatan yang bersumber daya masyarakat;

(7)

RPJMD  2013  -­‐  2018   V  -­‐  7   o. Meningkatkan kemandirian masyarakat dan mengembangkan sistem kewaspadaan dini untuk penyebaran informasi terjadinya bencana, KLB dan cara menghindari terjadinya kepanikan serta jatuhnya korban lebih banyak;

p. Meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan tanggap darurat dan pengembangan desa siaga penanggulangan bencana (Dasipena); q. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar melalui Upaya

Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) di Puskesmas, Pustu, Poskesdes serta Puskel di seluruh wilayah;

r. Meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan kegiatan serta pengawasan, pengendalian dan penilaian terhadap program pembangunan kesehatan di semua tingkatan;

s. Meningkatkan pemberdayaan kelembagaan sosial;

t. Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyadang masalah sosial, anak terlantar dan jompo;

u. Meningkatkan upaya rehabilitasi sosial terhadap korban narkoba, trafiking dan HIV/AIDS;

v. Pengendalian jumlah penduduk;

w. Penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender;

x. Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan dan anak; y. Peningkatan dan peran serta kesetaraan gender;

v Misi Ketiga: “Melanjutkan Peningkatan Taraf Perekonomian” Memayungi semua kebijakan, program dan kegiatan pembangunan di bidang investasi, perindustrian, perdagangan, koperasi dan usaha kecil menengah, pertanian dalam arti luas, pemberdayaan masyarakat dan desa, ketenagakerjaan dan keuangan daerah, infrastruktur dan peningkatan profesionalisme birokrasi.

Peningkatan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat.Kemampuan daya beli masyarakat erat kaitannya dengan kemiskinan.Semakin besar daya beli masyarakat, maka semakin kecil tingkat kemiskinan pada suatu

(8)

RPJMD  2013  -­‐  2018   V  -­‐  8   daerah.Kemiskinan menyebabkan kemampuan masyarakat berkurang secara drastis dalam mengakses pelayanan dasar.

Perekonomian dibangun bertumpu pada perekonomian rakyat dengan menggali dan mengoptimalkan resource base: pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan serta pariwisata. Pembangunan perekonomian rakyat ini harus didukung oleh peningkatan kreativitas, inovasi teknologi dan nilai tambah (value added) produk. Perekonomian yang akan dibangun bertumpu pada kekuatan ekonomi rakyat, sedangkan pemerintah berperan sebagai penjamin keberlangsungan dan keberlanjutan usaha-usaha yang dikembangkan oleh rakyat.

Salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing adalah :

a. Peningkatan kemampuan pengelolaan dan permodalan bagi koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah;

b. pengembangan industri produktif berbasis UMKM;

c. Penciptaan iklim investasi yang mendukung pengembangan potensi lokal;

d. pengembangan model kemitraan usaha hulu-hilir;

e. memudahkan aksesibilitas pemasaran produk-produk unggulan daerah hasil KUMKM;

f. peningkatan promosi dan kerja sama pengembangan potensi investasi;

g. peningkatan keterampilan kewirausahaan;

h. peningkatan peran dan fungsi lembaga ketenaga-kerjaan; i. peningkatan kualitas SDM pencari kerja;

j. peningkatan sarana dan prasarana pelatihan kerja;

k. peningkatan posisi tawar dan daya saing produk unggulan daerah; l. pengembangan potensi agribisnis;

m. memudahkan aksesibilitas pemasaran produk-produk pertanian dan perikanan;

n. mempermudah akses permodalan;

(9)

RPJMD  2013  -­‐  2018   V  -­‐  9   p. penerapan konsep ekonomi perdesaan melalui One Village One

Product (OVOP);

q. pembangunan dan pengembangan kawasan minapolitan; r. pembangunan dan pengembangan kawasan terpadu; s. pembangunan dan pengembangan kawasan wisata.

t. Peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur dasar wilayah; Pengaturan pola penggunaan lahan pada wilayah yang berkembang pesat.

u. Pengaturan pola penggunaan lahan pada wilayah yang berkembang v. Peningkatkan aspirasi masyarakat dalam perencanaan tata ruang w. Peningkatan pelayanan pengendalian pemanfaatan ruang kepada

masyarakat; Penataan areal pemakaman.

x. Peningkatan kemampuan masyarakat dalam penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan; Penyediaan sarana, prasarana serta utilitas perumahan.

y. Peningkatan kapasitas SDM aparatur sesuai peran dan fungsinya z. Peningkatan pemanfaatan teknologi data dan informasi

aa. Peningkatan kualitas pelayanan publik dengan pola pendekatan pelayanan prima

bb. Peningkatan disiplin kerja aparatur

cc. Meningkatkan kualitas dan profesionalisme SDM pengelola keuangan daerah

dd. Peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman stabilitas kehidupan masyarakat

ee. Meningkatnya pengawasan internal.

5.3. Tujuan dan Sasaran

Dalam mewujudkan visi melalui pelaksanaan misi yang telah ditetapkan tersebut di atas, diperlukan adanya kerangka yang jelas pada setiap misi, menyangkut tujuan dan sasaran yang hendak dicapai. Tujuan dan sasaran pada setiap misi yang akan dijalankan, akan memberikan arah bagi pelaksanaan

(10)

RPJMD  2013  -­‐  2018   V  -­‐  10   setiap urusan pemerintahan daerah baik urusan terkait aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum maupun aspek daya saing daerah. Tujuan dan sasaran pada pelaksanaan masing-masing misi, dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

TABEL 5.2

KETERKAITAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN BATU BARA TAHUN 2013-2018

Visi: “MEWUJUDKAN KABUPATEN BATU BARA SEJAHTERA BERJAYA”

MISI TUJUAN SASARAN

Misi pertama:

“Melanjutkan peningkatan

mutu pendidikan”

Meningkatnya kualitas SDM yang berbudi pekerti luhur,

berbudaya dan

berlandaskan iman dan taqwa.

1. Meningkatnya angka melek

huruf.

2. Meningkatkanya angka rata-rata lama sekolah (RLS).

3. Meningkatnya angka partisipasi

kasar (APK) SMA/K/MA/

Sederajat.

4. Meningkatnya kuantitas siswa

untuk jenjang pendidikan

menengah kejuruan.

5. Meningkatnya jumlah PAUD. 6. Meningkatknya kualitas SDM

Pendidik dan Kependidikan. 7. Meningkatknya kualitas

mana-jemen pendidikan.

8. Meningkatknya prestasi

olah-raga dan peran pemuda dalam pembangunan.

9. Meningkatkan minat baca siswa

dan Masyarakat Misi kedua:

“Melanjutkan peningkatan

mutu derajat kesehatan”

Meningkatnya derajat

Kesehatan Masyarakat dan

terpenuhinya Kebutuhan

Kesehatan Masyarakat

Miskin.

1. Meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat.

2. Menurunnya angka kesakitan akibat penyakit menular

3. Meningkatnya penyediaan

anggaran publik untuk

kesehatan dalam rangka

mengurangi risiko finansial

akibat gangguan kesehatan bagi seluruh penduduk, terutama penduduk miskin.

4. Meningkatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tingkat rumah tangga.

5. Responsif terhadap krisis

kesehatan akibat bencana dan kejadian luar biasa.

(11)

RPJMD  2013  -­‐  2018   V  -­‐  11  

masyarakat terhadap pelayanan publik bidang kesehatan. 7. Meningkatnya pembinaan dan

perlindungan terhadap

penyandang masalah sosial. 8. Pengendalian Jumlah penduduk.

9. Kesetaraan gender dan

Perlindungan Anak.

Visi: “MEWUJUDKAN KABUPATEN BATU BARA SEJAHTERA BERJAYA”

MISI TUJUAN SASARAN

Misi ketiga:

“Melanjutkan peningkatan

taraf perekonomian”

1.Meningkatkan kontribusi

daya saing ekonomi

terhadap potensi ekonomi daerah

2.Mewujudkan pelayanan

publik yang prima

3.Mewujudkan keserasian pembangunan infrastruktur dan tata ruang wilayah.

1. Meningkatnya pelaku KUMKM yang berbasis potensi lokal dan mampu bersaing.

2. Meningkatnya kualitas tenaga kerja yang berdaya saing.

3. Berkembangnya Kawasan

pertanian berbasis ekonomi lokal dan mampu berdaya saing. 4. Mengembangkan kawasan wisata

terpadu dalam tatanan integrasi ekonomi lokal.

1. Meningkatnya kualitas dan

kuantitas pelayanan.

2. Terlaksananya pengiriman CPNS peserta diklat prajabatan, peserta diklat pim, diklat teknis dan bintek.

3. Terwujudnya Rancangan

Peraturan Daerah.

4. Tersedianya SDM aparatur

pengelola keuangan daerah yang handal dan profesional secara paripurna baik dalam pengelolaan

pendapatan maupun belanja

daerah

5. Mengembangkan sistem

peren-canaan pelaksanaan dan

pengawasan pembangunan 6. Terwujudnya pelayanan Prima

melalui transparansi pengaduan masyarakat.

1. Meningkatnya pemenuhan infra-struktur dasar wilayah.

2. Terwujudnya pola dan struktur ruang yang sesuai dengan tata ruang wilayah.

(12)

RPJMD  2013  -­‐  2018   V  -­‐  12  

3. Tertatanya areal pemukiman

4. Terlayaninya penduduk oleh

pelayanan air bersih.

5. Terwujudnya kawasan perumahan yang sehat dan layak huni

6. Terwujudnya sistem transportasi yang terpadu. Melanjutkan peningkatan mutu pendidikan - Melanjutkan peningkatan derajat kesehatan. Melanjutkan peningkatan taraf perekonomian

Referensi

Dokumen terkait

mengungkapkan bahwa nilai religius merupakan nilai yang mendasari penidikan karakter karena pada dasarnya Indonesia adalah negara yang beragama. Nilai religius

daerah 1.16 Peningkatan hubungan kerjasama antar daerah 1.16 Meningkatnya hubungan kerjasama antar daerah 1.17 Meningkatnya kualitas kehidupan beragama 1.17 Peningkatan

Masyarakat pada dasarnya menginginkan kehidupan yang aman, damai dan sejahtera. Untuk menciptakan kehidupan yang demikian diperlukan insan-insan yang tangguh secara lahir

1 2019 Mewujudkan kehidupan Kota Bandung yang nyaman, sejahtera, berdaya saing, dan agamis melalui Peningkatan Pelayanan Dasar, Perekonomian Kota dan Kualitas

Opportunity perusahaan berada di factor social dan teknologi - Gaya hidup masyarakat yang konsumtif ( Sosial ). - Kehidupan sosial masyarakat yang keras dapat mengganggu

a. Meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur perhubungan dan transportasi. Meningkatnya kualitas sarana dan prasana pelayanan kesehatan dasar dan

a. Meningkatnya akses, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan melalui Rumah Sakit, Balai Kesehatan, Puskesmas dan jaringannya. Angka Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Hidup

Nilai religius adalah nilai-nilai kehidupan yang mencerminkan tumbuh kembangnya kehidupan beragama yang terdiri dari tiga unsur pokok yaitu aqidah, ibadah dan akhlak yang menjadi