• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 22 TAHUN 2020

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK, SEKOLAH DASAR, DAN

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA YANG DISELENGGARAKAN OLEH PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI MALANG,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 3 huruf b angka 1 dan Pasal 41 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan, maka perlu membentuk Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Malang;

Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten di Lingkungan Propinsi Jawa Timur (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 41), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotapraja Surabaya dan Daerah Tingkat II Surabaya dengan mengubah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Besar dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2730);

(2)

3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 183, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6398);

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496), sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);

(3)

7. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4769);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4863);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang

Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6041);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020 tentang

Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 56, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6473);

13. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 199);

(4)

14. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 195);

15. Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 182);

16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 72 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Layanan Khusus (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 822), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 67 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 72 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Layanan Khusus (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1637);

17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 157);

18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 955);

19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1590);

20. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak–Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1591);

(5)

21. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 7 Tahun 2009 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Malang (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2009 Nomor 3/E), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 11 Tahun 2018 tentang

Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2009 tentang Sistem Penyelenggaraan

Pendidikan di Kabupaten Malang (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2018 Nomor 9 Seri D);

22. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2016 Nomor 1 Seri C), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 12 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2018 Nomor 1 Seri C);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK, SEKOLAH DASAR, DAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA YANG DISELENGGARAKAN OLEH PEMERINTAH KABUPATEN MALANG.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Kabupaten Malang.

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Malang.

(6)

4. Kementerian adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

5. Dinas adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. 6. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten Malang.

7. Sekolah adalah Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

8. Taman Kanak-kanak yang selanjutnya disingkat TK adalah salah satu bentuk Sekolah anak usia dini pada jalur pendidikan formal.

9. Sekolah Dasar yang selanjutnya disingkat SD adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar.

10. Sekolah Menengah Pertama yang selanjutnya disingkat SMP adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar sebagai lanjutan dari SD atau Madrasah Ibtidaiyah, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SD atau Madrasah Ibtidaiyah.

11. Penerimaan Peserta Didik Baru yang selanjutnya disingkat PPDB adalah penerimaan peserta didik baru pada TK dan Sekolah.

12. Calon Peserta Didik Baru yang selanjutnya disingkat CPDB adalah peserta didik yang akan mengikuti proses pendaftaran untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

13. Rombongan Belajar adalah kelompok peserta didik yang terdaftar pada satuan kelas dalam satu Sekolah.

14. Data Pokok Pendidikan yang selanjutnya disebut Dapodik adalah suatu sistem pendataan yang dikelola oleh Kementerian yang memuat data satuan pendidikan, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, dan substansi pendidikan yang datanya bersumber dari satuan pendidikan yang terus menerus diperbarui secara online.

(7)

BAB II PRINSIP DASAR

Pasal 2

(1) PPDB dilakukan berlandaskan pada prinsip dasar: a. nondiskriminatif;

b. objektif; c. transparan; d. akuntabel; dan e. berkeadilan.

(2) Nondiskriminatif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikecualikan bagi Sekolah yang secara khusus melayani peserta didik dari kelompok gender atau agama tertentu.

BAB III TUJUAN

Pasal 3

Peraturan Bupati ini bertujuan untuk:

a. mendorong peningkatan akses layanan pendidikan; dan b. sebagai pedoman bagi Kepala Sekolah pada satuan

Pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dalam melaksanakan PPDB.

BAB IV

TATA CARA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU Bagian Kesatu

Persyaratan Calon Peserta Didik Baru Pasal 4

Persyaratan CPDB pada TK adalah:

a. berusia 5 (lima) tahun atau paling rendah 4 (empat) tahun untuk kelompok A; dan

b. berusia 6 (enam) tahun atau paling rendah 5 (lima) tahun untuk kelompok B.

(8)

Pasal 5

(1) Persyaratan CPDB kelas 1 (satu) SD berusia:

a. 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun; atau

b. paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

(2) SD wajib menerima peserta didik yang berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun.

(3) Pengecualian syarat usia paling rendah 6 (enam) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b yaitu paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan yang diperuntukkan bagi CPDB yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional. (4) Dalam hal psikolog profesional sebagaimana dimaksud

pada ayat (3) tidak tersedia, rekomendasi dapat dilakukan oleh dewan guru sekolah.

Pasal 6

Persyaratan CPDB kelas 7 (tujuh) SMP:

a. berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan; dan

b. memiliki ijazah SD/sederajat atau dokumen lain yang menjelaskan telah menyelesaikan kelas 6 (enam) SD.

Pasal 7

(1) Syarat usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 sampai dengan Pasal 6 dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir atau kartu identitas anak yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir oleh lurah/kepala desa atau Pejabat yang berwenang sesuai dengan domisili CPDB. (2) Sekolah yang:

a. menyelenggarakan pendidikan khusus; dan/atau b. menyelenggarakan pendidikan layanan khusus; dapat melebihi persyaratan usia dalam pelaksanaan PPDB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5 ayat (1) huruf a, dan Pasal 6 huruf a.

(9)

Pasal 8

(1) Bagi CPDB kelas 7 (tujuh) SMP warga negara Indonesia atau warga negara asing yang berasal dari Sekolah di luar negeri selain memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, wajib mendapatkan surat keterangan dari direktur jenderal yang menangani bidang pendidikan anak usia dini, dasar dan menengah di Kementerian.

(2) Selain memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), peserta didik warga negara asing wajib mengikuti matrikulasi pendidikan Bahasa Indonesia paling singkat 6 (enam) bulan yang diselenggarakan oleh Sekolah yang bersangkutan.

Pasal 9

CPDB penyandang disabilitas di Sekolah dikecualikan dari: a. syarat usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4

sampai dengan Pasal 6; dan

b. ijazah atau dokumen lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6.

Bagian Kedua

Jalur Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru Paragraf 1

Umum Pasal 10

(1) Pendaftaran PPDB dilaksanakan melalui jalur sebagai berikut:

a. zonasi; b. afirmasi;

c. perpindahan tugas orang tua/wali; dan/atau d. prestasi.

(2) Jalur zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a paling sedikit 55% (lima puluh lima persen) dari daya tampung Sekolah.

(10)

(3) Jalur afirmasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b sebesar 20% (dua puluh persen) dari daya tampung Sekolah.

(4) Jalur perpindahan tugas orang tua/wali sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c sebesar 5% (lima persen) dari daya tampung Sekolah.

(5) Jalur prestasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d maksimal sebesar 20% (dua puluh persen) dari daya tampung Sekolah

(6) Dalam hal masih terdapat sisa kuota dari pelaksanaan jalur pendaftaran PPDB sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5), Sekolah dapat membuka tambahan jalur pendaftaran PPDB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, dan/atau huruf d.

Pasal 11

Jalur prestasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (5) tidak berlaku untuk jalur pendaftaran PPDB pada TK dan kelas 1 (satu) SD.

Pasal 12

(1) Ketentuan jalur pendaftaran PPDB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dikecualikan untuk:

a. Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat; b. Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan

khusus;

c. Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan layanan khusus, termasuk Sekolah terintegrasi; d. Sekolah berasrama;

e. Sekolah di wilayah terpencil; dan

f. Sekolah di wilayah yang jumlah penduduk usia Sekolah tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah peserta didik dalam 1 (satu) Rombongan Belajar. (2) Pengecualian ketentuan jalur pendaftaran PPDB bagi

Sekolah di wilayah yang jumlah penduduk usia Sekolah tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah peserta didik dalam 1 (satu) Rombongan Belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f dengan ketentuan Kepala Sekolah wajib menyampaikan permohonan kepada Bupati melalui Dinas.

(11)

(3) Dinas melakukan verfikasi atas permohonan yang diajukan oleh Kepala Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan mengusulkan kepada Bupati untuk mendapatkan persetujuan.

(4) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaporkan kepada direktur jenderal yang menangani bidang pendidikan anak usia dini, dasar dan menengah di Kementerian.

Paragraf 2 Jalur Zonasi

Pasal 13

(1) Jalur zonasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) huruf a diperuntukkan bagi CPDB yang berdomisili terdekat atau jarak terpendek rumah CPDB dengan Sekolah di dalam wilayah zonasi.

(2) Jalur zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk kuota bagi penyandang disabilitas.

(3) Domisili CPDB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.

(4) Kartu keluarga sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diganti dengan surat keterangan domisili dari rukun tetangga atau rukun warga yang dilegalisir oleh kepala desa/lurah atau pejabat setempat lain yang berwenang, yang menerangkan bahwa CPDB yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal diterbitkannya surat keterangan domisili.

(5) Wilayah zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk TK dan SD berbasis pada wilayah administratif desa/kelurahan, dan untuk SMP berbasis pada wilayah administratif kecamatan atau wilayah administratif yang beririsan atau berbatasan dengan prinsip mendekatkan domisili peserta didik dengan Sekolah. (6) Sekolah memprioritaskan CPDB yang memiliki kartu

keluarga atau surat keterangan domisili dalam satu wilayah desa/kelurahan pada kecamatan yang sama dengan Sekolah asal, atau desa/kelurahan di kecamatan sekitar yang terdekat atau berbatasan dengan Sekolah.

(12)

Pasal 14

(1) CPDB hanya dapat memilih 1 (satu) jalur pendaftaran PPDB dalam 1 (satu) wilayah zonasi.

(2) Selain melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur zonasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (5) dan ayat (6), CPDB dapat melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur afirmasi atau jalur prestasi di luar wilayah zonasi domisili CPDB sepanjang memenuhi persyaratan.

Pasal 15

(1) Penetapan wilayah zonasi pada satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah pada setiap jenjang memperhatikan jumlah ketersediaan daya tampung dan disesuaikan dengan ketersediaan jumlah anak usia Sekolah pada setiap jenjang di wilayah tersebut.

(2) Wilayah zonasi dan jumlah ketersediaan daya tampung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk TK, SD dan SMP yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.

(3) Dinas wajib memastikan satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dalam proses PPDB telah menerima peserta didik dalam wilayah zonasi yang telah ditetapkan sesuai ketersediaan daya tampung.

(4) Dalam hal satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak mengakomodir CPDB yang masuk dalam penetapan wilayah zonasi, maka Dinas dapat menunda atau tidak menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(13)

(5) Kepala Sekolah wajib mengumumkan wilayah zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling lama 1 (satu) bulan sebelum pengumuman secara terbuka pendaftaran PPDB.

(6) Sebelum menetapkan wilayah zonasi dan mengumumkan pendaftaran PPDB pada setiap Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (5), Kepala Sekolah melibatkan musyawarah atau kelompok kerja Kepala Sekolah dan dapat difasilitasi Koordinator Wilayah Dinas di wilayah kecamatan atau antar wilayah kecamatan.

(7) Dinas wajib melaporkan atas penetapan wilayah zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Kementerian melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Paragraf 3 Jalur Afirmasi

Pasal 16

(1) Jalur afirmasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) huruf b diperuntukkan bagi CPDB yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu.

(2) CPDB yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan keikutsertaan CPDB dalam program penanganan keluarga ekonomi tidak mampu dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah, seperti Program Indonesia Pintar dan/atau Program Keluarga Harapan yang didasarkan pada basis data terpadu yaitu Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG).

(14)

(3) Penentuan CPDB yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) didasarkan atas hasil pantauan pihak Sekolah dan/atau surat keterangan yang dibuat oleh kepala desa/lurah yang disahkan oleh camat setempat sesuai domisili CPDB.

(4) CPDB yang masuk melalui jalur afirmasi merupakan peserta didik yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah zonasi Sekolah yang bersangkutan.

Pasal 17

(1) Bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga ekonomi tidak mampu dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2) wajib dilengkapi dengan surat pernyataan dari orang tua/wali peserta didik yang menyatakan bersedia diproses secara hukum apabila terbukti memalsukan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga ekonomi tidak mampu dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

(2) Dalam hal terdapat dugaan pemalsuan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga ekonomi tidak mampu dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekolah bersama Dinas wajib melakukan verifikasi data dan lapangan serta menindaklanjuti hasil verifikasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Paragraf 4

Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali Pasal 18

(1) Jalur perpindahan tugas orang tua/wali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) huruf c dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan.

(15)

(2) Kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali dapat digunakan untuk anak guru atau pendidik dan/atau tenaga kependidikan.

Paragraf 5 Jalur Prestasi

Pasal 19

(1) Jalur prestasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) huruf d ditentukan berdasarkan:

a. nilai ujian SD dan nilai rata-rata (mean) rapor SD selama 6 (enam) semester terakhir;

b. hasil perlombaan dan/atau penghargaan atas prestasi di bidang akademik atau non akademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, tingkat provinsi, dan/atau tingkat kabupaten/kota; dan/atau

c. kecakapan atau kelancaran membaca kitab suci sesuai agama yang dianut.

(2) Nilai rata-rata (mean) rapor selama 6 (enam) semester sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a diperoleh pada saat CPDB menempuh pendidikan selama 3 (tiga) tahun pada jenjang SD atau sederajat dengan bobot yang sama.

(3) Bukti atas prestasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berupa sertifikat/piagam yang diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB. (4) Penilaian dan pemberian bobot atau skor terhadap

bukti atas prestasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini. (5) Sekolah dapat menetapkan tingkatan, bobot atau skor

serta kriteria prestasi bidang akademik atau non akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b sepanjang tidak melebihi bobot atau skor sebagaimana dimaksud pada ayat (4).

(16)

(6) Kecakapan atau kelancaran membaca kitab suci sesuai agama yang dianut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c didasarkan atas surat keterangan atau sertifikat dari lembaga yang diakui oleh Kantor Kementerian Agama atau lembaga penyelenggara pendidikan keagamaan dan/atau lulus tes membaca kitab suci sesuai agama yang dianut.

(7) Skor tertinggi terhadap kecakapan atau kelancaran membaca kitab suci sesuai agama yang dianut sebagaimana dimaksud pada ayat (6) adalah 10.

(8) Dalam hal diperlukan tes atas prestasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b atau kecakapan atau kelancaran membaca kitab suci sesuai agama yang dianut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, maka dapat dilaksanakan tes seleksi sebagai bagian proses pendaftaran PPDB yang dilakukan oleh guru yang berkompeten dan bersifat sukarela.

Bagian Ketiga

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru

Paragraf 1

Tahap Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru

Pasal 20

(1) Pelaksanaan PPDB dengan tahapan sebagai berikut: a. pengumuman pendaftaran penerimaan CPDB dan

dilakukan secara terbuka; b. pendaftaran;

c. seleksi sesuai dengan jalur pendaftaran;

d. pengumuman penetapan peserta didik baru; dan e. daftar ulang.

(17)

(2) Pelaksanaan PPDB pada satuan pendidikan yang menerima Bantuan Operasional Sekolah tidak boleh memungut biaya.

(3) Satuan Pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah dilarang:

a. melakukan pungutan dan/atau sumbangan yang terkait dengan pelaksanaan PPDB maupun perpindahan peserta didik; dan

b. melakukan pungutan untuk membeli seragam atau buku tertentu yang dikaitkan dengan PPDB.

Paragraf 2

Pengumuman Pendaftaran Pasal 21

(1) Pengumuman pendaftaran penerimaan CPDB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (1) huruf a dilakukan oleh Dinas atas nama Pemerintah Daerah bagi:

a. satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah; dan

b. satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menerima dana Bantuan Operasional Sekolah dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

(2) Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menerima dana Bantuan Operasional Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b wajib mempublikasikan jumlah ketersediaan daya tampung sesuai Dapodik.

(3) Pengumuman pendaftaran penerimaan CPDB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan paling lambat minggu pertama bulan Mei.

(4) Pengumuman pendaftaran penerimaan CPDB sebagaimana dimaksud pada ayat (3) paling sedikit memuat informasi sebagai berikut:

a. persyaratan CPDB sesuai dengan jenjangnya; b. tanggal pendaftaran;

(18)

c. jalur pendaftaran yang terdiri dari jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua/wali, dan/atau jalur prestasi;

d. jumlah daya tampung yang tersedia pada kelas 1 (satu) SD, dan kelas 7 (tujuh) SMP, sesuai dengan data Rombongan Belajar dalam Dapodik; dan

e. tanggal penetapan pengumuman hasil proses seleksi PPDB.

(5) Pengumuman pendaftaran penerimaan CPDB sebagaimana dimaksud pada ayat (3) melalui papan pengumuman Sekolah maupun media lainnya.

Paragraf 3 Pendaftaran

Pasal 22

(1) Pendaftaran PPDB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (1) huruf b dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme dalam jaringan dengan mengunggah dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan persyaratan ke laman pendaftaran PPDB.

(2) Pelaksanaan mekanisme dalam jaringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.

(3) Tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan mekanisme dalam jaringan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan memperhatikan ruang lingkup sistem pemerintahan berbasis elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(4) Sekolah dalam pelaksanaan pendaftaran PPDB dengan menggunakan mekanisme dalam jaringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyediakan fasilitas internet untuk pendaftaran PPDB pada jam kerja.

(5) Dalam hal tidak tersedia fasilitas jaringan, maka PPDB dilaksanakan melalui mekanisme luar jaringan dengan melampirkan fotokopi dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan persyaratan.

(19)

Paragraf 4 Seleksi Pasal 23

(1) Seleksi jalur zonasi dan jalur perpindahan tugas orang tua/wali untuk CPDB kelas 1 (satu) SD mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas sebagai berikut:

a. usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1); dan

b. jarak tempat tinggal terdekat ke Sekolah dalam wilayah zonasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (5).

(2) SD wajib menerima CPDB yang berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun dengan domisili dalam wilayah zonasi yang telah ditetapkan.

(3) Dalam hal usia CPDB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sama, maka penentuan peserta didik didasarkan pada jarak tempat tinggal CPDB yang terdekat dengan Sekolah.

(4) Seleksi CPDB kelas 1 (satu) SD tidak boleh dilakukan berdasarkan tes membaca, menulis, dan/atau berhitung.

Pasal 24

(1) Seleksi CPDB kelas 7 (tujuh) SMP dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke Sekolah dalam wilayah zonasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (5).

(2) Dalam hal jarak tempat tinggal CPDB dengan Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sama, maka seleksi untuk pemenuhan daya tampung terakhir menggunakan usia peserta didik yang lebih tua berdasarkan surat keterangan lahir atau akta kelahiran atau kartu identitas anak.

Pasal 25

(1) Apabila berdasarkan hasil seleksi PPDB, Sekolah memiliki jumlah CPDB yang melebihi daya tampung, maka Sekolah wajib melaporkan kelebihan CPDB tersebut kepada Bupati melalui Dinas.

(20)

(2) Dinas wajib menyalurkan kelebihan CPDB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada Sekolah lain dalam wilayah zonasi yang sama.

(3) Dalam hal daya tampung Sekolah lain dalam wilayah zonasi yang sama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak tersedia, CPDB disalurkan ke Sekolah lain dalam wilayah zonasi terdekat.

(4) Penyaluran CPDB ke Sekolah lain dalam wilayah zonasi terdekat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat melibatkan satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat sesuai kriteria yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah.

(5) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) dilakukan sebelum pengumuman penetapan hasil proses seleksi PPDB.

(6) Dalam pelaksanaan PPDB, satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dilarang:

a. menambah jumlah Rombongan Belajar, jika Rombongan Belajar yang ada telah memenuhi atau melebihi ketentuan Rombongan Belajar dalam standar nasional pendidikan dan satuan pendidikan tidak memiliki lahan; dan/atau

b. menambah ruang kelas baru.

Pasal 26

Dalam hal daya tampung tidak mencukupi atau kuota telah terpenuhi untuk jalur afirmasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) dan/atau jalur perpindahan tugas orang tua/wali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (4), maka seleksi dilakukan berdasarkan jalur zonasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13.

(21)

Pasal 27

(1) Dalam hal daya tampung tidak mencukupi atau kuota telah terpenuhi untuk jalur prestasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (5), maka seleksi dilakukan dengan penentuan pemeringkatan nilai prestasi oleh Sekolah.

(2) Dalam hal hasil pemeringkatan nilai prestasi oleh Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh nilai yang sama, maka penentuan peserta didik didasarkan pada urutan pendaftaran yang lebih dulu.

Paragraf 5

Pengumuman Penetapan Pasal 28

(1) Pengumuman penetapan peserta didik baru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (1) huruf d

dilakukan sesuai dengan jalur pendaftaran dalam PPDB.

(2) Penetapan peserta didik baru dilakukan berdasarkan hasil rapat dewan guru yang dipimpin oleh Kepala Sekolah dan ditetapkan melalui Keputusan Kepala Sekolah.

(3) Hasil rapat dewan guru yang dipimpin oleh Kepala Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib dilengkapi dengan notulen rapat dan berita acara hasil rapat.

(4) Dalam hal Kepala Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) belum definitif, maka penetapan peserta didik baru dilaksanakan oleh Pelaksana Tugas selaku pejabat yang berwenang.

Paragraf 6 Daftar Ulang

Pasal 29

(1) Daftar ulang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (1) huruf e dilakukan oleh orang tua/wali dan/atau CPDB yang telah diterima untuk memastikan statusnya sebagai peserta didik pada Sekolah yang bersangkutan dengan menunjukkan dokumen asli yang dibutuhkan sesuai dengan persyaratan.

(2) Dalam hal terdapat CPDB yang diterima dan tidak melaksanakan daftar ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) maka statusnya digantikan oleh CPDB peringkat dibawahnya.

(22)

BAB V

PENDATAAN ULANG Pasal 30

(1) Pendataan ulang dilakukan oleh TK dan Sekolah untuk memastikan status peserta didik lama pada TK dan Sekolah yang bersangkutan.

(2) Pendataan ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak boleh memungut biaya.

BAB VI

PERPINDAHAN PESERTA DIDIK Pasal 31

(1) Perpindahan peserta didik antar Sekolah dalam Daerah, antar Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jawa Timur, atau antar provinsi dilaksanakan atas dasar persetujuan Kepala Sekolah asal dan Kepala Sekolah yang dituju. (2) Dalam hal terdapat perpindahan peserta didik

sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka Sekolah yang bersangkutan wajib memperbarui Dapodik.

(3) Perpindahan peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) wajib memenuhi ketentuan persyaratan PPDB dan/atau sistem zonasi yang diatur dalam Peraturan Bupati ini.

Pasal 32

(1) Peserta didik setara SD dari luar negeri dapat pindah ke SD di Daerah setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. surat pernyataan dari Kepala Sekolah asal;

b. surat keterangan dari direktur jenderal yang menangani bidang pendidikan anak usia dini, dasar dan menengah di Kementerian; dan

c. lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan Sekolah yang dituju.

(23)

(2) Peserta didik setara SMP dari luar negeri dapat pindah ke SMP di Daerah setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. menyerahkan fotokopi ijazah atau dokumen lain yang membuktikan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan jenjang sebelumnya;

b. surat pernyataan dari Kepala Sekolah asal;

c. surat keterangan dari direktur jenderal yang menangani bidang pendidikan anak usia dini, dasar dan menengah di Kementerian; dan

d. lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan Sekolah yang dituju.

Pasal 33

(1) Peserta didik jalur pendidikan nonformal/informal dapat diterima di SD tidak pada awal kelas 1 (satu) setelah lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh SD yang bersangkutan.

(2) Peserta didik jalur pendidikan nonformal/informal dapat diterima di SMP tidak pada awal kelas 7 (tujuh) setelah memenuhi persyaratan:

a. memiliki ijazah kesetaraan program Paket A; dan b. lulus tes kelayakan dan penempatan yang

diselenggarakan oleh SMP yang bersangkutan.

(3) Dalam hal terdapat perpindahan peserta didik dari jalur pendidikan nonformal/informal ke Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), maka Sekolah yang bersangkutan wajib memperbarui Dapodik.

BAB VII PEMBIAYAAN

Pasal 34

Segala biaya yang timbul dalam pelaksanaan PPDB dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

(24)

BAB VIII

PELAPORAN DAN PENGAWASAN Pasal 35

(1) Sekolah wajib melakukan pengisian, pengiriman, dan pemutakhiran data peserta didik dan Rombongan Belajar dalam Dapodik secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) semester.

(2) Sekolah wajib melaporkan pelaksanaan PPDB dan perpindahan peserta didik antar Sekolah setiap tahun pelajaran kepada Dinas.

(3) Masyarakat dapat mengawasi dan melaporkan disertai bukti pelanggaran dalam pelaksanaan PPDB melalui laman http://ult.kemdikbud.go.id dan/atau http://dispendik.malangkab.go.id pada menu Lapor. (4) Selain laman pelaporan sebagaimana dimaksud pada

ayat (3), Kepala Dinas wajib mengumumkan alamat pengaduan dan sarana untuk menampung keluhan masyarakat yang mudah diakses.

(5) Dinas wajib mengelola dan menindaklanjuti laporan dan pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4).

Pasal 36

(1) Dinas melakukan koordinasi, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan PPDB.

(2) Dinas melaporkan pelaksanaan PPDB kepada Bupati dan Kementerian melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur paling lambat 3 (tiga) bulan setelah pelaksanaan PPDB.

Pasal 37

Dalam pelaksanaan Peraturan Bupati ini:

a. Dinas melakukan pembinaan dan pengawasan kepada Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat di Daerah; dan

b. Kepala Dinas melakukan pembinaan dan pengawasan kepada Sekolah dalam pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

(25)

BAB IX SANKSI Pasal 38 Pemalsuan terhadap:

a. kartu keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3);

b. bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga ekonomi tidak mampu dan/atau surat keterangan sebagai peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2) dan ayat (3);

c. bukti atas surat penugasan orang tua/wali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1); dan d. bukti atas prestasi sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 19,

dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 39

Pelanggaran terhadap ketentuan dalam Peraturan Bupati ini dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB X

KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 40

Dinas dapat menyusun kebijakan atau petunjuk operasional dengan berpedoman pada Peraturan Bupati ini.

Pasal 41

(1) Dinas mengembangkan sistem dan kebijakan PPDB secara elektronik sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan, yang mempertimbangkan prinsip dasar dan tujuan PPDB, serta prinsip penyelenggaraan pendidikan.

(2) Pengembangan sistem dan kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang terkait dengan kewenangan Daerah atau urusan pemerintahan bidang komunikasi dan informatika wajib disiapkan dan diimplementasikan oleh perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang komunikasi dan informatika.

(26)

Pasal 42

(1) Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah tidak dapat menetapkan persyaratan PPDB yang bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Bupati ini.

(2) Sekolah dilarang melakukan gratifikasi dan/atau suap, memberikan atau menerima janji ataupun sesuatu kepada atau dari siapapun, serta menghindari potensi konflik kepentingan terkait dengan proses pelaksanaan PPDB.

BAB XI

KETENTUAN PERALIHAN Pasal 43

(1) Pelaksanaan pengumuman penetapan wilayah zonasi pada setiap sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (5) dan pengumuman pendaftaran penerimaan CPDB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (3) untuk tahun 2020 dilakukan paling lambat minggu pertama bulan Juni 2020 dengan mengikuti perkembangan status kedaruratan bencana wabah penyakit Corona Virus Disease 2019 yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah.

(2) Pelaksanaan pendaftaran dengan menggunakan mekanisme dalam jaringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1) dan ayat (2) untuk tahun 2020 disesuaikan dengan status kedaruratan bencana wabah penyakit Corona Virus Disease 2019 yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah.

(3) Pelaksanaan pendaftaran melalui mekanisme luar jaringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (5), proses seleksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 sampai dengan Pasal 27, pengumuman penetapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, daftar ulang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, pendataan ulang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) wajib menerapkan protokol kesehatan, protokol area pendidikan, protokol area publik dan transportasi dalam rangka pencegahan dan penyebaran Corona Virus Disease 2019.

(27)

BAB XII

KETENTUAN PENUTUP Pasal 44

Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Malang.

Ditetapkan di Kepanjen pada tanggal 29 Mei 2020

BUPATI MALANG,

ttd.

SANUSI Diundangkan di Kepanjen

pada tanggal 29 Mei 2020

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN MALANG,

ttd.

DIDIK BUDI MULJONO Berita Daerah Kabupaten Malang Tahun 2020 Nomor 15 Seri D

(28)

PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 22 TAHUN 2020 TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK, SEKOLAH DASAR, DAN

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA YANG

DISELENGGARAKAN OLEH PEMERINTAH

KABUPATEN MALANG WILAYAH ZONASI DAN DAYA TAMPUNG PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK, SEKOLAH DASAR DAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

YANG DISELENGGARAKAN OLEH PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

A. TAMAN KANAK KANAK

NO. LEMBAGA JUMLAH PAGU JALUR KECAMATAN

ZONASI AFIRMASI PERPINDAHAN

1. TK NEGERI PEMBINA BANTUR 30 23 6 1 Bantur

2. TK NEGERI PEMBINA BULULAWANG 60 45 12 3 Bululawang

3. TK NEGERI PEMBINA KEPANJEN 75 57 15 3 Kepanjen

(29)

B. SEKOLAH DASAR

NO. LEMBAGA JUMLAH PAGU JALUR ZONA BERBASIS WILAYAH

DESA/KELURAHAN ZONASI AFIRMASI PERPINDAHAN

1 2 3 4 5 6 7

1. SD NEGERI 1 ARGOYUWONO 28 21 6 1 Argoyuwono

2. SD NEGERI 1 LEBAKHARJO 28 21 6 1 Lebakharjo

3. SD NEGERI 1 SIDORENGGO 28 21 6 1 Sidorenggo

4. SD NEGERI 1 SIMOJAYAN 56 42 12 2 Simojayan

5. SD NEGERI 1 SONOWANGI 28 21 6 1 Sonowangi

6. SD NEGERI 1 TAMANSARI 28 21 6 1 Tamansari

7. SD NEGERI 1 TAWANGAGUNG 28 21 6 1 Tawangagung

8. SD NEGERI 1 TIRTOMOYO 28 21 6 1 Tirtomoyo

9. SD NEGERI 1 WIROTAMAN 28 21 6 1 Wirotaman

10. SD NEGERI 2 ARGOYUWONO 28 21 6 1 Argoyuwono

11. SD NEGERI 2 LEBAKHARJO 28 21 6 1 Lebakharjo

12. SD NEGERI 2 MULYOASRI 28 21 6 1 Mulyoasri

13. SD NEGERI 2 SIDORENGGO 28 21 6 1 Sidorenggo

14. SD NEGERI 2 SONOWANGI 28 21 6 1 Sonowangi

15. SD NEGERI 2 TAMANSARI 28 21 6 1 Tamansari

16. SD NEGERI 2 TAWANGAGUNG 28 21 6 1 Tawangagung

(30)

1 2 3 4 5 6 7

18. SD NEGERI 3 LEBAKHARJO 28 21 6 1 Lebakharjo

19. SD NEGERI 3 MULYOASRI 28 21 6 1 Mulyoasri

20. SD NEGERI 3 SIDORENGGO 28 21 6 1 Sidorenggo

21. SD NEGERI 3 SONOWANGI 28 21 6 1 Sonowangi

22. SD NEGERI 3 TIRTOMARTO 28 21 6 1 Tirtomarto

23. SD NEGERI 3 TIRTOMOYO 28 21 6 1 Tirtomoyo

24. SD NEGERI 3 WIROTAMAN 28 21 6 1 Wirotaman

25. SD NEGERI 4 LEBAKHARJO 28 21 6 1 Lebakharjo

26. SD NEGERI 4 TIRTOMARTO 28 21 6 1 Tirtomarto

27. SD NEGERI 5 LEBAKHARJO 28 21 6 1 Lebakharjo

28. SD NEGERI PURWOHARJO 28 21 6 1 Purwoharjo

29. SD NEGERI TAMANASRI 28 21 6 1 Tamanasri

30. SD NEGERI TIRTOMARTO 1 28 21 6 1 Tirtomarto

31. SD NEGERI 1 BANDUNGREJO 28 21 6 1 Bandungrejo

32. SD NEGERI 1 BANTUR 56 42 12 2 Bantur

33. SD NEGERI 1 KARANGSARI 28 21 6 1 Karangsari

34. SD NEGERI 1 PRINGGODANI 28 21 6 1 Pringgodani

35. SD NEGERI 1 REJOSARI 56 42 12 2 Rejosari

36. SD NEGERI 1 REJOYOSO 28 21 6 1 Rejoyoso

37. SD NEGERI 1 SRIGONCO 28 21 6 1 Srigonco

(31)

1 2 3 4 5 6 7

39. SD NEGERI 1 WONOKERTO 112 84 23 5 Wonokerto

40. SD NEGERI 2 BANDUNGREJO 28 21 6 1 Bandungrejo

41. SD NEGERI 2 BANTUR 28 21 6 1 Bantur

42. SD NEGERI 2 KARANGSARI 28 21 6 1 Karangsari

43. SD NEGERI 2 PRINGGODANI 28 21 6 1 Pringgodani

44. SD NEGERI 2 REJOYOSO 28 21 6 1 Rejoyoso

45. SD NEGERI 2 SRIGONCO 28 21 6 1 Srigonco

46. SD NEGERI 2 SUMBERBENING 28 21 6 1 Sumberbening

47. SD NEGERI 3 BANDUNGREJO 28 21 6 1 Bandungrejo

48. SD NEGERI 3 BANTUR 28 21 6 1 Bantur

49. SD NEGERI 3 KARANGSARI 28 21 6 1 Karangsari

50. SD NEGERI 3 PRINGGODANI 28 21 6 1 Pringgodani

51. SD NEGERI 3 REJOSARI 28 21 6 1 Rejosari

52. SD NEGERI 3 REJOYOSO 28 21 6 1 Rejoyoso

53. SD NEGERI 3 SRIGONCO 56 42 12 2 Srigonco

54. SD NEGERI 3 SUMBERBENING 28 21 6 1 Sumberbening

55. SD NEGERI 3 WONOKERTO 28 21 6 1 Wonokerto

56. SD NEGERI 4 BANDUNGREJO 28 21 6 1 Bandungrejo

57. SD NEGERI 4 REJOYOSO 28 21 6 1 Rejoyoso

58. SD NEGERI 4 WONOKERTO 28 21 6 1 Wonokerto

(32)

1 2 3 4 5 6 7

60. SD NEGERI 5 SUMBERBENING 28 21 6 1 Sumberbening

61. SD NEGERI 5 WONOKERTO 28 21 6 1 Wonokerto

62. SD NEGERI 6 BANDUNGREJO 28 21 6 1 Bandungrejo

63. SD NEGERI 6 BANTUR 28 21 6 1 Bantur

64. SD NEGERI 7 BANTUR 28 21 6 1 Bantur

65. SD NEGERI 1 BULULAWANG 28 21 6 1 Bululawang

66. SD NEGERI 1 KREBET 28 21 6 1 Krebet

67. SD NEGERI 1 KREBET SENGGRONG 28 21 6 1 Krebet Senggrong

68. SD NEGERI 1 SUDIMORO 28 21 6 1 Sudimoro

69. SD NEGERI 1 WANDANPURO 28 21 6 1 Wandanpuro

70. SD NEGERI 2 BAKALAN 28 21 6 1 Bakalan

71. SD NEGERI 2 BULULAWANG 28 21 6 1 Bululawang

72. SD NEGERI 2 KASEMBON 28 21 6 1 Kasembon

73. SD NEGERI 2 KASRI 28 21 6 1 Kasri

74. SD NEGERI 2 KREBET SENGGRONG 28 21 6 1 Krebet Senggrong

75. SD NEGERI 2 LUMBANGSARI 28 21 6 1 Lumbangsari

76. SD NEGERI 2 SUDIMORO 28 21 6 1 Sudimoro

77. SD NEGERI 2 WANDANPURO 56 42 12 2 Wandanpuro

78. SD NEGERI 3 KREBET 28 21 6 1 Krebet

79. SD NEGERI 3 LUMBANGSARI 28 21 6 1 Lumbangsari

(33)

1 2 3 4 5 6 7

81. SD NEGERI 4 WANDANPURO 28 21 6 1 Wandanpuro

82. SD NEGERI GADING 28 21 6 1 Gading

83. SD NEGERI KUWOLU 28 21 6 1 Kuwolu

84. SD NEGERI PRINGO 28 21 6 1 Pringu

85. SD NEGERI SEMPALWADAK 56 42 12 2 Sempalwadak

86. SD NEGERI SUKONOLO 56 42 12 2 Sukonolo

87. SD NEGERI 1 AMADANOM 28 21 6 1 Amadanom

88. SD NEGERI 1 BATURETNO 28 21 6 1 Baturetno

89. SD NEGERI 1 BUMIREJO 28 21 6 1 Bumirejo

90. SD NEGERI 1 DAMPIT 56 42 12 2 Dampit

91. SD NEGERI 1 JAMBANGAN 28 21 6 1 Jambangan

92. SD NEGERI 1 MAJANGTENGAH 28 21 6 1 Majangtengah

93. SD NEGERI 1 PAMOTAN 28 21 6 1 Pamotan

94. SD NEGERI 1 POJOK 28 21 6 1 Pojok

95. SD NEGERI 1 REMBUN 28 21 6 1 Rembun

96. SD NEGERI 1 SRIMULYO 28 21 6 1 Srimulyo

97. SD NEGERI 1 SUKODONO 28 21 6 1 Sukodono

98. SD NEGERI 1 SUMBERSUKO 28 21 6 1 Sumbersuko

99. SD NEGERI 2 BATURETNO 28 21 6 1 Baturetno

100. SD NEGERI 2 BUMIREJO 28 21 6 1 Bumirejo

(34)

1 2 3 4 5 6 7

102. SD NEGERI 2 JAMBANGAN 28 21 6 1 Jambangan

103. SD NEGERI 2 MAJANGTENGAH 28 21 6 1 Majangtengah

104. SD NEGERI 2 PAMOTAN 28 21 6 1 Pamotan

105. SD NEGERI 2 POJOK 28 21 6 1 Pojok

106. SD NEGERI 2 REMBUN 28 21 6 1 Rembun

107. SD NEGERI 2 SRIMULYO 28 21 6 1 Srimulyo

108. SD NEGERI 2 SUKODONO 56 42 12 2 Sukodono

109. SD NEGERI 2 SUMBERSUKO 28 21 6 1 Sumbersuko

110. SD NEGERI 3 AMADANOM 28 21 6 1 Amadanom

111. SD NEGERI 3 BUMIREJO 28 21 6 1 Bumirejo

112. SD NEGERI 3 DAMPIT 28 21 6 1 Dampit

113. SD NEGERI 3 JAMBANGAN 28 21 6 1 Jambangan

114. SD NEGERI 3 MAJANGTENGAH 28 21 6 1 Majangtengah

115. SD NEGERI 3 PAMOTAN 28 21 6 1 Pamotan

116. SD NEGERI 3 REMBUN 28 21 6 1 Rembun

117. SD NEGERI 3 SRIMULYO 28 21 6 1 Srimulyo

118. SD NEGERI 3 SUKODONO 28 21 6 1 Sukodono

119. SD NEGERI 3 SUMBERSUKO 28 21 6 1 Sumbersuko

120. SD NEGERI 4 BUMIREJO 28 21 6 1 Bumirejo

121. SD NEGERI 4 DAMPIT 28 21 6 1 Dampit

(35)

1 2 3 4 5 6 7

123. SD NEGERI 4 MAJANGTENGAH 28 21 6 1 Majangtengah

124. SD NEGERI 4 PAMOTAN 28 21 6 1 Pamotan

125. SD NEGERI 4 SRIMULYO 28 21 6 1 Srimulyo

126. SD NEGERI 4 SUKODONO 28 21 6 1 Sukodono

127. SD NEGERI 5 DAMPIT 28 21 6 1 Dampit

128. SD NEGERI 5 JAMBANGAN 28 21 6 1 Jambangan

129. SD NEGERI 5 PAMOTAN 28 21 6 1 Pamotan

130. SD NEGERI 5 SRIMULYO 28 21 6 1 Srimulyo

131. SD NEGERI 6 DAMPIT 56 42 12 2 Dampit

132. SD NEGERI 6 PAMOTAN 28 21 6 1 Pamotan

133. SD NEGERI 7 DAMPIT 28 21 6 1 Dampit

134. SD NEGERI 7 PAMOTAN 28 21 6 1 Pamotan

135. SD NEGERI 1 GADINGKULON 28 21 6 1 Gadingkulon

136. SD NEGERI 1 KALISONGO 28 21 6 1 Kalisongo

137. SD NEGERI 1 KUCUR 28 21 6 1 Kucur

138. SD NEGERI 1 LANDUNGSARI 28 21 6 1 Landungsari

139. SD NEGERI 1 MULYOAGUNG 56 42 12 2 Mulyoagung

140. SD NEGERI 1 PETUNGSEWU 28 21 6 1 Petung Sewu

141. SD NEGERI 1 SELOREJO 28 21 6 1 Selorejo

142. SD NEGERI 1 SUMBERSEKAR 28 21 6 1 Sumbersekar

(36)

1 2 3 4 5 6 7

144. SD NEGERI 2 KALISONGO 28 21 6 1 Kalisongo

145. SD NEGERI 2 KARANGWIDORO 28 21 6 1 Karangwidoro

146. SD NEGERI 2 KUCUR 28 21 6 1 Kucur

147. SD NEGERI 2 LANDUNGSARI 28 21 6 1 Landungsari

148. SD NEGERI 2 MULYOAGUNG 28 21 6 1 Mulyoagung

149. SD NEGERI 2 PETUNGSEWU 28 21 6 1 Petung Sewu

150. SD NEGERI 2 SELOREJO 28 21 6 1 Selorejo

151. SD NEGERI 2 SUMBERSEKAR 28 21 6 1 Sumbersekar

152. SD NEGERI 3 GADINGKULON 28 21 6 1 Gadingkulon

153. SD NEGERI 3 KALISONGO 28 21 6 1 Kalisongo

154. SD NEGERI 3 KUCUR 28 21 6 1 Kucur

155. SD NEGERI KARANGWIDORO 01 28 21 6 1 Karangwidoro

156. SD NEGERI TEGALWERU 28 21 6 1 Tegalweru

157. SD NEGERI 1 BANJAREJO 28 21 6 1 Banjarjo

158. SD NEGERI 1 DONOMULYO 28 21 6 1 Donomulyo

159. SD NEGERI 1 KEDUNGSALAM 28 21 6 1 Kedungsalam

160. SD NEGERI 1 MENTARAMAN 28 21 6 1 Mentaraman

161. SD NEGERI 1 PURWODADI 28 21 6 1 Purwodadi

162. SD NEGERI 1 PURWOREJO 28 21 6 1 Purworejo

163. SD NEGERI 1 SUMBEROTO 28 21 6 1 Sumberoto

(37)

1 2 3 4 5 6 7

165. SD NEGERI 1 TULUNGREJO 28 21 6 1 Tulungrejo

166. SD NEGERI 2 BANJAREJO 28 21 6 1 Banjarjo

167. SD NEGERI 2 DONOMULYO 28 21 6 1 Donomulyo

168. SD NEGERI 2 KEDUNGSALAM 28 21 6 1 Kedungsalam

169. SD NEGERI 2 MENTARAMAN 28 21 6 1 Mentaraman

170. SD NEGERI 2 PURWODADI 28 21 6 1 Purwodadi

171. SD NEGERI 2 PURWOREJO 28 21 6 1 Purworejo

172. SD NEGERI 2 SUMBEROTO 28 21 6 1 Sumberoto

173. SD NEGERI 2 TEMPURSARI 28 21 6 1 Tempursari

174. SD NEGERI 2 TLOGOSARI 28 21 6 1 Tlogosari

175. SD NEGERI 2 TULUNGREJO 28 21 6 1 Tulungrejo

176. SD NEGERI 3 BANJAREJO 28 21 6 1 Banjarjo

177. SD NEGERI 3 DONOMULYO 28 21 6 1 Donomulyo

178. SD NEGERI 3 KEDUNGSALAM 28 21 6 1 Kedungsalam

179. SD NEGERI 3 MENTARAMAN 28 21 6 1 Mentaraman

180. SD NEGERI 3 PURWODADI 28 21 6 1 Purwodadi

181. SD NEGERI 3 PURWOREJO 28 21 6 1 Purworejo

182. SD NEGERI 3 SUMBEROTO 28 21 6 1 Sumberoto

183. SD NEGERI 3 TEMPURSARI 28 21 6 1 Tempursari

184. SD NEGERI 4 DONOMULYO 28 21 6 1 Donomulyo

(38)

1 2 3 4 5 6 7

186. SD NEGERI 4 MENTARAMAN 28 21 6 1 Mentaraman

187. SD NEGERI 4 PURWODADI 28 21 6 1 Purwodadi

188. SD NEGERI 4 PURWOREJO 28 21 6 1 Purworejo

189. SD NEGERI 4 SUMBEROTO 28 21 6 1 Sumberoto

190. SD NEGERI 4 TEMPURSARI 28 21 6 1 Tempursari

191. SD NEGERI 5 DONOMULYO 28 21 6 1 Donomulyo

192. SD NEGERI 5 KEDUNGSALAM 28 21 6 1 Kedungsalam

193. SD NEGERI 5 SUMBEROTO 28 21 6 1 Sumberoto

194. SD NEGERI 6 DONOMULYO 28 21 6 1 Donomulyo

195. SD NEGERI 6 KEDUNGSALAM 28 21 6 1 Kedungsalam

196. SD NEGERI 7 DONOMULYO 28 21 6 1 Donomulyo

197 SD NEGERI 7 KEDUNGSALAM 28 21 6 1 Kedungsalam

198. SD NEGERI 8 DONOMULYO 28 21 6 1 Donomulyo

199. SD NEGERI 9 DONOMULYO 28 21 6 1 Donomulyo

200. SD NEGERI 1 GAJAHREJO 28 21 6 1 Gajahrejo

201. SD NEGERI 1 GEDANGAN 56 42 12 2 Gedangan

202. SD NEGERI 1 SEGARAN 28 21 6 1 Segaran

203. SD NEGERI 1 SIDODADI 28 21 6 1 Sidodadi

204. SD NEGERI 1 SINDUREJO 28 21 6 1 Sindurejo

205. SD NEGERI 1 TUMPAKREJO 28 21 6 1 Tumpakrejo

(39)

1 2 3 4 5 6 7

207. SD NEGERI 2 SEGARAN 28 21 6 1 Segaran

208. SD NEGERI 2 SIDODADI 28 21 6 1 Sidodadi

209. SD NEGERI 2 SINDUREJO 28 21 6 1 Sindurejo

210. SD NEGERI 2 SUMBEREJO 28 21 6 1 Sumberejo

211. SD NEGERI 2 TUMPAKREJO 28 21 6 1 Tumpakrejo

212. SD NEGERI 3 GAJAHREJO 28 21 6 1 Gajahrejo

213. SD NEGERI 3 GEDANGAN 28 21 6 1 Gedangan

214. SD NEGERI 3 GIRIMULYO 28 21 6 1 Girimulyo

215. SD NEGERI 3 SEGARAN 28 21 6 1 Segaran

216. SD NEGERI 3 SIDODADI 28 21 6 1 Sidodadi

217. SD NEGERI 3 SINDUREJO 28 21 6 1 Sindurejo

218. SD NEGERI 3 SUMBEREJO 28 21 6 1 Sumberejo

219. SD NEGERI 3 TUMPAKREJO 28 21 6 1 Tumpakrejo

220. SD NEGERI 4 GAJAHREJO 28 21 6 1 Gajahrejo

221. SD NEGERI 4 GEDANGAN 28 21 6 1 Gedangan

222. SD NEGERI 4 SEGARAN 28 21 6 1 Segaran

223. SD NEGERI 4 SIDODADI 28 21 6 1 Sidodadi

224. SD NEGERI 4 SUMBEREJO 28 21 6 1 Sumberejo

225. SD NEGERI 4 TUMPAKREJO 28 21 6 1 Tumpakrejo

226. SD NEGERI 5 GEDANGAN 28 21 6 1 Girimulyo

(40)

1 2 3 4 5 6 7

228. SD NEGERI 5 SUMBEREJO 28 21 6 1 Sumberejo

229. SD NEGERI 5 TUMPAKREJO 28 21 6 1 Tumpakrejo

230. SD NEGERI 6 GEDANGAN 28 21 6 1 Girimulyo

231. SD NEGERI 6 SUMBEREJO 28 21 6 1 Sumberejo

232. SD NEGERI 7 GEDANGAN 28 21 6 1 Gedangan

233. SD NEGERI 8 GEDANGAN 28 21 6 1 Gedangan

234. SD NEGERI 1 GONDANGLEGI KULON 28 21 6 1 Gondanglegi Kulon 235. SD NEGERI 1 GONDANGLEGI WETAN 84 63 17 4 Gondanglegi Wetan

236. SD NEGERI 1 PUTAT KIDUL 28 21 6 1 Putat Kidul

237. SD NEGERI 1 PUTAT LOR 28 21 6 1 Putat Lor

238. SD NEGERI 1 SEPANJANG 28 21 6 1 Sepanjang

239. SD NEGERI 1 SUKOREJO 28 21 6 1 Sukorejo

240. SD NEGERI 1 UREK-UREK 28 21 6 1 Urek Urek

241. SD NEGERI 2 GONDANGLEGI KULON 28 21 6 1 Gondanglegi Kulon 242. SD NEGERI 2 GONDANGLEGI WETAN 28 21 6 1 Gondanglegi Wetan

243. SD NEGERI 2 PUTAT KIDUL 28 21 6 1 Putat Kidul

244. SD NEGERI 2 PUTAT LOR 28 21 6 1 Putat Lor

245. SD NEGERI 2 SEPANJANG 28 21 6 1 Sepanjang

246. SD NEGERI 2 UREK-UREK 28 21 6 1 Urek Urek

247. SD NEGERI 3 GONDANGLEGI KULON 28 21 6 1 Gondanglegi Kulon

(41)

1 2 3 4 5 6 7

249. SD NEGERI 5 SEPANJANG 28 21 6 1 Sepanjang

250. SD NEGERI BULUPITU 28 21 6 1 Bulupitu

251. SD NEGERI GANJARAN 28 21 6 1 Ganjaran

252. SD NEGERI KETAWANG 28 21 6 1 Ketawang

253. SD NEGERI PUTUKREJO 28 21 6 1 Putukrejo

254. SD NEGERI SUMBERJAYA 28 21 6 1 Sumberjaya

255. SD NEGERI 1 ARGOSARI 28 21 6 1 Argosari

256. SD NEGERI 1 GADINGKEMBAR 28 21 6 1 Gading Kembar

257. SD NEGERI 1 GUNUNGJATI 56 42 12 2 Gunung Jati

258. SD NEGERI 1 JABUNG 28 21 6 1 Jabung

259. SD NEGERI 1 KEMANTREN 84 63 17 4 Kemantren

260. SD NEGERI 1 KEMIRI 28 21 6 1 Kemiri

261. SD NEGERI 1 KENONGO 28 21 6 1 Kenongo

262. SD NEGERI 1 NGADIREJO 28 21 6 1 Ngadirejo

263. SD NEGERI 1 PANDANSARI LOR 28 21 6 1 Pandansari Lor

264. SD NEGERI 1 SIDOMULYO 28 21 6 1 Sidomulyo

265. SD NEGERI 1 SIDOREJO 28 21 6 1 Sidorejo

266. SD NEGERI 1 SLAMPAREJO 28 21 6 1 Slamparejo

267. SD NEGERI 1 SUKOLILO 56 42 12 2 Sukolilo

268. SD NEGERI 1 SUKOPURO 28 21 6 1 Sukopuro

(42)

1 2 3 4 5 6 7

270. SD NEGERI 2 ARGOSARI 28 21 6 1 Argosari

271. SD NEGERI 2 GADINGKEMBAR 28 21 6 1 Gading Kembar

272. SD NEGERI 2 KEMIRI 28 21 6 1 Kemiri

273. SD NEGERI 2 PANDANSARI LOR 28 21 6 1 Pandansari Lor

274. SD NEGERI 2 SIDOMULYO 28 21 6 1 Sidomulyo

275. SD NEGERI 2 SIDOREJO 28 21 6 1 Sidorejo

276. SD NEGERI 2 SUKOPURO 28 21 6 1 Sukopuro

277. SD NEGERI 2 TAJI 28 21 6 1 Taji

278. SD NEGERI 3 GADINGKEMBAR 28 21 6 1 Gading Kembar

279. SD NEGERI 3 GUNUNGJATI 28 21 6 1 Gunung Jati

280. SD NEGERI 3 JABUNG 28 21 6 1 Jabung

281. SD NEGERI 3 KEMANTREN 28 21 6 1 Kemantren

282. SD NEGERI 3 KEMIRI 28 21 6 1 Kemiri

283. SD NEGERI 3 SLAMPAREJO 28 21 6 1 Slamparejo

284. SD NEGERI 3 SUKOPURO 28 21 6 1 Sukopuro

285. SD NEGERI 4 GUNUNGJATI 28 21 6 1 Gunung Jati

286. SD NEGERI 4 KEMIRI 28 21 6 1 Kemiri

287. SD NEGERI 6 KEMANTREN 28 21 6 1 Kemantren

288. SD NEGERI 1 ARJOSARI 28 21 6 1 Arjosari

289. SD NEGERI 1 ARJOWILANGUN 28 21 6 1 Arjowilangun

(43)

1 2 3 4 5 6 7

291. SD NEGERI 1 PUTUKREJO 28 21 6 1 Putukrejo

292. SD NEGERI 1 SUKOWILANGUN 28 21 6 1 Sukowilangun

293. SD NEGERI 1 SUMBERPETUNG 28 21 6 1 Sumberpetung

294. SD NEGERI 1 TUMPAKREJO 56 42 12 2 Tumpakrejo

295. SD NEGERI 10 TUMPAKREJO 28 21 6 1 Tumpakrejo

296. SD NEGERI 2 ARJOSARI 28 21 6 1 Arjosari

297. SD NEGERI 2 ARJOWILANGUN 28 21 6 1 Arjowilangun

298. SD NEGERI 2 KALIPARE 28 21 6 1 Kalipare

299. SD NEGERI 2 KALIREJO 28 21 6 1 Kalirejo

300. SD NEGERI 2 PUTUKREJO 28 21 6 1 Putukrejo

301. SD NEGERI 2 SUKOWILANGUN 28 21 6 1 Sukowilangun

302. SD NEGERI 2 SUMBERPETUNG 28 21 6 1 Sumberpetung

303. SD NEGERI 2 TUMPAKREJO 28 21 6 1 Tumpakrejo

304. SD NEGERI 3 ARJOSARI 28 21 6 1 Arjosari

305. SD NEGERI 3 ARJOWILANGUN 28 21 6 1 Arjowilangun

306. SD NEGERI 3 KALIPARE 28 21 6 1 Kalipare

307. SD NEGERI 3 KALIREJO 28 21 6 1 Kalirejo

308. SD NEGERI 3 SUKOWILANGUN 28 21 6 1 Sukowilangun

309. SD NEGERI 3 SUMBERPETUNG 28 21 6 1 Sumberpetung

310. SD NEGERI 4 ARJOSARI 28 21 6 1 Arjosari

(44)

1 2 3 4 5 6 7

312. SD NEGERI 4 KALIPARE 28 21 6 1 Kalipare

313. SD NEGERI 4 SUKOWILANGUN 28 21 6 1 Sukowilangun

314. SD NEGERI 4 SUMBERPETUNG 28 21 6 1 Sumberpetung

315. SD NEGERI 4 TUMPAKREJO 28 21 6 1 Kaliasri

316. SD NEGERI 5 ARJOSARI 28 21 6 1 Arjosari

317. SD NEGERI 5 ARJOWILANGUN 28 21 6 1 Arjowilangun

318. SD NEGERI 5 KALIPARE 28 21 6 1 Kalipare

319. SD NEGERI 5 TUMPAKREJO 28 21 6 1 Kaliasri

320. SD NEGERI 6 ARJOWILANGUN 28 21 6 1 Arjowilangun

321. SD NEGERI 6 KALIPARE 28 21 6 1 Kalipare

322. SD NEGERI 6 SUMBERPETUNG 28 21 6 1 Sumberpetung

323. SD NEGERI 6 TUMPAKREJO 28 21 6 1 Kaliasri

324. SD NEGERI 7 ARJOWILANGUN 28 21 6 1 Arjowilangun

325. SD NEGERI 7 TUMPAKREJO 28 21 6 1 Kaliasri

326. SD NEGERI 8 TUMPAKREJO 28 21 6 1 Tumpakrejo

327. SD NEGERI 9 TUMPAKREJO 28 21 6 1 Tumpakrejo

328. SD NEGERI 1 AMPELDENTO 28 21 6 1 Ampeldento

329. SD NEGERI 1 BOCEK 28 21 6 1 Bocek

330. SD NEGERI 1 DONOWARIH 28 21 6 1 Donowarih

331. SD NEGERI 1 GIRIMOYO 56 42 12 2 Girimoyo

(45)

1 2 3 4 5 6 7

333. SD NEGERI 1 NGENEP 28 21 6 1 Ngenep

334. SD NEGERI 1 NGIJO 84 63 17 4 Ngijo

335. SD NEGERI 1 TAWANGARGO 28 21 6 1 Tawangargo

336. SD NEGERI 2 AMPELDENTO 28 21 6 1 Ampeldento

337. SD NEGERI 2 BOCEK 28 21 6 1 Bocek

338. SD NEGERI 2 DONOWARIH 28 21 6 1 Donowarih

339. SD NEGERI 2 GIRIMOYO 56 42 12 2 Girimoyo

340. SD NEGERI 2 KEPUHARJO 28 21 6 1 Kepuharjo

341. SD NEGERI 2 NGENEP 56 42 12 2 Ngenep

342. SD NEGERI 2 NGIJO 56 42 12 2 Ngijo

343. SD NEGERI 2 TAWANGARGO 28 21 6 1 Tawangargo

344. SD NEGERI 3 BOCEK 28 21 6 1 Bocek

345. SD NEGERI 4 NGENEP 28 21 6 1 Ngenep

346. SD NEGERI 4 TAWANGARGO 28 21 6 1 Tawangargo

347. SD NEGERI 5 NGENEP 28 21 6 1 Ngenep

348. SD NEGERI TEGALGONDO 28 21 6 1 Tegalgondo

349. SD NEGERI 1 BAYEM 28 21 6 1 Bayem

350. SD NEGERI 1 KASEMBON 28 21 6 1 Kasembon

351. SD NEGERI 1 PAIT 28 21 6 1 Pait

352. SD NEGERI 1 SUKOSARI 28 21 6 1 Sukosari

(46)

1 2 3 4 5 6 7

354. SD NEGERI 2 BAYEM 28 21 6 1 Bayem

355. SD NEGERI 2 PAIT 28 21 6 1 Pait

356. SD NEGERI 2 PONDOKAGUNG 28 21 6 1 Pondok Agung

357. SD NEGERI 2 SUKOSARI 28 21 6 1 Sukosari

358. SD NEGERI 2 WONOAGUNG 28 21 6 1 Wonoagung

359. SD NEGERI 3 BAYEM 28 21 6 1 Bayem

360. SD NEGERI 3 KASEMBON 28 21 6 1 Kasembon

361. SD NEGERI 3 PAIT 28 21 6 1 Pait

362. SD NEGERI 3 PONDOKAGUNG 28 21 6 1 Pondok Agung

363. SD NEGERI 3 SUKOSARI 28 21 6 1 Sukosari

364. SD NEGERI 3 WONOAGUNG 28 21 6 1 Wonoagung

365. SD NEGERI 4 BAYEM 28 21 6 1 Bayem

366. SD NEGERI 4 PONDOKAGUNG 28 21 6 1 Pondok Agung

367. SD NEGERI 5 PONDOKAGUNG 28 21 6 1 Pondok Agung

368. SD NEGERI 1 ARDIREJO 28 21 6 1 Ardirejo

369. SD NEGERI 1 CEPOKOMULYO 28 21 6 1 Cepokomulyo

370. SD NEGERI 1 CURUNGREJO 28 21 6 1 Curung Rejo

371. SD NEGERI 1 DILEM 28 21 6 1 Dilem

372. SD NEGERI 1 JENGGOLO 56 42 12 2 Jenggolo

373. SD NEGERI 1 KEDUNGPEDARINGAN 28 21 6 1 Kedungpedaringan

(47)

1 2 3 4 5 6 7

375. SD NEGERI 1 KEPANJEN 56 42 12 2 Kepanjen

376. SD NEGERI 1 MANGUNREJO 28 21 6 1 Mangunrejo

377. SD NEGERI 1 NGADILANGKUNG 28 21 6 1 Ngadilangkung

378. SD NEGERI 1 PANGGUNGREJO 56 42 12 2 Panggungrejo

379. SD NEGERI 1 SUKORAHARJO 28 21 6 1 Sukoraharjo

380. SD NEGERI 1 TALANGAGUNG 56 42 12 2 Talangagung

381. SD NEGERI 1 TEGALSARI 28 21 6 1 Tegalsari

382. SD NEGERI 2 ARDIREJO 28 21 6 1 Ardirejo

383. SD NEGERI 2 CEPOKOMULYO 28 21 6 1 Cepokomulyo

384. SD NEGERI 2 CURUNGREJO 28 21 6 1 Curung Rejo

385. SD NEGERI 2 DILEM 28 21 6 1 Dilem

386. SD NEGERI 2 JENGGOLO 28 21 6 1 Jenggolo

387. SD NEGERI 2 KEDUNGPEDARINGAN 28 21 6 1 Kedungpedaringan

388. SD NEGERI 2 KEMIRI 28 21 6 1 Kemiri

389. SD NEGERI 2 KEPANJEN 56 42 12 2 Penarukan

390. SD NEGERI 2 MANGUNREJO 56 42 12 2 Mangunrejo

391. SD NEGERI 2 NGADILANGKUNG 28 21 6 1 Ngadilangkung

392. SD NEGERI 2 PANGGUNGREJO 28 21 6 1 Panggungrejo

393. SD NEGERI 2 SUKORAHARJO 28 21 6 1 Sukoraharjo

394. SD NEGERI 2 TALANGAGUNG 56 42 12 2 Talangagung

(48)

1 2 3 4 5 6 7

396. SD NEGERI 3 ARDIREJO 28 21 6 1 Ardirejo

397. SD NEGERI 3 KEPANJEN 56 42 12 2 Kepanjen

398. SD NEGERI 3 PANGGUNGREJO 28 21 6 1 Panggungrejo

399. SD NEGERI 3 SUKORAHARJO 28 21 6 1 Sukoraharjo

400. SD NEGERI 4 ARDIREJO 28 21 6 1 Ardirejo

401. SD NEGERI 4 KEPANJEN 28 21 6 1 Kepanjen

402. SD NEGERI 4 PANGGUNGREJO 56 42 12 2 Panggungrejo

403. SD NEGERI 5 KEPANJEN 28 21 6 1 Kepanjen

404. SD NEGERI 7 KEPANJEN 56 42 12 2 Kepanjen

405. SD NEGERI JATIREJOYOSO 28 21 6 1 Jatirejoyoso

406. SD NEGERI MOJOSARI 28 21 6 1 Mojosari

407. SD NEGERI PENARUKAN 28 21 6 1 Penarukan

408. SD NEGERI SENGGURUH 56 42 12 2 Sengguruh

409. SD NEGERI 1 JAMBUWER 28 21 6 1 Jambuwer

410. SD NEGERI 1 JATIKERTO 28 21 6 1 Jatikerto

411. SD NEGERI 1 KARANGREJO 28 21 6 1 Karangrejo

412. SD NEGERI 1 KROMENGAN 28 21 6 1 Kromengan

413. SD NEGERI 1 NGADIREJO 28 21 6 1 Ngadirejo

414. SD NEGERI 1 PENIWEN 28 21 6 1 Peniwen

415. SD NEGERI 1 SLOROK 28 21 6 1 Slorok

(49)

1 2 3 4 5 6 7

417. SD NEGERI 2 JATIKERTO 28 21 6 1 Jatikerto

418. SD NEGERI 2 KARANGREJO 28 21 6 1 Karangrejo

419. SD NEGERI 2 KROMENGAN 28 21 6 1 Kromengan

420. SD NEGERI 2 NGADIREJO 28 21 6 1 Ngadirejo

421. SD NEGERI 2 PENIWEN 28 21 6 1 Peniwen

422. SD NEGERI 2 SLOROK 28 21 6 1 Slorok

423. SD NEGERI 3 JAMBUWER 28 21 6 1 Jambuwer

424. SD NEGERI 3 JATIKERTO 28 21 6 1 Jatikerto

425. SD NEGERI 3 KROMENGAN 28 21 6 1 Kromengan

426. SD NEGERI 3 NGADIREJO 28 21 6 1 Ngadirejo

427. SD NEGERI 3 PENIWEN 28 21 6 1 Peniwen

428. SD NEGERI 4 JAMBUWER 28 21 6 1 Jambuwer

429. SD NEGERI 4 KROMENGAN 28 21 6 1 Kromengan

430. SD NEGERI 5 KROMENGAN 28 21 6 1 Kromengan

431. SD NEGERI 1 BEDALI 56 42 12 2 Bedali

432. SD NEGERI 1 KALIREJO 56 42 12 2 Kalirejo

433. SD NEGERI 1 KETINDAN 28 21 6 1 Ketindan

434. SD NEGERI 1 LAWANG 28 21 6 1 Lawang

435. SD NEGERI 1 SIDODADI 56 42 12 2 Sidodadi

436. SD NEGERI 1 SIDOLUHUR 28 21 6 1 Sidoluhur

(50)

1 2 3 4 5 6 7

438. SD NEGERI 1 SUMBERNGEPOH 28 21 6 1 Sumber Ngepoh

439. SD NEGERI 1 SUMBERPORONG 28 21 6 1 Sumber Porong

440. SD NEGERI 1 WONOREJO 56 42 12 2 Wonorejo

441. SD NEGERI 2 BEDALI 56 42 12 2 Bedali

442. SD NEGERI 2 LAWANG 56 42 12 2 Lawang

443. SD NEGERI 2 MULYOARJO 28 21 6 1 Mulyoarjo

444. SD NEGERI 2 SIDODADI 28 21 6 1 Sidodadi

445. SD NEGERI 2 SIDOLUHUR 28 21 6 1 Sidoluhur

446. SD NEGERI 2 SRIGADING 28 21 6 1 Srigading

447. SD NEGERI 2 SUMBERNGEPOH 28 21 6 1 Sumber Ngepoh

448. SD NEGERI 2 TURIREJO 28 21 6 1 Turirejo

449. SD NEGERI 2 WONOREJO 28 21 6 1 Wonorejo

450. SD NEGERI 3 KALIREJO 28 21 6 1 Kalirejo

451. SD NEGERI 3 KETINDAN 28 21 6 1 Ketindan

452. SD NEGERI 3 LAWANG 28 21 6 1 Lawang

453. SD NEGERI 3 MULYOARJO 28 21 6 1 Mulyoarjo

454. SD NEGERI 3 SIDOLUHUR 28 21 6 1 Sidoluhur

455. SD NEGERI 3 SRIGADING 28 21 6 1 Srigading

456. SD NEGERI 3 SUMBERPORONG 56 42 12 2 Sumber Porong

457. SD NEGERI 3 TURIREJO 28 21 6 1 Turirejo

Referensi

Dokumen terkait

Sahib Saesar Anugrah, dan Amrie Firmansyah Pengaruh Pengembangan Karir Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Showroom Lestari Mobilindo Arga Christian Sihotang Pengaruh 4P in

Pemilukada pada kabupaten ini diselenggarkan pada bulan September 2012 yang diikuti oleh banyak calon dari berbagai partai politik, termasuk calon yang masih

Saran yang ingin penulis sampaikan adalah perlu dilakukan analisis zat warna lain yang mungkin terkandung dalam saus tomat P seperti eritrosin atau tartrazin,

Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Anonymous (2011), bahwa penguat cita rasa adalah suatu zat bahan tambahan yang ditambahkan ke dalam makanan

Responden dikelompokan ke dalam tiga skala usaha berdasarkan luasan lahan murbei yang dimiliki, yaitu skala usaha I dengan luas lahan 1 ha di Desa Sukamekar, skala usaha II

Serta Yuliana melalui penelitian skripsinya yang berjudul “Kehidupan Sosial Ekonomi : Masyarakat Nelayan Desa Taluak Kabupaten Padang Pariaman Tahun 1980-2002”, mengkaji

Senada dengan hasil penelitian YKP (Yayasan Kesehatan Perempuan) yang dilakukan di 8 klinik dan 2 rumah sakit dengan melibatkan 1446 klien (dalam artikel aborsi : kebijakan

Prakerin siswa kelas XI TAV di SMKN 5.. Penguasaan mata diklat produktif memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan Prakerin siswa kelas XI di SMK N 5