• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSIDING SEMINAR NASIONAL KE-II HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN KELAUTAN VOLUME 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROSIDING SEMINAR NASIONAL KE-II HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN KELAUTAN VOLUME 1"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk. brought to you by. CORE. provided by Diponegoro University Institutional Repository. SEMINAR NASIONAL KE-II : HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO. PROSIDING KUALITAS ABON IKAN TONGKOL NASIONAL (Euthynnus affinis Cantor) SEMINAR KE-II <$1*',3526(66(&$5$³'((3)5<,1*´'$1³3$1)5<,1*´ HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU KAMAR DAN KELAUTAN. SEMARANG, 4 OKTOBER 2012. Eko Nurcahya Dewi, Maysa Parmawati dan Ratna Ibrahim Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. VOLUME 1. Abstrak Abon ikan adalah hasil olahan berupa serat daging ikan yang halus dan kering dimana proses pembuatannya melibatkan proses perebusan, penggorengan dan penambahan bumbu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perbedaan metode penggorengan selama penyimpanan abon (1, 20, dan 40 hari) pada suhu kamar terhadap nilai mutu organoleptik, angka TBA, nilai intensitas warna (AASC) dan jumlah koloni bakteri (TPC). Rancangan dasar yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan pola percobaan faktorial 2x3 dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan diuji dengan BNJ.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan metode penggorengan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai kenampakan, aroma, nilai TPC dan AASC selama perlakuan penyimpanan kecuali pada perlakuan penyimpanan ke-20 nilai AASC berbeda nyata. Sedangkan nilai TBA pada hari ke-1 dan ke-20 berbeda sangat nyata. $ERQ LNDQ 7RQJNRO PHWRGH SHQJJRUHQJDQ ´SDQ IU\LQJ´ OHELK EDLN dan masih memenuhi persyaratan SNI. Kata kunci : Abon Ikan Tongkol, metode penggorengan, masa simpan. Abstract Spiced shredded fish meat is a kind of preserved food made from spiced fish meat and processed by boiling, frying and filling. The aim of the research was to find out the quality spiced shredded fish meat processed by different methods of frying and the length of the storage time during 1, 20, and 40 days at the room temperature to the organoleptic quality, TBA value, color intensity value (AASC) and the number of bacteria colonies (TPC) of the product. The experiment design used was a Completely Randomized Design with factorial pattern and to find out the differences among the treatments the HSD test was carried out. The result of the research showed that the different frying methods did not give significant influence on the appearance, flavour, TPC, and AASC th values during the storage period. However, the AASC values were differ significantly on the 20 st day of the storage. On the other hand the TBA values were highly significant different on the 1 th and 20 day of the storage. The Spiced shredded Eastern little tuna meat produced by ³pan frying´ method had better quality FRPSDUHGZLWK³GHHSIU\LQJ´PHWKRGDQGthe product still met SNI. Keywords :Spiced shredded Eastern little tuna meat, frying methods, storage life. FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Jl. Prof. Soedarto, SH. Tembalang, Semarang 50275 Tlp/Fax 024-7474698 Web:fpik.undip.ac.id. 52. Teknologi Hasil Perikanan.

(2) SEMINAR NASIONAL KE-II : HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO. PROSIDING SEMINAR NASIONAL KE-II HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN KELAUTAN Abon ikan adalah hasil olahan berupa serat daging ikanDAN yang halus dan kering dimana. Pendahuluan. SEMARANG, 4 OKTOBER 2012 proses pembuatannya merupakan kombinasi antara perebusan dan penggorengan dengan melakukan penambahan bumbu (Herman Arsyad, 1990). Menurut Ketaren (1986), sistem PHQJJRUHQJ EDKDQ SDQJDQ DGD  PDFDP \DLWX ´GHHS IU\LQJ´ GLPDQD EDKDQ \DQJ GLJRUHQJ WHUHQGDP GDODP PLQ\DN GDQ ´SDQ IU\LQJ´ GLPDQD SURVHV SHQJJRUHQJDQ KDQ\D PHQJJXQDNDQ sedikit minyak. VOLUME Kadar lemak abon sangat erat hubungannya1dengan bahan baku yang digunakan (jenis daging) dan ada tidaknya penggunaan minyak goreng dalam proses pembuatannya. Kadar lemak yang terlalu tinggi akan memudahkan terjadinya ketengikan akibat proses oksidasi. Masa simpan abon dapat berlangsung selama 2-3 bulan, bahkan ada yang mencapai 6 bulan. Hal ini bervariasi tergantung dari kandungan zat-zat gizi abon tersebut. Semakin tinggi kandungan lemak, protein dan air semakin besar kesempatan bagi mikroba berkembang (Sudarisman dan Elvina, 1996). 3HQHOLWLDQLQLEHUWXMXDQXQWXNPHQJHWDKXLDGDWLGDNQ\DSHQJDUXKPHWRGHSHQJJRUHQJDQ´GHHS IU\LQJ´GDQ´SDQIU\LQJ´ pada pengolahan abon ikan Tongkol terhadap nilai organoleptik, kadar air, kadar lemak, nilai Tiobarbituric Acid (TBA), nilai intensitas warna (AASC) dan jumlah koloni bakteri (TPC). Bahan dan Metode Bahan baku untuk pembuatan abon adalah ikan Tongkol (E.affinis Cantor) dengan kisaran panjang total 25-40 cm, dengan berat rata-rata 1,25 kg per ekor. Prosedur Pengolahan Abon Ikan Tongkol Prosedurnya adalah sebagai berikut: - Ikan tongkol segar dicuci sampai bersih kemudian dilakukan penyiangan , dibelah dan direbus. Proses perebusan ( 30 menit dengan suhu ± 100 ºC), dilakukan dengan cara mendidihkan air dalam panci yang di dalamnya sudah ditambahkan bumbu-bumbu (daun salam, serai, dan daun jeruk wangi). Perbandingan air : ikan adalah 2 : 1. - Setelah direbus, daging ikan dipisahkan dari duri dan kulit. Untuk mengurangi bau amis ikan tongkol, daging ikan direndam air panas selama 10 menit sebanyak dua kali, kemudian dilakukan proses pengepresan untuk mengurangi jumlah air dalam daging ikan. Perbandingan air panas dan daging ikan adalah 2 : 1. Proses pencabikan daging ikan dilakukan dengan blender agar daging putih dan daging merah bisa bercampur menjadi satu. Pembuatan santan - Santan kental (untuk 1 kg serat daging ikan) : kelapa parut dari satu butir kelapa ditambah 300 mL air, diperas dan dihasilkan santan kental, dimasak sambil diaduk-aduk sampai mendidih. Santan didinginkan dan diambil bagian atasnya (bagian paling kental), sisa santan ditambahkan pada bumbu yang akan diblender. - Santan cair (untuk 1 kg serat daging ikan) : kelapa parut yang telah diambil santan kentalnya ditambah air 900 mL, kemudian diperas dan dihasilkan santan cair. Santan cair dan sisa santan kental ditambahkan pada bumbu yang akan diblender. FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN. Urutan dari pencampuran bumbu adalah sebagai berikut : UNIVERSITAS DIPONEGORO Bumbu-bumbu seperti bawang putih, bawang merah, kemiri, ketumbar halus, lengkuas Jl. garam Prof. Soedarto, SH. Tembalang, Semarang 50275 parut, diblender sampai halus dengan Tlp/Fax 024-7474698 menambahkan 900 mL. Berat daging ikan tongkol dan komposisi bumbu tersaji dalam Web:fpik.undip.ac.id Tabel 1.. Teknologi Hasil Perikanan. 53.

(3) SEMINAR NASIONAL KE-II : HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO. PROSIDING Tabel 1. Berat daging ikan Tongkol dan komposisi bumbu yang KE-II digunakan dalam proses SEMINAR NASIONAL pembuatan abon ikan HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN(%) KELAUTAN Persentase Berat bumbu Berat SEMARANG, 4 OKTOBER(berat 2012 bumbu per berat Bumbu (dalam gram) ikan ikan) 1000 g Daun salam 100 10 Serai 100 10 Daun jeruk wangi 100 10 VOLUME 1 Garam 50 5 Bawang putih 100 10 Bawang merah 50 5 Kemiri 50 5 Ketumbar 5 0,5 Lengkuas parut 10 1 Gula jawa 5 0,5 Gula pasir 150 15 Kelapa parut 280 28 Bumbu diaduk-aduk sampai mendidih kemudian gula pasir, santan rebus kental, dan gula jawa ditambahkan ke dalam bumbu dan dimasak sampai berwarna kecoklatan. Cabikan daging ikan dimasukkan ke dalam campuran bumbu dan diaduk rata sampai campuran bumbu dan daging ikan hampir kering. Selanjutnya dilakukan proses SHQJJRUHQJDQ 8QWXN PHWRGH ´SDQ IU\LQJ´ SURVHV SHQJJRUHQJDQQ\D GLODNXNDQ GHQJDQ menambahkan minyak sebanyak 10 mL (±2 sendok makan) ke dalam campuran bumbu dan daging ikan yang hampir kering agar abon tidak menempel di penggorengan (selama  MDP

(4)  6HGDQJNDQ SDGD PHWRGH ´GHHS IU\LQJ´ FDPSXUDQ EXPEX GDQ GDJLQJ LNDQ \DQJ hampir kering diangkat dari alat penggorengan dan digoreng dalam minyak kelapa sawit panas (200°C) sampai berwarna coklat yaitu selama 10 menit. Perbandingan bahan yang digoreng dengan minyak adalah 1 : 2. Setelah matang diangkat, dilakukan proses pengepresan. Abon ikan yang sudah dingin sebanyak 500 g dikemas dalam kantong plastik ´SRO\HWK\OHQH´ 3HUWHPXDQ DQWDUD WXWXS dan wadah diberi isolasi. Stoples yang sudah berisi abon tersebut kemudian disimpan pada suhu kamar. Hasil dan Pembahasan Nilai Uji Kesukaan Abon Ikan Tongkol (Euthynnus affinis Cantor) Kenampakan Niilai rata-rata spesifikasi kenampakan abon ikan Tongkol tersaji pada tabel berikut ini. Tabel 2. Nilai rata-rata spesifikasi kenampakan abon ikan Tongkol dengan metode penggorengan yang berbeda selama penyimpanan pada suhu kamar Lama Penyimpanan (hari) T1 T20 T40. 54. Metode Penggorengan. DF PF FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN 7,2 ± 0,10 a A 7,2 ± 0,00 a B UNIVERSITAS DIPONEGORO 7,0 ± 0,00 b ASemarang 50275 7,3 ± 0,19 b B Jl. Prof. Soedarto, SH. Tembalang, 7,2 ± 0,17 c B Tlp/Fax 024-74746986,9 ± 0,10 c A Web:fpik.undip.ac.id. Teknologi Hasil Perikanan.

(5) SEMINAR NASIONAL KE-II : HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO. PROSIDING Keterangan : SEMINAR NASIONAL KE-II DF: deep frying HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN KELAUTAN PF: pan frying SEMARANG, OKTOBER 2012 deviasi Nilai tersebut merupakan rata-rata dari 4 tiga ulangan ± standar Data dengan huruf kecil yang sama pada baris yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata (p > 0,05) Data dengan huruf besar yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata (p > 0,05). VOLUME 1. Nilai uji mutu organoleptik spesifikasi kenampakan menunjukkan bahwa pada penyimpanan hari ke-1, 20, 40 tidak terdapat perbedaan antara abon yang digoreng dengan PHWRGH³GHHSIU\LQJ´GDQPHWRGH³SDQIU\LQJ´. Panelis memberikan penilaian yang sama karena kedua jenis abon termasuk dalam kisaran warna abon yang disukai panelis. Menurut Made Astawan (1988), abon mempunyai aneka warna, dari coklat kehitaman sampai coklat muda. WDUQD  SURGXN \DQJ GLJRUHQJ GHQJDQ PHWRGH ³GHHS IU\LQJ´ sedikit lebih gelap yaitu coklat kehitaman GDULSDGDDERQ\DQJGLJRUHQJGHQJDQPHWRGH³SDQIU\LQJ´ coklat lebih muda. Aroma Rata-rata nilai spesifikasi aroma abon ikan Tongkol tersaji pada tabel 3. Tabel 3.. Nilai rata-rata spesifikasi aroma abon ikan Tongkol dengan metode penggorengan yang berbeda selama penyimpanan pada suhu kamar Lama Penyimpanan. Metode Penggorengan. (hari). DF. PF. T1. 7,3 ± 0,19 a. 7,4 ± 0,10 a A. T20. 7,0 ± 0,00 b. 7,2 ± 0,17 b A. T40. 6,7 ± 0,17 c. 7,0 ± 0,00 c A. Keterangan : DF: deep frying PF: pan frying Nilai tersebut merupakan rata-rata dari tiga ulangan ± standar deviasi Data dengan huruf kecil yang sama pada baris yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata (p > 0,05) Data dengan huruf besar yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata (p > 0,05). Komposisi Proksimat Abon Ikan Tongkol (Euthynnus affinis Cantor) Hasil komposisi proksimat abon ikan Tongkol tersaji dalam Tabel 4. Tabel 4. Komposisi proksimat abon ikan Tongkol yang digoreng menggunakan metode berbeda Hasil Analisa FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN Parameter DF PF Syarat SNI*. UNIVERSITAS DIPONEGORO 4,0983 ± 0,4662 6,2584. Kadar air. Jl. Prof. Soedarto, SH. Tembalang, Semarang 50275 Kadar abu 5,3565 ± 0.2145 6.3341 ± 0,2105 Tlp/Fax 024-7474698 Kadar protein 29,9803 ± 2,3779 46,3772 ± 1,3799 Web:fpik.undip.ac.id. Maks 7. Kadar lemak. Maks 30. 23,855 ± 0,9052. Teknologi Hasil Perikanan. ± 0,1173. 18,0709 ± 1,1202. Maks 7 Min 15. 55.

(6) SEMINAR NASIONAL KE-II : HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO. PROSIDING Keterangan : SEMINAR NASIONAL KE-II DF: deep frying HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN PF: pan frying hasil merupakan rata-rata tiga ulangan ±SEMARANG, standar deviasi4 OKTOBER 2012 * Sumber : SNI 01-3707-1995. KELAUTAN. $QDOLVLV³7KLREDUELWXULF$FLG´ 7%$

(7) Grafik nilai TBA abon ikan Tongkol dengan metode penggorengan yang berbeda selama VOLUME 1 penyimpanan tersaji pada Gambar 1.. Angka TBA (mg malonaldehide/kg minyak). 4 3.5. 3.2576. 3.3413. 3 2.5 2. 2.542. DF. 2.2402 1.4812. 1.5. PF. 1.3679. 1 0.5 0 1. 20. 40. Lama Penyimpanan (hari). Gambar 1. Nilai TBA Abon Ikan Tongkol dengan Metode Penggorengan yang Berbeda Selama Penyimpanan Suhu Kamar. 6HPDNLQODPDSHQ\LPSDQDQQLODL7%$SURGXN´GHHSIU\LQJ´PHQJDODPLSHQXUXQDQVDPSDL nilai terendah pada hari ke-40 yaitu berturut-turut menunjukkan nilai 3,2576; 2,5420; 1,4812 (mg malonaldehid/kg sampel). Penurunan ini bukan berarti terjadi penurunan tingkat oksidasi lemak, tetapi malonaldehide telah bereaksi untuk membentuk komponen yang menunjukkan bahwa oksidasi lemak sudah berlanjut yaitu terjadinya komponen yang berflurence yang dapat mHQLPEXONDQ ZDUQD FRNODW JHODS 6HGDQJNDQ QLODL 7%$ SURGXN DERQ ´SDQ IU\LQJ´ PHQJDODPL fluktuasi dengan menunjukkan nilai 2,0402; 3,3413; 1,3679 (mg malonaldehid/kg sampel). Nilai TBA produk masih berada pada kisaran nilai TBA yang diperbolehkan. Menurut Sri Raharjo (2004), nilai batas maksimal angka TBA adalah 0,5-6,3 mg malonaldehid/kg sampel, tetapi menurut Tarladgis et al., (1990), pengukuran TBA pada beberapa kasus ternyata tidak konsisten untuk menunjukkan tingkat ketengikan. Analisis Intensitas :DUQD ³$FHWLF$FLG6ROXEOH&RORU´

(8)  +DVLO XML %1- SDGD SHQJJRUHQJDQ ³GHHS IU\LQJ´ SHQ\LPSDQDQ   GDQ  KDUL menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (p<0.01) demikian juga terjadi pada abon ikan yang GLJRUHQJ GHQJDQ PHWRGH ³SDQ IU\LQJ´ 6HODPD SHQ\impanan 40 hari terjadi kenaikan intensitas FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN warna. Kenaikan intensitas warna kemungkinan disebabkan karena terjadi proses pembentukan UNIVERSITAS malonaldehid yang merupakan produk sekunderDIPONEGORO autoksidasi lemak. Kecepatan reaksi dekomposisi Jl. Prof. Soedarto, SH. Tembalang, Semarang 50275 hidroperoksida menjadi malonaldehide dan penurunan yang terjadi di akhir penyimpanan diduga Tlp/Fax 024-7474698 disebabkan reaksi antara malonaldehide dengan asam amino berjalan lebih cepat untuk membentuk warna coklat.Web:fpik.undip.ac.id. 56. Teknologi Hasil Perikanan.

(9) SEMINAR NASIONAL KE-II : HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO. PROSIDING Hasil analisa intensitas warna (AASC) abon ikanKE-II Tongkol selama penyimpanan tersaji SEMINAR NASIONAL dalam gambar berikut ini:. HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN KELAUTAN Intensitas Warna (AASC). 0.4. SEMARANG, 4 OKTOBER 2012 0.3378. 0.35 0.2992. 0.3. 0.3170. 0.25 0.2. 0.2490. 0.1598. DF. VOLUME 1. PF. 0.15 0.1412. 0.1 0.05 0 1. 20. 40. Lama Penyimpanan (hari). Gambar 2. Nilai AASC Abon Ikan Tongkol dengan Metode Penggorengan yang Berbed Selama Penyimpanan Suhu Kamar 0HQXUXW 0D¶UXI 

(10)  EDKZD VHQ\DZD DOGHKLG \DQJ WHUEHQWXN GDODP SURVHV RNVLGDVL salah satunya adalah malonaldehid yang sangat reaktif dan mampu membentuk ikatan silang dengan protein meskipun reaktifitasnya masih lebih rendah daripada radikal bebas. Analisa Jumlah Koloni Bakteri (TPC) Grafik jumlah koloni bakteri abon ikan dengan metode penggorengan yang berbeda selama penyimpanan tersaji pada gambar 3. 4.0000 3.3500. Jumlah Koloni bakteri. 3.5000. 2.9600 3.4300. 3.0000 2.5000. 2.2000. 2.0000. 2.1900. 2.8700 DF PF. 1.5000 1.0000 0.5000 0.0000 1. 20. 40. Lama Penyimpanan (hari). Gambar 3. Jumlah Koloni Bakteri Abon Ikan Tongkol dengan Metode Penggorengan yang Berbeda Selama Penyimpanan pada Suhu Kamar +DVLOXML%HGD1\DWD-XMXU %1-

(11) SDGDSHUODNXDQPHWRGHSHQJJRUHQJDQ´GHHSIU\LQJ´SDGD FAKULTAS DANke-40 ILMU KELAUTAN penyimpanan hari ke-1 denganPERIKANAN ke-20, hari ke-1 dengan menunjukkan hasil berbeda sangat nyata (p<0,01), sedangkan pada penyimpanan hari ke-20 dengan ke-40 menunjukkan tidak UNIVERSITAS DIPONEGORO EHUEHGD Q\DWD S!

(12)  +DVLO XML %1- SDGD SHUODNXDQ SHQJJRUHQJDQ ´SDQ IU\LQJ´  Penunjukkan Jl. Prof. Soedarto, SH. Tembalang, Semarang 50275 perbedaan yang sangat nyata (p<0,01) antar waktu penyimpanan Perbedaan ini diduga karena Tlp/Fax 024-7474698 adanya bakteri masih dalam fase lag dalam produk akibat kontaminasi setelah pemasakan. Fase Web:fpik.undip.ac.id lag merupakan fase pertumbuhan awal bakteri. Di dalam fase ini bakteri melakukan penyesuaian terhadap keadaan lingkungannya. Menurut Winarno (1994), bahwa mikroba yang mencemari. Teknologi Hasil Perikanan. 57.

(13) SEMINAR NASIONAL KE-II : HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO. PROSIDING makanan memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyesuaikanKE-II diri terhadap lingkungan SEMINAR NASIONAL sekitarnya. Sedangkan pada penyimpanan hari ke-20 dengan ke-40 tidak menunjukkan perbedaan HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN KELAUTAN nyata. Hal ini diduga karena kadar air selama penyimpanan juga menunjukanDAN tidak berbeda nyata SEMARANG, sehingga pertumbuhan mikroba tidak berjalan cepat. 4 OKTOBER 2012 Kesimpulan 3HUODNXDQ SHQJJRUHQJDQ DERQ LNDQ 7RQJNRO PHWRGH ´GHHS IU\LQJ´ GDQ ´SDQ IU\LQJ´ WLGDN VOLUME 1 Angka TBA produk yang memberikan pengaruh terhadap nilai kenampakan dan aroma produk. GLJRUHQJGHQJDQPHWRGH´GHHSIU\LQJ´SDGDKDULNH-1 (3,25 mg malonaldehid/kg sampel) berbeda nyata (p<0,01) dari produk yang digoreng dengan meWRGH ´SDQIU\LQJ´ PJPDORQDOGHKLGNJ sampel). Perlakuan metode penggorengan abon tidak memberikan pengaruh yang nyata (p>0,05) terhadap nilai AASC dan TPC selama perlakuan penyimpanan kecuali pada penyimpanan hari ke1LODL$$6&SURGXN´SDQIU\LQJ´ 

(14) OHELKUHQGDKVHFDUD VDQJDWQ\DWDGLEDQGLQJNDQSURGXN ´GHHS IU\LQJ´ 

(15)  6DPSDL SHQ\LPSDQDQ KDUL NH-40 nilai TPC kedua produk masih berada dibawah batas nilai SNI yang disyaratkan.. Daftar Pustaka Herman Arsyad. 1990. Penuntun Pengolahan Ikan. Mahkota, Jakarta. Ketaren. 1986. Minyak dan Lemak Pangan. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta, 124 hlm. Made Astawan. 1988. Teknologi Pengolahan Pangan Hewani Tepat Guna. Akademika Pressindo. Bogor. 150 hlm.. Sri Raharjo. 2004. Kerusakan Oksidatif pada Makanan. Pusat Studi Pangan dan Gizi. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 159 hlm. Sudarisman, T dan Elvina. 1996. Petunjuk Memilih Produk Ikan dan Daging. Penebar Swadaya, Jakarta. 85 hlm. Suhardiyono. 1988. Tanaman Kelapa Kanisius,Yogyakarta. 171 hlm.. Budidaya. dan. Pemanfaatannya.. Penerbit. Tardlagis, B. G. Watts, B. M. and Yonathan, M. T. (1960) Adistillation Method for the Qantitative Determination of Malonaldehyde in Rancid Foods. Journal of American Oil Chemist Society. hal 44-48. Winarno, F.G. 1994. Sterilisasi Komersial Produk Pangan. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 165 hlm.. FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Jl. Prof. Soedarto, SH. Tembalang, Semarang 50275 Tlp/Fax 024-7474698 Web:fpik.undip.ac.id. 58. Teknologi Hasil Perikanan.

(16) PROSIDING SEMINAR NASIONAL KE-II HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN KELAUTAN SEMARANG, 4 OKTOBER 2012. VOLUME 1. FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Jl. Prof. Soedarto, SH. Tembalang, Semarang 50275 Tlp/Fax 024-7474698 Web:fpik.undip.ac.id.

(17) PROSIDING DAFTAR ISI SEMINAR NASIONAL KE-II VOLUME I HASIL-HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN KELAUTAN 1. EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM SEMARANG, 4 OKTOBER 2012PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN DAN BUDIDAYA UDANG (STUDI KASUS DI PROVINSI LAMPUNG) Anytha Purwareyni Umbas, Johannes Hutabarat, Tri Winarni Agustini ....................................1-11 2. PENGARUH WAKTU ULTRASONIK TERHADAP FERMENTASI ETANOL DARI WASTE VOLUME 1 MIKROALGA (Chlorella sp) HASIL EKSTRAKSI MINYAK Cenny Putnarubun, Poniah Andayaningsih, Hery Haerudin ....................................................... 12-18 3. ANALISA KANDUNGAN GIZI DAN SENYAWA BIOAKTIF KEONG BAKAU (Telescopium telescopium) DI SEKITAR PERAIRAN BANGKALAN Hafiluddin ......................................................................................................................................................... 19-26 4. PENGARUH PENAMBAHAN KOMPONEN FENOLIK TEROKSIDASI TERHADAP KARAKTERISTIK GEL SURIMI IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Ima Wijayanti, Joko Santoso, Agus M. Jacoeb ........................ ............................................................ 27-34 5. PEMANFAATAN KULIT NILA MERAH TERSAMAK MIMOSA SEBAGAI BAHAN BAKU IKAT PINGGANG DAN TALI JAM Irfan Zidni, Ustadi, Latif Sahubawa .......................................... ...............................................................35-51 6. KUALITAS ABON IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis Cantor) YANG DIPROSES SECARA Dz 

(18)  dzDz 

(19)  dz

(20)   Eko Nurcahya Dewi, Maysa Parmawati, Ratna Ibrahim ................................................................ 52-58 7. PENGARUH KADAR ABU GOSOK SELAMA PEREBUSAN DAN LAMA PERENDAMAN AIR TERHADAP KADAR TANIN BUAH DAN TEPUNG MANGROVE (Avicennia marina) Endang Supriyantini, Nirwani dan Yanuar Sandy Perdana ..........................................................59-66 8. ANALISIS EFISIENSI USAHA PENANGKAPAN IKAN DENGAN MENGGUNAKAN GILL NET DAN MINI PURSE SEINE DI PPI TANJUNGSARI, KAB. PEMALANG, Agung Budi Nugroho, Ismail dan Aristi Dian PF.......................... ..................................................... 67-76 9. ANALISIS HUKUM DAN KELEMBAGAAN PENEGAKAN HUKUM DI BIDANG PERIKANAN Akhmad Solihin, Thomas Nugroho, Lutfhi Brilliant Wanda ......................................................... 77-84 10. ANALISIS MANAJEMEN WAKTU (STUDI KASUS: OPTIMASI SCHEDULING) WAKTU PENANGKAPAN IKAN TUNA / CAKALANG DENGAN PANCING TONDA DI PERAIRAN PALABUHANRATU SUKABUMI JAWA BARAT Berlin Dewan Fridiary, Ismail, Herry Boesono ................................................................................. 85-91 11. ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL UNIT PENANGKAPAN IKAN PAYANG DI FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN PALABUHANRATU Diniah dan Mochammad Prihatna Sobari ........................................................................................ 92-100 UNIVERSITAS DIPONEGORO Jl. Prof. Soedarto, SH. Tembalang, Semarang 50275 12. ANALISISTlp/Fax KECENDERUNGAN PRODUKSI PER UNIT UPAYA PENANGKAPAN (TREND 024-7474698 CPUE) IKAN CUCUT DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA KEJAWANAN CIREBON Web:fpik.undip.ac.id Moch Taufik, Abdul Ghofar, Pujiono Wahyu Purnomo ............................................................. 101-110.

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Dilihat dari tingkat inflasi maka dapat disimpulkan bahwa inflasi yang terjadi pada tahun 2005 sampai tahun 2011 di Provinsi Riau khususnya di Kota Dumai dan di Kota

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesiapan untuk menjadi guru profesional PJOK mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu

Hal ini diduga bahwa pada limbah cair sagu terdapat bakteri pengurai yang hidup secara alami dan apa bila suatu zat cair dibiarkan maka kondisinya akan

[r]

[r]

animas - animasi pada pembelajaran akan membuat daya tarik para murid murid untuk.. bisa memahami

[r]

Analisis Perencanaan dan Penganggaran Program Kesehatan Ibu dan Anak pada Puskesmas di Kota Banjar Barat Tahun 2007, Tesis Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat