Pencegahan Perkawinan
Anak melalui Forum Anak
sebagai
Pelopor dan Pelapor
Dr. Hamid Patilima
(Tim Ahli Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak)
Latar Belakang
Eksploitasi
bentuk lain
(P.36 KHA)
Pengabaian
hak anak atas
pengasuhan
(P.5KHA)
Pengabaian
hak anak atas
kesehatan
(P.24KHA)
Pengabaian
hak anak atas
pendidikan
(P.28,29KHA)
Kekerasan
Anak
(P.19.KHA)
Berdampak
Adanya:
Pekerja Anak
(P.32 KHA)
Eksploitasi
Seksual Anak,
Pornografi
Anak
(P.34KHA)
Perdagangan
Anak
(P.35KHA)
Kualitas SDM
Rendah dan
berpengaruh
pada IPM
Sumber Masalah
Belum optimalnya
BKB&BKR/sejenis
sumber belajar
orang tua remaja;
Orang tua remaja memiliki keterbatasan
sumber pendapatan kurang didukung
progam pemberdayaan yang
optimal&memadai dari Kementerian dan
OPD teknis kapasiitas, permodalan,
pengawasan produk, penyediaan pasar dan
showroom/promosi produk dari orang tua;
Rendahnya
pengawasan orang
tua, keluarga, dan
masyarakat anak
remaja;
Hilang sosok & peran tetua adat
memperkenalkan nilai-nilai tradisi
yang meninggikan martabat
kemanusiaan ada justru manipulasi
tradisi sebagai pembenaran;
Rendahnya kepedulian Kementerian
dan OPD Teknis dalam
menganggarkan program
pencegahan, penanganan, dan
pemberdayaan;
Belum terharmonisasi
peraturan
perundang-undangan dalam
Penghapusan Perkawinan
Anak;
Anak belum menjadi mitra
dalam penyusunan kebijakan
dan program nasional bidang
perlindungan anak di setiap
kementerian dan OPD teknis
Dasar Hukum
As-Saffat (37):
102
KHA: 12
UU34/2014: 24
• Hormat
• kurban
• Pikirkan & Berpendapat
• menjamin anak-anak mampu
membentuk pandangan sendiri
• hak menyatakan pendapat (sesuai
dengan usia & kematangan).
• menjamin Anak hak menyampaikan
pendapat
Apa jalan
keluarnya?
kabupaten/kota
dengan
sistem
pembangunan
yang
menjamin
pemenuhan hak
Anak dan
perlindungan
khusus Anak
yang
dilakukan secara
terencana,
menyeluruh, dan
berkelanjutan
.
Kabupaten Kota Layak Anak
Sumber: KPPPA, 2019
6/23
14/3
3
13/19
9/12
7/7
6/11
1410
6/17
7/15
4/7
8/8
6/6
25/27
32/35
5/5 35/38
3/14
2/14
8/10
1/5
8/13
6/15
1/6
0/13
0/6
1/17
7/9
4/10
1/22
1/10
2/11
0/13
1/29
15/24
dari
435 Evaluasi
Mandiri (85% dari
total 514
Kab./Kota
247 Kabupaten/ Kota:
Penganugerahan KLA Kategori:
• 3 Utama
•
23 Nindya
• 86 Madya
• 135 Pratama
Pasal 21 UU 35/2014
drafPepresKLA, 2018
Hak Sipil
Kebebasan
Lingkungan
Keluarga &
Pengasuhan
Alternatif
Kesehatan
Dasar &
Kesejahteraan
Pendidikan,
Pemanfaatan
Waktu Luang
& Kegiatan
Budaya
Perlindungan
Khusus
KELEMBAGAAN
1. Perda KLA; 2. Terlembaga KLA; 3. Keterlibatan Masy, Dunia Usaha & Media
4. Akta Kelahiran 5. Informasi Layak Anak
6. Partisipasi Anak 7. Perkawinan Anak 8. Lembaga Konsultasi bg Ortu/Keluarga 9. Lembaga Pengasuhan Alternatif 10. PAUD-HI 11. Infrastruktur Ramah Anak
12. Persalinan di Faskes 13. Prevalensi Gizi 14. PMBA 15. Faskes dgn Pelayanan Ramah Anak 16. Air Minum dan
Sanitasi 17. KTR dan IPS Rokok 18. Wajar 12 Th 19. SRA 20. PKA 21. Peraturan Perundangan Perlindungan AnakKorban Pornografi & Situasi Darurat 22. Penyandang Disabilitas 23. ABH, Terorisme, Stigma 24. Korban Kekerasan & Eksploitasi
24 Indikator Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA)
Kluster I
Kluster II
Kluster III
Kluster IV
Kluster V
7
Sumber: KPPPA, 2019
Forum
Anak
34 Provinsi
451
kabupaten/k
ota
1.284
kecamatan
2.098 desa/
kelurahan
Sumber: KemenPPPA, 2020
• Pengurus Forum Anak Nasional:perwakilan dari anak aktif berorganisasi, kelompok
kegiatan atau sanggar kegiatan seni-budaya dan olahraga.
• Alumni Pemimpin Muda Indonesia, Alumni Penulis Muda Indonesia, Osis
SMP
,
Osis
SMA
, Osis Madrasah Tsanawiyah, Osis Madrasah Aliyah, Alumni
Paskibraka,
Pramuka
, PIK Remaja, Palang Merah Remaja, Remaja Masjid, Muda
Mudi Kristen Katolik (MUDIKA), Sanggar kegiatan anak, Perkumpulan olahraga
anak, dan kelompok lain sesuai potensi daerah
Forum Anak Nasional (FAN)
organisasi anak dibina
oleh Pemerintah Republik
Indonesia (Kementerian
Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak)
menjembatani komunikasi
dan interaksi antara
pemerintah dengan
anak-anak di seluruh Indonesia
pemenuhan hak partisipasi
anak.
Forum Anak:
•
Desa/Kelurahan,
•
Kecamatan,
•
Kabupaten/Kota,
•
Provinsi
•
Nasional
Doc., Ist, 2020
Partisipasi Anak
Peran Forum Anak
Kampanye
Penguatan
teman sebaya
Narasumber
• Sarapan pagi
• Pentingnya Zat Besi
• Hindari mak.&min. Instan
• Reproduksi Sehat
• Wajib Belajar 12 Tahun
• Zero Pekerja Anak&Eksploitasi
• Pengenalan Hak Anak dan
Perlindungan Khusus
• Lokal
• Nasional
• Regional
• Internasional
PATBM/sejenis
Satgas PPA
Dinas PPPA Kab./Kota
Dinas PPPA Provinsi
KemenPPPA
(Smart City 112)
• Perkawinan Anak
• Gizi buruk
• Putus sekolah
• Kekerasan
• BPTA/PA
Bentuk Aksi Forum
Anak di berbagai
tingkat
Tingkat Desa, Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional, dan Internasional,
Down to Zero, 2016
Yayasan Galang Anak Semesta
(Gagas) yang bermitra dengan
Yayasan Plan Internasional Indonesia
Keterlibatan anak dalam LPAD yang
beranggotakan dari perwakilan warga,
seperti guru, tokoh agama, tokoh adat,
ibu rumah tangga, bidan;
LPAD menangani pencegahan
perkawinan anak, juga kasus anak
lainnya;
Lokasi: Kuta, Waja Gesang, dan Batu
Layar Barat selanjutnya tersebar di
Kabupaten Lombok Tengah (Desa Kuta
dan Rembitan, Kecamatan Pujut, dan
Desa Waja Gesang, Kecamatan
Kopang) serta Kabupaten Lombok
Barat (Desa Batu Layar Barat, Sengigi,
dan Senteluk, Kecamatan Batu Layar).
LPAD berupaya melakukan
pencegahan perkawinan usia
anak, karena budaya kawin lari
(merariq kodeq) di desa
Indonesia Tourism
Development Corporation
(ITDC) yang mengelola area
wisata Mandalika
Sumber: Laporan Tahunan GT PPTPPO, KemenPPPA 2018
Ketua Forum Anak Kota Tanjungpinang,
Marsyantya Haleza Mawa
-Sumber: https://batamtoday.com/ - 9/2020
Pencegahan Perkawinan Anak
Forum Anak Provinsi Bengkulu
• Membangun komunikasi
orang tua PSBB
(lebih banyak waktu
dihabiskan bersama
keluarga)
• Berdiskusi dengan teman
sebaya isu remaja
• Mengikuti kegiatan positif
Anak berperan
mencegah masalah
perkawinan anak:
•Ruang aman forum belajar dan sumber informasi yang valid;
•Tersedian bahan pembelajaran kesehatan seksual dan reproduksi yang menyeluruh di sekolah;
•Kebijakan yang memberikan sanksi tegas bagi pelaku perkawinan anak;
•Penguatan fungsi keluarga, yaitu fungsi perlindungan dan mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal
Pencegahan dengan
dukungan dari
pemerintah, maupun
sekolah:
• isu strategis erat dengan
Hak Kesehatan Seksual dan
Reproduksi (HKSR)
perempuan:
• Angka Kematian Ibu (AKI),
• Stunting,
• Angka Kekerasan Seksual
dan
• KDRT.
Isu perkawinan anak
https://www.mampu.or.id/
Yayasan PUPA Bengkulu
SAI 2020
(Suara Anak Indonesia)
• Forum Anak Desa/Kelurahan, Kecamatan,
Kabupat/Kota, Provinsi, dan Nasional
• Isu Prioritas
• Media - Online
Dalam puncak Peringatan HAN 2020, anak-anak Indonesia menyampaikan 12 butir Suara Anak Indonesia Tahun 2020: 1. Memohon kepada pemerintah untuk mengoptimalkan pemerataan akta kelahiran di seluruh Indonesia;
2. Memohon kepada pemerintah, masyarakat, dan keluarga untuk memberikan ruang berpendapat kepada anak dalam berbagai aspek, serta direalisasikan seoptimal mungkin;
3. Mengajak pemerintah, masyarakat, dan keluarga untuk mengoptimalkan edukasi, pengawasan, dan penyebaran informasi layak anak;
4. Mengajak pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan edukasi,
pengawasan, serta implementasi dari revisi Undang-Undang tentang
Perkawinan untuk menekan angka perkawinan usia anak;
5. Mendukung pemerintah dan seluruh masyarakat untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana penunjang Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), serta memberikan pengasuhan alternatif kepada anak terdampak Covid-19 dengan memerhatikan kesiapan anak dalam menghadapi tatanan normal baru;
6. Mendukung penuh pemerintah untuk meningkatkan penanganan kesehatan mental serta fisik anak melalui penyebaran informasi protokol kesehatan, mempercepat akses air bersih secara menyeluruh, dan menjaga kebersihan lingkungan;
7. Forum Anak bekerja sama dengan pemerintah untuk memonitor dan memperketat peraturan terkait Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok (IPSR) di seluruh wilayah Indonesia;
8. Memohon kepada pemerintah untuk memeratakan akses internet dan menyesuaikan kurikulum untuk pembelajaran jarak jauh dengan mempertimbangkan keadaan daerah masing-masing;
9. Memohon kepada pemerintah untuk melakukan pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan ke daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), serta meningkatkan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus;
10. Mengajak pemerintah, masyarakat, dan keluarga di seluruh Indonesia untuk meningkatkan edukasi dan skill parenting terhadap pola asuh anak, serta menolak segala bentuk kekerasan anak;
11. Mengajak pemerintah, tenaga kependidikan, dan masyarakat Indonesia untuk mengoptimalkan pemberian edukasi dan menolak segala bentuk perundungan terhadap anak di lingkungan sekolah, masyarakat, dan media sosial;
12. Mendukung pemerintah untuk meningkatkan perhatian kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), baik dalam pelayanan kesehatan dan pembuatan konten pendidikan yang ramah disabilitas.