Rancangan Penelitian
Ekperimental
Rancangan Penelitian Ekperimental
Mempunyai Ciri
Manipulasi suatu variabel
Monitor perubahan pada variabel lain
Pengendalian pengaruh variabel yang tidak
dikehendaki dengan rancangan penelitian atau
dengan pengujian statistik
Pembagian Variabel dalam Rancangan Eksperimental
Variabel (V) tercoba (V. tergantung, V. terpengaruh,
efek, criterion variable, post test) : V. yg dipelajari
performance-nya (efek) akibat perlakuan pada
variabel lain
V. Eksperimental : V. yang dimanipulasi
performance-nya untuk dipelajari efeknya pada
variabel tercoba
Variabel non-eksperimental
V yang diketahui atau secara teoritis mempunyai
pengaruh terhadap variabel tercoba, tetapi tidak
diinginkan pengaruhnya
Dikenal 2 macam
V terkendali : V luar yang dapat dikendalikan
pengaruhnya oleh peneliti
V tak terkendali : V yang pengaruhnya tidak dapat
dikendalikan
Variabel non-eksperimental
Pengendalian variabel luar dapat dilakukan dengan
Pengujian statistik
Rancangan penelitian : pengendalian yang diupayakan
untuk menyamakan kondisi variabel tersebut pd
subyek-subyek perlakuan dengan subyek-subyek-subyek-subyek kontrol. Dapat
dilakukan dengan berbagai alternatif
Dengan pembatasan subyek
Dengan randomisasi
Dengan matching
Kapasitas Vital
Paru
Tinggi Badan Olah Raga Berat Badan Umur Genetik Jenis Kelamin H1 : ada pengaruh olah raga terhadap besarnya kapasitas vital paruHo : tidak ada pengaruh olah raga terhadap besarnya kapasitas vital paru
: rancangan penelitian : statistik
Macam Perlakuan (manipulasi)
Perlakuan eksperimental lawan tanpa
perlakuan
Perlakuan eksperimental lebih banyak lawan
perlakuan eksperimental lebih sedikit
Perlakuan eksperimental lawan perlakuan
lain
KP : X Op KK : (-) Ok KP : XXX Op KK : X Ok KP : X Op KK : Z OkValiditas Rancangan Eksperimental
• Gangguan terhadap validitas Interna
– Faktor history
– Faktor maturasi : perubahan fisik maupun psikis
– Faktor pengujian : rancangan pre-post
– Faktor instrumentasi
– Faktor mortalitas
– Faktor seleksi diferensial : peneliti sejak awal
menggunakan subyek yang mempunyai variabel
tercoba yang berbeda
Validitas Rancangan Eksperimental
• Gangguan terhadap validitas eksterna
– Interaksi uji awal dengan perlakuan : pada
rancangan ulang
– Interaksi antara seleksi dangan perlakuan : bias
pemilihan subyek
– Keadaan atau pengaturan yang terlalu spesifik :
subyek diperhatikan atau diberikan perlakuan
khusus menimbulkan motivasi yang tidak wajar
– Faktor perlakuan ganda : washing kurang efektif
Dihindari
Rancangan Penelitian palsu (Praekperimental)
– Rancangan “perlakuan” tunggal
(x) O
– Rancangan “perlakuan” ulang
O (x) O
– Rancangan “perlakuan’ statik
(x) O
Rancangan Penelitian Eksperimental
Rancangan Eksperimental Murni
Rancangan dengan 1 variabel perlakuan
Rancangan perlakuan sederhana Rancangan Pra-pasca perlakuan Rancangan Perlakuan Solomon
Rancangan Perlakuan Random Silang
Rancangan dengan 2 atau lebih variabel
Rancangan Eksperimental Kuasi (semu)
Rancangan pra-pasca perlakuan non random
Rancangan pengamatan Seri
Rancangan pengamatan Seri berkontrol
Rancangan perlakuan sama subyek
Rancangan silang non random
Rancangan Penelitian Eksperimental
( satu variabel)
Rancangan
eksperimental
sederhana
Rancangan
eksperimental Ulang
Rancangan Penelitian Eksperimental
( satu variabel)
Rancangan eksperimental Solomon
O-1 O-4 O-2 O-3 (X) (-) R R R (X) (-) O-5 O-6Desain Uji Klinik Menyilang
SUBYEK R Kelompok Perlakuan Kelompok Kontrol Kelompok Kontrol Kelompok Perlakuan Efek ? Efek ? Efek ? Efek ? B A B” A”Rancangan Penelitian Eksperimental
( dua / lebih variabel)
Perbedaan Pengaruh
berbagai dosis antara
dopamin dengan
dobutamin terhadap
aliran darah ginjal
Jenis obat
Dosis obat
Teknik Sampling
(Cara Pengambilan Sampel)
2 cara :
probabilistik (random)
Tidak bertujuan generalisasi/inferensi
Analisis deskriptif
Macam :
•
Accidental Sampling
•
Judgmental (Purposive) Sampling
•
Quota Sampling
SAMPLING PROBABILISTIK (RANDOM)
1. Sampling random sederhana
(
Simple Random Sampling
)
2. Sampling random sistematik
(
Systematic Random Sampling
)
3. Sampling random berstrata
(
Stratified Random Sampling
)
4. Sampling random rumpun
SIMPLE RANDOM SAMPLING
Prinsip :
mengambil sejumlah n elemen dari
sejumlah N elemen secara random
kerangka sampling atau ”frame”
tabel bilangan random atau
komputer atau kalkulator
SIMPLE RANDOM SAMPLING
POPULASI SAMPEL LOTRE/ BIL. RANDOM****
* *************
* * * ********* *****
* ** ***********
* * ****
* * *
* * *
*
SYSTEMATIC RANDOM SAMPLING
Mirip Simple Random Sampling
Menggunakan Cara Sistematis
Unit Sampel 1
: Simple Random
Unit Sampel 2, 3, ..., dst secara
sistematis dengan interval tertentu
1 k 2k 3k 4k 5k 6k ... N-k N Subyek ke-1 Simple random Su by ek ke - n k k k k k k
•
Populasi sebesar N diambil sampel sebesar n
•Membuat n subpopulasi dengan jumlah anggota
tiap subpopulasi = k = N/n tiap subpopulasi
diambil 1 subyek
•
Dari subpopulasi pertama diambil 1 subyek secara
simple random
•
Subyek berikutnya diambil dengan interval k
sesudah subyek pertama diperoleh sampel
sebesar n
STRATIFIED RANDOM SAMPLING
- + * - + *
* * - + + - *
* - - * + + -
+ + + * - * -
* - - *
* * *
* * *
- - -
- - - -
+ + +
+ + +
+ - +*
* - - *
+ + - -
stratifikasi randomisasiSTRATIFIED RANDOM SAMPLING
populasi bisa dipisah menurut
stratifikasi tertentu
STRATA :
subpopulasi dari populasi awal
tiap strata homogen
antar strata heterogen
Contoh : kelas perawatan (VIP, Kelas
CLUSTER/AREA RANDOM SAMPLING
populasi bisa dipisah menurut rumpun/
cluster tertentu
CLUSTER/RUMPUN :
subpopulasi dari populasi awal
tiap rumpun heterogen
antar rumpun homogen
Contoh : rumpun (blok) rumah (RT, RW)
CLUSTER/AREA RANDOM SAMPLING
- + * + * - - * * - + - + - - - + ** * -+ * - +1
2
* * + - + - + * * - +-
+ + - - - + * * * * + + - -3
4
+ * * - - + + - - + *+
+ + - - + - * * + - + * + - - + * * + - - + + **
+ - - - * * + + * * - - + -5
6
7
8
- - - + + + * * * - + * -+
+ - - - * * + + * * - - + - RANDOMISASI CLUSTERSAMPEL
TWO STAGE RANDOM SAMPLING
- + * + * - - * * - + - + - - - + + + * * * - + * - +1
2
* * + - + - + * * - + - + + - - - + * * * * + + - -3
4
+ * * - - + + - - + * + + + - - + - * * + - + * + - - + * * + - - + + * * + - - - * * + + * * - - + -5
6
7
8
- - - + + + * * * - + * -+
+ - - - * * + + * * - - + -2
8
+ + - - * * - * + - * RANDOMISASI CLUSTER RANDOMISASI UNIT SAMPELSAMPEL
RANCANGAN EKSPERIMENTAL KUASI
Tidak dapat melakukan
randomisasi subyek
Rancangan
eksperimental ulang
non random
Rancangan
eksperimental seri
Rancangan
eksperimental seri
ganda
Identifikasi variabel penelitian
Penetapan subyek dan populasi penelitian
Pemilihan sampel
Pemilihan rancangan eksperimental
Pemberian perlakuan dan observasi
Analisis hasil
Trial klinik
Medik-klinis : Aspek diagnostik, aspek preventif,
aspek kuratif, aspek rehabilitatif
Intervensi
Medik non klinis
Persepsi masyarakat mengenai ikwal penyakit,
pengobatan dls
Peneliti setelah dilakukan randomisasi dari populasi terjangkau, mencobakan obat A pada 10 sukarelawan, dan
obat B pada 10 sukarelawan yang lainnya, kemudian dicacat selang waktu antara minum obat dengan saat tidur
Kemudian dilakukan pengukuran dengan cara yang sama
Kelompok observasi : 2 kelompok data “kecepatan tidur” tidak berpasangan,
peneliti ingin mengetahui efek obat tidur. Setelah ditentukan populasi terjangkau sampel dirandom, besar sampel : 10 sukarelawan,
diberikan obat A pada 10 sukarelawan
pada suatu hari, kemudian dicacat selang waktu antara minum obat dengan saat tidur pada hari yang lain terhadap 10 orang yang sama
dicobakan obat B,
Setelah minum obat B kemudian dilakukan pengukuran dengan cara yang sama
Kelompok observasi : 2 kelompok data “kecepatan tidur”, Berpasangan, Sama Subyek, rancangan ulang
Mahasiswa FK ingin mengetahui perbedaan pengaruh antara teh hijau dengan tepung kedelai terhadap kolesterol darah, 10 tikus jantan galur wistar
diberikan teh hijau, 10 tikus jantan galur wistar diberikan tepung kedelai
Populasi terjangkau di “match” secara ketat pada banyak variabel, dan dilakukan randomisasi
kemudian dengan cara yang sama diukur kadar kolesterolnya
Dalam praktek, ke dalam istilah
sama subyek
juga dimasukan
Data yang berpasangan
, yang
berasal dari lain subyek
tetapi kondisinya identik atau hampir identik
Data berpasangan jumlah anggota kelompok harus sama
Kelompok observasi : 2 kelompok data “kadar kolesterol” berpasangan, Sama Subyek
Peneliti ingin mengetahui pengaruh obat x terhadap
tekanan darah sistolik, obat dicobakan pada
20 sukarelawan homogen, kelompok dibagi menjadi
2 secara random yaitu kelompok kontrol tanpa perlakuan dan
kelompok perlakuan. kelompok perlakuan :
sebelum minum obat diukur tekanan darahnya
kemudian setelah minum obat diukur tekanan darahnya tiap
30 menit sekali selama 2 jam. Dengan pengamatan yang sama
dilakukan pada kelompok kontrol.
Peneliti ingin mengetahui pengaruh obat x dan obat y
terhadap tekanan darah sistolik, 10 sukarelawan minum obat x,
dan 12 sukarelawan lainnya minum obat y, sebelum minum obat
tekanan darahnya diukur, kemudian setelah minum obat
tekanan darah diukur tiap 30 menit sekali selama 2 jam
Pengamatan Ulang
jangan dikaburkan dengan
Sama subyek
Pengamatan Ulang dan Sama Subyek memperoleh
data dari
subyek yang sama
Pengamatan Ulang
Perlakuannya 1 kali
, efeknya diamati lebih dari satu kali
maka kelompok pengamatannya lebih dari satu
Sama Subyek
Karena
perlakuannya 2 kali/>,
maka kelompok
3 kelompok observasi, Sama subyek, Rancangan Ulang
Peneliti mencobakan obat A pada 10 sukarelawan pada suatu hari, kemudian dicacat selang waktu antara minum obat dengan saat tidur
pada hari yang lain terhadap 10 orang yang sama dicobakan obat B, Setelah minum obat B kemudian dilakukan pengukuran, dengan
cara yang sama dilakukan pada obat C.
Peneliti mengetahui pengaruh obat A, obat B, dan obat C terhadap Lamanya tidur. Subyek penelitian Mahasiswa FK di Semarang
Setelah ditentukan jumlah sampel kemudian dibagi menjadi 3 kelompok Dengan random. Kelompok I minum obat A, kelompok II minum obat B
Dan kelompok 3 minum obat C kemudian dilakukan pengukuran lamanya tidur