44 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
4.1.1. Gambaran Umum Tempat Penelitian
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang beralamat di Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga. Universitas Jawa Tengah 50711 Indonesia. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) semula lahir dengan nama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru Kristen Indonesia (PTPG-KI) yang diresmikan pada tanggal 30 November 1956 dengan lima jurusan, yaitu pendidikan, sejarah, bahasa inggris, hukum, dan ekonomi. PTPG-KI Satya Wacana berubah menjadi FKIP-KI pada tanggal 17 Juli 1959. Kemudian pada tanggal 5 Desember 1959 diresmikan menjadi Universitas Kristen Satya Wacana dengan kehadiran Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum yang kemudian diikuti dengan pembukaan beberapa Fakultas dan Pprogram Studi baru.Pada saat ini UKSW memiliki 56 Program Studi yang terdiri dari 4 Program Studi Diploma 3, 39 Program Studi Sarjana (S1), 10 Program Studi Magister (S2), dan 3 Program Studi Program Doktoral (S3).
Salah satu Fakultas dan Program Studi yang ada di UKSW Salatiga adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). FKIP UKSW Salatiga yang terdiri dari delapan Program Studi antara lain Bimbingan Konseling, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan
45
Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) DAN Magister Manajemen Pendidikan.
Ada beberapa fasilitas penunjang studi dan laboratorium yang telah disediakan oleh UKSW. Fasilitas penunjang terdiri dari gedung-gedung kuliah perpustakaan universitas, Language Ttraining Center (LTC), wisma tamu UKSW, asrama mahasiswa, gedung konser (Recital Hall), pusat layanan internet yang saat ini dipindah di gedung perpustakaan, toko buku,lapangan olahraga, poliklinik dan laboratorium kesehatan, kafetaria kampus, bank dan kantor pos. Sedangkan untuk fasilitas laboratorium terdiri dari laboratorium Fakultas Eksakta, Laboratorium Komputer, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Microteaching,Kebun Percobaan Salaran Kopeng, dan laboratorium ticketing Galilo D3 Usaha Perjalanan Wisata. 4.1.2. Gambaran Subjek Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa FKIP-PE UKSW Salatiga Angkatan 2012-2015 semester I (ganjil) tahun ajaran 2014-2015 yang berjumlah 120 orang terdiri dari mahasiswa angkatan 2012 yang berjumlah 19 orang , mahasiswa angkatan 2013 yang berjumlah 33 orang, mahasiswa angkatan 2014 yang berjumlah 43 orang dan untuk mahasiswa angkatan 2015 yang berjumlah 25 orang. Sedangkan untuk sampel diambil dari jumlah populasi Mahasiswa FKIP-PE angkatan 2012-2015, tekhnik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga didapatkan jumlah sampel Mahasiswa FKIP-PE angkatan 2012-2015 semester 1 (ganjil) tahun ajaran 2014-2015 sebanyak 54 orang. Pembagian sampel ini dapat dilakukan dengan rumusan alokasi proportional sehingga dari masing-masing angkatan terdapat beberapa mahasiswa yang dapat dijadikan sampel.
46 4.2. Pelaksanaan Penelitian
4.2.1. Perijinan
Langkah awal yang dilakukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian di lapangan adalah mengajukan surat permohonan ijin kepada Dekan FKIP UKSW Sallatiga. Permohonan surat ijin dilakukan 10 agustus 2015 . berdasarkan surat ijin penelitian yang telah didapat dari Dekan FKIP UKSW Salatiga, maka penelitii dapat melaksanakan penelitiian.
4.2.2. Pengumpulan Data
Penelitian dilaksanakan pada hari selasa 18 Agustus 2015, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mahasiswa FKIP-PE UKSW Salatiga Angkatan 2012-2015 semester 1 (ganjil) tahun ajaran 2015 sebanyak 54 orang.
Angket instrumen penelitian perilaku belajar maupun prestasi akademik diberikan oleh penulis langsung kepada Mahasiswa FKIP-PE UKSW Salatiga Angkatan 2012-2015. Instrumen langsung dikerjakan oleh mahasiswa FKIP-PE UKSW Salatiga Angkatan 2012-2015. Hal ini dilakukan oleh penulis untuk mengantisipasi adanya kesalahan dalam pengisian angket dan kelengkapan instrumen pada saat dikembalikan.
47 4.3. Analisis Data
4.3.1. Analisis Deskriptif
A. Perilaku belajar Mahasiswa FKIP-PE UKSW Salatiga angkata 2012-2015semester 1 (ganjil) tahun ajara 2015
Perilaku belajar mahasiswa FKIP-PE UKSW Salatiga angkatan 2012-2015 telah dilakukan analisis deskriptif. Analisis deskriptif meliputi distribusi frekuensi, diagram statistik, perhitungan tendensi pusat, perhitungan dispersi dan estimasi parameter.
Perilaku belajar mahasiswa dikategorikan menjadi lima, antara lain sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi di atas memperlihatkan bahwa 6 mahasiswa (11,11%) menunjukkan perilaku belajar sangat tinggi, 2 mahasiswa (3,70%) menunjukkan perilaku belajartinggi, 9 mahasiswa (16,67%) menunjukkan perilaku belajarsedang, 16 mahasiswa (29,63%) menunjukkan perilaku belajar rendah, dan 21 mahasiswa (38,89%) menunjukkan perilaku belajarsangat rendah.
Perhitungan tendensi pusat yang digunakan adalah mean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mean atau nilai rata sebesar 17.800,22, artinya rata-rata perilaku belajar mahasiswa yang tercermin pada daftar kehadiran mahasiswa, daftar ketuntasan membaca mahasiswa, dan daftar jumlah kunjungan mahasiswa ke perpustakaan yang dijadikan sampel sebesar x = 17.800,22.
48
Perhitungan dispersi pusat yang digunakan adalah S (standard deviasi). S untuk variabel perilaku belajar diperoleh 129.587,53 ini menunjukkan adanya pemerataan frekuensi pada masing-masing kategori.
Estimasi parameter (μ) ditunjukkan pada kategori sangat rendah (0,38) 0,379 ≤ µ ≤ 0,380. Nilai ini menunjukkan bahwa perilaku belajar pada populasi berada diantara 0,379 ke 0,380.
A. Prestasi akademik Mahasiswa FKIP-PE UKSW Salatiga angkatan 2012-2015 semester 1 (ganjil) tahun ajaran 2014-2015
Prestasi akademik mahasiswa FKIP-PE UKSW Salatiga angkatan 2012-2015 telah dilakukan analisis deskriptif. Analisis deskriptif meliputi distribusi frekuensi, diagram statistik, perhitungan tendensi pusat, perhitungan dispersi dan estimasi parameter.
Prestasi akademik mahasiswa dikategorikan menjadi lima, antara lain sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi di atas memperlihatkan bahwa 2 mahasiswa (3,7%) menunjukkan prestasi akademik sangat tinggi, 15 mahasiswa (27,8%) menunjukkan prestasi akademik tinggi, 20 mahasiswa (37,0%) menunjukkan prestasi akademik sedang, 14 mahasiswa (25,9%) menunjukkan prestasi akademik rendah, dan 3 mahasiswa (5,6%) menunjukkan prestasi akademik sangat rendah.
Perhitungan tendensi pusat yang digunakan adalah Mean. Mean untuk prestasi akademik mahasiswa FKIP-PE angkatan 2012-2015 adalah kategori tinggi sebanyak 20 mahasiswa.
49
Perhitungan dispersi pusat yang digunakan adalah S ( standard deviasi). Nilai varians dalam prestasi akademik mahasiswa FKIP-PE UKSW Salatiga angkatan 2012-2015 sebesar 2.224,14. Hasil 2.224,14 ini menunjukkan adanya pemerataan frekuensi pada masing - masing kategori.
Estimasi parameter (μ) ditunjukkan pada kategori sedang (0,37). Estimasi parameter diperoleh 0,369 ≤ μ ≤ 0,370. Nilai ini menunjukkan bahwa prestasi akademik pada populasi berada diantara 0,369 ke 0,370.
4.3.2. Analisis Korelasional dan Uji Hipotesis
Hasil korelasi product momen diperoleh r = 0,227 dan ρ = 0,098 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis Statistik Parametrik Product Moment yang sering digunakan untuk menganalisis data yang semula direncanakan dianalisis dengan Product Moment dan memiliki jumlah sampel yang besar serta bebas berdistribusi. Dalam hal ini pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Product Moment dan telah dikemukakan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara perilaku belajar dengan prestasi akademik dikalangan mahasiswa FKIP-PE-UKSW Salatiga angkatan 2012-2015, artinya semakin baik perilaku belajar, maka semakin tinggi prestasi akademiknya. Untuk melakukan pengujian hipotesis tersebut, maka dilakukan analisis data dengan menggunakan uji korelasi Product Moment. Hasil analisis yang diperoleh yaitu
Pada tabel Korelasi, diperoleh harga koefisien korelasi sebesar 0,227 dengan signifikansi 0.098, berdasarkan data tersebut maka dapat dilakukan
50
pengujian hipotesis dengan membandingkan taraf signifikansi (p-value) dengan galatnya.
1. Jika signifikansi > 0.05, maka Ho diterima 2. Jika signifikansi < 0.05, maka Ha diterima
Dalam hal ini dapat dilihat bahwa koefisien korelasi adalah 0,227 dengan signifikansi 0.098. Karena signifikansi > 0,05 maka Ha ditolak yang artinya tidak terdapat hubungan antara perilaku belajar dengan prestasi akademik dikalangan mahasiswa FKIP-PE UKSW Salatiga angkatan 2012-2015.
Hasil yang didapat pada perhitungan ini adalah 0.277 yang artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku belajar dengan prestasi akademik. Hubungan kedua variabel tersebut berbanding terbalik, yakni semakin baik perilaku belajar, maka semakin rendah prestasi akademiknya. Begitupun sebaliknya, semakin buruk perilaku belajar, maka semakin tinggi prestasi akademiknya.
Ternyata nilai t = 0,164967 lebih kecil dari pada 1,96 dan lebih besar dari pada -1,96. Oleh karena itu, pada ɑ = 0,05, Ho diterima. Dengan kata lain, σ = 0 atau tidak ada hubungan yang signifikan antara perilaku belajar (X) dengan IPK (Y) di kalangan mahasiswa FKIP-PE UKSW Salatiga angkatan 2012-2015. Korelasi r = 0,227336419 itu tidak signifikan.
51 4.4. Pembahasan
Berdasarkan hasil korelasi Product Moment diperoleh r = 0,227 dan ρ = 0,098 menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara perilaku belajar yang meliputi tingkat kehadiran mahasiswa, tingkat ketuntasan membaca mahasiswa, dan jumlah kunjungan mahasiswa ke perpustakaan dengan prestasi akademik dikalangan mahasiswa FKIP-PE UKSW Salatiga angkatan 2012-2015. Nilai rata-rata IPK mahasiswa adalah 3,05. Nilai IPK 3,05 ini termasuk dalam kategori tinggi.
Secara umum, perilaku belajar mahasiswa sering dikaitkan dengan kebiasaan atau aktivitas belajar mahasiswa. Perilaku belajar mahasiswa adalah kebiasaan belajar yang dilakukan secara berulang-ulang oleh mahasiswa, sehingga menjadi otomatis atau berlangsung secara spontan guna meningkatkan prestasi akademiknya. Tingkat kehadiran mahasiswa, tingkat ketuntasan membaca mahasiswa, dan jumlah kunjungan mahasiswa ke perpustakaan termasuk dalam bentuk perilaku belajar mahasiswa yang dapat mempengaruhi prestasi belajar
Dalam suatu universitas, data tentang kehadiran seorang mahasiswa dalam sebuah perkuliahan menjadi sangat penting karena terdapat dosen yang memperhitungkan jumlah kehadiran sebagai salah satu komponen dalam penilaian. Selain itu, ketuntasan dalam membaca juga sangat berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa. Hal ini dikarenakan dengan banyak membaca mahasiswa akan memiliki banyak pengetahuan dan wawasan yang akan membawa mereka pada peningkatan prestasi akademik.
52
Selanjutnya, perpustakaan merupakan tempat untuk menemukan buku-buku sebagai sumber belajar. Dengan memanfaatkan perpustakaan dengan baik maka mahasiswa akan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan yang ia miliki.Mahasiswa haruslah mengunjungi perpustakaan agar dapat membantu usaha belajarnya.Perpustakaan merupakan tempat berkumpulnya buku, literatur, referensi yang disediakan oleh universitas. Hal ini membantu mahasiswa yang memiliki kekurangan dalam hal bahan bacaan atau literatur.