• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN STRATEGIS DITJEN APLIKASI INFORMATIKA TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN STRATEGIS DITJEN APLIKASI INFORMATIKA TAHUN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN STRATEGIS

DITJEN APLIKASI INFORMATIKA

TAHUN 2015 -2019

Disampaikan Oleh:

(2)

(Pasal 359)

Ditjen Aptika mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan

kebijakan dan standarisasi teknis di bidang aplikasi informatika

a. Perumusan kebijakan di bidang aplikasi informatika;

b. Pelaksanaan kebijakan di bidang aplikasi informatika;

c. Penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang aplikasi

informatika;

d. Pemberian Bimbingan teknis dan evaluasi di bidang aplikasi

informatika; dan

e. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika

KEDUDUKAN TUGAS DAN FUNGSI

(3)
(4)

Agenda RPJMN 2015-2019

Visi Pembangunan 2005-2025

INDONESIA YANG MANDIRI, MAJU, ADIL DAN MAKMUR

RPJM 4

(2020-2024)

RPJM 1

(2005-2009)

Menata kembali NKRI, membangun Indonesia yang aman dan damai,

yang adil dan demokratis, dengan tingkat kesejahteraan

yang lebih baik.

RPJM 2

(2010-2014)

Memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualitas SDM, membangun kemampuan iptek, memperkuat daya saing

perekonomian

RPJM 3

(2015-2019)

Memantapkan pem-bangunan secara menyeluruh dengan menekankan

pembangunan

keunggulan

kompetitif

perekonomian yang berbasis SDA yang tersedia, SDM yang

berkualitas, serta

kemampuan iptek

Mewujudkan masya-rakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan

makmur melalui percepatan

pembangunan di segala bidang dengan struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif.

Tahapan Pembangunan

Dalam RPJPN 2005-2025

(5)

RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT

JENDERAL APLIKASI INFORMATIKA

(6)

Renstra APTIKA 2015-2019

6

Visi dan

Misi

Kabinet

Kerja

Trisakti

dan

Nawacita

Program

Quick Win

JKW-JK

Arahan

Menkominfo

Prioritas

Program dan

Indikator

keberhasilan

(7)

Filosofi Penyusunan Renstra Aptika

Trisakti :

1.

Kedaulatan (politik )

2.

Kemandirian (ekonomi

berdikari)

3.

Kepribadian (kebudayaan

dan Jatidiri bangsa)

1.

Peningkatan kualitas penyelenggaraan sistem dan

transaksi elektronik yang andal, aman, terpercaya dan

bertanggungjawab

2.

Meningkatkan ekosistem kreativitas dan inovasi TIK

untuk ketahanan ekonomi dan daya saing bangsa

3.

Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan

TIK (yang sehat dan informatif)

4.

Pembangunan kapasitas internal sumberdaya manusia

Aptika dalam mendukung aktivitas

(8)

8

1.

Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan

memberikan rasa aman pada seluruh warga negara

(1)

2.

Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola

pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya

(1)

3.

Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat

daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan

(3)

4.

Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan

penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya

(1)

5.

Meningkatkan kualitas hidup manusia indonesia

(2, 3)

6.

Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar

internasional

(2),(3)

7.

Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor

strategis ekonomi domestik

(2,3)

8.

Melakukan revolusi karakter bangsa

(1, 3, 4)

9.

Memperteguh ke-bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial

indonesia

(3)

1.

Peningkatan kualitas penyelenggaraan

sistem dan transaksi elektronik yang andal,

aman, terpercaya dan bertanggungjawab

2.

Meningkatkan ekosistem kreativitas dan

inovasi TIK untuk ketahanan ekonomi dan

daya saing bangsa

3.

Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam

pemanfaatan TIK

4.

Pembangunan kapasitas internal

sumberdaya manusia Aptika dalam

mendukung aktivitas

Sandingan Nawacita dengan Arah Ditjen Aptika

(9)

1.

Meningkatkan penyelenggaraan sistem

dan transaksi elektronik yang andal,

aman, dan bertanggung jawab

*[Berdasarkan PP PSTE, PDES, dan

PIN]

2.

Meningkatnya ekosistem kreativitas

dan inovasi di bidang TIK untuk

ketahanan ekonomi dan daya saing

bangsa

3.

Meningkatkan kapasitas masyarakat

dalam pemanfaatan TIK

4.

Pembangunan kapasitas internal

sumberdaya manusia Aptika dalam

mendukung aktivitas prima

implementasi program-program

1.1 Tersedianya kebijakan, regulasi, dan tata kelola sistem dan transaksi elektronik

1.2 Terselenggaranya pelayanan publik yang aman, andal, terpercaya dan bertanggung jawab

serta transparan dan akuntabel

1.3 Terselenggaranya proses penegakan hukum bidang TIK

1.4 Tersedianya sarana dan prasarana yang memastikan kedaulatan, kemandirian,

keterpaduan dalam penyelenggaraan pelayanan publik di bidang TIK

2.1 Terwujudnya kesiapan ekosistem industri kreatif digital Indonesia

2.2 Terwujudnya kemandirian industri aplikasi dan konten

2.3 Berkembangnya e-business di Indonesia

2.4 Terselenggaranya pemanfaatan TIK yang ramah lingkungan (green ICT)

3.1 Meningkatnya fasilitasi dan proses edukasi TIK yang meningkatkan kemampuan

masyarakat

3.2 Meningkatnya budaya pemanfaatan TIK secara cerdas, kreatif, dan produktif (CAKAP)

untuk penguatan karakter dan budaya bangsa

3.3 Terselenggaranya kemitraan nasional dan internasional bidang TIK

3.4 Meningkatnya pemberdayaan TIK untuk perempuan, anak, dan warga berkebutuhan khusus

3.5 Meningkatnya kapasitas masyarakat dalam e-UMKM

(10)

Peningkatan kualitas

penyelenggaraan

sistem dan transaksi

elektronik yang andal,

aman, terpercaya dan

bertanggungjawab

Meningkatkan

ekosistem kreativitas

dan inovasi TIK untuk

ketahanan ekonomi

dan daya saing bangsa

Meningkatkan

kapasitas masyarakat

dalam pemanfaatan

TIK

Pembangunan kapasitas internal sumberdaya manusia Aptika

dalam mendukung aktivitas

A P T I K A

Dit E-Government

Dit KamInfo

Dit E-Business

Dit PI

Dit PII

Set Ditjen

Sinergi Antar Direktorat Dalam Ditjen Aptika

Pembangunan

kapasitas internal

sumberdaya manusia

Aptika dalam

mendukung aktivitas

(11)

I. Program Pembinaan dan Pengembangan E‐Bisnis :

1. Melaksanakan pendaftaran : penyelenggara sistem elektronik; penyelenggara sertifikasi elektronik; penyelenggara sertifikasi keandalan; dan penyelenggara agen elektronik

2. Penanganan situs internet bermuatan negatif 3. Mewujudkan standar aplikasi dan konten

4. Menyediakan data proliferasi dan pemanfaatan teknologi e-business di Indonesia setiap tahun

5. Menyusun rekomendasi kebijakan dan pengaturan industri dan ekonomi digital (emerging digital) yang diperbarui secara berkala

6. Menyediakan mentor TIK untuk komunitas bisnis UMKM di seluruh provinsi 7. Menyediakan Pusat Komunitas Kreatif

II. Program Pembinaan dan Pengembangan E‐Government :

1. Kebijakan dan sistem keamanan data pelanggan + penyiapan Root CA

2. Layanan eGovernment terintegrasi untuk 10% kabupaten dan kota dengan Index eGovernment mencapai 3,4 (skala 4.0);

3. Melaksanakan pendaftaran penyelenggaraan sistem elektronik instansi pemerintah melalui portal layanan publik nasional e-government

4. Menyusun kebijakan mitigasi TIK antar instansi pemerintah

5. Menyusun pedoman standar format metadata elektronik untuk kepentingan berbagi-pakai data/informasi antar sistem elektronik pemerintah pada layanan publik

(12)

III. Program Pembinaan, Pengembangan dan Kemitraan Industri Informatika :

1. Menyediakan kebijakan tentang Ekosistem Industri kreatif digital Indonesia

2. Menyediakan Basis data Klasifikasi dan Pemetaan Industri kreatif digital Indonesia dan dapat diakses publik 3. Menyusun mekanisme insentif pengembangan dalam industri kreatif digital

4. Mewujudkan toko aplikasi (application store) nasional

5. Menyusun kebijakan mengenai strategi pengembangan Green ICT di Indonesia 6. Menyusun standard Green ICT untuk instansi pemerintahan

7. Menyusun indeks Green ICT Pemerintah

8. Menyelenggarakan Forum Pemangku Kepentingan Majemuk (Multistakeholder) Green ICT Internasional di Indonesia

IV. Program Pembinaan dan Pengembangan Tik Untuk Pemberdayaan Masyarakat :

1. Dukungan TIK untuk desa nelayan dan pertanian : Menyiapkan sistem informasi desa dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan desa yang bersifat one stop service berbasis open source yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi daerah masing-masing (cloud dan off line)

2. Melaksanakan pendampingan untuk penguatan masyarakat dalam bentuk edukasi, literasi dan penyiapan aplikasi dan konten

3. Pembentukan Relawan TIK disetiap provinsi, kabupaten dan kota dan menyelenggarakan sertifikasi 4. Membangun purwarupa fasilitas umum untuk Internet di daerah Boat CAP dan Motor CAP

5. Menyediakan agen perubahan Internet Cerdas Kreatif Produktif (INCAKAP) 6. Melaksanakan ajang kompetisi TIK skala nasional (INAICTA) dan international

7. Meningkatkan pemberdayaan TIK bagi responsif gender, pemuda, dan masyarakat berkebutuhan khusus (difabel)

(13)

V. Program Pembinaan dan Pengembangan Sistem Keamanan Informasi

1. Menyusun kebijakan dan sistem keamanan data pelanggan + penyiapan Root CA

2. Menyusun mekanisme penyidikan atas kasus pelanggaran hukum pidana/perdata yang terkait dengan transaksi elektronik

3. Menyelenggarakan proses penegakan hukum bidang TIK

4. Melakukan penelitian penegakan hukum kasus transaksi elektronik

5. Melakukan penanganan forensik terhadap kasus transaksi elektronik yang terlapor 6. Melaksanakan pelatihan (capacity building) bagi aparat penegak hukum

7. Menyediakan Laboratorium Digital Forensik dan membentuk CSIRT 8. Menyediakan pusat pemantauan insiden Malware

9. Menyelenggarakan sertifikasi elektronik

VI. Program Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika

1. Menyediakan kebijakan, regulasi, dan tata kelola sistem dan transaksi elektronik 2. Menyusun peta regulasi terkait sistem dan transaksi elektronik

3. Menyelenggarakan kemitraan nasional dan internasional bidang TIK 4. Meningkatkan kapasitas, kompetensi dan modal sosial SDM Ditjen Aptika

(14)

PROGRAM KERJA PRIORITAS DITJEN APTIKA SESUAI FOCUS PROGRAM PEMBANGUNAN PEMERINTAH

KEDAULATAN PANGAN

KEDAULATAN ENERGI

Fasilitasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi UKM(2 Pusat Komunitas Kreatif di th 2015)

Kebijakan dan penerapan "Green ICT" pada industri energi dan ketenagalistrikan(mulai th 2016 : menyusun kebijakan + kajian reduksi emisi dan energi sektor energi dan ketenagalistrikan  selesai 1 tahun, tahun selanjutnya mulai penerapan)

Penyediaan aplikasi dan konten sesuai dengan kebutuhan nelayan (contoh: aplikasi cuaca, titik keberadaan ikan, dll) (tahun 2015)

KEMARITIMAN

1. Pengembangan e-Commerce dan Proliferasi Teknologi dan Infrastruktur e-business

(Pemetaan Proliferasi dan Pemanfaatan Transaksi Elektronik di th 2015)

2. Peningkatan aplikasi untuk kepariwisataan yang menampilkan kearifan lokal (peningkatan di tahun 2015)

PARIWISATA

1. Arsitektur E-Gov nasional selesai di tahun 2016 (100% standard selesai di th 2016) -> (Quick win/Program lanjutan)

2. 10% kab/kota terintegrasi Layanan e-Government Nasional dengan index 3,4 (index pegi untuk lembaga pemberi layanan publik dalam jaringan 2,8 di th 2015) -> (Quick win/Program lanjutan) 3. Pengamanan transaksi elektronik pada infrastruktur/layanan kritis (seperti Nasional Single Window

(NSW), Layanan SPAN Kemkeu, eAnggaran, e-pajak, dll)(10 layanan di th 2015)

4. Pembangunan 5 Pusat Industri berbasis TIK di Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi (Pemilihan 5 Pusat Industri TIK di lakukan di th 2015) -> Quick win/Program lanjutan)

INFRASTRUKTUR

Pemberdayaan informatika untuk masyarakat melalui Internet CAKAP – Cerdas Kreatif dan Produktif

(5300 peserta dimulai th 2015)

SDM

Pembangunan Pusat Komunitas Kreatif Perbatasan (2 lokasi tahun 2015)

(15)

REGULASI LAYANAN PUBLIK (PP-PSTE)

Pendaftaran

-Penyelenggara Sistem Elektronik

-Penyelenggara Agen Elektronik

-Penyelenggara Sertifikasi Elektronik

-Penyelenggara TndTngan Elektronik

Sertifikasi

-TataKelola

-Manajemen Risiko

-Keamanan Informasi

Penempatan Data Centre

&Gerbang Nasional

Monitoring &Evaluasi

PEMBERDAYAAN

PEMANFAATAN

Industri Kecil

(e-earning)

Start-Up

(e-learning

Masyarakat

(e-literacy)

PEMBINAAN

HUKUM

Sosialisasi &Edukasi

(CyberLaw)

Bimbingan

(DigitalForensik)

Perbantuan Saksi Ahli

(16)
(17)

KONLIDASI TELCO OPERATOR

Rencana Kerja Aptika yang menjadi tugas pokok

E-GOVERMENT

• Penyusunan Dokumen Masterplan, Blueprint & Arsitektur

e-Government Nasional

• Pelayanan Pengelolaan integrasi Jaringan Intra Pemerintah

CYBER SECURITY &

CYBER GOVERNANCE

Cyber security

• Pembangunan Sistem Verifikasi Identitas Online Nasional

• Kebijakan terkait CIIP

• Penyusunan dan pembahasan RUU Tata Cara Intersepsi

Cyber Governance

• Penegakan hukum UU ITE

• penyusunan dan pembahasan Rancangan UU

tentang perubahan UU ITE

(18)

E-COMMERCE

• Pengelolaan Startup Company menjadi Wirausaha

berkelanjutan

• Penerapan PM Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik

(Indonesia Game Rating System).

• Penyusunan Materi Edukasi, Indikator dan Penerapan Green

ICT di sektor energi dan ketenagalistrikan

• Penyediaan Prototype Pusat Kreatif Produktif Masyarakat

Perdesaan, Perbatasan dan Nelayan.

• Ajang Cipta Karya (INAICTA)

• Training of Trainer Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif dan

Bimbingan Teknis di bidang TIK untuk membentuk Agen

(19)

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini sangat berkaitan bagaimana dengan cara anggota HmC membentuk kesamaan persepsi di dalam kelompoknya, image yang ingin dibentuk oleh kelompok ini adalah

KARTIKA DEWI PRANASARI MURSITO 197804172010012004 Penata Tingkat I, III/d UPTD PUSKESMAS KOTABARU DINAS KESEHATAN 664 YUSI

Menurut Bank Indonesia (2004), internet banking merupakan salah satu pelayanan atau jasa bank yang memungkinkan nasabah untuk memperoleh informasi, melakukan

Sesungguhnya orang-orang nan mengatakan, Rabb kami ialah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan),

Berikut yang bukan merupakan ciri pertanian subsisten adalah: A.. Hasil pertanian untuk kebutuhan

Batas Daerah : Sebelah Utara berbatasan dengan Kab.. Aceh Timur dan Selat

Hasil pengolahan data sebagaiaman terlihat pada tabel di atas menunjukkan nilai adjusted R square sebesar 0.910 yang berarti 91 persen variasi yang terjadi pada

Masalah umum yang ada dalam perhitungan proyek energi terbarukan khususnya angin yaitu adalah tingkat keakuratan yang masih belum baik.hal ini mengakibatkan