• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PERNJUALAN DAN PERSEDIAAN UNIT MOBIL MITSUBISHI PADA PT. CIWANGI BERLIAN MOTORS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABC ANALYSIS. Vinaya Visakha Wiraya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS PERNJUALAN DAN PERSEDIAAN UNIT MOBIL MITSUBISHI PADA PT. CIWANGI BERLIAN MOTORS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABC ANALYSIS. Vinaya Visakha Wiraya"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PERNJUALAN DAN PERSEDIAAN UNIT MOBIL MITSUBISHI PADA

PT. CIWANGI BERLIAN MOTORS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABC

ANALYSIS

Vinaya Visakha Wiraya

Bina Nusantara University, Indonesia,

[email protected]

Harry Indra (Dosen Pembimbing)

Bina Nusantara University, Indonesia,

[email protected]

ABSTRAK

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui persediaan unit mobil pada PT. Ciwangi Berlian

Motors agar tidak terjadinya penumpukan unit. Penelitian ini menggunakan metode peramalan

dan

analisi ABC dengan pengolahan data menggunakan

software QM for Windows 2.

Dalam melakukan

metode peramalan digunakan enam metode

peramalan, tetapi yang digunakan hanya yang terbaik,

yaitu linear regresi dengan MAD = 41.1682; MSE= 2,897.014. Sedangkan metode analisis ABC

untuk menentukan unit mobil yang harus di prioritaskan d

an di kategori pertama yaitu kategori

“A” dengan menggunakan ABC Analisis adalah: Pajero glx 4X4 M/T 136 ps, New Outlander

px A/T, Pajero Dakar 4X4 A/T Hi-Power 178, Small car Mirage gls A/T, New Oulander glx

M/T, New Oulander gls A/T, Colt Diesel fe 74 hdv 125 ps, Colt Diesel fe 73 hd 110 ps,

Small car Mirage glx M/T, Colt Diesel fe 73 110 ps.

Dan dengan penjualan tipe tersebut dapat

mewakili 73,93% nilai investasi pada PT. Ciwangi Berlian Motors.

(VVW)

Kata Kunci: Manajemen Operasional, Peramalan Penjualan, ABC Analisis, Otomotif

Industri

ABSTRACT

The purpose of this essay is to find out the stock car unit at PT. Ciwangi Berlian Motors so there will

be no overstock unit. The method that is used in this research are forecasting and anlysis ABC by

using a data processing software QM for Windows 2. In conducting of forecasting methods, there are

six forecasting applied but use only the best, namely linear regression with MAD = 41.1682; MSE =

2,897.014. While the method of ABC analysis to determine the mobile unit should be prioritized and

in the first category is a category "A" by using the ABC analysis are: Pajero glx 4X4 M / T 136 ps,

New Outlander px A / T, Pajero Dakar 4X4 A / T Hi -Power 178, Small car Mirage GLS A / T, New

Oulander glx M / T, New Oulander gls A / T, Colt Diesel fe 74 HDV 125 ps, Colt Diesel fe 73 hd 110

ps, Small car Mirage glx M / T, Colt Diesel fe 73 110 ps. And with the sale of these types can

represent 73.93% of investment value in the PT. Ciwangi Berlian Motors.

(VVW)

(2)

Keyword:

Operational Management, Sales Forcasting, ABC Analysis, automotive industry

PENDAHULUAN

Dewasa ini di zaman era mobilitas yang sangat sibuk saat ini, banyak orang yang memerlukan alat

transportasi pribadi. Dalam hal ini, pihak perusahaan penyedia produk berupa kendaraan

berlomba-lomba untuk memasarkan produk-produknya kepada masyarakat guna meningkatkan penjualan di

perusahaannya. Namun pimpinan suatu perusahaan, terlebih perusahaan produk seperti kendaraan

harus lebih pintar dalam menyiasati persediaan unitnya, karena belum tentu permintaan dari

masyarakat yaitu calon konsumen tersebut jelas jumlahnya. Secara total pasar mobil hingga akhir

tahun ini belum bisa diperkirakan menurun karana kondisi pasar yang masih fluktuatif.

Su

mber : GAIKINDO & AISI

Gambar 1 Peningkatan Penjualan Kendaraan Bermotor

Oleh karena itu, pimpinan perusahaan harus bisa mengambil keputusan tanpa harus tahu pasti

bagaimana kondisi yang akan datang seperti melakukan pengambilan keputusan perencanaan

persediaan unit kendaraan. Untuk melakukan peramalan terhadap permintaan konsumen mendatang

melalui data penjualan yang ada pada bulan atau tahun sebelumnya. Peramalan ini bertujuan untuk

memprediksikan bagaimana keadaan yang akan datang terhadap hal-hal yang akan terjadi kedepannya.

Peramalan ini tentu membutuhkan waktu serta tenaga, oleh karena itu teknik peramalan ini harus

dilakukan secara benar dan tepat. Sehingga perusahaan dapat meminimalisir kerugian yang dapat

terjadi.

Peramalan dilakukan karena adanya kompleksitas dan ketidakpastian yang dihadapi

oleh si pembuat keputusan berkenaan dengan masa depan usaha yang dijalani. Peramalan

yang dilakukan umumnya didasarkan pada data masa lalu yang kemudian dianalisis dengan

(3)

menggunakan metode tertentu. Data masa lalu dikumpulkan, dipelajari, dianalisis dan

dihubungkan dengan berjalannya waktu. Ramalan yang baik adalah ramalan yang mendekati

kenyataan. Hasil suatu ramalan tidak selalu dapat dipastikan kebenarannya dalam hitungan

100% mutlak, tetapi hal tersebut tidak berarti bahwa peramalan yang telah dilakukan menjadi

percuma.

Menurut Heizer dan Render (2009:162): “Peramalan adalah seni dan ilmu untuk memperkirakan

kejadian di masa depan. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan pengambilan data historis dan

memproyeksikan ke masa mendatang dengan suatu bentuk model matematis”.

Menurut Hani Handoko (2008:255): “Peramalan (

forcasting

) permintaan akan produk dan jasa di

waktu mendatang dan bagian-bagiannya adalah sangat penting dalam perencanaan dan pengawasan

produksi. Peramalan yang baik adalah esensial untuk efisiensi operasi-operasi manufacturing dan

produksi jasa.

Selain itu, menurut Catt; Barbour; Robert; Robb (2008:697): “Pemilihan model peramalan

berdasarkan karakteristik deret waktu historis, seperti tingkat, tren, musiman dan sejarah penjualan

yang tersedia”.

Tabel 1 Stock/Persediaan Unit Mobil Mitsubishi Bulan Mei 2014 – Mei 2015

Periode

Target

(Unit)

Yang

Terjual

(Unit)

Selisih

(Unit)

Mei 2014

145

96

(49)

Juni 2014

126

113

(13)

Juli 2014

193

205

12

Agustus 2014

149

124

(25)

September 2014

127

84

(43)

Oktober 2014

118

87

(31)

November 2014

110

76

(34)

Desember 2014

98

53

(45)

Januari 2015

209

198

(11)

Februari 2015

238

257

19

Maret 2015

221

201

(20)

April 2015

215

172

(43)

Mei 2015

147

183

36

(4)

Total

2096

1849

(247)

Sumber: PT. Ciwangi Berlian Motors

Dengan adanya model peramalan, maka manajer dapat memilih serta menentukan peramalan yang

akan dilakukannya secara optimal agar tercapainya efisiensi biaya total pada perusahaan. Persediaan

unit ini harus dikelola sebaik mungkin agar tidak terjadinya penumpukan unit produk yang dapat

menyebabkan membesarnya pengeluaran perusahaan terhadap perawatan unit serta biaya gudang. Dan

sebaliknya, pengelolaan persediaan ini bertujuan pula agar tidak terjadinya kekurangan atau ketiadaan

persediaan unit produk yang dapat menyebabkan lambatnya pendistribusian unit kepada konsumen

yang dapat membuat rendahnya tingkat kepuasan calon konsumen terhadap perusahaan yang dapat

menyebabkan kerugian tersendiri bagi perusahaan.

Sementara itu Analisis ABC adalah metode dalam manajemen persediaan (

inventory management

)

untuk mengendalikan sejumlah kecil barang, tetapi mempunyai nilai investasi yang tinggi. Dalam hal

ini, saya akan menggunakan tiga kelas, yaitu: A, B, dan C, di mana besaran masing-masing kelas

ditentukan sebagai berikut (Sutarman, 2003, pp. 144–145):

Kelas A, merupakan barang-barang dalam jumlah unit berkisar 15-20% dari total seluruh barang,

tetapi merepresentasikan 75-80% dari total nilai uang.

Kelas B, merupakan barang-barang dalam jumlah unit berkisar 20-25% dari total seluruh barang,

tetapi merepresentasikan 10-15% dari total nilai uang.

Kelas C, merupakan barang-barang dalam jumlah unit berkisar 60-65% dari total seluruh barang,

tetapi merepresentasikan 5-10% dari total nilai uang

Adapun langkah-langkah atau prosedur klasikasi barang dalam analisis ABC adalah sebagai berikut:

Menentukan jumlah unit untuk setiap tipe barang.

Menentukan harga per unit untuk setiap tipe barang.

Mengalikan harga per unit dengan jumlah unit untuk menentukan total nilai uang dari

masing-masing tipe barang.

Menyusun urutan tipe barang menurut besarnya total nilai uang, dengan urutan

pertama tipe barang dengan total nilai uang paling besar.

Menghitung persentase kumulatif barang dari banyaknya tipe barang.

Menghitung persentase kumulatif nilai uang barang dari total nilai uang.

Membentuk kelas-kelas berdasarkan persentase barang dan persentase nilai uang

barang.

Menggambarkan kurva analisis ABC (bagan Pareto) atau menunjuk tingkat

kepentingan masalah.

Dengan analisis ABC, kita dapat melihat tingkat kepentingan masalah dari suatu barang. Dengan

begitu, kita dapat melihat barang mana saja yang perlu diberikan perhatian terlebih dahulu.

(5)

Menurut Jay Heizer dan Barry Render(2015, p556) Kebijakan-kebijakan yang dapat di

dasarkan pada analisis ABC mencakup hal-hal di bawah ini:

Membeli sumber daya yang ditunjukan pada pengembangan pemasok harus jauh lebih

tinggi untuk barang-barang kategori A dibanding dengan barang-barang kategori C.

Barang-barang kategori A, yang berlawanan dengan barang-barang kategori B dan

kategori C, harus memiliki pengendalian persediaan fisik yang lebih ketat;

barang-barang tersebut mungkin di tempatkan di bagian yang lebih aman, dan mungkin

keakuratan catatan persediaannya untuk barang-barang kategori A harus lebih sering

diverifikasi.

Meramalkan barang-barang kategori A memerlukan perhatian lebih dibandingkan

barang-barang lainnya.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan adalah sebagai berikut : (1) Jenis penelitian yang digunakan adalah

deskriptif; (2) Unit analisis yang digunakan adalah organisasi; (3) Dimensi wakru penelitian

adalah cross sectional; (4) Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan,

wawancara dan observasi; (5) Metode analisis yang digunakan adalah Forecasting dan Analisis

ABC.

HASIL DAN BAHASAN

Berikut adalah kriteria yang akan digunakan di dalam setiap metode perhitungan yang ada dalam

penelitian:

Untuk menentukan hasil

forecast

unit penjualan periode Juni 2015 hingga April 2016 maka

digunakan metode

forecasting Linear Regression/Least Squares

. Sementara itu untuk

memprediksi satu bulan pertama dengan metode

forecasting

mengunakan:

Naïve Method,

Moving Average, Weighted Moving Averages, Exponential Smoothing, Exponential

Smoothing with Trend.

Lalu mencari hasil dari semua

forcasting

dari

Naïve Method, Moving Average, Weighted

Moving Averages, Exponential Smoothing, Exponential Smoothing with Trend, Linear

Regression/Least Squares

.

(6)

Berikut adalah hasil analisa

forcasting

dengan 6 metode tersebut:

Tabel 2 Hasil analisa Forcasting

Metode

MAD

MSE

Bulan

Total Unit

Naïve Method

47.25

3,848.083

Juni 2015

183

Moving Average

67.9762

6,386.56

Juni 2015

177.3333

Weighted Moving Average

55.9

4,982.3

Juni 2015

185.3333

Exponential Smoothing

47.5565

4,072.398

Juni 2015

184.073

Exponential Smooting With

Trend

64.6037

6,189.971

Juni 2015

210.9677

Linear Regression/Least

Squares

41.1682

2,897.014

Juni 2015

195.8461

Linear Regression/Least

Squares

Juli 2015

203.5055

Linear Regression/Least

Squares

Agustus

2015

211.1648

Linear Regression/Least

Squares

September

2015

218.8242

Linear Regression/Least

Squares

Oktober

2015

226.4835

Linear Regression/Least

Squares

November

2015

234.1428

Linear Regression/Least

Squares

Desember

2015

241.8022

Linear Regression/Least

Squares

Januari 2016

249.4615

Linear Regression/Least

Squares

Februari

2016

257.1208

Linear Regression/Least

Squares

Maret 2016

264.7802

Linear Regression/Least

Squares

April 2016

272.4395

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penulis dari

QM for Windows.

Dan setelah mencari

MAD & MSE,

maka di temukan bahwa data yang terkecil dari data

tersebut dengan menggunakan

Forcasting Linear Regression/Least Squares.

(7)

Setelah itu data permintaan konsumen dari bulan Mei 2014 – Mei 2015 di input ke dalam QM

for Windows untuk mengetahui hasil pengelompokan kelas ABC. Dan berikut adalah hasil

analisa ABC

Item name Demand Price Dollar Volume Percent of $-VolCumultv $-vol %Category

COLT DIESEL FE 73 HD 110 ps 132 1,200,000,000.00 158,400,000,000.00 25.04 25.04 A

SMALL CAR MIRAGE GLS A/T 155 409,000,000.00 63,395,000,000.00 10.02 35.07 A

COLT DIESEL FE 74 HDV 125 ps 130 396,500,000.00 51,545,000,000.00 8.15 43.22 A

NEW OUTLANDER PX A/T 133 301,300,000.00 40,072,900,000.00 6.34 49.55 A

PAJERO GLX 4X4 M/T 136 PS 130 277,700,000.00 36,101,000,000.00 5.71 55.26 A

NEW OUTLANDER GLS A/T 120 288,600,000.00 34,632,000,000.00 5.48 60.73 A

SMALL CAR MIRAGE GLX M/T 140 177,000,000.00 24,780,000,000.00 3.92 64.65 A

NEW OUTLANDER GLX M/T 135 163,000,000.00 22,005,000,000.00 3.48 68.13 A

PAJERO DAKAR 4X4 A/T HI-POWER 178 PS 124 163,500,000.00 20,274,000,000.00 3.21 71.34 A

SMALL CAR MIRAGE GLS SPORT A/T 39 419,000,000.00 16,341,000,000.00 2.58 73.92 A

COLT DIESEL FE 73 110 ps 131 100,500,000.00 13,165,500,000.00 2.08 76 B

T 120 SS PU STD 1.5 86 ps 45 280,500,000.00 12,622,500,000.00 2 78 B

COLT DIESEL FE SUPER HDX 136 ps 9 1,270,000,000.00 11,430,000,000.00 1.81 79.8 B

L 300 MINIBUS STD E-2 74 ps 35 272,700,000.00 9,544,500,000.00 1.51 81.31 B

COLT DIESEL FE 84 G HDL 136 ps 18 522,500,000.00 9,405,000,000.00 1.49 82.8 B

COLT DIESEL FE 84 BC 136 ps 17 490,500,000.00 8,338,500,000.00 1.32 84.12 B

T 120 SS PU WD 3 WAYS 1.5 86 ps 15 552,500,000.00 8,287,499,000.00 1.31 85.43 B

COLT DIESEL FE SUPER HD 136 ps 20 368,000,000.00 7,360,000,000.00 1.16 86.59 B

COLT DIESEL FE 71 110 ps 13 559,000,000.00 7,267,000,000.00 1.15 87.74 B

PAJERO DAKAR 4X2 A/T HI-POWER 178 PS 13 531,000,000.00 6,903,000,000.00 1.09 88.83 B

L 300 MINIBUS DLX E-2 74 ps 29 220,900,000.00 6,406,100,000.00 1.01 89.85 B

SMALL CAR MIRAGE EXCEED A/T 25 221,900,000.00 5,547,500,000.00 0.88 90.72 B

PAJERO SPORT GASOLINE 3.0 4X2 A/T 220 PS 14 347,000,000.00 4,858,000,000.00 0.77 91.49 B

STRADA TRITON DC HD-X 2.8 L M/T CBU THAILAND 17 282,900,000.00 4,809,300,000.00 0.76 92.25 B

PAJERO EXCEED 4X2 A/T 136 PS 15 307,000,000.00 4,605,000,000.00 0.73 92.98 B

T 120 SS PU FD 1.5 86 ps 25 163,500,000.00 4,087,500,000.00 0.65 93.63 B

L 300 PU FD 74 ps 14 287,900,000.00 4,030,600,000.00 0.64 94.26 C

COLT DIESEL FE 71 BC 110 ps 8 464,000,000.00 3,712,000,000.00 0.59 94.85 C

STRADA TRITON GLS NON AB CBU THAILAND 16 207,500,000.00 3,320,000,000.00 0.52 95.37 C

FM 517 HS 4X2 - 6 BAN 220 ps 9 358,000,000.00 3,222,000,000.00 0.51 95.88 C

NEW MITSUBISHI DELICA 2.0 A/T 150 PS 7 460,000,000.00 3,220,000,000.00 0.51 96.39 C

L 300 PU STD 74 ps 29 100,000,000.00 2,900,000,000.00 0.46 96.85 C

COLT DIESEL FE 83 BC 110 ps 7 385,500,000.00 2,698,500,000.00 0.43 97.28 C

PAJERO GLS 4X2 M/T 136 PS 8 322,000,000.00 2,576,000,000.00 0.41 97.69 C

STRADA TRITON SINGLE CAB HDX 4X4 M/T CBU THAILAND9 271,900,000.00 2,447,100,000.00 0.39 98.07 C STRADA TRITON GLS EXCEED HP M/T CBU THAILAND 12 193,500,000.00 2,322,000,000.00 0.37 98.44 C

STRADA TRITON GLS EXCEED HP A/T CBU THAILAND 9 252,300,000.00 2,270,700,000.00 0.36 98.8 C

COLT DIESEL FE 74 S 125 ps 22 102,500,000.00 2,255,000,000.00 0.36 99.15 C

FM 517 HL 4X2 - 6 BAN 220 ps 4 426,000,000.00 1,704,000,000.00 0.27 99.42 C

STRADA TRITON GLS AB CBU M/T THAILAND 10 170,000,000.00 1,700,000,000.00 0.27 99.69 C

FM 517 HL LONG 4X2 - 6 BAN 220 ps 5 336,000,000.00 1,680,000,000.00 0.27 99.96 C

PAJERO SUPER EXCEED 3.8 JAPAN 1 262,700,000.00 262,700,000.00 0.04 100 C

LANCER EVO X A/T CBU JAPAN 0 148,000,000.00 0.00 0 100 C

FN 517 ML 2 6X2 - 10 BAN 220 ps 0 659,000,000.00 0.00 0 100 C

FN 517 ML 2 SUPER LONG 6X2 - 10 BAN 220 ps 0 672,000,000.00 0.00 0 100 C

FN 527 MS 6X4 - 10 BAN 220 ps 0 765,000,000.00 0.00 0 100 C FN 527 ML 6X4 - 10 BAN 220 ps 0 778,000,000.00 0.00 0 100 C FN 617 6X2 - 10 BAN 220 ps 0 788,500,000.00 0.00 0 100 C FN 627 6X4 MT - 10 BAN 250 ps 0 885,000,000.00 0.00 0 100 C HEAD TRACTOR FV 51 JH 380 ps 0 1,200,000,000.00 0.00 0 100 C FUSO FJ 2523 0 584,000,000.00 0.00 0 100 C

FUSO FJ 2528 CHASSIS MIXER 0 746,500,000.00 0.00 0 100 C

TOTAL 1849 632,503,500,000.00

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penulis

(8)

Tabel 3 Persentase ABC

No

Kelompok/Jenis

Jumlah Unit

Total

Permintaan

% Permintaan

1

Besar (A): Pajero,

New outlander, Pajero

Dakar, Mirage, Colt

Diesel

1238

467.545.900.000 73,93%

2

Sedang (B): L 300,

Colt Diesel, Mirage,

Pajero, Delica, Strada,

T 120

441

124.636.899.000 19,72%

3

Kecil (C): Colt Diesel,

T 120, Pajero, Strada,

FM 517, Lancer Evo,

Pajero Dakar, FN 517,

FN 527, FN 617, FN

627, Head Tractor,

Fuso

170

40.320.600.000

6,4%

TOTAL

1849

632,503,500,000

100.05%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penulis dari

QM for Windows.

Dan berikut adalah grafik ABC Analisis:

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penulis

(9)

Dan dari hasil pembahasan ABC Analisis diatas, maka hasil penjualan Mobil tertinggi dengan

persentase permintaan sebesar 73,93% yang juga merupakan kategori A adalah sebagai berikut:

Pajero glx 4X4 M/T 136 ps, New Outlander PX A/T,

Pajero Dakar 4X4 A/T Hi-Power 178, Small

car Mirage GLS A/T,

New Outlander GLX M/T, New Outlander GLS A/T,

Colt Diesel fe 74 HDV

125 ps, Colt Diesel fe 73 HD 110 ps, Small car Mirage GLX M/T, dan Colt Diesel FE 73 110 ps.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan uraian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka penulis dapat menarik

kesimpulan sebagai berikut:

1.

Dengan menggunakan metode

Forecasting

penulis dapat mengetahui

bagaimana peramalan penjualan unit mobil periode berikutnya yang ada dalam

forecasting

, penulis menyimpulkan bahwa metode

linear

regression/least

squares

merupakan metode terbaik yang dapat digunakan oleh PT. Ciwangi

Berlian Motors pada periode selanjutnya.

2.

Oleh karena itu menggunakan metode ABC Analysis pareto penulis dapat

mengkategorikan unit mobil yang memiliki nilai investasi dari yang tertinggi

hingga yang terendah. Unit mobil mitsubishi yang memiliki nilai investasi

tinggi dan harus diprioritaskan dan tidak boleh kekurangan dalam

persediaannya oleh perusahaan adalah dengan kategori A, yaitu: Pajero GLX

4X4 M/T 136 ps, New Outlander PX A/T, Pajero Dakar 4X4 A/T Hi-Power

178, Small car Mirage GLS A/T, New Outlander GLX M/T, New Outlander

GLS A/T, Colt Diesel FE 74 hdv 125 ps, Colt Diesel FE 73 HD 110 ps, Small

car Mirage GLX M/T, Colt Diesel FE 73 110 ps. Dengan 10 tipe unit mobil

tersebut sudah mewakili 73,93% nilai investasi pada PT. Ciwangi Berlian

Motors.

Saran

1.

Berdasarkan penelitian dan kesimpulan di atas, peneliti mencoba

memberikan saran kepada PT. Ciwangi Berlian Motors sebagai bahan

pertimbangan mengenai penggunaan

forecasting

dengan metode

linear

regression/least squares.

(10)

2.

Perusahaan disarankan dalam melakukan perencanaan pemesanan unit

mobil kepada produsen, harus memperhatikan minat konsumen terhadap

unit mobil Mitsubishi pada periode yang telah lalu. Karena di periode

berikutnya atau masa mendatang mungkin saja terjadi peningkatan atau

penurunan minat konsumen terhadap unit mobil Mitsubishi, sehingga tidak

terjadinya kelebihan atau kekurangan selish stok unit mobil pada

perusahaan.

3.

Berdasarkan hasil perhitungan analisis ABC, seharusnya PT. Ciwangi Berlian

Motors lebih memprioritaskan jenis-jenis unit mobil yang berada pada

kategori ”A” dengan menambah stok unit mobil untuk menghindari

kekurangan serta mengawasi dan mengontrol lebih baik lagi stok atau

persediaan unit mobil.

4.

Pada kategori ”B” maupun ”C” sebaiknya PT. Ciwangi Berlian Motors

melakukan pemesanan unit mobil ke produsen setelah adanya permintaan

dari konsumen yang telah memenuhi syarat pembelian unit mobil Mitsubishi

untuk menghindari resiko kelebihan bahan baku sehingga dapat menghindari

atau meminimalisir kerugian bagi perusahaan.

REFERENSI

Heizer, Jay. Render, Barry. (2015)

Manajemen Operasi

. Jakarta: PT. Salemba

Empat

Handoko, Hani T. (2009)

Dasar-Dasar Manajemen Produksi dan Operasi

.

Yogyakarta: BPFE Yogyakarta

Herjanto, Eddy. (2000)

Manajemen Produksi dan Operasi.

Jakarta: PT. Gramedia

Widia sarana Indonesia

Herjanto, Eddy. (2007)

Manajemen Operasi.

Jakarta: PT. Gramedia Widia sarana

Indonesia

Fahmi, Irham. (2003)

Manajemen Produksi dan Operasi.

Bandung

:CV. Alfabeta.

Nasution, Arman Hakim. (2003)

Perencanaan dan Pengendalian Produksi.

Surabaya: Guna Widya

(11)

Sekaran, Uma. (2009)

Metode Penelitian untuk Bisnis.

Jakarta. PT. Salemba

Empat

Soeparno, W. (2010)

Analisis Forcasting dan Keputusan Manajemen.

Jakarta: PT.

Salemba Empat

Subagyo, Pangestu. (2002)

Forcasting: Konsep dan Aplikasi.

Yogyakarta: BPFE

Yogyakarta

Sartono, Agus. (2009)

Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi.

Yogyakarta:

BPFE Yogyakarta

Ma’arif Syamsul, M. Tanjung, Hendri. (2003)

Manajemen Operasi

. Jakarta:

Grasindo

Stevenson, Wiliam J. Chuong, Sum C. (2014)

Manejemen Operasi

. Jakarta:

PT. Salemba Empat

Abdulrasheed ABDULRAHEEM, Ph.D, Khadijat Adenola YAHAYA, Ph.D

Sulu Babaita ISIAKA, Ph.D, Olanrewaju Atanda ALIU, Ph.D. (2011)

Inventory Management in Small Business Finance: Empirical Evidence From Kwara

State, Nigeria.

Vol.2(1)

Syntetos, A A; Boylan, J E; Disney, S M. (2009)

Forecasting for inventory

planning: a 50-year review. The Journal of the Operational Research Society, suppl.

Special Issue.

Nico Hartanto, Yulia, Alexander Setiawan. (2013) SISTEM PENDUKUNG

KEPUTUSAN PEMBELIAN BERDASARKAN PERAMALAN PENJUALAN

PADA PT. X. Vol 1 No 2. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Kristen Petra

Anis Tri Sugiyarti, Nuryadi, Christyana Sandra. (2013) Analisis Biaya Satuan

(Unit Cost) Dengan Metode Activity Based Costing (ABC) (Studi Kasus di Poli Mata

RSD Balung Kabupaten Jember) Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Jember

Octavian Surya Pratiwi. (2011) ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY

BASED COSTING DALAM MENENTUKAN HARGA SEWA KAMAR HOTEL.

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro

(12)

RIWAYAT PENULIS

Vinaya Visakha Wiraya lahir di Jakarta pada 20 Juni 1993. Penulis menyelesaikan

pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara

(Binus University)

, Jakarta dalam bidang

manajemen, program studi

entrepreneur

pada tahun 2015.

Gambar

Gambar 1 Peningkatan Penjualan Kendaraan Bermotor
Tabel 1 Stock/Persediaan Unit Mobil Mitsubishi Bulan Mei 2014 –  Mei 2015
Tabel 3 Persentase ABC

Referensi

Dokumen terkait

bahwa dengan adanya perubahan kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah, serta penggunaan kendaraan dinas di Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah dan Instansi Vertikal yang

Hamka menafsirkannya dalam Surat as-Sajdah ayat 19 bahwasanya: Jiwa seorang muslim telah penuh dengan kepercayan kepada Allah Swt dan sikap hidupnya telah

Kekuatan bending dan ketangguhan impak komposit meningkat sampai fraksi volume nanosilika 30% karena filler nanosilika dapat menyebar secara merata dan dapat

Interface Bridging Hardware Konsep AMR Smart GSM Modem Universal Consentrator Protocol Overview DLMS Overview AGENDA InTek TM

1. Kriogenik adalah merupakan sesuatu bahan yang mempunyai suhu yang terlampau rendah di bawah -150 celcius. Ketika mengendalikan cecair kriogenik mestilah menitikberatkan

Pada penelitian ini akan digunakan biodesel minyak jelantah sebagai bahan bakar yang nantinya dengan pengaturan start of injection dan durasi injeksi dapat

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan games dalam mengukur hubungan beban kerja terhadap waktu, sehingga penelitian ini nantinya diharapkan games dapat

Nama Badan Usaha/Instansi pemerintah : ... Dinyatakan telah memenuhi persyaratan untuk diberikan Sertifikat Kompetensi Pengedar benih tanaman sayuran/ tanaman buah/ tanaman