• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur dan Komposisi Jenis Tegakan Semai dan Pancang di Hutan Alam Akibat Pemanenan Kayu dengan Teknik Reduced Impact Timber Harvesting

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Struktur dan Komposisi Jenis Tegakan Semai dan Pancang di Hutan Alam Akibat Pemanenan Kayu dengan Teknik Reduced Impact Timber Harvesting"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  2  menunjukkan  bahwa  kegiatan  pemanenan  kayu  menyebabkan  perubahan  struktur  dan  komposisi  tegakan  permudaan  tingkat  semai
Tabel 2. Lima peringkat nilai INP tertinggi, Indeks Moroshita (pola penyebaran jenis) dan keanekaragaman jenis dan  pada berbagai jenis pada tingkat pancang sebelum dan sesudah pemanenan kayu

Referensi

Dokumen terkait

Struktur dan Komposisi Jenis Permudaan Hutan Alam Tropika Akibat Pemanenan Kayu dengan Sistem Silvikultur Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) (M u h d i).. STRUKTUR DAN KOMPOSISI

Kegiatan pemanenan kayu di hutan alam akan menyebabkan kerusakan baik pada tegakan tinggal yang akan berimbas pada perubahan cadangan massa karbon, tanah maupun keanekaragaman

Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) untuk membandingkan perubahan komposisi dan struktur vegetasi hutan akibat kegiatan pemanenan kayu dan perlakuan

Berdasarkan uji beda rata-rata berat isi tanah pada petak pemanenan kayu konvensional dan RITH menunjukkan bahwa berat isi tanah pada petak pemanenan kayu konvensional dan RITH

The objectives of this research is to know residual stand damage and opened areas caused by conventional and reduced impact timber harvesting (RITH) in natural forest..

Tabel 1 dan 2 menunjukkan, bahwa pada permudaan tingkat semai dan pancang pada setiap plot indeks keanekaragaman jenis (H’) sebelum pemanenan kayu lebih besar

Penelitian ini menemukan bahwa kegiatan pemanenan hutan menyebabkan terjadinya kerusakan tegakan tinggal berdiameter ≥ 10 cm sebesar 40% yang terdiri dari 20% akibat

Tabel 1 dan 2 menunjukkan, bahwa pada permudaan tingkat semai dan pancang pada setiap plot LQGHNV NHDQHNDUDJDPDQ MHQLV +¶ VH belum pemanenan kayu lebih besar dibanding