• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kontribusi Pola Asuh Orang Tua, Lingkungan Belajar, Adversity Quotient Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 10 Surakara Tahun Ajaran 2018/2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kontribusi Pola Asuh Orang Tua, Lingkungan Belajar, Adversity Quotient Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 10 Surakara Tahun Ajaran 2018/2019"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KONTRIBUSI POLA ASUH ORANG TUA, LINGKUNGAN

BELAJAR, ADVERSITY QUOTIENT TERHADAP HASIL

BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 10

SURAKARA TAHUN AJARAN 2018/2019

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Oleh :

SEFTI DIAN ULYANA A410150026

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2019

(2)
(3)
(4)
(5)

1

KONTRIBUSI POLA ASUH ORANG TUA, LINGKUNGAN BELAJAR, ADVERSITY QUOTIENT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019

Abstrak

Tujuan penelitian ini : 1) menganalisis dan menguji kontribusi pola asuh orang tua terhadap hasil belajar matematika, 2) menganalisis dan menguji kontribusi lingkungan belajar terhadap hasil belajar matematika, 3) menganalisis dan menguji kontribusi Advesity Quotient terhadap hasil belajar matematika, 4) menganalisis dan menguji kontribusi pola asuh orang tua, lingkungan belajar, dan adversity quotient terhadap hasil belajar matematika Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan pada kelas VIII SMP Muhammadiyah 10 Surakarta dengan jumlah siswa sebanyak 46 siswa sebagai sampel. Pengambilan sampel menggunakan proposional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analissi data menggunakananalissi regresi liniear berganda. Hasil penelitian : 1) Pola asuh orang tua terhadap hasil belajar matematika tidak berkontribusi secara positif dan signifikan dengan taraf signifikansi (α) = 5% dan Sumbangan Efektif (SE%) = -4,677%, 2) Lingkungan belajar terhadap hasil belajar matematika berkontribusi secara positif dan signifikan dengan taraf signifikansi (α) = 5% dan Sumbangan Efektif (SE%) = 25,461%, 3) Adversity quotient terhadap hasil belajar matematika berkontribusi secara positif dan signifikan dengan taraf signifikansi (α) = 5% dan Sumbangan Efektif (SE%) = 79,228%, 4) kontribusi antara pola asuh orang tua, lingkungan belajar dan adversity quotient terhadap hasil belajar matematika berkontribusi secara positif dan signifikan dengan taraf signifikansi (α) = 5% dan koefisien determinasi (R2)= 24,089%.

Kata Kunci:pola asuh orang tua, lingkungan belajar, adversity quotient, hasil belajar matematika.

Abstract

The objectivitas of the study : 1) to analyze and examine contribution of parenting style to mathematics learning outcome, 2) to analyze and examine contribution of learning facilities to mathematics learning outcome, 3) to analyze and examine contribution of adversity quotient to mathematics learning outcome, 4) to analyze and examine the contribution of parenting style, learning facilities, and adversity quotient to the mathematics learning outcome. This type of research based on a quantitative approach. The study was conducted in class VIII Muhammadiyah Junior High School 10 Surakarta with forty six students as samples using the Slovin formula. Sampling uses proportional random sampling. Data colllection techniques with documentation

(6)

2

an questionnaires. Data analysis techiques use multiple linear regression. The results of research : one) parenting style through mathematic learning achievements and its didn’t have posotif and significant contributions with significance level (α) = 5% and Effective Contribution (SE%) = -4,677%, 2) learning facilities through mathematic learning achievements and its positif and significant contributions with significance level (α) = 5% and Effective Contribution (SE%) = 25,461%, 3) adversity quotient through mathematic learning achievements and its positif and significant contributions with significance level (α) = 5% and Effective Contribution (SE%) = 79,228%, 4) parenting style, learning facilities, and adversity quotient through mathematic learning achievements and its positif and significant contributions with significance level (α)= 5% and coefficient of determination (R2)= 24,089%.

Keyword: parenting style, learning facilities, adversity quotient, mathematics learning outcomes.

1. PENDAHULUAN

Pendidikan sebagai suatu proses yang dinamis ternyata dari waktu ke waktu mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan dinamika masyarakat. Pada awal Orde Baru sampai sekitar tahun 1980-an kita melihat perkembangan pendidikan yang sasarannya ditujukan pada pemerataan pendidikan. Menjelang tahun 2000, lebih dari 52 juta warga negara telah berada di semua jenjang, jalur dan jenis pendidikan nasional kita. Hal ini menunjukan keberhasilan memperoleh pendidikan bagi warga negara kita. Namun demikian pada akhir-akhir ini kita di hadapkan dengan masalah peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan Djalal,F (2001:20)

Perubahan sistem pendidikan, program kurikulum, strategi belajar mengajar, sarana prasarana pendidikan mempengaruhi perkembangan siswa baik bidang akademis, sosial maupun pribadi. Oleh karena itu siswa diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan pendidikan yang sedang berlangsung. Kemudian penyesuaian diri inipun sering kali mengalami hambatan dan kesulitan yang cukup berarti termasuk mempengaruhi hasil belajar.

Hasil belajar merupakan akhir dari proses belajar mengajar. Rusman (2012 : 123) mengungkapkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Umumnya hasil belajar berupa nilai yang diberikan guru kepada siswanya sebagai tolak ukur prestasi siswa dalam masa tertentu.

(7)

3

Pengaruh dari faktor internal diantaranya minat dan bakat siswa, kemandirian, tingkat kecerdasan, gaya belajar siswa. Sedangkan pengaruh dari eksternal diantaranya model pembelajaran dari guru, suasana kelas, sarana prasarana sekolah, buku ajar, peran orang tua, dan sebagainya.

Hasil belajar matematika siswa SMP Muhammadiyah 10 Surakarta masih rendah, yaitu di bawah KKM yang telah di tetapkan sekolah. Terlebih matematika merupakan mata pelajaran yang sukar bagi sebagian siswa. Rendahnya hasil belajar matematika siswa dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Beberapa faktor dari luar individu yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika diantaranya adalah pola asuh orang tua dan lingkungan belajar. Pola asuh orang tua adalah hubungan interaksi orang tua dengan anak, dimana orang tua berperan aktif di setiap perkembangan anaknya. Sehingga anak mendapatkan pendidikan yang layak, kasih sayang dan perhatian yang utuh serta memiliki jiwa yang disiplin dan anak dapat tumbuh dan berkembang secara sehat dan optimal. Selain itu, kurang berhasilnya siswa dalan menyelesaikan tugas belajarnya kemungkinan dipengaruhi oleh pola asuh orang tua siswa dalam memperhatikan proses belajarnya. Kedudukan orang tua tidak dapat diabaikan begitu saja. Dilihat dari hasil belajar matematika siswa, pola asuh orang tua diharapkan menjadi faktor pendukung yang berpengaruh positif.

Namun seiring kita jumpai sekarang ini banyak orang tua yang kurang memperhatikan tumbuh kembang seorang anak. Terkadang mereka sering lalai akan hakikatnya dalam mengasuh dan membimbing anak. Tak jarang dari mereka lebih mementingkan untuk bekerja sebagai sarana penunjang dalam pemenuhan kebutuhan anak sehingga waktu dan perhatian untuk anak akan terkesampingkan. Hal ini tentunya akan berakibat terhadap proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Anne (2010) mengatakan bahwa orang tua merupakan panutan dan pendidik bagi anak-anaknya. Anak akan mendapatkan kepandaian jika orang tua memberi bimbingan kearah yang lebih baik untuk mengembangkan potensinya. Karena pendidikan disekolah tidak cukup bagi anak tanpa arahan orang tua.

Selain pola asuh orang tua, faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar matematika siswa adalah lingkungan belajarnya. Lingkungan belajar dapat diartikan

(8)

4

sebagai segala macam kondisi dan tempat yang dapat menunjang terjadinya pembelajaran. Lingkungan belajar adalah sumber belajar. Menurut barker dan Peter (2013) menyimpulkan bahwa lingkungan belajar dapat menghasilkan perbaikan dalam hasil belajar siswa. Selain itu, Arpinus (2017) dalam penelitianya disimpulkan bahwa lingkungan yang baik akan memberikan dampak yang positif pada kegiatan belajar siswa. Lingkungan fisik (kondisi udara, tempat gedung, ruang kelas) dan lingkungan sosial/budaya (keluarga, sekolah, masyarakat) yang nyaman dan mendukung akan memberi pengaruh positif pada siswa, sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal.

Berdasarkan hasil pengamatan, siswa SMP Muhammadiyah 10 Surakarta tidak mampu memanfaatkan lingkungan belajar yang tersedia. Hal ini terlihat pada saat proses pembelajaran, siswa tidak memperhatikan kebersihan lingkungan serta tidak mampu mengendalikan kelas agar tetap kondusif, banyak siswa yang gaduh sehingga mengganggu proses belajar di kelas. Walaupun guru sebagai fasilitator yang baik, namun tidak pedulinya siswa terhadap proses pembelajaran berdampak pada hasil belajar. Keith, Michael Prosser (1991) mengungkapkan untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang berkualitas didorong dengan fasilitas lingkungan belajar yang baik.

Selain lingkungan belajar, keberhasilan belajar siswa juga dipengaruhi oleh Advesity quotient. Advesity quotient adalah kemampuan seseorang untuk bertahan menghadapi kesulitan atau tantangan hingga dia menemukan solusi dari kesulitan tersebut, mengubah pola pikir, mengubah sikap dan tidak menjadikan kesulitan itu sebagai hambatan dalan hidupnya menuju puncak kesuksesan.Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, cara para siswa dalam menghadapi tantangan mata pelajaran matematika yang diberikan guru berbeda-beda. Dalam penyelesaian soal matematika, ada siswa yang mengikuti cara yang digunakan guru, ada siswa yang memilih cara simpel sesuai pemikiran mereka sendiri, tidak jarang terdapat siswa yang memilih menyontek temanya bahkan sampai tidak mau mengerjakan. Dalam penelitian Listiawati (2019) dapat dirumuskan bahwa guru dapat memfasilitasi untuk meningkatnya adversity quotient siswa dengan membimbing siswa untuk mengeksplorasi dan menganalisis masalahnya sendiri.

(9)

5

Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti menggunakan pola asuh orang tua, lingkungan belajar dan adversiti quotient sebagai variabel bebas yang mempengaruhi hasil belajar matematika siswa SMP Muhammadiyah 10 Surakarta.

2. METODE

Jenis penelitian yang peneliti pakai adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang melibatkan perhitungan atau angka atau kuantitas (Sutama, 2012 : 38). Berdasarkan tujuannya penelitian ini termasuk penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Sutama (2012 : 40) menjelaskan bahwa hubungan yang terjadi dapat berupa suatu korelasional atau saling hubungan, kontribusi atau sumbangan satu variabel terhadap variabel lainnya atau hubungan sebab akibat. Dalam penelitian ini terdapat variabel bebas dan terkait, sehingga dalam penelitian ini terdapat hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lainnya dan tentunya sesuai dengan fakta yang dilakukan peneliti. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua, lingkungan belajar, adversity quotient, sementara variabel terkaitnya adalah hasil belajar matematika..

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini diperoleh melalui pengisian angket pola asuh orang tua, lingkungan belajar dan adverity quotient. Selanjutnya angket tersebut diberikan kepada responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Sedangkan hasil belajar matematika diperoleh dari hasil penilaian Ulangan Akhir Semester (UAS) genap kelas VIII SMP Muhammadiyah 10 Surakarta tahun ajaran 2018/2019.

Sebelum digunakan di kelas sampel, instrumen diujicobakan terlebih dahulu. Uji coba dilaksanakan pada siswa sebanyak 18 siswa. Setelah diujicobakan kemudian instrumen diuji validitas dan reliabilitas. Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas item pernyataan yang valid dan reliabel diberikan kepada 46 siswa yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Berdasarkan data yang diperoleh, dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, uji heterogenitas dan uji autokorelasi. Diperoleh hasil dari analisis data maka dapat disimpulkan bahwa uji

(10)

6

prasyarat dalam penelitian ini telah memenuhi. Setelah melakukan uji prasyarat selanjutnya dilakukan uji regresi linier berganda. Hasil dari uji regresi bahwa nilai koefisien b0 adalah 59,55, b1 adalah -0,051,b2 adalah 0,129, b3 adalah 0,263. Dengan

demikian, diperoleh persamaan regresi adalah Y= 59,551 - 0,051X1 + 0,129X2 +

0,263X3.

Hasil perhitungan uji F variabel bebas yaitu pola asuh orang tua, lingkungan belajar dan adversity quotient terhadap variabel terkait yaitu hasil belajar matematika siswa diperoleh nilai Fhitung = 4,443 > Ftabel = 2,827. Karena Fhitung > Ftabel maka H0

ditolak yang berarti bahwa ada kontribusi antara pola asuh orang tua, lingkungan belajar dan adversity quotient terhadap hasil belajar matematika. Jadi dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua, lingkungan belajar dan adversity quotient berkontribusi secara simultan terhadap hasil belajar matematika. Nilai hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 24,089%. Hal ini menunjukan bahwa variabel pola asuh orang tua, lingkungan belajar dan adversity quotient membeikan kontribusi terhadap hasil belajar matematika sebesar 24,089%. Sedangkan sisanya yaitu 75,991% dikontribusi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian. Berdasarkan hasil hitung persentase sumbangan yang diberikan pola asuh orang tua, lingkungan belajar dan adversity quotient cukup rendah. Hal tersebut disebabkan karena pada proses pengisian instrumen angket semua variabel masih belum sesuai apa yang diinginkan peneliti. Dalam mengerjakan pengisian angket banyak siswa yang masih bekerjasama dengan teman, tidak sesuai hati nurani siswa tersebut dan berasal dari latar belakang yang berbeda. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Utami (2012) menyimpulkan bahwa terdapat kontribusi fasilitas belajar, lingkungan belajar dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar matematika, dengan α = 0,05 dan sumbangan R2 sebesar 28,200%. Penelitian lain yang dilakukan oleh Kurniawan (2014) menyimpulkan bahwa motivasi belajar, perhatian orang tua dan lingkungan sosial secara bersama-sama mempengaruhi hasil belajar matematika secara signifikan. Supardi (2013) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa adversity quotient berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan R2 sebesar 43,6%. Dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa

(11)

7

terdapat kontribusi secara simultan antara pola asuh orang tua, lingkungan belajar dan adversity quotient terhadap hasil belajar matematika.

Berdasarkan hasil pengujian uji t kontribusi pola asuh orang tua terhadap hasil belajar matematika diperoleh perhitungan thitung = -0,504 < ttabel = 2,018. Karena thitun <

ttabel maka H0 di terima, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kontribusi antara

pola asuh orang tua terhadap hasil belajar matematika secara parsial. Nilai sumbangan efektif dan sumbangan relatig yang diberikan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar matematika sebesar-1,127% dan -4,677%. Maka dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua tidak memberikan kontribusi terhadap hasil belajar karena memberikan sumbangan yang rendah terhadap hasil belajar.

Secara parsial tidak ada kontribusi pola asuh orang tua terhadap hasil belajar matematika. Hal ini mungkin disebabkan karena faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar matematika. Palupi (2003) berdasarkan hasil analisis data penelitianya diperoleh koefisien korealsi dua variabel bebas yaitu 0,453 dengan taraf signifikansi 0,042. Penelitiannya menyimpulkan bahwa terdapat korealsi antara motivasi berprestasi dan persepsi terhadap pola asuh orang tua dengan prestasi belajat mahasiswa psikologi. Sesuai pendapat Dwija (2008) berdasarkan penelitiannya menyimpulkan terdapat hubngan yang positif dan signifikan antara konsep diri dan hasil belajar sosiologi, terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara bersama-sama antara konsep diri, motivasi berprestasi, perhatian orang tua

Penelitian tersebut menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya konsep diri dan motivasi berprestasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pola asuh orang tua sebagai variabel yang mempengaruhi hasil belajar matematika. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada kontribusi pola asuh oran gtua terhadap hasil belajar matematika.

Berdasarkan hasil pengujian uji t kontribusi lingkungan belajar terhadap hasil belajar matematika diperoleh perhitungan thitung = 1,674 < ttabel = 2,018. Karena thitun <

ttabel maka H0 di terima, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kontribusi antara

pola asuh orang tua terhadap hasil belajar matematika secara parsial. Nilai sumbangan efektif dan sumbangan relatif yang diberikan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar

(12)

8

matematika sebesar 6,133% dan 25,461%. Maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar memberikan kontribusi terhadap hasil belajar.

Secara parsial terdapat kontribusi lingkungan belajar terhadap hasil belajar matematika. Hal ini sesuai dengan penelitain yang dilakukan oleh Mata, Monteiro dan pixoto (2012) memaparkan bahwa lingkungan belajar memberikan sumbangan efektif sebesar 7% terhadap hasil belajar matematika. Dari hasil sumbangan efektif tersebut dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar memberikan kontribusi positif dan signifikanterhadap hasil belajar matematika. Penelitian yang dilakukan oleh Anggraini, Pratmanthara dan Purnomo (2017) uang menyimpulkan bahwa lingkungan belajar berkontribusi positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Dengan lingkungan bealjar yang kondusif maka siswa dapat merasa nyaman untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dan akan meningkatkan hasil belajarnya.

Penelitian tersebut menunjukan bahwa lingkungan belajar merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Berbeda halnya dengan penelitian yang dilakukan peneliti bahwa tidak terdapat kontribusi atau hubungan yang positif dan signifikan, karena dapat disebabkan oleh instrumen angket yang digunakan penelti masih terlalu umum.

Berdasarkan hasil pengujian uji t kontribusi adversity quotient terhadap hasil belajar matematika diperoleh perhitungan thitung = 2,636 < ttabel = 2,018. Karena thitun <

ttabel maka H0 di terima, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kontribusi antara

pola asuh orang tua terhadap hasil belajar matematika secara parsial. Nilai sumbangan efektif dan sumbangan relatig yang diberikan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar matematika sebesar 19,085% dan 79,228%. Maka dapat disimpulkan bahwa adversity quotient memberikan kontribusi terhadap hasil belajar.

Secara parsial terdapat kontribusi adversity quotient terhadap hasil belajar matematika. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Leonard dan Niky Amanah (2013) memaparkan bahwa adversity quotient terhadap hasil belajar matematika. Penelitian yang dilakukan oleh Soleh (2002) bahwa adversity quotient dan kemampuan berpikir kritis berkontribusi positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Dengan lingkungan belajar yang kondusif maka siswa dapat merasa nyaman untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dan akan meningkatkan hasil belajarnya.

(13)

9

Penelitian diatas menunjukan bahwa adversity quotient merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Berbeda halnya dengan penelitian yang dilakukan peneliti bahwa tidak terdapat kontribusi atau hubungan yang positif dan signifikan, karena dapat disebabkan oleh instrumen angket yang digunakan penelti masih terlalu umum.

4. PENUTUP

Berdasarkan pada analisis data dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya dengan taraf signifikansi α = 5% dapat disimpulkan sebagai berikut.

4.1 Terdapat kontribusi antara pola asuh orang tua, lingkungan belajar dan adversity quotient terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta tahun ajaran 2018/2019. Variabel pola asuh orang tua, lingkungan belajar dan adversity quotient memberikan kontribusi sebesar 24,089% terhadap hasil belajar matematika. Sedangkan sisanya 75,911% dikontribusikan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian.

4.2 Terdapat kontribusi variabel pola asuh orang tua terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta tahun ajaran 2018/2019. Pola asuh orang tua memberikan sumbangan relatif sebesar -1,127% dan sumbangan efektif -4,677% sebesar terhadap hasil belajar matematika.

4.3 Terdapat kontribusi variabel lingkungan belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta tahun ajaran 2018/2019. Lingkungan belajar memberikan sumbangan relatif sebesar 6,133% dan sumbangan efektif 25,461% sebesar terhadap hasil belajar matematika.

4.4 Terdapat kontribusi variabel adversity quotient terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta tahun ajaran 2018/2019. Adversity quotient memberikan sumbangan relatif sebesar 19,085% dan sumbangan efektif 79,228% sebesar terhadap hasil belajar matematika.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono. (2003). Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

(14)

10

Anggraini, Pratmanthara dan Purnomo. (2017). “Pengaruh Kemandirian Belajar dan Lingkungan Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar”. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia 10(1):48-65.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Asvio, Arpinus, Suharmon, 2017. "The Influence of Learning Motivation and Learning Environment on Undergraduate Students Learning Achievement of Management of Islamic Education, Study Program of Iain Batusangkar In 2016," Noble International Journal of Social Sciences Research 2(2):16-31 Barker, J., Gossman, P. (2013) ‘The learning impact of a virtual learning

environment:students’ views ‘ Network Journal 5 (2) :19-38

Budiyono, 2009. Statistika Dasaruntuk Penelitian. Surakarta: FKIP UNS Press. Djalal, Fasli dan Supriadi, Dedi. 2001. Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi

Daerah. Yogyakarta: Adicita

Djamarah. B. Syaiful. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2011.

Eko, Setyo Atmojo. 2013. “Penerapan Model Pembelajaran Berbais Masalah dalam Peningkatan Hasil Belajar Pengelolaan Lingkungan”, Jurnal pendidikan 1(2). Femisusanti. 2013. Pengaruh Perhatian Orang Tua. Disiplin belajar, dan Strategi

Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Gombong Kabupaten Kebumen. Jurnal Pendidikan Ekonomi. Purworejo: FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo.

Frenzel, Anne C. dkk. 2010. Development of Mathematics Interest in Adolesence: Influences of Gender, Family and School Context. Didapat dari http://online library.Wiley.com/enhnced/doi/10.1111/j.15327795.2010.00645.x/ (diakses pada 13 juli 2019).

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Universitas Diponegoro.

Gunarsa, Ny. Y. Singgih D. and Singgih D. Gunarsa, Psikologi Remaja , (Jakarta: BPK Gunung Agung, 1981).

Kolb dalam Al-Saai dkk (2011) Effect of a Blended E-Learning Environment on Student Achievment and Attitudes Toward Using E Learning In Teaching And Learning at the University Level. International Journal for Research in Education (IJRE) No. 29.

(15)

11

Kurniawan, Didik dan Dhoriva Urwatul Wutsqo. 2014. “Pengaruh Perhatian Orang Tua, Motivasi Belajar, dan Lingkungn Sosial terhadap Hasil belajar Matematika Siswa SM”. Jurnal Riset Pendidikan Matematika vol1 (2). ISSN: 2477-1503.

Leonard danniky Amanah (2013) Pengaruh Adversity Quotient (AQ) dan Kemampuan Berpikit Kritis Terhadap Prestasi Belajar Matematika

Listiawati, N., & Sebayang, S. K. (2019). The association between sociodemographic factors and teachers’ guidance towards students’ adversity quotient. Indonesian Journal of Education, 11(2), 109-116

Mata, Maria de Laurdes, Vera Monteiro, Fransisco exioto. 2012. “Attitude Towards Matematics: Effect of individual, Motivatonal, dan Social Support Factors”. Child Development Research vol 2012. ID: 876028.

Muhidin, Sambas Ali dan Maman Abdurrahman, 2011. Korelasi, Regresi dan Jalur dalam Penelitian. Bandung : Pustaka Setia.

Nashori, F. 2003. Potensi-Potensi Manusia: Seri Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nyoman, Ni Sutrisnawati. 2012. Kontribusi Perhatian Orang Tua,Kebiasaan Belajar, dan Kemampuan Guru dalam Mengelola Proses Pembelajaran terhadap Preatasi Belajar Siswa pada Bidang Studi yang di-UAN-kan (Studi persepsi siswa kelas XIII SMA Negeri Blahbatuh). Skripsi. Universitas Pendidikan Ganesha.

Palupi. R. D (2013). Hubungan Antara Motivasi Berprestasi Terhadap Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Psikologi Angkatan 2010

Universitas Airlangga Surabaya. Jurnal Psikologi Pendidikan dan

Perkembangan, 2 (1) : 1-6

Patmonodewo, 2000. Pendidikan Anak Prasekolah. Jakarta: Rineka. Purwanto. Statistika Untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2011.

Rachmawati, M. A & Widyaningrum, J. 2007. “Adversity Intelligence dan Prestasi Belajar Siswa”. Semarang: Jurnal Psikologi Proyeksi. Vol:3. No:2. Oktober. Romiszowski, AJ 1991. Designing Instructuonal System Decision Making in Course

Planning and Curriculum design . London: Kogan page. Sam Vaknin, Ph.D, 2009, Parenting - The Irrational Vocation

Soleh, F. 2002. Runtuhnya Berhala IQ. Semarang : Kedaulatan Rakyat. Sutama. Metode Penelitian Pendidikan. Kartasura: Fairuz Media, 2012.

(16)

12

Stoltz, P.G 2004. Adversity Quotient Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. Alih Bahasa: T.Hermaya. Jakarta: Grasindo.

Sugiyono. 2009. Statistika untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Syahid, Nur. 2014 Analisis Pengaruh Stock Selection Skill, Market Timing ability, Fund Longivity, Fund Cash Flow dan Fund Size Terhadap Kinerja Reksadana (Studi Kasus: Reksadana Saham Periode 2010 – 2014). Skripsi. Universitas Diponegoro Semarang

Tatang S, 2016, Supervisi Pendidikan, Bandung, Pustaka Setia.

Thoha, Chabib. 1996. Kapita Selekta Pendidikan Islam ,Yogyakarta: Pustaka Belajar Tri, Ratna. 2013. “Adversity Quotient dengan Kecemasan Mengerjakan Skripsi pada

Mahasiswa”. Jurnal Online Psikologi. Vol:01. No:02.

Trigwell Keith, Michael Prosser, 1991” Improving the quality of student learning: the influence of learning context and student approaches to learning on learning outcomes”. Highder Education 22:251-266

Utami, A.B & Hawadi, R.A. 2018. “Kontribusi Adversity Quotient terhadap Prestasi Belajar Siswa SMU Program Percepatan Belajar di Jakarta”. Jurnal Psikologi. Vol:2. Hal:78-89.

Utami, Ita Bekti. 2012. “Kontribusi Fasilitas Belajar, Lingkungan Belajar, dan Motivasi Berprestasi terhadap Hasil Belajar Matematika Sekolah Berbasis ISO di SMK Negeri 1 Purwodadi”. Jurnal pendidikan 1(2)

Wisnu, Dhimas Susanto. 2013. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap pPrestasi Belajar Peserta Didik dengan Kedisiplinan Sebagai Variabel Intervening (Suatu penelitian pada peserta didik SMA N 1 Kramat Kelas X semester 1 tahun pelajaran 2012/ 2013). Skripsi. Universitas Pancasakti Tegal.

Zainuddin. 2011. “Pentingnya Adversity Quotient dalam Meraih Prestasi belajar”. Jurnal Guru Membangun. Vol:26. No:2. Juni.

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id. commit

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA dengan metode peta konsep pada siswa kelas IV SD Negeri Timpik 04 Kecamatan Susukan Kabupaten

Salam sejahtera, puji syukur kepada Tuhan yang telah memberikan banyak kenikmatan salah satunya kemudahan, sehingga saat ini penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan penyertaan-Nya yang tak kunjung henti sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “ Pemodelan Regresi

Berdasarkan pada permasalahan-permasalahan di atas penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang pengaruh penerapan metode distraksi menggunakan musik dan metode

speech and it belongs to the directive utterance in command form. Based on the explanation above, the writer can conclude that this. utterance which is uttered by the

Strategi implementasi kebijakan pengelolaan kawasan pasca tambang batubara, Kabupaten Kutai Kartanegara adalah pengelolaan kawasan pasca tambang batubara secara optimal dan

As far as semiotics studies are concerned, Latifah Ruchi does a research entitle An Analysis Of Symbols Used In Short Message Service: Semiotic Approach