• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN BERBASIS SUBAK SEBAGAI BAGIAN WARISAN BUDAYA DUNIA UNESCO DI DESA MENGESTA KABUPATEN TABANAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN BERBASIS SUBAK SEBAGAI BAGIAN WARISAN BUDAYA DUNIA UNESCO DI DESA MENGESTA KABUPATEN TABANAN"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 3. Atraksi menanam padi, salah satu aktivitas pertanian di Subak Wangaya Betan yang  menarik bagi wisatawan.
Tabel 1. Manfaat Warisan Budaya Dunia Bagi Masyarakat
Gambar 1. Persepsi Masyarakat terhadap Peran Pemerintah dalam Pengembangan Pariwisata  di Desa Mengesta.

Referensi

Dokumen terkait

mengenai pariwisata berbasis masyarakat menurut Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di desa Nicole Hausler ini sejalan dengan pandangan dari wisata Sambi

internal dan faktor eksternal dengan menggunakan matriks SWOT, terdapat empat strategi utama pengembangan pariwisata yang berkelanjutan yang dapat diimplementasikan pada

Setiap faktor lingkungan strategis memiliki empat faktor yang berpengaruh dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, untuk pengembangan pariwisata ini

Dengan demikian pegembangan pertanian melalui pengelolaan komoditi unggulan dalam rangka pembangunan berkelanjutan sejalan dengan konsep yang disampaikan oleh The Agricultural

KESIMPULAN Destiansi Pantai Glagah Wangi di Desa Tambaka Bulusan Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Demak sangat berpotensi untuk menjadi pariwisata berkelanjutan, dikarenakan setelah

Kerangka Teoristik Karangka teori yang digunakan peneliti dimaksud untuk memudahkan dalam memahami dalam pelaksanaan penelitian “Analisis Pengembangan Pariwisata Berbasis Potensi

Strategi pengembangan pariwisata berkelanju- tan sustainable tourism development berbasis lingkungan pada fasilitas penunjang pariwisata di Kabupaten Badung dapat dilakukan melalui ke-

Strategi pengembangan pariwisata berbasis local wisdom di Desa Bakara Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang