• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Memasuki bulan April 2015 harga barang-barang/jasa kebutuhan pokok masyarakat di Banten secara umum mengalami kenaikan. Hal ini terlihat dari naiknya angka Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sebesar 123,35 pada bulan Maret 2015 menjadi 124,23 pada bulan April 2015 atau terjadi perubahan indeks (inflasi) sebesar

0,71 persen.

 Enam dari tujuh kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni berturut turut: kelompok bahan makanan naik 0,23; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 1,26 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,14 persen; kelompok kesehatan naik 0,25 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,25 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik 2,14 persen. Sementara hanya pada kelompok sandang saja mengalami penurunan indeks sebesar -0,11 persen.

 Komoditi yang dominan menyumbang inflasi pada bulan ini adalah Bensin, daging ayam ras dan Bawang Merah.

 Laju inflasi tahun kalender 2015 tercatat sebesar 0,14 persen. Sedangkan Inflasi “Year on Year” (IHK April 2015 terhadap April 2014) tercatat sebesar 8,02 persen.

No. 20/05/36/Th.IX, 4 Mei 2015

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

APRIL 2015 BANTEN INFLASI 0,71 PERSEN

Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik terhadap 417 jenis barang dan jasa serta hasil

Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2012 di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon baik secara mingguan,

dua mingguan maupun bulanan, diketahui pada bulan April 2015 ini sebanyak 262 komoditas

mengalami perubahan harga. Sebanyak 185 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya

sebanyak 77 komoditas mengalami penurunan harga.

Hal tersebut di atas menyebabkan inflasi pada April 2015 sebesar 0,71 persen dengan kenaikan

Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 123,35 pada bulan Maret 2015 menjadi 124,23 pada bulan April

2015. Tingkat inflasi “Year on Year” tercatat sebesar 8,02 persen. Inflasi yang terjadi pada bulan ini dikarenakan naiknya indeks enam dari tujuh kelompok pengeluaran yang ada, yakni berturut turut:

kelompok bahan makanan naik 0,23; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik

1,26 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,14 persen; kelompok

kesehatan naik 0,25 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,25 persen, dan

kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik 2,14 persen. Sementara hanya pada kelompok

(2)

Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi selama bulan April 2015 antara lain bawang merah, bawang putih, buncis, santan jadi, terong panjang, semangka, jus

buah, angkutan udara dan lada/merica. Sementara komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain lele, bayam, cumi-cumi,ketimun, cabe merah, kembang kol dan daun bawang.

Tabel 1

IHK, Inflasi, Laju Inflasi Banten

Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan April 2015 (2012= 100) Kelompok Pengeluaran IHK April 2014 IHK Maret 2015 IHK April 2015 Inflasi April 2015 *) Laju Inflasi Tahun 2015 **) Inflasi “Year on Year” ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U M U M 115.00 123.35 124.23 0.71 0.14 8.02 1. Bahan Makanan 119.79 129.51 129.81 0.23 -1.76 8.36 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 118.17 130.29 131.93 1.26 2.83 11.65 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 110.56 119.16 119.32 0.14 1.83 7.92

4. Sandang 104.17 108.75 108.63 -0.11 0.41 4.28

5. Kesehatan 110.02 115.78 116.07 0.25 2.61 5.50

6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 114.96 119.95 120.25 0.25 2.02 4.60 7. Transpor, komunikasi & Jasa Keuangan 117.53 123.58 126.23 2.14 -4.14 7.41

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan April 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan April 2015 terhadap IHK Bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK Bulan April 2015 terhadap IHK Bulan April 2014

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Banten Bulan April 2015

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi (%)

(1) (2)

UMUM 0.7100

1. Bahan Makanan 0.0448

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.2381

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 0.0307

4. Sandang -0.0037

5. Kesehatan 0.0135

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.0217

(3)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

Kelompok

Bahan Makanan

IHK Naik 0,23 persen

Andil Inflasi 0,0448 persen

Indeks kelompok bahan makanan pada

bulan April 2015 tercatat sebesar 129,81 dimana

pada bulan lalu tercatat sebesar 129,51 atau

terjadi kenaikan indeks sebesar 0,23 persen. Andil

Inflasi tercatat untuk kelompok ini sebesar 0,0448

persen.

Dari sebelas sub kelompok yang ada, 5

(lima) sub kelompok mengalami kenaikan indeks.

Kenaikan indeks yang cukup tinggi terjadi pada

sub kelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar

6,80 persen, disusul kemudian sub kelompok

buah-buahan sebesar 3,67 persen, dan sub

kelompok bumbu-bumbuan sebesar 3,61 persen.

Lima kelompok lainnya mengalami penurunan

indeks, dimana penurunan indeks terbesar terjadi

pada sub kelompok sayur-sayuran yaitu sebesar

-3,87 persen, disusul kemudian sub kelompok

ikan segar sebesar -2,58 persen dan sub

kelompok Padi2an & umbi2an sebesar -2,38

persen.

Dari 107 komoditi yang ada pada kelompok ini, Keseluruhannya mengalami koreksi harga,

koreksi harga positif atau kenaikan harga terjadi pada 59 komoditi, sedangkan 48 komoditi mengalami

penurunan harga.

Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi yang cukup besar antara lain daging ayam ras sebesar

0,1748 persen, bawang merah sebesar 0,1032 persen, bawang putih sebesar 0,0329 persen, melon

sebesar 0,0195 persen dan susu untuk balita sebesar 0,0113 persen. Sedangkan komoditi yang

memberikan andil deflasi antara lain: beras sebesar -0,1180 persen, cabe merah sebesar -0,0619 persen,

lele sebesar -0,0396 persen dan bayam sebesar -0,0303 persen.

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

IHK Naik 1,26 persen

Andil Inflasi 0,2381 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan ini mengalami kenaikan dari 130,29 pada bulan lalu menjadi 131,93 pada bulan April 2015 dengan perubahan sebesar

1,26 persen. Andil inflasi yang diberikan tercatat

sebesar 0,2381 persen.

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju Bahan Makanan 129.81 0.23 -1.76 Padi2an & umbi2an 109.28 -2.38 2.06 Daging & Hasilnya 148.27 6.80 12.29 Ikan Segar 127.58 -2.58 -3.17 Ikan Diawetkan 127.49 -0.54 -0.32 Telur, Susu & Hasilnya 135.43 -0.83 -1.73 Sayur-sayuran 133.26 -3.87 -6.03 Kacang-kacangan 119.01 0.13 0.22 Buah-buahan 134.58 3.67 0.57 Bumbu-bumbuan 177.63 3.61 -19.69 Lemak & Minyak 115.45 -0.32 -0.49 Bhn Mkn Lainnya 139.88 2.11 3.77

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi Makanan Jadi, Minuman,

Rokok & Tembakau 131.93 1.26 2.83 Makanan Jadi 133.20 0.99 1.94 Minuman Yg Tdk Beralkohol 125.29 1.10 3.59 Tembakau & Minuman beralkohol 133.84 2.17 4.62

(4)

Semua sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yakni sub

kelompok makanan jadi naik sebesar 0,99 persen; sub kelompok minuman yang tidak beralkohol naik

1,10 persen dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol naik sebesar 2,17 persen.

Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi adalah pada komoditi rokok kretek filter sebesar

0,0723 persen; ayam bakar sebesar 0,0273 persen, mie sebesar 0,0252 persen, somay sebesar 0,0137

persen dan rokok kretek sebesar 0,0134 persen. Sementara komoditi yang memberikan andil deflasi

terbesar adalah kopi bubuk dengan andil -0,0024 persen dan minuman ringan sebesar -0,0003 persen..

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

IHK Naik 0,14 persen

Andil Inflasi 0,0307 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok

Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

mengalami kenaikan dari 119,16 pada bulan lalu

menjadi 119,32 pada bulan April 2015 dengan

perubahan indeks sebesar 0,14 persen.

Tiga sub kelompok dari 4 (empat) sub

kelompok yang ada pada kelompok ini

mengalami kenaikan yaitu berturut turut sub

kelompok bahan bakar, penerangan dan air naik 0,45 persen, sub kelompok perlengkapan rumahtangga

0,23 persen serta sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga 0,03 persen., kecuali sub kelompok

biaya tempat tinggal yang hanya mengalami sedikit penurunan indeks sebesar -0,0035 persen,

Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil

inflasi sebesar 0,0307 persen, dimana kontribusi terbesar disumbangkan oleh kenaikan bahan bakar

rumah tangga sebesar 0,0334 persen, sewa rumah dengan andil 0,0040 persen dan sabun detergen bubuk

dengan andil sebesar 0,0038 persen. Sementara komoditi yang memberi andil deflasi di antaranya adalah

tarif listrik sebesar -0,0069 persen, semen sebesar -0,0036 persen dan besi beton sebesar - 0,0035

persen.

Kelompok Sandang

IHK Turun -0,11 persen

Andil Inflasi -0,0037 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada

kelompok Sandang tercatat mengalami

penurunan sebesar -0,11 dari 108,75 pada bulan

lalu menjadi 108,63 pada bulan April 2015.

Dua dari Empat sub kelompok yang ada

pada kelompok ini mengalami penurunan

indeks, yaitu berturut turut: sub kelompok

sandang anak-anak turun -0,41 persen dan sub kelompok barang pribadi & sandang lainnya turun

sebesar -1,38 persen. Sementara pada sub kelompok sandang laki-laki tercatat mengalami kenaikan

indeks sebesar 0,45 persen kemudian sub kelompok sandang wanita sebesar 0,47 persen. Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Perumahan, Air, Listrik, Gas

& Bahan Bakar 119.32 0.14 1.83 Biaya Tempat Tinggal 110.21 -0.00 1.71 Bhn Bakar, Penerangan & Air 144.30 0.45 2.81 Perlengkapan Rumahtangga 123.23 0.23 1.29 Penyelenggaraan RT 113.88 0.03 0.57

021

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi

Sandang 108.63 -0.11 0.41

Sandang Laki-laki 115.63 0.45 1.38 Sandang Wanita 109.01 0.47 1.06 Sandang Anak-anak 110.18 -0.41 0.18 Brg Pribadi & Sandang lainnya 97.68 -1.38 -1.70

(5)

Secara keseluruhan sub kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar -0,0037 persen, dimana

kontribusi terbesar disumbangkan oleh sarung katun dengan andil sebesar 0,0037 persen, celana dalam

wanita dengan andil 0,0036 persen, pembalut wanita dengan andil 0,0015 persen, celana pendek sebesar

0,0013 persen dan baju anak stelan sebesar 0,0009 persen. Sementara itu komoditi yang memberi andil

deflasi adalah emas perhiasan sebesar -0,0120 persen dan seragam sekolah anak sebesar -0,0045.

Kelompok Kesehatan

IHK Naik 0,25 persen

Andil Inflasi 0,0135 persen

Indeks harga kelompok kesehatan pada

bulan ini mengalami kenaikan dari 115,78 pada

bulan lalu menjadi 116,07 pada bulan ini atau

naik 0,25 persen.

Semua sub kelompok yang ada pada

kelompok ini mengalami kenaikan indeks yaitu

berturut turut: sub kelompok obat-obatan naik

0,94 persen, sub kelompok jasa perawatan jasmani

naik 0,28 persen dan sub kelompok perawatan

jasmani dan kosmetik naik sebesar 0,32 persen. Sementara pada sub kelompok jasa kesehatan tidak

mengalami koreksi indeks.

Dari 38 komoditi yang ada pada kelompok ini, 23 komoditi di antaranya mengalami koreksi

harga. Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi di antaranya adalah obat dengan resep sebesar

0,0064 persen, sabun mandi sebesar 0,0015 persen, pasta gigi sebesar 0,0013 persen dan hand body

lotion sebesar 0,0010 persen. Sementara komoditi yang memberikan sedikit andil deflasi adalah parfum

sebesar -0,0009 persen.

Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

IHK Naik 0,25 persen

Andil Inflasi 0,0217 persen

Besaran angka indeks Harga Konsumen

(IHK) kelompok pendidikan, rekreasi dan olah

raga pada bulan ini naik dari 119,95 menjadi

120,25 dengan perubahan indeks sebesar 0,25

persen.

Dari lima sub kelompok yang ada pada

kelompok ini, dua sub kelompok mengalami

kenaikan indeks yaitu berturut turut sub

kelompok perlengkapan/ peralatan pendidikan

naik sebesar 1,81 persen dan sub kelompok rekreasi naik sebesar 0,12 persen. Sementara pada sub

kelompok jasa pendidikan, sub kelompok olahraga, dan sub kelompok kursus/pelatihan tidak

mengalami koreksi indeks.

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Kesehatan 116.07 0.25 2.61

Jasa Kesehatan 115.97 0.00 4.09 Obat-obatan 115.40 0.94 2.23 Jasa Perawatan Jasmani 113.19 0.28 1.41 Perawatan Jasmani &

Kosmetik 116.08 0.32 0.77

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju Pendidikan, Rekreasi & OR 120.25 0.25 2.02 Jasa Pendidikan 117.92 0.00 0.07 Kursus2/Pelatihan 131.99 0.00 2.81 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 132.55 1.81 2.19 Rekreasi 117.97 0.12 9.47 Olahraga 116.23 0.00 1.54

(6)

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju Transpor, Komunikasi &

Jasa Keuangan 126.23 2.14 -4.14 Transpor 137.96 3.08 -5.74 Komunikasi & Pengiriman 99.01 -0.02 -0.16 Sarana & Penunjang Transpor 118.32 0.17 0.63 Jasa Keuangan 116.13 0.00 0.26

Secara keseluruhan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan ini memberikan

andil sebesar 0,0217 persen. Komoditi yang memberi andil inflasi pada bulan ini adalah buku pelajaran

SD sebesar 0,0129 persen, buku pelajaran SMA sebesar 0,0038 persen dan buku pelajaran SMP sebesar

0,0019 persen. Sementara komoditi yang memberikan andil deflasi adalah playstation sebesar -0,0002

persen serta komoditi laptop/notebook dan computer tablet dengan andil deflasi masing-masing sebesar

-0,0001 persen.

Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

IHK Naik 2,14 persen

Andil Inflasi 0,3649 persen

Indeks Harga Konsumen pada kelompok ini

tercatat mengalami kenaikan sebesar 2,14 persen

yakni dari 123,58 pada bulan lalu menjadi 126,23

pada bulan ini.

Dua dari empat sub kelompok yang ada

mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok

transport sebesar 3,08 persen dan sub kelompok

sarana & penunjang transpor naik sebesar

0,17 persen.

Pada sub kelompok komunikasi dan pengiriman terjadi penurunan indeks sebesar -0,02 persen

Sementara pada sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami koreksi indeks.

Komoditi yang memberikan andil inflasi terbesar yaitu bensin sebesar 0,2372 persen, angkutan

dalam kota sebesar 0,0950 persen, angkutan udara sebesar 0,0285 persen, dan solar dengan andil sebesar

0,0032 persen. Sementara itu, andil deflasi pada kelompok ini adalah pada bahan pelumas/oli dengan

(7)

PERKEMBANGAN INFLASI KOTA SERANG, TANGERANG DAN CILEGON

BULAN APRIL 2015

Pada bulan April 2015 perkembangan harga barang dan jasa di 3 (tiga) kota IHK di Banten adalah

sebagai berikut : Kota Serang 0,94 persen, Kota Tangerang 0,73 persen dan Kota Cilegon 0,33 persen.

Laju inflasi Year on Year nya adalah Kota Serang 9,14 persen; Kota Tangerang 7,81 persen dan Kota Cilegon 7,98 persen.

Tabel 3

IHK, Inflasi, Laju Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan April 2015 (2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran

Serang Tangerang Cilegon

IHK April 2015 Inflasi April 2015 *) Inflasi Tahun Kalender **) IHK April 2015 Inflasi April 2015 *) Inflasi Tahun Kalender **) IHK April 2015 Inflasi April 2015 *) Inflasi Tahun Kalender **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) U M U M 123.31 0.94 0.20 125.00 0.73 0.14 121.03 0.33 0.09 1. Bahan Makanan 127.14 -0.94 -4.13 130.91 0.55 -1.53 126.79 -0.26 -0.28 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok &

Tembakau 133.84 0.68 3.01 133.53 1.54 2.79 120.98 0.31 2.82 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan

Bakar 115.32 0.23 1.03 119.60 0.12 1.93 122.38 0.15 2.17 4. Sandang 106.46 0.39 2.12 109.49 -0.27 -0.04 106.36 0.22 1.02 5. Kesehatan 119.10 0.37 8.28 116.60 0.24 1.62 109.68 0.12 1.73 6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 114.24 0.03 0.71 120.31 0.31 2.18 126.76 0.16 2.52 7. Transpor, komunikasi & Jasa

Keuangan 129.00 5.47 -2.18 127.26 1.56 -4.23 117.41 1.59 -6.01

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan April 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan April 2015 terhadap IHK Bulan Desember 2014

Tabel 4

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Bulan April 2015 (%)

Kelompok Pengeluaran Cilegon Serang Tangerang

(1) (2) (3) (4)

UMUM 0.3301 0.9366 0.7320

1. Bahan Makanan -0.0669 -0.2005 0.1162

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.0645 0.1574 0.2865 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 0.0273 0.0483 0.0276

4. Sandang 0.0115 0.0246 -0.0123

5. Kesehatan 0.0046 0.0197 0.0139

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.0119 0.0015 0.0277 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0.2772 0.8856 0.2724

(8)

Gambar 1

Perkembangan IHK Kota Serang, Tangerang, Cilegon dan Banten (2012=100) Bulan April 2015

Umum Bahan

Makanan

Makanan

Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

Serang 123.31 127.14 133.84 115.32 106.46 119.10 114.24 129.00 Tangerang 125.00 130.91 133.53 119.60 109.49 116.60 120.31 127.26 Cilegon 121.03 126.79 120.98 122.38 106.36 109.68 126.76 117.41 Banten 124.23 129.81 131.93 119.32 108.63 116.07 120.25 126.23 100.00 110.00 120.00 130.00

(9)

Tabel 5

Perbandingan IHK, Inflasi/Deflasi dan Laju Inflasi 26 Kota Di Pulau Jawa dan Banten Bulan April 2015

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan April 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan April 2015 terhadap IHK Bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK Bulan April 2015 terhadap IHK Bulan April 2014

Pada bulan April 2015, hanya 3 dari 26 kota IHK yang ada di Pulau Jawa mengalami deflasi

yaitu kota Sukabumi sebesar -0,03 persen, kota Depok sebesar -0,20 persen dan kota Tegal sebesar -0,10

persen, selebihnya atau 23 kota lainnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Serang yaitu

sebesar 0,94 persen, disusul kemudian oleh Tangerang sebesar 0,73 persen, Bogor sebesar 0,71 persen,

Malang sebesar 0,49 persen dan Bandung sebesar 0,43 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di kota

Cilacap sebesar 0,02 persen; Sumenep 0,05 persen, dan Bekasi sebesar 0,10 persen.

Laju inflasi year on year, tertinggi masih tercatat di Kota Serang yaitu sebesar 9,14 persen. Kota berikutnya yang menempati urutan tertinggi berturut-turut adalah Cilegon 7,98 persen;

Tangerang 7,81 persen dan DKI Jakarta sebesar 7,35 persen. Sedangkan laju inflasi year on year terendah terjadi di kota Banyuwangi sebesar 4,45 persen. Berturut-turut berikutnya adalah Cirebon

sebesar 4,66 persen; Purwokerto sebesar 4,83 persen; dan Depok sebesar 5,29 persen . Kota April IHK

2014 IHK Maret 2015 IHK April 2015 Inflasi April 2015 *) Laju Inflasi Tahun Kaleder 2014 **) Inflasi Year on Year ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Jakarta 111.55 119.43 119.75 0.27 0.28 7.35 2. Bogor 111.95 118.09 118.93 0.71 0.37 6.23 3. Sukabumi 112.15 119.09 119.06 -0.03 -0.23 6.16 4. Bandung 110.48 117.33 117.84 0.43 0.62 6.66 5. Cirebon 111.27 116.00 116.46 0.40 -0.56 4.66 6. Bekasi 110.30 116.79 116.91 0.10 -0.49 5.99 7. Depok 111.65 117.80 117.56 -0.20 -1.19 5.29 8. Tasikmalaya 110.27 116.74 117.08 0.29 0.09 6.18 9. Cilacap 113.26 120.74 120.76 0.02 -0.35 6.62 10. Purwokerto 111.28 116.48 116.66 0.15 -0.60 4.83 11. Kudus 116.45 123.21 123.47 0.21 -0.56 6.03 12. Surakarta 109.94 115.69 116.10 0.35 -0.63 5.60 13. Semarang 110.92 117.66 117.86 0.17 -0.73 6.26 14. Tegal 108.29 114.42 114.30 -0.10 -0.37 5.55 15. Yogyakarta 111.08 116.69 117.13 0.38 0.25 5.45 16. Jember 110.74 116.79 116.99 0.17 -0.45 5.64 17. Banyuwangi 112.11 116.68 117.10 0.36 -0.48 4.45 18. Sumenep 109.69 116.72 116.78 0.05 -0.44 6.46 19. Kediri 111.91 118.08 118.45 0.31 -0.43 5.84 20. Malang 111.70 118.93 119.51 0.49 0.29 6.99 21. Probolinggo 112.27 118.00 118.43 0.36 -0.24 5.49 22. Madiun 110.28 116.49 116.95 0.39 0.10 6.05 23. Surabaya 111.16 118.21 118.69 0.41 0.75 6.77 24. Tangerang 115.95 124.09 125.00 0.73 0.14 7.81 25. Cilegon 112.09 120.63 121.03 0.33 0.09 7.98 26. Serang 112.98 122.16 123.31 0.94 0.20 9.14 27. BANTEN 115.00 123.35 124.23 0.71 0.14 8.02

(10)

Informasi lebih lanjut hubungi: Dr. Syech Suhaimi, SE.,M.Si Kepala BPS Provinsi Banten

Telepon: 0254-267027

E-mail : [email protected]; [email protected] Website : banten.bps.go.id

Referensi

Dokumen terkait

Dimulai dengan memilih objek penelitian yang berupa webtoon di situs naver yaitu komik golongan darah berjudul Hyeolaekhyeonge gwanhan gandanhan gochal (혈액형에   관한  

–[11.1]– Service dan Melihat Service yang Aktif dengan PortScanner Untuk memastikan Service apa saja yang aktif di Mesin mikrotik, perlu kita. pindai terhadap port

Saran ditujukan pada dosen, kegiatan Lesson Study dapat diterapkan pada perkuliahan lainnya dengan materi pembahasan yang memiliki ciri khas dan pada mahasiswa

Penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ini setiap tahunnya selalu menjadi program rutin Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, namun pada hasilnya kasus ini tidak

Gambar 4.19 merupakan desain form alokasi anggaran, form ini digunakan untuk mengisi tabel anggaran, ketika semua textbox terisi lalu next, form ini akan

Jika bilai signifikansi dari t hitung lebih besar dari nilai α (p > 0,05) maka hipotesis ditolak, berarti tidak ada pengaruh signifikan antara variabel

pembentukan struktur organisasi tentang kelompok peduli stroke, langkah kedua dengan melakukan pelatihan maupun penyuluhan kepada anggota kelompok peduli stroke, dan langkah

Salah satu fasilitas yang disediakan oleh Kampoeng Kopi Banaran adalah Kereta Wisata. Kereta Wisata adalah sebuah mobil yang sudah dimodifikasi. Dengan perjalanan sekitar