• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TORTILA RUMPUT LAUT DI INDUSTRI RISQA MULIA DI DESA OLAYA KABUPATEN PARIGI MOUTONG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TORTILA RUMPUT LAUT DI INDUSTRI RISQA MULIA DI DESA OLAYA KABUPATEN PARIGI MOUTONG"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  2.  menunjukkan  bahwa  total  biaya  persediaan  terbesar  yang  dikeluarkan  terbesar  oleh  Industri  Risqa  Mulia  terjadi  pada  bulan  Agustus  sebesar  Rp
Tabel  7.  Perbandingan  Total  Biaya  Persediaan  Bahan  Baku  Rumput  Laut  antara  Kebijakan  Perusahaan dengan Perhitungan Persediaan Bahan Baku Bulan Mei-Agustus 2014
Tabel  9.  Perbandingan  Pemesanan  Kembali  (Reorder  Point)  Rumput  Laut  antara  Kebijakan  Perusahaan dengan Perhitungan Persediaan Bahan Baku Bulan Mei-Agustus 2014

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan analisis menggunakan EOQ Model Probabilistik, dapat diketahui besarnya kuantitas pembelian bahan baku yang optimal pada tahun 2012 adalah 563 sak, waktu pemesanan

Namun penelitian ini fokus mengunakan metode Economy Order Quantity yang terdiri dari kuantitas pembelian bahan baku pembantu, frekuensi pembelian bahan baku pembantu,

cemaran mikroba ALT pada manisan basah rumput laut hasil percobaan diperkirakan selain dari bahan baku rumput laut kering yang kurang bagus, juga karena

Standar tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan-persamaan pada model EOQ, sehingga diperoleh nilai jumlah setiap kali pemesanan, frekuensi pemesanan,

Setelah model peramalan diverifikasi, maka tahapan selanjutnya adalah proses perhitungan langsung jumlah pemesanan bahan baku kain yang ekonomis yang sesuai dengan

Sutrisno (2013:91) menyatakan bahwa Economic Order Quantity ialah suatu metode agar persediaan perusahaan maksimal melalui penentuan kuantitas pembelian bahan baku

Pembelian bahan baku yang ekonomis dilakukan Industri Rapoviaka Simple pada bulan November 2015 sampai Maret 2016 dengan menggunkan metode EOQ yaitu jumlah

Jumlah pemesanan bahan baku tepung optimum yang dapat dilakukan UD Fajar Jaya berdasarkan hasil perhitungan EOQ ialah 181 dengan frekuensi pembelian sebanyak 48 kali dalam setahun,