• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Persediaan Bahan Baku pada Industri Kopi “Bumi Mutiara” di Kota Palu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Manajemen Persediaan Bahan Baku pada Industri Kopi “Bumi Mutiara” di Kota Palu"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2. Jumlah Pembelian dan Frekuensi  Pembelian per Pembelian pada Bulan  Januari-Desember  2014
Tabel  3.  Total  Biaya  Persediaan  Bahan  Baku  NRSL GL ,QGXVWUL ³%XPL 0XWLDUD´ Bulan Januari-Desember 2014
Tabel  5.      Jumlah  Pembelian  Ekonomis  Bahan  Baku Kopi, Frekuensi Pembelian dan  Total  Biaya  Persediaan  Bahan  Baku  Kopi Bulan Januari-Desember 2014
Tabel  8.      Perbandingan  Jumlah  dan    Frekuensi    Pembelian    Kopi    Antara    Kebijakan    Persedian   Bahan  Baku  pada  Bulan Januari-Desember  2014
+2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis, kemudian dapat diketahui seberapa besar kuantitas pembelian ekonomis bahan baku rumput laut setiap kali pemesanan, frekuensi pembelian, dan total

Macanan Jaya Cemerlang dalam melakukan pemesanan bahan baku tidak mempunyai dasar dalam menentukan jumlah pemesanan dan waktu pemesanan. Pemesanan bahan baku hanya

bahan baku sehingga dapat menentukan waktu dan jumlah pemesanan

Data yang telah dikumpulkan digunakan untuk menghitung jumlah pemesanan ekonomis bahan baku pasir silika (Economic Order Quantity) , frekuensi pemesanan menurut EOQ,

Berdasarkan hasil analisis, kemudian dapat diketahui seberapa besar kuantitas pembelian ekonomis bahan baku rumput laut setiap kali pemesanan, frekuensi pembelian, dan total

Setelah model peramalan diverifikasi, maka tahapan selanjutnya adalah proses perhitungan langsung jumlah pemesanan bahan baku kain yang ekonomis yang sesuai dengan

Besarnya persediaan yang ekonomis adalah jumlah persediaan awal bahan baku biji kopi yang akan digunakan sebagai pertimbangan untuk melakukan pemesanan pada periode

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pemesanan bahan baku yang ekonomis, frekuensi pemesanan optimal, jumlah safety stock, jumlah reorder point, dan perbandingan