• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Blitar, 19 Juni 2017 DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MARDI WALUYO KOTA BLITAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. Blitar, 19 Juni 2017 DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MARDI WALUYO KOTA BLITAR"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya, Rencana Kinerja (Renja) RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar tahun 2018 telah dilakukan. Pada dasarnya Renja merupakan dokumen Rencana Kerja yang dipakai sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk Tahun Anggaran 2018 dan sebagai alat untuk dasar penilaian dan evaluasi kinerja, baik kinerja kegiatan maupun kinerja keuangan.

Dalam penyusunan Rencana Kinerja Perubahan, RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar mempertimbangkan berbagai permasalahan dan perubahan strategis yang dihadapi oleh rumah sakit. Penyusunan Renja ini merupakan perbaikan dari Rencana Kinerja sebelumnya dan disesuaikan dengan realita dan kondisi yang ada dan yang diinginkan pada tahun 2018 ini. Renja ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman dan arahan yang tepat bagi rumah sakit dalam menyesuaikan perubahan kegiatan dan anggaran organisasi khususnya dalam memenuhi kebutuhan dan harapan stakeholder RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Renja RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar tahun 2018 merupakan dokumen perencanaan kinerja yang menggambarkan visi, misi, tujuan, sasaran strategis, program dan kegiatan rumah sakit di tahun 2018.

Demikian penyusunan Rencana Kinerja RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar tahun 2018 ini disusun, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan karunia-Nya untuk kelancaran serta keberhasilan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar dalam upaya mewujudkan visinya.

Blitar, 19 Juni 2017 DIREKTUR

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MARDI WALUYO KOTA BLITAR

dr. RAMIADJI, Sp.B.

Pembina Utama Muda NIP. 19620530 198802 1 001

(2)

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Dasar Hukum ... 2

1.3 Maksud dan Tujuan ... 4

1.4 Sistematika Penulisan ... 4

BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MARDI WALUYO KOTA BLITAR TAHUN 2017 2.1 Evaluasi Hasil Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan ... 6

2.2 Analisis Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar ……….………... 11

2.3 Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas Dan Fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar ………… 26

2.4 Review Terhadap Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2018 ………..………. 26

2.5 Penelaahan Usulan Program Dan Kegiatan Masyarakat ………... 29

BAB III. TUJUAN, SASARAN, DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional ... 31

3.2 Tujuan Dan Sasaran Renja Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar ... 32

3.3 Program dan Kegiatan ... 36

(3)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mengacu pada Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional pasal 2 ayat (2), diamanatkan bahwa setiap daerah harus menyusun rencana pembangunan daerah secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan dengan jenjang perencanaan yaitu perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah dan perencanaan tahunan. Sejalan dengan ketentuan dimaksud, sebagai petunjuk operasionalnya diterbitkan Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2008 yang dijabarkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah, dimana dalam Pasal 137 dijelaskan bahwa SKPD menyusun Renja SKPD.

Sebagai dokumen perencanaan OPD, maka Rencana Kerja RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Tahun 2018 mengacu pada RKPD Kota Blitar Tahun 2018, Renstra Rumah Sakit Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar Tahun 2016-2021, Renja Kota Blitar dan Renja Propinsi Jawa Timur, hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya, masalah yang dihadapi, dan usulan program serta kegiatan yang berasal dari masyarakat. Dengan demikian, Rencana Kerja mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. Menjabarkan rencana strategis ke dalam rencana operasional

2. Memelihara konsistensi antara tujuan perencanaan strategis jangka menengah Kota Blitar dengan tujuan perencanaan dan penganggaran tahunan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar

3. Instrumen bagi Pemerintah Daerah untuk mengukur Kinerja

(4)

4. Instrumen bagi pemerintah daerah sebagai acuan penyusunan LPPD kepada Pemerintah, LKPJ kepada DPRD dan ILPPD kepada masyarakat.

1.2 Dasar Hukum

Renja Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar tahun 2016 berdasarkan pada :

1.Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

2.Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 104Tahun 2004, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

3.Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan

Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

4.Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;

5.Undang–Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

6.Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;

7.Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Negara / Daerah;

8.Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

9.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksana Rencana Pembangunan Daerah;

(5)

10.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dirubah dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Penjabaran Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

13. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014 Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit;

14. Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang RPJMD Kota Blitar

2016-2021;

15.Peraturan Daerah Kota Blitar Nomor 4 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kota Blitar;

16. Peraturan Walikota Blitar Nomor 42 Tahun 2014 tentang Tugas Pokok Fungsi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar;

17. Keputusan Walikota Blitar Nomor 188/154/HK/422.010.2/2009

tentang Penetapan Rumah Sakit Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar Sebagai Badan Layanan Umum Daerah;

18. Keputusan Direktur Rumah Sakit Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar nomor : 445/630 /410.205/2016 Tahun 2016 tentang Rencana Strategis Rumah Sakit Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar Tahun 2016–2021.

19. Peraturan Walikota Blitar Nomor 51 Tahun 2014 tentang pedoman

penerapan pola pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Kota Blitar;

(6)

20. Peraturan Walikota Blitar Nomor 31 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Walikota Nomor 81 Tahun 2016 Tentang Penetapan Renstra SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Blitar Tahun 2016-2021;

21. Peraturan Walikota Blitar Nomor 28 Tahun 2017 tentang RKPD Kota Blitar Tahun 2018;

22. Surat Keputusan Walikota Blitar Nomor

188/261/HK/410.010.2/2017 tentang Penetapan Rencana Kerja Perangkat Daerah Kota Blitar Tahun 2018.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud :

Rencana Kerja (Renja) adalah dokumen perencanaan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk periode 1 (satu) tahun yang disusun dengan maksud untuk mensinergikan program RPJMN 2014-2019, RPJMD Propinsi dan RPJMD Kota Blitar, yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan maksud untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Tujuan:

Disusunnya Rencana Kerja adalah sebagai berikut :

 Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah

Sakit

- Pengadaan alat kesehatan RS (DAK)

- Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan penyediaan fasilitas perawatan kesehatan bagi penderita akibat dampak asap rokok (DBHCHT)

 Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan

- Pelayanan dan pendukung pelayanan kesehatan RSUD Mardi

(7)

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika pembahasan Rencana Kerja RSUD Mardi Waluyo sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan, menguraikan tentang latar belakang,

maksud, tujuan, serta landasan hukum.

BAB II Evaluasi Pelaksanaan RENJA Rumah Sakit Umum Daerah

Mardi Waluyo Kota Blitar Tahun 2018, berisikan evaluasi pelaksanaan Renja Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar Tahun 2015 dan capaian Renstra Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar, Analisis Kinerja Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar, Isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar, review terhadap rancangan awal Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar, dan penelaahan usulan program Bagian/Bidang.

BAB III Tujuan, Sasaran dan Kegiatan, menguraikan mengenai telaah terhadap kebijakan nasional, tujuan dan sasaran Renja Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar, program dan kegiatan dari Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar.

BAB IV Penutup, menguraikan kaidah–kaidah pelaksanaan dan

rencana tindak lanjut penyusunan rencana kerja Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar tahun 2018

(8)

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR TAHUN 2017

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Tahun 2017 dan Capaian Renstra Rumah Sakit Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar

Tercapainya pelaksanaan kegiatan atau program yang telah disusun dapat dilihat berdasarkan Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan . Hasil evaluasi pelaksanaan Renja RSUD Mardi Waluyo tahun 2016 (tahun n-2) dan perkiraan tahun berjalan mengacu pada APBD Tahun 2017 (tahun berjalan) dan dikaitkan juga dengan pencapaiannya Renstra tahun 2016. Laporan kinerja adalah ikhtisar yang menjelaskan secara ringkas tentang capaian kinerja yang disusun berdasarkan rencana kerja yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan

APBD. Kinerja sendiri merupakan keluaran/hasil dari

kegiatan/program yang telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas terukur.

Pengukuran laporan Kinerja dilakukan dengan menggunakan konsep Value for Money. Penggunaan konsep dimaksud memerlukan indikator-indikator sebagai berikut :

- Indikator Masukan (Input), untuk mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya untuk melakukan suatu kegiatan. Dengan meninjau distribusi sumber daya dapat di analisis apakah alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan rencana strategis yang ditetapkan.

- Indikator Keluaran (output), merupakan indikator yang diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan, baik berupa fisik maupun berupa non fisik.

(9)

- Indikator Hasil (Outcome), merupakan indikator yang menunjukkan telah dicapainya maksud dan tujuan dari kegiatan– kegiatan yang telah selesai dilaksanakan atau indikator yang mencerminkan berfungsinya keluaran pada jangka menengah. Review hasil evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar dan Renstra RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, mengacu pada hasil laporan kinerja tahunan realisasi APBD

Pokok-pokok materi yang disajikan dalam bab ini antara lain :

1. Realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

2. Realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

3. Realisasi program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

4. Faktor-faktor penyebab tidak tercapaianya, terpenuhinya, atau melebihi target kinerja program/kegiatan.

5. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra RSUD Mardi Waluyo

6. Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaranyang perlu diambiluntuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut.

(10)

Tabel. 2.1.

Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Dan Pencapaian Renstra Sampai dengan Tahun 2018

Kode Pemerintahan Daerah Dan Urusan/Bidang Urusan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome)/ Kegiatan (output) Target Kinerja Capaian Program (Renstra SKPD) Tahun 2016-2021 Realisasi Target Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d tahun 2015

Kinerja Target dan Realisasi Kinerja

Program dan Kegiatan Tahun 2016 Target Program dan Kegiatan (Renja SKPD tahun 2017) Realisasi Capaian Target Renstra SKPD s/d tahun berjalan Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun berjalan (tahun 2017) Tingkat Capaian Realisasi Target Renstra (%) Target Renja SKPD Tahun 2016 Realisasi Renja SKPD Tahun 2016 Tingkat Realisasi (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 URUSAN KESEHATAN 1.02.1.0

2.02.35 PROGRAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN BLUD

1.02.1.0 2.02.24

PROGRAM PENGADAAN, PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT/RUMAH SAKIT JIWA/RUMAH SAKIT PARU-PARU Prosentase peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit 80% 237.168.1 43.600 70% 85% 12 Jenis 93,75% 12 Jenis 100% 80% 122.566.8 55.000 80% 59 Jenis - 1.02.1.0 2.02.24. 27

- Pengadaan Alkes RS Jumlah penyediaan alat kesehatan Rumah Sakit (DAK)

125.757. 272.100 65 Jenis 15 Jenis 20 Jenis 59 Jenis

(11)

Kode Pemerintahan Daerah Dan Urusan/Bidang Urusan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome)/ Kegiatan (output) Target Kinerja Capaian Program (Renstra SKPD) Tahun 2016-2021 Realisasi Target Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d tahun 2015

Kinerja Target dan Realisasi Kinerja

Program dan Kegiatan Tahun 2016 Target Program dan Kegiatan (Renja SKPD tahun 2017) Realisasi Capaian Target Renstra SKPD s/d tahun berjalan Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun berjalan (tahun 2017) Tingkat Capaian Realisasi Target Renstra (%) Target Renja SKPD Tahun 2016 Realisasi Renja SKPD Tahun 2016 Tingkat Realisasi (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

- Pengadaan Gedung RS - Jumlah Unit Bangunan Gedung Rumah Sakit 80.000.00 0.000 1 Unit - - - - - - - 1.02.1.0 2.02.31 PROGRAM PEMBINAAN LINGKUNGAN SOSIAL (DBHCHT BIDANG KESEHATAN) Prosentase peningkatan Jenis Alat-alat Kesehatan dan Kedokteran Paru dan Jantung

100% 22.992.16 5.440 80% 85% 98,57% 9 Jenis 100% 85% 3.259.756. 800 85% 41 Unit - 1.02.1.0

2.02.35 Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan Penyediaan Fasilitas Perawatan Kesehatan Bagi Penderita Akibat Dampak Asap Rokok

Jumlah jenis peralatan kedokteran paru dan jantung

35 Jenis 25 Jenis 25 Jenis

1.02.1.0 2.02.35. 01 PROGRAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN BLUD Prosentase Peningkatan Pencapaian SPM 100% 544.145.7 03.988 - 100% 12 bulan 12 bulan 100% 100% 80.000.0085% 0.000 85% 12 Bulan -

Pelayanan dan Pendukung Pelayanan Kesehatan RSUD Mardi Waluyo

-Jumlah Bulan

(12)

Kode Pemerintahan Daerah Dan Urusan/Bidang Urusan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome)/ Kegiatan (output) Target Kinerja Capaian Program (Renstra SKPD) Tahun 2016-2021 Realisasi Target Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d tahun 2015

Kinerja Target dan Realisasi Kinerja

Program dan Kegiatan Tahun 2016 Target Program dan Kegiatan (Renja SKPD tahun 2017) Realisasi Capaian Target Renstra SKPD s/d tahun berjalan Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun berjalan (tahun 2017) Tingkat Capaian Realisasi Target Renstra (%) Target Renja SKPD Tahun 2016 Realisasi Renja SKPD Tahun 2016 Tingkat Realisasi (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 - Jumlah Jenis Pelayanan Administrasi Rumah Sakit 350

Jenis NA 300 Jenis 350 Jenis

- Jumlah SDM yang mengikuti Diklat/Seminar/ Simposium 130

Orang NA 50 Orang 200 Orang

- Jumlah Jenis Sarana Prasarana Rumah Sakit

150 Jenis NA 150 Jenis 150 Jenis

- Jumlah Jenis Alat

Kesehatan 20 Jenis NA 20 Jenis 20 Jenis

- Jumlah Jenis Obat-obatan Bahan Kimia Rumah Sakit

1700

(13)

2.2. Analisis Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar

RSUD Mardi Waluyo mempuyai tugas dan fungsi membantu Walikota Blitar Ada beberapa faktor yang merupakan pendorong keberhasilan dan beberapa faktor penghambat/kendala dalam pelaksanaan atau perwujudan dari misi organisasi. Faktor-faktor dimaksud antara lain sebagai berikut :

1. Faktor Pendorong :

a. Struktur Organisasi RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar yang telah sesuai dengan Peraturan Walikota Blitar Nomor 42 Tahun 2014 sehingga menjadi lebih ramping dan kaya fungsi dengan diisi oleh staf yang mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya.

b. RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar sebagai Badan Layanan Umum Daerah yang berorientasi kepada pencapaian kinerja pelayanan kesehatan.

c. Adanya hubungan kerja yang baik dan komitmen yang kuat antara pimpinan dan staf Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar, dalam menciptakan suasana kerja yang kondusif sehingga menimbulkan motivasi kerja yang tinggi.

d. Adanya dukungan SKPD terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

e. Pola kerja yang sistemik dan terjadwal sehingga mampu memberikan hasil yang optimal, efektif dan efisien.

2. Faktor Penghambat :

a. Belum memadainya jumlah tenaga dokter umum, spesialis, perawat, tenaga kesehatan dan non kesehatan lainnya.

b. Belum tersedianya data–data pelayanan yang tersusun secara sistematis dan akurat sehingga menimbulkan kendala dalam proses perencanaan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan.

(14)

c. Belum terlaksananya pembangunan tahap III rumah sakit yang meliputi Instalasi Bedah Sentral, ICU, ICCU dan PICU sehingga pelayanan Bedah Sentral masih menggunakan kamar operasi IGD.

d. Belum optimalnya pemenuhan sarana dan prasarana alat-alat kesehatan dan kedokteran sebagai alat tindakan pendukung sebagai dasar pengambilan keputusan dalam proses pelayanan kesehatan.

e. Masih terdapatnya kebijakan pembangunan daerah yang seringkali tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.

Dari analisis diatas, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan keterkaitan dalam pencapaian kinerja kegiatan dengan program dan kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) tahun 2016 dapat dikatakan sangat berhasil walaupun masih banyak dijumpai hambatan dalam pelaksanaannya. Akan tetapi dalam pelaksanaannya dimasa mendatang perlu ditingkatkan lagi sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.

(15)

Tabel 2.2

Pencapaian Kinerja Pelayanan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar

NO INDIKATOR SPM STANDAR

NASIONAL IKK

TARGET RENSTRA REALISASI

CAPAIAN PROYEKSI CATATAN ANALISIS 2016 2017 2018 2019 2016 2017 2018 2019 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 ETIKA PELAYANAN 100% 100% 100 % 100 % 100 % 100% 100% 100 % 100 % 2 GAWAT DARURAT

1 Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa

100% 100% 100 % 100 % 100 % 100% 100% 100 % 100 %

2 Pemberi layanan kegawat

daruratan yang bersertifikat

100% 100% 100 % 100 % 100 % 100% 100% 100 % 100 %

3 Kematian pasien ≤ 24 jam ≤ 2 ‰ ≤ 2 ‰ ≤ 2

‰ ≤ 2 ‰ ≤ 2 ‰ ≤ 2 ‰ ≤ 2 ‰ ≤ 2 ‰ ≤ 2 ‰ 4 Ketersediaan tim penanggulangan bencana 1 Tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim 5 Jam buka pelayanan gawat

darurat 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 6 Waktu tanggap pelayanan

dokter di IGD ≤ 5 menit terlayani, setelah pasien datang ≤ 5 menit ≤ 5 menit ≤ 5 menit ≤ 5 menit 3,88 m 3,88 m 3,88 m 3,88 m 7 Tidak adanya pasien yang

membayar uang muka Angka Kepuasan pasien

≥ 70% ≥ 70% ≥ 70% ≥ 70% ≥ 70% 81,65 % 81,65 % 81,6 5 % 81,6 5 %

(16)

3 PELAYANAN RAWAT JALAN 1 Dokter pemberi layanan di

Klinik Spesialis

100% 100% 100% 100% 100% 100% 100

%

100% 100%

Dokter pemberi layanan di Klinik non spesialis

100% 100% 100% 100% 100% 100% 100 % 100% 100% 2 Buka pelayanan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100 % 100% 100% 3 Ketersediaan pelayanan rawat jalan Minimal : Kesehatan Anak Penyakit dalam Kebidanan Bedah Sp. S Sp. M Sp. KK Sp.Uro Sp. BS Sp.lain Sp. S Sp. M Sp. KK Sp.Uro Sp. BS Sp.lain Sp. S Sp. M Sp. KK Sp.Uro Sp. BS Sp.lain Sp. S Sp. M Sp. KK Sp.Uro Sp. BS Sp.lain Sp. S Sp. M Sp. KK Sp.Uro Sp. BS Sp.lain Sp. S Sp. M Sp. KK Sp.Uro Sp. BS Sp.lain Sp. S Sp. M Sp. KK Sp.Uro Sp. BS Sp.lain Sp. S Sp. M Sp. KK Sp.Uro Sp. BS Sp.lain

4 Waktu tunggu di rawat jalan ≤ 60 menit ≤ 60

menit ≤ 60 menit ≤ 60 menit ≤ 60 menit 59,32 mnt 59,3 2mnt 59,32 mnt 59,32 mnt 5 Kepuasan pelanggan ≥ 90 % ≥ 90 % ≥ 90 % ≥ 90 % ≥ 90 % 77,07 77,07 77,07 77,07 6 Pelayanan TB rawat jalan

Penegakan diagnosis tuberkulosis melalui pemeriksaan mikroskopik tuberculosis 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % Terlaksananya kegiatan pengobatan, pencatatan dan pelaporan tuberkulosis di RS 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

(17)

4 PELAYANAN RAWAT INAP

1 Pemberi pelayanan rawat

inap 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

2 Dokter penanggung jawab

pasien rawat inap

100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

3 Jam visite dokter

spesialis/dokter umum/dokter gigi 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 4 Model Praktek Keperawatan

Profesional 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 5 Kejadian infeksi paska

operasi ≤ 1,5% ≤ 1,5% ≤ 1,5 % ≤ 1,5 % ≤ 1,5 % 0,48% 0,48 % 0,48 % 0,48 %

6 Kejadian infeksi nosokomial ≤ 1,5% ≤ 1,5% ≤

1,5 % ≤ 1,5 % ≤ 1,5 % 0,34% 0,34 % 0,34 % 0,34 % 7 Kematian pasien lebih dari

48 jam NDR ≤ 25 ‰ atau 2,5 % NDR ≤ 25 ‰ atau 2,5 % NDR ≤ 25 ‰ atau 2,5 % NDR ≤ 25 ‰ atau 2,5 % NDR ≤ 25 ‰ atau 2,5 % 40‰ 40‰ 40‰ 40‰

8 Kejadian pulang paksa ≤ 5% ≤ 5% ≤

5% ≤ 5% ≤ 5% 4,40% 4,40 % 4,40 % 4,40 % 9 Tidak adanya pasien jatuh

yang berakibat kecacatan/kematian 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

(18)

10 Ketersediaan pelayanan rawat inap Minimal : Kesehatan Anak Penyakit dalam Kebidanan bedah

1. Yan. Spesialis dasar : a. Pelayanan Penyakit Dalam b. Pelayanan Kesehatan Anak c. Pelayanan Bedah

d. Pelayanan Obstetri & gynecologi 2. SPES.PENUNJANG :

a. Pelayanan b. Anastesiologi b. Pelayanan Radiologi c. Pelayanan Rehab Medik d. Pelayanan pathologi Klinik 3. SPESIALISTIK LAIN :

a. Pelayanan Spesialis THT b. Pelayanan Spesialis Bedah Orthopedia

c. Pelayanan Spesialis Penyakit Syaraf d. Pelayanan Spesialis Penyakit Mata e Pel. Spesialis Penyakit kulit dan kelamin

f. Pelayanan Spesialis Bedah Urologi g. Pelayanan Spesialis Bedah Syaraf h. Pelayanan Spesialis lainya

11 Kepuasan pelanggan ≥ 90 % ≥ 90 % ≥ 90 % ≥ 90 % ≥ 90 % 77,04% 77,0 4% 77,0 4% 77,0 4% 12 Pelayanan TB di rawat inap

Penegakan diagnosis tuberkulosis melalui pemeriksaan mikroskopik tuberkulosis ≥ 100 % ≥ 100 % ≥ 100 % ≥ 100 % ≥ 100 % ≥ 100 % ≥ 100 % ≥ 100 % ≥ 100 % Terlaksananya kegiatan

pengobatan, pencatatan dan pelaporan tuberkulosis di RS ≥ 100 % ≥ 100 % ≥ 100 % ≥ 100 % ≥ 100 % ≥ 100 % ≥ 100 % ≥ 100 % ≥ 100 %

(19)

5 PELAYANAN BEDAH SENTRAL

1 Waktu tunggu operasi elektif Waktu tunggu : Operasi kecil ≤ 1 minggu ( 100 % ) Operasi sedang : ≤ 2 minggu ( 100 % ) Operasi besar : ≤ 2 minggu ( 100 % ) 100% 100% 100% 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100% 100% 100% 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 2 Kejadian kematian di meja

operasi ≤ 1 % ≤ 1 % ≤ 1 % ≤ 1 % ≤ 1 % 0% 0% 0% 0%

3 Tidak adanya kejadian

operasi salah sisi

100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

4 Tidak adanya kejadian

operasi salah orang

100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 5 Tidak adanya kejadian salah

tindakan operasi 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

(20)

7 Komplikasi anestesi karena over dosis reaksi anestesi

dan salah penempatan

endotracheal tube ≤ 6 % ≤ 6 % ≤ 6 % ≤ 6 % ≤ 6 % 0% 0% 0% 0%

6 PELAYANAN PERSALINAN DAN PERINATOLOGI 1 Kejadian kematian ibu

karena persalinan : Perdarahan, pre eklamsi, sepsis. Kematian Ibu karena persalinan Perdarahan : ≤ 1 % Pre eklamsi : ≤ 30 % Sepsis : ≤ 0,2 % Kematian Ibu karena persalinan Perdarahan : ≤ 1 % Pre eklamsi : ≤ 30 % Sepsis : ≤ 0,2 % Kemat ian Ibu karena persali nan Perdar ahan : ≤ 1 % Pre eklam si : ≤ 30 % Sepsi s : ≤ 0,2 % Kemat ian Ibu karena persali nan Perdar ahan : ≤ 1 % Pre eklam si : ≤ 30 % Sepsi s : ≤ 0,2 % Kemat ian Ibu karena persali nan Perdar ahan : ≤ 1 % Pre eklam si : ≤ 30 % Sepsi s : ≤ 0,2 % 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 2 Pemberi pelayanan

persalinan normal oleh dr.Sp.OG/dr umum terlatih APN, bidan 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 3 Pemberi pelayanan

persalinan dengan penyulit

Tersedia Tersedia Terse

dia Terse dia Terse dia Tersedia Terse dia Terse dia Terse dia 4 Pemberi pelayanan

persalinan dengan tindakan operasi 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 5 Kemampuan menangani BBLR 1.500 – 2.500 gram 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 87,85 % 87,8 5 % 87,8 5 % 87,8 5 %

(21)

6 Pertolongan persalinan melalui seksio caesaria

≤ 20 % ≤ 20 % ≤ 20 % ≤ 20 % ≤ 20 % 25,38% 25,3 8% 25,3 8% 25,3 8% 7 Pelayanan KB Konseling KB Mantap 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 7 PELAYANAN PERAWATAN INTENSIF

1 Rata-rata pasien yang

kembali ke perawatan

intensif dengan kasus yang sama < 72 jam ≤ 3 % ≤ 3 % ≤ 3 % ≤ 3 % ≤ 3 % 2,5% 2,5% 2,5 % 2,5 %

2 Pemberi pelayanan unit intensif 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 3 Jumlah tenaga perawat D3

dengan sertifikat perawat

mahir ICU/setara,yang

melayani perawatan intensif dalam periode waktu = 13 ( x ) 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 81,25 % 81,2 5 % 81,2 5 % 81,2 5 % 8 PELAYANAN RADIOLOGI

1 Waktu tunggu hasil

pelayanan thorax foto

≤ 3 jam ≤ 3 jam ≤ 3 jam ≤ 3 jam ≤ 3 jam 2,1 jam 2,1 jam 2,1 jam 2,1 jam 2 Pelaksana ekspertisi hasil

pemeriksaan rontgen 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 95,39% 95,3 9% 95,3 9% 95,3 9% 3 Kejadian kegagalan ≤ 2 % ≤ 2 % ≤ 2 ≤ 2 ≤ 2 0,91% 0,91 0,91 0,91

(22)

4 Kepuasan pelanggan ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % 76,11% 76,1 1% 76,1 1% 76,1 1% 9 PELAYANAN PATOLOGI KLINIK

1 Tidak adanya kesalahan

penyerahan hasil pemeriksaan. 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 2 Pelaksana ekspertisi hasil

pemeriksaan laboratorium 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 36,8 % 36,8 % 36,8 % 36,8 % 3 Waktu tunggu hasil

pelayanan laboratorium ( Lab rutin dan kimia darah )

≤ 140 menit ≤ 140 menit ≤ 140 menit ≤ 140 menit ≤ 140 menit 108,44 m 108, 44 m 108, 44 m 108, 44 m 4 Kepuasan pelanggan ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % 75,97% 75,9 7% 75,9 7% 75,9 7% 10 PELAYANAN REHABILITASI MEDIK

1 Kejadian drop out pasien

terhadap pelayanan rehabilitasi yang direncanakan ≤ 50 % ≤ 50 % ≤ 50 % ≤ 50 % ≤ 50 % 8,58% 8,58 % 8,58 % 8,58 % 2 Tidak adanya kejadian

kesalahan tindakan rehabilitasi medik 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100% 100 % 100 % 100 % 3 Kepuasan pelanggan ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % 82,77% 82,7 7% 82,7 7% 82,7 7% 11 PELAYANAN INSTALASI FARMASI

1 Tidak ada kejadian

kesalahan pemberian obat

100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

(23)

3 Kepuasan pelanggan ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % 75,58% 75,5 8% 75,5 8% 75,5 8% 4 Waktu tunggu pelayanan

resep Obat jadi Obat racik Obat jadi ≤ 30 menit : 100 % Obat racik ≤ 60 menit : 100 % Obat jadi ≤ 30 menit : 100 % Obat racik ≤ 60 menit : 100 % Obat jadi ≤ 30 menit : 100 % Obat racik ≤ 60 menit : 100 % Obat jadi ≤ 30 menit : 100 % Obat racik ≤ 60 menit : 100 % Obat jadi ≤ 30 menit : 100 % Obat racik ≤ 60 menit : 100 % 22,64m = 84% 47,92m =74% 22,64 m = 84% 47,92 m =74% 22,64 m = 84% 47,92 m =74% 22,64 m = 84% 47,92 m =74%

12 PELAYANAN INSTALASI GIZI

1 Ketepatan waktu pemberian

makanan kepada pasien ≥ 90 % ≥ 90 % ≥ 90

% ≥ 90 % ≥ 90 % 98,86% 98,86 % 98,8 6% 98,8 6%

2 Sisa makanan yang tidak

termakan ≤ 20 % ≤ 20 % ≤ 20 % ≤ 20 % ≤ 20 % 23,37% 23,37 % 23,3 7% 23,3 7%

3 Tidak ada kejadian

kesalahan pemberian diet

100% 100% 100 % 100 % 100 % 100% 100% 100 % 100 % 13 PELAYANAN TRANSFUSI DARAH

1 Pemenuhan kebutuhan

darah bagi setiap pelayanan transfusi 100% 100% 100 % 100 % 100 % 100% 100 % 100 % 100 %

(24)

2 Kejadian reaksi transfusi ≤ 0,01 % ≤ 0,01 % ≤ 0,01 % ≤ 0,01 % ≤ 0,01 % 0% 0% 0% 0%

14 PELAYANAN KELUARGA MISKIN

1 Pelayanan GAKIN 100 % 100% 100 % 100 % 100 % 100% 100 % 100 % 100 % 15 PELAYANAN REKAM MEDIK

1 Kelengkapan pengisian

rekam medik 24 jam setelah selesai pelayanan 100 % 100% 100 % 100 % 100 % 3,87% 3,87 % 3,87 % 3,87 % 2 Kelengkapan informed concent setelah mendapatkan informasi yang jelas 100 % 100% 100 % 100 % 100 % 100% 100 % 100 % 100 %

3 Waktu penyediaan dokumen

rekam medik pelayanan

rawat jalan Rerata ≤ 10 menit Rerata ≤ 10 menit Rerata ≤ 10 menit Rerata ≤ 10 menit Rerata ≤ 10 menit 7,33m 7,33 m 7,33 m 7,33 m

4 Waktu penyediaan dokumen

rekam medik pelayanan rawat inap Rerata ≤ 15 menit Rerata ≤ 15 menit Rerata ≤ 15 menit Rerata ≤ 15 menit Rerata ≤ 15 menit 10,70 m 10,7 0 m 10,7 0 m 10,7 0 m 16 PELAYANAN SANITASI DAN PENGOLAAN LIMBAH

1 Baku mutu limbah cair 100 % 100 % 100

% 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 2 Pengelolaan limbah padat

berbahaya/ infeksius sesuai dengan aturan 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

(25)

17 PELAYANAN ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN 1 Tindak lanjut penyelesaian

hasil pertemuan direksi

100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 2 Ketepatan waktu

pengurusan gaji berkala

100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 3 Ketepatan pengusulan kenaikan pangkat 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 4 Kelengkapan laporan akuntabilitas kinerja 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

5 Karyawan yang mendapat

pelatihan minimal 20 jam setahun ≥ 60 % ≥ 60 % ≥ 60 % ≥ 60 % ≥ 60 % 9,31% 9,31 % 9,31 % 9,31 % 6 Cost recovery ≥ 40 % ≥ 40 % ≥ 40 % ≥ 40 % ≥ 40 % 92,22% 92,2 2% 92,2 2% 92,2 2% 7 Ketepatan waktu penyusunan laporan keuangan 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100% 100 % 100 % 100 % 8 Kecepatan waktu pemberian

informasi tentang tagihan pasien rawat inap.

≤ 2 jam ≤ 2 jam ≤ 2 jam ≤ 2 jam ≤ 2 jam 75% 75% 75% 75%

9 Ketepatan waktu pemberian imbalan (insentif ) sesuai ketepatan waktu 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 34,14 jam 34,14 jam 34,1 4 jam 34,1 4 jam

18 PELAYANAN AMBULAN/MOBIL JENAZAH

1 Waktu pelayanan ambulan/kereta jenazah 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 2 Kecepatan pemberian 100 % 100 % 100 100 100 100 % 100 100 100

(26)

19 PELAYANAN PEMULASARAAN JENAZAH Waktu tanggap pelayanan

pemulasaraan jenazah ≤ 2 jam ≤ 2 jam ≤ 2 jam ≤ 2 jam ≤ 2 jam 0,54 jam 0,54 jam 0,54 jam 0,54 jam 20 PELAYANAN LINEN ( LAUNDRY )

1 Tidak adanya kejadian linen yang hilang 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 91,99% 91,9 9% 91,9 9% 91,9 9% 2 Ketepatan waktu penyediaan linen RS 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 89,13% 89,1 3% 89,1 3% 89,1 3%

20 PELAYANAN PEMELIHARAAN SARANA

1 Kecepatan waktu

menanggapi kerusakan alat

≥ 80 % ≥ 80% ≥ 80% ≥ 80% ≥ 80% 93% 93% 93% 93% 2 Ketepatan waktu pemeliharaan alat 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 96,4% 96,4 % 96,4 % 96,4 %

3 Peralatan yang terkalibrasi tepat waktu sesuai dengan ketentuan kalibrasi 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 15,68% 15,68 % 15,6 8% 15,6 8%

21 PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

1 Anggota tim PPI yang

terlatih 75 % 75 % 75 % 75 % 75 % 75,86% 75,86 % 75,8 6% 75,8 6%

2 Kegiatan pencatatan dan

pelaporan infeksi

nosokomial/HAI ( Health care Assosiated Infection ) di RS ( minimal 1 parameter) 75 % 75 % 75 % 75 % 75 % 100% 100% 100 % 100 %

3 Tersedia alat pelindung diri di setiap ruang/instalasi

(27)

22 PELAYANAN HEMODIALISIS

1 Ketepatan jadwal layanan 100 % 100 % 100

% 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

2 Tidak adanya permintaan

uang muka 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 3 Pemberi pelayanan di unit

hemodialisis 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 4 Ketertiban administrasi 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 5 Ketertiban laporan rutin per

bulan ke Pernefri 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 23 PELAYANAN PENGADUAN 1 Jawaban pengaduan 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

2 Evaluasi kotak saran 100 % 100 % 100

% 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 3 Laporan ke Pemerintah Kota

per tahun 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

(28)

2.3. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas Dan Fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar tidak dapat terlepas beberapa permasalahan seperti berikut ini :

1. Belum terpenuhinya Standar RS kls B khususnya SDM dan sarana

prasarana pelayanan kesehatan.

2. Peningkatan kualitas dan pengembangan pelayanan kesehatan di RS.

3. Belum optimalnya penerapan Sistem Informasi Manajemen RS (SIMRS) dan teknologi informasi.

4. Belum optimalnya pelaksanaan tupoksi.

Dari permasalahan yang ada, maka dapat ditarik isu strategis sebagai berikut :

“ Pencapaian kualitas pelayanan rumah sakit yang

optimal “

2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) merupakan dokumen perencanaan daerah dengan periode 1 tahun, yang memuat daftar Program dan Kegiatan seluruh SKPD dengan prediksi Pagu Anggaran Indikatif yang dari APBD maupun APBN. RKPD disusun untuk menjabarkan RPJMD, menjadi pedoman penyusunan RENJA SKPD serta menjadi pedoman penyusunan RENJA SKPD serta menjadi acuan proses Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA). Rancangan awal RKPD Kota Blitar tahun 2017 telah disusun pada Bulan Februari 2016. Sebelum ditetapkan menjadi dokumen RKPD, perlu dilakukan review terhadap rancangan awal tersebut untuk mengakomodir kebutuhan SKPD yang belum tercantum dalam rancangan RKPD.

(29)

Dalam Rancangan Awal RKPD terdapat program yang dicantumkan dalam RENJA RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, yaitu :

1. Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan BLUD;

2. Program Pengadaan, Peningkatan Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru;

3. Program Pembinaan Lingkungan Sosial (Kesehatan).

Sehubungan dengan hal dimaksud, dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, program dan kegiatan pada Rumah Sakit Daerah Mardi Waluyo dilaksanakan penyesuaian sebagaimana dalam tabel dibawah :

(30)

Tabel 2.3

Review terhadap Rancangan Awal RKPD tahun 2017 Kota Blitar

No Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Penting Program/

Kegiatan Lokasi Indikator kinerja

Target capaian

Pagu indikatif

(Rp.000) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator kinerja

Target capaian Kebutuhan Dana (Rp.000) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1 PROGRAM PENGADAAN, PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT/RUMAH SAKIT JIWA/RUMAH SAKIT PARU-PARU Meningkatnya sarana dan prasarna rumah sakit 80% 26.714.148 PROGRAM PENGADAAN, PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT/RUMAH SAKIT JIWA/RUMAH SAKIT PARU-PARU

Meningkatnya sarana dan prasarna rumah sakit 80%

26.714.148

Pengadaan Alat-alat Kesehatan Rumah Sakit (DAK) RSUD Mardi Waluyo Tercapainya peningkatan pelayanan Kesehatan RS 80% 3.132.989,1 Pengadaan Alat-alat Kesehatan Rumah Sakit (DAK) Tercapainya peningkatan pelayanan Kesehatan RS 80% 3.132.989,1 2 PROGRAM PENINGKATAN MUTU PELAANAN KESEHATAN BLUD Terwujudnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan BLUD 100% PROGRAM PENINGKATAN MUTU PELAANAN KESEHATAN BLUD Terwujudnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan BLUD 100% Pelayanan dan Pendukung Pelayanan Kesehatan RSD Mardi Waluyo RSUD Mardi Waluyo Operasional pelayanan administrasi RS, Peningkatan kualitas tenaga kesehatan RS, Peningkatan prasarana RS, Peningkatan sarana RS, Alat Kesehatan, Obat-obatan dan bahan kimia RS, Jasa pelayanan kesehatan

100% 80.000.000 Pelayanan dan Pendukung Pelayanan Kesehatan RSD Mardi Waluyo RSUD Mardi Waluyo Operasional pelayanan administrasi RS, Peningkatan kualitas tenaga kesehatan RS, Peningkatan prasarana RS, Peningkatan sarana RS, Alat Kesehatan, Obat-obatan dan bahan kimia RS, Jasa pelayanan kesehatan 100% 80.000.000 3 PROGRAM PEMBINAAN LINGKUNGAN SOSIAL (KESEHATAN) Terpenuhinya

Alat-alat Kedokteran 85% PROGRAM PEMBINAAN LINGKUNGAN SOSIAL (KESEHATAN) Terpenuhinya Alat-alat Kedokteran 85% Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan Penyediaan Fasilitas Perawatan Kesehatan Bagi Penderita Akibat Dampak Asap Rokok RSUD Mardi Waluyo Terpenuhinya alat keseahatan dan kedokteran 85% Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan Penyediaan Fasilitas Perawatan Kesehatan Bagi Penderita Akibat Dampak Asap Rokok

RSUD Mardi Waluyo

Terpenuhinya alat

(31)

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh RSUD Mardi Waluyo juga berasal dari para pemangku kepentingan baik dari kelompok masyarakat, LSM, perguruan tinggi, maupun SKPD dalam hal penyediaan panduan program dan kegiatan serta fasilitasi sinkronisasi dan integrasi program dan RPJMN tahun 2014-2019 dan RPJMD Propinsi Jawa Timur tahun 2015-2019 serta RPJMD Kota Blitar 2016-2021.

(32)

Tabel 2.4

USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR TAHUN

2018

No. Program/Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Besaran/

Volume

Catatan

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 PROGRAM PENGADAAN, PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT/RUMAH SAKIT JIWA/RUMAH SAKIT PARU-PARU

RSUD Mardi Waluyo

Prosentase peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit

Pengadaan Alat-alat kesehatan,

peningkatan pelayanan kesehatan RSUD Mardi Waluyo (DAK)

Jumlah penyediaan alat

kesehatan Rumah Sakit (DAK)

60 Jenis

2 PROGRAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN BLUD Pelayanan dan Pendukung Pelayanan Kesehatan RSUD Mardi Waluyo

Prosentase Peningkatan Pencapaian SPM - Jumlah Bulan Operasional pelayanan administrasi RS - Peningkatan kualitas tenaga kesehatan RS - Peningkatan prasarana RS - Peningkatan sarana RS, Alat kesehatan - Obat-obatan dan

bahan kimia RS, Jasa pelayanan kesehatan 12 Bln 120 Orang 150 Jenis 20 Jenis 1600 Jenis

3 PROGRAM PEMBINAAN LINGKUNGAN SOSIAL (KESEHATAN)

Prosentase terpenuhinya

alat kesehatan paru

Peningkatan Derajat Kesehatan

Masyarakat dengan Penyediaan Fasilitas Perawatan Kesehatan Bagi Penderita Akibat Dampak Asap Rokok

Jumlah penyediaan alat

kesehatan Rumah Sakit (DBHCHT)

(33)

BAB III

TUJUAN, SASARAN, dan KEGIATAN

3.1. TELAAHAN TERHADAP KEBIJAKAN NASIONAL

Sebagaimana Rencana Kerja Pemerintah tahun 2018, telah disebutkan bahwa target pencapaian Pembangunan Milenium : Millenium Development Goals (MDGs) untuk dicapai pada tahun 2018 adalah tercapainya kesejahteraan masyarakat. Target ini merupakan tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi Milenium. Beberapa tujuan yang dideklarasikan antara lain mengurangi kematian anak balita hingga dua pertiga, meningkatkan kesehatan ibu dan memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya.

Kebijakan di bidang kesehatan sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2016-2021 ditempatkan sebagai kebijakan prioritas dan menjadi komitmen Pemerintah Kota Blitar untuk menjamin hak kesehatan, sehubungan dengan hal dimaksud, arah kebijakan yang dilaksanakan sebagai berikut :

1. Penguatan kelembagaan perencanaan pembangunan kesehatan

melalui penataan system perencanaan, pemantauan, pengendalian

dan evaluasi pelaksanaan pembangunan kesehatan,

pengembangan system dan kualitas data dan informasi perencanaan pembangunan kesehatan, serta peningkatan kualitas koordinasi dengan para pemangku kepentingan ;

2. Penerapan perencanaan pembangunan kesehatan melalui

penganggaran yang berbasis kinerja ;

3. Peningkatan kualitas hasil evaluasi kebijakan / kajian sebagai masukan bagi perencanaan pembangunan kesehatan dan perumusan kebijakan penyelesaian permasalahan pembangunan di bidang kesehatan;

(34)

4. Peningkatan kualitas data dan informasi perencanaan pembangunan kesehatan;

5. Peningkatan pelayanan RSUD;

6. Pelaksanaan reformasi birokrasi secara konsisten dan

berkelanjutan dalam rangka peningkatan kinerja (better performance) lembaga dan pegawai.

3.2. TUJUAN DAN SASARAN RENJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MARDI WALUYO KOTA BLITAR

1. Tujuan

Tujuan Rencana Kerja tahun 2016 RSUD Mardi Waluyo adalah sebagai berikut :

1.1. Meningkatnya pelayanan dan pendukung pelayanan RSUD Mardi Waluyo melalui Operasional Pelayanan administrasi rumah sakit, Peningkatan kualitas dan kwantitas SDM, Peningkatan sarana dan prasarana, Pemenuhan kebutuhan alat kesehatan, Obat-obatan dan bahan kimia Rumah Sakit, Jasa Pelayanan Kesehatan, Peningkatan Pelayanan Penunjang Medis, serta Peningkatan kualitas manajemen Rumah Sakit guna mendukungi.

1.2. Meningkatnya pelayanan kesehatan rumah sakit melalui pemenuhan alat kesehatan sesuai dengan standart kelas rumah sakit

1.3. Meningkatnya penyediaan fasilitas perawatan kesehatan bagi penderita akibat dampak asap rokok melalui peningkatan jumlah fasilitas dan alat kesehatan bagi penderita akibat dampak asap rokok

(35)

Tabel 3.1

Indikator Tujuan dan Formula Perhitungan

INDIKATOR FORMULA PERHITUNGAN

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

Nilai rata-rata IKM Rumah Sakit

Tabel 3.2

Sasaran, Program, dan Kegiatan Rencana Kerja RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Tahun 2018

Sasaran Indikator Sasaran Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output)

Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan 2018 Target Rp 1 2 3 4 5 6 Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 1. Program pengadaan peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit/ Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit paru-paru - Prosentase peningkatan Sarana Prasarana Rumah Sakit 80% 50.270.000.000 Pengadaan alkes RS

- Jumlah Jenis Alat Kesehatan Rumah Sakit 60 Jenis Pengadaan gedung RS - Jumlah Unit Bangunan Gedung Rumah Sakit 3 Unit Persentase indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target Bed Occupancy Rate (BOR) Average Length of Stay (ALOS) 2. Program peningkatan mutu pelayanan kesehatan BLUD Prosentase Peningkatan Pencapaian SPM 90% 88.000.000.000 - Pelayanan dan Pendukung Pelayanan Kesehatan RSUD Mardi Waluyo 1. Jumlah Jenis Pelayanan Administrasi Rumah Sakit 350 Jenis a. Jumlah SDM yang mengikuti Diklat/Seminar / Simposium 120 Orang

(36)

Turn Over Interval (TOI) b. Jumlah Jenis Sarana Prasarana Rumah Sakit 150 Jenis Bed Turn Over (BTO) c. Jumlah Bulan Penerimaan Jasa 12 Bulan Net Death Rate (NDR)

2. Jumlah Jenis Alat

Kesehatan 20 Jenis Gross Death Rate (GDR) 3. Jumlah Jenis Obat-obatan Bahan Kimia Rumah Sakit 1600 Jenis 3.Program Pembinaan Lingkungan Sosial (DBHCHT Bidang Kesehatan) - Prosentase peningkatan Jenis Alat-alat Kesehatan dan Kedokteran Paru dan Jantung 90% 3.259.756.800 - Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan penyediaan fasilitas perawatan kesehatan bagi penderita akibat dampak asap rokok 25 Jenis

2. Sasaran dan Indikator Sasaran.

Perencanaan kinerja merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategik, yang akan dilaksanakan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo melalui berbagai kegiatan tahunan. Di dalam rencana kinerja ditetapkan rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan. Penyusunan rencana kinerja dilakukan seiring dengan agenda penyusunan dan kebijakan anggaran, serta merupakan komitmen bagi SKPD untuk mencapai dan melaksanakannya dalam tahun tertentu.

(37)

Tabel 3.3

Sasaran dan Indikator Sasaran Rencana Kerja RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Tahun 2018

Sasaran Indikator Sasaran Target Kinerja

2016 2017 2018 1 2 3 4 5 Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat

Persentase indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target

78% 78% 78,5%

Bed Occupancy Rate (BOR) Standar Nasional 60-85% Nilai BOR <60% = 75% 60%-85% = 100 % >85% = 75 % 100% 100% 100%

Average Length of Stay (ALOS) Standar Nasional 6-9 hari Nilai ALOS <6 hari = 75% 6-9 hari = 100% >9 hari = 75% 75% 100% 100%

Turn Over Interval (TOI) Standar Nasional 1-3 hari Nilai TOI <1 hari = 75% 1-3 hari = 100% >3 hari = 75% 100% 100% 100%

Bed Turn Over (BTO) Standar Nasional 40-50 kali Nilai BTO <40 kali = 75% 40-50 kali = 100% >50 kali = 75% 75% 100% 100%

Net Death Rate (NDR) Standar Nasional <25‰

42‰ 25‰ 25‰

Gross Death Rate (GDR) Standar Nasional <45‰

(38)

3.3. PROGRAM DAN KEGIATAN

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan sasaran dan tujuan yang hendak dicapai, maka ditentukan Indikator kinerja. Indikator kinerja dimaksud harus spesifik dan jelas untuk menghindari terjadinya mis-interpretasi, fleksibel terhadap perubahan, dapat diukur baik secara kualitatif maupun kuantitatif dan mengandung aspek– aspek yang relevan. Sehingga ditentukan indikator Kinerja RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar berdasarkan kelompok sasaran sebagai berikut :

a. Program :Program pengadaan peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit/ Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit paru-paru;

Kegiatan : - Pengadaan Alkes RS (DAK)

b. Program : Program Pembinaan Lingkungan Sosial (DBHCHT Bidang Kesehatan);

Kegiatan : - Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan penyediaan fasilitas perawatan kesehatan bagi penderita akibat dampak asap rokok

c. Program : Program peningkatan mutu pelayanan kesehatan BLUD;

Kegiatan : Pelayanan dan Pendukung Pelayanan Kesehatan RSUD Mardi Waluyo

Selanjutnya program dan kegiatan-kegiatan diatas diuraikan beserta kerangka

(39)

Tabel. 3.4

Rumusan Rencana Program dan Kegiatan Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar Tahun 2018 Dan Prakiraan Maju Tahun 2019

Kode Pemerintahan Daerah Dan Urusan/Bidang Urusan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Rencana Tahun 2018 Catatan Penting

Prakiraan Maju Rencana Tahun 2019

Lokasi Capaian Target Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif (Rp.) Sumber Dana Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif (Rp.) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 0 2 1.02.0 2 PROGRAM PENGADAAN, PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT/RUMAH SAKIT JIWA/RUMAH SAKIT PARUPARU Prosentase peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit Kota Blitar 80% 50.270.000.000 DAK 80% 50.800.000.000 1 1 0 2 0 2 1.0 2.0 2 1.0 2.0 2 0 9 0 9 01 02 Pengadaan Alat-alat Kesehatan Rumah Sakit (DAK) - Jumlah alat-alat kesehatan Rumah Sakit (DAK) - Pembangunan Gedung (IBS, ICU, CSSD) Kota Blitar 59 Jenis 3 Unit 30.270.000.000 20.000.000.000 DAK APBD 60 Jenis 1 Paket 30.800.000.000 20.000.000.000 1 2 1.0 2.0 2 1

0 PROGRAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN BLUD

Prosentase Peningkatan Pencapaian SPM

Kota

Blitar 90% 88.000.000.000 PAD BLUD 90% 96.800.000.000

1 2 1.0 2.0 2

1

0 01 Pelayanan dan Pendukung Pelayanan Kesehatan RSUD Mardi Waluyo

- Jumlah Bulan

(40)

Kode Pemerintahan Daerah Dan Urusan/Bidang Urusan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Rencana Tahun 2018 Catatan Penting

Prakiraan Maju Rencana Tahun 2019

Lokasi Capaian Target Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif (Rp.) Sumber Dana Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif (Rp.) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 - Jumlah Jenis Pelayanan Administrasi Rumah Sakit 350 Jenis 13.457.097.500 Jenis 350 14.802.807.250 - Jumlah SDM yang mengikuti Diklat/Seminar/ Simposium 120 Orang 1.567.968.600 Orang 120 1.724.765.450 - Jumlah Jenis Sarana Prasarana Rumah Sakit 150 Jenis 941.457.000 Jenis 150 1.035.602.700

- Jumlah Jenis Alat

Kesehatan 20 Jenis 1.439.114.000 20 Jenis 1.583.025.400

- Jumlah Jenis

Obat-obatan Bahan Kimia Rumah Sakit

1600 Jenis 30.277.605.000 1650 Jenis 33.305.365.500 1 2 1.0 2.0 2 1

1 PROGRAM PEMBINAAN LINGKUNGAN SOSIAL (KESEHATAN) Terpenuhinya Alat-alat Kedokteran Kota Blitar 90% 3.259.756.800 DBHCHT 90% 4.450.267.600 1 2 1.0 2.0 2 1

1 01 Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan penyediaan fasilitas perawatan kesehatan bagi penderita akibat dampak asap rokok

Jumlah alat kesehatan paru dan jantung

Kota

(41)

BAB IV PENUTUP

Rancangan Rencana Kerja (Renja) Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar memberikan gambaran tentang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi RSUD Mardi Waluyo tahun 2018 sebagai penjabaran Renstra RSUD Mardi Waluyo dan mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Blitar 2018. Rencana ini disusun setelah mempertimbangkan dengan seksama hasil evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan tahun 2017.

Dalam mengantisipasi adanya perubahan lingkungan yang sangat kompleks, pesat dan tidak menentu, maka selama kurun waktu berlakunya Renja tahun 2018 ini, dapat dilakukan upaya kajian dan bila perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian seperlunya.

Rencana Kerja tahun 2018 ini selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam penyusunan dokumen Rencana Kerja Anggaran dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran tahun 2018 pada Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar.

Akhirnya, Renja ini diharapkan dipergunakan sebagai acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar tahun 2018. Rencana Kerja (Renja) Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar ini dapat tercapai bila dilaksanakan dengan penuh dedikasi dan kerja keras, oleh sumber daya di Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar, sehingga hasilnya diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi upaya Pemerintah Kota Blitar dalam rangka mewujudkan good governance melalui perencanaan pembangunan di bidang kesehatan yang mengedepankan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Blitar, 19 Juni 2017

DIREKTUR RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR

dr. RAMIADJI, Sp.B

Pembina Utama Muda NIP. 19620530 198802 1001

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan teknik analisis tersebut telah disusun rencana strategis RSUD Wangaya Kota Denpasar untuk periode tahun 2016-2020 berbasis Balanced Scorecard yang berfokus pada

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui insidensi bayi prematur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo Semarang periode tahun 2011 serta mengetahui

Rencana Kerja (Renja) Badan Perencanaan Daerah Kota Tebing Tinggi Tahun 2015 merupakan dokumen perencanaan SKPD Bappeda untuk periode 1 tahun yang disusun sebagai pedoman dan acuan

Untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan Program Rencana Kerja, maka sebagai dasar dalam penyusunan Renja SKPD Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bone Bolango

Dari hasil penelitian untuk pasien hipertensi di RSUD Pandan Arang Boyolali Periode Januari-Desember 2017 dapat disimpulkan Pola pengobatan hipertensi di RSUD Pandan

Dalam hal implementasi arah kebijakan, strategi, sasaran serta berbagai program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada kurun waktu 2016 - 2021, RSUD Soreang disusun untuk

Sebagai wujud pertanggungjawaban pelaksanaan kinerja serta keuangan maka disusunlah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP/LAPKIN) Rumah Sakit Umum

Rencana Kerja (RENJA) Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan tahun 2020 merupakan tahun kelima dan tahun terakhir dari pelaksanaan Rencana Strategis Rumah Sakit