• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN ANGGARAN 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN ANGGARAN 2011"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA

TAHUN ANGGARAN 2011

TUPOKSI, RENCANA STRATEGIS, KINERJA, PENGUKURAN ,EVALUASI,ANALISIS AKUNTABULITAS KINERJA , ASPEK KEUANGAN SERTA KEBERHASILAN, HAMBATAN/MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH.

2011

SATUAN KERJA : MAHKAMAH SYAR’IYAH ACEH (401582 )

JLN. T. NYAK ARIEF - KOMPLEK KEISTIMEWAAN ACEH TELP. 0651. 7555976 Fax. 0651. 7555977

BANDA ACEH 23114 Email : [email protected] http://www.mahkamahsyariahaceh.go.id

(2)

KATA PENGANTAR

Dalam rangka mewujudkan agenda reformasi birokrasi dilingkungan lembaga Peradilan, yang pada akhirnya dapat menciptakan pemerintahan yang baik (good governance) yang sasaran pokoknya adalah penyelenggaraan peradilan yang profesional, transparan, akuntabel, bersih dan bebas KKN, semangat pelayanan dan pertanggung jawaban publik, serta integritas pengabdian di bidang penegakan keadilan untuk mencapai visi dan misi Mahkamah Agung.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah selain memenuhi agenda reformasi birokrasi merupakan suatu kewajiban pertanggungjawaban Akuntabilitas Lembaga selaras dengan Instruksi Presiden No.7 tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah maka LAKIP juga merupakan suatu perwujudan tanggung jawab, transparansi dan menyangkut suatu bentuk Akuntabilitas dari suatu Lembaga.

Dengan telah berakhirnya pelaksanaan kinerja tahun anggaran 2010, Mahkamah Syar’iyah Aceh merasa bertanggungjawab untuk menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah berdasarkan Instruksi Presiden sebagaimana tersebut diatas, sehingga program kerja dan capaian kinerja yang di tetapkan dapat dilaksanakan dengan baik.

Untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di lingkungan Mahkamah Syar’iyah Aceh, maka seluruh satuan kerja dibawah lingkungan Mahkamah Syar’iyah Aceh diwajibkan menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan Akuntabilitas ini pada dasarnya merupakan laporan

(3)

pelaksanaan kegiatan dan sebagai acuan dalam rencana kinerja yang akan diwujudkan pada setiap tahunnya. LAKIP tahun 2011 ini diharapkan lebih menggambarkan adanya transparansi dan akuntabilitas di lingkungan Mahkamah Syar’iyah.

Pada akhirnya dengan tersusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dari Mahkamah Syar’iyah Aceh diucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu tersusunnya LAKIP ini.

Banda Aceh, 07 Februari 2012 KETUA MAHKAMAH SYAR’IYAH ACEH

DRS. H. IDRIS MAHMUDY, SH., MH. NIP. 19491212 197803 1 003

(4)

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI ... iv IKHTISAR... v BAB I. : PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Tugas dan Fungsi ... 4

C. Kebijakan Umum Tahun 2010 ... 5

1. Arah Kebijakan ... 7

2. Sasaran ... 8

3. Program-program Tahun 2010 ... 9

D. Struktur Organisasi dan Jumlah Pegawai ... 10

E. Sistematika Penyajian ... 11

BAB II. : RENCANA STRATEGIS & PENETAPAN KINERJA A. Rencana Kerja ... 13

1. Visi ... 13

2. Misi ... 14

B. Penetapan Kinerja 2010 ... 15

BAB III. : AKUNTABILITAS KINERJA A. Pengukuran Kinerja ... 17

(5)

B. Evaluasi Kinerja ... 18

C. Analisis Akuntabilitas Kinerja ... 18

D. Aspek Keuangan ... 19

1. Anggaran Rutin ... 19

2. Anggaran Pembangunan/Pengadaan/Sarana dan Prasarana 20 E. Analisis Capaian Kinerja Mahkamah Syar’iyah Acveh 2010 ... 24

BAB IV. : P E N U T U P A. Keberhasilan ... 28

B. Hambatan / Masalah ... 28

C. Pemecahan Masalah ... 29

(6)

Dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi pada Mahkamah Agung serta penyelarasan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor : 7 Tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), maka Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2010 ini menjadi sesuatu kegiatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) mempunyai kemanfaatan sebagai fungsi kontrol dari pelaksanaan kinerja satu tahun dan merupakan salah satu perangkat dalam penerapan fungsi manajemen di lingkungan Mahkamah Syar’iyah Aceh, maka disusunlah suatu bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Mahkamah Syar’iyah Aceh untuk tahun 2010.

Adapun LAKIP yang telah disusun ini pada intinya adalah melaporkan "Pencapaian Kinerja" (Performance Result) selama tahun 2010, yang mengacu pada "Rencana Kinerja" (Performance Plan) tahun 2010 dan secara keseluruhan berpedoman pada Rencana dan Strategi (RENSTRA) Mahkamah Syar’iyah Aceh tahun 2010-2014.

Mahkamah Syar’iyah Aceh merupakan suporting unit dalam mengemban tugas pokok dan fungsi Mahkamah Agung, secara langsung sebagai pengelola anggaran, dan bertanggung jawab untuk melaksanakan anggaran yang tersedia.

(7)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Penegakan Hukum yang dilaksanakan oleh Mahkamah Syar’iyah Aceh tidak dapat terlepas dari birokrasi yang merupakan salah satu wahana dalam penyelenggaraan kekuasaan kehakiman. Birokrasi bertugas mengelola pelayanan dan melaksanakan berbagai keputusan politik kedalam berbagai kebijakan politik baik secara teknis maupun dalam kegiatan operasional. Birokrasi merupakan factor penentu keberhasilan keseluruhan agenda program termasuk dalam rangka mewujudkan aparatur peradilan yang bersih dan bebas dari KKN sehingga para birokrat yang ada di Mahkamah Syar’iyah Aceh dapat mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance).

Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan Peradilan Tingkat Banding, baik yang bersifat administratif, keuangan dan organisasi berkewajiban untuk mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas, fungsi dan peranannya dalam pengelolaan sumberdaya, dan sumber dana serta kewenangan yang dipercayakan kepada publik mengacu pada Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor : MA/SEK/07/SK/III/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat

(8)

Mahkamah Agung RI, Lembaga Mahkamah Agung RI sebagai salah satu institusi negara / pemerintahan sesuai dengan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor : XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dan Instruksi Presiden Nomor : 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Untuk itulah Mahkamah Syar’iyah Aceh membuat Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) Tahun 2010 dan Penetapan Kinerja Tahun 2011.

Mahkamah Syar’iyah Aceh sebagai Pengadilan Tingkat Banding Berdasarkan pasal 21 Ayat (1) Undang Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman dinyatakan bahwa Organisasi, administrasi dan finansial Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya berada di bawah kekuasaan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Berdasarkan pasal tersebut lahirlah apa yang disebut dengan peradilan satu atap. Dalam Pasal 21 Ayat (2) Undang Undang Nomor 48 Tahun 2009 disebutkan bahwa ketentuan mengenai organisasi, administrasi dan financial Badan peradilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk masing masing lingkungan diatur dalam Undang Undang sesuai dengan kekhususan masing masing. Sebagai realisasi dari pasal tersebut lahirlah Undang undang Nomor : 50 Tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang Undang Nomor : 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Mahkamah Syar’iyah Aceh selaku Pengadilan Tingkat Banding secara organisasi, administrasi dan financial membina serta membawahi 19 Mahkamah Syar’iyah yakni :

1. Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh 2. Mahkamah Syar’iyah Sabang 3. Mahkamah Syar’iyah Sigli

(9)

4. Mahkamah Syar’iyah Meureudu 5. Mahkamah Syar’iyah Bireuen 6. Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon 7. Mahkamah Syar’iyah Takengon

8. Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe

9. Mahkamah Syar’iyah Idi 10. Mahkamah Syar’iyah Langsa

11. Mahkamah Syar’iyah Kualasimpang 12. Mahkamah Syar’iyah Blang Kejeren 13. Mahkamah Syar’iyah Kutacane 14. Mahkamah Syar’iyah Calang 15. Mahkamah Syar’iyah Meulaboh 16. Mahkamah Syar’iyah Sinabang 17. Mahkamah Syar’iyah Singkil 18. Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan 19. Mahkamah Syar’iyah Jantho

Sebagai Organisasi Tingkat Banding, Mahkamah Syar’iyah Aceh mempunyai visi : “Terwujudnya Mahkamah Syar’iyah yang mandiri, bermartabat, berwibawa efektif, efesien, terhormat dan dihormati sebagai salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman dibawah MARI dalam menegakkan hukum dan keadilan”

Sebagai Organisasi yang membawahi 19 Mahkamah Syar’iyah, Mahkamah Syar’iyah Aceh harus mempertanggung jawabkan Kinerjanya kepada Publik. Untuk itulah Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam melaksanakan tugasnya baik tugas-tugas yang bersifat teknis maupun administrasi harus melaksanakan

(10)

program-programnya secara transparan sehingga kebutuhan publik akan adanya suatu lembaga peradilan yang mandiri akan dapat terakomodir.

Program-Program yang ada di Mahkamah Syar’iyah Aceh diprioritaskan yang terkait dengan akses publik sehingga dengan program-program tersebut di Mahkamah Syar’iyah Aceh akan tercipta :

1. Transparasi pengadilan dan akuntabelnya Pejabat Peradilan

2. Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap sistem peradilan dan akses publik,

3. Perbaikan tata kerja dan pengembangan sumber daya manusia.

B. TUGAS DAN FUNGSI

Mahkamah Syar’iyah Aceh merupakan lingkungan peradilan Agama di bawah Mahkamah Agung RI sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakan Hukum dan Keadilan. Mahkamah Syar’iyah Aceh sebagai kawal depan (Voorpost) Mahkamah Agung, bertugas dan berwenang menerima, memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara yang masuk di tingkat banding juga berupaya melakukan Pembinaan dan Pengawasan terhadap jalanya Mahkamah Syar’iyah Tingkat Pertama.

Adapun tugas pokok dan fungsi sesuai dengan struktur organisasi di atas adalah sebagai berikut:

(11)

 Ketua mengatur pembagian tugas para Hakim, membagikan berkas perkara dan surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara yang diajukan kepada Majelis Hakim untuk diselesaikan.

 Mengadakan pengawasan dan pelaksanaan tugas dan tingkah laku Hakim, Panitera/sekretaris , Pejabat Struktural dan Fungsional, serta perangkat Administrasi peradilan di daerah hukumnya.

 Menjaga agar penyelenggaraan peradilan terselenggara dengan wajar dan seksama.

2. Majelis Hakim

 Melaksanakan tugas kekuasaan kehakiman di daerah hukumnya.

3. Panitera / Sekretaris

 Panitera bertugas menyelenggarakan administrasi perkara, dan mengatur tugas Wakil Panitera, para Panitera Muda, Panitera Pengganti, serta seluruh pelaksana di bagian teknis Mahkamah Syar’iyah Aceh.

 Panitera, Wakil Panitera, Panitera Muda dan Panitera Pengganti bertugas membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya persidangan.  Panitera membuat daftar perkara-perkara perdata dan pidana yang diterima

di Kepaniteraan.

 Panitera membuat salinan putusan menurut ketentuan undang-undang yang berlaku.

 Panitera bertanggung jawab atas pengurusan berkas perkara, putusan, dokumen,akta, buku daftar,biaya perkara,uang titipan pihak ketiga,

(12)

surat-surat berharga, barang bukti dan surat-surat-surat-surat lainnya yang disimpan di kepaniteraan.

 Sekretaris bertugas menyelenggarakan administarsi umum, mengatur tugas Wakil Sekretaris, para Kepala Sub Bagian, Pejabat Administrasi Umum, serta seluruh pelaksana di bagian Kesekretariatan MAHKAMAH SYAR’IYAH ACEH .  Sekretaris selaku Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab atas

penggunaan anggaran.

 Sekretaris selaku Kuasa Pengguna Barang bertanggung jawab atas keberadaan dan pemanfaatan barang milik negara ( BMN ).

4. Wakil Sekretaris membantu sekretaris dalam melaksanakan tugas di bidang Administrasi Umum/Kesekretariatan dan mengkoordinir tugas-tugas Kepala Sub Bagian Umum, Kepegawaian dan Keuangan.

C. KEBIJAKAN UMUM TAHUN 2011

Kebijakan umum Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam rangka penggunaan anggaran rutin Tahun 2011 adalah sebagai berikut :

- Melaksanakan tugas pokok dan fungsi Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam melaksanakan Kekuasaan Kehakiman.

- Meningkatkan keadilan dan penegakan hukum yang tercermin dan terciptanya sistem hukum yang adil konsekuen dan tidak diskriminatif serta dapat memberikan perlindungan dan penghormatan terhadap hak azasi manusia.

- Meningkatkan fungsi pengawasan bagi badan peradilan, yang diwujudkan dengan thema Rakernas Mahkamah Agung Tahun 2011 sebagai Tahun Pengawasan, sehingga dapat mendukung mewujudkan lembaga peradilan yang berwibawa, bermartabat dan dihormati.

(13)

- Mencanangkan penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (good governance) pada badan peradilan.

- Peningkatan pemenuhan sarana dan prasarana badan peradilan (Pengadaan tanah, Pembangunan gedung kantor).

- Upaya pemberantasan korupsi melalui perbaikan substansi hukum, struktur hukum dan budaya hukum dengan meningkatkan profesionalisme dan memperbaiki kualitas sistem pada semua lingkup Mahkamah Syar’iyah Aceh.

- Penghapusan diskriminasi dalam berbagai bentuk dengan menegakkan hukum secara adil serta menghapus peraturan yang diskriminatif, ketidakadilan gender, serta melanggar prinsip keadilan agar setiap warga Negara memiliki kedudukan yang sama didepan hukum.

- Memperbanyak Undang-Undang, peraturan-peraturan termasuk Peraturan Mahkamah Agung, Surat-surat Edaran Mahkamah Agung, Fatwa-fatwa Mahkamah Agung, Surat-surat Keputusan, Formulir perkara, Hasil-hasil Rapat Kerja, Hasil-hasil Penelitian dan Kumpulan Artikel yang berhubungan dengan Peradilan dan masalah hukum untuk disebarluaskan ke semua lingkungan Mahkamah Syar’iyah Aceh.

- Melengkapi koleksi perpustakaan dan majalah-majalah hukum, baik dalam maupun luar negeri untuk memperoleh bahan-bahan perbandingan guna mempertinggi dan memperluas pengetahuan hukum dan bahan-bahan penelitian dalam rangka memonitor perkembangan ataupun perubahan suatu lembaga hukum dalam masyarakat, hal mana erat hubungannya dengan perkembangan yurisprudensi sebagai salah satu sumber hukum.

- Menyelenggarakan rapat kerja antara Mahkamah Syar’iyah Aceh dengan Ketua Mahkamah Syar’iyah Tingkat Pertama se Provinsi Aceh guna membahas

(14)

berbagai masalah mengenai Tehnis Yuridis Peradilan baik bidang Perdata maupun bidang Jinayat.

- Memanggil hakim-hakim baik hakim-hakim dari lingkungan Mahkamah Syar’iyah Aceh, dalam keadaan tertentu mengenai masalah hukum tertentu yang mendesak.

- Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan aparatur negara dalam rangka peningkatan kualitas dan kemampuan profesional untuk kelancaran pelaksanaan tugas.

ARAH KEBIJAKAN

Tujuan strategis merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan visi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) Tahun. Dengan diformulasikannya tujuan strategis, Mahkamah Syar’iyah Aceh akan dapat secara tepat mengetahui apa yang harus dilaksanakan oleh organisasi dalam memenuhi visi misinya untuk kurun waktu satu sampai lima Tahun ke depan dan memungkinkan untuk mengukur sejauh mana visi misi organisasi telah dicapai mengingat tujuan strategis dirumuskan berdasarkan visi misi organisasi. Tujuan yang ditetapkan Mahkamah Syar’iyah Aceh sebagai berikut :

1. Meningkatkan kemampuan dan kinerja pengadilan agar lebih efektif dan efesien; 2. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi peradilan;

3. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia pengadilan.

(15)

Sasaran adalah hasil yang akan dicapai organisasi dalam waktu yang lebih pendek dari pada tujuan. Sasaran yang ditetapkan dalam Renstra Mahkamah Syar’iyah Aceh adalah :

1. Menyelenggarakan kekuasaan kehakiman yang mandiri, berwibawa dan tidak memihak;

2. Meningkatkan profesionalisme dan pelayanan lembaga peradilan kepada masyarakat dan pencari keadilan;

3. Menyelenggarakan pengorganisasian Mahkamah Syar’iyah Aceh; 4. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga peradilan.

Keempat sasaran tersebut merupakan sasaran yang akan dicapai Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam Tahun 2010-2014. Karena keempat sasaran tersebut belum dapat menjelaskan sasaran yang akan dicapai setiap Tahunnya secara spesifik dan terukur, maka Kepaniteraan dan Kesekretariatan Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam Tahun 2010 menetapkan sasaran yang akan dicapai dalam Tahun 2011 dengan memperhatikan fungsi Kepaniteraan dan Kesekretariatan Mahkamah Syar’iyah Aceh serta unit-unit kerja yang ada dibawahnya yang mendukung Lembaga Mahkamah Agung dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Sasaran tersebut tercerminkan dalam sasaran program yang dituangkan dalam dokumen penetapan kinerja Tahun 2011.

(16)

PROGRAM – PROGRAM TAHUN 2011

Sejak diterbitkannya Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara, Anggaran Tahun 2010 sifatnya terpadu yang tertuang dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) dan RKA-KL (Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga) yang berorientasi kepada pelaksanaan anggaran berbasis kinerja.

Program Mahkamah Syar’iyah Aceh Tahun 2011 meliputi program Mahkamah Syar’iyah Aceh dan Mahkamah Syar’iyah Kabupaten / Kota (20 Satuan Kerja) yang terdiri dari Pengadilan Tingkat Pertama dan Tingkat Banding se Provinsi Aceh. Hal ini sebagai konsekuensi dari sistem peradilan satu atap sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Nomor : 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman dan Undang-undang Nomor : 5 Tahun 2004 Tentang Mahkamah Agung yang kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Presiden Nomor : 21 Tahun 2004 Tentang Pengalihan Organisasi, Administrasi dan Finansial di lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Agama dan Peradilan Tata Usaha Negara serta Keputusan Presiden Nomor : 56 Tahun 2004 tentang Pengalihan Organisasi, Administrasi dan Finansial Peradilan Militer dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia ke Mahkamah Agung RI.

Dengan demikian dalam bidang finansial / anggaran tugas Mahkamah Syar’iyah Aceh tidaklah ringan karena Mahkamah Syar’iyah Aceh harus menyusun anggaran bukan hanya untuk Mahkamah Syar’iyah Aceh tetapi juga untuk semua lingkungan Mahkamah Syar’iyah Kabupaten / Kota se Provinsi Aceh.

(17)

Program yang sedang dilaksanakan Mahkamah Syar’iyah Aceh beserta Mahkamah Syar’iyah Kabupaten / Kota Tahun 2010 meliputi sebagai berikut : 1. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan

2. Program Peningkatan Kinerja Lembaga Peradilan dan Lembaga Penegakan Hukum lainnya.

3. Program Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

D. STRUKTUR ORGANISASI DAN JUMLAH PEGAWAI

Ket :

Garis Koordinasi :

Garis Tanggung Jawab :

KETUA WAKIL KETUA HAKIM PANITERA / SEKRETARIS PANITERA MUDA BANDING PANITERA MUDA HUKUM KASUBBAG KEPEGAWAIAN

WAKIL PANITERA WAKIL SEKRETARIS

KASUBBAG. KEUANGAN

KASUBBAG UMUM

(18)

Jumlah Pegawai Mahkamah Syar’iyah Aceh seluruhnya berjumlah 62 (Enam Puluh Dua) Orang terdiri dari :

a. Jumlah Pegawai Menurut Golongan :

Golongan I = - Orang

Golongan II = 10 Orang

Golongan III = 35 Orang

Golongan IV = 17 Orang

b. Jumlah Tenaga Teknis dan Non Teknis

Ketua ,Wakil Ketua dan Hakim = 16 Orang

Panitera / Sekretaris = 1 Orang

Wakil Panitera = 1 Orang

Panitera Muda Jinayat = - Orang

Panitera Muda Hukum = 1 Orang

Panitera Muda Banding = 1 Orang

Panitera Pengganti = 14 Orang

Staf Panitera Muda Hukum = 5 Orang

c. Jumlah Pejabat Struktural

(19)

Kasubag Umum = 1 Orang

Kasubag Kepegawaian = 1 Orang

Kasubag Keuangan = 1 Orang

Staf Umum = 7 Orang

Staf Kepegawaian = 5 Orang

Staf Keuangan = 7 Orang

E. SISTEMATIKA PENYAJIAN

Pada dasarnya laporan akuntabilitas kinerja ini untuk mengkomunikasikan pencapaian kinerja Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam Tahun anggaran 2010, dengan bentuk sajian seperti berikut :

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

IKHTISAR EKSEKUTIF

Bab I. : PENDAHULUAN, menguraikan gambaran secara garis besar tentang Mahkamah Syar’iyah Aceh dan tentang LAKIP, Arah Kebijakan, menguraikan program kerja Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam Tahun anggaran 2010.

Bab II. : RENCANA STRATEGIS & PENETAPAN KINERJA,

(20)

Bab III. : AKUNTABILITAS KINERJA, menguraikan tentang capaian kinerja Mahkamah Syar’iyah Aceh.

Bab IV. : PENUTUP, menguraikan kesimpulan dari seluruh sajian

laporan tentang kinerja (LAKIP). Harapan adanya koreksi untuk peningkatan kinerja Mahkamah Syar’iyah Aceh di masa datang.

(21)

BAB II

RENCANA STRATEGIS & PENETAPAN KINERJA

A. RENCANA STRATEGIS

Kepaniteraan dan Kesekretariatan Mahkamah Syar’iyah Aceh sudah menyusun rencana strategis secara tersendiri, maka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi mengacu pada Rencana Strategis Lembaga Mahkamah Syar’iyah Aceh Tahun 2010-2014. Hal ini relevan karena Kepaniteraan dan Kesekretariatan mempunyai tugas pelayanan di bidang administrasi peradilan dan administrasi umum kepada Lembaga Peradilan Tingkat Pertama, Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya serta menyelenggarakan pembinaan administrasi, organisasi, dan tatalaksana terhadap seluruh unsur di lingkungan Kepaniteraan dan Kesekretariatan. Dengan demikian pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi Kepaniteraan dan Kesekretariatan sangat berperan dalam mendukung pencapaian visi dan misi organisasi Mahkamah Syar’iyah Aceh.

Selanjutnya Rencana Strategis (Renstra) yang baru Tahun 2010– 2014 yang telah disempurnakan untuk ditetapkan dan didokumentasikan dalam dokumen Rencana Strategis organisasi yang merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai sebagai sarana atau proses untuk tercapainya Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran yang telah ditetapkan organisasi yang dapat dijabarkan menjadi :

(22)

VISI

Visi adalah suatu gambaran tentang keadaan masa depan yang berisikan cita-cita dan citra yang ingin diwujudkan organisasi Mahkamah Syar’iyah Aceh.

Visi Mahkamah Syar’iyah Aceh adalah :

"Terwujudnya Mahkamah Syar’iyah yang mandiri, bermartabat,

berwibawa efektif, efesien, terhormat dan dihormati sebagai salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman dibawah MARI dalam menegakkan hukum

dan keadilan”.

MISI

Untuk mencapai visi tersebut, Mahkamah Syar’iyah Aceh menetapkan misi yang menggambarkan hal yang harus dilaksanakan, yaitu:

1. Mewujudkan pelaksanaan manajemen peradilan yang baik dan benar secara berkesinambungan.

2. Meningkatkan kualitas, efesiensi, efektifitas kinerja dan budaya kerja di lingkungan Mahkamah Syar’iyah Aceh.

3. Meningkatkan aparatur Mahkamah Syar’iyah Aceh yang profesional, bersih, berwibawa dan berakhlalkul karimah.

(23)

4. Meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang hukum dan keadilan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) Mahkamah Syar’iyah Aceh.

5. Meningkatkan kualitas dan citra Mahkamah Syar’iyah sebagai peradilan negara yang modern.

Upaya untuk mencapai visi dan misi yang agung tersebut jelaslah bukan suatu pekerjaan mudah. Diperlukan suatu pemahaman yang mendalam atas permasalahan yang dihadapi Mahkamah Syar’iyah Aceh dan rencana serta strategi yang tepat dan menyeluruh untuk menjawab permasalahan yang ada. Tujuannya, agar dapat mendorong terwujudnya lembaga peradilan yang bermartabat, berwibawa dan dihormati, tegaknya supremasi hukum.

B. PENETAPAN KINERJA 2011

Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu Tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Penetapan kinerja ini merupakan tolok ukur evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir Tahun 2009. Penyusunan Penetapan Kinerja ini didasarkan pada political will Mahkamah Agung untuk mewujudkan agenda reformasi birokrasi dengan menyelaraskan pada Inpres Nomor : 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, dan Surat Edaran Menteri Negara PAN Nomor: SE/31/M.PAN/12/2004 tentang Penetapan Kinerja. Acuan dalam menyusun penetapkan kinerja 2009 adalah tak lepas dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), Rencana Kerja Pemerintah (RKP)

(24)

Tahun 2010 dan Kebijakan Umum Mahkamah Agung-RI dalam rangka penggunaan anggaran Tahun 2010.

Sasaran-sasaran yang akan dicapai Kepaniteraan dan Kesekretariatan Mahkamah Syar’iyah Aceh Tahun 2011 dan dinyatakan dalam penetapan kinerja 2011 adalah sebagai berikut :

NO PROGRAM SASARAN INDIKATOR KINERJA ANGGARAN (Rp) 1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung Tersedianya Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Dalam Penyelenggaraan Fungsi Peradilan - Tersajinya Kualitas Laporan Keuangan

yang Sesuai Dengan

Sistem Akuntansi

Pemerintah (SAP)

Tanggapan Atas

Temuan Pemeriksa

Internal dan Ekster-nal, Rencana Tindak Lanjut Temuan Peme-riksa Melakukan Bim-bingan dan Supervisi, Evaluasi dan Laporan Kegiatan

- Persentase (%)

Penye-rapan Anggaran Me-ningkat, Tersusunnya Standart Pelaksanaan Pengelolaan Angaran, Standart Penyusunan Laporan Pelaksanaan Ang-garan, Standart Pem-binaan Pengelo-laan Anggaran, Moni-toring Pembinaan dan Pengembangan Admi-nistrasi Keuangan

- Terselesaikannya

Ke-rugian Negara, Ter-susunnya, Pedoman Pelaksanaan

(25)

NO PROGRAM SASARAN INDIKATOR KINERJA

ANGGARAN (Rp)

an Ganti Rugi dan Laporan TGR, Terlak-sananya Bim-bingan dan Supervisi - Meningkatnya PNBP Mahkamah Agung, Tersusunya Perenca-naan, Pemantauan,

dan Penelaahan Per-kembangan dan Peng-gunaan Kembali PNBP yang Tepat Sasaran

- Terselenggaranya

Pembayaran Gaji,

Remunerasi Tepat

Waktu, Tersajinya Pe-tunjuk Perbendahara-an, PenilaiPerbendahara-an, Super-visi Ke Satker, Tertib

Administarsi

Persu-ratan dan Kearsipan Keuangan, Pembina-an dPembina-an PengembPembina-ang- Pengembang-an Administrasi Keuangan - Tersedianya Operasio-nal / Pemeliharaan Perkantoran Badan Urusan Administrasi dan Daerah 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung  Tersedianya Sarana dan Prasarana Aparatur Pada Mahkamah Agung dan Badan-Badan Peradilan Dibawahnya - Persentase (%) Penyediaan Sarana

dan Prasarana yang Mendukung Penyelenggaraan Peradilan - Penyelenggaraan Peradilan Berbasis Teknologi Informasi 1.272.800.000,-

(26)

NO PROGRAM SASARAN INDIKATOR KINERJA ANGGARAN (Rp) - Pengadaan Sarana dan Prasarana di Lingkungan Peradilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama

- Jumlah Pemenuhan

Kebutuhan Sarana

dan Prasarana Teknis dan Umum Peradilan Tingkat Banding dan Tingkat Daerah - Tersedianya Infrastruktur Teknologi 3. Program Peningkatan Manajemen Peradilan Agama Terselesaikannya Penyelesaian Perkara yang Sederhana Tepat Waktu, Transparan dan Akuntabel Dilingkungan Peradilan Agama - Peningkatan Jumlah Penyelesaian Perkara - Peningkatan Penyelesaian Proses Administrasi Perkara - Penyediaan Zitting Plaatz dan Pelaksanaan Sidang Keliling Unutk Memberikan Akses Kepada Masyarakat Terhadap Keadilan - Jumlah Penyelesaian Administrasi Perkara (yang Sederhana, dan

Tepat Waktu)

Ditingkat Pertama dan

Banding di

Lingkungan Peradilan Agama

- Jumlah Penyelesaian

Perkara yang Kurang Dari Enam Bulan

- Jumlah Penyampaian

Berkas Perkara

Kasasi, Pk dan

Kesyariahan yang

(27)

NO PROGRAM SASARAN INDIKATOR KINERJA

ANGGARAN (Rp)

Lengkap dan Tepat Waktu

- Penyusunan

Kebijakan Mengenai

Manajemen dan Tata

Laksana di

Lingkungan Peradilan Agama

-

Khusus mengenai indikator kinerja sasaran dalam tabel di atas, merupakan penyempurnaan dari indikator kinerja sasaran yang ada dalam dokumen penetapan kinerja. Hal ini karena indikator kinerja yang ada dalam dokumen penetapan kinerja belum dapat menggambarkan sebagai ukuran keberhasilan atau kegagalan dari pencapaian sasaran, tetapi baru menggambarkan terlaksananya kegiatan. Sangat disadari bahwa indikator kinerja sasaran yang disempurnakan ini belum seluruhnya pada level outcome, merupakan kendala dalam sistem pengumpulan data kinerja outcome. Indikator kinerja akan senantiasa disempurnakan sejalan dengan pembangunan sistem pengumpulan data kinerja.

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

(28)

Pengukuran Kinerja terdiri dari Pengukuran Kinerja Kegiatan dan Pengukuran Pencapaian Sasaran.

1. Pengukuran Kinerja Kegiatan ( PKK )

Pengukuran kinerja kegiatan yaitu mengukur tingkat capaian kinerja kegiatan yang dimulai dengan menetapkan indikator kinerja kegiatan berdasarkan kelompok inputs, outputs, outcomes, benefits dan impacts; menentukan satuan setiap kelompok indikator; menetapkan rencana tingkat capaian (target), mengetahui realisasi indikator kinerja kegiatan;menghitung rencana dan realisasi untuk mendapatkan prosentasenya.

Pada Tahun 2011 Satuan Kerja Mahkamah Syar’iyah Aceh mempunyai 3 (tiga) Program Kegiatan dan semuanya sudah direalisasikan. Berdasarkan Formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan Tahun 2011 maka dapat diuraikan sebagai berikut: a. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

Mahkamah Agung, kegiatan tersebut telah dilaksanakan dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator input 106%, output 100%, dan outcome 100%

b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung, Kegiatan tersebut telah dilaksanakan dengan Pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator input 83%, output 100% dan outcome 100%.

c. Program Peningkatan Manajemen Peradilan Agama, Kegiatan tersebut telah dilaksanakan dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator input 96.11%, output 100% dan outcome 100%.

(29)

Pengukuran Pencapaian Sasaran meliputi; menetapkan indikator sasaran;menetapkan rencana tingkat capaian (target);mengetahui realisasi indikator sasaran;menghitung rencana dan realisasi untuk mendapatkan prosentasenya. Pada Tahun 2010 Mahkamah Syar’iyah Aceh menetapkan 3(tiga) sasaran.Ketiga sasaran tersebut telah direalisasikan dan memperoleh pencapaian rencana tingkat capaian (target) sebesar 97,20%.

Berdasarkan Formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran Tahun 2011 maka dapat dilaporkan sebagai berikut :

a. Terselenggaranya Tugas dan Fungsi Manajemen dalam melaksanakan Penyelenggaraan Kenegaraan dan Pemerintahan, Sasaran tersebut dilaksanakan dengan pencapaian tingkat capaian 88.06 %.

b. Terwujudnya Lembaga Penegak Hukum Yang Transparan, Akuntabel dan Berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan Masyarakat. Sasaran tersebut dilaksanakan dengan pencapaian tingkat capaian 98.11%.

B. EVALUASI KINERJA

Semua Rencana Kinerja Hampir seluruhnya dapat dicapai, namun demikian perlu mendapat dukungan dari semua pihak.

C. ANALISIS AKUNTABILITAS KINERJA

Analisis pencapaian kinerja pada dasarnya diarahkan untuk mengukur tingkat keberhasilan visi yang telah ditetapkan dan dijabarkan dalam misi. Selanjutnya untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan tujuan, sasaran, kebijakan, program, dan kegiatannya. Oleh karena itu maka analisis pencapaian

(30)

kinerja selanjutnya secara rinci dilaksanakan berdasarkan tingkat keberhasilan kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan evaluasi kinerja yang diolah dari Formulir PKK dan PPS diperoleh kesimpulan sementara bahwa pada Tahun 2011 semua Program dan Kegiatan telah memberikan Kontribusi kepada Visi dan Misi Mahkamah Syar’iyah Aceh. Namun mengingat anggaran yang terbatas dan kurangnya sumberdaya manusia, maka kinerja Mahkamah Syar’iyah Aceh Tahun 2010 belum Optimal.

Usaha-usaha terus dilakukan untuk meningkatkan pencapaian visi dan misinya menyusun perencanaan yang lebih matang dan terpadu mengalokasikan dana kepada kegiatan yang sangat prioritas dengan pengalokasian dana merujuk kepada rencana hasil yang akan didapat.Selanjutnya melalui peningkatan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan peningkatan profesionalisme kerja terus menerus dilakukan. Dengan adanya peningkatan kualitas SDM, sarana prasarana, dan dukungan dari semua pihak diharapkan kinerja Mahkamah Syar’iyah Acehdapat meningkat.

D. ASPEK KEUANGAN

1. Anggaran Rutin

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi Mahkamah Syar’iyah Aceh ditunjang dengan anggaran yang berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2011. Dari DIPA tersebut digunakan untuk melaksanakan tugas dan fungsi Mahkamah Syar’iyah Aceh melalui kegiatan-kegiatan sebagaimana tercantum dalam Rencana Kinerja. Selanjutnya jika kita bandingkan antara

(31)

harapan dan kenyataan di lapangan intinya anggaran tersebut masih jauh dari yang diharapkan.

2. Anggaran Pembangunan / Pengadaan / Sarana dan Prasarana

Selain Anggaran Rutin yang tercantum dalam DIPA Mahkamah Syar’iyah Aceh Tahun Anggaran 2011, juga terdapat Anggaran Pembangunan / Pengadaan / Sarana dan Prasarana yang telah dilaksanakan sesuai Jadwal dan Ketentuan Yang berlaku untuk mendukung Operasional Kantor Mahkamah Syar’iyah Aceh.

PROGRAM KINERJA TAHUNAN TAHUN 2011

Nomor Kode dan Nama Keluaran (Output) Anggaran ( Rp. 000) Indikator Keluaran (Output) Satuan (Unit) No.

Loan PHLN Rupiah Total

1 2 3 4 5 6 7 [1066.01] Layanan Perkantoran [Layanan] 0,00 6.202.785,- 6.202.785,- 12 LAYANAN Total 0,00 6.202.785,- 6.202.785,- [1072.02] Bangunan Rumah Negara [m2] 0,00 245.200,- 245.200,- 440 (M2) [1072.03]

Meubelair [set] 0,00 300.000,- 300.000,- 1 SET

[1072.05]

Alat pengolah

(32)

Data [unit] [1072.12] Sarana dan Prasarana Lingkungan [m2] , 0,00 670.000,- 670.000,- 200 (M2) Total 0,00 1.272.800,- 1.272.800,- [1053.01] Berkas Perkara Tingkat Pertama, Banding, Kasasi, PK dan Grasi pada Pengadilan Tingkat Pertama dan Banding di Lingkungan PA yang Diselesaikan Tepat Waktu [berkas perkara] 0,00 182.768,- 182.768,- 2422 PERKARA Total 0,00 182.768,00 182.768,00

Secara umum Akuntabilitas Kinerja lembaga Mahkamah Syar’iyah Aceh sebelum mencapai sasaran maupun target dan realisasi kinerja maupun keuangannya terlebih dahulu membuat suatu rencana kinerja tahunan pada tahun 2012 yang pada akhirnya untuk tercapainya realisasi dari kinerja Mahkamah Syar’iyah Aceh dan Mahkamah Syar’iyah Kabupaten / Kota lingkungan peradilan dibawah lembaga Mahkamah Agung adalah merupakan gambaran akhir kinerja Mahkamah Agung sebagai penyelenggara kekuasaan kehakiman yang dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan wewenangnya mengaju pada arah kebijakan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), sesuai ketetapan MPR No. IV/MPR/1999.

(33)

Guna melihat gambaran hasil realisasi kinerja dan keuangan lembaga Mahkamah Syar’iyah Aceh selama kurun waktu tahun 2011 maka digambarkan sebagai berikut :

E. Analisis Capaian Kinerja Mahkamah Syar’iyah Aceh Tahun 2011.

Terselenggaranya tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam rangka melaksanakan penyelenggaraan kenegaraan dan kepemerintahan (Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Pemerintahan).

Indikator Kinerja Target Realisasi %

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung

4.608.172.000, -

4.817.719.599,- 100,3 %

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung

980.000.000,- 934.112.000,- 95,32 %

Program Peningkatan

Manajemen Peradilan Agama

88.011.000,- 60.991.000,- 69.30 %

Secara umum bila dilihat dari hasil kinerja pada setiap program di Mahkamah Syar’iyah Aceh terdapat kenaikan penyerapan, namun demikian

(34)

juga ada beberapa indikator kinerja yang belum berhasil. Diwujudkan pencapaian targetnya pada tahun 2012 ini.

Selanjutnya melalui tingkat pencapaian 3 (tiga) program yang telah dilaksanakan oleh Mahkamah Syar’iyah Aceh pada Tahun Anggaran 2011 ini adalah :

1. Program Penyelenggaan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan, terealisir sebesar 106.3 %

2. Program Peningkatan Kinerja Lembaga Peradilan dan Lembaga Penegakkan Hukum lainnya., terealisir sebesar 95,32 %

3. Program Penegakan Hukum dan HAM, terealisir sebesar 69,30 %

Dari hasil penghitungan ke 3 (tiga) program yang di anggarkan untuk kegiatan Mahkamah Syar’iyah Aceh, secara keseluruhan dibagi Program maka akan diketahui pencapaian kinerja dari masing-masing program yang dirata-rata prosentasenya yaitu :

86.80 % + 97.80 % + 92.60 % = 277.20/3 = 92.40 %

Pada akhirnya secara global Program Mahkamah Agung telah mencapai tingkat capaian kinerja adalah sebesar 92,40 %, dengan perincian sebagai berikut :

(35)

NO JENIS BELANJA/MAK *) REALISASI S/D BULAN LALU REALISASI BULAN INI REALISASI S/D BULAN INI SISA DANA KTR KODE PAGU

TOTAL % TOTAL % TOTAL % TOTAL %

DIPA

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

005.01.01

PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN

DAN

PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA MA.

6,197,985,000

1066.01 LAYANAN PERKANTORAN

001 Pembayaran Gaji Dan Tunjangan.

4,153,806,000

511111 Belanja Gaji Pokok PNS

2,287,138,000 2,151,422,800 94.1 192,064,800 8.4 2,343,487,600 102.5 (56,349,600) -2.5

511119 Belanja Pembulatan Gaji PNS

45,000 56,939 126.5 2,913 6.5 59,852 133.0 (14,852) -33.0

511121 Belanja Tunj. Suami/Istri PNS

197,047,000 174,775,870 88.7 16,028,190 8.1 190,804,060 96.8 6,242,940 3.2

511122 Belanja Tunj. Anak PNS

59,209,000 55,520,516 93.8 4,638,468 7.8 60,158,984 101.6 (949,984) -1.6

511123 Belanja Tunj. Struktural PNS

33,800,000 30,750,000 91.0 2,600,000 7.7 33,350,000 98.7 450,000 1.3

511124 Belanja Tunj. Fungsional PNS

811,135,000 907,040,000 111.8 71,420,000 8.8 978,460,000 120.6 (167,325,000) -20.6

(36)

511125 Belanja Tunj. PPh PNS 211,076,000 170,045,019 80.6 12,411,368 5.9 182,456,387 86.4 28,619,613 13.6

511126 Belanja Tunj. Beras PNS

82,870,000 130,705,930 157.7 10,274,850 12.4 140,980,780 170.1 (58,110,780) -70.1

511129 Belanja Uang Makan PNS

300,960,000 210,540,000 70.0 47,440,000 15.8 257,980,000 85.7 42,980,000 14.3

511151 Belanja Tunjangan Umum PNS

146,334,000 51,490,000 35.2 4,220,000 2.9 55,710,000 38.1 90,624,000 61.9 512211 Belanja Uang Lembur 24,192,000 24,183,000 100.0 - 0.0 24,183,000 100.0 9,000 0.0

511147 Belanja Uang Duka

- 26,036,400 0.0 - 0.0 26,036,400 - (26,036,400) 0.0 J U M L A H BELANJA PEGAWAI (001) 4,153,806,000 3,932,566,474 94.7 361,100,589 8.7 4,293,667,063 103.4 (139,861,063) -3.4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Perkantoran

A MAKANAN DAN SUPLEMEN

521113

Belanja Untuk Menambah Daya Tahan Tubuh 15,000,000 11,855,000 79.0 - 0.0 11,855,000 79.0 3,145,000 21.0 B PELANTIKAN/PENGAMBILAN SUMPAH

(37)

JABATAN

521119 Belanja Barang Operasional Lainnya

2,000,000 0.0 0.0 - - 2,000,000 100.0

522119 Belanja Jasa Lainnya

285,000 0.0 150,000 52.6 150,000 52.6 135,000 47.4 J U M L A H (002) 17,285,000 0.0 150,000 0.9 150,000 0.9 17,135,000 99.1

C PAKAIAN DINAS PEGAWAI MS. ACEH

521119 Belanja Barang Operasional Lainnya

48,000,000 48,000,000 100.0 - 0.0 48,000,000 100.0 - 0.0 D PAKAIAN KERJA SOPIR/PESURUH/SATPAM -

521119 Belanja Barang Operasional Lainnya

6,700,000 6,700,000 100.0 0.0 6,700,000 100.0 - 0.0 E JAMUAN/DELEGASI/MISI/TAMU

521119 Belanja Barang Operasional Lainnya

39,900,905 35,682,000 89.4 1,200,000 3.0 36,882,000 92.4 3,018,905 7.6 F PERPUSTAKAAN/KEARSIPAN/DOKUM EN -

521119 Belanja Barang Operasional Lainnya

4,999,000 4,950,000 99.0 - 0.0 4,950,000 99.0 49,000 1.0

G PERAWATAN RUMAH NEGARA

-

523111

Belanja Biaya Pemeliharaan Gedung dan Bgn 14,700,000 14,700,000 100.0 0.0 14,700,000 100.0 - 0.0

(38)

H ATK/PERLENGKAPAN KANTOR

521119 Belanja Barang Operasional Lainnya

102,124,095 96,049,795 94.1 6,074,300 5.9 102,124,095 100.0 - 0.0

L LANGGANAN DAYA DAN JASA

522111 Belanja Langganan Daya dan Jasa

267,600,000 128,681,125 48.1 13,300,914 5.0 141,982,039 53.1 125,617,961 46.9 N JASA POS/GIRO/SERTIFIKAT 521114

Belanja Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat. 24,000,000 18,680,100 77.8 733,950 3.1 19,414,050 80.9 4,585,950 19.1 O OPERASIONAL PERKANTORAN -

521111 Belanja Keperluan Perkantoran

261,400,000 211,514,500 80.9 38,284,000 14.6 249,798,500 95.6 11,601,500 4.4 521115

Honor yg terkait Operasional Satuan kerja 48,900,000 36,675,000 75.0 12,225,000 25.0 48,900,000 100.0 - 0.0 521213

Honor yg terkait dengan Output Kegiatan 12,600,000 6,300,000 50.0 6,300,000 50.0 12,600,000 100.0 - 0.0 S S OPERASIONAL KANTOR 523121

Belanja Biaya Pemeliharaan Peralatan dan Mesin 154,700,000 140,433,600 90.8 12,029,500 7.8 152,463,100 98.6 2,236,900 1.4

JUMLAH BELANJA BARANG OPERASIONAL (002) 1,002,909,000 748,366,120 74.6 90,297,664 9.0 838,663,784 83.6 164,245,216 16.4

011 RAPAT KOORDINASI DAN EVALUASI

414,900,000

R

RAPAT KERJA DAN EVALUASI

(39)

521211 Belanja Bahan 4,880,000 4,560,000 93.4 - 0.0 4,560,000 93.4 320,000 6.6

524119 Belanja Perjalanan Lainnya (DN)

92,200,000 92,200,000 100.0 - 0.0 92,200,000 100.0 - 0.0

522115 Belanja Jasa Profesi

4,800,000 4,800,000 100.0 - 0.0 4,800,000 100.0 - 0.0 U

PENYUSUNAN PROGRAM DAN

RENCANA

KERJA (RKAKL)

521119 Belanja Barang Operasional Lainnya

16,600,000 0.0 3,354,500 20.2 3,354,500 20.2 13,245,500 79.8

524119 Belanja Perjalanan Lainnya (DN)

141,820,000 85,965,950 60.6 20,483,100 14.4 106,449,050 75.1 35,370,950 24.9

V KONSULTASI DAN RAPAT PIMPINAN

524119 Belanja Perjalanan Lainnya (DN)

134,400,000 124,328,700 92.5 3,882,400 2.9 128,211,100 95.4 6,188,900 4.6

W RAPAT KERJA NASIONAL AKBAR

524119 Belanja Perjalanan Lainnya (DN)

20,200,000 16,941,900 83.9 - 0.0 16,941,900 83.9 3,258,100 16.1 J U M L A H (011) 414,900,000 323,996,550 78.1 27,720,000 6.7 351,716,550 84.8 63,183,450 15.2

012 PEMBINAAN DAN KONSULTASI

476,370,000

-

A

PEMBINAAN DAN SERTIFIKASI

(40)

BARANG DAN JASA. 521211 Belanja Bahan 10,330,000 9,725,600 - 9,725,600 604,400

522115 Belanja Jasa Profesi

11,050,000 8,500,000 - 8,500,000 2,550,000

524119 Belanja Perjalanan Lainnya (DN)

240,850,000 88,457,600 - 88,457,600 152,392,400 B KONSULTASI/PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN 521211 Belanja Bahan 9,575,000 5,800,000 5,800,000 3,775,000

522115 Belanja Jasa Profesi

28,050,000 28,050,000 28,050,000 -

524119 Belanja Perjalanan Lainnya (DN)

176,515,000 140,110,000 140,110,000 36,405,000 J U M L A H (012) 476,370,000 173,960,000 - 173,960,000 302,410,000 013 SOSIALISAI PENGHAPUSAN/ALIH

FUNGSI DAN TUKAR MENUKAR BMN

150,000,000 - 150,000,000

524111 Belanja Perjalanan Biasa (DN)

150,000,000 0.0 0.0 - - 150,000,000 100.0 J U M L A H (013) 150,000,000 0.0 - 0.0 - - 150,000,000 100.0

(41)

JUMLAH BELANJA BARANG NON OPERASIONAL 1,041,270,000 497,956,550 47.8 27,720,000 2.7 525,676,550 50.5 515,593,450 49.5 005.01.02

PROGRAM PENINGKATAN SARANA

DAN

PRASARANA APARATUR MA.

1072 BANGUNAN RUMAH NEGARA

011

Pembangunan Rumah Dinas Pimpinan

245,200,000

533111 Belanja Modal Gedung dan Bangunan

245,200,000 238,614,500 97.3 - 0.0 238,614,500 97.3 6,585,500 2.7 J U M L A H (011) 245,200,000 238,614,500 97.3 - 0.0 238,614,500 97.3 6,585,500 2.7 1072 012 Meubilair Kantor 300,000,000

532111 Belanja Modal Peralatan dan Mesin

300,000,000 285,000,000 95.0 - 0.0 285,000,000 95.0 15,000,000 5.0 J U M L A H (012) 300,000,000 285,000,000 95.0 - 0.0 285,000,000 95.0 15,000,000 5.0 1072.1 Alat Pengolah Data 014 Pengadaan Alat Pengolah Data

(42)

57,600,000

532111 Belanja Modal Peralatan dan Mesin

57,600,000 57,600,000 100.0 0.0 57,600,000 100.0 - 0.0 J U M L A H (014) 57,600,000 57,600,000 100.0 - 0.0 57,600,000 100.0 - 0.0

1072.1 Sarana dan Prasarana Lingkungan

670,200,000

1072.12.013 LANDSCAPE GEDUNG KANTOR

013 Landscape Gedung Kantor

460,000,000 0.0 0.0 - - - 0.0

536111 Belanja Modal Fisik Lainnya

460,000,000 142,952,400 31.1 311,057,600 67.6 454,010,000 98.7 5,990,000 1.3 1072.12.016 PRASARANA LINGKUNGAN GEDUNG

016 Prasarana Lingkungan Gedung

210,200,000 0.0 0.0 - - - 0.0 A

PRASARANA DAN SARANA LINGK.

GEDUNG

532111 Belanja Modal Peralatan dan Mesin

74,900,000 74,900,000 100.0 - 0.0 74,900,000 100.0 - 0.0

534111 Belanja Modal Jalan dan Jembatan

97,000,000 96,200,000 99.2 - 0.0 96,200,000 99.2 800,000 0.8

B PENGADAAN INVENTARIS KANTOR

532111 Belanja Modal Peralatan dan Mesin

38,300,000 38,300,000 100.0 0.0 38,300,000 100.0 - 0.0

(43)

PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA 1,273,000,000 933,566,900 73.3 311,057,600 24.4 1,244,624,500 97.8 28,375,500 2.2 005.04.08 PROG. PENINGKATAN MANJ.PERDL.AGAMA 011 BIMBINGAN TEKNIS. A

BIMTEK. KEPANT. (JURUSITA

PENGGANTI) 521211 Belanja Bahan 2,300,000 2,300,000 100.0 - 0.0 2,300,000 100.0 - 0.0

522115 Belanja Jasa Profesi

7,400,000 7,400,000 100.0 - 0.0 7,400,000 100.0 - 0.0

524119 Belanja Perjalanan Lainnya

35,139,500 35,139,500 100.0 - 0.0 35,139,500 100.0 - 0.0

B SOSIALISASI PEDM. PERILAKU HAKIM

521211 Belanja Bahan 1,859,000 1,859,000 100.0 - 0.0 1,859,000 100.0 - 0.0

522115 Belanja Jasa Profesi

7,400,000 7,400,000 100.0 - 0.0 7,400,000 100.0 - 0.0

524119 Belanja Perjalanan Lainnya

51,987,500 50,849,700 97.8 - 0.0 50,849,700 97.8 1,137,800 2.2 C

BIMB. TEKNIS POLA BINDM. BAGI

PANT. 521211 Belanja Bahan 1,800,000 1,800,000 100.0 - 0.0 1,800,000 100.0 - 0.0

522115 Belanja Jasa Profesi

11,000,000 1,000,000 9.1 - 0.0 1,000,000 9.1 10,000,000 90.9

(44)

524119 Belanja Perjalanan Lainnya 63,882,000 61,540,200 96.3 - 0.0 61,540,200 96.3 2,341,800 3.7 PROG. PENINGKATAN MANJ.PERDL.AGAMA 182,768,000 169,288,400 92.6 - 0.0 169,288,400 92.6 13,479,600 7.4 JUMLAH KESELURUHAN 7,653,753,000 6,281,744,444 82.1 790,175,853 10.3 7,071,920,297 92.4 581,832,703 7.6

(45)

Nomor Kode dan Nama Keluaran (Output) Anggaran ( Rp. 000) Indikator Keluaran (Output) Satuan (Unit) No.

Loan PHLN Rupiah Total

1 2 3 4 5 6 7 [1066.01] Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung 0,- 5.280.496,- 5.280.496,- 12 LAYANAN

Pembayaran Gaji Dan

Tunjangan 0,- 1.267.698,- 1.267.698, Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran 0, 941.889.- 941.889.-

Rapat Koordinasi &

evaluasi (non operasional) 0, 1.247.300,- 1.247.300,-

Perpustakaan/Kearsipan/ Dokumentasi 0,- 6.000,- 6.000,- Pelantikan Sumpah Jabatan 0,- 1.000,- 1.000,- Pembinaan Dan Konsultasi 0,- 1.816.609,- 1.816.609,- Total 0,00 5.280.496,- 5.280.496,- PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR MAHKAMAH AGUNG 0,- 70.000,- 70.000,- - [1072.02] Perlengkapan Sarana 0,- 10.000,- 10.000,-

(46)

PN.SMI/KEU/LAKIP.2008 Page 2

Gedung (Pemasangan Besi Pengaman) [1072.03]

Sarana Dan Prasarana Lingkungan (Pembangunan Pagar Rumah Dinas) 0,- 60.000,- 60.000,- - Total 0,- 70.000,- 70.000,- BERKAS PERKARA TINGKAT PERTAMA, BANDING, KASASI, PK DAN GRASI PADA PENGADILAN TINGKAT PERTAMA DAN BANDING DI LINGKUNGAN PA YANG DISELESAIKAN TEPAT WAKTU 0,- 182.768,- 182.768,- [1053.01]

Berkas Perkara Tingkat Pertama, Banding, Kasasi, PK dan Grasi pada Pengadilan Tingkat Pertama dan Banding di Lingkungan PA yang Diselesaikan Tepat Waktu [berkas perkara] 0,- 182.768,- 182.768,- 3 Kegiatan Bimtek Total 0,- 182.768,- 182.768,- Grand Total 0,- 5.533.264,- 5.533.264,- BAB IV P E N U T U P

(47)

PN.SMI/KEU/LAKIP.2008 Page 3

Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Kerja Mahkamah Syar’iyah Aceh Tahun 2012 ini merupakan bentuk pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran dan Kegiatan Tahun Anggaran 2011 dan sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor : 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Secara umum tujuan, sasaran, program dan kegiatan Satuan Kerja Mahkamah Syar’iyah Aceh Tahun 2011 dapat dilaksanakan dengan baik, namun demikian hasil yang diperoleh tersebut masih perlu ditingkatkan terus guna merespon tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin tinggi.

Mengenai keberhasilan, hambatan, dan cara pemecahan masalahnya dapat dilihat sebagai berikut:

A. KEBERHASILAN

Keberhasilan yang telah dicapai antara lain :

1. Bertambahnya Sarana dan Prasarana Penunjang Operasional Kantor 2. Meningkatnya Kualitas Kerja Pegawai

B. HAMBATAN/MASALAH

Beberapa hambatan/masalah yang masih dihadapi antara lain:

1. Mengingat situasi keuangan Pemerintah yang masih memprihatinkan sehingga dana yang dialokasikan untuk Kegiatan Pokok belum berimbang dengan hasil yang diharapkan sehingga hasil yang maksimal belum terwujud.

2. Masih adanya Pagu Anggaran kegiatan yang belum maksimal penggunaannya dikarenakan Pagu Anggaran kegiatan yang diberikan sangat besar dibandingkan dengan realisasinya.

(48)

PN.SMI/KEU/LAKIP.2008 Page 4

C. PEMECAHAN MASALAH

Untuk pemecahan masalah yang dihadapi dilakukan dengan cara :

1. Alokasi dana untuk kegiatan pokok harus sesuai dengan RKA-KL yang diajukan sehingga hasil yang diharapkan dapat terwujud.

2. Pagu Anggaran kegiatan yang besar dapat dialihkan untuk Pagu Anggaran kegiatan yang masih kurang sehingga Pagu Anggaran kegiatan dengan realisasinya dapat berimbang dan maksimal penggunaannya.

Banda Aceh, 07 Februari 2012 KETUA MAHKAMAH SYAR’IYAH ACEH

DRS. H. IDRIS MAHMUDY, SH., MH. NIP. 19491212 197803 1 003

(49)

PN.SMI/KEU/LAKIP.2008 Page 5

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Secara umum kebijakan yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Sukabumi dalam melaksanakan

seluruh kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan Peradilan Tingkat Pertama , baik yang bersifat

administratif , keuangan dan organisasi mengacu pada Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI

Nomor:MA/SEK/07/SK/III/2006 tentang Organisasi dan Tatakerja Sekretariat Mahkamah Agung RI , Lembaga

Mahkamah Agung RI sebagai salah satu institusi negara /kepemerintahan sesuai dengan Ketetapan Majelis

Permusyawaratan Rakyat Nomor:XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas

Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja

Instansi Pemerintah , berkewajiban untuk mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas , fungsi dan

peranannya dalam pengelolaan sumberdaya, dan sumber dana serta kewenangan yang ada yang dipercayakan

kepada publik.

Untuk itulah Pengadilan Negeri Sukabumi membuat Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi

(50)

PN.SMI/KEU/LAKIP.2008 Page 6

B.

Tugas Pokok dan Fungsi

Pengadilan Negeri Sukabumi merupakan lingkungan peradilan umum di bawah Mahkamah

Agung RI sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan

guna menegakan Hukum dan Keadilan, Pengadilan Negeri Sukabumi sebagai kawal depan (Voorj post)

Mahkamah Agung, bertugas dan berwenang menerima, memeriksa, memutus dan menyelesaikan

perkara yang masuk di tingkat pertama.

Adapun tugas pokok dan fungsi sesuai dengan struktur organisasi di atas adalah sebagai

berikut:

5.

Ketua dan Wakil Ketua ( Pimpinan Pengadilan Negeri ).

Ketua mengatur pembagian tugas para Hakim, membagikan berkas perkara dan

surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara yang diajukan kepada Majelis

Hakim untuk diselesaikan.

Mengadakan pengawasan dan pelaksanaan tugas dan tingkah laku Hakim,

Panitera/sekretaris , Pejabat Struktural dan Fungsional, serta perangkat

Administrasi peradilan di daerah hukumnya.

Menjaga agar penyelenggaraan peradilan terselenggara dengan wajar dan

seksama.

6.

Majelis Hakim

(51)

PN.SMI/KEU/LAKIP.2008 Page 7

7.

Panitera/Sekretaris

Panitera bertugas menyelenggarakan administrasi perkara, dan mengatur tugas

Wakil Panitera, para Panitera Muda, Panitera Pengganti, serta seluruh pelaksana

di bagian tekhnis Pengadilan Negeri Sukabumi.

Panitera, Wakil Panitera, Panitera Muda dan Panitera Pengganti bertugas

membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya persidangan.

Panitera membuat daftar perkara-perkara perdata dan pidana yang diterima di

Kepaniteraan.

Panitera membuat salinan putusan menurut ketentuan undang-undang yang

berlaku.

Panitera bertanggung jawab atas pengurusan berkas perkara, putusan,

dokumen,akta, buku daftar,biaya perkara,uang titipan pihak ketiga, surat-surat

berharga, barang bukti dan surat-surat lainnya yang disimpan di kepaniteraan.

Sekretaris bertugas menyelenggarakan administarsi umum , mengatur tugas Wakil

Sekretaris , para Kepala Sub Bagian, Pejabat Administrasi Umum, serta seluruh

pelaksana di bagian Kesekretariatan Pengadilan Negeri Sukabumi.

Sekretaris selaku Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab atas penggunaan

anggaran.

Sekretaris selaku Kuasa Pengguna Barang bertanggung jawab atas keberadaan

dan pemanfaatan barang milik negara ( BMN ).

8.

Wakil Sekretaris membantu sekretaris dalam melaksanakan tugas di bidang Administrasi

Umum/Kesekretariatan dan mengkoordinir tugas-tugas Kepala Sub Bagian Umum,

Kepegawaian dan Keuangan.

C.

Struktur Organisasi dan Jumlah Pegawai

KETUA

WAKIL KETUA

HAKIM

PANITERA / SEKRETARIS

PANITERA MUDA PERDATA PANITERA MUDA PIDANA PANITERA MUDA HUKUM KASUB.KEPEGAWAIAN

WAKIL PANITERA

WAKIL SEKRETARIS

(52)

PN.SMI/KEU/LAKIP.2008 Page 8

Ket :

Garis Koordinasi :

Garis Tanggung Jawab :

Jumlah Pegawai Pengadilan Negeri Sukabumi Seluruhnya berjumlah 52 ( Lima Puluh Dua ) Orang terdiri dari :

a. Jumlah Pegawai Menurut Golongan :

Tenaga Honorer = 7 Orang

Golongan I = - Orang

Golongan II = 8 Orang

Golongan III = 32 Orang

Golongan IV = 5 Orang

b. Jumlah Tenaga Teknis dan Non Teknis

Ketua ,Wakil Ketua dan Hakim = 9 Orang Panitera / Sekretaris = 1 Orang

Wakil Panitera = 1 Orang

Panitera Muda Pidana = 1 Orang

Panitera Muda Perdata = 1 Orang

Panitera Muda Hukum = 1 Orang

Panitera Pengganti = 12 Orang

Jurusita = 4 Orang

c. Jumlah Pejabat Struktural

Wakil Sekretaris = 1 Orang

Kasubag Umum = 1 Orang

Kasubag Kepegawaian = 1 Orang

Kasubag Keuangan = 1 Orang

BAB II

PROGRAM UTAMA DAN RENCANA STRATEGIS

A.

Program Utama

JURUSITA PANITERA PENGGANTI

(53)

PN.SMI/KEU/LAKIP.2008 Page 9

Dalam menjalankan Tugas Pokok dan fungsinya sesuai visi misi Pengadilan Negeri Sukabumi ditentukan oleh Penyediaan Anggaran dari Tahun ke Tahun melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Pada Tahun Anggaran 2008 Satuan Kerja Pengadilan Negeri Sukabumi menerima anggaran Rp. 3.503.350.000,- ( Tiga Milyar Lima Ratus Tiga Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah ) yang didalamnya terdapat 3 (tiga) macam program yang utama dengan pagu masing-masing sebagai berikut:

1. Program Penerapan Kepemerintahan Yang Baik Rp. 2.497.403.000,-

2. Program Peningkatan Kinerja Lembaga Peradilan dan Lembaga Penegak Hukum Lainnya

Rp. 883.847.000,-

3. Program Penegakkan Hukum dan HAM Rp. 122.100.000,-

Jumlah Rp. 3.503.350.000,-

B.

Program Kegiatan Pokok

Dari Program yang utama sebagaiman tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Pengadilan Negeri Sukabumi Tahun Anggaran 2008 dalam pelaksanaannya diuraikan dalam beberapa kegiatan pokok yang merupakan satu kesatuan dari Tugas Pokok dan Fungsi Satuan Kerja Pengadilan Negeri Sukabumi yaitu :

1. Program Penerapan Kepemerintahan Yang Baik

Dari Program ini dengan Anggaran yang tersedia pada tahun 2008 dipergunakan untuk:

a. Pembayaran Gaji dan Tunjangan untuk Pegawai.

b. Untuk Penyelenggaraan Operasional Perkantoran diantaranya untuk Pembelian ATK dan

Anggaran Untuk Perjalanan Dinas.

c. Penyelenggaraan Perawatan Gedung Kantor.

d. Penyelenggaraan Perawatan Sarana dan Prasarana Kantor

e. Penyelenggaraan Tata usaha perkantoran, kearsipan, perpustakaan dan dokumentasi.

2. Program Peningkatan Kinerja Lembaga Peradilan dan Lembaga Penegak Hukum Lainnya

Dari Program ini dengan Anggaran yang tersedia pada tahun 2008 dipergunakan untuk:

a. Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Sarana dan Prasarana

b. Kelancaran Administrasi Kegiatan.

c. Penyediaan Alat Pengolah Data, Kendaraan Bermotor Roda 2 dan Inventaris Kantor.

3. Program Penegakkan Hukum dan HAM

Dari Program ini dengan Anggaran yang tersedia pada tahun 2008 dipergunakan untuk:

a. Penyediaan Bantuan Hukum/Saksi/Penterjemah/Biaya Pengacara

b. Penyelesaian Perkara Hukum.

C.

Rencana Strategis

Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan Negeri Sukabumi Tahun Anggaran 2009 bertujuan untuk meningkatkan pembinaan aparatur peradilan dengan menguraikan sasaran sebagai berikut :

Referensi

Dokumen terkait

aporan Akuntabilitas Kinerja Badan Pemberdayaan Masyarakat Aceh Tahun 2015 ini merupakan wujud akuntabilitas pencapaian kinerja dari pelaksanaan Rencana Strategis Badan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kuningan Tahun Anggaran 2020 merupakan bentuk pertanggung jawaban atas pelaksanaan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Institusi Swasta (LAKIS) ini merupakan bentuk pertanggungjawaban Program Pascasarjana sebagai pengguna anggaran terhadap d ana y ang sudah

A. Laporan Akuntabilitas Kinerja Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong Tahun 2015 merupakan gambaran capaian kinerja yang akuntabel dan dapat dipertanggung

Badan Penghubung Pemerintah Aceh sebagai instansi yang mempunyai fungsi utama dalam Pelayanan dan promosi Aceh di Jakarta juga menetapkan beberapa Indikator Kinerja

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Penganggaran Berbasis Kinerja, Kejelasan Sasaran anggaran, Partisipasi Anggaran Terhadap akuntabilitas Kinerja Aparat

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) pada penilaian program kegiatan dilakukan pengukuran kinerja yaitu pengukuran kinerja kegiatan dan

Wujud konkret pelaksanaan keberhasilan suatu instansi dalam hal pengembangan akuntabilitas kinerja yaitu terlaksananya sistem pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi