• Tidak ada hasil yang ditemukan

P U T U S A N NOMOR : 15/PID.SUS.K/2012/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "P U T U S A N NOMOR : 15/PID.SUS.K/2012/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

P U T U S A N

NOMOR : 15/PID.SUS.K/2012/PT-MDN

“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :

Nama Lengkap : ZULKARNAIN. Tempat lahir : Gunung Rejo

Umur / tanggal lahir : 49 Tahun / 08 Oktober 1962 Jenis Kelamin : Laki-laki.

Kebangsaan : Indonesia

Tempat tinggal : Jalan Bandar Rejo, Dusun Godang Rejo, Kel. Bandar Tongah, Kecamatan Bandar Huluan

Agama : Islam.

Pekerjaan : Wiraswasta Pendidikan : SD.

--- Terdakwa ditahan dalam Rumah Tahanan Negara berdasarkan Surat Perintah /Penetapan Penahanan oleh :

1. Penuntut Umum, sejak tanggal 15 September 2011 sampai dengan tanggal 04 Oktober 2011 ;

2. Perpanjangan oleh Ketua Pengadian Negeri Simalungun, sejak tanggal 05 Oktober 2011 s/d tanggal 03 Nopember 2011 ;

3. Hakim Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, sejak tanggal 18 Oktober 2011 s/d tanggal 16 Nopember 2011 ;

4. Perpanjangan Penahanan oleh Ketua Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, sejak tanggal 17 Nopember 2011 s/d tanggal 15 Januari 2012 ; 5. Perpanjangan Penahanan (I) oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara

sejak tanggal 16 Januari 2012 sampai dengan tanggal 14 Pebuari 2012 ;

6. Perpanjangan penahanan (II) oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara sejak tanggal 15 Pebuari 2012 sampai dengan tanggal 15 Maret 2012 ;

(2)

7. Penahanan Hakim Pengadilan Tinggi Medan, sejak tanggal 09 Maret 2012 sampai dengan tanggal 07 April 2012 ;

8. Perpanjangan Penahanan oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Medan, sejak tanggal 08 April 2012 sampai dengan tanggal 06 Juni 2012 ;

PENGADILAN TINGGI TERSEBUT ;

Telah membaca :

1. Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang mengajukan Terdakwa kedepan persidangan, dengan dakwaan sebagai berikut :

KESATU :

Bahwa ia terdakwa ZULKARNAIN pada bulan Pebruari 2009 sampai dengan bulan Desember 2009 atau setidak-tidaknya pada waktu lain di tahun 2009, bertempat di Kelurahan Bandar Rejo Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun, atau setidak-tidaknya di tempat lain dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Simalungun “pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu dengan sengaja menggelapkan uang atau surat berharga yang disimpan karena jabatannya, atau membiarkan uang atau surat berharga tersebut diambil atau digelapkan oleh orang lain, atau membantu dalam melakukan perbuatan tersebut”. Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut :

- Bahwa terdakwa ZULKARNAIN adalah Ketua Kelompok Tani Gotong

Royong Nagori Bandar Tongah Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun sesuai dengan susunan kepengurusan Kelompok Tani Gotong Royong yang telah terbentuk pada tahun 2009, dimana susunan kepengurusannya adalah sebagai berikut :

Pelindung & Penasehat : IRFAN KHAEIR, SE

Pembimbing : YUNIKA HARAHAP, S. Pt

Ketua : ZULKARNAIN

Sekretaris : HENDRA WIGUNA

Bendahhara : PARIAMAN

Anggota : RICHARD PURBA

(3)

MESNO PARIADI SONIMEN SUPENDI LEGIMAN

- Bahwa benar pada tahun 2009 Kelompok Tani Gotong Royong Nagori Bandar

Tongah Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun telah mendapatkan dana dari Pemerintah Republik Indonesia dalam Program Kegiatan Sarjana Membangun Desa.

- Bahwa benar kegiatan/ program Sarjana Membangun Desa (SMD) tersebut

berasal dari Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia Direktorat Jendral Peternakan Departemen Pertanian tahun 2009 yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2009.

- Bahwa benar untuk mendapatkan kegiatan tersebut Kelompok Tani Gotong

Royong Nagori Bandar Tongah sebelumnya telah mengajukan proposal kepada Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia Direktorat Jendral Peternakan Departemen Pertanian tahun 2009 dan berdasarkan hasil seleksi maka Kelompok Tani Gotong Royong disetujui mendapatkan kegiatan Sarjana Membangun Desa tersebut.

- Bahwa benar untuk melaksanakan kegiatan Sarjana Membangun Desa tersebut

Kelompok Tani dibantu oleh seorang Sarjana akan membimbing dan memberikan arahan dalam Kegiatan Sarjana Membangun Desa tersebut, kemudian Kelompok Tani Gotong Royong Nagori Bandar Tongah telah memilih atau mengangkat salah seorang Sarjana yang akan dijadikan pembimbing dalam kegiatan Kelompok Tani Gotong Royong tersebut yakni seorang yang bernama YUNIKA HARAHAP, SPt.

- Bahwa benar dana untuk kegiatan Sarjana Membangun Desa (SMD) dari

Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia Direktorat Jendral Peternakan Departemen Pertanian tahun 2009 yang dilaksanakan Kelompok Tani Gotong Royong Nagori Bandar Tongah adalah sebesar Rp. 338. 700. 000 (tiga ratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus ribu rupiah).

- Bahwa benar Terdakwa ZULKARNAEN selaku Ketua Kelompok Tani Gotong

Royong Nagori Bandar Tongah Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun yakni telah menandatangani kontrak ataupun Surat Perjanjian Kerjasama dengan pihak Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia Direktorat

(4)

Jendral Peternakan Departemen Pertanian yang mana kontrak tersebut tertera sebagai berikut: Surat Perjanjian Kerjasama Nomor : 88/HK.130/F3/08/2009 antara Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Budidaya ternak Ruminansia dengan kelompok tani gotong royong Bandar Huluan Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara Tentang penguatan kelembagaan ekonomi pedesaan melalui dana bantuan sosial SMD (Sarjana Membangun Desa) Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian Tahun 2009.

- Bahwa benar setelah penandatangan kontrak tersebut dana untuk kegiatan

Sarjana Membangun Desa yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Gotong Royong tersebut dikirimkan ke rekening Kelompok Tani Gotong Royong.

- Bahwa benar setelah dana diterima oleh Ketua Kelompok Tani Gotong Royong

maka Kelompok Tani Gotong Royong melaksanakan kegiatan Sarjana Membangun Desa (SMD) sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok (RUK) sebagaimana yang tercantum dalam Surat Perjanjian Kerjasama Nomor:88/HK.130/F3/08/2009, yakni sebagai berikut:

No Kegiatan Volume Harga Satuan Jumlah (Rp) 1 Pembelian ternak

- Bakalan

- Induk Sapi Brahman Cross

20 ekor 12 ekor 6.500.000 13.500.000 130.000.000 162.000.000 2 Perbaikan Kandang 1 unit 15.000.000 15.000.000 3 Obat-obatan dan IB 1 paket 1.500.000 1.500.000 4 Pengolahan limbah ternak 1 unit 1.200.000 1.200.000 5 Pengembangan HMT 1 paket 1.000.000 1.000.000 6 Pakan Konsentrat 1 paket 9.000.000 9.000.000 7 Administrasi Kelompok 1 paket 1.000.000 1.000.000 8 Pengembangan Kelembagaan 12 bulan 1.500.000 18.000.000

Total 338.700.000

- Bahwa benar Kelompok Tani Gotong Royong Nagori Bandar Tongah tidak

melaksanakan kegiatan Sarjana Membangun Desa (SMD) tersebut seluruhnya sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok, melainkan ada kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok, dimana sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok (RUK) Kelompok Tani Gotong Royong seharusnya mengadakan ternak sapi sebanyak 32 (tiga puluh dua) ekor dengan jenis sapi BX sebanyak 12 (dua belas)ekor dengan biaya sebesar Rp.162.000.000,- (seratus enampuluh dua juta rupiah) dan sapi bakalan sebanyak 20 (dua puluh) ekor dengan biaya sebesar Rp.130.000.000,- (seratus tiga puluh juta rupiah) namun Kelompok Tani Gotong Royong hanya membeli 31 (tiga puluh satu) ekor sapi untuk dikelola dengan jenis sapi BX sebanyak 12 (dua belas) ekor dan sapi bakalan sebanyak 19 (sembilan belas) ekor.

(5)

- Bahwa benar sapi sebanyak 31 (tiga puluh satu) ekor tersebut dikelola oleh

Kelompok Tani Gotong Royong dimana saat ini dari 31 (tiga puluh satu) ekor sapi tersebut saat ini hanya bersisa 7 (tujuh) ekor lagi yang dikelola oleh Kelompok Tani Gotong Royong sedangkan 24 (dua puluh empat ekor) lagi diperoleh fakta bahwa 7 (tujuh) ekor dikembalikan kepada UD. SIMAS yakni jenis sapi BX yang telah dibeli oleh Kelompok Tani Gotong Royong karena tidak berproduksi, 4 (empat) ekor telah mati, dan 13 (tiga belas) ekor telah dijual oleh terdakwa ZULKARNAEN.

- Bahwa 13 (tiga belas) ekor sapi yang dijual oleh terdakwa ZULKARNAEN

seluruhnya adalah jenis sapi bakalan.

- Bahwa terdakwa dalam menjual ketigabelas ekor sapi tersebut bertindak sendiri

tanpa sepengatahuan seluruh pengurus dan anggota kelompok.

- Bahwa uang hasil penjualan ketigabelas sapi tersebut seluruhnya dipegang dan

dikuasai oleh terdakwa ZULKARNAEN.

- Bahwa uang hasil penjualan ketigabelas sapi tersebut seharusnya dimasukkan

dalam kas Kelompok Tani Gotong Royong dimana uang tersebut melalui rapat Kelompok Tani akan dipergunakan kembali sebagai modal usaha untuk pembelian ternak sapi yang akan dikelola kembali dan bilamana ada sisa hasil usaha maka dapat dibagi oleh anggota kelompok tani tersebut namun terdakwa ZULKARNAEN telah mepergunakan sendiri uang hasil penjualan ketiga belas sapi tersebut sesuai dengan keinginannya tanpa sepengetahuan dari seluruh anggota dan pengurus Kelompok Tani Gotong Royong.

- Bahwa terdakwa ZULKARNAEN tidak pernah membuat laporan

pertanggungjawaban maupun laporan kegiatan terhadap penjulan ketigabelas ekor sapi tersebut dan juga laporan keuangan terhadap hasil penjualan ketigabelas ekor sapi tersebut.

- Bahwa tujuan kegiatan/program Sarjana Membangun Desa (SMD) dari

Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia Direktorat Jendral Peternakan Departemen Pertanian tahun 2009 yang bersifat agribisnis adalah untuk pengembangan usaha Kelompok Tani namun terdakwa ZULKARNAEN telah menjual ketigabelas ekor sapi tersebut bukan bertujuan untuk mengembangkan kegiatan Kelompok Tani melainkan untuk kepentingannya sendiri.

(6)

- Bahwa dana yang dipergunakan oleh Kelompok Tani Gotong Royong tersebut

dalam kegiatan Sarjana Membangun Desa tahun 2009 tersebut berasal dari keuangan negara yakni dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Republik Indonesia tahun 2009.

- Bahwa terdakwa ZULKARNAEN selaku Ketua Kelompok Tani Gotong

Royong bertanggungjawab atas kegiatan Kelompok Tani Gotong Royong dalam kegiatan Sarjana Membangun Desa tahun 2009.

- Bahwa terdakwa ZULKARNAEN adalah orang selain pegawai negeri yang

berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Nomor : 88/HK.130/F3/08/2009 antara Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Budidaya ternak Ruminansia dengan Kelompok Tani Gotong Royong Bandar Huluan Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara Tentang penguatan kelembagaan ekonomi pedesaan melalui dana bantuan sosial SMD (Sarjana Membangun Desa) Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian Tahun 2009 maka terdakwa ZULKARNAEN dalam jabatannya sebagai Ketua Kelompok Tani Gotong Royong telah diberikan tanggungjawab oleh Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian untuk mengelola dana sebesar Rp. 338.700.000,- (tiga ratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus ribu rupiah) dalam Kegiatan Sarjana Membangun Desa tahun 2009 di Nagori Bandar Tonga yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Gotong Royong.

- Bahwa terdakwa ZULKARNAEN telah melakukan penjualan sapi jenis bakalan

yang sedang dikelola oleh Kelompok Tani Gotong Royong sebanyak 13 (tiga belas) ekor dan uang tersebut dipegang penuh oleh terdakwa ZULKARNAEN.

- Bahwa sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok, harga 1 (satu) ekor sapi

bakalan adalah sebesar Rp.6.500.000,- (enam juta lima ratus ribu rupiah) maka harga ketiga belas ekor sapi bakalan sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok adalah sebesar Rp.84.500.000,- (delapan puluh empat juta lima ratus ribu rupiah).

- Bahwa akibat perbuatan terdakwa ZULKARNAEN tersebut negara telah

dirugikan senilai uang yang digelapkannya yakni uang atas 13 (tiga belas) ekor sapi jenis bakalan yang nilai keseluruhannya adalah sebesar Rp.84.500.000,- (delapan puluh empat juta lima ratus ribu rupiah) atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut.

(7)

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

ATAU : KEDUA :

Bahwa terdakwa ZULKARNAIN pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut dalam dakwaan kesatu “pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang ditugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu dengan sengaja menggelapkan uang atau surat berharga yang disimpan karena jabatannya, atau membiarkan uang atau surat berharga tersebut diambil atau digelapkan oleh orang lain, atau membantu dalam melakukan perbuatan tersebut”. Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut :

- Bahwa terdakwa ZULKARNAIN adalah Ketua Kelompok Tani Gotong Royong

Nagori Bandar Tongah Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun sesuai dengan susunan kepengurusan Kelompok Tani Gotong Royong yang telah terbentuk pada tahun 2009, dimana susunan kepengurusannya adalah sebagai berikut :

Pelindung & Penasehat : IRFAN KHAEIR, SE

Pembimbing : YUNIKA HARAHAP, S. Pt

Ketua : ZULKARNAIN

Sekretaris : HENDRA WIGUNA

Bendahhara : PARIAMAN

Anggota : RICHARD PURBA

ZAENAL SITORUS MESNO PARIADI SONIMEN SUPENDI LEGIMAN

- Bahwa sejak berdirinya Kelompok Tani Gotong Royong tersebut tidak memiliki

(8)

- Bahwa benar pada tahun 2009 Kelompok Tani Gotong Royong Nagori Bandar

Tongah Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun telah mendapatkan dana dari Pemerintah Republik Indonesia dalam Program Kegiatan Sarjana Membangun Desa.

- Bahwa benar kegiatan/ program Sarjana Membangun Desa (SMD) tersebut

berasal dari Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia Direktorat Jendral Peternakan Departemen Pertanian tahun 2009 yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) thn 2009.

- Bahwa benar untuk mendapatkan kegiatan tersebut Kelompok Tani Gotong

Royong Nagori Bandar Tongah sebelumnya telah mengajukan proposal kepada Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia Direktorat Jendral Peternakan Departemen Pertanian tahun 2009 dan berdasarkan hasil seleksi maka Kelompok Tani Gotong Royong disetujui mendapatkan kegiatan Sarjana Membangun Desa tersebut.

- Bahwa benar untuk melaksanakan kegiatan Sarjana Membangun Desa tersebut

Kelompok Tani dibantu oleh seorang Sarjana akan membimbing dan memberikan arahan dalam Kegiatan Sarjana Membangun Desa tersebut, kemudian Kelompok Tani Gotong Royong Nagori Bandar Tongah telah memilih atau mengangkat salah seorang Sarjana yang akan dijadikan pembimbing dalam kegiatan Kelompok Tani Gotong Royong tersebut yakni seorang yang bernama YUNIKA HARAHAP, SPt.

- Bahwa benar dana untuk kegiatan Sarjana Membangun Desa (SMD) dari

Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia Direktorat Jendral Peternakan Departemen Pertanian tahun 2009 yang dilaksanakan Kelompok Tani Gotong Royong Nagori Bandar Tongah adalah sebesar Rp. 338. 700. 000 (tiga ratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus ribu rupiah).

- Bahwa benar Terdakwa ZULKARNAEN selaku Ketua Kelompok Tani Gotong

Royong Nagori Bandar Tongah Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun yakni telah menandatangani kontrak ataupun Surat Perjanjian Kerjasama dengan pihak Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia Direktorat Jendral Peternakan Departemen Pertanian yang mana kontrak tersebut tertera sebagai berikut: Surat Perjanjian Kerjasama Nomor : 88/HK.130/F3/08/2009 antara Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Budidaya ternak Ruminansia

(9)

dengan kelompok tani gotong royong Bandar Huluan Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara Tentang penguatan kelembagaan ekonomi pedesaan melalui dana bantuan sosial SMD (Sarjana Membangun Desa) Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian Tahun 2009.

- Bahwa benar setelah penandatangan kontrak tersebut dana untuk kegiatan

Sarjana Membangun Desa yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Gotong Royong tersebut dikirimkan ke rekening Kelompok Tani Gotong Royong.

- Bahwa benar setelah dana diterima oleh Ketua Kelompok Tani Gotong Royong

maka Kelompok Tani Gotong Royong melaksanakan kegiatan Sarjana Membangun Desa (SMD) sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok (RUK) sebagai berikut:

No Kegiatan Volume Harga Satuan Jumlah (Rp) 1 Pembelian ternak

- Bakalan

- Induk Sapi Brahman Cross

20 ekor 12 ekor 6.500.000 13.500.000 130.000.000 162.000.000 2 Perbaikan Kandang 1 unit 15.000.000 15.000.000 3 Obat-obatan dan IB 1 paket 1.500.000 1.500.000 4 Pengolahan limbah ternak 1 unit 1.200.000 1.200.000 5 Pengembangan HMT 1 paket 1.000.000 1.000.000 6 Pakan Konsentrat 1 paket 9.000.000 9.000.000 7 Administrasi Kelompok 1 paket 1.000.000 1.000.000 8 Pengembangan Kelembagaan 12 bulan 1.500.000 18.000.000

Total 338.700.000

- Bahwa benar Kelompok Tani Gotong Royong Nagori Bandar Tongah tidak

melaksanakan kegiatan Sarjana Membangun Desa (SMD) tersebut seluruhnya sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok, melainkan ada kegiatan yang tidak dilaksanakan sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok, dimana sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok (RUK) Kelompok Tani Gotong Royong seharusnya mengadakan ternak sapi sebanyak 32 (tiga puluh dua) ekor dengan jenis sapi BX sebanyak 12 (dua belas)ekor dengan biaya sebesar Rp.162.000.000,- (seratus enampuluh dua juta rupiah) dan sapi bakalan sebanyak 20 (dua puluh) ekor dengan biaya sebesar Rp.130.000.000,- (seratus tiga puluh juta rupiah) namun Kelompok Tani Gotong Royong hanya membeli 31 (tiga puluh satu) ekor sapi untuk dikelola dengan jenis sapi BX sebanyak 12 (dua belas) ekor dan sapi bakalan sebanyak 19 (sembilan belas) ekor.

- Bahwa benar sapi sebanyak 31 (tiga puluh satu) ekor tersebut dikelola oleh

(10)

sapi tersebut saat ini hanya tinggal 7 (tujuh) ekor lagi yang dikelola oleh Kelompok Tani Gotong Royong sedangkan 24 (dua puluh empat ekor) lagi diperoleh fakta bahwa 7 (tujuh) ekor dikembalikan kepada UD. SIMAS yakni jenis sapi BX yang telah dibeli oleh Kelompok Tani Gotong Royong karena tidak berproduksi, 4 (empat) ekor telah mati, dan 13 (tiga belas) ekor telah dijual oleh terdakwa ZULKARNAEN.

- Bahwa 13 (tiga belas) ekor sapi yang dijual oleh terdakwa ZULKARNAEN

seluruhnya adalah jenis sapi bakalan.

- Bahwa terdakwa dalam menjual ketigabelas ekor sapi tersebut bertindak sendiri

tanpa sepengatahuan seluruh pengurus dan anggota kelompok.

- Bahwa terdakwa ZULKARNAEN tidak pernah membuat laporan

pertanggungjawaban maupun laporan kegiatan terhadap penjulan ketigabelas ekor sapi tersebut.

- Bahwa tujuan kegiatan/program Sarjana Membangun Desa (SMD) dari

Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia Direktorat Jendral Peternakan Departemen Pertanian tahun 2009 yang bersifat agribisnis adalah untuk pengembangan usaha Kelompok Tani namun terdakwa ZULKARNAEN telah menjual ketigabelas ekor sapi tersebut bukan bertujuan untuk mengembangkan kegiatan Kelompok Tani melainkan untuk kepentingannya sendiri.

- Bahwa dana yang dipergunakan oleh Kelompok Tani Gotong Royong tersebut

dalam kegiatan Sarjana Membangun Desa tahun 2009 tersebut berasal dari keuangan negara yakni dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Republik Indonesia tahun 2009.

- Bahwa terdakwa ZULKARNAEN selaku Ketua Kelompok Tani Gotong

Royong bertanggungjawab atas kegiatan Kelompok Tani Gotong Royong dalam kegiatan Sarjana Membangun Desa tahun 2009.

- Bahwa terdakwa ZULKARNAEN adalah orang selain pegawai negeri yang

berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Nomor : 88/HK.130/F3/08/2009 antara Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Budidaya ternak Ruminansia dengan Kelompok Tani Gotong Royong Bandar Huluan Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara Tentang penguatan kelembagaan ekonomi pedesaan melalui dana bantuan sosial SMD (Sarjana Membangun Desa) Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian Tahun 2009

(11)

maka terdakwa ZULKARNAEN dalam jabatannya sebagai Ketua Kelompok Tani Gotong Royong telah diberikan tanggungjawab oleh Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian Republik Indonesia untuk mengelola kegiatan Pemerintah Republik Indonesia yakni kegiatan Sarjana Membangun Desa dengan dana sebesar Rp. 338.700.000,- (tiga ratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus ribu rupiah).

- Bahwa terdakwa ZULKARNAEN telah melakukan penjualan sapi jenis

bakalan yang sedang dikelola oleh Kelompok Tani Gotong Royong sebanyak 13 (tiga belas) ekor dimana sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok, harga 1 (satu) ekor sapi bakalan tersebut adalah sebesar Rp.6.500.000,- (enam juta lima ratus ribu rupiah) maka harga ketiga belas ekor sapi bakalan sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok adalah sebesar Rp.84.500.000,- (delapan puluh empat juta lima ratus ribu rupiah).

- Bahwa akibat perbuatan terdakwa ZULKARNAEN tersebut negara telah

dirugikan senilai barang yang digelapkannya yakni 13 (tiga belas) ekor sapi jenis bakalan yang nilai keseluruhannya adalah sebesar senilai Rp.84.500.000,- (delapan puluh empat juta lima ratus ribu rupiah) atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 10 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ;

2. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang pada pokoknya menuntut agar terdakwa

dijatuhi pidana sebagai berikut :

1. Menyatakan Terdakwa Zulkarnain terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “menggelapkan, menghancurkan, merusakkan atau membikin tak dapat dipakai barang, akta, surat atau daftar yang digunakan untuk meyakinkan atau membuktikan dimuka pejabat yang berwenang, yang dikuasai karena jabatannya “ sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 10 huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 18 Undang-Undang

(12)

Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dalam Surat Dakwaan Kedua.

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Zulkarnaen dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan, dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan dan membayar denda sebesar Rp. 100.000.000.- (seratus juta rupiah), Subsidair 3 (tiga) bulan kurungan.

3. Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa Zulkarnaen berupa membayar uang pengganti sebesar Rp. 84.500.000,- (delapan puluh empat juta lima ratus ribu rupiah) dengan ketentuan bila mana uang pengganti tersebut tidak dibayarkan dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh hukum tetap maka harta bendanya dapat disita, dan bila mana harta bendanya tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka akan diganti dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 3 (tiga) bulan.

4. Menetapkan barang bukti berupa :

1. Kwitansi tertanggal 31 Desember 2009 untuk pembelian 3 (tiga) ekor yaitu lembu BX induk, anak dan lembu bakalan (perawan) sebesar Rp. 19.200.000,- (sembilan belas juta dua ratus ribu rupiah); 2. Kwitansi tertanggal 9 Februari 2010 untuk pembelian 3 lembu

induk, 1 (satu) ekor BX,2 ekor bakalan,dan 1(satu) ekor sebesar Rp. 27.600.000,- (dua puluh tujuh juta enam ratus ribu rupiah);

3. Kwitansi tertanggal 14 Mei 2010 untuk panjar pembelian 1 (satu) unit mobil longbet tahun 1994 BK 8072 TF yang ditandatangani oleh Pak Siska, Widu, Goliong sebesar Rp. 19.500.000,- (sembilan belas juta lima ratus ribu rupiah);

4. Kwitansi tertanggal 26 januari 2010 untuk pembelian sapi bunting Brahman Cross (BX) sebanyak 12 ekor sebesar Rp. 162.000.000,- (seratus enam puluh dua juta rupiah) yang ditandatangani oleh EDI SUMASRI ;

(13)

5. Kwitansi tertanggal 29 Desember 2009, untuk pembelian sapi/lembu sebanyak 9 ekor sebesar Rp. 41.000.000,- (empat puluh satu juta rupiah) dari Ulim di Dolok Siantar;

6. Kwitansi tertanggal 29 Desember 2009 untuk pembelian mesin giling rumput dari Samidi di desa Bandar Tongah sebesar Rp. 8.500.000,- (delapan juta lima ratus ribu rupiah);

7. Surat Keterangan tertanggal 01 September 2010 dari EDI SUMASRI selaku pemilik UD. SIMAS;

8. Surat Keterangan tertanggal 01 September 2010 dari EDI SUMASRI selaku pemilik UD. SIMAS, bahwa kelompok tani gotong royong desa Bandar Tongah Kec. Bandar Huluan telah menitipkan 7 (tujuh) ekor lembu di UD. SIMAS;

9. Surat Keterangan tertanggal 09 Januari 2011 dari EDI SUMASRI selaku pemilik UD. SIMAS, bahwa kelompok tani gotong royong desa Bandar Tongah Kec. Bandar Huluan telah menitipkan 7 (tujuh) ekor lembu di UD. SIMAS;

10. Surat Perjanjian antara EDI SUMASRI dengan ZULKARNAEN tanggal 26 Januari 2010;

11. 1 (satu) buah buku absensi anggota dan rapat; 12. Foto-foto lembu yang sakit, mati dan yang sehat;

13. Proposal kelompok tani ternak gotong royong desa Bandar Tongah Kec. Bandar Huluan Kab. Simalungun;

14. Surat Perjanjian kerjasama Nomor : 88/HK.130/F3/08/2009, tanggal 18 Agustus 2009, antara Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Budidaya ternak Ruminansia dengan kelompok tani ternak gotong royong Desa Bandar Tongah Kec. Bandar Huluan Kab. Simalungun. 15. Kwitansi tertanggal 20 Agustus 2009 untuk pembayaran

kelembagaan ekonomi pedesaan melalui dana bantuan sosial Sarjana Membangun Desa (SMD) kepada kelompok tani ternak gotong royong desa Bandar Tongah Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun;

(14)

16. Rekapitulasi rencana usaha kelompok tani gotong royong tertanggal 20 Agustus 2009 yang ditandatangani oleh UDENG SARAGIH (Kasi SDM dan Usaha Tani pada Dinas Perikanan dan peternakan Kabupaten Simalungun), ZULKARNAEN (Ketua Kelompok Tani Gotong Royong), YUNIKA HARAHAP (Sarjana Membangun Desa), Ir. FAUZI LUTHAN (Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia);

17. Rencana usaha kelompok tertanggal 20 Agustus 2009 yang ditandatangani UDENG SARAGIH (Kasi SDM dan Usaha Tani pada Dinas Perikanan dan peternakan Kabupaten Simalungun), ZULKARNAEN (ketua kelompok tani gotong royong), SONIMEN (anggota kelompok tani gotong royong), MESNO (anggota kelompok tani gotong royong), YUNIKA HARAHAP (sarjana membangun desa).

18. Berita Acara Pembayaran dana bantuan sosial penguatan kelembagaan ekonomi pedesaan melalui SDM tertanggal 20 Agustus 2009 yang ditandatangani oleh ZULKARNAEN (Ketua Kelompok Tani Gotong Royong), Ir. FAUZI LUTHAN (Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia). 19. Surat Perjanjian kerjasama Nomor : 04/KTGT/BT/08/2009 tanggal

18 Agustus 2009 antara kelompok tani ternak gotong royong desa bandar tongah kecamatan Bandar huluan kabupaten Simalungun dengan Sarjana Membangun Desa (SMD);

20. Foto copy rekening Koran An. POKTAN BANDAR TONGAH dengan nomor rekening : 5353-01-004502-53-5.

Keseluruhannya agar tetap terlampir dalam berkas perkara.

5. Menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000.- (lima ribu rupiah) ;

3. Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Negeri Medan tanggal 05 Maret 2012 Nomor : 36/Pid.Sus.K/2011/PN.Mdn, yang amarnya berbunyi sebagai berikut :

(15)

- Menyatakan Terdakwa ZULKARNAIN, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Korupsi“ ;

- Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karenanya dengan pidana penjara selama : 3 (tiga) tahun dan pidana denda sebesar Rp. 150.000.000,-

( seratus lima puluh juta rupiah) dan jika denda tersebut tidak dibayar harus

diganti dengan hukuman kurungan selama 2 (dua) bulan ;

- Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 84.500.000.- ( delapan puluh empat juta lima ratus ribu rupiah ) dengan ketentuan bila mana uang pengganti tersebut tidak dibayarkan dalam waktu 1 ( satu ) bulan setelah putusan ini berkekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa dapat disita untuk dilelang, bila mana harta benda terdakwa tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka akan diganti dengan pidana penjaraselama 6 ( enam ) bulan. - Menyatakan masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan

seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ;

- Menyatakan Terdakwa tetap berada dalam tahanan ; - Menyatakan surat bukti berupa :

1. Kwitansi tertanggal 31 Desember 2009 untuk pembelian 3 (tiga) ekor lembu BX induk, anak dan lembu bakalan (perawan) sebesar Rp. 19.200.000,- (sembilan belas juta dua ratus ribu rupiah).

2. Kwitansi tertanggal 9 Februari 2010 untuk pembelian 3 (tiga) ekor lembu induk, 1 (satu) ekor BX dan 1 (satu) ekor anak sebesar Rp. 27.600.000,- (dua puluh tujuh juta enam ratus ribu rupiah).

3. Kwitansi tertanggal 14 Mei 2010 untuk panjar pembelian 1 (satu) unit mobil longbet tahun 1994 BK 8072 TF yang ditandatangani Paks Siska, Widu, Goliong sebesar Rp. 19.500.000,- (sembilan belas juta lima ratus ribu rupiah).

4. Kwitansi tertanggal 26 januari 2010 untuk pembelian sapi bunting Brahman Cross (BX) sebanyak 12 ekor sebesar Rp. 162.000.000,- (seratus enam puluh dua juta rupiah) yang ditandatangani oleh Edi Sumarsi.

(16)

5. Kwitansi tertanggal 29 Desember 2009, untuk pembelian sapi/lembu sebanyak 9 (sembilan) ekor sebesar Rp. 41.000.000,- (empat puluh satu juta rupiah) dari Ulim di Dolok Siantar.

6. Kwitansi tertanggal 29 Desember 2009 untuk pembelian mesin giling rumput dari Samidi di desa Bandar Tongah sebesar Rp. 8.500.000,- (delapan juta lima ratus ribu rupiah).

7. Surat Keterangan tertanggal 01 September 2010 dari Edi Sumasri selaku pemilik UD. SIMAS.

8. Surat Keterangan tertanggal 01 September 2010 dari Edi Sumasri selaku pemilik UD. SIMAS, bahwa kelompok tani gotong royong desa Bandar Tongah Kec. Bandar Huluan telah menitipkan 7 (tujuh) ekor lembu di UD. SIMAS.

9. Surat Keterangan tertanggal 09 Januari 2011 dari Edi Sumasri selaku pemilik UD. SIMAS, bahwa kelompok tani gotong royong desa Bandar Tongah Kec. Bandar Huluan telah menitipkan 7 (tujuh) ekor lembu di UD. SIMAS.

10. Surat Perjanjian antara Edi Sumasri dengan Zulkarnain tanggal 26 Januari 2010.

11. 1 (satu) buah buku absensi anggota dan rapat. 12. Foto-foto lembu yang sakit, mati dan yang sehat.

13. Proposal kelompok tani ternak gotong royong desa Bandar Tongah Kec. Bandar Huluan Kab. Simalungun.

14. Surat Perjanjian kerjasama Nomor : 88/HK.130/F3/08/2009, tanggal 18 Agustus 2009, antara Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Budidaya ternak Ruminansia dengan kelompok tani ternak gotong royong desa Bandar Tongah Kec. Bandar Huluan Kab. Simalungun.

15. Kwitansi tertanggal 20 Agustus 2009 untuk pembayaran kelembagaan ekonomi pedesaan melalui dana bantuan sosial Sarjana Membangun Desa (SMD) kepada kelompok tani ternak gotong royong desa Bandar Tongah Kec. Bandar Huluan Kab. Simalungun.

16. Rekapitulasi rencana usaha kelompok tani gotong royong tertanggal 20 Agustus 2009 yang ditandatangani Udeng Saragih (Kasi SDM dan Usaha

(17)

Tani pada Dinas Perikanan dan peternakan Kabupaten Simalungun), Zulkarnain (Ketua Kelompok Tani Gotong Royong), Yunika Harahap (Sarjana Membangun Desa), Ir. Fauzi Luthan (Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia).

17. Rencana usaha kelompok tertanggal 20 Agustus 2009 yang ditandatangani Udeng Saragih (Kasi SDM dan Usaha Tani pada Dinas Perikanan dan peternakan Kabupaten Simalungun), Zulkarnain (Ketua Kelompok Tani Gotong Royong), Sonimen (anggota kelompok tani gotong royong), Mesno (anggota kelompok tani gotong royong), Yunika Harahap (Sarjana Membangun Desa).

18. Berita Acara Pembayaran dana bantuan sosial penguatan kelembDM tertanggal 20 Agustus 2009 yang ditandatangani Zulkarnain (Ketua Kelompok Tani Gotong Royong), Ir. Fauzi Luthan (Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia).

19. Surat Perjanjian kerjasama Nomor : 04/KTGT/BT/08/2009, tanggal 18 Agustus 2009 antara kelompok tani ternak gotong royong desa Bandar Tongah Kec. Bandar Huluan Kab. Simalungun dengan Sarjana Membangun Desa (SMD).

20. Foto copy rekening Koran An. Poktan Bandar Tongah dengan nomor rekening : 5353-01-004502-53-5.

Tetap terlampir dalam berkas perkara.

- Membebani Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000,-

(lima ribu rupiah) ;

4. Akta permintaan banding yang dibuat dan ditanda tangani oleh Wakil Panitera Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Negeri Medan Nomor : 17/Akta.Pid.Sus.K/2012/PN.Mdn, yang menerangkan bahwa pada tanggal 09 Maret 2012, Jaksa Penuntut Umum telah mengajukan permintaan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri tersebut diatas, permintaan banding mana telah diberitahukan dengan sempurna kepada Terdakwa melalui Penasihat Hukumnya, pada tanggal 12 Maret 2012 ;

(18)

5. Akta permintaan banding yang dibuat dan ditanda tangani oleh Wakil Panitera Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Negeri Medan Nomor : 18/Akta.Pid.Sus.K/2012/PN.Mdn, yang menerangkan bahwa pada tanggal 12 Maret 2012, Terdakwa melalui Penasehat Hukumnya telah mengajukan permintaan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri tersebut diatas, permintaan banding mana telah diberitahukan dengan sempurna kepada Jaksa Penuntut Umum, pada tanggal 19 Maret 2012 ;

6. Memori Banding yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum tertanggal 15 Maret 2012 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Negeri Medan pada tanggal 15 Maret 2012, Memori Banding mana salinannya telah diberitahukan dan diserahkan kepada Terdakwa melalui Penasehat Hukumnya pada tanggal 19 Maret 2012 ;

7. Memori Banding yang diajukan oleh Penasehat Hukum Terdakwa tertanggal 02 April 2012 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Tinggi Medan pada tanggal 04 April 2012, Memori Banding mana salinannya telah diberitahukan dan diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum pada tanggal 18 April 2012 ;

8. Surat pemberitahuan untuk mempelajari berkas perkara tanggal 16 Maret 2012 Nomor : W2.U1/ 5459 /Pid.Sus.K/01.10/III/2012.- yang menerangkan bahwa kepada Jaksa Penuntut Umum dan Penasehat Hukum Terdakwa telah diberi kesempatan untuk mempelajari berkas perkara Nomor : 36/Pid.Sus.K/2011/PN.Mdn.- dikepaniteraan Pengadilan Negeri Medan, dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari sebelum berkas perkara dikirim ke Pengadilan Tinggi Medan ;

9. Akta Memeriksa Berkas Perkara (Inzage) yang diperbuat dan ditandatangani

oleh Wakil Panitera Pengadilan Negeri Medan bertanggal 26 Maret 2012, yang menerangkan bahwa Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa tidak mempergunakan haknya untuk mempelajari berkas perkara dalam tenggang waktu yang ditentukan Undang Undang, sebelum berkas perkara dikirim ke Pengadilan Tinggi Medan ;

(19)

Menimbang, bahwa oleh karena permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum maupun Kuasa Hukum Terdakwa masing-masing telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara-cara serta memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh Undang-Undang, maka permintaan banding tersebut secara formal dapat diterima ;

Menimbang, bahwa setelah Pengadilan tingkat Banding mempelajari dengan seksama berkas perkara dan turunan resmi Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan tanggal 05 Maret 2012 Nomor : 36/Pid.Sus.K/2011/PN-Mdn.- Pengadilan tingkat Banding pada prinsipnya sependapat dengan alasan-alasan dan pertimbangan hukum Pengadilan tingkat Pertama dalam putusannya, bahwa Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : “Korupsi” sebagaimana Dakwaan Kesatu, maka alasan-alasan dan pertimbangan hukum putusan Pengadilan tingkat Pertama diambil alih oleh Pengadilan tingkat Banding dan dijadikan sebagai

pendapatnya sendiri dalam memutus perkara ini ditingkat banding, karena sudah tepat dan benar ;

Menimbang, bahwa sebagaimana fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan seperti termuat dalam putusan Pengadilan tingkat Pertama, antara lain disebutkan :

1. Bahwa Terdakwa selaku Ketua Kelompok Tani mengajukan proposal yang disetujui oleh Direktorat Budidaya Ternak Rumianansia Direktorat Jenderal Peternakan Departeman Pertanian sebesar Rp.338.700.000.- (tiga ratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus ribu rupiah) sebagai Kegiatan Sarjana Membangun Desa (SMD), dana tersebut dikirim ke Rekening Kelompok Tani Gotong Royong ;

2. Bahwa berdasarkan Petunjuk Tehnis dari Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian, adalah sapi dikelola dan setelah besar atau bila menurut kelompok sudah memperoleh keuntungan, maka sapi dijual dan hasil penjualan bila ada keuntungan dapat dibagi kepada anggota Kelompok Tani, dengan ketentuan modal sapi tetap ada untuk dikelola dan dibudidayakan kembali ;

3. Bahwa Terdakwa selaku Ketua Kelompok Tani, mencairkan Dana Bantuan Sosial Sarjana Membangun Desa (SMD), setelah dana tersebut dicairkan,

(20)

Terdakwa tidak menyerahkan kepada Bendahara sebagai pemegang Kas Keuangan Kelompok Tani, tetapi menggunakannya sendiri, dengan petincian sebagai berikut :

1. Melakukan pembelian sapi sebanyak 31 (tiga puluh satu) ekor, dengan rincian :

a. Sapi BX sebanyak 12 ((dua belas) ekor sesuai RUK sebesar Rp.160.000.000.- (seratus enam puluh dua juta rupiah) ;

b. Sapi Bakalan sebanyyak 19 (sembilan belas) ekor, sebesar Rp.87.800.000.- (delapan puluh tujuh juta delapan ratus ribu rupiah) ; 2. Melakukan perbaikan kandang sebesar Rp.15.000.000.- (lima belas juta

rupiah) ;

3. Untuk administrasi Kelompok sebesar Rp.1.000.000.- (satu juta rupiah) ; 4. Menyalurkan dana bantuan social kepada Yunika Harahap, S.Pt. selaku

Sarjana Membangun Desa sebesar Rp. 30.700.000.- (tiga puluh juta tujuh

ratus ribu rupiah), yang dipergunakan untuk membeli :

a. Obat-obatan dan IB sebesar Rp. 1.500.000.- b. Pengolahan Limbah ternak sebesar Rp. 1.200.000.- c. Pengembangan HNT sebesar Rp. 1.000.000.- d. Pakan Konsentrat sebesar Rp. 9.000.000.- e. Pengembangan Kelembagaan sebesar Rp. 18.000.000.- 4. Bahwa jumlah sapi sebanyak 31 (tiga puluh satu) ekor, yang ttersisa hanya 7

(tujuh) ekor sapi, saat ini ada di kandang milik Kelompok Tani, 7 (tujuh) ekor sapi Brahman Cross(BX) dititipkan di UD SIMAS Pancur Batu, 4 (empat) ekor sapi mati dan 13 (tiga belas) ekor sapi milik Kelompok Tani, dijual oleh Tedakwa ;

5. Bahwa Terdakwa menjual 13 (tiga belas) ekor sapi tersebut atas inisiatif dan kemauan Terdakwa, tidak dibahas dalam Rapat Kelompok Tani, sedang uang hasil penjualannya dipegang/dikuasai oleh Terdakwa dan dipergunakan untuk : a. Membeli mobil pick up Chevrolet sebesar Rp.25.000.000.- (dua puluh lima

juta rupiah) ;

b. Membeli mesin giling sebesar Rp.8.500.000.- (delapan juta lima ratus ribu rupiah) ;

(21)

d. Terdawa berikan kepada Irvan Khaeir untuk membayar hutang Terdakwa kepada Irvan Khaeir sebesar Rp.10.000.000.- (sepuluh juta rupiah) pada saat Terdakwa mengikuti Sosialisasi di Padang, kepada Hendra Wiguna sebesar Rp.2.000.000.- (dua juta rupiah) ;

e. Terdakwa pergunakan uang sebesar Rp.1.000.000.- (satu juta rupiah) untuk mengurus speksi mobil pick up dan mengganti plat mobil ;

6. Bahwa Dana Bantuan Sosial Sarja Membangun Desa (SMD) berasal dari APBN ;

Menimbang, bahwa sebagaimana keterangan saksi UDENG SARAGIH, PNS pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Simalungun, mengatakan :

1. Bahwa penjualan sapi dibenarkan, karena kegiatan tersebut bersifat agribisnis, dimaksudkan pengembangan bagi Kelompok Tani, dan hasil penjualan dinikmati oleh Kelompok, dengan tetap menyediakan kembali modal usaha untuk pembelian ternak yang baru untuk dikelola kembali ;

2. Bahwa setahu saksi, Dana Bantuan dari Pemerintah Pusat adalah bersifat abadi, dalam artian tidak perlu dikembalikan dan tidak dibuat pertanggungjawaban pengembalian uang ;

Menimbang, bahwa keterangan saksi Ir. SAHAT HUTAURUK, PNS pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Simalungun, mengatakan :

1. Bahwa hasil penjualan dilakukan pembukuan, baru dibeli kembali ;

2. Bahwa Dana Bantuan bersifat abadi, dalam artian tidak ada disebutkan untuk dikembalikan ;

Menimbang, bahwa sebagaimana pertimbangan diatas, terbukti secara sah dan meyakinkan kesalahan Terdakwa melakukan penyimpangan dalam hal mengelola Dana Bantuan Sosial Sarjana Membangun Desa (SMD), tidak sebagaimana yang diperuntukkan, sehingga Pengurus Kelompok Tani yang dipimpin oleh Terdakwa, mengundurkan diri karena Terdakwa tidak transparan ; Kesalahan Terdakwa ini telah dipertimbangkan dalam putusan Pengadilan tingkat Pertama, oleh sebab itu kepada Terdakwa harus dijatuhi hukuman setimpal dengan kesalahannya ;

(22)

Menimbang, bahwa terhadap hukuman yang dijatuhkan kepada Terdakwa, Pengadilan tingkat Banding sependapat karena sudah tepat dan adil, dengan memperhatikan pula hal-hal seebagai berikut :

1. Tidak adanya pengalaman bagi Terdakwa untuk memelihara sapi, karena Terdakwa bukan peternak sapi ;

2. Para Pengurus Kelompok Tani yang dipimpin oleh Terdakwa mengundurkan diri, sehingga Terdakwa bekerja sendiri ; dan para Pengurus tidak keberatan apabila sapinya dijual oleh Terdakwa ;

3. Yunika Harahap, S.Pt. selaku Sarjana Membangun Desa (SMD) dalam keadaan sakit ;

Menimbang, bahwa kondisi organisasi dari Kelompok Tani yang tidak sempurna pelaksanaannya demikian, tidak mungkin Terdakwa selaku Ketua dapat menjalankan tugasnya dengan baik ; Keadaan demikian harus dipandang sebagai suatu hal yang meringankan bagi Terdakwa ; Apalagi Terdakwa memiliki

tanggungan keluarga ; Dan hukuman yang dijatuhkan sesuai kadar minimal yang ditentukan oleh Undang Undang ;

Menimbang, bahwa terhadap Memori Banding dari Pembanding Jaksa Penuntut Umum, pada pokoknya menyatakan :

1. Bahwa putusan Pengadilan tingkat Pertama tidak seesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, karena menurut Pengadilan tingkat Pertama, Terdakwa terbukti melakukan Penggelapan uang hasil penjualan 13 (tiga belas) ekor sapi, sedang menurut Pembanding Jaksa Penuntut Umum, Terdakwa telah terbukti melakukan Pengggelapan barang, yakni 13 (tiga belas) ekor sapi ;

2. Bahwa terhadap penjatuhan pidana tambahan terhadap Terdakwa, dipandang tidak mencerminkan rasa keadilan bagi masyarakat, sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi pelaku dan tidak mempunyai daya tangkal terhadap orang lain ;

Menimbang, bahwa tindakan Terdakwa menjual 13 (tiga belas) ekor sapi dapat dibenarkan menurut hukum, karena memang sapi-sapi tersebut untuk dijual, sedang hasil penjualannya dibelikan sapi-sapi lagi untuk dikelola, apabila ada keuntungan, baru dibagi kepada Pengurus Kelompok Tani tersebut, sehingga

(23)

Pengurus Kelompok Tani mendapatkan kesejahteraan ; Namun Terdakwa setelah menjual 13 (tiga belas) ekor sapi tersebut, uang hasil penjualannya dipergunakan oleh Terdakwa untuk kepentingan lain, misalnya untuk membeli mobil pick up Chevrolet dan lain sebagainya, sehingga dalam perkara ini yang digelapkan oleh Terdakwa adalah uang hasil penjualan 13 (tiga belas) ekor sapi, yang dipergunakan Terdakwa tidak sebagaimana mestinya ; Dengan demikian pertimbangan hokum Pengadilan tingkat Pertama sudah tepat dan benar ;

Menimbang, bahwa terhadap penjatuhan hukuman tambahan, ternyata mengenai uang pengganti sebesar Rp.84.500.000.- (delapan puluh empat juta lima ratus ribu rupiah) sudah sama, sedang mengenai hukuman penggantinya terdapat perbedaan, yaitu Pembanding Jaksa Penuntut Umum menuntut 1 (satu) tahun 3 (tiga) bulan penjara, sedang Pengadilan tingkat Pertama menjatuhkan 6 (enam) bulan penjara ;

Menimbang, bahwa diperbandingkan dengan hukuman / pidana yang

dijatuhkan oleh Hakim Pengadilan tingkat Pertama yaitu penjara 3 (tiga) tahun dan pidana denda sebesar Rp.150.000.000.- (seratus lima puluh juta rupiah), jika denda tidak dibayar harus diganti dengan hukuman kurungan selama 2 (dua) bulan ; Namun tuntutan Jaksa Penuntut Umum pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah Terdakwa tetap berada dalam tahanan dan membayar denda sebesar Rp.100.000.000.- (seratus juta rupiah) Subsidair 3 (tiga) bulan kurungan ;

Menimbang, bahwa penjatuhan hukuman terhadap Terdakwa harus

setimpal dengan kesalahannya, bersifat mendidik bagi Terdakwa, agar Terdakwa tidak mengulangi lagi perbuatannya, bukan merupakan balas dendam, sesuai rasa keadilan dan rasa kemanusiaan ;

Menimbang, bahwa dari uraian pertimbangan tersebut diatas, Pengadilan tingkat Banding tidak sependapat dengan Memori Banding dari Pembanding Jaksa Penuntut Umum, karena tidak beralasan hukum, oleh sebab itu Memori Banding tersebut harus dikesampingkan ;

(24)

Menimbang, bahwa terhadap Memori Banding dari Pembanding Penasehat Hukum Terdakwa pada pokoknya berperdapat agar Terdakwa dilepaskan dari segala tuntutan hukum, karena perbuatan Terdakwa bukan merupakan perbuatan pidana ;

Menimbang, bahwa dalam pertimbangan diatas maupun pada putusan Pengadilan tingkat Pertama, Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : “Korupsi”, oleh sebab itu Memori Banding dari Pembanding Penasehat Hukum Terdakwa tidak beralasan hukum dan harus dikesampingkan ;

Menimbang, bahwa dari pertimbangan diatas, cukup alasan bagi Pengadilan tingkat Banding untuk “Menguatkan” putusan Pengadilan Negeri Medan tanggal 05 Maret 2012 Nomor : 36/Pid.Sus.K/2011/PN-Mdn.-yang dimintakan banding ;

Menimbang, bahwa Terdakwa dalam perkara ini berada dalam tahanan Rutan, karena tidak cukup alasan untuk mengeluarkan Terdakwa dari tahanan dan agar Terdakwa tidak melarikan diri, maka kepada Terdakwa harus dinyatakan tetap berada dalam tahanan Rutan ;

Menimbang, bahwa karena Terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman, maka kepada Terdakwa harus dibebani untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan ;

Mengingat pasal 8 Jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang dirubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU No. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP, maupun ketentuan hukum lain yang berkenaan dengan perkara ini ;

(25)

- Menerima permintaan banding dari Pembanding Jaksa Penuntut Umum dan Penasehat Hukum Terdakwa ;

- Menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Negeri Medan tanggal 05 Maret 2012, No. 36/Pid.Sus.K/2011/PN.Mdn.- yang dimintakan banding tersebut ;

- Menetapkan agar Terdakwa tetap dalam tahanan Rutan ;

- Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan yang untuk tingkat banding sebesar Rp.5.000.- (lima ribu rupiah) ;

DEMIKIANLAH diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Tinggi Medan pada hari : SENIN, tanggal 07 MEI 2012, oleh Kami : DJOKO SEDIONO, SH.MH. Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Medan sebagai Hakim Ketua Majelis,

DR. MANGASA MANURUNG, SH., MKn, dan ROSMALINA SITORUS,

SH., MH., masing-masing Hakim Ad Hoc Tipikor pada Pengadilan Tinggi Medan sebagai Hakim-Hakim Anggota, yang ditunjuk berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Medan tanggal 30 Maret 2012 Nomor : 54/Pen.Pid.Sus.K/ 2012/PT-MDN, untuk memeriksa dan mengadili perkara ini pada peradilan tingkat banding, putusan mana diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari : SENIN, tanggal : 14 MEI 2012, oleh Hakim Ketua Majelis tersebut diatas dengan dihadiri oleh Hakim-Hakim Anggota serta : TJATUR WAHJOE B.SP, SH.M.Hum. Panitera pada Pengadilan Tinggi Medan, tanpa dihadiri oleh Jaksa

Penuntut Umum dan Terdakwa ;

Hakim-Hakim Anggota :

DR.MANGASA MANURUNG, SH,MKn.

Hakim Ketua Majelis,

(26)

ROSMALINA SITORUS, SH., MH.

P a n i t e r a,

TJATUR WAHJOE B.SP, SH.M.Hum.

Untuk salinan sesuai dengan aslinya. PANITERA,

TJATUR WAHJOE BSP, SH.MH.- NIP. 19630517 1991031 003.-

Referensi

Dokumen terkait

Faktor-faktor tersebut masing-masing terdiri dari beberapa atribut yang sudah dikelompokkan berdasarkan nilai korelasinya, antara lain: (1) faktor atribut produk

Meningkatkan hasil belajar pada aspek kognitif tingkat C.2 (pemahaman) dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan metode problem based learning pada siswa kelas IV

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor gaya hidup, faktor psikografis, dan faktor pengaruh lingkungan sosial dan fisik terhadap perilaku konsumen

Kekayaan sumberdaya alam mangrove yang terdiri dari struktur dan sifat yang kompleks terwujud dalam vegetasi yang unik, satwa serta asosiasi yang terdapat di

Kelompok yang berfungsi efektif dalam lingkungan sosial menurut Sumardjo (2003), mempunyai gejala-gejala sebagai berikut (1) keanggotaan dan aktivitas kelompok lebih

RINCIAN JUMLAH PEROLEHAN SUARA PARTAI POLITIK PARTAI PARTAI DAERAH PEMILIHAN DAERAH PEMILIHAN MODELDB-1 MODELDB-1 DPR DPR.. ANI RUKM UKMINI, M

Retribusi izin gangguan yang selanjutnya disebut retribusi adalah pembayaran atas pemberian izin tempat usaha kepada orang atau badan di lokasi tertentu yang menimbulkan

Berdasarkan uraian di atas dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pelumuran pasta kunyit pada permukaan daging sapi terhadap total bakteri proteolitik, pH, kadar