• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hama Penting pada Tanaman Padi 1. Jenis hama padi 2. Bioekologi hama padi 3. Pengelolaan hama padi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hama Penting pada Tanaman Padi 1. Jenis hama padi 2. Bioekologi hama padi 3. Pengelolaan hama padi"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)

Hama Penting pada Tanaman Padi

1. Jenis hama padi

2. Bioekologi hama padi

3. Pengelolaan hama padi

(2)

Jenis hama yang menyerang tanaman padi: 1. Penggerek batang padi

2. Wereng batang coklat 1. Wereng hijau

2. Walang sangit L.otorius 3. Kepinding tanah

4. Hama penghisap malai/ Walang sangit L.otorius

5. Tikus 6. Ganjur

7. Hama putih palsu 8. Hama putih

9. Ulat grayak

(3)

13. Ulat tanduk hijau. 14. Ulat jengkal palsu 15. orong-orong

16. Lalat bibit 17. Keong mas 18. burung

(4)

Wereng batang coklat Nilaparvata lugens

Bioekologi WBC

• Rumpun tanaman padi, bagian pangkal

rumpun (nimfa dan imago).

• Imago makroptera berkembang menjadi

nimfa pd 5 MST.

• Stadium telur 8-10 hari.

• Siklus hidup 21-28 hari daerah tropis. • Lama hidup imago jantan 21 hari.

• Lama hidup imago betina 25 hari.

• Imago menghasilkan telur 270-902 butir/1 siklus hidup.

(5)

WBC

(6)

• Perkembangan generasi pertama sebagian akan menjadi imago brakiptera (imago tak bersayap).

• Stadium nimfa 12-15 hari

• Imago brakiptera ditemukan pd 7 dan 8 MST.

• Imago brakiptera menghasilkan telur lebih banyak dibanding imago makroptera.

• Merupakan serangga r-strategic (mampu

berkembang biak dgn cepat &

memanfaatkan sumber nutrisi dg baik)

(7)

• Rata-rata 3 ekor per rumpun pd 6 MST / 5 ekor per rumpun pd 6 MST tdk perlu

dikendalikan.

Gejala WBC

• Gejala serangan, menyerang pd semua

tahap pertumbuhan mulai semai hingga panen.

• Nimfa dan imago dewasa menyerang dg

cara menghisap cairan tanaman pd bagian pangkal padi.

• Tanaman yg terserang menjadi layu, daun menguning mulai dr daun tua kemudian cepat meluas dg cepat ke seluruh bagian tanaman & akhirnya mati.

(8)

• Padi menjadi kuning & kering dg cepat (warna coklat spt terbakar (hopperburn) • Populasi tinggi mengakibatkan matinya

tanaman dlm 1 hamparan (puso).

• Tanaman spt terbakar jk populasi tinggi dan padi dr varietas rentan yg ditanam.

• Menularkan virus kerdil hampa (ragged

stunt) & virus kerdil rumput (grassy stunt) • Ledakan terjadi:

1. Penggunaan pestisida yg tdk tepat. 2. Penanaman varietas tahan,

3. Pemupukan kurang tepat,

4. Kondisi lingkungan yg cocok utk wbc: lembab & panas.

(9)
(10)

Pengendalian WBC

• Penggunaan varietas tahan (Inpari -13)

• Penanaman serempak, dg selisih panen

paling lama 4 minggu, untuk mencegah tumpang tindih populasi wbc antar

generasi, krn siklus hdp wbc dpt terputus pd saat pengolahan di antara 2 periode tanam.

• Pergiliran tanaman, minimal 1 kali tanam non padi, atau dibiarkan bera selama 2 bulan/ thn.

(11)

Pengendalian Hayati Predator wereng batang coklat:

• Kumbang jelajah (Paederus fucipes)

• Kepik mirid (Cyrtorhinus lividipennis), Micrivelia douglasi

• Laba-laba pemburu (Pardosa

pseudoannulata) memangsa 10-12 imago /15-20 nimfa

wbc/hari.

Beauveria bassiana, Metharrizium, Hirsutella citriformis.

(12)

Pengendalian Kimia

• Ambang ekonomi 10 ekor/rumpun pada < 40 HST, 20 ekor/rumpun pada > 40 HST, • Pd varietas tahan tdk perlu insektisida,

kecuali ketahanannya patah.

• Tepat jenis, tepat sasaran, tepat cara, tepat waktu, tepat konsentrasi, tepat lokasi.

• Keringkan tanaman padi sebelum aplikasi insektisida

• Aplikasi dilakukan saat air embun tdk ada • Buprofezin, BPMC, fipronil, imidakloprid. • Tepat air pelarut 400-500 l/ha.

(13)
(14)

Tikus sawah (Rattus argentiventer) • Penyebab kerusan terbesar terutama

dataran rendah dg pola tanam intensif. • Sulit dikendalikan.

• Mobilitas & perkembangbiakan yg cepat serta daya rusak yg tinggi.

• Menyerang persemaian hg panen.

Pengendalian

• Dilakukan secara dini, intensif & terus menerus dg berbagai teknologi

pengendalian yg sesuai. Prioritas sebelum tanam, secara bersama-sama oleh petani.

(15)

TBS (traps barrier System)

• Petakan sawah ukuran 20-50 m2

• Pasang ajir setiap 1 m bentangan pagar

• Gunakan tali/kawat utk menegakkan pagar

plastic, pagar dibenamkan 10 cm di bawah agar tikus tdk menerobos melalui bagian bawah, dipasang setinggi 60 cm utk

mencegah loncatan dr atas tanah.

• Buat saluran air di bagian luar pagar dg lebar 0.5 m,

• Pasang 1-2 bubuk perangkap pd setiap sisi (dipasang serapat mgkin dg pagar, tanpa celah yg memungkinkan tikus masuk

(16)

• Pasang jalan masuk dg meletakkan lumpur di depan pintu masuk perangkap.

• Perangkap dirapatkan dg pagar menggunakan ajir bambu.

• Perangkap dipasang di atas pematang

/permukaan air & ditutup dg jerami.

• Gundukan lumpur diletakkan di depan pintu masuk perangkap sbg jalan masuk tp tdk

menghambat aliran air.

(17)
(18)

Gropyokan

• Dg peralatan lengkap (pemukul, emposan, jaring) dilakukan oleh seluruh komponen

masy terkoordinir & terencana dlm hamparan tanaman luas.

Pengumpanan

• Rodentisida yg dicamur dg gabah diletakkan pd lalulintas tikus.

Penggenangan

• Pengenangan lobang tikus pd saat penyemaian

(19)

Sanitasi habitat

• Selama musim tanam padi, membersihkan

gulma, semak pd habitat utama: tanggul irigasi, batas perkampungan, jalan sawah, pematang, parit, saluran irigasi. Tinggi & lebat pematang < 30 cm agar tdk

digunakan sbg tempat sarang. Pengendalian hayati

• kucing, burung hantu

Tanam & panen serempak

(20)

Fumigasi/pengemposan

• Membunuh di dalam sarang. Tutup

lubang tikus dg lumpur setelah fumigasi & sarang tdk perlu dibongkar.

• Lakukan fumigasi selama masih

dijumpai sarang tikus terutama stadium generative padi.

(21)

Keong mas (Pomacea canaliculata) • Memarut jaringan tanaman &

memakannya & menyebabkan bibit hilang.

• Makan tanaman muda.

• 10 hr pertama padi tanam pindah & sebelum tanaman berumur 21 hari pd system tabela (tanam benih secara

(22)
(23)

Pengendalian • Musuh alami

bebek

• Pemungutan

Pungut keong & hancurkan telurnya.

Tancapkan tongkat & bamboo utk menarik keong dewasa agar meletakkan telurnya.

• Penggunaan umpan

Tempatkan pisang & papaya di tepi sawah utk menarik keong agar pemungutan keong lbh mudah.

(24)

• Pengelolaan air

Keong aktif pd air yg diam, perataan tanah & pengeringan sawah membantu mengurangi

kerusakan.

• Penggunaan tanaman beracun

Daun Monochoriavaginalis, tembakau.

• Pencegahan masuk ke sawah

Penyaring kawat/anyaman bamboo pd saluran keluar masuk irigasi utama utk mencegah

masuknya keong. Kurang efektif krn keong

melakukan hibernasi (mengubur dirinya sendiri ketika tanah mengering)

(25)

Kimia

(26)

Wereng Punggung Putih S. furcifera

Bioekologi:

• Pada rumpun tanaman padi, bagian

pangkal rumpun (nimfa dan imago).

• 3 MST ditemukan.

• Gejala serangan sama seperti gejala pd WBC yaitu hopperburn.

• Rendahnya populasi WPP karena kompetisi

dg WBC dan varietas padi yg menjadi inangnya., keberadaan musuh alami.

• Musuh alami: laba-laba, kumbah jelajah (P. fucipes), kepik mirid (C. lividipennis)

(27)
(28)

Wereng hijau Nephotettix virescens

• Pada permukaan daun

• Imago bertelur 200-300 butir.

• Menghisap cairan sel tanaman dari bagian pinggir daun, tidak menyukai pelepah atau daun bagian tengah.

• Vektor virus tungro, menyebabkan padi menjadi kerdil, anakan sedikit,

(29)
(30)
(31)

Kepinding Tanah Scotinophara coarctata

Hemiptera: Pentatomidae Bioekologi:

• Pada rumpun tanaman padi, bagian pangkal

rumpun.

• 3 MST.

• Imago betina menghasilkan telur 200 butir. • Paurometabola: telur, nimfa, imago.

• Siklus hidup 32-35 hari. • Stadium telur 4-7 hari.

• Berkembang biak dg cepat, sulit dikendalikan karena berada di antara batang pd bagian pangkal rumpun padi.

(32)

• Telur diletakkan pd permukaan daun 12 -17 hr setelah kopulasi, berderet 2 / 4 baris dg panjang telur 1 mm, warna putih, berubah jingga saat netas.

• Nimfa warna coklat muda & kuning dg

bercak hitam.

• Stadia nimfa 25-30 hari. 5 instar. Ganti kulit setelah 4-7 hari.

• imago coklat atau kuning bagian toraks,

(33)

• Siklus hidup 32-35 hari.

• Imago mampu hidup sampai 7 bulan &

mampu dorman dg bersembunyi di

rekahan tanah.

• Mampu menghasilkan keturunan 2-3

generasi selama hidup.

• Bersembunyi di antara batang pd bagian

pangkal batang padi siang hari & aktif ke bagian atas tanaman pd malam hari.

• Nimfa & imago menghisap cairan tanaman malam hari.

(34)

• Imago tertarik cahaya & dapat terbang malam hari.

• Nimfa & imago menghisap cairan tanaman pd bagian batang & mengakibatkan tanaman

menjadi kerdil dg daun warna coklat

kemerahan/kuning.

• Serangan awal musim menyebabkan

pengurangan jumlah anakan & tanaman

menjadi kerdil.

• Kepinding tanah yg menyerang malai

mengakibatkan malai tidak berkembang

(35)
(36)

• Populasi tinggi, menyebabkan tanaman mati,

diawali dg perubahan warna kuning

kemerahan & akhirnya menjadi coklat.

• Serangan pd fase vegetative awal

menyebabkan berkurangnya jumlah anakan dan rumpun menjadi kerdil.

• Berkurang jumlah anakan, pertumbuhan

(37)

• Gejala serangan:

 Tiba-tiba tanaman muda layu, shg tanaman

tdk bisa berkembang sempurna & anakan

hanya sedikit. Ketika berbuah tidak

serempak & saat panen banyak bulir padi yg kosong.

 Terjadi pengurangan energy & unsur hara.

• Sulit dikendalikan krn berada dalam tanah & berlindung di antara celah pangkal batang padi.

(38)

Kepinding Tanah Scotinopharacoarctata

• Musuh alami

a.Agonium daimio (Coleoptera: carabidae)

b.Stenonabis tagalicus (Hemiptera: Nabidae) c.Rana sp. (Ranidae)

Parasitoid telur:

a. Telenomus cyrus (Hymenoptera: Scelionidae) b. T. tritus (Hymenoptera: Scelionidae)

• Kultur teknis: menanam serentak, mengatur jarak tanam (Cahaya Matahari).

• Lampu perangkap saat bulan purnama,

(39)

• Manajemen pengairan (pengairan berselang), kondisi kering & tergenang secara bergantian. Pengairan 10 cm.

(40)
(41)

Populasi kepinding tanah rendah disebabkan: 1. Kehadiran musuh alami

2. Penurunan populasi pd akhir masa tanam 3. Tanaman padi memeasuki fase generative

akhir shg nutrisi yg ada menjadi sedikit. 4. Populasi 10 ekor per rumpun dpt

(42)

Kepik hijau N. viridula

• Imago berada pada rumpun

• 4 MST

• Puncak populasi 7 MST

• Polifag (80 spesies inang): Leguminosae, graminae, Solanaceae, Pedaliaceae, 20 faili lainnya.

• Hama utama kacang-kacangan.

• Predator kumbang jelajah P. fuscipes,

kemampuan memangsa 4 nimfa WBC per hari, memangsa berbagai stadia wereng, kecuali telur.

(43)
(44)

• Predator O. nigrofasciata Kemampuan memangsa 4-5 nimfa WBC/hari.

• Kepik mirid C. lividipennis memangsa telur WBC, WPP dan WH 7-10 telur/hari, nimfa instar 1.

(45)

Penggerek batang padi

• Penggerek batang kuning Scirpophaga

(Tryporyza) incertulas (Lepidoptera) (Pyralidae)

• Penggerek batang putih Scirpophaga (Tryporyza) innotata

• Chilo suppressalis/ penggerek batang padi bergaris

• Chilo polychrysus

• Sesamia inferens/penggerek batang padi merah jambu

(46)

Gejala

• Kematian tunas, kematian malai dan larva penggerek batang.

• Menyerang padi mulai persemaian sampai

(47)

Sundep

Gejala serangan pd stadia vegetativ. Larva memotong bagian tengah anakan sehingga aliran hara ke bagian atas tanaman terganggu menyebabkan pucuk layu & akhirnya mati.

Beluk

Gejala serangan pada fase generativ. Larva menggerek tanaman yg akan bermalai, shg aliran hasil asimilasi tidak sampai ke dalam bulir padi. Shg proses pengisian bulir padi akan terhambat, akibatnya banyak gabah

hampa. Malai mudah dicabut dan pd

pangkalnya terdapat bekas gerekan larva. Kelihatan warna putih.

(48)

Larva penggerek batang padi kuning instar 1 segera menyebar setelah menetas, mencari anakan tanaman padi dan segera masuk ke batang tanaman, kemudian memakan bagian dalam batang padi.

Larva sulit dikendalikan karena terlindungi dari musuh alami dan insektisida, sehingga dapat gagal panen.

(49)
(50)
(51)

Jenis hama padi AE hama pd harga gabah saat panen (Rp/kg)

900 1800 2250 2700 3150

Penggerek-vegetative* 6 4 3 4 hr setelah penerbangan

ngengat Penggerek-generative* 9 7 4

Ulat grayak** 15 12 8 6 5

Hydrellia** 19 15 9 8 6

Pelipat daun** 12 10 6 5 4

* Intensitas serangan, ** kerusakan daun

Ambang batas ekonomi serangan hama

penggerek batang padi adalah 2 ngengat dewasa/ 1 kelompok telur/m2 / 10% sundep / 2% beluk.

(52)

Pengendalian pengerek batang padi 1. Kultur teknik

Pemupukan, waktu tanam yg tepat, hindari tanam hujan karena sangat cocok suhu, kelembapan dan CH utk perkembangan hama

penggerek batang. Penerbangan walang

sangit memiliki kekhasan, pd waktu-waktu ttt jumlahnya sangat banyak & disaat lain praktis sedikit.

(53)

3. Pengolahan tanah & penggenangan

Membalikkan sisa olahan tanah sampai sisa tanaman terpendam kemudian digenangi

selama beberapa hari shg larva yg

tertinggal dalam batang bisa mati & pupa gagal menjadi ngengat.

4. Sanitasi lahan

Membersihkan lingkungan pertanaman yg

terserang sundep/beluk, dg cara

memotong sisa tanaman hg pangkal

(54)

5. Mekanik

Pengambilan kelompok telur secara

intensif di semaian, penangkapan ngengat secara massal menggunakan lampu, 23

lampu petromak / ha. Penggunaan feromon.

6. Penggunaan varietas tahan

(55)

7. Biologi

Penggunaan musuh alami. Belalang

Conochepalus longipennis merupakan

predator telur penggerek batang. Laba-laba, capung, burung : predator ngengat.

Parasitoid telur penggerek batang padi:

Trichogramma japonicum, Telenomus

(56)

8. Insektisida

Pemantauan sebelum aplikasi insektisida.

Pemantauan menggunakan lampu

perangkap/ feromon. Utk mengatasi

penggunaan insektisida secara berlebihan.

Ambang kendali stadia vegetative:

kerusakan 6%, generative = 10%.

Bahan aktif: karbofuran, tiokloprid, fipronil,

karbosulfan (sistemik). Dimehipo,

(57)

9. Feromon seks

Senyawa kimia yg dikeluarkan oleh ngengat betina yg masih virgin. Memiliki sifat merangsang serangga jantan menemukan

serangga betina utk melangsungkan

perkawinan. Dalam pengendalian senyawa yg digunakan adalah senyawa sintetik.

Komunikasi antara ngengat jantan dan betina terganggu, shg terhambat proses perkawinan.

(58)
(59)

Walang sangit L.otorius/ Penghisap Malai

• Imago berada pd rumpun/ malai.

• 4 MST.

• Hidup di pertanaman padi selama fase

vegetatif atau sekitar gulma (Echinovhloa crusgalli, E. colonum).

• 6 MST meningkat populasinya.

• Generatif awal walang sangit menghisap bulir padi yg sedang mengisi.

• Kerusakan bulir padi lbh tinggi jk WS menyerang padi saat matang susu.

(60)

• Jk diganggu , mempertahankan diri dg mengeluarkan bau menyengat sehingga menarik spesies yg lain.

• Merusak pd fase berbunga hg matang susu.

• Kerusakan yg ditimbulkan beras berubah warna & mengapur, serta gabah hampa.

• Kerusakan hebat disebabkan oleh imago yg menyerang tepat pd masa berbunga, sdk nimfa terlihat merusak secara nyata pd instar ke 3.

• Serangan dewasa menyebabkan turunya

(61)

• 5 ekor walang sangit pd tiap 9 rumpun tanaman akan merugikan hasil 15%, 10 ekor tiap 9 rumpun menurunkan hasil 25%.

• Kerusakan tertinggi biasanya terjadi pd

tanaman di lahan yg sebelumnya banyak ditumbuhi rumput serta tanaman berbunga paling akhir.

(62)

Pengendalian walang sangit

• Mengendalikan gulma

• Meratakan lahan, memupuk secara merata.

• Menangkap sebelum stadia pembungaan.

• Mengumpan dg daging busuk, kotoran

ayam.

• Insektisida ba BPMC, MIPC, fipronil,

(63)

Pengendalian ramah lingkungan thd Walang sangit:

a. Pemanfaatan perangkap busuk

Menggunakan keong busuk sebagai

perangkap, sebagai pengalih perhatian tdk utk membunuh. Dipasang di tepi sawah dg jarak antar perangkap 10-15 m. walang sangit datang bergerombol utk makan & menghisap cairannya.

b. Menggunakan obor & asap.

kurang efektif krn musuh alami ikut tertarik & terbunuh.

(64)
(65)

• Penggunaan asap dr bahan galian batu bara Bau yg menusuk dpt mempengaruhi

(66)
(67)

Laba-laba Predator

Famili Lycosidae, oxypidae, salticidae,

Linyphiidae, Araneidae, Tetragnathidae Linyphiidae, ditemui pd pangkal batang umur 3 MST hingga panen. Memangsa

nimfa wereng 4-5 ekor/hari. Mobilitas tinggi mencari mangsa. 1 rumpum padi populasinya 30-40 ekor.

Lycosidae (Pardosa

pseudoannulata) mengkonsumsi 5-15 mangsa/hari (WBC & WH).

(68)
(69)

Laba-laba rahang panjang (Tetragnathidae) • Efektif utk walang sangit.

• Pd tajuk tanaman padi dijumpai.

• Memerangkap mangsa dg jarring.

• Menurun populasi krn padi menua dan

serangga hama berkurang. Predator

(70)
(71)

Orong-orong

• Anjing tanah

• Penggenagan tanaman menyebabkan

pindah ke pematang.

• Merusak semua fase pertumbuhan.

• Memotong tanaman pd pangkal batang.

• Merusak akar muda & pangkal tanaman yg berada dalam tanah.

(72)
(73)

Pengendalian

• Pengolahan tanah membunuh nimfa & telur.

• Mekanis, saat berenang.

• Penggenagan sawah 3-4 hari, membunuh

telur dlm tanah.

• Penggunaan umpan (sekam campur insek).

(74)

Referensi

Dokumen terkait

Populasi larva mengalami penurunan sampai umur padi 6 MST (15 ekor), penurunan populasi larva, karena larva dari penggerek batang padi sudah mencapai stadium pupa,

Stadia tanaman yang paling rentan adalah pada fase pembibitan sampai stadia anakan.. Stadia hama yang merusak adalah

Hama yang sering mengganggu tanaman padi Pak Abdul Jalil adalah hama seperti burung pipit yang sering memakan padi milik Pak Jalil di sawah yang dapat mengganggu pertumbuhan

Beberapa jenis predator seperti laba- laba, kumbang kubah dan kumbang tanah, mencari mangsa seperti wereng daun, wereng batang, ngengat dan larva penggerek batang

Serangan larva penggerek pada satu batang utama dapat mengakibatkan kehilangan hasil sekitar 43,8% atau bahkan tanaman mengalami kematian total bila seluruh batang

Persentase batang terserang penggerek batang padi tanpa tumbuhan berbunga dan dengan tumbuhan berbunga pada berbagai umur tanaman padi Jumlah dan PersentaseBulir TerserangHama Perusak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaman dan kesamaan parasitoid yang berasosiasi dengan hama penggerek batang padi kuning, kelimpahan populasi parasitoid hama penggerek

Populasi larva mengalami penurunan sampai umur padi 6 MST (15 ekor), penurunan populasi larva, karena larva dari penggerek batang padi sudah mencapai stadium pupa,