• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KELAYAKAN BISNIS DARI PENILAIAN AS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STUDI KELAYAKAN BISNIS DARI PENILAIAN AS"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

STUDI KELAYAKAN BISNIS DARI PENILAIAN ASPEK

PASAR DAN PEMASARAN

Tugas ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG

2017 Kelas 6 B Kelompok 3

Lia Rosalina 41152010140012

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu. Dengan pembuatan Makalah ini bermaksud untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis mengenai Penilaian Aspek-aspek dalam Studi Kelayakan Bisnis khususnya Penilaian Aspek Pasar dan Pemasaran (Peramalan Permintaan).

Dan tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini . kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu kami menerima kritik dan saran yang membangun untuk memperbaiki pembuatan makalah selanjutnya.

Atas kritik dan saran yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.

Bandung , Maret 2017

Penulis

(3)
(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tidak mungkin dapat mencari sendiri pembeli ataupun konsumennya. oleh karena itu, produsen dalam kegiatan pemasaran produk atau jasanya harus membutuhkan konsumen mengenai produk atau jasa yang dihasilkannya. Sebagaimana diketahui bahwa keadaan dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu mengalami perubahan yang terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan umumnya dan pada bidang pemasaran khususnya.

Disamping itu strategi pemasaran yang diterapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut. Dengan demikian strategi pemasaran harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang dilakukan perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau paduan pada beberapa sasaran pasar.

(5)

suatu perusahaan. Oleh karena itu, di dalam aspek pasar dan pemasaran, baik untuk perusahaan yang sudah berjalan maupun bagi perusahaan yang baru akan berdiri perlu dilakukan suatu studi tentang kelayakan terlebih dahulu. Pada intinya aspek pasar dan pemasaran adalah untuk mengetahui berapa besar pasar yang akan di masuki, struktur pasar dan peluang pasar yang ada, prospek pasar di masa yang akan datang serta bagaimana strategi pemasaran yang harus dilakukan.

Pasar sangat turbulence dan tingkat persaingan sangat tinggi justru muncul banyak peluang yang dapat dimanfaatkan. Bagi produsen yang kreatif, setiap masalah selalu ada peluang, bukan sebaliknya selalu ada masalah pada setiap peluang. Kelemahan-kelemahan market leader dapat diindentifikasi dengan melakukan marketing research secara periodik salah satu contoh dari kegagalan

Nokia Corporation dalam mempertahankan kepemimpinan pasar telepon seluler. Penyebab kegagalan peusahaan ini terletak pada manajemen operasionalnya, dimana mereka terlambat untuk menciptakan produk baru dalam waktu yang lama, sehingga perusahaan pesaing yang sudah terlebih dahulu memasarkan produk barunya dapat mengalahkan pamor Nokia.

(6)

beberapa produk Nokia. Dan hal tersebut di perburuk dengan cepatnya perkembangan produsen alat telekomunikasi lain seperti Apple dengan iPhone-nya dan Samsung dengan AndroidiPhone-nya. Penyebab kegagalan peusahaan ini terletak pada manajemen operasionalnya, dimana mereka terlambat untuk menciptakan produk baru dalam waktu yang lama, sehingga perusahaan pesaing yang sudah terlebih dahulu memasarkan produk barunya dapat mengalahkan pamor Nokia. Adapun kesalahan operasional yang dilakukan nokia adalah Nokia terlalu fokus mengembangkan symbian tanpa memberikan inovasi yang berarti. Nokia tidak fokus pada pengembangan hardware (phone) saja, usaha Nokia untuk mengambangkan software (Symbian, Megoo) malah membuat Nokia tidak fokus. Strategi mengganti symbian dengan Windows 8 (Microsoft) tidak berhasil,

dan membuang hasil R&D symbian yang telah memakan banyak biaya. Tidak adanya Collaborative Innovation yang kuat di Nokia (meskipun akhirnya menggandeng Microsoft), tidak seperti Samsung yang sedari awal sadar ia tak akan mampu melawan kompetensi software Apple. Karena itu ia segera melakukan kolaborasi dengan software Android milik Google.

(7)

ide bisnis. Berangkat dari hasil riset ini pula kita menentukan strategi pemasaran, yang kemudian kita bangun positioning-nya atau lebih kita kenal sebagai branding (Brand Building), dan kemudian disusul oleh rencana pemasaran

lainnya.

Apabila tidak melakukan riset pasar maka hasilnya adalah bisnis kita menjadi besar hanya dalam fikiran dan dunia kita sendiri. Kita tidak akan tahu bagaimana perkembangan pasar diluar sana, bagaimana perkembangan permintaan pasar terhadap produk kita sendiri, bagaimana pertumbuhan pesaing dalam dunia bisnis sejenis. Maka kita hanya tinggal menunggu waktu, kapan bisnis kita akan segera tutup.

1.2 Identifikasi Masalah

1. Apa saja manfaat dalam studi kelayakan bisnis?

2. Apa saja penilaian studi kelayakan bisnis dari aspek pemasaran? 3. Apa saja strategi dalam memasarkan produk?

1.3 Maksud Dan Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah yaitu :

1. Untuk mengetahui manfaat dari studi kelayakan bisnis.

(8)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Studi Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan bisnis adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek dilaksanakan dengan berhasil. Menurut Husain Umar ( 1997) menyatakan Studi Kelayakan Bisnis adalah suatu penelitian layak atau tidaknya suatu proses besar yang biasanya merupakan proyek investasi itu dilaksanakan. Dalam hal ini disebut juga dengan Feasibility study merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan. Pengertian layak tersebut dalam penilaian ini adalah kemungkinan dari proyek atau bisnis yang direncanakan dapat memberikan manfaat baik dalam keuntungan secara finansial maupun keuntungan sosial. Studi kelayakan bisnis merupakan penelitian yang sangat penting untuk dilakukan sebelum seseorang atau sekelompok orang memulai sebuah usaha. Beberapa manfaat studi kelayakan bisnis, antara lain:

1. Menghindari resiko kerugian

(9)

langkah menunda atau membatalkan rencana bisnis yang mendapatkan penilaian tidak layak dalam studi kelayakan bisnis.

2. Memudahkan perencanaan bisnis

Studi kelayakan bisnis dapat membantu pelaku bisnis untuk menyusun rencana kegiatan bagi perusahaan. Studi kelayakan bisnis yang telah dilakukan sebelum bisnis dibangun akan memudahkan pelaku bisnis menentukan program perusahaan seperti apa yang dapat mendatangkan benefit lebih bagi perusahaan.

3. Memudahkan pelaksanaan bisnis

Studi kelayakan bisnis akan berguna untuk membantu pelaku bisnis merealisasikan program-program perusahaan. Pelaku bisnis dapat mengevaluasi kebijakan apa yang sekiranya akan memberikan keuntungan dan kebijakan apa yang justru akan menimbulkan kerugian.

4. Memudahkan pengawasan

(10)

5. Memudahkan pengendalian

Studi kelayakan bisnis berguna pula untuk memudahkan proses pengendalian dalam perusahaan. Jika sewaktu-waktu terjadi gangguan, pelaku bisnis dapat dengan cepat menentukan aspek mana yang menjadi pusat dari kekacauan tersebut. Selanjutnya, pelaku bisnis dapat dengan cepat pula mengendalikan masalah yang muncul dengan mencari solusi berdasarkan studi kelayakan bisnis yang telah dilakukan sebelumnya.

2.2 Aspek Pasar dan Pemasaran

Pasar dan Pemasaran

Setiap ada kegiatan pasar selalu diikuti oleh pemasaran dan setiap kegiatan pemasaran adalah untuk mencari atau menciptakan pasar. Pengertian pasar secara sederhana dapat diartikan sebagai tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi. Pengertian ini mengandung arti pasar memiliki tempat atau lokasi tertentu. Namun dalam praktiknya pengertian pasar dapat lebih luas lagi. Artinya pembeli dan penjual tidak harus bertemu disuatu tempat untuk melakukan transaksi, tetapi cukup melalui sarana elektronik seperti, faksimili atau melalui internet.

(11)

jasa tertentu. Dalam pasar ini konsumen melakukan transaksi, hal ini disebabkan konsumen didukung dengan minat atau keinginan untuk membeli serta memiliki pendapatan atau akses. Jika masih merupakan keinginan dan suatu saat apabila telah memiliki pendapatan dan ada akses merekan akan membeli, kelompok ini merupakan pasar potensial.

Pasar juga dapat diartikan pula sebagai mekanisme yang terjadi antara pembeli dan penjual atau tempat pertemuan antara kekuatan permintaan dan penawaran. Permintaan adalah jumlah barang yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang atau jasa adalah :

1. Harga barang itu sendiri.

2. Harga barang lain yang memiliki hubungan (barang pengganti atau barang pelengkap).

3. Pendapatan

4. Selera

5. Jumlah penduduk.

6. Faktor khusus (akses)

Selanjutnya pengertian penawaran adalah jumlah barang dan atau jasa yang ditawarkan produsen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran suatu barang atau jasa adalah :

(12)

2. Harga barang lain yang memiliki hubungan (barang pengganti atau barang

Jumlah permintaan dan penawaran serta jenis barang yang ada di pasar saat ini dapat dijadikan dasar untuk mengetahui struktur pasar atas produk atau jasa tersebut. Adapun struktur pasar yang ada bisa dikelompokkan ke dalam :

1. Pasar persaingan sempurna

Suatu pasar di mana terdapat sejumlah besar penjual dan pembeli, sehingga tindakan penjual secara individu tidak mempengaruhi hargan barang dipasar. Produk yang dihasilkan produsen relatif sama (homogen). Dalam pasar ini setiap produsen adalah pengambil harga (price taker). Promosi tidak begitu diperlukan dan untuk mencari keuntungan perusahaan harus mampu menentukan berapa tingkat produksi yang akan dihasilkan.

2. Pasar persaingan monopolistik

(13)

3. Pasar oligopoli

Sebuah struktur pasar yang hanya terdapat sedikit penjual. Barang yang dihasilkan adalah barang standar dan barang berbeda corak. Hambatan untuk memasuki industri ini sangat sulit, hal ini disebabkan modal yang diperlukan relatif besar. Peran iklan sangat dominan untuk meningkatkan penjualannya. Perusahaan dalam pasar ini jarang bersaing mengenai harga, tetapi bersaing pada faktor lain seperti kualitas atau desain.

4. Pasar monopoli

Struktur pasar di mana hanya terdapat satu penjual saja. Barang yang dihasilkan tidak mempunyai barang pengganti yang mirip. Sangat sulit memasuki industri ini karna ada nya hambatan penguasaan bahan mentah yang strategis oleh pihak-pihak tertentu, terdapat skalaekonomi, dan peraturan pemerintah. Untuk memperoleh kentungan yang maksimal perusahaan harus mampu menentukan tingkat harga dan jumlah produk yang harus dijual secara bersamaan.

Kemudian pengertian Pemasaran seperti yang dikemukakan oleh Philip Kotleradalah :

(14)

Pemasaran dapat pula diartikan sebagai upaya untuk menciptakan dan menjual produk kepada berbagai pihak dengan maksud tertentu. Pemasaran berusaha menciptakan dan mempertukarkan produk baik barang maupun jasa kepada konsumen di pasar.

Kelompok pasar terdiri dari :

1. Pasar konsumen

2. Pasar industrial

3. Pasar resseler dan

4. Pasar pemerintah

C. Segmentasi Pasar, Pasar sasaran, dan Posisi Pasar

1. Segmentasi pasar (Market Segmentation)

Segmentasi pasar artinya membagi pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix yang berbeda pula. Untuk melakukan segmentasi pasar terdiri dari beberapa variabel yang harus diperhatikan agar segmentasi yang telah dilakukan tepat sasaran.

(15)

a. Segmentasi berdasarkan geografis (bangsa, provinsi, kabupaten, kecamatan, iklim).

b. Segmentasi berdasarkan demografis (umur, jenis kelamin, ukuran keluarga, daur hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras).

c. Segmentasi berdasarkan psikografis (kelas sosial, gaya hidup, karakteristik kepribadian).

d. Segmentasi berdasarkan perilaku (pengetahuaan, sikap, kegunaan, tanggap terhadap suatu produk).

2. Pasar Sasaran (Market Targeting)

Secara umum pengertian menetapkan pasar sasaran adalah mengevaluasi keaktifan setiap segmen, kemudian memilih salah satu dari segmen pasar atau lebih untuk dilayani. Kegiatan menetapkan pasar meliputi :

a. Evaluasi segmen pasar

1) Ukuran dan pertumbuhan segmen seperti data penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan, dan margin laba dari setiap segmen.

2) Struktural segmen yang menarik dilihat dari segi profitabilitas.

3) Sasaran dan sumber daya perusahaan.

(16)

1) Pemasaran serbasama. Melayani semua pasar dan tawaran pasar dalam arti tidak ada perbedaan.

2) Pemasaran serbaaneka, merancang tawaran untuk semua pendapatan, tujuan atau kepribadian. Seperti beda desain untuk industri mobil.

3) Pemasaran terpadu, khusus untuk sumber daya manusia yang terbatas.

3. Posisi Pasar (Market Positioning)

Menentukan posisi yang kompetitif untuk produk atas suatu pasar. Tujuan penetapan posisi pasar (martket positioning) adalah untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan bersaing produk yang dihasilkan ke dalam benak konsumen.

2.3 Pentingnya Peramalan Permintaan

“ Forecasting is the art and science of predicting the events of thefuture.

Forecasting require historical data retrieval and project into the future with some

form of mathematical models.” ( menurut Rudy Aryanto, thn 2009). Peramalan

(17)

sangat dibutuhkan, terutama dalam penentuan sehingga dapat dipersiapkan tindakan yang perlu dilakukan.

Selain itu peramalan juga didefinisikan sebagai seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian di masa depan. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan pengambilan data masa lalu dan menempatkannya ke masa yang akan datang dengan suatu bentuk model matematis. Bisa juga merupakan prediksi intuisi yang bersifat subjektif. Atau bisa juga dengan menggunakan kombinasi model matematis yang disesuaikan dengan pertimbangan yang baik dari seorang manajer.

Peramalan (forecasting) merupakan alat bantu yang penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien khususnya dalam bidang ekonomi. Peramalan mempunyai peranan langsung pada peristiwa eksternal yang pada umumnya berada di luar kendali manajemen, seperti: ekonomi, pelanggan, pesaing, pemerintah dan lain sebagainya.

2.4 Data dan Sumber Data

Ada beberapa data primer yang diperlukan dalam analisa aspek pasar dari usulan proyek yaitu ::

(18)

 Penawaran produk sejenis dimasa lalu dan sekarang serta kecenderungan dimasa yang akan datang.

 Impor dan ekspor yang dilakukan Negara bersangkutan.

 Struktur persaingan .

 Tingkah laku, motivasi, kebiasaan dan preferensi konsumen.

 Pemilihan skala prioritas dari marketing mix yang tersedia.

Beberapa data sekunder yang mungkin dapat digunakan adalah :

 Laporan Sensus Penduduk Indonesia.

 Laporan Perencanaan di Indonesia, baik perencanaan lima tahunan atau perencanaan tahunannya.

 Buku Statistik Indonesia dari Badan Pusat Statistik Indonesia

 Laporan penelitian dari lembaga penelitian

Diharapkan dengan data primer dan data sekunder bisa menjawab pertanyaan utama, terutama dalam kaitannya dengan pengukuran dan peramalan pasar potensial dan penentuan “market share” yang diharapkan.

(19)

1. Pendapat konsumen

2. Pendapat langganan

3. Catatan atau pendapat distributor

4. Catatan penjualan dari perusahaan yang bersangkutan.

2.5 Metode Peramalan

Metode Peramalan Permintaan

Secara umum metode peramalan dapat dibagi dalam dua ketegori utama, yaitu metode kuantitatif dan kualitatif

1. Metode Kuantitatif dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :

o Model seri waktu / metode deret berkala (time series) metode yang

dipergunakan untuk menganalisis serangkaian data yang merupakan fungsi dari waktu,

o Model / metode kausal (causal/explanatory model), mengasumsikan

(20)

2. Metode kualitatif dapat menggunakan teknik/metode peramalan, yaitu :

o Juri dari Opini Eksekutif : metode ini mengambil opini atau pendapat dari sekelompok kecil manajer puncak/top manager (pemasaran, produksi, teknik, keuangan dan logistik), yang seringkali dikombinasikan dengan model-model statistik.

o Gabungan Tenaga Penjualan : setiap tenaga penjual meramalkan tingkat penjualan di daerahnya, yang kemudian digabung pada tingkat provinsi dan nasional untuk mencapai ramalan secara menyeluruh.

o Metode Delphi : dalam metode ini serangkaian kuesioner disebarkan kepada responden, jawabannya kemudian diringkas dan diberikan kepada para ahli untuk dibuat peramalannya. Metode memakan waktu dan melibatkan banyak pihak, yaitu para staf, yang membuat kuesioner, mengirim, merangkum hasilnya untuk dipakai para ahli dalam menganalisisnya. Keuntungan metode ini hasilnya lebih akurat dan lebih profesional sehingga hasil peramalan diharapkan mendekati aktualnya.

(21)

2.6 Bauran Pemasaran

Menurut Kotler (1997:92) “Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the market.”. Bauran pemasaran adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.

Ada 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran produk sebuah perusahaan yaitu barang, harga, promosi dan tempat, sedangkan untuk pemasaran jasa ada 3 variable tambahan yaitu proses, orang dan perangkat.

1. Product (barang yang ingin ditawarkan) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi.

2. Price (harga) adalah pengeluaran uang, waktu, dan usaha yang pelanggan korbankan dalam membeli dan mengkonsumi produk dan layanan yang perusahaan tawarkan atau sajikan.

3. Promotion (promosi) adalah semua aktivitas komunikasi dan perancangan insentif untuk membangun persepsi pelanggan yang dikehendaki perusahaan atas layanan spesifik yang perusahaan berikan.

(22)

5. Process (proses) adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menyajikan produk dan layanan yang baik kepada pelanggan

6. People (Orang) adalah pelanggan dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk dan layanan (service production).

7. Phsical Evidence (perangkat) adalah perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara nyata kualitas produk dan layanan.

2.7 Strategi Produk

Produk menurut Philip Kotler adalah: “segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan” (1997:52). Fandy Tjiptono mengartikan produk sebagai: “segala sesuatu yang ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan/dikonsumsi pasar sebagai pemenuh kebutuhan/keinginan pasar yang bersangkutan” (1999:95). Produk yang ditawarkan tersebut meliputi: barang fisik, jasa, orang/pribadi, organisasi, dan ide. Secara lebih rinci, konsep produk meliputi: barang, kemasan, merk, warna, label, harga, kualitas, pelayanan dan jaminan.

(23)

   

a. Manfaat inti (core benefit)

Layanan atau manfaat mendasar yang sesungguhnya dibeli pelanggan.

(24)

Pemasar harus mengubah manfaat inti tersebut menjadi produk dasar.

c. Produk yang diharapkan (expected product)

Beberapa atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan pembeli ketika mereka membeli produk ini.

d. Produk yang ditingkatkan (augmented product)

Pemasar menyiapkan produk yang melampaui harapan pelanggan.

e. Calon produk (potential product)

Meliputi segala kemungkinan peningkatan dan perubahan yang mungkin akan dialami produk atau tawaran tersebut pada masa mendatang.

Klasifikasi Produk

Klasifikasi produk biasanya dilakukan berdasarkan beberapa sudut pandang, namun secara umum produk dapat dibagi 2 yaitu:

(25)

Barang menurut Fandy Tjiptono adalah “produk yang berwujud fisik sehingga dapat bisa dilihat, disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dan perlakuan fisik lainnya” (1999:98). Ditinjau dari daya tahannya, terdapat dua macam barang yaitu:

 Barang tahan lama (durable goods). Merupakan barang berwujud yang biasanya bisa tahan lama dengan banyak pemakaian, atau umur ekonomisnya untuk pemakaian normal satu tahun atau lebih. Contoh: lemari es dan televisi.

 Bahan tidak tahan lama (non durable goods). Merupakan barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu kali pemakaian, atau umur ekonomisnya dalam pemakaian normal kurang dari sattu tahun. Contoh: sabun mandi dan makanan.

b. Jasa.

(26)

Produk juga dapat diklasifikasikan berdasarkan konsumennya dan untuk apa produk tersebut dikonsumsi. Berdasarkan kriteria ini produk dapat diklasifikasi menjadi :

a. Barang Konsumsi

- Barang Konsumsi (Convenience Goods)

Convenience Goods merupakan barang yang pada umumnya memiliki frekuensi

pembelian yang tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera dan memerlukan usaha yang minimum dalam perbandingan dan pembelianya. Contohnya: rokok, sabun mandi, pasta gigi, dan permen.

o Barang Belanjaan (Shooping Goods)

Shooping goods adalah barang yang proses pemilihan dan pembeliannya,

dibandingkan oleh konsumen diantara berbagai alternatif yang tersedia. Kriteria pembanding meliputi harga, kualitas, dan model masing-masing. Contohnya: alat rumah tangga, pakaian, dan kosmetik.

o Barang Spesial (Speciality goods)

Speciality goods adalah barang yang memiliki karakteristik atau identifikasi

(27)

khusus untuk membelinya. Umumnya jenis barang ini terdiri atas barang-barang mewah, dengan merek dan model yang spesifik, seperti mobil jaguar dan pakaian desain terkenal.

o Barang Yang Tidak Dicari (Unsought goods)

Unsought goods adalah barang yang tidak diketahui oleh konsumen atau kalaupun

sudah diketahui oleh konsumen, konsumen belum tentu tertarik untuk membelinya. Contohnya: batu nisan, ensiklopedi, dan tanah pekuburan.

Keputusan Mengenai Produk Tertentu

(28)

Atribut produk menurut adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Perangkat yang diperlukan pada atribut produk :

a. Kualitas (Quality)

Menurut Kotler dan Amstrong (2004:347) definisi kualitas adalah kemampuaan suatu produk untuk melaksanankan fungsi-fungsinya, yang termasuk didalamnya adalah ketahanan produk, keandalan, kemudahan dalam pengopasiaan, perbaikan, dan atribut-atribut lain yang bernilai.

b. Ciri-Ciri Produk

Menurut Kotler dan Amstrong (2004:347) Ciri adalah karakteristik yang melengkapi fungsi dasar produk, manfaat-manfaat tersebut dikomunikasikan melalui atribut-atribut seperti kualitas (quality), desain (design), fitur (featurs).

Secara konteksual ciri adalah karateristik yang melengkapi fungsi dasar produk.Perusahaan dapat menciptakian model-model baru yang lebih baik dengan menambahkan ciri.Ciri atau keistimewaan merupakan sarana kompetitif untuk membedakan produk perusahaan dari produk pesaing.

(29)

Cara lain untuk menambahkan nilai bagi pelanggan adalah melalui gaya dan desain produk yang khas. Desain dapat menjadi alat persaingan yang sangat baik bagi armada pemasaran perusahaan. Desain yang baik dapat memberikan kontribusi dalam hal kegunaan produk dan juga penampilannya. Gaya dan desain yang baik dapat menarik perhatian, meningkatkan kinerja produk, memotong biaya produksi dan memberikan keunggulan bersaing di pasar sasaran.

Pemberian Merek

Beberapa pengertian mengenai merek :

a. Merek (brand)

Suatu nama, istilah, tanda, lambang, atau desain, atau gabungan semua yang diharapkan mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual, dan diharapkan akan membedakan barang atau jasa dari produk-produk milik pesaing.

b. Nama merek (brand name)

(30)

c. Tanda merek (brand mark)

Sebagian dari merek yang dapat dikenali namun tidak dapat diucapkan, seperti misalnya lambang, desain, logo, huruf atau warna khusus.

d. Tanda merek dagang (trademark)

Merek atau sebagian dari merek yang dilindungi oleh hukum karena kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa.

e. Hak cipta (copyright)

Hak istimewa yang dilindungi oleh undang-undang untuk memproduksi, menerbitkan dan menjual karya tulis, karya musik atau karya seni.

Tujuan pemberian merek :

o Sebagai identitas, yang bermanfaat dalam diferensi atau membedakan produk suatu perusahaan dengan produk pesaingnya. Ini memudahkan konsumen untuk menegnalinyasaat berbelanja dan saat melakukan pembelian ulang

(31)

o Untuk membina citra, yaitu dengan memberikan keyakinan, jaminan kualitas kepada konsumen

o Untuk mengendalikan pasar

Kemasan

Merupakan kegiatan merancang dan memproduksi wadah untuk produk. Kemasan merupakan hal pertama yang dihadapi pembeli menyangkut produk dan mampu mengubah calon pembeli untuk membeli atau tidak.

Pemberian Label

Penjual harus memberikan label produknya. Label tersebut mungkin adalah etiket sederhana yang ditempelkan pada produk tersebut atau grafik yang dirancang dengan rumit yang merupakan bagian dari kemasan tersebut. Label tersebut mungkin hanya mencantumkan nama merek atau banyak informasi.

Label melakukan beberapa fungsi yaitu :

(32)

2. Mungkin juga menunjukkan kelas produk.

3. Mungkin menjelaskan produk; siapa pemuatnya, dimana, kapan, apa kandungannya, bagaimana digunakan, dan bagaimana menggunakannya dengan aman.

4. Mungkin mempromosikan produk melalui grafik-grafik yang menarik.

5. Teknologi baru memungkinkan label membungkus ketat seluruh wadah.

2.8 Strategi Harga

Penetapan Harga (Price) merupakan salah satu elemen yang terdapat dalam bauran pemasaran (marketing mix) yang berkenaan langsung dengan kebijakan strategis dan taktis mengenai tingkat harga, struktur diskon, dan syarat pembayaran. Menurut Philip Kotler “price is the amount of money charged for a product or service. More broadly, price is the sum of all the value that consumers

exchange for the benefits of having or using the product or service”. Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa. Secara lebih luas, harga adalah keseluruhan nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapatkan keuntungan dari kepemilikan terhadap sebuah produk atau jasa.

(33)

sesuai dengan manfaat yang ditawarkan. Jika dilihat secara umum, kita harus jeli dalam menetapkan harga dasar dari suatu produk dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti harga competitor, tujuan perusahaan dan daur hidup produk Terdapat tiga cara dalam pelaksanaan penetapan harga yakni :

1. Cost Oriented Pricing (Penetapan harga berdasar pendekatan biaya)

Merupakan cara paling umum yang banyak digunakan oleh perusahaan, yakni dengan penetapan harga jual berdasar biaya-biaya yang dikeluarkan untuk produksi dan menambahkan suatu prosentase tertentu sebagai labanya. Terdapat tiga kelompok dalam melakukan penetapan harga model ini yakni :

o Cost Plus Pricing Method (Metode Penetapan Harga Biaya-Plus), yakni penetapan biaya yang banyak dilakukan oleh perusahaan produksi. Penghitungannya dengan cara harga jual per unit produk dihitung dengan menjumlahkan seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu sebagai laba yang dikehendaki. (Rumus: Biaya Total + laba = Harga jual)

(34)

o Target pricing, merupakan penetapan harga yang dilakukan berdasarkan tingkat pengembalian investasi (ROI) yang diinginkan.

2. Demand-Oriented Pricing (Penetapan harga berdasar pendekatan kebutuhan/permintaan)

Menurut Djaslim Saladin (2003:96) Demand-Oriented Pricing adalah Penentuan harga dengan mempertimbangkan keadaan permintaan, keadaan pasar dan keinginan konsumen. Demand-oriented pricing mendasarkan kepada tingkah laku demand, misalnya harga tinggi apabila demand sangat kuat dan harga rendah bilamana demand lemah.

Untuk menanggapi aneka macam konsumen yang mengiinginkan suatu produk, maka cara yang biasa ditempuh adalah dengan mengadakan diskriminasi harga. Macam-macam diskriminasi harga yang dapat dilakukan misalnya adalah diskriminasi terhadap teritorial (wilayah), kelompok customer (pelanggan), Waktu dan kualitas atau bentuk produk.

3. Competition Oriented Pricing (Penetapan harga berdasar pendekatan persaingan)

(35)

produk-produk yang bersifat homogen. Beberapa metode penetapan harga yang dapat disebutkan sebagai berikut:

o Perceived value pricing, yaitu penetapan harga dimana perusahaan berusaha menetapkan harga setingkat dengan rata – rata industri.

o Sealed bid pricing yaitu suatu penetapan harga didasarkan pada tawaran yang diajukan oleh pesaing.

Ada banyak tujuan dalam penetapan harga produk sebelum dilempar ke pasaran. Berbagai kemungkinan tujuan tersebut misalnya untuk penetrasi pasar baru, market skimming, mempercepat pemasukan uang tunai, memenuhi target laba maupun promosi product line. Apapun tujuannya, penetapan harga produk perlu dilakukan sejak awal karena juga merupakan salah satu fungsi yang penting dalam pemasaran.

Startegi untuk produk baru adalah:

(36)

Skimming price adalah menetapkan harga tinggi tetapi setelah produk baru muncul harga tersebut akan semakin turun. Contohnya: HP, Laptop, Komputer, dll.

2. Penetration Price

Penetration price adalah menentukan harga awal rendah serendah-rendahnya atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas merek daripada konsumen. Contohnya: Tarif layanan operator baru 3, mie selera rakyat, so klin MB, dll.

Seperti penjelasan di awal pembahasan bahwa harga seperti background pada suatu produk. Harga yang pertamakali dilihat konsumen itu tertarik ataukah tidak. Dibawah ini adalah beberapa strategi mengenai penentuan harga pada suatu produk yang dapat menarik konsumen:

1. Prestige Pricing / Harga Prestis

(37)

2. Odd Pricing / Harga Ganjil

Odd pricing / harga ganjil adalah menetapkan harga yang ganjil atau sedikit di bawah harga yang telah ditentukan dengan tujuan secara psikologi pembeli akan mengira produk yang akan dibeli lebih murah. Contohnya: barang yang dihargai 100.000 diubah menjadi 99.990 dimana konsumen mungkin akan melihat 99.990 jauh lebih murah daripada 100.000.

3. Multiple-Unit Pricing / Harga Rabat

Multiple-unit pricing / harga rabat adalah memberikan potongan harga tertentu apabila konsumen membeli produk dalam jumlah yang banyak. Contoh: jika harga sebungkus mie gorengpedas 1.500 maka konsumen cukup membayar 1000/ bungkus jika membeli 1 dus isi 40 bungkus indomie.

4. Price Lining / Harga Lini

(38)

5. Leader Pricing / Pemimpin Harga

Leader pricing atau pemimpin harga adalah menetapkan harga lebih rendah daripada harga pasar / harga normal untuk meningkatkan omset penjualan / pembeli. Contohnya adalah ritel jenis hypermarket memberikan promosi harga yang lebih murah daripada harga yang lebih murah daripada harga normal

2.9 Strategi Promosi

Promosi adalah suatu usaha dari pemasar dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya.

Tujuan Promosi :

1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial 2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit

3. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan 4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar

5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing 6. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.

Kotler (2005: 264-312), mengatakan bahwa unsur bauran promosi (promotion mix) terdiri atas lima perangkat utama, yaitu :

(39)

yang digunakan suatu perusahaan untuk melancarkan komunikasi persuasif terhadap pembeli dan masyarakat. Komunikasi persuasif ini ditujukan untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan.

2. Sales Promotion : Promosi penjualan merupakan kegiatan promosi selain periklanan, personal selling, maupun publisitas. Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam promosi penjualan antara lain : Peragaan , pertunjukan pameran, demontrasi dan sebagainya,. Biasanya kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan kegiatan promosi lain dan biayanya relatif lebih murah dibandingkan periklanan dan personal selling. Selain itu promosi penjualan juga lebih fleksibel karena dapat dilakukan setiap saat dengan biaya yang tersedia dan dimana saja.

3. Public relation and publicity : Publisitas merupakan bagian dari fungsi yang lebih luas, yaitu hubungan masyarakat dan meliputi usaha-usaha untuk menciptakan dan mempertahankan hubungan yang menguntungkan antara organisasi dengn masyarakat dan juga dengan calon pembeli.Sedangkan definisi dari publisitas adalah sejumlah informasi tentang seseorang, barang atau organisasi yang disebarkan ke masyarakat melalui media tanpa dipungut baiya atau tanpa pengawasan dari sponsor.

(40)

5. Direct marketing : Direct Marketing adalah suatu sistem pemasaran interaktif yang menggunakan satu atau lebih media periklanan untuk respon yang terukur dan atau transaksi dimanapun.

2.10 Strategi Saluran Distribusi

Pengertian Saluran Distribusi

Menurut Kotler (1991 : 279)

Saluran distribusi adalah sekelompok perusahaan atau perseorangan yang memiliki hak pemilikan atas produk atau membantu memindahkan hak pemilikan produk atau jasa ketika akan dipindahkan dari produsen ke konsumen.

Fungsi Saluran Distribusi

Fungsi utama saluran distribusi adalah menyalurkan barang dari produsen ke konsumen, maka perusahaan dalam melaksanakan dan menentukan saluran distribusi harus melakukan pertimbangan yang baik.

Adapun fungsi-fungsi saluran distribusi menurut Kotler (1997 : 531-532) adalah

o Information, yaitu mengumpulkan informasi penting tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran.

o Promotion, yaitu pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif tentang produk yang ditawarkan.

o Negotiation, yaitu mencoba untuk menyepakati harga dan syarat-syarat lain, sehingga memungkinkan perpindahan hak pemilikan.

(41)

o Payment, yaitu pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.

o Title, yaitu perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi / orang lain.

o Physical Possesion, yaitu mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan mentah hingga barang jadi dan akhirnya sampai ke konsumen akhir. o Financing, yaitu meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya

dalam pekerjaan saluran distribusi.

o Risk Taking, yaitu menanggung resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran distribusi.

Jenis Saluran Distribusi

Terdapat berbagai jenis saluran distribusi. Pada umumnya institusi (anggota saluran distribusiàchannel member) yang melakukan kegiatan pemasaran (disebut juga intermediaries) dibagi menjadi tiga kelompok : pedagang besar (wholesaler), pedagang eceran (retailer), dan agen pemasaran (agent atau broker).

a. Wholesaler (pedagang besar)

(42)

Dalam pendistribusian barang, pedangang besar memberikan sumbangan penting kepada produsen maupun pedangan eceran. Bagi produsen, pedagang besar dapat mengurangi biaya pendistribusian, waktu untuk memasarkan barang, dan administrasi pemasaran. Bagi pengecer, pedagang besar membantu dalam melakukan penjualan dengan kuantitas yang terbatas, dapat menyediakan barang dengan cepat apabila diperlukan dan adakalanya memberi kredit pada para pengecer.

b. Retailer (pedagang eceran/pengecer)

(43)

Perusahaan pengecer yang besar biasanya berbentuk perseroan terbatas (PT), menggunakan modal yang besar dan melakukan kegiatan mengecer barang secara besar-besaran. Perusahaan seperti ini biasanya beroperasi di pusat kota atau di pusat pertokoan dari suatu kawasan yang relatif besar. Jenis-jenis perusahaan pengecer seperti ini adalah hypermarket (Carrefour, Giant), department store, dan supermarket.

c. Agent/broker (agen pemasaran)

Agen pemasaran adalah perusahaan-perusahaan yang berhubungan langsung dengan produsen dan bertugas ebagai perusahaan yang membantu menjual barang atau jasa yang dihasilkan produsen. Akan tetapi dalam kegiatan penjualan agen pemasaran juga seringkali berhubungan langsung dengan konsumen. Contoh perusahaan yang sering bertindak sebagai agen pemasaran adalah agen real estate, agen tiket penerbangan atau agen tiket alat pengangkutan lainnya (kereta api, bus antarpropinsi, dan perkapalan), agen penjual produksi industri pengolahan atau produk pertanian.

(44)

mendapatkan komisi berdasarkan jumlah unit yang dijualnya atau nilai transaksi penjualan.

Terdapat berbagai macam saluran distribusi barang konsumsi, diantaranya :

1. Produsen – Konsumen

Bentuk saluran distribusi ini merupakan yang paling pendek dan sederhana karena tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi rumah konsumen (dari rumah ke rumah). Oleh karena itu saluran ini disebut saluran distribusi langsung.

2. Produsen – Pengecer – Konsumen

Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja. 3. Produsen – Pedagang Besar – Pengecer –

Konsumen

Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan saluran distribusi tradisional. Di sini, produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

4. Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen

Di sini, produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.

5. Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

(45)

menjualnya kepada toko-toko kecil. Agen yang terlihat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan. (Swastha dan Irawan, 1997, p.295-297)

Saluran Distribusi Barang Industri

Ada empat macam saluran yang dapat digunakan untuk mencapai pemakai industri. Keempat saluran distribusi itu adalah:

a) Produsen – Pemakai lndustri

Saluran distribusi dari produsen ke pemakai industri ini merupakan saluran yang paling pendek, dan disebut sebagai saluran distribusi langsung. Biasanya saluran distribusi ini dipakai oleh produsen bilamana transaksi penjualan kepada pemakai industri relatif cukup besar. Saluran distribusi semacam ini cocok untuk barang-barang industri seperti kapal, lokomotif dan sebagainya. (yang tergolong jenis instalasi)

b) Produsen – Distributor Industri – Pemakai Industri

Produsen barang-barang jenis perlengkapan operasi dan kasesoris,dapat menggunakan distributor industri untuk mencapai pasarnya. Produsen lain yang dapat menggunakan distributor industri sebagai penyalurnya antara lain: produsen barang bangunan, produsen alat-alat untuk bangunan, dan sebagainya.

c) Produsen – Agen – Pemakai lndustri

(46)

d) Produsen – Agen – Distributor lndustri – Pemakai lndustri

Saluran distribusi ini dapat digunakan oleh perusahaan dengan pertimbangan antara lain bahwa unit penjualannya terlalu kecil untuk dijual secara langsung. Selain itu faktor penyimpanan pada saluran perlu dipertimbangkan pula. Dalam hal ini agen penunjang seperti agen penyimpanan sangat penting peranannya.

Intensitas Cakupan Pasar

Setiap perusahaan yang menggunakan perantara pemasaran untuk produk eceran harus merencanakan cakupan pasar atau tingkatan atas distribusi produk diantara toko pengecer. Cakupan pasar dapat diklasifikasikan sebagai distribusi intensif, distribusi selektif dan distribusi eksklusif.

1) Distribusi Intensif

Distribusi intensif digunakan untuk mendistribusikan produk ke hampir semua saluran sehingga dapat mencapai tingkatan cakupan pasar untuk semua tipe konsumen. Distribusi intensif ini efektif digunakan untuk barang-barang convenience atau barang-barang kebutuhan sehari-hari yang tidak memakan

tempat dan tidak memerlukan keahlian tenaga penjual, seperti rokok, sabun mandi, dan sembako.

(47)

Distribusi selektif digunakan untuk mendistribusikan produk dengan selektif yaitu untuk suatu daerah pemasaran tertentu hanya dipilih beberapa pengecer atau beberapa toko saja. Distribusi selektif ini cocok untuk produk-produk shopping seperti komputer, barang-barang elektronik dan buku-buku text.

3) Distribusi Eksklusif

Distribusi selektif digunakan untuk memasarkan produk-produk spesial melalui sstem distribusi eksklusif. Perusahaan hanya menggunakan satu atau bebarapa toko untuk suatu daerah pemasaran tertentu. Distribusi eksklusif ini cocok untuk mendistribusikan barang-barang mewah yang bernilai tinggi seperti jam tangan, mobil, parfum dan benda seni. Hanya konsumen tertentu yang membutuhkannya sehingga mereka mau berkorban untuk mendapatkannya.

Penggunaan perantara mempunyai beberapa keuntungan, yaitu:

(48)

menyampaikan produknya kepada konsumen yang banyak. Ini dipandang lebih efisien.

2. Kegiatan distribusinya cukup baik bilamana perantara sudah mempunyai pengalaman. Mereka dipandang lebih baik karena memang

tugas yang

dilakukan hanyalah di bidang distribusi.

3. Perantara dapat membantu menyediakan peralatan dan jasa reparasi yang dibutuhkan untuk beberapa jenis produk tertentu, sehingga produsen tidak perlu menyediakannya.

4. Perantara dapat membantu di bidang pengangkutan dengan menyediakan alat-alat transpor sehingga meringankan beban produsen maupun konsumen yang mencarinya.

5. Perantara dapat membantu di bidang penyimpanan dengan menyediakan fasilitas-fasilitas penyimpanan, seperti gudang dan fasilitas penyimpanan lainnya sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan oleh konsumen dapat memenuhinya.

(49)

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian diatas dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa sudah layaknyalah perusahaan memiliki Strategi Pemasarannya sendiri sebelum mereka menjalankan ataupun memasarkan produk/jasanya. Strategi pemasaran yang dibuat hendaknya haruslah mempertimbangkan situasi dan keadaan perusahaan baik keadaan intern perusahaan itu sendiri atau lingkungan mikro perusahaan, maupun keadaan ekstern perusahaan atau yang dikenal dengan lingkungan makro perusahaan.Perusahaan yang berjaya dan mampu mempertahankan serta meningkatkan lagi penjulannya ditengah-tengah pesaingnya adalah perusahaan yang telah berhasil menetapkan strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya dengan tepat.

(50)

Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan semua hal diatas, maka dapat dipastikan perusahaan akan dapat menentukan dengan baik strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya, untuk tetap maju dan berkembang di tengah-tengah persaingannya.

3.2 Saran

(51)

Daftar Pustaka

Yamit, Zulian. 2003. Manajemen Operasi dan Produksi. Edisi Kedua. Yogyakarta: EKONISIA.

(52)

https://www.coursehero.com/file/p5duako/Data-dan-Sumber-Data-Data-yang-diperlukan-untuk-menganalisa-aspek-pasar-a-Data/

http://jurnal-sdm.blogspot.co.id/2010/01/konsep-bauran-pemasaran-marketing-mix.html

http://dewika369.blogspot.co.id/2015/10/resume-pemasaran-ii-menentukan-strategi.html

http://webbisnis.com/strategi-penetapan-harga-produk-dalam-pemasaran/

http://dunia-angie.blogspot.co.id/2013/10/strategi-harga-dalam-pemasaran.html

http://tonysoegi.blogspot.co.id/2013/10/promotion-mix-bauran-promosi.html

http://aanwhs.blogspot.co.id/2014/10/strategi-saluran-distribusi.html

https://coecoesm.wordpress.com/2011/11/28/strategi-distribusi/

http://ciputrauceo.net/blog/2015/11/12/studi-kelayakan-bisnis

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran studi kelayakan bisnis pada Javatop Bakery yang ditinjau dari aspek internal perusahaan, yakni aspek pemasaran,

Analisis kelayakan dari aspek pasar dan pemasaran menunjukan bahwa Pembangunan Pasar Hewan di Kabupaten Bekasi sudah selayaknya segera dilaksanakan mengingat

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini meliputi pembahasan konsep dasar teori studi kelayakan bisnis meliputi, aspek hukum, aspek pasar dan pemasaran, aspek keuangan, aspek

Tahapan penting yang perlu dilakukan di awal adalah melakukan suatu studi kelayakan terhadap usaha tersebut yang mencangkup aspek pasar dan pemasaran, manajemen, keuangan,

Dalam mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan studi kelayakan bisnis berdasarkan aspek-aspek kelayakan yang ada, diantaranya adalah aspek pasar, aspek teknis,

Studi kelayakan usaha diartikan sebagai suatu pengkajian sistematis dari suatu gagasan atau rencana usaha, Baik usaha baru maupun usaha yang sudah ada, dari berbagai aspek

Berkaitan dengan aspek yuridis dalam studi kelayakan bisnis ini, jenis perusahaan yang akan mengelola dan bertanggung jawab terhadap proyek yang akan dibangun dan perlu

Analisis kelayakan dari aspek pasar dan pemasaran menunjukan bahwa Pembangunan Pasar Hewan di Kabupaten Bekasi sudah selayaknya segera dilaksanakan mengingat