SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAN
PADA BMT ANDA SALATIGA
TUGAS AKHIR
Oleh :
LIDIA PURNAMASARI NIM: 20109003
JURUSAN SYARIAH
PROGRAM STUDI DIII PERBANKAN SYARIAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA
SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAN
PADA BMT ANDA SALATIGA
TUGAS AKHIR
Disusun dan Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Ahli Madya Ekonomi Syari’ah
Pada Program Studi Diploma III Perbankan Syari’ah
Oleh :
LIDIA PURNAMASARI NIM: 20109003
JURUSAN SYARIAH
PROGRAM STUDI DIII PERBANKAN SYARIAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Setelah dikoreksi dan diperbaiki, maka Tugas Akhir Saudara :
Nama : Lidia Purnamasari
NIM : 20109003
Jurusan : Syari’ah
Program Studi : Perbankan Syari’ah
Judul : Sistem Pengendalian Intern Penggajian pada BMT ANDA Salatiga
Telah kami setujui untuk dimunaqosahkan.
Salatiga, 25 Juli 2012
Pembimbing
Yang bertandatangan dibawah ini saya:
Nama : Lidia Purnamasari
NIM : 20109003
Menyatakan bahwa Tugas Akhir yang saya buat untuk memenuhui persyaratan kelulusan pada jurusan DIII Perbankan Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga, dengan judul:
SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAN PADA BMT ANDA SALATIGA
Adalah hasil karya sendiri bukan karya orang lain.
Apabila dikemudian hari ada “klaim” dari pihak lain, bukan menjadi tanggung jawab Dosen Pembimbing dan atau pihak STAIN. Tetapi menjadi tanggungjawab sendiri.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Salatiga, 25 Juli 201
Hormat saya,
MOTTO
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. (Imam An Nawawi)
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Khalifah „Ali)
Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. (Ibnu Mas‟ud)
PERSEMBAHAN
Tugas Akhir ini penulis persembahkan kepada:
1. Ibuku tercinta yang selalu mendo‟akan dan memberi semangat 2. Adik-adikku (Dimas dan Hendi)
3. IBu Edi dan Bapak Edi yang telah memberi dukungan
4. IBu Sumarmi/ari, mbak Tanti dan mbak Budi yang selalu memberi dukungan dan semangat
5. Sahabat dan teman-temanku yang memberi semangat
6. Dosen dan pembimbing yang telah memberikan bimbingan sehingga terselesaikannya Tugas Akhir ini
7. Seluruh pengurus dan karyawan BMT ANDA Salatiga yang besar hati bersedia
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmad dan karunia-Nya, tak lupa sholawat serta salam dihaturkan kepada nabi muhammad SAW sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul Sistem Pengendalian Intern Penggajian di BMT ANDA Salatiga.
Penulisan Tugas Akhir ini ditujukan untuk memenuhi syarat kelulusan dan memperoleh gelar Ahli Madya pada Program Studi DIII Perbankan Syariah di STAIN Salatiga.
Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis tidak terlepas dari bimbingan, dukungan, serta motivasi dari berbagai pihak. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Dr. Imam Sutomo, M.Ag selaku Ketua STAIN Salatiga
2. Bapak Abdul Azis NP, M.M selaku Ketua Program Studi DIII Perbankan Syariah
3. Bapak Drs. Mubassirun, M.Ag selaku Ketua Jurusan Syariah STAIN Salatiga
4. Bapak Dr. Faqih Nabhan, SE. M.M selaku Dosen Pembimbing penulis, yang telah memberikan bimbingan secara sabar serta memberikan izin dan pengarahan demi terselesaikannya Tugas Akhir ini.
5. Pimpinan serta seluruh karyawan BMT ANDA Salatiga 6. Keluarga, teman-teman, serta sahabat yang telah mendukung
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan Tugas Akhir ini. Untuk itu saran dan kritik pembaca sangat penulis harapkan. Semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Salatiga, 25 Juli 2012
ABSTRAK
Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui tentang Sistem Pengendalian Intern Penggajian pada BMT ANDA Salatiga. BMT ANDA merupakan lembaga keuangan syariah yang memberikan layanan simpanan maupun pembiayaan. Sistem pengendalian intern harus dimiliki oleh BMT ANDA dalam sistem penggajiannya yang dimiliki agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana prosedur penggajian pada BMT ANDA Salatiga dan bagaimana sistem pengendalian intern penggajian yang diterapkan pada BMT ANDA Salatiga. Metode pengumpulan data menggunakan interview, dokumentasi, observasi. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa BMT ANDA Salatiga telah memisahkan tugas dan tanggungjawab fungsional pada masing-masing bagian dalam penggajian karyawan. Prosedur sistem penggajian yang ada di BMT ANDA Salatiga sederhana dan dikatakan baik, serta mudah dipahami. Sistem pengendalian intern penggajian karyawan BMT ANDA Salatiga menunjukkan bahwa pengendalian internnya baik. Sudah ada pemisahan tugas dan tanggungjawab dalam struktur organisasinya, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang baik, serta praktik yang sehat dalam pelaksanaan fungsi setiap unit organisasi. Saran yang dapat diberikan adalah untuk pencatatan transaksi berupa bukti kas keluar, distribusi biaya dan catatan biaya gaji dalam jurnal umum seharusnya ada bagian khusus yang menangani transaksi tersebut. Sistem pengendalian intern BMT ANDA Salatiga baik, tetapi masih ada beberapa pegawai yang merangkap beberapa bagian, dan sebaiknya diperbaiki lagi supaya lebih efisien dalam melakukan fungsi-fungsi dan tanggungjawab dari tiap-tiap bagian.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGAJUAN TUGAS AKHIR ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
HALAMAN PENGESAHAN ... iv
PERNYATAAN KEAHSLIAN ... v
MOTTO ... vi
PERSEMBAHAN ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
ABSTRAK ... ix
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR GAMBAR ... xiii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan dan Kegunaan ... 6
D. Penelitian Terdahulu ... 6
E. Metode Penelitian ... 8
F. Penegasan Istilah ... 9
BAB II LANDASAN TEORI
A. Pengertian Sistem ... 12
B. Pengertian Sistem Pengendalian Intern ... 13
C. Tujuan Sistem Pengendalian Intern ... 14
D. Unsur-Unsur Sistem Pengendalian Intern ... 15
E. Prinsip-Prinsip Sistem Pengendalian Intern ... 16
F. Sistem Akuntansi Penggajian ... 17
G. Prosedur Penggajian ... 20
H. Sistem Pengendalian Intern dalam Sistem Penggajian ... 32
I. Konsep Gaji / Upah dalam Islam ... 33
BAB III LAPORAN OBYEK A. Gambaran Umum ... 39
B. Data Deskriptif ... 56
BAB IV ANALISIS A. Analisis terhadap Fungsi-Fungsi yang Terkait dalam Sistem Penggajian Karyawan di BMT ANDA Salatiga ... 67
C.Analisis terhadap Sistem Pengendalian Intern dalam Sistem
Penggajian Karyawan BMT ANDA Salatiga... 77
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 80
B. Saran ... 81
DAFTAR PUSTAKA ... 82
DAFTAR WAWANCARA ... 84
DAFTAR GAMBAR
A. Gambar 1.1 Prosedur Pencatatan Waktu Hadir………..27
B. Gambar 1.2 Prosedur Pembuatan Daftar Gaji ...28
C. Gambar 1.3 Prosedur Pembuatan Bukti Kas Keluar...29
D. Gambar 1.4 Prosedur Pembayaran Gaji...30
E. Gambar 1.5 Prosedur Distribusi Biaya...31
F. Gambar 3.1 Bagan Struktur Organisasi Pengurus BMT ANDA Salatiga...40
G. Gambar 3.2 Prosedur Penggajian Karyawan BMT ANDA Salatiga...63
H. Gambar 4.1 Prosedur Pencatatan Waktu Hadit BMT ANDA Salatiga...73
I. Gambar 4.2 Prosedur Administrasi BMT ANDA Salatiga...74
J. Gambar 4.3 Prosedur Penggajian BMT ANDA Salatiga...75
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kehadiran Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1992 telah memberikan inspirasi untuk membangun kembali sistem keuangan yang lebih dapat menyentuh kalangan bawah. Meskipun misi keutamaannya cukup tinggi, namun realitas di lapangannya mengalami banyak hambatan, baik dari sisi prosedur, plafon pembiayaan maupun lingkungan bisnisnya.
Dari persoalan di atas, mendorong munculnya lembaga keuangan syari’ah alternatif. Yakni sebuah lembaga yang tidak saja berorientasi bisnis
tetapi juga sosial. Juga lembaga yang tidak melakukan pemusatan kekayaan pada sebagian kecil orang pemilik modal (pendiri) dengan penghisapan pada mayoritas orang, tetapi lembaga yang kekayaannya terdistribusi secara merata dan adil. Lembaga yang terlahir dari kesadaran umat dan “ditakdirkan” untuk
menolong kelompok mayoritas yakni pengusaha kecil/mikro. Lembaga yang tidak terjebak pada pikiran pragmatis tetapi memiliki konsep idealis yang istiqomah. Lembaga tersebut adalah Baitul Maal Wa Tamwil (BMT).
Bagi hasil biasa dikenal juga dengan istilah profit sharing. Menurut kamus ekonomi, profit sharing berarti pembagian laba. Namun secara istilah
profit sharing merupakan distribusi beberapa bagian laba pada para pegawai dari suatu perusahaan. Bentuk-bentuk distribusi ini dapat berupa pembagian laba akhir tahun, bonus prestasi dan lain-lain.
Dalam mekanisme keuangan syariah, model bagi hasil ini berhubungan dengan usaha pengumpulan dana (funding) maupun pelemparan dana/ pembiayaan (financing). Terutama yang berkaitan dengan produk penyertaan atau kerja sama usaha. Di dalam pengembangan produknya, dikenal istilah
shohibul maal dan mudhorib. Shohibul maal merupakan pemilik dana yang
mempercayakan dananya pada lembaga keuangan syariah (Bank dan BMT) untuk dikelola sesuai dengan perjanjian. Sedangkan mudhorib merupakan kelompok orang atau badan yang memperoleh dana untuk dijadikan modal usaha atau investasi.
Dalam sistem ini, BMT akan memerankan fungsi ganda. Pada tahap
funding, ia akan berperan sebagai mudhorib dan karenanya dana yang
terkumpul harus dikelola secara optimal. Namun pada financing, BMT akan berperan selaku shohibul maal dan karenanya ia harus menginvestasikan dananya pada usaha-usaha yang halal dan menguntungkan.
atau pengakuan yang terpercaya. Pada tahap perjanjian kerjasama ini disetujui oleh para pihak, maka semua aspek yang berkaitan dengan usaha harus disepakati dalam kontrak, agar antar pihak dapat saling mengingatkan.
BMT sebagai lembaga keuangan yang ditumbuhkan dari peran masyarakat secara luas, tidak ada batasan ekonomi, sosial bahkan agama semua komponen masyarakat dapat berperan aktif dalam membangun sebuah sistem keuangan yang lebih adil dan yang lebih penting mampu menjangkau lapisan pengusaha yang terkecil sekalipun.
Peran BMT dalam menumbuhkembangkan usaha mikro dan kecil di lingkungannya merupakan sumbangan yang sangat berarti bagi pembangunan nasional. Bank yang diharapkan mampu menjadi perantara keuangan ternyata hanya mampu bermain pada level menengah atas. Sementara lembaga keuangan non formal yang notabenenya mampu menjangkau pengusaha mikro, tidak mampu meningkatkan kapitalisasi usaha kecil. Maka BMT diharapkan tidak terjebak pada dua kutub sistem ekonomi yang berlawanan tersebut (Muhammad Ridwan, 2004: 73).
BMT tidak digerakkan dengan motif laba semata, tetapi juga motif sosial. Karena beroperasi dengan pola syariah, sudah tentu mekanisme kontrolnya tidak saja dari aspek ekonomi saja atau control dari luar tetapi agama atau aqidah menjadi faktor pengontrol dari dalam yang lebih dominan.
tujuan perusahaan, merupakan salah satu faktor penentu yang mempunyai andil besar dalam kinerja suatu perusahaan, sumber daya manusia tersebut diartikan sebagai karyawan pengelola dan pelaksana suatu perusahaan yang dipercaya oleh perusahaan dalam melaksanakan operasional perusahaan. Perusahaan mempunyai kesempatan yang baik untuk bertahan dan maju jika memiliki karyawan yang tepat, sehingga membutuhkan usaha yang terus menerus untuk mencari, memilih, dan melatih para karyawan. Sebaliknya, karyawan membutuhkan perusahaan sebagai tempat untuk mencari nafkah. Karyawan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu karyawan berhak mendapatkan gaji sesuai dengan kualitasnya.
Gaji merupakan salah satu bidang yang banyak memiliki resiko terjadinya kecurangan. Pengelolaan gaji yang tidak sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan akan mengakibatkan kekecewaan pada karyawan.
Sistem pengendalian intern sangat diperlukan untuk melakukan pengecekan terhadap sistem akuntansi penggajian. BMT ANDA merupakan lembaga keuangan syariah yang memberikan layanan simpanan maupun pembiayaan. Perkembangan BMT ANDA sangat pesat dengan memiliki beberapa kantor cabang sangat memerlukan pengawasan yang baik. Sistem pengendalian intern harus dimiliki oleh BMT ANDA dalam sistem penggajiannya yang dimiliki agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Suatu keharusan perusahaan untuk menerapkan sistem pengendalian intern untuk mencegah terjadinya manipulasi, penyelewengan dan kecurangan yang dapat merugikan perusahaan. Dengan adanya penerapan sistem pengendalian intern yang baik diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut dan pentingnya sistem pengendalian intern dalam setiap kegiatan perusahaan, maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul “Sistem Pengendalian Intern Penggajian pada BMT ANDA Salatiga.”
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana prosedur penggajian pada BMT ANDA Salatiga?
C. Tujuan dan Kegunaan
Tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana prosedur penggajian pada BMT ANDA Salatiga?
2. Untuk mengetahui bagaimana sistem pengendalian intern penggajian yang diterapkan pada BMT ANDA Salatiga?
Kegunaan penelitian ini adalah :
1. Bagi penulis
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan penulis mengenai sistem pengendalian intern penggajian.
2. Bagi pihak STAIN Salatiga
a. Sebagai bahan informasi bagi peneliti-peneliti selanjutnya.
b. Dapat memberikan sumbangan ilmu pengetahuan khususnya wacana tentang sistem pengendalian intern penggajian.
3. Bagi BMT ANDA Salatiga
D. Penelitian Terdahulu
Penelitian Siti Malikatin (2005) “Sistem Pengendalian Intern Barang Jaminan pada Perum Pegadaian Salatiga” menyimpulkan bahwa secara umum sistem pengendalian intern terhadap barang jaminan di Perum Pegadaian Cabang Salatiga Utara kurang memadai untuk tujuan sistem pengendalian intern yang baik.
Penelitian Ika Haripratiwi (2006) “Analisis Sistem Pengendalian Intern Penggajian Karyawan pada BMT AL IKHLAS Yogyakarta” menyimpulkan sistem pengendalian intern di BMT AL IKHLAS Yogyakarta sudah baik dan dikategorikan memadai. Sudah ada pemisah tugas dan tanggung jawab dalam struktur organisasinya, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang baik, serta praktik yang sehat dalam melaksanakan fungsi tiap unit organisasi.
Penelitian Suparjono (2011) “Sistem Akuntansi Penggajian Karyawan pada BMT Mandiri Sejahtera Kecamatan Ungaran Timur” menyimpulkan
Berdasarkan paparan beberapa tulisan ilmiah di atas, maka penelitian penulis yang berjudul “Sistem Pengendalian Intern Penggajian pada BMT ANDA Salatiga” belum pernah dibuat dan ada perbedaan tulisan penulis dengan karya ilmiah yang lain yaitu dalam hal tempat, waktu dan pelaksanaan. Perbedaan tempat/lokasi penelitian tentunya membuat adanya perbedaan mengenai hasil-hasil analisis sistem pengendalian intern penggajian masing-masing BMT memiliki aset yang berbeda-beda, sistem, kebijakan, serta prosedur yang berbeda satu sama lain.
E. Metode Penelitian
1. Objek Penelitian
Penelitian ini bertempat di BMT ANDA Salatiga.
2. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deksriptif, yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan secara terperinci keadan serta kondisi dari suatu objek penelitian. Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar dan bukan angka.
3. Jenis Data
Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder :
Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara mempelajari hal-hal yang berasal dari buku-buku atau dokumen tertentu.
4. Teknik Pengumpulan Data
a. Riset perpustakaan
Mengumpulkan data-data yang diperlukan melalui buku-buku yang tersedia di perpustakaan.
b. Wawancara
Penulis mendapatkan materi dengan cara tanya jawab langsung dengan responden/pimpinan BMT dan karyawan BMT.
c. Dokumentasi
Yaitu mengumpulkan data yang diperoleh dari catatan-catatan yang dimiliki oleh BMT ANDA Salatiga, berupa dokumen, catatan, prosedur dan sistem pengendalian intern dalam sistem akuntansi penggajian karyawan BMT ANDA Salatiga.
d. Observasi/pengamatan
F. Penegasan Istilah
Istilah sistem pengendalian intern /internal dulu dikenal dengan internal
check, yaitu pengendalian yang terbangun dalam suatu sistem akuntansi.
Pengendalian itu muncul karena beberapa faktor yang ada dalam suatu sistem, yaitu fungsi yang terpisah (antara kewenangan memberi persetujuan/otorisasi, pencatatan dan pengelolaan), prosedur yang memadai serta dokumen yang layak (Reni Suryani Rosa, 2010).
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang dituangkan dalam norma pemeriksaan akuntan, bahwa sistem pengendalian intern meliputi organisasi serta metode dan ketentuan yang dikoordinasi yang dianut dalam suatu perusahaan untuk melindungi harta miliknya, mencek kecermatan dan keandalan data akuntansi, meningkatkan efisiensi usaha dan mendorong ditaatinya kebijakan manajemen yang telah digariskan.
Mengenai luasnya pengertian sistem pengendalian intern diakui pula oleh IAI dalam buku norma pemeriksaan akuntansi, yaitu :
“Suatu sistem pengendalian intern lebih luas daripada yang secara
langsung menyangkut fungsi-fungsi akuntansi dan bagian keuangan.”
manajemen memperoleh informasi, perlindungan serta pengendalian untuk keberhasilan operasi perusahaan.
G. Sistematika Penulisan
Dalam laporan ini penulis menyajikan sistematika penulisan laporan penelitian sebagai berikut :
BAB I Berupa pendahuluan, berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan, penelitian terdahulu, metode penelitian, penegasan istilah dan sistematika penulisan.
BAB II Berupa landasan teori yang berisi pengertian sistem, tujuan, unsur-unsur, prinsip-prinsip sistem pengendalian intern, serta berisi sistem akuntansi penggajian, prosedur penggajian, dan sistem pengendalian intern dalam sistem penggajian.
BAB III Laporan objek, menjelaskan gambaran umum beserta data perusahaan yang menjadi studi pengamatan, meliputi sejarah berdirinya, struktur organisasi, permodalan, dan data deskriptif.
BAB IV Adalah analisis data yang merupakan isi pokok dari laporan praktik dan merupakan hasil perbandingan kualitatif antara teori di Bab dua dengan praktik di BMT ANDA Salatiga.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Sistem
Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain (Thomas Sumarsan, 2010: 2).
Kriteria dari sistem adalah :
1. Sistem harus dirancang untuk mencapai tujuan.
2. Elemen dari sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
Contoh: sistem penjualan harus mencapai target penjualan perusahaan.
3. Elemen dalam sistem harus berhubungan dan berkaitan dalam pencapaian organisasi pada umumnya dan pencapaian divisi atau departemen pada khususnya.
4. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem.
5. Tujuan organisasi lebih penting daripada tujuan divisi atau tujuan departemen.
Sedangkan Mulyadi mendefinisikan sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan (Mulyadi, 2001: 5).
Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan di atas dapat dipahami bahwa sistem adalah sekelompok dua atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan.
B. Pengertian Sistem Pengendalian Intern
Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen (Mulyadi, 1997: 165).
Pengertian pengawasan intern pada mulanya sebagaimana laporan
“Committee on Auditing Procedure” yang dipublikasikan tahun 1949
dengan judul Internal Control Elements of Coordina te System a nd its Importa nce to Mana gement a nd the Independent Public Accounta nt,
berbunyi sebagai berikut:
“Pengawasan intern mencakup struktur organisasi dan seluruh metode
dan prosedur yang terkoordinir yang diterapkan oleh perusahaan untuk mengamankan hartanya, mencek ketelitian dan kepercayaan terhadap data akuntansi, mendorong kegiatan agar efisien, dan mengajak untuk
mentaati kebijaksanaan perusahaan.”
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengendalian intern adalah suatu sistem yang meliputi struktur organisasi dan metode serta prosedur yang terkoordinir untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan perusahaan.
C. Tujuan Sistem Pengendalian Intern
Alasan perusahaan untuk menerapkan sistem pengendalian intern adalah untuk membantu pimpinan agar perusahaan dapat mencapai tujuan dengan efisien. Tujuan pengawasan intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai dalam pencapaian tiga golongan tujuan: keandalan informasi keuangan, kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, efektivitas dan efisiensi operasi (Mulyadi dan Kanaka Puradiredja, 1998: 172).
Sedangkan Hall menyebutkan tujuan utama dari pengendalian intern adalah :
1. Untuk menjaga aktiva perusahaan
2. Untuk memastikan akurasi dan dapat diandalkannya catatan dan informasi akuntansi
3. Untuk mempromosikan efisiensi operasi perusahaan
D. Unsur-Unsur Sistem Pengendalian Intern
Unsur pokok sistem pengendalian intern adalah :
1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas
2. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya
3. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi
4. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya (Mulyadi, 2001: 16).
Unsur-unsur di atas dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas.
Struktur organisasi merupakan kerangka pembagian tanggung jawab fungsional kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok perusahaan.
Dalam organisasi setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut.
3. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi
Pembagian tanggung jawab fungsional dan sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang telah ditetapkan tidak akan terlaksana dengan baik jika tidak diciptakan cara-cara untuk menjamin praktik yang sehat dalam pelaksanaannya.
4. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya
Struktur organisasi, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan serta berbagai cara yang diciptakan untuk mendorong praktik yang sehat, semuanya sangat bergantung kepada manusia yang melaksanakannya.
E. Prinsip-Prinsip Sistem Pengendalian Intern
1. Pemisahan fungsi
Tujuan utama pemisahan fungsi untuk menghindari dan pengawasan segera atas kesalahan atau ketidaberesan. Adanya pemisahan fungsi untuk dapat mencapai suatu efisiensi pelaksanaan tugas.
2. Prosedur pemberian wewenang
Tujuan prinsip ini adalah untuk menjamin bahwa transaksi telah diotorisir oleh orang yang berwenang.
3. Prosedur dokumentasi
Dokumentasi yang layak penting untuk menciptakan sistem pengendalian akuntansi yang efektif. Dokumentasi memberikan dasar penetapan tanggung jawab untuk pelaksanaan dan pencatatan akuntansi.
4. Prosedur dan pencatatan akuntansi
Tujuan pengendalian ini adalah agar dapat disiapkannya catatan-catatan akuntansi yang teliti secara cepat dan data akuntansi dapat dilaporkan kepada pihak yang menggunakan secara tepat waktu.
5. Pengawasan fisik
6. Pemeriksaan intern secara bebas
Menyangkut perbandingan antara catatan aset dengan aset yang betul-betul ada, menyelenggarakan rekening-rekening kontrol dan mengadakan perhitungan kembali gaji karyawan. Ini bertujuan untuk mengadakan pengawasan kebenaran data.
F. Sistem Akuntansi Penggajian
1. Pengertian sistem, prosedur, dan sistem akuntansi
Sistem adalah suatu kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain (Thomas Sumarsa, 2010: 2).
Sedangkan Mulyadi mendefinisikan sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan (Mulyadi, 2001: 5).
Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
a. Menulis
b. Menggandakan
c. Menghitung
d. Memberi kode
e. Mendaftar
f. Memilih(mensortasi)
g. Memindah
h. Membandingkan.
Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan (Mulyadi, 2001: 3).
2. Dokumen dan catatan yang digunakan
Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penggajian adalah (Mulyadi, 2001: 374) :
a. Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah
b. Kartu jam hadir
d. Daftar gaji dan daftar upah
e. Rekap daftar gaji dan rekap daftar upah
f. Surat pernyataan gaji dan surat pernyataan upah
g. Amplop gaji dan upah
h. Bukti kas keluar.
Catatan akuntansi yang digunakan dalam pencatatan gaji antara lain (Mulyadi, 2001 : 382) :
a. Jurnal umum
Dalam pencatatan gaji, jurnal umum digunakan untuk mencatat distribusi biaya tenaga kerja dalam tiap departemen dalam perusahaan.
b. Kartu harga pokok produk
Digunakan untuk mencatat upah tenaga kerja langsung yang digunakan untuk pesanan tertentu.
c. Kartu biaya
d. Kartu penghasilan karyawan
Digunakan untuk mencatat penghasilan dan berbagai potongannya yang diterima oleh setiap karyawan.
3. Pengertian gaji
Gaji adalah suatu bentuk balas jasa ataupun penghargaan yang diberikan secara teratur kepada seorang pegawai atas jasa dan hasil kerjanya. Gaji pada dasarnya diterima oleh karyawan selain buruh (pelaksana) dan dibayarkan setiap bulan. Para manajer, pegawai administrasi dan pegawai penjualan biasanya mendapat gaji dari perusahaan yang jumlahnya tetap (AL Haryono Jusup, 1999: 239).
G. Prosedur Penggajian
1. Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penggajian (Mulyadi, 2001:382-385)
a. Fungsi kepegawaian
b. Fungsi pencatat waktu
Bertanggungjawab untuk menyelenggarakan catatan waktu hadir bagi semua karyawan perusahaan. Pencatatan waktu hadir bisa menggunakan daftar hadir biasa, yang karyawannya harus menandatanganinya setiap hadir dan pulang atau dapat menggunakan kartu hadir (berupa clock card) yang diisi secara otomatis dengan menggunakan mesin pencatat waktu. Pencatatan waktu ini diselenggarakan untuk menentukan gaji karyawan. Fungsi pencatat waktu berada di tangan bagian pencatat waktu, di bawah departemen personalia.
c. Fungsi pembuat daftar gaji
Bertanggungjawab untuk membuat daftar gaji yang berisi penghasilan bruto yang menjadi hak dan berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan selama jangka waktu pembayaran gaji. Daftar gaji diserahkan oleh fungsi pembuat daftar gaji kepada fungsi akuntansi guna pembuatan bukti kas keluar yang dipakai sebagai dasar untuk pembayaran gaji kepada karyawan.
d. Fungsi akuntansi
e. Fungsi keuangan
Bertanggungjawab untuk mengisi cek guna pembayaran gaji dan menguangkan cek tersebut ke bank. Uang tunai tersebut kemudian dimasukkan ke dalam amplop gaji setiap karyawan, selanjutnya dibagikan kepada karyawan yang berhak.
2. Jaringan prosedur sistem akuntansi penggajian(Mulyadi, 2001:385)
a. Prosedur pencatatan waktu hadir
Uraian kegiatan yang dilakukan oleh bagian pencatat waktu adalah sebagai berikut :
1) Bagian pencatat waktu mengawasi setiap karyawan yang memasukkan kartu jam hadir ke dalam mesin pencatat waktu pada waktu masuk dan pulang.
2) Membuat daftar hadir karyawan berdasarkan kartu jam hadir.
3) Menyerahkan daftar hadir karyawan dan kartu hadir karyawan ke bagian gaji dan upah.
b. Prosedur pembuatan daftar gaji
Uraian kegiatan yang dilakukan oleh bagian gaji dan upah adalah sebagai berikut :
2) Membuat daftar gaji rangkap 2 berdasarkan dokumen daftar gaji dan kartu jam hadir.
3) Membuat rekap daftar gaji rangkap 2 dan surat pernyataan gaji.
4) Mencatat penghasilan karyawan pada kartu penghasilan karyawan berdasarkan daftar gaji rangkap 2, rekap daftar gaji rangkap 2, dan surat pernyataan gaji.
5) Menyerahkan daftar gaji rangkap 2, rekap gaji rangkap 2, surat pernyataan gaji, dan kartu penghasilan karyawan ke bagian utang.
6) Bagian gaji dan upah menerima bukti kas keluar lembar ke-3, daftar gaji , lembar ke-2, dan kartu penghasilan karyawan dari bagian kasa.
7) Mengarsipkan lembar ke-3 dan lembar ke-2 berdasarkan tanggal serta kartu penghasilan karyawan berdasarkan abjad.
c. Prosedur pembuatan bukti kas keluar
Prosedur ini dilakukan oleh bagian utang dengan uraian kegiatan sebagai berikut:
1) Bagian utang menerima daftar gaji rangkap 2, rekap daftar gaji rangkap 2, dan dari bagian gaji dan upah.
3) Mencatat kewajiban gaji ke dalam register bukti kas keluar lembar ke-1
4) Menyerahkan bukti kas keluar lembar ke-2 dan rekap daftar gaji lembar ke-1 ke bagian jurnal.
5) Menyerahkan lembar ke-2 dan rekap dalam daftar gaji lembar ke-1 ke bagian jurnal.
6) Bagian utang menerima lembar ke-1, daftar gaji lembar ke-1, dan rekap daftar gaji lembar ke-2 dari bagian kasa. Mencatat nomor cek pada register bukti kas keluar.
7) Menyerahkan bukti kas keluar lembar ke-1, daftar gaji lembar ke-1, dan rekap daftar gaji lembar ke-2 ke bagian jurnal.
d. Prosedur pembayaran gaji
Prosedur ini dilakukan oleh bagian kasa dengan uraian kegiatan sebagai berikut:
1) Bagian kasa menerima bukti kas keluar lembar ke- dan ke-3, daftar gaji rangkap 2, rekap daftar gaji lembar ke-2, surat pernyataan gaji dan kartu penghasilan karyawan dari bagian utang.
2) Mengisi cek dan memintakan tanda tangan atas kepada kepala bagian keuangan.
4) Membayarkan gaji kepada karyawan dan meminta tanda tangan atas kartu penghasilan karyawan.
5) Membubuhkan cap lunas pada bukti dan dokumen pendukungnya.
6) Menyerahkan dokumen bukti kas keluar lembar ke-1, daftar gaji lembar ke-1, dan rekap daftar gaji lembar ke-2 ke bagian utang.
7) Menyerahkan dokumen bukti kas keluar lembar ke-3, daftar gaji lelmbar ke-2, dan kartu penghasilan karyawan ke bagian gaji dan upah.
8) Surat pernyataan gaji dimasukkan ke dalam amplop gaji bersama dengan memasukkan uang gaji.
e. Prosedur distribusi biaya gaji
Prosedur ini dilakukan oleh bagian jurnal dan bagian kartu biaya dengan uraian kegiatan sebagai berikut:
1) Bagian jurnal menerima dokumen bukti kas keluar lembar ke-2 dan rekap daftar gaji lembar ke-1 dari bagian utang.
2) Bagian jurnal membuat bukti memorial.
3) Bagian jurnal membuat jurnal umum berdasarkan dokumen bukti memorial, rekap daftar gaji lembar ke-1 dan bukti kas keluar lembar ke-2
Tahap pertama. Berdasarkan dokumen bukti kas keluar lembar ke-2, dicatat oleh bagian utang pada kewajiban gaji ke dalam bukti kas keluar sebagai berikut:
Gaji dan upah Rp xxx
Bukti Kas Keluar yang akan Dibayar Rp xxx
Tahap kedua. Berdasarkan bukti memorial, bagian jurnal mencatat distribusi biaya gaji ke dalam jurnal umum sebagai berikut:
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp xxx
Biaya Administrasi dan Umum Rp xxx
Biaya Pemasaran Rp xxx
Gaji dan Upah Rp xxx
Tahap ketiga. Berdasarkan dokumen bukti kas keluar telah dicap “lunas” oleh fungsi keuangan, bagian jurnal mencatat pembayaran gaji ke dalam register cek sebagai berikut:
Bukti Kas yang Akan Dibayar Rp xxx
Kas Rp xxx
5) Bagian kartu biaya mencatat distribusi biaya tenaga kerja ke dalam kartu biaya berdasarkan dokumen bukti memorial yang dilampiri rekap daftar gaji lembar ke-1
6) Bagian kartu biaya mengarsipkan dokumen dari bagian jurnal berdasarkan nomor urut.
7) Bagian jurnal menerima bukti kas keluar lembar ke-1, daftar gaji lembar ke-1, dan rekap daftar gaji lembar ke-2.
8) Mencatat pembayaran gaji ke dalam register cek berdasarkan bukti kas keluar lembar ke-1 yang telah dicap lunas oleh bagian kasa.
H. Sistem pengendalian intern dalam sistem penggajian (Mulyadi, 2001:386)
1. Aspek organisasi
a. Fungsi pembuatan daftar gaji dan upah harus terpisah dari fungsi keuangan.
b. Fungsi pencatatan waktu hadir harus terpisah dari fungsi operasi
2. Aspek sistem otorisasi
a. Setiap orang yang namanya tercantum dalam daftar gaji dan upah harus memiliki surat keputusan pengangkatan sebagai karyawan perusahaan yang ditandatangani oleh direksi.
b. Setiap perubahan gaji dan upah karyawan karena perubahan pangkat, perubahan tarif gaji dan upah, tambahan keluarga harus didasarkan pada surat keputusan direksi.
c. Setiap potongan atas gaji dan upah karyawan selain dari pajak penghasilan karyawan harus didasarkan surat potongan gaji dan upah yang diotorisasi oleh kepala fungsi kepegawaian.
d. Kartu jam hadir harus diotorisasi oleh fungsi pencatat waktu.
e. Perintah lembur harus diotorisasi oleh kepala departemen karyawan yang bersangkutan
g. Bukti kas keluar untuk pembayaran gaji dan upah harus diotorisasi oleh kepala fungsi akuntansi.
3. Aspek prosedur pencatatan
a. Perubahan dalam kartu penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan daftar gaji dan upah karyawan.
b. Tarif upah yang dicantumkan dalam kartu kerja diverifikasi ketelitiannya oleh fungsi akuntansi.
4. Aspek praktik yang sehat
a. Kartu jam hadir harus dibandingkan dengan kartu jam kerja sebelum kartu yang terakhir ini dipakai sebagai dasar distribusi biaya tenaga kerja langsung.
b. Pemasukan kartu jam hadir ke dalam mesin pencatat waktu harus diawasi oleh fungsi pencatat waktu.
c. Pembuatan daftar gaji dan upah harus diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh fungsi pembuat bukti kas keluar sebelum dilakukan pembayaran.
d. Penghitungan pajak penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan kartu penghasilan karyawan.
i. Konsep Gaji / Upah dalam Islam
Ijarah (upah) menurut bahasa adalah al-itsabah (memberi upah), sedangkan menurut istilah fiqih adalah pemberian hak pemanfaatan dengan syarat ada imbalan (Fathul Bari IV: 439).
Gaji atau upah menurut islam adalah imbalan yang diterima seseorang atas pekerjaannya dalam bentuk imbalan materi di dunia (Adil dan Layak) dan dalam bentuk imbalan pahala di akhirat (imbalan yang lebih baik).
Dari pengertian tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Islam melihat upah sangat besar kaitannya dengan konsep moral
2. Upah dalam islam tidak hanya sebatas materi (kebendaan atau keduniaan) tetapi menembus batas kehidupan, yakni berdimensi akhirat yang disebut dengan pahala
3. Upah diberikan berdasarkan prinsip keadilan (justice)
4. Upah diberikan berdasarkan prinsip kelayakan (kecukupan)
دْعا
اوْقَتلل رْقا وه ا ْول
“Berbuat adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”. (QS. Al-Maidah : 8)
Dimensi upah di dunia dicirikan oleh dua hal, yaitu adil dan layak. Adil bermakna bahwa upah yang diberikan harus jelas, transparan, dan proporsional. Layak bermakna bahwa upah yang diberikan harus mencukupi kebutuhan pangan, sandang, dan papan serta tidak jauh berada di bawah pasaran. Untuk menerapkan upah dalam dua dimensi dunia, maka konsep moral merupakan hal yang sangat penting agar pahala dapat diperoleh sebagai dimensi akhirat dari upah tersebut. Jika moral diabaikan maka dimensi akhirat tidak tercapai. Konsep moral diperlukan untuk menerapkan upah dimensi dunia agar upah dimensi akhirat dapat tercapai.
Prinsip utama keadilan terletak pada kejelasan aqad (transaksi) dan komitmen melakukannya. Aqad dalam perburuhan adalah aqad yang terjadi antara pekerja dengan pengusaha. Artinya, sebelum pekerja dipekerjakan, harus jelas dahulu bagaimana upah yang akan diterima oleh pekerja. Upah tersebut meliputi besarnya upah dan tata cara pembayaran upah. Khusus untuk pembayaran upah, Rosulullah bersabda:
ُهُرْجَا َرْ يِج َاا اْوُطْعُا َمَلَس َو ِهْيَلَع ُه ىَلَص ِه ُلْوُسَر َلَاق : َلاَق َرَمُع ِنَب ه ِدْبَع ْنَع
َلْبَ ق
“Dari Abdillah bin Umar, Rosulullah saw. Bersabda: Berikanlah upah orang upahan sebelum kering keringatnya”. ( HR. Ibnu Majah dan Imam Thabrani )
Sebelum seseorang bekerja, hendaknya terlebih dahulu mengadakan perjanjian kerja, agar ada kejelasan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Adapun syarat sahnya perjanjian kerja antara lain:
1. Pekerjaan yang diperjanjikan termasuk jenis pekerjaan yang mubah atau halal menurut ketentuan syara’, berguna bagi perorangan atau
masyarakat.
2. Manfaat kerja yang diperjanjikan dapat diketahui dengan jelas, dengan adanya pembatasan waktu atau jenis pekerjaan yang harus dilakukan.
3. Upah sebagai imbalan pekerjaan harus diketahui dengan jelas, termasuk jumlahnya, wujudnya, dan juga waktu pembayarannya.
diperhitungkan atasnya (dipotong upahnya) karena setiap hak dibarengi dengan kewajiban. Selama ia mendapatkan upah secara penuh, maka kewajibannya juga harus dipenuhi. Sepatutnya hal ini dijelaskan secara detail dalam “peraturan kerja” yang menjelaskan masing-masing hak dan
kewajiban kedua belah pihak.
Upah atau gaji merupakan hak karyawan selama karyawan tersebut bekerja dengan baik. Jika pekerja tersebut tidak benar dalam bekerja, maka gajinya dapat dipotong atau disesuaikan. Hal ini menjelaskan bahwa, selain hak karyawan memperoleh upah atau gaji atas apa yang diusahakannya, juga merupakan hak perusahaan untuk memperoleh hasil kerja dari karyawan dengan baik. Bekerja yang baik merupakan kewajiban karyawan atas hak upah yang diperolehnya, demikian juga memberi upah merupakan kewajiban perusahaan atas hak hasil kerja karyawan yang diperolehnya. Tentang waktu pembayaran upah, hendaknya memperhatikan hadits-hadits yang telah disebutkan sebelumnya. Keterlambatan pembayaran upah dikategorikan sebagai perbuatan zalim dan orang yang tidak membayar upah para pekerjanya termasuk orang yang dimusuhi Nabi saw. pada hari kiamat. Dalam hal ini islam sangat menghargai waktu dan sangat menghargai tenaga seorang karyawan.
و ا
“Bahwasannya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah
diusahakannya”. (QS. An-Najm: 39)
Jika adil berbicara tentang kejelasan, transparansi serta proporsionalitas ditinjau dari berat pekerjaanya, maka layak berhubungan dengan besaran yang diterima. Ditinjau dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dzar bahwa Rosulullah Saw. bersabda:
“Mereka (para budak dan pelayanmu) adalah saudaramu, Allah menempatkan
mereka di bawah asuhanmu; sehingga barang siapa mempunyai saudara
dibawah asuhannya, maka harus diberinya makan seperti apa yang
dimakannya (sendiri) dan memberi pakaian seperti apa yang dipakainya
(sendiri); dan tidak membebankan pada mereka dengan tugas yang sangat
berat, dan jika kamu membebankannya dengan tugas seperti itu, maka
hendaklah membantu mereka (mengerjakannya)”. (HR. Muslim)
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Mustawrid bin Syadad Rosulullah Saw. bersabda:
“Aku mendengar Nabi Muhammad saw. bersabda: Siapa yang menjadi pekerja
bagi kita, hendaknya ia mencarikan istri untuknya; seorang pembantu bila
tidak memilikinya, hendaknya ia mencarikannya untuk pembantunya. Bila ia
tidak mempunyai tempat tinggal, hendaknya ia mencarikan tempat tinggal.
Diberitakan kepadaku bahwa Nabi Muhammmad Saw. bersabda: Siapa yang
mengambil sikap selain itu, maka ia adalah seorang yang keterlaluan atau
pencuri”. (HR Abu Daud)
Dari hadits tersebut dapat diketahui bahwa kelayakan upah yang diterima oleh pekerja dilihat dari 3 aspek yaitu: pangan, sandang, papan. Islam juga tidak membenarkan seseorang merugikan orang lain, dengan cara mengurangi hak-hak yang seharusnya diperolehnya. Allah SWT berfirman:
و
“Dan janganlah kamu merugikan manusia akan hak-haknya dan janganlah
kamu merajalela dimuka bumi membuat kerusakan”. (QS, Asy-Syu’ara:
BAB III
LAPORAN OBYEK
A. Gambaran Umum
1. Sejarah Berdirinya BMT ANDA Salatiga
Pada tanggal 12 Juli 1998 didirikan Koperasi Serba Usaha (KSU) ANDA oleh para tokoh masyarakat, ulama dan aghniya’ di Salatiga
yang akhirnya menjembatani berdirinya BMT ANDA Salatiga. Legalitas BMT ANDA Salatiga didasari dengan keluarnya Surat Keputusan oleh Menteri Koperasi dan Pembinaan Usaha Kecil dengan SK Nomor: 004/BH/KWK.11.32/C/X/1998, tertanggal 16 Oktober 1998 Nomor B. 12/Kop 10/1998. Dan untuk memperluas wilayah gerak, maka pada tanggal 20 Maret 2003 mengajukan perubahan anggaran dasar ke tingkat provinsi sehingga keluar SK Perubahan pada tanggal 21 April 2003 No: 07/BH/PAD/KDK.II/VI/2003.
a. Meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan kemajuan lingkungan kerja pada umumnya.
b. Menciptakan sumber pembiayaan dan penyediaan modal bagi anggota dengan prinsip syariah.
c. Mengembangkan sikap hemat dan mendorong kegiatan penyimpanan.
d. Menumbuhkan usaha-usaha produktif anggota.
Nama-nama Pengurus BMT ANDA Salatiga:
Ketua : Budi Santoso, SE, MM
Sekretaris : Supardi, SE
Bendahara : M. Fatur Rahman, SE, MM
Pengawas : KH. Abdul Majid
H. Ulin Nuha
Manajer : Widodo, A.Md
Manajer Akuntansi : Madiyono, A.Md
Kepala Cabang : Widodo, A.Md
Haryanto
Agung Wisara Siku, SE
Pemasaran/Marketing : Muhammad Yasid
Arif Hidayat
Heru Fernanto
Rudianto
Thoif Nawawi
Siti Nurjanah
Iwan Wahyudi
Nur Salim
Pembiayaan : Ita Setyorini, SE
Teller : Erni Afrianti, A.Md
Mutmainah, A.Md
Ika Dewi Lestari
CS : Dewi Woro Puasari
Nurul Siti Rahmah, A.Mk
Ani Nur’aini
Security/OB : Agung Setyanto
2. Tugas dan Wewenang Pengurus
Tugas dan wewenang pengelola BMT ANDA Salatiga:
a. Ketua
Ketua mempunyai tugas dan tanggung jawab penuh terhadap kerja para bawahan, pengurus dan anggota lainnya.
b. Sekretaris
c. Bendahara
Bendahara mempunyai tugas menerima, memeriksa, dan mengatur sirkulasi uang yang masuk dan keluar, mencatat dan menyimpannya.
d. Pengawas
Pengawas mempunyai tugas untuk mengawasi dan memberikan masukan berupa nasehat kepada pengurus dan membantu ketua dalam menjalankan kegiatan operasional.
e. Manajer
Menejer mempunyai tugas melaksanakan kebijakan umum, menyusun dan mengusulkan rencana anggaran, rencana kerja. Menandatangani permohonan keanggotaan dan memberikan persetujuan / menolak keanggotaan anggota, melaporkan secara rutin perkenbangan BMT kepada pengrus. Mewakili pengurus dalam hubungannya dengan pihak luar jika pengurus berhalangan, memberi validasi pada berkas pembiayaan, menandatangani semua akad pembiayaan.
f. Manajer akuntansi
manajer tiap hari. Membuat planning keuangan sesuai dengan pengajuan dari kepala cabang dan arahan dari general manajer. Melaksanakan pembayaran pinjaman pihak ketiga sesuai perjanjian yang telah dibuat. Membuat laporan pajak, membayar pajak, dan mengarsipkaannya, membuat laporan bulanan, membuat buku besar, buku pembantu, membayar beban operasi sesuai dengan RAB BMT.
g. Pemasaran
Mempunyai tugas untuk melakukan kegiatan survey ketika ada calon nasabah yang mengajukan pembiayaan, mencari nasabah baru, mengenalkan produk BMT dan lain-lain.
h. Pembiayaan
Bagian pembiayaan bertugas memberikan formulir pengajuan pembiayaan kepada anggota. Memberi formulir dan kelengkapan administrasi pengajuan pembiayaan. Menganalisa kegiatan usaha yang diajukan dengan melihat kekuatan dan kelemahan. Memberikan penjelasan dan pengarahan kepada anggota, menyeleksi dan memeriksa kelengkapan administrasi, menentukan layak dan tidaknya survei, menyerahkan berkas pengajuan pembiayaan kepada bagian administrasi
i. Teller
simpanan, pembiayaan, ZIS, dan lain-lain. Melakukan pencatatan, pendataan, pelayanan informasi kepada anggota dan calon anggota. Mengatur dan menyiapkan pengeluaran uang tunai yang telah disetujui oleh Direktur, Manajer Pemasaran atau Manajer Operasional. Menandatangani formulir-formulir serta slip-slip dari anggota serta memasukkan data ke arsip atau komputer, membuat mutasi harian atau laporan kas harian.
j. CS
Customer Service bertugas member informasi produk-produk BMT kepada anggota. Melayani pembukaan rekening baru, melayani pendaftaran pembiayaan, surat menyurat, administrasi pembiayaan dan tabungan, administrasi operasional kantor meliputi absen dan surat tagihan.
k. OB
3. Visi dan Misi
a. Visi
Menjadi lembaga keuangan syari’ah yang maju, profesional, dan mensejahterakan anggota.
b. Misi
1) Menjalankan operasional koperasi yang sesuai standart koperasi yang sehat
2) Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan
3) Mengusahakan pemupukan modal anggota dengan sistem syari’ah
4) Memberikan pembiayaan kepada anggota untuk tujuan produktif
5) Mengusahakan program pendidikan dan pembinaan agama secara intensif kepada anggota.
6) Meningkatkan kesejahteraan anggota dan kemajuan lingkungan kerja.
7) Menciptakan sumber pembiayaan anggota dengan prinsip syari’ah.
8) Menumbuhkan usaha-usaha produktif anggota.
4. Produk-Produk dan Wilayah Kerja
a. Produk-produk
1) Simpanan
Jenis-jenis simpanan di BMT ANDA Salatiga meliputi :
a) SISUKA (Simpanan Suka Rela)/Simpanan Mudharabah
Yakni simpanan dari shahibul maal yang akan digunakan oleh BMT agar memperoleh keuntungan ganda karena simpanan dikelola dengan sistem bagi hasil sesuai dengan syariat Islam dan dimanfaatkan bagi pengembangan kualitas hidup masyarakat Islam.
b) SI BERKAH (Simpanan Berkala Mudharabah)
Adalah simpanan anggota yang sifatnya sama dengan simpanan mudharabah, namun dalam pengambilannya dilakukan secara berkala sesuai produk yang diambil. Simpanan ini mendapat porsi bagi hasil yang lebih tinggi dari simpanan mudharabah biasa.
setiap bulan langsung menambah saldo simpanan. Setoran dan penarikan dapat langsung ke kantor BMT ANDA Salatiga atau juga bisa dilayani di rumah atau pun di tempat usaha. Simpanan Berkala Mudharabah terdiri dari :
(1) Si Qurban (Simpanan Qurban)
Adalah simpanan yang dilakukan oleh anggota untuk persiapan pembelian hewan kurban. Simpanan ini dapat diambil pada bulan Dzulhijah setiap tahunnya.
(2) Si Munik (Simpanan Mudharabah Nikah) /Si Wali (Simpanan Walimah)
Adalah simpanan anggota untuk persiapan pelaksanaan pernikahan. Simpanan ini dapat diambil pada saat nasabah akan melaksanakan pernikahan atau menikahkan orang lain yang menjadi tanggungannya.
(3) Si Pendi (Simpanan Pendidikan)
(4) Si Fitri (Simpanan Idul Fitri)
Adalah simpanan anggota untuk persiapan menyambut Idul Fitri. Simpanan ini dapat diambil pada saat menjelang akan datangnya bulan Syawal.
c) TAMARA (Simpanan Masa Depan Sejahtera)
Simpanan ini ditujukan untuk masa yang akan datang, agar hidup lebih terjamin di masa tua nanti. Setoran dan penarikan dapat langsung dilakukan di kantor atau dilayani di rumah dan di tempat usaha.
Setoran minimal Rp 10.000,00 saldo minimal Rp 10.000,00 Nisbah bagi hasilnya 35% dan diberikan setiap bulan sehingga langsung menambah saldo simpanan.
d) SI HAJI (Simpanan Haji/Umroh)
Simpanan ini diperuntukkan bagi umat Islam yang akan menjalankan ibadah haji/umroh. Dengan setoran minimal Rp 100.000,00 setiap bulan. Nisbah bagi hasil 40%.
e) Simpanan Berjangka
Adalah simpanan anggota yang dikelola oleh BMT dengan harapan BMT dapat memutar uang tersebut kepada calon debitur. Nasabah menyimpan uang tersebut untuk jangka waktu tertentu dengan mengharap pembagian keuntungan sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan pada awal penyimpanan dana.
Simpanan ini sangat tepat untuk merencanakan usaha, setoran dan penarikan dapatlangsung dilakukan di kantor, rumah, ataupun di tempat usaha. Setoran minimal Rp 1.000.000,00.
Jangka waktu untuk simpanan ini adalah 3 bulan dengan Nisbah bagi hasil 40%, 4 bulan 42,5%, 6 bulan 45%, dan 12 bulan 50%. Bagi hasil diberikan setiap bulannya. Jika jangka waktu habis, maka dapat diperpanjang secara otomatis.
f) Simpanan Dirham Barokah
g) Simpanan Pensiun
Diperuntukkan bagi perusahaan maupun perorangan, dengan tujuan mensejahterakan karyawan setelah pensiun. Setoran minimal Rp 25.000,00 per bulan. Dengan pengambilan minimal 5 tahun. Nisbah bagi hasil untuk simpanan ini adalah 60%, dan diberikan setiap bulan sehingga menambah saldo.
h) Simpanan Umroh
Simpanan ini diperuntukkan bagi umat islam yang akan menjalankan ibadah umroh. Persyaratan dengan menyerahkan fotokopy KTP, menyerahkan materai Rp. 6000,- dan mengisi aplikasi pendaftaran, peserta simpanan umroh 1 paket 30 orang,setoran Rp. 700.000,- pertahun selama 24 bulan, setiap anggota berhak mengikuti manasik yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, setiap anggota berhak mendapatkan kesempatan undian grandprize 1 buah sepeda motor.
2) Pembiayaan
a) Pembiayaan Musyarakah
Adalah pembiayaan yang diberikan kepada seorang anggota atau lebih berupa modal yang diberikan kepada anggota dari modal keseluruhan. Pihak BMT dapat dilibatkan dalam pengelolaannya. Pembagian keuntungan yang proporsional dilakukan sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak, bila terjadi kerugian, semua pihak turun menanggung kerugian sebanding dengan penyertaan masing-masing.
b) Pembiayaan Murabahah
Adalah pembiayaan yang diberikan kepada anggota untuk pembelian baranng-barang yang akan dijadikan modal kerja. Pembiayaan ini menggunakan akad jual beli pinjaman pokok dikembalikan pada jatuh tempo yang disepakati.
c) Pembiayaan Bai’Bitsaman Ajil
d) Pembiayaan BBM
Yaitu pembiayaan yang dananya berasal dari pemerintah. BMT hanya sebagai lembaga penyalur, tetapi BMT mendapatkan bagi hasil dari pembiayaan BBM ini, yaitu sebesar 16%. Pembiayaan ini diberikan kepada nasabah untuk digunakan sebagai modal usaha. Dalam pembayarannya berupa angsuran. Lama pinjaman sesuai kesepakatan. Nasabah diwajibkan membayar bagi hasil sesuai kesepakatan jika usahanya mendapatkan keuntungan.
e) Pembiayaan Qordhul Hasan
Adalah pembayaran kebajikan yang diberikan oleh BMT kepada anggotanya yang kurang mampu. Dalam pembiayaan ini nasabah tidak ditekankan pada besarnya keuntungan yang diberikan, tapi lebih pada aspek sosial. Dimana nasabah hanya diwajibkan mengembalikan pokoknya saja pada saat telah jatuh tempo atau bisa diangsur. Namun jika ternyata nasabah tersebut usahanya maju dan sebagai tanda terima kasih memberikan keuntungan, maka BMT diperkenankan menerima keuntungan ini dan selanjutnya digunakan lagi untuk pembiayaan sosial.
f) Ijarah (Sewa)
pada pembiayaan ijarah ini bisa menggunakan cara murabahah ataupun bai’bitsaman ajil.
3) Produk Tambahan
Produk tambahan yang ada di BMT ANDA antara lain berupa:
a) Arisan Sepeda Motor
Arisan sepeda motor adalah produk untuk melayani nasabah yang menginginkan sepeda motor dengan cara cepat dan mudah. Pada produk ini terdiri dari 2 (dua) paket. Paket I terdiri dari 70 orang dan paket 2 terdiri dari 80 orang. Besar setoran untuk paket 1 adalah Rp 125.000,00 sedangkan untuk paket 2 sebesar Rp 100.000,00. Lama arisan maksimal 70 putaran untuk paket 1 dan 80 putaran untuk paket 2.
b) Zakat, Infak dan Shadaqoh (ZIS)
ZIS diperoleh BMT dari nasabah yang memberikan uang kepada BMT secara sukarela. Penyaluran ZIS yang dikelola BMT diberikan untuk 8 asnaf, yaitu: fakir, miskin, ibnu sabil, mu’allaf, orang yang berjihat fi sabilillah, orang yang
c) PPOB (Payment Point On Line Bank)
Yaitu pelayanan BMT dalam hal pembayaran:
a) Rekening listrik
b) Rekening telepon
Untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Setiap rekening disisihkan Rp 20,00 untuk dana infaq.
b. Wilayah kerja
5. Permodalan
Modal BMT ANDA Salatiga berasal dari simpanan anggotanya. Karena BMT bukan bank, maka tidak dapat dan tidak boleh mengumpulkan simpanan dari masyarakat selain anggotanya. Simpanan yang merupakan modal BMT ANDA tersebut adalah sebagai berikut:
a. Simpanan Pokok Khusus
Yaitu uang yang dibayar oleh anggota pendiri. Sedangkan jumlah minimalnya sesuai dengan kesanggupan anggota masing-masing. Simpanan ini dapat dibayar tunai atau cicilan, sesuai dengan kesepakatan rapat anggota. Simpanan pokok khusus boleh dialihkan ke anggota lain. Namun tidak boleh diambil.
b. Simpanan Pokok
Yaitu uang yang dibayarkan setiap anggota BMT yang jumlahnya ditentukan dalam Anggaran Dasar. Simpanan pokok ini merupakan “tanda keanggotaan BMT”, oleh karena itu simpanan pokok tidak
c. Simpanan Sukarela
Yaitu simpanan yang didapatkan dari anggota yang menabung di BMT ANDA Salatiga. Kemudian simpanan ini digunakan oleh BMT agar diperoleh keuntungan ganda karena simpanan dikelola dengan sistem bagi hasil sesuai dengan syari’at Islam dan dimanfaatkan bagi
pengembangan kualitas hidup masyarakat Islam.
d. Simpanan Berkala
Yaitu simpanan anggota yang dikelola oleh BMT dengan harapan BMT dapat memutar uang tersebut kepada calon debitur. Nasabah yang mnyimpan uang tersebut untuk jangka waktu tertentu dengan mengharap pembagian keuntungan sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan pada awal penyimpanan dana. Setoran minimal Rp 1.000.000,00.
e. Pinjaman Pihak Ketiga
Yaitu pinjaman yang didapat BMT dari instansi lain untuk menambah modal BMT. Kemudian pihak ketiga akan mendapatkan bagi hasil dari BMT atas usaha yang dilakukan BMT untuk memperoleh pendapatan.
f. Donasi
g. ZIS
Dana ZIS diperoleh dari nasabah yang dengan ikhlas menyumbangkan uangnya kepada BMT, yang kemudian nanti uangnya akan dipergunakan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.
B. Data Deskriptif
BMT ANDA Salatiga sebagai lembaga keuangan syari’ah untuk
menegakkan prinsip-prinsip, ditunjukkan dengan :
1. Adanya aqad perjanjian kerja/kontrak kerja. Penandatanganan aqad kontrak kerja setelah masa training 3 bulan, kemudian kontrak 1 tahun dan telah memenuhi syarat-syarat, ini ada SK yang di dalamnya memuat hak-hak dan kewajiban bagi karyawan.
2. BMT ANDA juga mempunyai kebijakan lain jika didapati karyawan yang terlambat atau pulang awal maka konsekuensinya adalah dilakukan pemotongan gaji.
3. Standar gaji pokok BMT ANDA Salatiga seusai dengan (UMR), dari gaji pokok akan ditambah tunjangan, bonus-bonus dan akan dikurangi potongan-potongan gaji. Gaji pokok diberikan setelah masa training selesai.
5. Persepsi BMT ANDA terhadap karyawannya, berdasarkan kinerja karyawan yang sesuai dengan kompetensi dibidangnya, rajin dan memiliki etos kerja yang tinggi, beriman dan taat beribadah.
Penggajian karyawan BMT ANDA standar gaji pokok sesuai dengan UMR yang diberikan setelah masa training selesai. Pembayaran gaji ditentukan setiap tanggal 5 karyawan memperoleh hak gajinya. BMT ANDA juga memberikan tunjangan-tunjangan, bonus-bonus, kemudian akan dikurangi potongan-potongan gaji jika didapati karyawan yang terlambat atau pulang awal. Ketentuan besarnya tunjangan yang diberikan pada karyawan diperhitungkan berdasarkan masa kerja dan level jabatan karyawan yang bersangkutan.
Tunjangan dan bonus yang diberikan oleh BMT ANDA adalah sebagai berikut:
Bagi karyawan lapangan (marketing)
a) Tunjangan
(1) Tunjangan keluarga
(2) Tunjangan jabatan
b) Bonus
(1) Premi khusus
(2) Simpanan berjangka
(3) Dana mengendap
(4) Arisan sepeda motor
(5) Dirham
(6) Umroh
c) Potongan
(1) Terlambat/pulang awal
(2) Jamsostek
(3) Saham
(4) Pajak
(5) Tidak masuk di luar cuti
(6) Pinjaman bagi karyawan yang bersangkutan
Bagi karyawan yang di dalam kantor
d) Tunjangan
(1) Tunjangan keluarga
(2) Tunjangan jabatan
(3) THR
e) Bonus
(1) Ketepatan laporan
f) Potongan
(1) Terlambat/pulang awal
(2) Tidak masuk di luar cuti
(3) Jamsostek
(4) Saham
(5) Pajak
(6) Pinjaman bagi karyawan yang bersangkutan
Dokumen dan catatan yang digunakan dalam prosedur penggajian karyawan BMT ANDA Salatiga terdiri dari : SK (Surat Keputusan), pengangkatan karyawan (training, kontrak, tetap), masa kerja karyawan, jabatan karyawan dan level, presensi karyawan, gaji karyawan.
1. Prosedur Sistem Penggajian Karyawan pada BMT ANDA Salatiga a. Fungsi yang terkait dalam sistem penggajian pada BMT ANDA
Salatiga:
1) Fungsi kepegawaian
Fungsi ini bertanggungjawab mencari karyawan baru. BMT ANDA merekrut karyawan baru menyeleksi calon karyawan, memutuskan penempatan karyawan baru, membuat surat keputusan dan kesepakatan kerja bagi calon karyawan BMT ANDA.
2) Fungsi pencatatan waktu
Penyelenggaraan waktu hadir ini untuk menentukan gaji karyawan. Bagian administrasi bertanggungjawab membuat rekap catatan presensi karyawan dari masing-masing kantor cabang, sehubungan dengan pembayaran gaji meliputi catatan karyawan masuk, karyawan ijin, cuti dan sebagainya. Fungsi ini berada dikantor pusat.
3) Fungsi pembuatan dartar gaji
Fungsi ini bertanggungjawab untuk membuat daftar gaji yang berisi penghasilan bruto yang menjadi hak dan berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan selama jangka waktu pembayaran gaji, berdasarkan laporan daftar hadir dari manajer masing-masing kantor cabang. Data yang dipakai sebagai dasar untuk pembuatan daftar gaji karyawan adalah surat keputusan kerja mengenai pengangkatan karyawan, daftar hadir karyawan, masa kerja karyawan, jabatan karyawan.
4) Fungsi akuntansi
5) Fungsi keuangan
Bertanggungjawab untuk mengisi cek guna pembayaran gaji. Kemudian bagian keuangan mentrenfer gaji karyawan ke rekening masing-masing karyawan, karyawan menerima slip gaji.
b. Jaringan prosedur sistem akuntansi penggajian karyawan BMT ANDA Salatiga:
1) Prosedur pencatan waktu hadir
Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan daftar hadir biasa yang diselenggarakan oleh fungsi pencatat waktu ditangani oleh bagian pencatat waktu, dengan uraian kegiatannya sebagai berikut:
a) Bagian pencatan waktu mengawasi setiap karyawan yang mengisi daftar hadir yang dicatat dengan menggunakan daftar hadir biasa pada waktu masuk dan pulang.
b) Membuat daftar hadir karyawan berdasarkan catatan yang ada pada catatan daftar hadir karyawan.
2) Prosedur administrasi
Prosedur ini dilakukan oleh bagian operasional kantor pusat dengan uraian kegiatan sebagai berikut :
a) Menerima daftar hadir karyawan kantor cabang
b) Membuat rekap daftar hadir berdasarkan catatan daftar hadir karyawan dari masing-masing kantor cabang
c) Menyerahkan rekap daftar hadir ke bagian penggajian
3) Prosedur penggajian
Prosedur ini dilakukan oleh bagian penggajian kantor pusat dengan uraian kegiatan sebagai berikut :
a) Menerima rekap daftar presensi karyawan dari bagian administrasi
b) Membuat daftar gaji berdasarkan dokumen SK pengangkatan karyawan, masa kerja karyawan, jabatan karyawan.
c) Membuat rekap daftar gaji untuk masing-masing kantor cabang dan kantor pusat
4) Prosedur pembayaran gaji
Prosedur ini dilakukan oleh bagian keuangan dengan uraian kegiatan sebagai berikut :
a) Menerima hasil rekap dartar gaji dari manajer penggajian
b) Menerima bukti kas keluar
c) Mengeluarkan gaji karyawan
d) Mentranfer gaji ke rekening tabungan masing-masing karyawan.
Gambar 3.2
Prosedur Penggajian
Karyawan BMT ANDA Salatiga
Sumber: BMT ANDA Salatiga
Presensi kantor cabang dan pusat
Administrasi kantor pusat
Bagian penggajian kantor pusat
Bank
2. Sistem Pengendalian Intern dalam Sistem Penggajian pada BMT ANDA Salatiga
Unsur-unsur pengendalian intern penggajian karyawan BMT ANDA Salatiga meliputi :
a) Aspek organisasi
Struktur organisasi yang telah memisahkan tanggung jawab serta memberikan kewenangan terhadap masing-masing bagian terkait dengan proses pelaksanaan prosedur penggajian pada BMT ANDA Salatiga ditunjukan dengan :
1) Pemisahan fungsi pembuatan daftar gaji dari fungsi keuangan
2) Pemisahan fungsi pencatatan waktu hadir dari fungsi pembuatan daftar gaji
Fungsi pembuatan daftar gaji dipegang oleh bagian penggajian, fungsi keuangan dipegang oleh bagian keuangan, fungsi pencatatan waktu hadir yang menggunakan daftar hadir biasa dipegang oleh bagian pencatat waktu.
b) Aspek otorisasi
Sistem otorisasi yang ada pada BMT ANDA Salatiga adalah :
karyawan BMT ANDA yang ditandatangani oleh yang berwenang yakni ketua pengurus BMT ANDA Salatiga
2) Pencatatan waktu hadir diotorisasi oleh administrasi
3) Setiap perubahan gaji karyawan karena perubahan pangkat, perubahan tarif gaji harus didasarkan pada surat keputusan dari ketua pengurus
4) Perintah lembur diotorisasi oleh kepala bagian kepegawaian
5) Bukti kas keluar untuk pembayaran gaji diotorisasi oleh kepala fungsi akuntansi
6) Daftar gaji tidak diotorisasi oleh fungsi pencatat waktu
c) Aspek prosedur pencatatan
Prosedur pencatatan pada BMT ANDA Salatiga adalah :
1) Perubahan dalam catatan penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan daftar gaji karyawan
2) Tarif gaji yang tercantum dalam kartu penghasilan diverifikasi ketelitiannya oleh fungsi akuntansi
d) Aspek praktik yang sehat