• Tidak ada hasil yang ditemukan

NASKAH PROGRAM PELATIHAN KOMUNIKASI PRIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "NASKAH PROGRAM PELATIHAN KOMUNIKASI PRIN"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

NASKAH PROGRAM PELATIHAN KOMUNIKASI “ PRINSIP PRINSIP BELAJAR ORANG DEWASA”

Tugas ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Manajemen Program Pelatihan Komunikasi

Dosen Pengampu:

Ira Mirawati, S.Sos., M.Si. Dr. Antar Venus MA Comm.

Tugas ini dibuat oleh:

210110140249 Habib L ( Mankom A)

Program Studi Manajemen Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi

(2)

Naskah

Assalamualaikum warahmatullahi warabakatuh// Selamat pagi teman teman/ Sebelumnya kita perkenalan terlebih dahulu/ perkenalkan saya Habib Linangkung/ mahasiswa dari UNPAD yang akan berkesempatan untuk memberi pelatihan mengenai prinsip prinsip pendidikan orang dewasa//

Sebelum masuk ke materi/ saya ingin bertanya kepada teman teman/ apakah sudah ada yang mengenal istilah pendidikan orang dewasa sebelumnya/ baik akan saya berikan gambaran singkat mengenai pendidikan orang dewasa// pendidikan orang dewasa ditujukan pada orang dewasa,pastinya bukan anak-anak// hal ini didasarkan karena terdapat perbedaan karakteristik antara pendidikan orang dewasa dengan pendidikan pada umumnya//

Orang dewasa sebagai peserta didik sangat unik dan berbeda dengan anak usia dini dan anak remaja// proses pembelajaran orang dewasa akan berlangsung jika dia terlibat langsung/ idenya dihargai dan materi ajar sangat dibutuhkannya atau berkaitan dengan profesinya serta sesuatu yang baru bagi dirinya// nah begitulah gambaran singkat mengenai pendidikan orang dewasa// Pada kesempatan kali ini/ karena waktu yang terbatas/ saya akan lebih memfokuskan pada penjelasan mengenai prinsip prinsip pendidikan orang dewasa// Prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa/ pada dasarnya sama dengan yang dikembangkan pada beberapa pelatihan yang menggunakan metode instruksional/tetapi satu hal yang membedakan adalah prinsip-prinsip POD lebih dikenal secara luas//

Prinsip-prinsip ini berkaitan dengan training dan pendidikan/ dan biasanya diterapkan pada situasi kelas formal/ atau untuk magang//

Terdapat beberapa prinsip pengajaran orang dewasa antara lain/ Recency/ Appropriateness/Motivation/ Primacy/ 2 – Way Communication/ Feedback/ Active Learning/ Multi – Sense Learning/ Exercise// untuk mempermudah mengingatnya/ bisa kita eja dengan RAMP 2 FAME//

(3)

sering diringkas// Sessi yang lebih panjang sebaiknya dibagi-bagi ke dalam sessi-sessi yang lebih pendek dengan beberapa jeda/ sehingga dapat membuat ringkasan//

Akhir dari tiap sessi merupakan suatu yang penting// pendidik atau pelatih sebaiknya membuat ringkasan/rekap dari keseluruhan sessi dan beri penekanan pada pesan-pesan atau poin-poin kunci// Dan tentu saja/ upayakan agar peserta/ partisipan tetap sadar kemana arah dan perkembangan dari belajar mereka//

Prinsip kedua yaitu A/ yang berarti appropriatenes atau kesesuaian// maksudnya yaitu secara keseluruhan/ baik itu pelatihan/ informasi/ dan material-material lainnya harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta// Peserta akan mudah kehilangan motivasi jika pelatih gagal dalam mengupayakan agar materi relevan dengan kebutuhan mereka// Pelatih harus secara jelas mengidentifikasi satu kebutuhan yang sesuai bagi peserta agar mengambil bagian dalam pelatihan// Dengan kebutuhan yang teridentifikasi/ pelatih harus yakin bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan sessi sesuai dengan kebutuhan tersebut//

Yang ketiga adalah M/ yang berarti motivasi /maksudnya adalah peserta harus punya keinginan untuk belajar// dia harus siap untuk belajar dan harus punya alasan untuk belajar// Penelitian menemukan bahwa jika peserta mempunyai motivasi yang kuat untuk belajar atau rasa keinginan untuk berhasil/ dia akan lebih baik dibanding yang lainnya dalam belajar// Pertama-tama karena motivasi dapat menciptakan lingkungan belajar menjadi menyenangkan//Oleh sebab itu/materi yang diberikan harus bermakna dan berharga bagi peserta/ tidak hanya bagi pelatih//

Yang keempat adalah P/ yaitu primacy yang artinya/ menarik perhatian di awal sessi//kita tahu bahwa hal-hal yang pertama bagi peserta biasanya dipelajari dengan baik/ demikian pula dengan kesan pertama atau serangkaian informasi yang diperoleh dari pelatih betul-betul sangat penting// Oleh sebab itu/ memasukkan seluruh poin-poin kunci pada permulaan sessi merupakan hal yang sangat penting// seperti yang anda ketahui bahwa sebagian banyak peserta akan mendengarkan, dan oleh karena itu buatlah semenarik mungkin dan beri muatan informasi-informasi penting ke dalamnya//

(4)

menggunakan prinsip komunikasi 2 arah// Ini tidak harus bermakna bahwa seluruh sessi harus berbentuk diskusi/ tetapi yang memungkinkan terjadinya interaksi di antara pelatih dan peserta// Yang keenam adalah F/ yaitu feedback atau umpan balik / artinya fasilitator dan peserta membutuhkan informasi satu sama lain// Fasilitator perlu mengetahui bahwa peserta mengikuti dan tetap menaruh perhatian pada apa yang disampaikan / dan sebaliknya peserta juga membutuhkan umpan balik sesuai dengan kinerja mereka// Hal hal yang bisa diterapkan antara lain /peserta harus diuji secara berkala untuk umpan balik bagi fasilitator//

Yang ketujuh adalah A/ yaitu active learning/ artinya peserta belajar lebih giat jika mereka secara aktif terlibat dalam proses pelatihan// Ingatkah anda satu peribahasa yang mengatakan Belajar Sambil Bekerja // Ini penting dalam pelatihan orang dewasa/ jika anda ingin memerintahkan kepada peserta agar menulis laporan/ jangan hanya memberitahu mereka bagaimana itu harus dibuat tetapi berikan kesempatan agar mereka melakukannya// Keuntungan lain dari ini adalah orang dewasa umumnya tidak terbiasa duduk seharian penuh di ruangan kelas/ oleh karena itu prinsip belajar aktif ini akan membantu mereka supaya tidak jenuh//

Yang kedelapan adalah M/ yaitu multi- sense learning / artinya belajar akan jauh lebih efektif jika partisipan menggunakan lebih dari satu dari kelima inderanya// Jika anda memberitahu trainee mengenai satu tipe baru sandwich mereka mungkin akan melupakannya/ tetapi jika anda membiarkan mereka menyentuh/ mencium dan merasakannya dengan baik/ maka sulit bagi mereka untuk melupakannya//

Yang terakhir atau kesembilan adalah E/ yaitu exercise yang artinya latihan//maksudnya disini adalah bahwa sesuatu yang diulang-ulang adalah yang paling diingat// dengan membuat peserta melakukan latihan atau mengulang informasi yang diberikan/ kita dapat meningkatkan kemungkinan mereka semakin mampu mengingat informasi yang sudah diberikan// yang terbaik adalah jika pelatih menambah latihan atau mengulangi pelajaran dengan mengulang informasi dalam berbagai cara yang berbeda// semakin sering trainee mengulang sesuatu/ semakin mereka mengingat informasi yang diberikan//

Begitulah prinsip prinsip pendidikan orang dewasa yang dapat saya sampaikan// semoga ilmu yang saya sampaikan dapat bermanfaar bagi Anda//

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuan dilakukan koreksi tinggi alat adalah agar pembacaan gravitasi di setiap titik pengukuran mempunyai posisi ketinggian yang sama dengan titik pengukuran

Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti tentu tidak lepas dari media dan sumber belajar, karena media dan sumber belajar termasuk

Pada saat ini, bahan yang digunakan dalam stik golf adalah, karet untuk pegangan, grafit untuk tangkai, dan titanium untuk kepala stik.. Pada gambar 2.1 ditampilkan stik golf

Tanah sulfat masam potensial mengandung pirit pada jeluk >50 cm yang bila terbuka ke udara akan terjadi reaksi oksidasi membentuk asam sulfat dan oksida besi sehingga tanah

Salah satu aspek penting keberhasilan dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru menurut Muhammad Saroni (2006:81-82), adalah penciptaan kondisi pembelajaran

Pada sistem yang ditawarkan ini peneliti mengajukan sistem yang ditawarkan untuk BAZNAS Musi Rawas dimana sistem yang dtawarkan ini adalah humas desa mengajukan

1) Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan patutmemperbaiki Jalan yang rusak yang mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24

Standar ini memuat prosedur untuk melakukan pengukuran statis kadar serat asbes di udara tempat kerja mulai dari tata cara pengambilan contoh sampai dengan analisis