• Tidak ada hasil yang ditemukan

APLIKASI REAL COUNT PILKADA STUDI KASUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "APLIKASI REAL COUNT PILKADA STUDI KASUS"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

APLIKASI REAL COUNT PILKADA (STUDI KASUS :

PILKADA PADANG 2014

PUTARAN KE 2)

Erick Renato(1), Erien Nada Azandra, S.Kom, M.Kom(2) (1)Mahasiswa Sistem Informasi Stmik Amik Jayanusa Padang

(2)Dosen Pembimbing I Stmik Jayanusa Padang

Email : [email protected]

ABSTRAK

Penulis telah mengadakan penelitian pada KPU Padang dengan tujuan mengetahui penambahan sistem yang sedang berjalan agar lebih optiomal ke depanya

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Field Researce yaitu dengan mengadakan penelitian langsung ke lapangan, dalam hal ini penulis langsung terjun ke Warga dan Instansi KPU Sendiri.

Dari hasil data yang dikumpulkan, selanjutnya penulis menggunakan metode laboratorium researce yaitu mengolah hasil data penelitian di labor komputer. dilakukan pengembangan terhadap informasi yang dihasilkan dari sistem lama dan terdapat cara kerja dari sistem itu sendiri dengan memanfaatkan sarana komputer sebagai alat bantu dan mengganti software yang digunakan dalam pengolahan data.

Diharapkan sistem yang penulis rancang ini dapat menggantikan sistem lama, agar mencapai tingkat efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi. sehingga rancangan tersebut dapat bermanfaat bagi KPU Padang untuk mendapatkan hasil yang akurat tersebut.

Kata Kunci: real count, aplikasi real count pilkada,rancangan aplikasi real count

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Rekapitulasi suara adalah proses pengolahan data akhir dari pilkada/pemilukada untuk mengetahui pasangan cawako yang akan terpilih. Dalam pilkada sendiri para pemilih tetap atau pemilih sementara mengguanakan hak pilih suara untuk menentukan kepala daerah nantinya yang akan menjabat, yang juga nantinya akan menentukan nasib daerah tersebut . sama seperti halnya pemilukada padang .

(2)

Sebagian DPT(Daftar Peserta Teteap) atau DPS(Daftar Peserta Sementara) masih sulit untuk menghimbau untuk menggunakan hak pilih suara mereka.

Tingginya angka golput juga berdampak pada hilangnya hakikat kedaulatan masyarakat dalam berdemokrasi. Padahal demokrasi membutuhkan masyarakat yang terlibat aktif dalam berpolitik. Tingginya golput jelas menghilangkan substansi demokrasi, yaitu kedaulatan individu tidak lagi menjadi hal yang diperhitungkan oleh pemimpin yang terpilih. Ini jelas merugikan warga itu sendiri karena mereka tidak bersedia lagi mengawasi jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan walikota terpilih.

1.2 Perumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penulisan tugas akhir/skripsi adalah sebagai berikut : 1. Apakah hasil pemungutan suara dari aplikasi real count tersebut akurat dan dapat

dipercaya ?

2. Apakah degan adanya aplikasi ini dapat meningkatkan antusias warga untuk menggunakan hak pilih suara mereka sehingga mengurangi angka golput?

3. Apakah aplikasi ini dapat membantu semua elemen untuk mengetahui hasil pemilihan suara dengan lebih cepat?

1.3 Hipotesa

Berdasarkan perumusan masalah yang telah diuraikan diatas maka dapat diambil suatu hipotesa atau dugaan yaitu :

1. Diduga aplikasi ini dapat menghitung hasil pemungutan suara secara cepat dan akurat serta aktual untuk disajikan

2. Diduga aplikasi ini dapat meningkatkan antusias warga untuk memilih pasangan yang tepat sehingga dapat mensukseskan pilkada dengan menimalisir angka golput.

3. Diduga aplikasi ini dapat membantu semua elemen terkait dalam mengetahui hasil perolehan sementara dengan cepat.

1.4 Pembatasan Masalah

Agar permasalahan sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai, lebih terarah dan untuk menghindari luasnya ruang lingkup permasalahan dalam skripsi ini hanya akan dibahas masalah yang berhubungan dengan Data Hasil Suara Pilkada, yaitu data suara sah, tidak untuk suara tidak sah maupun data golput.

1.5 Metodologi Penelitian

Untuk mendapatkan data dan apakah sistem tersebut cocok dan efisien maka penulis akan melakukan metode dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Penelitian Lapangan (Field Research)

Melakukan penelitian langsung ke lapangan, untuk mengetahui dan mempelajari sistem yang berlaku, dan mengambil data yang diperlukan guna menyelesaikan tugas penelitian ini, seperti mengadakan observasi dan wawancara dengan pihak yang berkepentingan di kantor KPU Padang.

(3)

Mengumpulkan data-data teori dengan mempelajari literature di perpustakaan yang ada hubungannya dengan masalah yang akan dibahas untuk mencari informasi baik dalam rancangan sistem maupun dalam rancangan aplikasi.

3. Penelitian Laboratorium (Laboratory research).

Penelitan yang dilakukan di laboratorium komputer untuk mempraktekkan secara langsung hasil dan analisa, mendesain pemecahan masalah dan membuat program yang tepat menyelesaikan atau menunjang dalam pendisain sistem baru, mendesain sistem pengolahan data surat masuk dan surat keluar yaitu program-program yang berguna dalam penyediaan informasi data pengarsipan.

II LANDASAN TEORI

2.1 Sistem dan Sistem Informasi 2.1.1 Sistem

Menurut Jogiyanto (2005) sistem merupakan suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur kerja yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan dalam menyelesaikan suatu kegiatan dalam menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

2.1.2 Informasi

Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterprestasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Sistem pengolahan informasi akan mengolah datamenjadi informasi atau mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi yang menerimanya.

2.1.3 Sistem Informasi

Menurut (Laundon et Al, 2007) Sistem informasi adalah sekumpulan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan (atau mendapatkan), memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi.(Ayu Oka Windarti, 2013)

Menurut (Zakiyudin, 2011) Sistem informasi adalah suatu sistem yang ada di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi yang bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan pihak luar tertentu dengan laporan yang diperlukan. (Ayu Oka Windarti, 2013)

2.2 Perancangan Sistem

Menurut Nugroho (2005) perancangan sistem adalah : suatu perancangan (arsitek) dari pada suatu sistem yang lama kepada bentuk yang baru dan lebih optimal penggunaanya.

Pada tahap perancangan sistem disebut juga siklus hiduppengembangan sistem (sistem Development Life Cycle / SDLC). Tahapan pekerjaan dalam pelaksanaan tidak harus kaku namun dapat disesuaikan dengan kebutuhan, seperti cara iterasi. Untuk melakukan perancangan sistem tersebut ada beberapa tahapan yaitu :

1) Survey, untuk mengetahui ruang lingkup pekerjaan.

(4)

Kebijakan Dan Perancangan Sistem

Analisis Sistem

Desain(Perancangan)Sistem Secara umum

Desain(Perancangan)Sistem Secaraterinci

Seleksi sistem

Implementasi(Penerapan)Sistem

Perawatan Sistem

3) Desain, untuk mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah – masalah yang dihadapi perusahaan .

4) Pembuatan. Mengidentifikasikan masalah, membuat sistem baru dan mencari solusinya.

5) Implementasi, untuk mengimplementasikan sistem yang baru. 6) Pemeliharaan, bertujuan agar sistem dapat berjalan optimal.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.4 di bawah ini :

(5)

III ANALISA DATA & PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan

Di Indonesia, saat ini Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) dilakukan secara langsung oleh penduduk daerah administratif setempat yang memenuhi syarat. Pemilihan kepala daerah dilakukan satu paket bersama dengan wakil kepala daerah. Pilkada diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dengan diawasi oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota. Dalam penyelenggaraan pilkada, KPU bertugas mulai dari tahap pendaftaran Bakal Calon hingga rekapitulasi surat suara pilkada.

Rekapitulasi surat suara merupakan perhitungan surat suara dari hasil pilkada diseluruh TPS (Tempat Pemungutan Suara) dimana pilkada diselenggarakan. Rekapitulasi resmi yang dilakukan oleh KPU provinsi dan kabupaten atau kota akan diumumkan dalam waktu 7-21 hari setelah pilkada dilangsungkan. Melihat lamanya waktu untuk hasil rekapitulasi resmi tersebut, prelu adanya terapan untuk mengaplikasi hasil Real Count dengan cepat yaitu dengan cara mempublikasikan hasil Real Count dalam Bentuk Sistem Informasi berbasis Web Base.

Real Count adalah metode verifikasi hasil pemilihan kepala daerah, yang datanya diperoleh langsung dari pihak intim yang terkait dalam pilkada yang disebutkan disini adalah PPK dan PPS. Berbeda dengan teknologi pooling, sampel tidak diperoleh dari para responden yang ditanyai satu per satu, melainkan diperoleh dari hasil rekap resmi di lapangan. Secara sederhana perhitungan cepat merupakan hasil perhitungan surat suara pada tiap-tiap TPS yang menjadi sampel untuk mewakili keseluruhan TPS yang ada pada daerah pemilihan tersebut. Untuk memperoleh hasil perhitungan cepat yang akurat, dibutuhkan metode yang tepat dalam pelaksanaanya.

3.1. 1 Aliran Sistem Informasi(ASI) Lama

Pada aliran sistem informasi (ASI) Lama dalam kasus ini ada bagian bagian yang berhubungan langsung dan terdiri dari 4 entity yaitu : Pemilih, TPS, PPK(Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS(Panitia Pemugutan Suara Tingkat Desa atau Kelurahan). Dimana dalam proses awal sistem yaitu :

1. pemilih menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan calon walikota dan wakil walikota dengan mendatangi TPS setempat yang ada dikelurahan mereka. 2. Kemudian memilih pilihan mereka. Hasil pemilihan tersebut di hitung dan

dilakukan rekapitulasi penghitungan suara di kelurahan setelah pemilihan berakhir.

3. Rekapitulasi suara perkelurahan dikirim ke kecamatan, lalu pihak PPK akan melakukan rekapitulasi ulang untuk tingkat perkecamatan

(6)

Untuk lebih jelasnya mengenai aliran sistem informasi yang sedang berjalan saat ini dapat dilihat pada gambar 4.1 berikut ini :

PPK

Pemilih TPS PPS KPU

Catat

Hasil rekapitulasi per kelurahan

Hasil pemungutan suara Per TPS

Rekapitulasi Hasil rekapitulasi

per kelurahan

Hasil rekapitulasi perkecamatan

Ketuk palu /ACC

& Publikasi

Hasil akhir ( C1) Hasil rekapitulasi

perkecamatan

A

Hasil pemungutan suara per TPS

A

A

Gambar 3.1.1 Aliran Sistem Informasi (ASI) Lama Komisi Pemilihan Umum

(7)

Keterangan Gambar 3.1.1

1. SSN : surat suara yang belum dicoblos 2. SSY : surat suara yang sudah dicoblos

Dari gambar aliran sistem informasi yang sedang berjalan tersebut terdapat beberapa kelemahan. Namun secara alur tidak ada permasalahan hanya dalam melaporkan hasil tidak memiliki perolehan hasil penghitungan sementara

3.1.2 Aliran Sistem Informasi(ASI) Baru

Dalam aliran sistem informasi yang baru ini perubahan tidak dilakukan secara keseluruhan. Hal ini berguna untuk menghindari kecanggungan dari pemakai sistem ini nantinya. Dalam sistem yang baru ini perubahan mendasar dilakukan khususnya dalam model test serta statistik hasil test.

(8)

Pemilih TPS PPS PPK KPU

Hasil rekapitulasi per kelurahan

Hasil pemungutan suara Per TPS

Rekapitulasi Per kelurahan

Rekapitulasi Per kecamatan

Hasil rekapitulasi per kelurahan

Hasil rekapitulasi perkecamatan Hasil rekapitulasi

perkecamatan

Input / pengiriman

pesan via sms DB

Counting rekapitulasi suara & publikasi

Hasil Polling Sementara(Quick

Count)

A Hasil pemungutan

suara per TPS

A AA

Data Kandidat

Entri Data Kandidat

Laporan Data Kandidat

Data PPK

Entri Data PPK

Gambar 4.2 Aliran Sistem Informasi Baru (ASI) Komisi Pemilihan Umum Padang

1. Pemilih menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan calon walikota dan wakil walikota dengan mendatangi TPS setempat yang ada dikelurahan mereka. 2. Kemudian memilih pilihan mereka. Hasil pemilihan tersebut di hitung dan

dilakukan rekapitulasi penghitungan suara di kelurahan setelah pemilihan berakhir.

3. Rekapitulasi suara perkelurahan dikirim ke kecamatan, lalu pihak PPK akan melakukan rekapitulasi ulang untuk tingkat perkecamatan

4. Pihak PPK akan mengentrikan data hasil perolehan data suara ke system atau bisa juga melalui SMS(Short Message Text)

5. Data hasil input atau SMS yang di entrikan oleh PPK akan di proses secara otomatis oleh system dan mempublikasikanya

3.2 Context Diagram

(9)

Pada Context Diagram dalam kasus ini hanya terdiri dari 3 entity. Context

diagram ini tergambar apa-apa saja yang diberikan oleh entity kepada sistem untuk diolah dan output apa yang diterima entity dari proses yang dilakukan oleh sistem. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4.3 berikut ini :

PPK

0

SISTEM INFORMASI PERHITUNGAN

SUARA Input hasil

rekapitulasi via Sistem/SMS

Gambar 3.2 Context Diagram Sistem Informasi Perhitungan Suara Pemilu Komisi Pemilihan Umum Padang

3.3 Data Flow Diagram(DFD)

(10)

1.0

Entry data kandidat oleh

KPU

Input pengiriman pesan via sms PPK

D1 Kecamatan

2.0

Kandidat D3

PPK D2

Hasil rekapitulasi, per TPS, per

kecamatan Hasil rekapitulasi,

per TPS, per kecamatan

KPU Data Kandidat

Gambar 3.3 Data flow Diagram Sistem Informasi Perhitungan Suara Pemilu Komisi Pemilihan Umum Padang

(11)

1.0

Catat data pemilih

2.0

Entry data kandidat oleh

KPU

4.0

Input/ pengiriman pesan via sms PPK Hasil rekapitulasi,

per TPS, per kecamatan

Hasil rekapitulasi perkecamatan

Hasil rekapitulasi per kelurahan

3.0

Entri Data PPK D1 Akun PPK

Gambar 3.3.1 Data flow Diagram LVL 2 Sistem Informasi Perhitungan Suara Pemilu Komisi Pemilihan Umum Padang

3.4 Entity Relationship Diagram(ERD)

(12)

Kecamatan kodekec

namakeca matan

PPK

Kandidat Rekapitulasi

kodeppk

namappk kecamatan

notelpon

Memiliki Memiliki

norekap tglrekap

ppk

suarasah

suaratdksah

golput kandidat

Memiliki

kode

Nama_pas angan

partai

Gambar 3.4 Entity Relationship Diagram (ERD) Sistem

(13)

1. Tabel Login

2. Tabel Jenis User

No Field Name Type Size Key Description

1.

Kode Klasifikasi Jenis user

3. Tabel Rekapitulasi

No Field Name Type Size Key Description

1.

4. Tabel Kecamatan

No Field Name Type Size Key Description

No Field Name Type Size Key Description

1.

(14)

1.

5. Tabel Kandidat

No Field Name Type Size Key Description

1.

(15)

1. Flowchart Program Menu login KPU

Start

Form login

Input user, password

password

Pesan login berhasil

Tampil form menu utama

Input pilih Kecamatan

Entry data kecamatan

PPK

Entry data PPK

Kandidat

Entry Data Kandidat

Pesan login gagal T

Y

(16)

Start

Form login

Input user, password

password

Pesan login berhasil

Tampil form menu utama

Input pilih Suara

Entry data Suara

Keluar

Stop

Y Y

T

Pesan login gagal T

(17)

3. Flowchart Data Input Kecamatan

Entry data Kecamatan

Login=safe Return

Open file kecamatan

Pilih tambah

Input data kecamatan

kode

Simpan

Simpan data kecamatan

Masih ada

Keluar

Return

Data sudah ada mau

Update data kecamatan Y

(18)

4. Flowchart Data Input Kandidat

Entry data kandidat

Login=safe Return

Open data

Simpan data kandidat

Masih ada

Keluar

Return

Data sudah ada mau

Update data kandidat Y

(19)

3.6 Desain Input dan Output 1. Form Login

Gambar 1.0 Form Login

Ini adalah tampilan awal mula system di akses , apabila belum terdapat sesi didalamnya maka akan di arahkan ke Form Login diatas.

2. Halaman Publik – Rekapitulasi Suara

(20)

Ini adalah tampilan awal halaman public diakses , melaporkan hasil rekapitulasi suara secara real time berbentuk diagram batang/chart bar

3. Menu User KPU

Gambar 3.0 Menu User KPU

Adalah halaman dashboard user kpu yang terdapat menu di sidebar maupun quick menu di dalamnya

(21)

Tampilan ini adalah tampilan untuk seluruh data PPk yang sudah teregistrasi beserta no hp PPK yang akan digunakan untuk fitur entri via SMS

5. Input Data PPK

Form ini digunakan untuk entri data PPK yang akan di daftarkan sebagai user dengan level PPK

(22)

Form ini adalah layanan untuk mengaktivasi akun ppk yang baru registrasi agar bias mengakses layanan aplikasi real count

7. Input Data Kecamatan

Form ini digunakan untuk input data kecamatan , sebelum meregistrasikan PPK untuk mengisi kecamatan yang terlibat Pilkada

(23)

Form ini digunakan untuk entri data kandidat berpasang-pasangan dan juga lengka dengan parpolnya

9. Halaman Dashboard PPK

Halaman dashboard ppk yang dielengkapi fitur layanan kebutuhan ppk , entri suara , rekap suara

(24)

PPK juga dapat melihat hasil perolehan/rekap suara berdasarkan PPK sendiri, Dan juga dilengkapi menu edit didalamnya

11. Form Input Suara

(25)

3.7 Kesimpulan dan Saran 3.7.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian bab-bab terdahulu dan hasil penelitian penulis di lapangan, maka dapat di ambil beberapa kesimpulan :

1. Aplikasi Real Count yang akan dibangun dapat mewujudkan antusias warga dalam penyelenggaran pilkada nantinya dengan menampilkan data kompetitif berbentuk polling yang akan di publis setiap waktunya

2. Aplikasi yang dibangun dapat mempermudah elemen-elemen terkait didalamnya untuk mengetahui informasi perolehan suara nantinya

3. Hasil yang didapat dari aplikasi tersebut lebih transparan dan objektif.

3.7.2 Saran

Setelah dilakukan pengembangan terhadap sistem yang sedang berjalan menjadi sistem yang baru dan setelah melihat hasil dari penelitian yang dilakukan, maka penulis mengemukakan beberapa saran sebagai bahan pertimbangan. Adapun saran-saran tersebut adalah:

(26)

2. Implementasi sistem baru ini, sebaiknya didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk itu, Kpu Padang sebagai pihak yang terkait sebaiknya melakukan training untuk pegawai yang akan menjadi operator sistem baru yang akan di implementasikan tersebut.

3. Sebaiknya untuk menyelenggarakan pemilihan umum kepala daerah hendaknya perlu digunakan aplikasi pendukung Real count atau aplikasi sejenis polling atau penghitungan yang datanya langsung diperoleh dari pihak terkait pelaksanaan pilkada , seperti aplikasi yang penulis bangun.

DAFTAR PUSTAKA

Hartono,Jogiyanto. “Sistem Informasi:Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktik Aplikasi Bisnis”. Yogyakarta: Penerbit Andi. 2005.

Putra, Raden. 2013. Aplikasi SIG Untuk Penentuan Daerah Quick Count Pemilihan Kepala Daerah(Studi Kasus : Pemilihan Walikota Cirebon 2013, Jawa Barat) . http:// eprints.undip.ac.id/40917/1/JURNAL_Raden_Putra_L2M009049 .

pdf. Diakses April 2014.

(27)

Oka,Gzt. Ayu. 2010. Sistem Informasi Pengelolaan Surat di PT KAI

[pdf].http://www.findtoyou.com/ebook/contoh+dfd+sistem+pakar.html. Diakses April 2014.

Nurhandoko, Luluk Setyo 2012. System Informasi Pegolahan Data Iklan Pada Stasiun Radio Pas FM Pati Berbasis Web.

http://ilmukomputer.org/2007/03/27/algoritma-forward-chaining-pada- rule-based-expert-system/ . Diakses April 2014.

Limbong, Toni. 2012. Perancangan Sistem Informasi Kehadiran Mengajar Dosen. http://ilmukomputer.org/2010/09/18/dasar-sistem-pakar/.

Diakses tanggal April 2014.

Triyono, Gandung. 2011. Pertimbangan Melakukan Denormaslisasi Pada Model Basis Data Relasi.

Gambar

Gambar 2.1 Siklus Pengembangan Sistem
Gambar 3.1.1 Aliran Sistem Informasi (ASI) Lama
Gambar 4.2 Aliran Sistem Informasi Baru (ASI) Komisi Pemilihan Umum
Gambar 3.2 Context Diagram Sistem Informasi Perhitungan Suara Pemilu  KomisiPemilihan Umum Padang
+6

Referensi

Dokumen terkait

”Bagaimanakah membuat aplikasi basis data yang berpadu dengan alat yang disebut dengan bar code reader untuk proses aktivasi penggunaan jasa internet di Laboratorium Komputer

Pada penerapan aspek rupa ini pemecahan masalah yang dilakukan adalah dengan melakukan observasi dan wawancara langsung dijalan Setiabudi Bandung dalam hal ini data yang diperoleh

Dari hasil pengamatan dan wawancara yang telah dilakukan, didapatkan informasi mengenai proses bisnis yang terkait, bahwa pemberian feedback terhadap perbaikan komputer

Pada tahap membuat rencana pemecahan masalah terlihat bahwa subjek tidak melakukan aktivitas monitoring metakognisi, karena tidak mengecek kesesuaian alur

- Membuat pohon hirarki; Pohon hirarki sistem penilaian kinerja dibuat untuk dapat memperlihatkan keterkaitan secara langsung antara KPI, sasaran strategis dan

1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luas, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan

Dalam pelaksanaan pilkada walikota tahun 2020 terdapat masalah/hambatan yaitu, Pelaksanan Pemilihan Kepala Daerah serentak ini akan dilaksanakan pada Tahun 2020 ini, membuat waktu untuk

Metode observasi yaitu mengamati sistem yang sedang berjalan secara langsung terhadap objek yang akan diteliti agar dapat memberikan informasi yang jelas dan tepat terhadap proses dan