MEDIA
DAN
PERKEMBANGAN
CITIZEN JOURNALIST
DEFINISI MEDIA:
APA itu media? Kata media berasal dari
bahasa latin
“Medius”
yang secara harfiah
berarti tengah, perantara, atau pengantar.
PERKEMBANGAN MEDIA MASSA:
Bila menilik pada ketermasksudan media massa sebagai perantara komunikasi dengan khalayak, maka sejak jaman kuno telah terbentuk sebuah media massa, misalnya pada jaman majapahit yaitu dengan ditemukannya kitab kitab daun lontar.
Berkembang pesat dengan ditemukannya mesin cetak pada abad ke 15, namun penerbitan saat itu baru terbatas pada penerbitan buku buku.
PERKEMBANGAN MEDIA MASSA:
Kemajuan teknologi membuat banyak perubahan hakiki pada sifat media massa, antara lain:
- Bersifat lebih langsung - Tidak terbatasi ruang
- Berpengaruh dan dipengaruhi oleh publik
- Interaktif
MEDIA DAN POLITIK
DI INDONESIA:
Sejak penerbitan surat kabar pertama di indonesia yaitu Bataviasche Novelles en Politique Raisonemnetan yang terbit 7 Agustus 1774, terlihat jelas dari namanya bahwa media massa di Indonesia telah terhubungkan dengan politik.
Pada zaman pergerakan, hampir semua surat kabar yang terbit adalah membawa kepentingan politik penerbitnya, tak heran banyak surat khabar terbreidel karena ketatnya aturan dari penguasa saat itu.
MEDIA DAN POLITIK
DI INDONESIA:
Di masa awal kemerdekaan penerbitan media massa semakin terkait dengan politik, bahkan hampir semua partai memiliki media massanya sendiri. Contohnya PKI memiliki “Harian Rakjat”, sedang media massa elektronik masih dikuasai oleh negara.
Pada massa orde baru, dengan pembatasan yang ketat dari penguasa, media massa diatur dan menjadi alat penguasa untuk propaganda programnya kepada masyarakat, media massa yang dinilai bertentangan dengan kebijakan penguasa langsung mengalami breidel.
MEDIA POLITIK HARAM?
Peran Media Massa
Denis McQuail (1987) mengemukakan sejumlah peran yang dimainkan media massa selama ini, yakni:
1. Industri pencipta lapangan kerja, barang, dan jasa serta menghidupkan industri lain utamanya dalam periklanan/promosi.
2. Sumber kekuatan –alat kontrol, manajemen, dan inovasi masyarakat.
3. Lokasi (forum) untuk menampilkan peristiwa masyarakat.
4. Wahana pengembangan kebudayaan – tatacara, mode, gaya hidup, dan norma.
MEDIA POLITIK HARAM?
Melihat Peran Media Massa yang bisa menjadi Sumber dominan pencipta citra individu,
kelompok, dan masyarakat. Jelas peran ini diperlukan oleh organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi organisasi lain termasuk negara serta individu individu yang membutuhkan pencitraan.
Efek traumatis pada massa lalu ketika politik mendominasi pemberitaan media massa yang memperjuangkan pencitraan lembaga atau partai yang dibelanya, menimbulkan pertanyaan
MEDIA POLITIK HARAM?
Menurut UU No. 40/1999 tentang Pers fungsi media massa adalah:
1. Menginformasikan (to inform) 2. Mendidik (to educate)
3. Menghibur (to entertain)
4. Pengawasan Sosial (social control) pengawas perilaku publik dan penguasa.
Melihat hal diatas, media massa harus
MEDIA POLITIK HARAM?
Media memang tidak mungkin bersikap apolitis. Begitu juga politik. Keduanya saling
membutuhkan. Namun, keduanya harus saling berinteraksi sebagai dua pihak yang sejajar. Jika keduanya berselingkuh, keniscayaan akan bias media justru akan semakin menjadi-jadi. Dan korbannya adalah kebenaran itu sendiri, serta rakyat yang berhak untuk tahu apa yang
sebenarnya terjadi.
Banyak cara untuk membentuk opini atas berbagai fakta keras. Bias ini bisa disengaja maupun tidak. Yang pasti, ia sesuatu yang
memang tidak terhindarkan. Persoalannya ada pada bagaimana pemberitaan suatu media bisa diverifikasi, orientasi pada moral dan
MEDIA POLITIK HARAM?
Pertanyaan menjadi besar ketika pemilik media di indonesia terjun dalam politik praktis,
Bagaimanakah pengelolaan citra politis dari pemilik atau partai politik yang diikutinya pada media tersebut?
Jelas sekali bahwa pemilik media sebagai pemegang modal industri media tersebut
HARMONI YANG SULIT
NAMUN BUKAN MUSTAHIL.
Bagaimana menyatukan fungsi dan peran media massa pada publik dengan kepentingan pemilik media yang terjun ke kancah politik? Tentu saja hal ini menimbulkan teori teori yang memiliki kebenarannya masing masing.
Figur pemilik menjadi salah satu faktor utama dalam hal ini, bagaimanakah citra politik figur tersebut, bagaimana catatan sejarahnya, apa misinya, hal tersebutlah yang akan menjadi faktor penentu.
HARMONI YANG SULIT
NAMUN BUKAN MUSTAHIL.
Bagaimana redaksi media massa menentukan sikap terhadap lawan politik pemiliknya juga mempengaruhi negatif atau tidaknya sinergi politis media massa, kalau hanya sekedar menghajar tanpa peduli kepentingan publik,
tentu saja tidak sesuai dengan fungsi dan peran media massa itu sendiri. Termasuk keadilan
pemberitaan yang harus berazas cover both side.
Faktor lain adalah publik sendiri, kecerdasan publik menilai arah dan cara politis media yang berpemilik praktisi politik, tentu akan
HARMONI YANG SULIT
NAMUN BUKAN MUSTAHIL.
Singkatnya, media jelas harus menjalankan
peran politik, media dapat menjadi alat melawan bahkan menggulingkan pemerintahan represif bahkan diktator. Media memiliki keleluasaan gerak politiknya, tidak hanya menyuarakan dan tunduk pada mekanisme pasar sesuai dengan model neoliberal ekonomi.
PERAN SERTA MASYARAKAT.
Dalam perkembangannya, selain sebagai social control kepada penguasa dan pembela publik, masyarkat juga bisa lebih berperan dalam dunia media massa sendiri.
Citizen Journalist, jelas memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyiarkan
pengetahuan atau info yang dimilikinya kepada khalayak.
PERAN SERTA MASYARAKAT.
Batasan antara jurnalis profesional maupun jurnalis masyarakat menjadi semakin tipis
dikarenakan kemudahan teknologi, namun jelas jurnalis profesional memiliki kelebihan lain
dibanding jurnalis warga, antara lain:
- Media penampung info lebih pasti
- Narasumber yang lebih luas
- Kemampuan yang seharusnya jelas lebih banyak
- Pengelolaan kinerja jurnalistik yang lebih
teratur.
PERUBAHAN MEDIA MASSA
AKIBAT TEKNOLOGI.
Teknologi juga membentuk perubahan tersendiri kepada jurnalis profesional, antara lain:
- Pencarian data pendukung yang lebih cepat
- Peralatan kerja yang lebih simple
- Sifat pekerjaan yang lebih individualis - Pengurangan kerabat kerja pada sebuah
penayangan berita
Selain hal tersebut diatas, juga menimbulkan media media baru yang dalam
SIFAT TETAP DARI MEDIA MASSA.
Dari kemajuan teknologi yang mengubah sifat fisik dari media massa, ternyata pada sifat, peran dan fungsi media massa terhadap publiknya masih tetap, sehingga tanggung jawab jurnalis kepada pembaca/ pendengar/ pemirsanya juga tetap.
Syarat menjadi jurnalis sendiri antara lain:
1. Menyukai pekerjaan lapangan 2. Memiliki rasa ingin tahu
Sedangkan yang disebut jurnalis di lapangan adalah:
MENJADI JURNALIS.
Tugas utama dari reporter di lapangan adalah mengumpulkan data, sedangkan tugas utama dari fotografer/ kameramen di lapangan adalah mengambil gambar yang diperlukan.
Jurnalis dilapangan harus paham bahwa tidak semua berita bisa disiarkan.
Penyiaran sebuah berita harus mengacu pada pengaruhnya terhadap publik.
MENJADI JURNALIS.
Sedangkan nilai berita dipengaruhi oleh sifat sifat:
aktual tokoh proximity Dramatik magnitude unik
trend
MENJADI JURNALIS.
Membuat berita
•
Who
•
What
•
Why
•
Where
•
When
•
How
MENJADI JURNALIS.
Kemungkinan pertanyaan
untuk menyusun berita
6 x 5 x 4 x 3 x 2 x 1
MENJADI JURNALIS.
Contoh Kasus
sebuah gedung sekolah
atapnya bocor
•
Mengapa atapnya bocor
•
sudah berapa lama bocor
•
apa penyebab bocor
•
bagaimana dampaknya kepada siswa
•
siapa yang bertanggung jawab
MENJADI JURNALIS.
Dari satu sekolah
bocor anda bisa
MENJADI JURNALIS.
fakta dan opini
The Fact is Sacred
berita yang dibuat seorang
jurnalis harus bersandar
MENJADI JURNALIS.
Prinsip Jurnalistik
•
Obyektif
•
Akurasi
•
Balance
•
Pre Assumption of
MENJADI JURNALIS.
Dalam Perkembangan
teknologi modern, media
dan awak jurnalisnya tetap
Free Powerpoint Templates Page 28