REKAYASA LINGKUNGAN
OLEH RAHDIAN PUTRA
1204136765
JURUSAN ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS RIAU
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Pantai adalah sebuah bentuk ge0grafis yang terdiri dari pasir dan terdapat di daerah pesisir laut. Daerah panatai menjadi batas antara daratan dan perairan laut. Panjang garis pantai ini diukur mengelilingi seluruh pantai yang merupakan sdaerah teritorial suatu negara (Sudarman,2015) .
Menurut koreksi PBB 2008 , Indonesia merupakan negara berpantai terpanjang keempat didunia setelah Amerika Serikat (AS), Kanada dan Rusia. Panjang garis pantai Indonesia 95.181 km.
Abrasi adalah proses dimana terjadi pengikisan pantai yang disebabkan oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi atau kata lain biasa disebut erosi pantai. Kerusakan garis pantai tersebut dikarenakan terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Abrasi dapat disebabkan oleh gejala alami tapi manusialah yang menjadi penyebab utama terjadinya abrasi. Abrasi dapat terjadi karena beberapa faktor alam, faktor manusia dan salah satu cara mencegahnya yaitu dengan melakukan penanaman mangrove (anonim,2015).
Untuk mengatasi abrasi dari gelombang dapat digunakan pemecah gelombang yang berfungsi untuk memantulkan kembali energi gelombang. Berbagai cara yang ditempuh untuk memecahkan gelombang diantaranya tumpukan tetrapod yang terbuat dari beton pada jarak tertentu dari garis pantai ataupun di laut.
Hutan bakau dapat membantu mengatasi gelombang serta bermanfaat untuk kehidupan binatang serta dapat menjadi tempat berkembang biak ikan ikan pantai. Terumbu Karang juga merupakan pemecah gelombang alami , sehingga perlu untuk dilestarikan dan dikembangkan dalam mempertahankan garis pantai.
manusia, seperti sebagai kawasan pusat pemerintahan, pemukiman, industri, pelabuhan, pertambakan, pertanian atau perikanan, pariwisata, dan sebagainya. Adanya berbagai kegiatan tersebut dapat menimbulkan peningkatan kebutuhan akan lahan, prasarana dan lain sebagainya, yang selanjutnya akan mengakibatkan timbulnya masalah-masalah baru seperti beberapa hal berikut ini.
1. Erosi pantai, yang merusak kawasan pemukiman dan prasarana kota yang berupa mundurnya garis pantai. Erosi pantai bisa terjadi secara alami oleh serangan gelombang atau karena adanya kegiatan manusia seperti penebangan hutan bakau, pengambilan karang pantai, pembangunan pelabuhan atau bangunan pantai lainnya, perluasan areal tambak ke arah laut tanpa memperhatikan wilayah sempadan pantai, dan sebagainya.
2. Tanah timbul sebagai akibat endapan pantai dan menyebabkan majunya garis patai. Majunya garis pantai di satu pihak dapat dikatakan menguntungkan karena timbulnya lahan baru, sementara di pihak lain dapat menyebabkan masalah drainase perkotaan di daerah pantai.
3. Pembelokan atau pendangkalan muara sungai yang dapat menyebabkan tersumbatnya aliran sungai sehingga menyebabkan banjir di daerah hulu. 4. Pencemaran lingkungan akibat limbah dari kawasan industri atau
pemukiman perkotaan yang dapat merusak ekologi.
5. Penurunan tanah dan intrusi air asin pada akuifer akibat pemompaan air tanah yang berlebihan.
Abrasi pantai terjadi karena ketidakseimbangan transportasi sedimen. Ketidakseimbangan tersebut terjadi karena berbagai hal, baik alami maupun buatan. Sebab-sebab alami erosi pantai antara lain karena :
Sifat dataran pantai yang masih muda dan belum berimbang, dimana sumber sedimen (source) lebih kecil dari kehilangan sedimen (sink). Perubahan iklim gelombang.
Hilangnya perlindungan pantai seperti bakau, terumbu karang dan sand dune.
Naiknya paras air.
1.2. Tujuan dan Manfaat
Praktikum lapangan ini bertujuan untuk :
1. Mengamati dan mengidentifikasi permasalahan lingkungan yang terdapat di pantai Pariaman Barat,pulau Panjang,sungai Bremas dan Ngarai Sianok Bukittinggi.
2. Menyimpulkan dan Memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang terdapat di pantai Pariaman Barat, pulau Panjang,sungai Bremas dan Ngarai Sianak Bukittinggi.
3. Memicu kemampuan berfikir, nalar dan logika mahasiswa untuk merumuskan permasalahan linkungan dan mengambil keputusan untuk mengatasi permasalahan lingkungan tersebut.
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Rekayasa Lingkungan
Lingkungan hidup adalah semua benda, daya dan kondisi yang terdapat dalam suatu tempat atau ruang tempat manusia atau makhluk hidup berada dan dapat mempengaruhi hidupnya. Rekayasa Lingkungan adalah ilmu teknik sipil yang mempelajari tentang tata cara membangun konstruksi teknik sipil yang dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan kerusakan alam. Contohnya, membangun cerobong asap suatu pabrik pada ketinggian tertentu, membuat saluran. Rekayasa lingkungan juga merupakan integrasi prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperbaiki lingkungan alam. Dampak Lingkungan adalah segala bentuk hasil baik positif maupun negatif yang ditimbulkan sebagai hasil interaksi antara manusia dan lingkungan nya.Sebagai contoh pendirian pabrik dapat menyebabkan dampak negatif seperti polusi udara melalui cerobong asap yang tidak memiliki filtrasi,polusi air dan tanah akibat pembuangan limbah pabrik yang tidak benar. (http://hermawansoebidin. blogspot.co.id/)
2.2. Pasaman Barat
Kabupaten Pasaman Barat merupakan salah satu dari 3 (tiga) Kabupaten Pemekaran di Provinsi Sumatera Barat, berdasarkan Undang-undang Nomor 38 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Solok Selatan dan Pasaman Barat. Kabupaten Pasaman Barat dengan luas wilayah 3.864,02 km², jumlah penduduk 365.129 jiwa dengan administrasi pemerintahan yang meliputi 11 (sebelas) kecamatan.
Secara umum topografi daerah Kabupaten Pasaman Barat adalah datar dan sedikit bergelombang, sedangkan daerah bukit dan bergunung hanya terdapat di Kecamatan Talamau dan Gunung Tuleh. Ketinggian daerah bervariasi dari 0 sampai 913 meter di atas permukaan laut. Wilayah datar dengan kemiringan 0-3%, datar bergelombang dengan kemiringan 3-8%, berombak dan bergelombang dengan kemiringan lereng 8%-15% serta wilayah bukit bergunung dengan kemiringan lereng di atas 15%.
Sumber Daya Alam di daerah dataran tinggi dengan gunung-gunung dan perbukitan di bagian Timur Kabupaten Pasaman Barat, dataran rendah dengan daerah pertanian serta kawasan pantai dan laut dengan garis pantai sepanjang lebih kurang 152 km merupakan modal dan kekuatan untuk meningkatkan ekonomi daerah, mengandung potensi yang sangat menjanjikan seperti potensi ekonomi bidang pertambangan, kehutanan, perkebunan, tanaman pangan, peternakan, perikanan serta pariwisata dan potensi lainnya.
Potensi Bahari Pasaman Barat adalah daerah bahari yang memiliki pantai sepanjang lebih kurang 100 km. Dalam hal ini, terbuka peluang investasi pengembangan sektor kelautan seperti budi daya udang, rumput laut, dan potensi kelautan lainnya. Diharapkan pada masa mendatang Pelabuhan Airbangis dikembangkan menjadi pelabuhan samudra. (https://id.wikipedia.org/ wiki/Kabu paten_Pasaman_Barat )
Potensi Bahari Pasaman Barat adalah daerah bahari yang memiliki pantai sepanjang lebih kurang 100 km. Dalam hal ini, terbuka peluang investasi pengembangan sektor kelautan seperti budi daya udang, rumput laut, dan potensi kelautan lainnya. Diharapkan pada masa mendatang Pelabuhan Airbangis dikembangkan menjadi pelabuhan samudra.
2.3. Pulau Panjang
Garis Pantai Pasaman Barat yang mencapai 152 KM menjadikannya salah satu kawasan pesisir di Sumatera Barat dengan suguhan Pantai - pantai nan eksotik dan jejeran Pulau -pulau kecil dilepas Perairan Air bangis di kecamatan sungai beremas. Secara keseluruhan ada 9 pulau yang menghiasi lautan air bangis 1 diantaranya ialah Pulau Panjang, satu - satunya pulau yang berpenghuni di perairan Pasaman Barat.
Transportasi menuju Pulau Panjang dapat menggunakan Bus antar kota dalam provinsi dari kota Padang atau bukit tinggi menuju air bangis dengan membayar ongkos sekitar 25.000 rupiah dengan jarak tempuh sekitar 5 atau 6 jam perjalanan dengan pemandangan perkebunan sawit dan pemukiman penduduk di sepanjang perjalanan. dari dermaga air bangis perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan perahu nelayan yang dapat anda sewa
atau bergabung dengan masyarakat Pulau Panjang yang menjadikan Perahu sebagai transportasi umum dari Pulau Panjang ke daratan air bangis dan sebaliknya.
cocok bagi anda pecinta wisata bawah laut. dari segi insratruktur, fasilitas umum dan sarana prasarana di Pulau ini terdapat sebuah SD dan SMP yang digunakan anak - anak lokal untuk menimba ilmu dan mendapatkan pendidikan, namun belum tersedia sekolah setara SLTA di pulau ini dan anak - anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTA harus menyebrangi laut hingga ke daratan air bangis dengan perahu nelayan. selain itu pada tahun ini (2013) juga telah dibangun Pembangkit Listrik Mychrohydro sehingga aktivitas dimalam haripun bisa dilanjutkan di Pulau ini yang membantu anak anak sekolah dalam belajar ataupun mengerjakan tugas dari sekolah. insfratructur jalan juga telah tersedia dengan jenis jalan bandes yang menghubungkan dermaga pulau panjang ke pemukiman penduduk dan Kawasan pondok wisata Pulau Panjang yang berada di bagian samping Pulau ini.
Daya tarik dari Pulau ini ialah adanya hanggar yang dibangun oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pasaman Barat untuk menarik minat wisatawan, dan bagi anda yang hobi memancing tempat ini cocok untuk menjawab hobi anda, aktivitas air bisa dilakukan di Pulau ini seperti snorkeling dan Diving, atau sekedar berenang sambil merelaksasi otot. untuk akomodasi di Pulau ini tersedia Pondok wisata yang bisa disewa oleh setiap pengunjung yang ingin merasakan angin malam di pulau panjang. (. http://www.pasbarkab.go.id)
Pelabuhan kecil alam Air Bangis di Kecamatan Sungai Beremas Pelabuhan menjadi satu-satunya pelabuhan andalan angkutan perairan wilayah tersebut. Air Bangis yang belum bisa disinggahi kapal besar menyediakan angkutan penumpang dan barang yang menuju Pelabuhan Teluk Bayur di Padang dan daerah-daerah sekitar. Untuk ke depan, kabupaten yang memiliki perairan sepanjang kurang lebih 142 kilometer ini berencana mengembangkan Pelabuhan Air Bangis menjadi pelabuhan samudra yang bisa disinggahi kapal-kapal besar.
Selain transportasi air yang dilayani Pelabuhan Air Bangis, Pasaman Barat juga memiliki terminal angkutan darat. Dua jenis angkutan yang tersedia adalah angkutan pedesaan yang menggunakan mobil minibus dan antarkota / antarkabupaten dengan memakai bus-bus berukuran sedang. (https://pasamanbarat.wordpress.com/pasaman-barat/).
2.5. Ngarai Sianok
Ngarai Sianok merupakan lembah curam yang berada di tengah Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Lembah yang panjang dan berkelok-kelok ini terletak di selatan Ngarai Koto Gadang sampai Ngarai Sianok Enam Suku, dan berhenti di Palupuh.
Lembah curam ngarai ini mempunyai kedalaman 100 m dan memunyai panjang kurang lebih 15 km dengan lebar 200 m. Ngarai Sianok merupakan pemisah pulau Sumatera menjadi 2 bagian yang memanjang atau disebut Patahan Semangko. Sepanjang patahan yang dindingnya sangat curam serta tegak lurus ini
membentuk lembah hijau yang merupakan hasil sinklinal (gerakan turunnya kulit bumi).
III. METODE PRAKTIKUM 3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 05 Januari – 08 November 2015. Bertempat di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat.
3.2. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum Rekayasa Lingkungan ini adalah alat tulis dan kamera
3.3. Metode Praktikum
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil dan Pembahasan
Hasil praktikum rekayasa lingkungan pada pulau panjang yaitu, daerah tersebut memiliki bangunan yang memiliki konsep rekayasa lingkungan tetapi tidak memiliki konsep rekayasa ekologi, karena bangunan tersebut jika tidak dibangunpun maka tidak akan mempengaruhi proses ekologi yang terdapat di pulau panjang tersebut, bangunan itu dibuat hanya dengan memikirkan konsep dari teknik sipil saja, yaitu untuk menambah nilai ekonomi dan estetika saja.
Rekayasa lingkungan yang terdapat dipantai air bangis merupakan rekayasa ekologi juga dikarenakan jetty tersebut dibangun setelah dipelajari beberapa lama waktu. Jika jetty tidak dibangun maka akan dikhawatirkan terjadi proses sedimentasi yang tinggi karena pantai air bangis berhubungan langsung dengan Samudera. Delta yang dibangun disekitar jetty merupakan ecological
engineriing sedangkan dermaga dipantai sungai Beremas merupakan civil
engineering.
Tanjung biasanya dijumpai dengan topografi bercadas, jetty yang terdapat dipantai tersebut dibuat dari batu-batuan agar gelombangnya melemah melalui celah-celah batu, dan jetty tidak bisa dibangun 100% menahan gelombang , hanya sekitar 50% kebawah yang bisa dibangun agar jetty ayang dibangun bertahan oleh hempasan gelombang.
Ngarai Sianok merupakan bangunan yang dibangun berdasarkan ecological engineering yang juga diadopsi dari struktur bangunan yang terdapat
dinegeri China. Bangunan yang dibangun dingarai ini dimulai dari hulu ke hilir. Jika tidak dibangun pelindungnya maka akan mengakibatkan sedimentasi oleh kekuatan dari air tejun itu sendiri. Sehingga akan membuat sediment tersebut berujung hingga pantai sungai Beremas.
V.KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum rekayasa lingkungan ini yaitu rekayasa ekologi yang terdapat pada pantai Sungai Beremas dan Ngarai Sianok merupakan salah satu pendekatan rekayasa yang bersifat tidak merusak lingkungan dan memberikan banyak dampak positif kepada alam, sehingga dengan adanya rekayasa lingkungan pada daerah ini juga membuat alam jadi lestari.
5.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
.2015. http://www.pasbarkab.go.id . Diakses pada tanggal 16 Desember 2015, pada jam 20.00 WIB.
.2015. https://pasamanbarat.wordpress.com/pasaman-barat/. Diakses
pada tanggal 18 Desember 2015, pada jam 12.00 WIB.
.2015. https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pasaman_Barat. Diakses pada tanggal 18 Desember 2015, pada jam 12.50 WIB/
.2015.http://www.gosumatra.com/ngarai-sianok/. Diakses pada tanggal 18 Desember 2015, pada jam 13.30 WIB/.
.2015. http://hermawansoebidin. blogspot.co.id/. Diakses pada tanggal 18 Desember 2015, pada jam 13.14 WIB/.
.2015. materi-perkapalan-blogspot.com. Diakses pada tanggal 16 Desember 2015, pada jam 20.15 WIB/.