SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA

55 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

SISTEM

REPRODUKSI

(2)

Standar Kompetensi

3. Menjelaskan struktur dan fumgsi organ manusia dan hewan

tertentu, kelainan / penyakit yang mungkin terjadi serta

implikasinya pada saling temas

Kompetensi dasar :

3.3 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi dan proses yang meliputi pembentukan sel

kelamin, ovulasi, mestruasi, fertilisasi, kehamilan, dan pembentukan ASI serta kelainan/ penyakit

(3)

Indikator

• Mengidentifkasi struktur, fungsi, dan proses yang terjadi pada organ reproduksi pria

• Mengidentifkasi struktur, fungsi, dan proses yang terjadi pada organ reproduksi wanita

• Mendeskripsikan proses fertilisasi dan kehamilan

• Menghubungkan alat kontrasepsi dan proses

pencegahan kehamilan pada keluarga berencana

(4)

ALAT KELAMIN PRIA ALAT KELAMIN

WANITA

PERKEMBANGAN GAMET

KEHAMILAN

PERKEMBANGAN EMBRIO

(5)

Reproduk

si

Mahluk hidup bereproduksi

bertujuan mempertahankan

keberadaan jenisnya.

Proses reprodusi diatur oleh sistem reproduksi

Manusia memiliki dua jenis, yaitu laki-laki dan perempuan. Keduanya memiliki sitem reproduksi yang

(6)

Alat-alat Reproduksi

Laki-Laki

Alat reproduksi laki-laki terdiri dari:

- Sepasang testis - Saluran-saluran kelamin

- Kelenjar-kelenjar

(7)

Testis:

kelenjar kelamin penghasil

sperma dan hormon

testosteron

(8)

Alat-alat Reproduksi

Laki-Laki

The penispenis contains long cylinders of spongy tissue

These get flled with

blood causing an erectionerection

Physical stimulation is required for

ejaculation

ejaculation

2-5 milliliters of semensemen

(9)

Saluran kelamin :

- Vasa eferentia: menampung sperma - Epididimis:

mengabsorpsi sperma hingga kental dan

menyimpan sperma sementara (3 minggu) - Vasdeferens: saluran

penghubung epididimis dengan uretra pada penis. Dibagian

ujungnya terdapat saluran ejakulasi Uretra merupakan saluran untuk

mengeluarkan sperma dan urine

(10)

Kelenjar tambahan:

- Vesika seminalis: kantong semen (mani) yang dindingnya

menghasilkan cairan lendir yang

mengandung fruktosa, asam askorbat dan asam amino sebagai makanan dan pelindung sperma sebelum

membuahi ovum - Kelenjar prostat: Menghasilkan cairan

basa berwarna putih susu.

Cairan ini berfungsi untuk menetralkan sifat asam pada saluran vasa eferentia dan cairan

pada vagina sehingga sperma dapat bergerak dengan aktif

- Kelenjar cowper

(bulbouretralis):

Penghasil cairan pelicin

(11)

Sistem reproduksi laki-laki

berhubungan erat dengan sistem ekskresi urineria

Testis menghasilkan jutaan sperma setiap hari mulai dari masa

pubertas sampai meninggal dunia. Jika tidak dikeluarkan, sel-sel

(12)

Alat-alat Reproduksi

Wanita

Alat

reproduksi pada wanita berupa:

- Sepasang ovarium

- Oviduk/tuba - fallopii)

- Uterus - Vagina

(13)

Ovarium

(indung telur):

Merupakan kelenjar kelamin yang

memproduksi ovum (sel telur) dan menyekresi hormon estrogen dan progesteron

(14)

Oviduk/tuba

Fallopii (saluran telur):

Berfungsi menyalurkan sel telur ke uterus

(rahim) dengan

gerakan peristaltik dan dibantu oleh gerakan silia pada dindingnya.

(15)

Uterus (rahim):

Tempat

berkembangnya embrio. Selama

kehamilan volume uterus mampu

mengembang hingga 500 kali

(16)

Vagina:

Tempat penis pada saat kopulasi dan sebagai jalan

keluar bayi pada proses kelahiran

(17)

Organ kelamin luar:

- klitoris/klentit: struktur yang sama dengan penis - Vulva: terdiri atas labium

mayor (bibir besar) dan labium minor (bibir kecil) - Lubang saluran kencing - Lubang vagina: bagian

terluar vagina

- Fundus: bagian lipat paha

(18)
(19)
(20)

Generalized sexual lifecycle

female male

ovum (gametes, 1N) sperm meiosis

fertilization

zygote (2N)

embryo

(21)

Pembentukan Sel

Kelamin

Pembentukan Sperma

Terjadi di dalam testis.

Spermatogonium bersifat diploid dan selalu membelah diri secara metosis sehingga berjumlah banyak.

Sebagian spermatogonium membesar menjadi spermatosit primer.

Spermatosit primer terus membelah diri secara meiosis membentuk

spermatosis sekunder.

Spermatosit sekunder membelah diri kembali secara meiosis menjadi spermatid.

Spermatid berdiferensiasi menjadi sperma

(22)

Structure of the sperm

Head

 Encloses a nucleus

Capped with an acrosome containing enzymes to

help the sperm penetrate the protective layer of the egg

Body

 Contains mitochondria (produces energy to move tail)

Tail

 Moves the sperm forward

(23)

Pembentukan Ovum (oogenesis)

Terjadi di dalam ovarium. Oogonium bersifat diploid.

Oogonium membelah diri secara mitosis sehingga berjumlah banyak. Oogonium berkembang menjadi oosit primer.

Oosit primer membelah diri secara meiosis menjadi oosit sekunder dan badan kutub pertama

Oosit sekunder mengandung kuning telur dan sitoplasma, badan kutub pertama merupakan inti sel yang kemudian membelah diri menjadi dua

Oosit sekunder membelah diri secara meiosis menjadi otid dan badan kutub ke dua

Otid berkembang menjadi ovum yang haploid

Setiap oosit primer menghasilkan satu ovum.

(24)

Ovulasi

Ovulasi adalah proses

keluarnya ovum dari ovarium.

Ovum akan bergerak ke rahim,

bersamaan

dengan proses ini, didnding rahim menjadi tebal seperti spon penuh dengan

pembuluh

(25)

Fertilisasi/Proses

Pembuahan

Fertilisasi adalh proses peleburan antara satu sel sperma dengan satu sel telur (ovum) yang sudah matang

Sel telur yang telah dibuahi berubah

(26)

Kehamilan

- Setelah zigot terbentuk, zigot

langsung membelah diri menjadi 2, 4, 8, 16 dan seterusnya

- Dalam waktu bersamaan dinding rahim menebal penuh dengan

pembuluh darah siap menerima zigot - Zigot menempel pada dinding rahim

untuk berkembang

(27)
(28)

- Terbentuk plasenta dan tali pusat sebagai penghubung antara embrio dengan

ibunya.

- Embrio dikelilingi cairan amnion untuk melindungi dari bahaya benturan

- Usia 4 minggu, embrio mulai membentuk mata, tangan dan kaki

- Usia 6 minggu,embrio berukuran 1,5 cm. Otak, mata, telinga dan jantung sudah berkembang. Tangan dan kaki beserta jari-jarinya mulai terbentuk

(29)

- Usia 8 minggu, embrio sudah memiliki organ lengkap. Embrio berubah menjadi janin (fetus)

- Setelah usia kehamilan

mencapai kira-kira 9 bulan 10 hari, bayi siap dilahirkan.

(30)
(31)

Anak Kembar

Kembar Identik

Kembar Identik adalah kembar yang berasal dari 1 sel telur yang dibuahi 1 sperma, yang kemudian pada fase cleavage 2 sel, masing- masing sel mengalami

perkembangan embrionik sendiri-sendiri. Hanya ada 1 jenis kelamin dalam kembar ini

Kembar dizigotik

Kembar dizigotik adalah kembar yang berasal dari 2 sel telur yang dibuahi 2 sperma, yang kemudian masing-

(32)

Menstruasi

Bila ovum tidak dibuahi, dinding rahim yang telah menebal dan penuh

dengan pembuluh darah, akan rusak dan luruh/runtuh. Bersama-sama

(33)

FASE MENSTRUASI :

bila tidak terjadi fertilisasi (ovum tidak

dibuahi oleh sperma ), maka

korpus luteum akan mengkerut menjadi

korpus albicans

sehingga produksi hormon estrogen dan

progesteron terhenti.

• Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan peluruhan endometrium dan ovum, ditandai dengan pendarahan dari

uterus selama

(34)
(35)

Pada fase akhir menstruasi ini:

– hipofsis mengeluarkan FSH.

– FSH merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi oosit primer. Keduanya akan tumbuh sampai hari ke 14 dari hari I menstruasi,

– saat itu folikel matang disebut dengan folikel de Graaf dengan oosit sekunder di dalamnya.

Selama pertumbuhannya folikel melepaskan

hormon estrogen yang menyebabkan

pembentukan kembali lapisan endometrium dan penetralan sifat asam pada serviks agar lebih mendukung kehidupan sperma.

(36)
(37)

FASE OVULASI :

Pada umumnya pada hari ke 14 terjadi

perubahan produksi hormon.

Peningkatan kadar estrogen selama pra

ovulasi menimbulkan reaksi umpan balik negative yaitu penghambatan pelepasan FSH dari hipofsis.

Karena FSH berkurang maka hipofsis

ganti mengeluarkan LH.

LH merangsang pelepasan oosit

(38)

FASE PASCA OVULASI

:

• FOLIKEL DE Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum.

• Korpus luteum tetap memproduksi estrogen dan progesteron. Keduanya bekerja

menebalkan endometrium, juga merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu pada payudara.

Keseluruhan fungsi tersebut adalah

(39)
(40)

KB

Program Pemerintah untuk

(41)

Intra Uterine Device

Spiral kecil dari logam atau plastik

yang dimasukkan ke uterus untuk jangka waktu lama. Belum

sepenuhnya dimengerti bagaimana alat ini bisa mencegah pembuahan

Awalnya menyebabkan haid yang

(42)
(43)
(44)

Kap

Kap (diagfragma

diselipkan ke dalam vagina ketika

bersenggama dan mencegah sperma

(45)

Kondom

Mencegah sperma masuk ke dalam

vagina/rahim

Ada dua macam kondom pria dan

(46)

Spermasida

Membunuh sperma dan menutup

(47)

Sterilisasi

Pembedahan yang menyebabkan

hilangnya kesuburan

Pada pria  Vas Deferens di potong dan diblokir  Vasektomi

(48)
(49)
(50)
(51)

Penyakit pada Sistem

Reproduksi

Gonorhea (kencing nanah) Penyebab: bakteri Neisseria

gonorrhoeae, ditularkan melalui hubungan seksual.

Akibat: radang pada organ reproduksi

yang menyebabkan kemandulan, mata, persendian dan selaput otak pada bayi

(52)

Penyakit pada Sistem

Reproduksi

Siflis

Penyebab: bakteri Treponema

pallidum ditularkan melalui

hubungan seksual

Akibat: kerusakan organ reproduksi. Pada stadium lanjut, siflis

(53)

Penyakit pada Sistem

Reproduksi

Herpes genital

Penyebab: virus Herpes Simplex tipe 2 ditularkan melalui hubungan

seksual

Akibat: gangguan pada organ

(54)

Penyakit pada Sistem

Reproduksi

Keputihan (fuor albus)

Penyebab: parasit seperti jamur Candida

albicans, protozoa Trichomonas vaginalis,

bakteri dan virus. Candida albicans

menyukai lingkungan yang mengandung gula dan hangat, sering ditemukan pada wanita hamil dan penderita diabetes

melitus

Akibat: gangguan pada organ reproduksi

(55)

Penyakit pada Sistem

Reproduksi

AIDS (Acquired Immune Defciency Syndrome)

Penyebab: virus HIV (Human

Immunodedefciency Virus)

Akibat: hilangnya daya kekebalan tubuh terhadap penyakit karena virus ini

menyerang sel-sel darah putih

Penyebaran: kontak cairan tubuh dengan

penderita AIDS. Orang yang terinfeksi

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...