Pendahuluan,
Statis Momen,
Titik Berat, &
Momen Inersia
Bahan Kuliah 1, 2, 3
Mekanika Bahan
Mekanika bahan adalah cabang m mengalami berbagai pembebanan
Mekanika bahan mempermasalah lentur, puntir, atau pada saat ben statika struktur dianggap bada gagal/hancur. Pada kenyataannya material pembentuknya dan beb perilaku material sesungguhnya diperkenalkan konsep tegangan d pandang ini, perlu lebih dahulu di eksternal yang bekerja pada sebua
Kuliah mekanika bahan dalam ha dasar beberapa fokus bahasan seb
G
Gaammbbaarr11..
P
P
E
E
N
N
D
D
A
A
H
H
U
U
L
L
U
U
A
A
N
N
ng mekanika terapan yang membahas perilaku ben nan.
alahkan bagaimana gaya-gaya bekerja pada sebua benda hancur. Dalam menganalisis masalah, dari adan kaku yang ideal yang tidak berdefor nnya, struktur dapat berdeformasi atau gagal be beban yang diterima struktur. Guna mengana nya ketika struktur yang bersangkutan menerima
an dan regangan. Dalam rangka menganalisa stru lu dipahami statika untuk menyelesaikan semua ga ebuah badan.
hal ini akan memberikan gambaran atas berbag sebagaimana digambarkan pada diagram berikut.
P
PeettaaPPiikkiirraannFFookkuussKKuulliiaahhMMeekkaanniikkaaBBaahhaann
benda padat yang
buah benda akibat dari sudut pandang eformasi maupun l bergantung pada analisa bagaimana rima beban, perlu struktur dari sudut a gaya internal dan
S
S
T
T
A
A
T
T
I
I
S
S
M
M
O
O
M
M
E
E
N
N
&
&
T
T
I
I
T
T
I
I
K
K
B
B
E
E
R
R
A
A
T
T
Besaran atau properti yang pertama kali dibahas adalah titik berat penampang dan inersia penampang.
Berkaitan dengan berat sebuah badan dapat dipahami bahwa bumi mengeluarkan gaya gravitasi pada setiap partikel pembentuk sebuah benda. Gaya-gaya ini dapat digantikan oleh sebuah gaya ekivalen yang sama dengan berat benda dan diaplikasikan pada pusat gravitasi (center of gravity) dari benda.
Sentroid/titik berat dari sebuah luasan adalah analogi dari pusat gravitasi sebuah benda. Konsep momen pertama (statis momen) atas masa sebuah luasan digunakan untuk mencari lokasi sentroid ini.
Untuk menjelaskan pusat grafitasi sebuah pelat dapat digambarkan sebuah pelat tanpa tebal yang memiliki masa merata pada seluruh penampang pelat seperti ditunjukkan pada gambar berikut.
Atau, sebuah kawat/kabel yang memiliki masa merata sepanjang kawat/kabel tersebut sebagaimana dipresentasikan pada gambar berikut.
Jumlah momen pertama dari mas dapat diekspresikan sebagai berik
Dalam perspektif dua dimensi, m digambarkan sebagai :
a. luasan
dengan :
b. garis
(
γmasa badan terhadap sebuah sumbu sembarang y erikut :
∫
∑
∑
∫
∑
∑
= = = =
, momen pertama dari masa penampang badan
)
( )
sumbu adap
momen terh statis
sumbu adap
momen terh statis
=
= =
=
= =
= =
∫
∫
∫
∫
γ
ng yang ditetapkan
Formulasi di atas dapat kemudian suatu sumbu yang ditinjau yang j ditinjau.
Keadaan khusus penampang
Sebuah a titik P te terhadap simetris t titik P’ se bagian ya
Demikian simetris te 0 dapat d
Statis mo yaitu jumlah dari (+x.dA) dan (−xd
Jadi, jika berada pad
Dan, jika s potongan k
Sebaliknya jika untuk setiap elem area dA’ yang sama pada (-x, -y) maka sentroid dari luasan mem pusat simetri.
dian disebut sebagai momen pertama dari masa b ng juga dikenal statis momen badan terhadap sua
ah area dikatakan simetris terhadap sumbu BB’ jik P terdapat sebuah titik P’ sedemikian hingga dap BB’ dan terbagi dua bagian yangsama oleh B tris terhadap sumbu BB’ jika untuk setiap titik P te
’ sedemikian hingga PP’ tegaklurus terhadap BB’ d n yang sama oleh BB.
kian halnya dengan penampang berbentuk jajaran ris terhadap sumbu y, di mana pada jarak yang sam at ditinjau luasan kecil yang sama sebesar dA
momen sebuah luasan terhadap sebuah garis sim xdA).
ika sebuah luasan memiliki 2 buah garis simet pada sumbu tersebut.
ka sebuah luasan memiliki 2 garis simetri, sentroi an keduanya.
elemen dA pada (xy) terdapat sebuah y) atau luasan ini disebut antimetri, empunyai pusat yang sama dengan
(
)
( )
∫
∫
∫
∫
= = = =
γ γ
sa badan terhadap suatu sumbu yang
B’ jika untuk setiap ga PP’ tegaklurus leh BBSebuah area P terdapat sebuah B’ dan terbagi dua
jaran genjang yang sama dari garis y =
simetri adalah nol
metri, sentroidnya
Sentroid atau titik berat penampa kita bebani sebuah bidang F denga sembarang jumlah bidang kecil fi
Titik berat S diketahui sebagai titik
Atas dasar ketentuan bahwa mom gaya-gaya P1, P2, … Pn yang bekerj
xs . ∑fi
Titik berat S diketahui sebagai titik
Dengan menggunakan dua rumus berikut :
ys = (∑y
Untuk bagian luasan yang sangat k
Luas penampang :
Statis Momen penampang :
a. terhadap sumbu x :
b. Terhadap sumbu y :
Maka letak titik berat (sentroid) p
=
mpang dapat dicari melalui pemahaman atas stat engan suatu beban merata q = 1, kemudian kita bag
i , maka fi merupakan suatu gaya resultan akibat
i titik tangkap resultan gaya fi dalam arah horizont
momen resultante MR sama dengan jumlah mome
kerja, maka dapat ditentukan :
= ∑xi. fi dan ys . ∑fi = ∑yi. fi
i titik tangkap resultan gaya fi dalam arah horizonta
mus ini kita bisa menentukan jarak titik berat ys
∑yi. fi )/∑fi dan xs = (∑xi. fi )/∑fi
gat kecil (infinitesimal) maka berlaku hubungan ber
d) penampang adalah : dan
∫
∫
= .
∫
= .
∫
∫
= =
.
statis momen. Jika a bagi bidang F atas ibat beban merata.
ntal dan vertikal.
omen gaya MP dari
ntal dan vertikal.
s dan xs , seperti
berikut :
∫
∫
= =
Analisis letak titik berat penampan
a. Cara I : penampang berada da
b. Cara II : penampang berada da
Contoh Soal 1
Tentukan statis momen seperemp
a. Cara I, bidang dalam sistem su
pang dapat dilakukan dengan dua cara berikut :
a dalam sistem sumbu XOY
a dalam sistem sumbu koordinat kutub/polar
rempat lingkaran dengan jari-jari R berikut
sumbu XOY
Persamaan lingkaran :
Luas Lingkaran :
1=
2 =
(
)
. 1 ..
0
2
0
2 2
0
∫
∫
∫
− =
− =
=
(
1,θ1)
Hubungan ordinat x dan sudut
Sehingga Luas adalah :
2
Statis momen adalah :
(
Karena penampang tersebut s
b. Cara II , bidang dalam sistem
Menentukan centroid dengan Int
Double integrasi untuk mencari st persegi empat atau pita.
=
Integrasi
ri stastis momen dapat dihindari denga mendefinis
∫
Contoh Soal 5
• Menggunakan pita horizon
statis momen (first momen
• Tentukan koordinat centro
Analisis perhitungan
• konstanta k.
1 2 1 2
2
2 2
2
= =
= ⇒ =
=
• total luas penampang
3
2 0
2 2
=
= =
= =
∫
∫
∫
• integrasi tunggal untuk m vertikal
Tentukan dengan integrasi tu
penampang yang dibatasi oleh gari x), garis x = a, dan kurva y= kx2
SOLUSi:
• Tentukan konstanta k.
• Hitung total luas penampang
rizontal maupun vertikal, lalukan integrasi tunggal
ments). ntroids
2
3
0 3
2
uk mencari statis momen (first moments) men
tunggal locasi garis y = 0 (sumbu
ang
ggal untuk mencari
• integrasi tunggal untuk m Horizontal
• Tentukan koordinat centro
4
menggunakan pita
Contoh Soal 6
Contoh Soal 7
Karena x = y2, maka dx/dy = 2y. Ka :
Sentroida terletak pada xi = x, yi =
Pengintegrasian :
47
Tentukan sentroida tongkat yang m dalam bentuk busur parabolik, sepe dalam gambar!
SOLUSI :
Elemen diferensial ditunjukkan da atas. Dia ditempatkan pada k sembarang (x,y).
Panjang diferensial elemen dL dap dalam diferensial-diferensial dx d menggunakan teorema Phytagoras.
)
y. Karenanya, dengan menyatakan dL dalam y dan d
) seperti ditunjukkan
dalam gambar di a kurva di titik
dapat dinyatakan x dan dy dengan ras.
Contoh Soal 8
y di atas sumbu x.
Luas dan lengan momen. Luas elem
Sentroida terletak pada yi = y dar
Pengintegrasian.
3
) (
) (
2 1
2 6 1
0 0
= =
− − =
=
∫
∫
∫
∫
Properti geometris dan elemen ar
Tentukan jarak y ke sentroida luasan ditunjukkan dalam gambar
SOLUSI :
Elemen differensial. Perhatikan elemen yang mempunyai ketebalan dy dan panja Dengan segitiga serupa, b/h=x’(h-y) atau x’
Elemen memotong sisi-sisi segitiga pada su
elemennya dA = x’dy = (b/h)(h-y)dy.
dari sumbu x.
n area
san segitiga yang
en persegi empat anjang variabel x’.
u x’= (b/h)(h-y).
Momen inersia atau juga disebut penampang dapat digunakan un defleksi. Defleksi balok akibat b geometri dari penampang melinta inersia yang lebih tinggi, seperti b cara yang sama, momen inersia p kemampuannya menahan torsi (m
Momen inersia didefinisikan sebag
Yang dimaksud dengan MOMEN suatu sumbu adalah hasil perka tegak lurus antara titik berat pena
Ix adalah momen inersia bidang A
Iy adalah momen inersia bidang A
MOMEN INERSIA POLAR
M
M
O
O
M
M
E
E
N
N
I
I
N
N
E
E
R
R
S
S
I
I
A
A
ebut debagai momen kedua (second moment) da n untuk memprediksi kemampuan balok menah at beban bergantung tidak saja pada beban, tet
lintang balok. Hal inilah yang menyebabkan balok d rti balok-I, seringkali terlihat pada konstruksi ban sia polar merupakan suatu sifat yang dimiliki benda
si (momen puntir).
ebagai berikut :
EN INERSIA (momen lembam) dari suatu penam rkalian antara luas penampang tersebut dengan enampang terhadap sumbu yang bersangkutan.
ng A terhadap sumbu x ng A terhadap sumbu y
∫
∫
∫
∫
= =
= =
= =
. . .
.
2 2 2
2
) dari sebuah area nahan lentur dan , tetapi juga pada lok dengan momen bangunan. Dengan enda untuk menilai
Momen inersia polar adalah sebu objek untuk menahan torsi, pad lingkaran yang tak berubah (invaria
signifikan. Momen inersia polar d yang dibebani torsi. Momen iners perilaku sebuah objek untuk mena
Makin besar momen inersia polar
Momen inersia polar tidak bole akselerasi putaran sudut akibar to
Momen inersia polar penampang
Yang dimaksud dengan MOMEN I O) adalah hasil perkalian antara yang bersangkutan dengan titik b
Ip = momen inersia polar
MOMEN INERSIA PRODUK
Momen inersia produk sebuah lua penampang melintang asimetris. positif atau negatif. Sebuah sist terarah pada sebuah set sumbu
sebuah besaran yang digunakan untuk mempredik pada objek atau bagian objek dengan penamp
variant) dan tidak ada distorsi atau deformasi di lu ar digunakan untuk menghitung perpindahan sudu nersia polar ini serupa dengan momen inersia, yang
enahan lentur dan dibutuhkan untuk menghitung
olar, puntiran balok makin kecil jika diberi beban to
boleh dipertukarkan dengan momen inersia, di r torsi.
ang didefinisikan sebagai berikut :
EN INERSIA POLAR dari suatu penampang terhada ara luas penampang tersebut dengan kuadrat jar tik berat penampang tersebut.
h luasan sangat penting untuk menentukan tegang ris. Tidak seperti momen kedua/momen inersia m sistem koordinat, di mana momen inersia produ
bu utama, dan momen inersia yang dihitung te
ediksi kemampuan ampang melintang di luar bidang yang udut sebuah objek yang menunjukkan
ung perpindahan.
an torsi.
di mana karakter
adap suatu titik (= t jarak antara titik
utama akan mengasumsikan mak pada titik berat penampang meli selalu merupakan sumbu utama.
Yang dimaksud dengan MOMEN terhadap dua buah sumbu adalah tegak lurus antara titik berat pen lurus antara titik berat penampan
Ixy = momen inersia produk bidan
PENAMPANG SIMETRI dan A
Penampang Simetri Satu Arah
Sumbu simetri merupakan salah s tegak lurus dengan sumbu utama
maksima dan minima-nya. Sistem koordinat deng melintang dan kedua sumbunya merupakan sumb
a.
EN INERSIA Produk (momen sentrifugal) dari sua alah hasil perkalian antara luas penampang tersebu penampang tersebut dengan salah satu sumbu d pang tersebut terhadap sumbu yang lain .
idang A
n ASIMETRI
lah satu sumbu utamanya, sedang sumbu utama y ma simetri dan melalui titik berat penampang
∫
=
=
.
.
.
.
engan titik asalnya umbu simetri akan
suatu penampang sebut dengan jarak bu dan jarak tegak
Penampang Simetri Dua Arah
Kedua sumbu simetri merupakan
Penampang Asimetri
kan sumbu utama
MENCARI MOMEN INERSIA P
Prosedur Analisis
Untuk melakukan integrasi tungg maka perlu ditentukan elemen d [panjang dan lebarnya berhingg
penampang pada titik sembarang
Cara I
Panjang elemen diorientasikan menghitung Iy penampang. Aplika
mempunyai tebal infinitesimal dx dengan : x dari sumbu y.
IA PENAMPANG MENGGUNAKAN INTEGRA
unggal dalam menentukan momen inersia sebua en diferensial dA. Seringkali elemen ini berupa p ingga]. Elemen ini ditempatkan sedemikian hing
ang (x,y). Ada 2 cara.
an paralel terhadap sumbu. Gambar di atas dig plikasi langsung persamaannya, Iy = ∫x2 dA. Dalam
l dx dan dengan demikian semua bagian elemen
GRASI
buah penampang, a persegi panjang hingga memotong
Contoh I
Tentukan momen inersia luasan p sumbu sentroidal x’
Ele
an persegi empat yang ditunjukkan dalam gambar t
Elemen diferensial yang ditunjukkan dalam gamba pengintegrasian. Karena letak dan orientasinya, berada pada jarak y’ dari sumbu x’. Di sini perlu di h/2 ke y’= h/2.
Karena dA = b . dy’, maka :
Tentukan momen inersia luasan yang dit dalam gambar di sekitar sumbu x.
Elemen diferensial luasan yang paralel de x, seperti ditunjukkan dalam gambar me dipilih untuk integrasi. Karena elemen m tebal dy dan memotong kurva pada titik (x,y), maka luasannya adalah dA = (100-Selanjutnya semua bagian elemen berad yang sama y dari sumbu x. Dengan meng
ar terhadap
mbar dipilih untuk ya, seluruh elemen
lu dintegrasi y’ = –
g ditunjukkan
lel dengan sumbu merupakan yang n mempunyai titik sembarang
-x) dy.