Ruang Lingkup Studi Islam
Ita Septia (40)
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
Jl. Ki Hajar Dewantara Kampus 15A Iring Mulyo Kota Metro Lampung
: [email protected]
Jika berbicara tentang ruang lingkup studi islam tidak terlepas dari agama islam, islam
merupakan agama yang paling akhir atau sebagai penutup, selain itu agama islam seabagi agama
yang paling baik diantara agama yang lain-lainnya. Agama islam dibawa oleh nabi Muhammad
SAW, pertama kali agama islam diperkenalkan dengan berbagai cara agar umat islam mempercayai
agama islam. Salah satu cara yang digunakan yaitu dengan cara berdagang karena di dalam
perdagangan di ajarkan cara berdagang yang baik atau halal sesuai dengan syiat agama islam,
dengan pertunjukan wayang kulit di dalam pertunjukan tersebut diselipkan nilai-nilai agama islam
contohnya cara wudhu yang benar serta sholat yang benar, dan puasa.
Untuk mendalami ilmu atau pengetahuan tentang agama islam maka muncullah ilmu yang
membahas tentang agama islam yaitu studi islam, yang mana di dalam studi islam itu sendiri
merupakan ilmu yang sudah lama. Ia muncul dengan adanya agama islam maka studi islam dapat
menimbulkan berbagai permasalahan diantaranya, pengertian studi islam itu sendiri, ruang lingkup
dalam studi islam, objek atau kajian di dalam studi islam, serta tujuan dalam studi islam tersebut,
dan pendekatan yang digunakan dalam studi islam tersebut.
Studi islam memiliki dua kata, yaitu studi yang artinya kegiatan atau usaha yang bertujuan
untuk memperoleh keterangan, mencapai pengetahuan yang lebih luas, serta dapat meningkatkan
keterampilan seseorang
1. Selain itu kata islam memiliki arti yang sangat kompleks, karena kata
islam sendiri berasal dari kata aslama yang artinya patuh dan berserah diri. Selain itu dari kata ini
mempunyai kata lain yaitu kata slim yang mempunyai arti selamat, sejahtera dan damai di dalam
islam. Selain itu studi islam memiliki tujuan yaitu untuk memahami serta mendalami yang
membahas ajaran-ajaran islam agar umat islam dapat melaksanakan perintah dari
Allah serta mengamalkan perbuatan yang baik kepada antar kaum islam, karena kita sebagai makhluk ciptaan Allah dituntut untuk hidup bergotong royong serta saling membatu antar kaum, karena kita disebut makhluk sosial yaitu tidak bisa hidup sendiri.berupa naskah atau teks-teks wahyu, selain itu juga berupa praktek dalam kehidupan sehari-hari seperti mencontoh kebiasaan yang dilakukan nabi Muhammad dalam bersosialisasi serta kelakuan yang nabi Muhammad sewaktu hidup, kemudian mencontoh perbuatan yang baik seperti membantu orang yang sedang kesusahan atau membutuhkan bantuan orang lain.
Studi islam bertujuan sebagai usaha untuk mempelajari ilmu agama islam yang lebih
mendalam bukan hanya berhubungan dengan sejarah islam2. tetapi masalah-masalah yang
dihadapi islam sebelum menjadi saat ini, selain itu studi islam bertujuan untuk mempelajari secara mendalam tentang hakikat islam itu sendiri, di dalam kehidupan sehari-hari ilmu studi islam juga digunakan dalam nilai budaya yang ada di masyarakat, kebanyakan nilai budaya berasal dari nenek moyang bukan dari perintah nabi Muhammad ia meyakini jika nilai budaya yang sudah mendarah daging dari nenek moyang merupakan perintah yang wajib ditaati karena banyak yang mengabaikan perintah tersebuh malah menjadi petaka bagi mereka, tetapi itu semua kembali kepada diri sendiri jika kita yakin tidak akan terjadi apa-apa dalam diri kita atau kehidupan kita, tidak akan terjadi jika tidak mentaati nilai budaya yang terjadi sejak berabad-abad. Maka sebaliknya jika mempunyai keyakinan jika tidak mentaati maka akan menjadi petaka dalam hidupnya maka akan terjadi juga.
Untuk mempelajari secara mendalam tentang sumber dasar dalam agama islam itu secara dinamis dan runtuh sesuai dengan sumber dasar dalam agama tersebut. Jika sumber dasar dalam agama tersebut terbukti maka ajaran tersebut dianggap untuk disebarkan atau dipatuhi dan dicontoh maupun dicermati. Jika sumber dasar tersebut belum jelas maka diteliti ajaran tersebut, takutnya jika ajaran tersebut dapat menjerumuskan kaumnya dalam hal-hal yang tidak baik baik dalam kelakuan atau dalam kehidupan sehari-hari. Studi islam ini sangat erat hubungannya dengan agama islam, karena keduanya saling melengkapi satu dengan yang lainnya.
Pada dasarnya ilmu keislaman itu mengikuti wawasan dan para keahlian dari para pengkaji ilmu islam tersebut, sehingga ilmu tersebut lebih terkesan nuansa kajian sesuai dengan selera pengkajiannya. Selain secara material, ruang lingkup studi islam meliputi permasalahan mengenai ajaran islam, dokrim, pemikiran, teks, sejarah dalam ilmu keislaman. Keterkaitannya dengan sarjana barat terhadap pemikiran islam yaitu atas kebutuhan penguasaan daerah koloni, mengingat daerah koloni pada merupakan negara-negara yang banyak di domisili atau pindah keyakina yang dulunya bukan beragama islam menjadi warga negara yang beragama islam, sehingga mereka harus memahami tentang ajaran agama islam serta budaya lokal, yaitu budaya yang berada di dalam masyarakat sekitar, budaya tersebut sudah ada sejak nenek moyang dan digunakan sampai saat ini karena merupakan tradisi dari budaya setempat. Contoh budaya local yang saat ini masih digunkan yaitu seperti jika bulan zuro maka dia adakan berdo’a bersama yang bertujuan supaya daerahnya terhindar dari musibah serta daerah tersebut hidup rukun dan damai.
Ada beberapa konteks yang berada di dalam studi islam yang menjadi objek studi islam yaitu, islam sebagai doktrin dari tuhan yang kebenarannya sudah tidak diragukan lagi mulai dari arti absolute, dan diterima secara apa adanya. Maksudnya dari ajaran tersebut dapat membawa ke dalam perubahan yang positif bagi yang mempelajarinya serta mengamalkannya dalam kehidupan mereka, selain itu sebagai gejala budaya yang berarti seluruh yang menjadi kreasi manusia dalam hubungannya dengan agama islam, yang termasuk dalam pemahaman orang terhadap dokrin agama islam serta sejarah agama islam. Artinya, manusia dituntut untuk mematuhi budaya yang ada di dalam masyarakatnya serta jika tidak mengetahui sejarahnya bisa bertanya kepada orang dikira sudah memahami sejarahnya, agar tidak sesat jika dalam memahaminya sesuai dengan bukti yang ada. Telaah kritis terhadap sejarah perkembangan di dalam ilmu islam, artinya memiliki sifat ingin membangun aratu melestarikan peninggalan pada masa islam, seperti masjid itu dikembangkan yaitu dengan cara merawatnya agar masjid tersebut banyak orang yang ibadah ditempat itu, yaitu ditambah bangunan yang dapat menarik seseorang.
Studi islam sebagai media transfer pengetahuan3. Artinya di dalam studi islam itu
mencakup banyak pengetahuan tentang agama islam, secara normative ada tiga dimensi yang
2Moha ad Riza )ai uddi , PARADIGMA PENDIDIKAN I“LAM, t.t., . 3
ingin dicapai dalam pendidikan islam yaitu, dimensi spiritual, yaitu yang mencakup tentang iman, takwa, dan akhlak mulia. Dimensi spiritual ini membahas tentang diri seseorang yaitu imannya, takwanya serta akhlak mulianya. Dari ketiga ini dapat di lihat dari kelakuan sesorang tersebut. Iman merupakan kepercayaan seseorang terhadap agama yang dikira tepat dan membawa dalam hal-hal yang baik atau positif, tetapi iamn sesorang itu tidak selamanya naik kadang turun maka cara kita agar tidak turun imannya harus melakukan perbuatan yang mengarah kepada hal yang positif selain itu selalu yakin jika allah selalu bersama kita serta mengawasi semua yang kita lakukan di dunia. Takwa merupakan ukuran dalam iman seseorang, yaitu melakukan sholat lima
waktu tidak pernah terlupa serta setiap habis sholat membaca al-qur’an selain itu setiap
melakukan sholat harus diiringi dengan berzikir serta berdo’a kepada yang sang pencipta. Akhlak mulia merupakan perbuatan yang di lakukan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya berbicara dengan orang lebih tua harus memiliki tata aturan dalam berbicara yaitu dengan suara yang halus dan dengan kata-kata yang sopan, selain itu jika berpakian harus disesuai dengan kondisi serta disesuaikan dengan lingkungannya.
Dimensi budaya, yaitu mencakup kepribadian yang meliputi mandiri, tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dimensi ini mengarah kepada pembentukan kepribadian muslim sebagai individu yang memiliki kepribadia yang baik, yang berguna untuk menciptakan maasyarakat yang berkreasi serta memiliki ketempilan dalam kehidupan sehingga mereka tidak tergantung kepada penghasilan seorang laki-laki tetapi kita dapat memiliki ketempilan yang dapat menghaasilkan, sehingga kita dapat memiliki peluang pengahsilan dari keterampilan tersebut serta menjadi kesibukan bagi yang tidak memiliki pekerjaan serta dapat membuka pekerjaan yang tidak berpenghasilan.
Dimensi kecerdasan, yang dapat membawa bangsa ini lebih maju dari yang sebelumnya. Dimensi ini meliputi kecerdasan, aktif, disiplin, inovatif, dan produktif. Artinya diminsi ini mengarahkan kita kepada kecerdasan yaitu dengan kecerdasan otomatif dapat mencitpakan kreasi-kreasi baru serta ketempilan yang tidak dimiliki oleh orang lain, selain itu dengan kecerdasan dapat mengharumkan bangsa ini dari yang namanya pengangguran serta kemiskinan. Tetapi banyak kasus yang terjadi di negara kita jika ada anak yang memiliki kecerdasan serta dapat menimbulkan inovasi maka ia akan dikirim keluar negeri, karena di negara kita kekurangan lahan pekerjaan serta perlengkapannya kurang modern. Di negara kita serba keterbatasan dan kekurangan, dari yang fasilitas sampai lapangan pekerjaan serta kedisiplinannya.
Studi islam di barat dapat berusaha keras menampilkan citra yang lebih adil dan penuh
penghargaan terhadap agama islam sebagai agama yang modern4. Artinya agama islam
merupakan agama yang memiliki berbagai ajaran yang dapat membawa kaumnya untuk dalam hal kebaikan serta agam isla juga mengajarkan tentang ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan, selain agama islam mengajarkan tentang ajaran islam juga mengajarkan tentang sosial, artinya di dalam agama islam juga mengajarkan kita untuk saling membantu antar kaumnya serta memiliki ketentuan atau aturan dalam bersilaturohmi terhadap tetangga serta saudara kita.