• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN - BAB II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN - BAB II"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masyarakat Indonesia tak pernah lepas dari masalah kesehatan. Kesehatan di Indonesia merupakan sebuah masalah kompleks yang harus mendapatkan perhatian khusus. Dalam menangani masalah kesehatan tersebut tentunya tidak dapat dilepaskan dari pelayanan kesehatan yang diberikan. Pelayanan kesehatan di Indonesia merupakan kolaborasi dari berbagai elemen tenaga medis, seperti dokter, perawat, tenaga farmasi serta profesi lainnya yang terkait dalam sistem medis. Pelayanan keperawatan merupakan salah satu elemen yang penting dan tidak dapat di pisahkan dari sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.

Kementrian kesehatan Indonesia menargetkan agar tercapai program peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas tahun 2014. Berbagai upaya untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat Indonesia mulai digencarkan. Mulai dari perbaikan sistem pelayanan kesehatan pada umumnya dan pelayanan keperawatan pada khusunya. Perawat sebagai elemen yang penting perlu mengkaji tentang hal yang berkaitan dengan konsep sistem dan klien sebagai objek pelayanan, serta pendekatan sistem yang memungkinkan untuk peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia. Untuk itu, penulis akan memberikan penjelasan sistem pelayanan kesehatan pada umumnya dan kaitannya dengan pelayanan kesehatan di Indonesia serta pelayanan keperawatan.

Setiap orang selalu berusaha mengenang, mempelajari dan menganalisa berbagai fenomena yang terjadi dalam hidupnya sebagai suatu pengetahuan dasar dan pengalaman hidup yang dimilikinya sehingga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Penyusunan dan pengorganisasian berbagai fakta, fenomena, keyakinan dan pengalaman secara sistimatis kedalam suatu konsep pengetahuan umum biasanya disusun dalam bentuk falsafah, konsep, teori dan proses.

(2)

kedalam suatu kerangka yang dapat dipahami membentuk suatu model atau kerangka konsep. Konsep dapat dianalogikan sebagai batu bata dan papan untuk membangun sebuah rumah dimana rumah dibangun diibaratkan sebagai kerangka konsep.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk menulis sebuah karya tulis berupa makalah dengan judul “Konsep Dasar Keperawatan”

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah konsep dasar keperawatan?

2. Bagaimana penerapan konsep keperawatan yang baik?

1.3 Tujuan

(3)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Teori Keperawatan

Teori keperawatan didefinisikan oleh Stevens (1984), sebagai usaha untuk menguraikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam keperawatan (dikutip dari Taylor, C., dkk, 1989). Teori keperawatan berperan dalam membedakan keperawatan dengan disiplin ilmu lain dan bertujuan untuk emnggambarkan, menjelaskan, memperkirakan dan mengontrol hasil asuhan keperawatan atau pelayanan keperawatan yang dilakukan. Tujuan pengembangan teori keperawatan adalah menumbuh kembangkan pengetahuan yang diharapkan dapat membantu dan mengembangkan praktik keperawatan dan pendidikan keperawatan.

2.1.1 Pengantar Konsep dan Teori Keperawatan

Teori keperawatan pada dasarnya terdiri atas empat konsep yang berpengaruh dan menentukan kualitas praktik keperawatan yaitu konsep manusia, keperawatan, konsep sehat sahit dan konsep lingkungan. Meskipun keempat konsep digunakan pada setiap teori keperawatan, akan tetapi pengertian dan hubungan antara konsep ini berbeda antara teori yang satu dengan yang lain. 2.1.2 Karakteristis Teori

Torrest (1985) dan Chinn & Jacob (1983) menegaskan terdapat lima karakteristik dasar teori keperawatan:

a) Teori keperawatan mengidentifikasikan dan mendefinisikan sebagai hubungan yang spesifik dari konsep-konsep keperawatan seperti hubungan antara konsep manusia, konsep sehat-sakit, konsep lingkungan dan keperawatan

b) Teori keperawatan bersifat ilmiah, artinya teori keperawatan digunakan dengan alasan atau rasional yang jelas dan dikembangkan dengan menggunakan cara berpikir yang logis

(4)

d) Teori keperawatan berperan dalam memperkaya body of knowledge keperawatan yang dilakukan melalui penelitian

e) Teori keperawatan menjadi pedoman dan berperan dalam memperbaiki kualitas praktek keperawatan

2.1.3 Pendekatan dalam Pengembangan dan Pembentukan Teori Keperawatan

Pengembangan teori keperawatan adalah untuk menumbuhkan serta mengembangkan pengetahuan yang diharapkan mampu membantu serta mengembangkan praktik keperawatan dan pendidikan keperawatan, ini penting, mengingat pengetahuan teoritis keperawatan akan berdampak pada kemampuan perawat dalam melakukan analisis serta berpikir secara logis, sistematis, dan analitis agar dapat meningkatkan profesionalisme keperawatan, baik dalam pendidikan, penelitian, maupun praktik keperawatan.

Ada tiga pendekatan dalam pengembangan dan pembentukan teori pembentukan teori keperawatan, yaitu:

a) Meminjam teori dari disiplin ilmu lain yang relefan dengan tujuan keperawatan dan mengintegrasikannya ke dalam ilmu keperawatan.

b) Menganalisis situasi praktik keperawatan dalam rangka mencari konsep yang berkaitan dengan praktik keperawatan.

c) Menciptakan suatu kerangka konsep yang memungkinkan pengembangan teori keperawatan.

2.1.4 Karakteristik Dasar Teori Keperawatan

Meskipun banyak penulis yang banyak membahas teori keperawatan, tulisan Torres (1985) dan Chinn dan Jacob (1983), secara jelas menegaskan karakteristik dasar teori keperawatan yaitu :

Pertama, teori keperawatan mengidentifikasi dan didefinisikan sebagai hubungan yang spesifik dari konsep keperawatan seperti hubungan antara konsep manusia, konsep sehat-sakit, keperawatan dan konsep lingkungan.

(5)

Ketiga, teori keperawatan bersifat sederhanan dan umum. Artinya teori keperawatan dapat digunakan pada masalah yang sederhana maupun masalah kesehatan yang kompleks sesuai dengan situasi praktik keperawatan.

Keempat, teori keperawatan berperan dalam memperkaya body of knowledge keperawatan yang dilakukan melalui penelitian.

Dan kelima, teori keperawatan menjadi pedoman dan berperan dalam memperbaiki kualitas praktik keperawatan.

5. Nilai – Keyakinan Teori Keperawatan

Keyakinan keperawatan yang mendasari praktik keperawatan komunitas adalah:

a. Pelayanan kesehatan sebaiknya tersedia, dapat dijangkau dan dapat diterima semua orang

b. Penyusunan kebijakan seharusnya melibatkan penerima pelayanan dalam hal ini komunitas

c. Perawat sebagai pemberi pelayanan dan klien sebagai penerima pelayanan perlu terjalin kerjasama yang baik

d. Lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan komunitas baik bersifat mendukung maupun mengahambat

e. Pencegahan penyakit dilakukan dalam upaya meningkatkan kesehatan

f. Kesehatan merupakan tanggung jawab setiap orang

2.2 Model Konsep Keperawatan

2.2.1 Model Konsep Keperawatan Menurut Lyda E. Hall

Lydia E. Hall memperkenalkan 3 teori lingkaran keperawatan dimana masimg-masing lingkaran menunjukkan proses keperawatannya. Yang pertama menunjukkan tentang kepedulian (care), kedua inti (core), dan yang ketiga keperawatan (cure).

a. Lingkaran kepedulian (care)

(6)

kepedulian (care) berfungsi perawat menerapkan pengetahuan yang alami dan ilmu pengetahuan biologi yang menjadi dasar ilmu keperawatan yang kuat. Perawat harus menciptakan suasana yang nyaman pada diri pasien, sehingga pasien itu menganggap perawat sebagai penghibur dan pemberi kenyamanan.

b. Lingkaran inti (core)

Perawat yang profesional dalam hubungannya dengan pasien bias membantu pasien untuk menyatakan perasaan/penyakit yang dideritanya. Intinya perawatharus mempedulikan pasien untuk kesembuhannya.Perawat yang professional dengan menggunakan tehnik berhadapan/berhubungan langsung dengan pasien guna untuk melihat status kesehatan sekarang dan yang akan datang.

c. Lingkaran keperawatan (cure)

Kepedulian perawat terhadap pasien yang didasarkan pada ilmu pengetahuan cara pengobatan suatu penyakit. Perawat yang professional adalah perawat yang bias membantu si pasien agar cepat sembuh sehingga dapat meringankan beban keluarga.

Sejak Lydia E. Hall menekankan petingnya pendekatan terhadap seseorang atau pasien , guna untuk proses penyembuhan pasien. Selama langkah penyembuhan ini kepedulian dan aspek inti adalah yang terkemuka. Ukuran lingkaran menunjukkan derajat tingkat pada ketiga aspek tersebut (care,core,dan cure).

Proses keperawatan yang dikenalkan meliputi hubungan antara manusia,kesehatan,bersosialisasi dengan lingkungan dan keperawatan. Uraiannya dapat dijelaskan seperti dibawah ini

a. Manusia atau seseorang yang berusia 16 tahun atau lebih yang mengalami suatu penyakit membutuhkan bantuan/proses keperawatan yang lebih . individu ini membutuhkan motifasi dari semua keluarganya agar cepat sembuh.

(7)

c. Konsep lingkungan masyarakat yang dihadapkan dengan hubungan individu akan menciptakan kesehatan yang merata dan menyeluruh.

d. Proses keperawatan berhubungan dengan (kepedulian , inti , dan keperawatan). Tujuan utama adalah untuk mencapai suat hubungan antara individu dengan individu dengan individu lain antara perawat dengan pasien.

Hall memberikan motivasi pada pasien demi proses penyembuhan. Aspek ini meliputi 5 proses keperawatan yaitu: penilaian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi.

a. Tahap penilaian meliputi tentang status kesehatan individu atau pasien. Menurut teori Hall proses pengumpulan data ditujukan demi kepentingan kesehatan pasien dibandingkan demi kepentingan perawat. Pengumpulan data ini harus mengarah pada peningkatan kesehatan individu.

b. Tahap yang kedua adalah diagnosa keperawatan, dimana perawat mengamati penyakit pasien sehingga dapat mengetahui penyakit yang dideritanya. Sehingga proses penyembuhannya akan lebih muda.

c. Perencanaan melibatkan prioritas utama pada pasien. Peran perawat adalah membantu pasien menjadi sadar dan mengerti akan pentingnya kesehatan bagi kehidupannya. Inti dari perencanaan ini untuk membantu pasien menjadi lebih mengerti dengan kebutuhan, perasaan dan motivasi.

d. Implementasi melibatkan institusi rencana kerja yang nyata. Tahap ini adalah merupakan tahap memberikan pelayanan yang nyata antara perawat dengan pasien yang meliputi memandikan pasien, membalut luka, makan, memberikan kebutuhan kenyamanan dan lain-lain. Perawat juga membantu pasien dan keluarga untuk memahami dan menerapkan rencana yang medis.

(8)

Hall berpendapat prose keperawatan merupakan istilah yang digunakan dalam menentukan permasalahan klien, keluarga dan perawat agar dapat dipecahkan, di mana antara perawatan dan pengobatan terjadi interaksi dalam menentukan masalah klien.

2.2.2 Model Konsep Keperawatan Menurut Sister Callista Roy

Sister Callista Roy mengembangkan model adaptasi dalam keperawatan pada tahun 1964. Model ini banyak deigunbakan sebagai falsafah dasar dan model konsep dalam pendidikan keperawatan. Model adaptasi Roy adalah system model yang esensial dalam keperawatan. Asumsi dasar model ini adalah :

a. Individu adalah makhluk biopsikososial sebagai satu kesatuan yang utuh. Seseorang dikatakan sehat jika mampu berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis, psikologis, dan sosial.

b. Setiap orang selalu menggunakan koping, baik yang bersifat positif maupun negatif untuk dapat beradaptasi. Kemampuan beradaptasi seseorang dipengaruhi oleh tiga komponen yaitu penyebab utama terjadinya perubahan, kondisi dan situasi yang ada serta keyakinan dan pengalaman dalam beradaptasi.

c. Setiap individu berespons terhadap kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan konsep diri yang positif, kemampuan untuk hidup mandiri atau kemandirian serta kebutuhan akan kemampuan melakukan peran dan fungsi secara optimal untuk memelihara integritas diri.

d. Individu selalu berada pada rentang sehat sakit, yang berhubungan erat dengan keefektifan koping yang dilakukan untuk memelihara kemampuan beradaptasi.

Menurut Roy, respons yang menyebabkan penurunan integritas tubuh menimbulkan adanya suatu kebutuhan dan menyebabkan individu berespons terhadap kenutuhan tersebut melalui upaya atau perilaku tertentu.

(9)

seseorang. Kemandirian lebih difokuskan pada kebutuhan dan kemampuan melakukan interaksi social termasuk kebutuhan akan dukungan orang lain. Peran dan fungsi optimal lebih difokuskan pada prilaku individu dalam menjalankan peran dan fungsi yang diembannya (Rambo, 1984, dikutip dari Taylor, C., dkk, 1989).

Singkatnya, Roy menegaskan bahwa individu adalah makhluk biopsikososial sebagai satu kesatuan utuh yang memiliki mekanisme koping untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Individu selalu berinteraksi secara konstan atau selalu beradaptif terhadap perubahan lingkunghan. Roy mendefinisikan lingkungan sebagai semua yang ada disekeliling kita dan berpengaruh terhadap perkembangan manusia. Sehat adalah suatu keadaan atau proses dalam menjaga integritas diri. Menurutnya peran perawat adalah membantu pasien beradaptsi terhadap perubahan yang ada.

2.2.3 Model Konsep Keperawatan Menurut Betty Neuman

Model Neuman berfokus pada individu dan respon atau reaksi individu terhadap stres temasuk faktor – faktor yang mempengaruhinya dan kemampuan adaptasi pasien. Menurut Neuman manusia merupakan sistem terbuka yang salking berinteraksi dengan lingkungan internal maupun eksternal yang dapat merupakan penyebab stres (stresor). Dalam kehidupan sehari-hari individu selalu berusaha mempertahankan dan memenuhui kebutuhan biologi, psikologi dan social cultural.

Menurut Neuman asuhan keperawatan dilakukan untuk mencegah atau mengurangi reaksi tubuh akibat adanya stresor. Peran ini disebut pencegahan penyakit yang terdiri dari pencegahan primer, sekunder dan tersier.

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan antara mikroprosesor dam mikrokontroler sangat signifikan, kalua mikroprosesor merupakan suati chip yang berfungsi pemroses data pada system digital

Upaya yang dilakukan KPP melalui AR untuk menggali potensi pajak di wilayah KPP Pratama Jakarta Setiabudi Dua tidak hanya melalui Surat Himbauan atau SP2DK. KPP

(5) Salinannaskah asli Convention on Temporary Admission (Konvensi tentang Pemasukan Sementara) sebagaimana dimaksud pada ayat (4), pensyaratan (reservation) dan

Ketidak tepatan dalam penilaian aktiva yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk karyawannya ini menyebabkan laporan keuangan yang telah disajikan oleh pihak manajemen

1) Microsoft Windows XP: Sistem operasi komputer yang dipergunakan sebagai sistem dasar operasional perangkat NVR. 2) Microsoft Windows 7: Sistem operasi komputer yang

Dari penguraian di atas, dapat dipahami bahwa Sistem pemasaran produk di Koperasi KBIH Uswah adalah rangkaian kegiatan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi pemikiran dan

Memasuki tahun akademik 2020/2021 Politeknik Kesehatan Surakarta membuka pendaftaran Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru) Program Diploma Kesehatan, Sarjana

Hasil analisis terhadap data skor pretest ditemukan bahwa sebelum diberi perlakuan kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang sama, dan hasil analisis terhadap