• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBUATAN NUGGET TESITA (TEMPE SINGKONG TAHU) DARI BAHAN VEGETARIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMBUATAN NUGGET TESITA (TEMPE SINGKONG TAHU) DARI BAHAN VEGETARIAN"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

USAHA PEMBUATAN NUGGET TESITA ( Tempe, Singkong, dan Tahu) DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN DAN

NILAI EKONOMI BAHAN VEGETARIAN

BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan oleh:

Solech Yogi Pamungkas (3.21.15.1.22/2015) Ulviyana Herman (4.11.15.0.23/2015)

Noer Ayuni (3.22.15.2.17/2015) Leny Ria Wulandari (3.22.15.2.13/2015)

Siti Qomariyah (3.22.15.3.21/2015)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG SEMARANG

(2)
(3)

ii

BAB II GAMBARAN UMUM PELUANG USAHA 2.1 Gambaran Umum... 1

BAB V BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Rencana Anggaran Biaya... 8

4.2 Analisis Penjualan... 10

4.3 Jadwal Kegiatan... 10

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan... 11

5.2 Penutup... 12

BAB VI LAMPIRAN-LAMPIRAN 6.1 Biodata Ketua Pelaksana... 13

6.2 Biodata Anggota 1... 14

6.3 Biodata Anggota 2... 15

6.4 Biodata Anggota 3... 15

6.5 Biodata Anggota 4... 15

6.6 Biodata Dosen Pembimbing... 15

6.7 Justifikasi Anggaran Biaya... 16

6.8 Susunan Organisasi... 17

(4)

iii RINGKASAN

Di Indonesia produktivitas tempe, tahu, dan singkong sangat tinggi, namun nilai jualnya masih rendah. Hal tersebut menyebabkan kurangnya minat masyarakat untuk memproduksi dan mengkonsumsi tempe, tahu, dan singkong karena belum memiliki nilai ekonomi tinggi dan masih ketinggalan zaman. Masyarakat lebih menyukai makanan junk food yang siap saji dan terlihat lebih modern, padahal karena makanan itulah yang menyebabkan kesehatan terganggu, bahkan menimbulkan penyakit.

Berdasarkan hal tersebut kami berinisiatif untuk membuat produk makanan siap saji berbahan dasar tempe, tahu, dan singkong dengan tujuan meningkatkan nilai jualnya. Kami akan mencoba pengolah tempe, tahu, dan singkong menjadi makanan siap saji yang menyehatkan dan sesuai dengan perkembangan zaman, yaitu “Nugget Tesita (tempe, singkong, dan tahu)”.

Nugget Tesita diolah melalui proses alami dengan bumbu rempah-rempah tanpa bahan pengawet, sehingga baik bagi kesehatan. Nugget Tesita dijual dalam cup mika dengan label “NuggetTesita (tempe, singkong, dan tahu)” dan dijual juga perbiji/peace. Harga produk makanan ini sangat terjangkau oleh semua kalangan dan sesuai dengan kantong konsumen.

Sasaran produk kami adalah anak-anak SD Islam Pangeran Diponegoro yang beralamat di kelurahan Pedalangan, Tembalang No. 22 Semarang dan mahasiswa Politeknik Negeri Semarang, serta masyarakat pada umumnya.

(5)

1

BAB I

PENDAHALUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia adalah negara produsen kedelai terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Kedelai banyak dimanfaatkan untuk membuat makanan tradisional, salah satunya adalah tempe dan tahu. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lain).

Tempe berpotensi untuk melawan radikal bebas, menghambat proses penuaan, dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, dan lain-lain). Mineral Tempe mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineral besi, tembaga, dan zink berturut-turut adalah 9,39; 2,87; dan 8,05 mg setiap 100 g tempe.

Tahu adalah makanan yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami koagulasi. Tahu secara harfiah berarti "kedelai terfermentasi". Tahu telah mengalami indigenisasi di Indonesia sehingga muncul berbagai varian tahu serta panganan berbahan tahu. Tampilan luar tahu ada yang berwarna putih maupun kuning. Karena populernya, tahu menjadi bagian tak terpisahkan tempat makan berbagai tingkat sosial di Indonesia, bersama dengan tempe.

Singkong (Manihot utilissimapohl) termasuk family Euphorbiaceae, merupakan tanaman menahun yang sangat penting diantara tanaman pertanian lainnya, karena dalam pemeliharaannya mudah dan produktif. Singkong mengandung nutrisi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dengan energi 160 Kcal, karbohidrat 38.06 g, protein 1.36 g, total lemak 0.28 g, kolesterol 0 mg, dan serat 1.8 g.

(6)

2 Berdasarkan hal tersebut kami sangat ingin bisa membantu meningkatkan produktivitas pengolahan tempe, tahu, dan singkong demi kemakmuran bersama sehingga masyarakat merasa puas dengan penghasilannya. Oleh karena itu, kami ingin membuat suatu kreativitas yang dapat membuat pengolahan tempe, tahu, dan singkong menjadi lebih meningkat harga penjualannya, kami terinspirasi untuk membuat “Nugget Tesita (tempe, singkong, dan tahu)”

Usaha pembuatan nugget ini dipilih karena nugget dikenal sebagai makanan yang tidak ketinggalan jaman, sebagai makanan yang mengandung karbohidrat dan bergizi tinggi, makanan atau yang biasa disebut sebagai lauk makan ini merupakan hasil olahan dari tempe, singkong, dan tahu yang diolah dengan beberapa bahan pilihan yang kemudian ditaburi dengan bumbu alami. Sehingga makanan ini membutuhkan modal yang sedikit tetapi memiliki keuntungan yang berlipat.

Makanan ini akan banyak diminati oleh masyarakat jika nugget ini diolah dengan berbagai keunikan dengan mengutamakan rasa, bentuk, kualitas, dan kekhasan makanan tersebut. Dengan demikian meningkatnya kreativitas olahan menggunakan bahan dasar tersebut dapat meningkatkan nilai jual bahan dasar.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang dibahas dalam program ini adalah :

a. Bagaimana cara meningkatkan nilai jual tempe, singkong, dan tahu sehingga bernilai ekonomi tinggi ?

b. Bagaimana cara pembuatan nugget Tesita (tempe, singkong, dan tahu)? d. Bagaimana menciptakan peluang usaha dari produksi nugget Tesita (tempe, singkong, dan tahu)?

e. Bagaiman cara mendapatkan keuntungan yang besar dari hasil usaha penjualan produk nugget Tesita (tempe. singkong, dan tahu)?

1.3 Tujuan Program

Tujuan program yang hendak dicapai adalah sebagai berikut :

a. memberikan pengenalan dan pengetahuan kepada masyarakat bahwa nilai jual tempe, singkong, dan tahu dapat dinaikan dengan mengolah bahan tersebut menjadi makanan yang bernilai ekonomi tinggi;

b. memperluas kesempatan kerja kepada masyarakat;

(7)

3

1.4 Luaran yang Diharapkan

Luaran yang diharapkan dalam program ini adalah :

a. terciptanya peluang usaha mandiri yang bergerak disektor home industri yang mengacu pada peningkatan harga jual makanan tradisional yang baik bagi kesehatan;

b. meningkatkan karya kreativitas dan inovatif mahasiswa dalam rangka bereksperimen yang dapat berguna juga bagi masyarakat.

1.5 Manfaat Program

Adapun kegunaan program yang dimaksud adalah :

a. meningkatkan inovasi mahasiswa dalam menemukan hasil karya yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha;

b. meningkatkan kreativitas dan penalaran pada pengembangan ilmu teknologi pangan;

(8)

4 BAB II

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1 Gambaran Umum

Nugget Tesita (tempe. Singkong, dan tahu) merupakan makanan dengan bahan dasar tempe, tahu, dan singkong yang diolah dengan berbagai rempah-rempah dan sayuran sehingga tidak menghilangkan kandungan gizi yang ada. Nugget Tesita memiliki berbagai rasa yang berbeda, seperti rasa ayam, rasa ikan, rasa balado, dan sebagainya. Perasa ini terbuat dari bahan alami, melalui proses pengasapan. Selain itu, bentuknya bermacam-macam, seperti bintang, bunga, bulat, segitiga, love, kotak, dan bentuk kepala binatang. Dalam kemasannya, kami menggunakan cup mika yang diisi berbagai rasa dan diberi label sesuai nama produk kami “Nugget Tesita (tempe. Singkong, dan tahu)”. Kami juga melayani pembelian perbiji/peace untuk konsumen anak-anak.

Proses pembuatan Nugget Tesita (tempe, singkong, dan tahu) menggunakan proses alami dan masih sederhana, melalui proses pengukusan, pelembutan bahan, pencampuran bahan dengan bumbu, dan penggorengan. Nugget Tesita tidak mengandung bahan pengawet sehingga hanya mampu bertahan satu hari saja.

Keunggulan produk makanan ini adalah :

a. menggunakan bahan dasar vegetarian, yaitu tempe, tahu, dan singkong; b. menggunakan bumbu dari rempah-rempah alami tanpa bahan pengawet; c. nugget tempe mengandung serat pangan, protein nabati, karbohidrat,

kalsium, zat besi, dan vitamin B;

d. nugget tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan dapat menghambat proses penuaan;

e. nugget tahu mengandung protein nabati dan serat pangan; f. nugget singkong mengandung nutrisi yang baik bagi kesehatan; g. harganya terjangkau oleh semua kalangan;

h. sangat baik untuk anak-anak dalam mendukung proses pertumbuhan.

(9)

5

2.2 Peluang Usaha

Peluang pasar untuk produk makanan nugget sangatlah besar melihat sekarang ini sudah banyak makanan siap saji yang mudah didapat dan rasanya enak namun tidak sedikit makanan tersebut justru berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, kami membuat produk makanan Nugget Tesita agar konsumen dapat beralih memilih makanan siap saji yang lebih menyehatkan ini. Selain lebih menyehatkan, harganya juga terjangkau untuk semua kalangan baik anak-anak maupun remaja, bahkan dewasapun dapat menikmatinya.

Metode pemasaran Nugget Tesita (tempe, singkong, dan tahu) adalah dengan pelayanan prima dan bersahabat agar konsumen merasa puas serta dapat menyebarkanya kepada orang lain. Selain itu, dengan membuat iklan kecil sebagai bentuk promosi dan perkenalan produk yang disebarkan langsung dan melalui media sosial.

Sasaran utama produk Nugget Tesita (tempe, singkong, dan tahu) adalah anak-anak SD khususnya yang berada di daerah Tembalang, Semarang. Salah satunya SD Islam Pangeran Diponegoro yang beralamat di kelurahan Pedalangan, Tembalang No. 22 Semarang. Selain anak-anak SD, sasaran selanjutnya adalah mahasiswa Politeknik Negeri Semarang, dan masyarakat umum.

Untuk menembus tingkat pasar yang optimal, maka perlu memikirkan strategi yang akan ditempuh untuk membangun usaha agar mendapatkan respon yang bagus dari konsumen di pasar, bersaing dengan menganalisis lingkungan internal dan eksternal yang ada di pasar domestik untuk mempermudah penyusunan strategi yang efektif dan efisien.

2.3 Tingkat Persaingan

Melihat situasi tempat sasaran produk, sepertinya produk Nugget Tesita akan laku di pasaran. Hal ini dikarenakan harganya yang terjangkau dan sangat pas untuk ukuran dompet anak-anak SD dan mahasiswa serta menyehatkan. Selain itu, pesaing yang akan menyaingi produk ini belum ada khususnya di daerah Tembalang dan kampus Politeknik Negeri Semarang.

(10)

6

BAB III

METODE PELAKSANAAN

3.1 Rencana Pelaksanaan

3.1.1 Produk (product)

Produk makanan yang kami buat adalah “Nugget Tesita (tempe. Singkong, dan tahu)” Kemasannya dalam bentuk cup mika berlabel “Nugget Tesita (tempe. Singkong, dan tahu)” . Produk makanan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan, karena berbahan dasar dari vegetarian yaitu tempe, tahu, dan singkong, yang masing-masing memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan dan pertumbuhan.

3.1.2 Tempat/distribusi (place)

Usaha ini berlokasi di Jalan Tembalang Baru, Perumda Tembalang No. 34, Semarang. Akan tetapi untuk tempat pemasarannya akan kami lakukan di SD Islam Pangeran Diponegoro dan Politeknik Negeri Semarang. Adapun sasaran pasar poduk nugget tesita ini adalah anak-anak SD Islam Pangeran Diponegoro dan mahasiswa di Kampus Politeknik Negeri Semarang. Selain itu, kami akan melakukan transaksi secara online di jejaring sosial dan internet sebagai bahan penunjang perkembangan usaha kami.

3.1.3 Harga (price)

Penentuan harga jual dilakukan dengan cara menghitung biaya produksi ditambah biaya lain-lain dan tren yang berlaku. Jika produk yang menjadi idola (tren) harganya pun bisa dinaikan dari standar harga normal (misal pada saat cuaca panas atau ketika bulan puasa besar kemungkinan produk ini akan dibanjiri konsumen). Adapun rencana harga jual dari produk nugget ini adalah Rp. 7000/pcs.

3.1.4 Promosi (promotion)

(11)

7

3.2 Proses Produksi

3.2.1 Alat

10.10 siung bawang putih; 11.½ gr gula pasir;

12.½ gr garam dapur; 13.1 lt minyak goreng.

3.2.3 Cara Pembuatan

1. tentukan nugget yang akan dibuat (tempe, singkong, atau tahu);

2. kukus bahan (tempe, singkong, atau tahu) dan kentang hingga mudah untuk ditumbuk;

3. tumbuk bahan (tempe, singkong, atau tahu) dan kentang hingga halus; 4. haluskan bumbu (bawang putih, garam, gula);

(12)

8

7. masukkan bumbu dan sayuran tambahan (kentang, wortel, daun loncang) ke bahan yang telah ditumbuk/dihaluskan;

8. kocok putih telur hingga terlihat busa; 9. cetak nugget sesuai keinginan;

10.oleskan putih telur yang telah dikocok ke nugget yang telah dibentuk; 11.bungkus nugget yang telah diolesi putih telur dengan tepung roti; 12.goreng nugget hingga berwarna kecoklatan.

Cara Pembuatan Bumbu:

1. haluskan bawang putih, garam, serta ditambahkan air dan gula pasir sedikit menggunakan blender;

2. tambahkan air secukupnya ke dalam bumbu yang telah dihaluskan;

3. tambahkan irisan ikan, ayam, atau cabai yg telah halus jika konsumen menginginkan nugget yang memiliki rasa.

Proses Finishing:

1. tiriskan nugget hingga minyak yang terkandung hilang; 2. masukkan nugget ke dalam cup;

(13)

9

BAB IV

BIAYA DAN JADWAL PELAKSANAAN

4.1 Rencana Anggaran Biaya

Rencana penggunaan dana bantuan adalah untuk kebutuhan sebagai berikut:

(14)

Bahan-bahan

18 Saus Sachet 600 Buah 300 180000 T

19 Singkong 30 Kg 3.500 105.000 T

20 Tahu 900 Buah 500 450.000 T

21 Tempe 60 Buah 7.500 450.000 T

22 Wortel 10 Kg 8.000 80.000 T

23 Daun

Loncang

5 Kg 12.000 60.000 T

24 Kentang 15 Kg 8.000 120.000 T

25 Telur 3 Kg 20.000 60.000 T

26 Bawang

Putih

½ Kg 100.00 5.000 T

27 Garam

Dapur

10 Bungkus 1.500 15.000 T

28 Gula Pasir 15 Kg 12.000 180.000 T

29 Minyak

Goreng

60 Liter 12.000 720.000 T

30 Tepung Roti 10 Kg 12.000 120.000 T

Jumlah 5.267.500

(15)

10

4.2. Analisis Penjualan

Rincian analisis penjualan nugget Tesita (tempe, singkong, dan tahu) yaitu, sebagai berikut :

Variable Aset : Rp. 2.560.000

Fix Aset : Rp. 2.707.500

Jika dalam proses pembuatan nugget Tesita sehari mengolah 1 kg singkong mentah dapat menghasilkan 30 nugget, 2 kotak tempe dapat menghasilkan 40 nugget, sedangkan tahu 30 biji dapat menghasilkan 50 nugget, dan akan kami jual seharga Rp.7000/cup. Maka dari 1 kg singkong ,2 kotak tempe, dan tahu 30 biji akan menghasilkan Rp. 140.000. Jika sekali proses kami menghabiskan 50 kg singkong, 900 biji tahu, dan 60 buah tahu perbulan maka akan menghasilkan Rp. 4.200.000. Maka akan mendapatkan laba :

Penghasilan perbulan : Rp. 4.200.000

Fix Aset : Rp. 2.707.500-

Laba : Rp. 1.492.500 /bulan

Dengan hasil yang cukup, maka akan sangat mudah mengembalikan modal, modal awal akan terpenuhi dalam waktu 3 bulan. Dengan demikian sangat pantas usaha ini untuk dikembangkan.

4.3 Jadwal Pelaksanaan

No Jenis Kegiatan Bulan

1 2 3 4 5

1 Pengajuan Proposal V

2 Perancangan Alat-alat

V

3 Proses Pembuatan V

4 Pengepakan V

5 Penjualan V

(16)

11

BAB V

PENUTUP

5.1 Simpulan

Dari uraian yang tercantum di atas dapat kami simpulkan bahwa pengajuan kewirausahaan nugget Tesita (tempe, singkong, dan tahu) sangat besar peluangnya dan sangat bagus untuk di buka dan dikembangkan dengan penghasilan yang cukup membantu bagi kami. Dengan rincian laba sebagai berikut :

Penghasilan perbulan : Rp. 4.200.000

Fix Aset : Rp. 2.707.500-

Laba : Rp. 1.492.500 /bulan

Dengan hasil yang cukup, maka akan sangat mudah mengembalikan modal, modal awal akan terpenuhi dalam waktu 3 bulan. Dengan demikian, sangat pantas usaha ini untuk dikembangkan.

5.2 Penutup

(17)
(18)

13

6.2 Biodata Anggota 1

A. Identitas Diri

1. Nama Lengkap Ulviyana Herman

2. Jenis Kelamin Perempuan

3. Jurusan/Program Studi Teknik Perawatan dan Perbaikan Gedung

4. NIM 4.11.15.0.23

5. Tempat, tanggal lahir Cirebon, 02 Desember 1996

6. Alamat dan No. Hp Tembalang, Semarang/089628208324

7. Alamat email [email protected]

B. Riwayat Pendidikan Tahun masuk-lulus 2003-2009 2009-2012 2012-2015

Semua data yang saya isi dan tercantum dalam biodata ini adalah benar, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ditemukan ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi sesuai hukum yang berlaku.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah PKM Kewirausahaan.

Semarang, 26 Oktober 2015 Pengusul,

(19)

14 6.3 Biodata Anggota 2

A. Identitas Diri

1. Nama

Lengkap

(20)

2.

Jenis Kelamin

Perempuan

3. Jurusan/P

rogram Studi

Teknik Konversi Energi

4. NIM 3.22.15.217

5. Tempat,

tanggal

(21)

lahir

2003-2009 2009-2012 2012-2015

Semua data yang saya isi dan tercantum dalam biodata ini adalah benar, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ditemukan ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi sesuai hukum yang berlaku.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah PKM Kewirausahaan.

Semarang, 26 Oktober 2015 Pengusul,

1. Nama Lengkap Leny Ria Wulandari

2. Jenis Kelamin Perempuan

(22)

17 6.6 Biodata Dosen Pembimbing

1. Nama Lengkap Nur Sa’ada

2. Jenis Kelamin Perempuan

3. Perguruan Tinggi Universitas Diponegoro (S1-Bahasa Indonesia); Universitas Krisnadwipayana (S2-Manajemen)

4. NIP 195704041987032001

5. Tempat, tanggal lahir Semarang, 04 April 1957

6. Alamat dan No. Hp Jl. Mahesa Selatan I/341, Semarang/ 08157629292

6.7 Justifikasi Anggaran Biaya

6.7.1 Peralatan Penunjang

(23)

Baskom 2 Unit Rp. 12.500 Rp. 25.000

Mangkuk 3 Unit Rp. 5.000 Rp. 15.000

Gas LPG 3 kg 5 Buah Rp. 18.000 Rp. 90.000

SUB TOTAL (Rp) Rp. 1.110.000

6.7.2 Bahan Habis Pakai

Material Kuantitas Satuan Harga satuan (Rp)

Jumlah (Rp)

Tempe 60 Buah Rp. 7.500 Rp. 450.000

Tahu 900 Buah Rp. 500 Rp. 450.000

Singkong 30 Kg Rp. 3.500 Rp. 105.000

Saus Sachet 600 Buah Rp. 300 Rp. 180.000

Wortel 10 Kg Rp. 8.000 Rp. 80.000

Daun Loncang 5 Kg Rp. 12.000 Rp. 60.000

Kentang 15 Kg Rp. 8.000 Rp. 120.000

Telur 3 Kg Rp. 20.000 Rp. 60.000

Bawang Putih ½ Kg Rp. 10.000 Rp. 5.000

Garam Dapur 10 Bungkus Rp. 1.500 Rp. 15.000

Gula Pasir 15 Kg Rp. 12.000 Rp. 180.000

Minyak Goreng 60 Liter Rp. 12.000 Rp. 720.000

Tepung Roti 10 Kg Rp. 12.000 Rp. 120.000

(24)

18 6.7.3 Lain-lain

Lain-lain Kuantitas Satuan Harga satuan (Rp)

6.5 Susunan Organisasi

No Nama NIM Program Study Alokasi

3.22.15.2.17 T. Konversi Energi

1-5 bulan

(25)

19 6.6 Surat Pernyataan

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Solech Yogi Pamungkas

NIM :3.21.15.1.22

Jurusan/Program Studi : Teknik Mesin

Dengan ini menyatakan bahwa usulan PKM Kewirausahaan yang berjudul “Usaha Pembuatan Nugget Tesita (tempe, singkong, dan tahu) dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan dan Nilai Ekonomi Bahan Vegetarian” untuk tahun anggaran 2016 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain. Jika dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan sebenar-benarnya.

Semarang, 26 Oktober 2015

Mengetahui,

Wadir Bidang Kemahasiswaan Ketua Pelaksana

meterai Rp. 6000

(Poniman, SE.,MSi.) (Solech Yogi Pamungkas)

(26)

DAFTAR PUSTAKA

Sutisna, 2014. Keripik Singkong Cabai Ijo. Garut. Sekolah Tinggi Garut.

Maulana, 2008. Pemanfaatan waluh (Cucurbuta moschata ex. Pair) menjadi

tepung sebagai peluang usaha pembuatan biscuit waluh. Semarang. Universitas

Referensi

Dokumen terkait

Adapun judul skripsi ini adalah “ Analisis Simulasi Dampak Pungutan Dana Pengelolaan Kelapa Sawit (CPO Supporting Fund) Terhadap Harga Tandan Buah Segar (TBS) di Tingkat

Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi aspek kelembagaan, teknis, sosial ekonomi dan ekologi serta membandingkan perubahan tutupan lahan pada IUPHKm Desa Ujan Mas

[r]

Dapat terpenuhinya sebagian besar atribut kompetensi komunikasi antarbudaya pada konteks sosial formal bisa jadi disebabkan karena orang-orang Australia yang berkomunikasi

Manajemen modern generasi terakhir yang digunakan pada sektor privat dapat pula digunakan pada sektor pemerintah, dengan berbagai modifikasi... Model Organisasi Berbasis TI (Teknologi

Untuk mengetahui pemanfaatan pelayanan USG dan X Ray di puskesmas perawatan di Kabupaten Jombang selama ini, dari aspek seperti aspek tenaga kesehatan,

Gambar 1.4 Pembelajaran menendang bola dengan punggung kaki.. Diskusikan hasil pengamatanmu, baik dengan teman maupun guru. Lakukan gerakan menendang bola dengan menggunakan

Saya mengesahkan bahawa satu Jawatankuasa Peperiksaan Tesis telah berjumpa pada 21 Oktober 2010 untuk menjalankan peperiksaan akhir bagi Rafika binti Zulkapli bagi menilai