• Tidak ada hasil yang ditemukan

SQUARE DALAM RUANG DAN WAKTU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SQUARE DALAM RUANG DAN WAKTU"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL MEI 1991 19

SQUARE DALAM RUANG DAN WAKTU

Oleh : Ir. Tri arso

Pelataran St. Peter di Roma, St.

Mark di Venezuela maupun place

Vendome di Prancis semuanya

merupakan ha yang secara umum

diketahuai dan dikagumi,

sebagaimana monalisanya

Leonardo, Mosesnya Michelangelo

maupun Night watch-nya

Rembrant. Tak diragukan lagi

semua itu merupakan karya seni

yang tinggi sebagai lukisan,

sculpture, maupun karya arsitektur.

Pekataran diatas kaya dengan

hubungan yang unik antara ruang

terbuka, bangunan disekelilingnya

maupun dengan langit diatasnya,

yang menunjukan kreasi sejati dari

suatu pengalaman emosi yang

digabung dengan usha-usaha seni

lainnya. Itu sendiri baru

merupakan hal penting kedua

setelah penemuhan setiap

kebutuhan fungsinya.

Pada masa akhir-akhir ini

terlihat adanya penghargaan yang

berlebihan terhadap penalaran

yang tercermin pada perencanaan

kota. Para perencana kota

seakan-akan hanya disibukkan oleh

masalah fisik (terukur) saja, seperti

masalah tata guna tanah,

peningkatan trafik, komunikasi,

zoning, pendaerahan dan

sebagainya.

Pertimbangan-pertimbangan square tidak lebih

hanya kepada kepentingan akan

susunan kota belaka.

Secra fisik dan psikologis,

fungsi-fungsi suatu square tidak

tergantung kepada ukuran dan

skala, baik pada suatu dusun yang

hijau, pada suatu kota yang kecil,

lapangan dari suatu perumahan

disuatu kota besar maupun plasa

yang monumental dari suatu

metropolitan, semuanya

mempunyai kegunaan yang sama.

Dibuat sebagai suatu tempat

berkumpul yang humanis,

(2)

MODUL MEI 1991 20

terhadap kesibukan lalu lintas dan

membebaskannya dari ketegangan

yang ditimbulkan dari kesibukan

sepanjang jaringan jalan. Kalau

jalan digambarkan sungai tempat

arus gerakan hubungan manusia,

maka square digambarkan sebagai

suatu danau, yang mengarahkan

dan memberikan gerakan-gerakan

hidup tidak hanya pada

batas-batasnya sendiri, tapi juga

menjangkau kepada jaringan jalan

di sekelilingnya yang seakan

bermuara kepadanya.

Sebagaimana pada masa lalu

maka funfsi psikologis dari suatu

square dimasa sekarang dan

mendatang adalah sama. Seorang

perencana kota dimasa lalu

menghadapi problem yang sama

dengan seperti perencanaan kota

sekarang, misalnya masuknya

bangunan baru pada suatu

pemukiman, peningkatan frekuensi

kegiatan atau rorganisasi dari suatu

daerah pada suatu kota lama. Atau

dalam hal standar, misalnya

pembuangan lengkungan suatu

untuk pemberhentian kereta untuk

bangsawan atau mobil, atau

pembuatan ruang terbuka yang

untuk kegiatan spektakuler atau

monumental bagi para

pemimpin-pemimpin politik dan sebagainya,

tidaklah dibuat dalam prinsip yang

berbeda. Fungsi juga

mempengaruhi pertimbangan dari

lebar, panjang dan kedalaman dari

jalan maupun lapangan.

Yang membedakan adalah

bahwa perencanaan ruang kini

menyangkut lebih banyak fungsi

daripada abad yang lalu.

Keinginan dan kebutuhan

masa lalu tidak banyak dan

sekompleks sebagaimana

sekarang.

Karenanya analisa dari

contoh typical dari masa lalu

tinggal sedikit yang didiskusikan

oleh sejarah, namun demikian

masih dapat dijadikan rangsangan

pemikiran bagi perencanaan kota

(3)

Referensi

Dokumen terkait

Tulisan ini dibuat untuk mengetahui bagaimana Pentingnya fungsi dari Ruang Terbuka Hijau dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Metro yang ditetapkan bahwa setiap kota

stakeholder. Setiap stakeholder yang terlibat dalam pengembangan ruang terbuka hijau berhak mengawasi pengembangan ruang terbuka hijau. Dinas Perumahan dan Kawasan

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh jenis pohon ruang terbuka hijau kota Polewali Mandar yang tersebar pada hutan kota, taman kota dan jalur hijau meliputi

tersebut diatas maka fokus studi pada artikel ini adalah apa urgensi dari ketersediaan ruang terbuka hijau publik dalam perencanaan tata ruang kota yang

Pada peraturan yang berlaku kawasan terbuka hijau di perkotaan adalah 30% dari seluruh luas kota, tetapi di Jakarta kurang dari 10% ruang terbuka hijau.. Agenda ruang terbuka

Dari fakta dan kasus yang terjadi di Jawa Barat, dapat kita periksa bahwa penyediaan ruang terbuka hijau seperti taman-taman kota, hutan kota dan ruang terbuka hijau

(3) Proporsi ruang terbuka hijau publik pada wilayah kota paling sedikit 20 (dua puluh) persen dari luas wilayah kota.

Hubungan ruang terbuka hijau de- ngan kadar CO pada perumahan menegah atas Kota Malang memiliki hubungan kuat, jenis vegetasi memiliki pengaruh yang sangat kuat